Anda di halaman 1dari 17

KONSEP & RUANG Our Members :

LINGKUP Anggi Susilawati (A031181039)

PERILAKU DALAM Dirza Tri Astari (A031181041)

ORGANISASI ST Nur Anita A. B (A031181325)

Andi Maulina (A031181329)

A. Ikhwanul A (A031181341)
Presented by :
Group 3 Cassyano N (A031181343)

Sri Rahmatiah (A031181359)


Pengertian Perilaku Organisasi Menurut Beberapa
Ahli :

Joe Kelly : Perilaku organisasi adalah suatu


bidang studi yang mempelajari sifat-sifat
organisasi, termasuk bagaimana organisasi di
bentuk, tumbuh dan berkembang.
Adam Indrawijaya : Perilaku organisasi adalah
suatu bidang studi yang mempelajari semua
a s p e k y a n g b e rk a it a n d en g a n t in d a ka n
ma nus ia, ba ik a sp ek p en ga ru h an ggota
t e r h a d a p o r g a n is a s i ma u p u n p e n g a r u h
organisasi
Sutrisna Hari, terhadap
MM : anggota.
Perilaku organisasi adalah
suatu bidang studi yang mempelajari dinamika
organisasi sebagai hasil interaksi dari sifat
khusus (karakteristik) anggota dan sifat khusus
(karakteristik) para anggotannya dan pengaruh
lingkungan.
Stephen P. Robbins : Perilaku Organisasi adalah
b id a n g s t u d i y a n g me n ye lid iki d a mpa k
perorangan, kelompok , dan struktur pada
perilaku dalam organisasi dengan maksud
menerapkan pengetahuan semacam itu untuk
memperbaiki keefektifan organisasi.
Teori Perilaku Organisasi

Untuk memenuhi
keingintahuan tentang
bagaimana orang berperilaku
dalam organisasi terdapat dua
teori yang memaparkannya,
yaitu :
Teori Jenjang Kehidupan
1 Manusia mempunyai banyak kebutuhan dan keinginan yang tersusun
sedemikian hingga, bila satu kebutuhan telah terpenuhi maka
manusia tersebut akan berusaha memenuhi tingkat kebutuhan yang
lebih tinggi lagi.
Menurut Abraham Maslow, manusia memiliki lima tingkat kebutuhan hidup
yang akan selalu berusaha untuk dipenuhi sepanjang masa hidupnya.
Dijelaskan sebagai berikut :

Manifestasi kebutuhan ini terlihat dalam tiga


hal pokok, sandang, pangan dan papan. Filosofis

Kebutuhan ini mengarah kepada rasa


keamanan, ketenteraman dan jaminan
seseorang dalam kedudukannya, jabatannya, Keamana
wewenangnya dan tanggung jawabnya. n

Kebutuhan akan kasih sayang dan


bersahabat (kerjasama) dalam kelompok Sosial
kerja atau antar kelompok. (Kasih
Sayang)

Kebutuhan akan kedudukan dan promosi


dibidang kepegawaian.
Penghargaa
n
Hal ini merupakan kebutuhan untuk
mewujudkan segala kemampuan
(kebolehannya) dan seringkali nampak pada
hal-hal yang sesuai untuk mencapai citra
dan cita diri seseorang.
Aktualisasi Diri
Teori Motivasi Pencapaian
2 Mengenai perilaku manajer dalam organisasi mengatakan
bahwa seseorang dipengaruhi keinginannya untuk berhasil,
berkuasa, dan kebutuhan akan pergaulan.
McClelland menyatakan ada 3 kebutuhan yang penting untuk
motivasi, yaitu :

Kebutuhan akan prestasi merupakan dorongan


untuk mengungguli, berprestasi sehubungan
Kebutuhan akan Prestasi (n-ACH) dengan seperangkat standar, bergulat untuk
sukses.

Kebutuhan akan kekuasaan sangat berhubungan


dengan kebutuhan untuk mencapai suatu posisi
Kebutuhan akan Kekuasaan (n-pow)
kepemimpinan.

Kebutuhan akan afiliasi adalah hasrat untuk


berhubungan antar pribadi yang ramah dan akrab.
Kebutuhan untuk berafiliasi atau bersahabat (n-affil)
Unsur Utama Perilaku Organisasi
Secara keseluruhan dalam mempelajari perilaku organisasi tercakup 4 (empat) unsur utama
yaitu :

Pandangan Tuntutan Manajer


Ekonomi

Aspek Struktur
Psikologi Organisasi
Dimensi Perilaku Organisasi

Dimensi Konsep
01 Sebuah rancangan khusus yang dijadikan sebagai acuan dalam
menjalankan sebuah organisasi, artinya setiap gerak atau kegiatan yang
akan dilaksanakan tetap mengacu pada pedoman yang telah dibuat oleh
seluruh atau sebagian anggota organisasi yang mempunyai wewenang.

Dimensi Sistem
02 Dimensi sistem mencakup bagaimana proses manajemen
yang dilakukan untuk melakukan suatu kegiatan secara
efektif dan efisien yang di kemas dengan pendekatan-
pendekatan matematis atau logika.

Dimensi
03 Manusia
Dimensi manusia adalah dimensi yang paling utama dalam
sebuah organisasi karena tanpa adanya dimensi manusia
otomatis suatu organisasi tidak akan pernah ada karena
tidak ada yang membentuk sebuah organisasi dan tidak ada
penggerak yang melakukan suatu kegiatan organisasi
tersebut.
Keselarasan Tujuan

Anggota organisasi mempunyai tujuan


pribadi masing-masing yang tidak selalu
konsisten dengan tujuan organisasi. Dengan
demikian tujuan utama dari sistem
pengendalian manajemen adalah
memastikan tingkat keselarasan tujuan yang
tinggi. Sistem pengendalian yang memadai
setidaknya tidak akan mendorong individu
untuk bertindak melawan kepentingan
organisasi.
Faktor – Faktor Informal yang Memengaruhi Keselarasan Tujuan

Eksternal Internal

Faktor-faktor eksternal adalah Adapun faktor- faktor


norma-norma mengenai perilaku internal yang mempengaruhi
yang diharapkan dalam
keselarasan tujuan adalah
masyarakat, di mana organisasi
menjadi bagiannya. Norma-norma sebagai berikut:
ini mencakup sikap, yang secara 1. Budaya
kolektif sering juga disebut etos 2. Gaya manajemen
kerja, yang diwujudkan melalui : 3. Organisasi informal
1. Loyalitas 4. Persepsi dan Komunikasi
2. Keuletan
5. Kerjasama dan Konflik
3. Semangat
4. Kebanggaan
Sistem Pengendalian Formal
Aturan-aturan

Pengendalian Fisik
Penjaga keamanan, gudang-gudang yang terkunci, ruangan besi, password komputer, televisi pengawas,
dan pengendalian fisik lainnya merupakan bagian dari struktur pengendalian.

Manual
Manual dalam organisasi birokratis jauh lebih rinci dibandingkan dengan aturan organisasi
lain.

Pengamanan Sistem
Berbagai pengamanan sistem dirancang kedalam sistem pemrosesan informasi untuk menjamin agar
informasi yang mengalir melalui sistem itu akan bersifat akurat dan untuk mencegah kecurangan.

Sistem Pengendalian Tugas


Pengendalian tugas didefinisikan sebagai proses untuk menjamin bahwa tugas-tugas tertentu
dijalankan secara efektif dan efisisen.
Sistem Pengendalian Formal

Proses Kendali Formal


Pusat tanggung jawab menjalankan operasi-
Suatu perencanaan strategis akan operasi yang ditugaskan, dan hasilnya
melaksanakan tujuan dan strategi kemudian di nilai dan dilaporkan.
organisasi. Seluruh informasi yang tersedia Hasil-hasil aktual kemudian dibandingkan
dipergunakan untuk membuat perencanaan dengan anggaran untuk menentukan apakah
ini. Perencanaan strategis tersebut kinerjanya memuaskan atau tidak. Jika
kemudian di konversi menjadi anggaran memuaskan, maka pusat tanggung jawab
tahunan yang fokus pada pendapatan dan menerima umpan balik dalam bentuk pujian
belanja yang direncanakan untuk masing- atau penghargaan lain. Jika tidak memuaskan,
masing pusat tanggung jawab. Pusat maka umpan balik yang diterima akan
tanggung jawab ini juga dituntun oleh mendorong dilakukannya tindakan-tindakan
aturan-aturan dan infornasi formal lain. korektif di pusat tanggungjawab serta
kemungkinan dilakukannya revisi dalam
rencana.
Struktur unit bisnis,
didalamnya para unit
manager bertanggung
jawab atas aktivitas-
Struktur organisasi matriks,
Struktur organisasi aktivitas dari masing-
di dalamnya unit-unit
fungsional, didalamnya masing unit, dan unit fungsional memiliki
setiap manajer bisnis berfungsi sebagai tanggung jawab ganda.
bertanggung jawab bagian independen dari Struktur organisasi ini
perusahaan. merupakan kombinasi
atas fungsi-fungsi yang antara struktur organisasi
terspesialisasi seperti fungsional dan unit bisnis,
produksi atau yang ditujukan untuk
pemasaran. memanfaatkan keunggulan
dari masing-masing
struktur organisasi.

Jenis-jenis Struktur Organisasi


Fungsi Controller
Controller merupakan orang yang bertanggung jawab dalam merancang dan
mengoperasikan sistem pengendalian manajemen. Fungsi dan peran kontroler
adalah sebagai berikut:

Melakukan Mengembangka
Menyiapkan Menyiapkan dan supervisi audit
menganalisis laporan
n personel dalam
Merangcang pernyataan internal dan
organisasi
kinerja,
dan mencatat
keuangan dan menginterpretasian pengendali dan
mengoperasika prosedur-prosedur
laporan laporan tersebut
pengendalian berpartisipasi
n informasi keuangan pada untuk para manajer,
dalam
menganalisis untuk menjamin
serta sistem pemegang validitas informasi, pendidikan
program dan
pengendalia saham dan proposal anggaran menetapkan personal
pihak eksternal dari berbagai segmen pengamanan yang
manajemen
perusahaan serta memadai terhadap
mengkonsolidasikann pencurian dan dalam kaitannya
ya ke dalam anggaran kecurangan serta dengan fungsi
tahunan secara menjalankan audit pengendali.
Relasi ke Jajaran Organisasi
Fungsi pengendalian adalah fungsi staf.
Meskipun seorang kontroler biasanya
bertanggung jawab untuk merancang maupun
mengoperasikan sistem yang mengumpulkan
dan melaporkan informasi, pemanfaatan
informasi ini adalah tanggung jawab jajaran
manajemen. Kontroler tidak membuat
ataupun mendorong pihak manajemen untuk
mengambil keputusan. Tanggung jawab untuk
menjalankan pengendalian sesungguhnya
berasal dari CEO lalu turun ke bawah melalui
Kontroler Unit Bisnis
jalur organisasi.
Para kontroler unit bisnis memiliki tanggung Para kontroler juga memainkan peranan
jawab pada dua pihak. Pihak pertama ialah pada penting dalam mempersiapkan rencana
kontroler korporat yaitu pihak yang memegang strategis dan anggaran serta melakukan
tanggung jawab operasi sistem pengendalian penelitian secara cermar aras laporan kinerja.
secara keseluruhan. Sedangkan pihak kedua ialah Dalam hal ini para kontroler bertindak
layaknya manajer. Perbedaannya adalah
pada para manajer di unit dimana kontroler
bahwa keputusan kontroler dapat dibatalkan
tersebut berada yang merupakan pihak kepada oleh jajaran manajer.
siapa mereka memberikan bantuan.
Sistem Pengendalian Manajemen

that's all of our explanation

Thank You
!!!

Anda mungkin juga menyukai