Anda di halaman 1dari 18

LAPORAN PRAKTIKUM

LABORATORIUM TEKNIK TENAGA LISTRIK


ELEKTRONIKA DISKRIT
KAPASITOR

Dosen Pengampu:
Torib Hamzah, S.Pd, M.Pd
NIP 19670910 200604 1 001
Abd. Kholiq, SST, MT
NIP 19750522 200604 1 006
DisusunOleh :
Agnes Meiliana
P27838020003
1A11

POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES SURABAYA


JURUSAN TEKNIK ELEKTROMEDIK
TAHUN AJARAN
2020/2021
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Sekarang ini berbagai alat elektronik terdapat berbagai macam
komponen elektronika didalamnya, baik itu komponen aktif, komponen
pasif ataupun komponen penunjang. Sebagian besar alat elektronik tersebut
tersusun dari rangkaian listrik yang dapat menyimpan muatan listrik yang
digunakan pada rangkaian tersebut, ada yang menggunakan listrik AC dan
ada yang menggunakan arus DC. Komponen elektronika yang dapat
menyimpan listrik pada rangkaian elektronik tersebut ialah komponen
kapasitor.
Peristiwa pengisian dan pengosongan kapasitor memegang peranan
yang sangat penting dalam elektronika. Kapasitor merupakan perangkat
yang mampu menampung muatan listrik dimana muatan tersebut dapat
disimpan kemudian dilepas secara perlahan.
1.2 Batasan Masalah
Dapat memamahami cara pengisian dan pengosongan kapasitor
1.3 Rumusan Masalah
1. Jelaskan perbedaan kapasitor polar dan non polar ?
2. Faktor-faktor apakah yang menentukan kapasitansi kapasitor ?
3. Jika nilai R semakin kecil maka waktu yang dibutuhkan untuk pengisian
kapasitor semakin ?
4. Apakah tegangan sumber menentukan lama waktu pengisian kapasitor?
5. Apakah waktu yang diperlukan untuk mengisi dan membuang muatan
pada kapasitor sama
1.4 Tujuan
1.4.1 Tujuan Umum
a. Mahasiswa dapat mengetahui cara membaca kapasitor dan
mengubah satuan kapasitor.
b. Mahasiswa dapat mengetahui cara kerja dan jenis kapasitor.
c. Mahasiswa dapat mengerti dan memahami rangkaian kapasitor seri
dan paralel.
d. Mahasiswa dapat merangkai rangkaian kapasitor seri dan paralel.
1.4.2 Tujuan Khusus
a. Mahasiswa dapat mengerti tentang pengisian dan pengosongan
kapasitor.
b. Mahasiswa dapat merangkai rangkaian pengisian dan pengosongan
kapasitor.

1.5 Manfaat
1.5.1 Manfaat Teoritis
a. Mahasiswa mampu membaca menentukan kaki kapasitor.
b. Mahasiswa mampu membaca dan mnegubah nilai kapasitor.
c. Mahasiswa mampu merangkai kapasitor dalam rangkaian seri
dan paralel.
1.5.2 Manfaat Praktis
Mahasiswa mampu merangkai kapasitor dengan baik dan benar
dan dapat melakukan pengisian dan pengosongan kapasitor.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Kapasitor
Kapasitor (Capacitor) atau disebut juga dengan Kondensator
(Condensator) adalah komponen elektronika pasif yang dapat menyimpan
muatan listrik dalam waktu sementara dengan satuan kapasitansinya adalah
Farad. Satuan Kapasitor tersebut diambil dari nama penemunya yaitu
Michael Faraday (1791-1867) yang berasal dari Inggris. Berikut adalah
gambar kapasitor.

Gambar 2.1 Jenis


Kapasitor

( Sumber : teknikelektronika.com)
Namun Farad adalah satuan yang sangat besar, oleh karena itu pada
umumnya kapasitor digunakan dalam peralatan Elektronika adalah satuan
Farad yang dikecilkan menjadi pikoFarad, nanoFarad, dan microFarad.
Untuk lebih lengkapnya, berikut adalah satuan konverensi Farad :

1Farad = 1.000.000 uF
1uF = 1.000 nF
1uF = 1.000.000 pF
1nF = 1.000pF

Kapasitor memiliki beberapa fungsi, berikut adalah fugsi kapasitor :


1. Sebagai isolator yang bisa memperlambat arus DC atau direct current.
2. Sebagai penyaring dalam rangkaian catu daya.
3. Sebagai pembangkit frekuensi dalam rangkaian osilator.
4. Sebagai penyimpan arus atau tegangan listrik.
5. Sebagai frekuensi dalam rangkaian antena.
6. Sebagai penghemat daya listrik pada lampu neon.
7. Sebagai penghilang bouncing (loncatan api) jika dipasang sebagai pada
saklar.
8. Sebagai kopling antara rangkaian yang satu dengan yang lain
9. Sebagai penggeser Fasa.
10. Sebagai konduktor.

2.1.1 Nilai Kapasitansi


Berdasarkan nilai kapasitansinya kapasitor dibagi menjadi 2 jenis
yaitu kapasitor tetap dan kapasitor tidak tetap.
1. Kapasitor Tetap
a. Kapasitor Keramik

Gambar 2.2 Kapasitor


Keramik
( Sumber : teknikelektronika.com)
Kapasitor Keramik adalah Kapasitor yang isolatornya
terbuat dari Keramik dan berbentuk bulat tipis ataupun
persegi empat. Kapasitor Keramik tidak memiliki arah atau
polaritas, jadi dapat dipasang bolak-balik dalam rangkaian
Elektronika. Pada umumnya, Nilai Kapasitor Keramik
berkisar antara 1pf sampai 0.01µF.
b. Kapasitor Polyester

Gambar 2.3 Kapasitor Polyester


(Sumber : teknikelektronika.com)
Kapasitor Polyester adalah kapasitor yang isolatornya
terbuat dari Polyester dengan bentuk persegi empat.
Kapasitor Polyester dapat dipasang terbalik dalam
rangkaian Elektronika (tidak memiliki polaritas arah).

c. Kapasitor Kertas

Gambar 2.4 Kapasitor Kertas


( Sumber : teknikelektribika.com)
Kapasitor Kertas adalah kapasitor yang isolatornya terbuat
dari Kertas dan pada umumnya nilai kapasitor kertas
berkisar diantara 300pf sampai 4µF. Kapasitor Kertas tidak
memiliki polaritas arah atau dapat dipasang bolak balik
dalam Rangkaian Elektronika.
d. Kapasitor Elektrolit (Elco)

Gambar 2.5 Kapasitor Elektrolit


(Sumber : teknikelektronika.com)
Kapasitor Elektrolit adalah kapasitor yang bahan Isolatornya
terbuat dari Elektrolit (Electrolyte) dan berbentuk Tabung /
Silinder. Kapasitor Elektrolit atau disingkat dengan ELCO
ini sering dipakai pada Rangkaian Elektronika yang
memerlukan Kapasintasi (Capacitance) yang tinggi.
Kapasitor Elektrolit yang memiliki Polaritas arah Positif (-)
dan Negatif (-) ini menggunakan bahan Aluminium sebagai
pembungkus dan sekaligus sebagai terminal Negatif-nya.
Pada umumnya nilai Kapasitor Elektrolit berkisar dari
0.47µF hingga ribuan microfarad (µF).
Biasanya di badan Kapasitor Elektrolit (ELCO) akan tertera
nilai kapasitansi, tegangan (Voltage), dan terminal negatif.
Hal yang perlu diperhatikan, Kapasitor Elektrolit dapat
meledak jika polaritas (arah) pemasangannya terbalik dan
melampui batas kamampuan tegangannya.
e. Kapasitor mika

Gambar 2.6 Kapasitor Mika


(Sumber : teknikelektronika.com)
Kapasitor Mika adalah kapasitor yang bahan Isolatornya
terbuat dari bahan Mika. Nilai Kapasitor Mika pada
umumnya berkisar antara 50pF sampai 0.02µF. Kapasitor
Mika juga dapat dipasang bolak balik karena tidak memiliki
polaritas arah.
2. Kapasitor Tidak Tetap (Variable Condensator )

a. Variable Condensator

Gambar 2.7 Variable


Condensator
( Sumber : robotikauns.net)
VARCO (Variable Condensator) yang terbuat dari Logam
dengan ukuran yang lebih besar dan pada umumnya
digunakan untuk memilih Gelombang Frekuensi pada
Rangkaian Radio (digabungkan dengan Spul Antena dan
Spul Osilator). Nilai Kapasitansi VARCO berkisar antara
100pF sampai 500p.
b. Trimmer

Gambar 2.8 Trimmer


( Sumber : panduanteknisi.com)
Trimmer adalah jenis Kapasitor Variabel yang memiliki
bentuk lebih kecil sehingga memerlukan alat seperti Obeng
untuk dapat memutar Poros pengaturnya. Trimmer terdiri
dari 2 pelat logam yang dipisahkan oleh selembar Mika dan
juga terdapat sebuah Screw yang mengatur jarak kedua
pelat logam tersebut sehingga nilai kapasitansinya menjadi
berubah. Trimmer dalam Rangkaian Elektronika berfungsi
untuk menepatkan pemilihan gelombang Frekuensi (Fine
Tune). Nilai Kapasitansi Trimmer hanya maksimal sampai
100pF.
Beberapa faktor yang mempengaruhi nilai kapasitansi dari
kapasitor adalah:

1. Luas penampang pelat : Apabila faktor-faktor lain tetap,


penampang pelat yang lebih luas akan memberikan nilai
kapasitansi yang lebih besar; semakin sempit luas penampang
pelat maka semakin kecil nilai kapasitansinya.
2. Jarak antar pelat : Apabila semua faktor tetap, bila jarak antar
kedua pelat semakin lebar maka kapasitansinya semakin kecil;
semakin dekat jarak antar kedua pelat , semakin besar nilai
kapasitansinya.
3. Bahan dielektrik : apabila faktor-faktor lain adalah tetap,
semakin besar permitivitas dari bahan dielektrik memberikan
nilai kapasitansi yang semakin besar pula; semakin kecil
permitivitasnya, semakin kecil pula kapasitansinya
2.1.2 Polaritas
Berdasarkan polaritasnya kapasitor dibagi menjadi 2 yaitu
Kapasitor Polar dan Kapasitor non Polar.
1. Kapasitor Polar
Kapasitor polar adalah kapasitor yang kedua kutubnya
memiliki polaritas positif dan negatif. Biasanya kapasitor
polar bahannya terbuat dari elektrolit dan mempunyai nilai
kapasitansi yang besar dibandingkan dengan kapasitor yang
menggunakan bahan kertas atau mika atau keramik.
Pemasangan kapasitor polar harus benar tidak boleh terbalik
karena jika pemasangannya terbalik akan meletus. Contoh
dari kapasitor polar adalah Kapasitor Elektrolit (Elco).

Gambar 2.9 Kapasitor Polar


( Sumber : blog.unnes.ac.id)
2. Kapasitor Non Polar
Kapasitor Non Polar adalah kapasitor yang pada kutubnya
tidak memiliki polaritas artinya pada kedua kutubnya dapat
digunakan secara terbalik. Mempunyai nilai kapasitansi kecil
dan bahannya terbuat dari keramik, mika, kertas dan lain-lain.
Contoh Kapasitor non Polar adalah Kapasitor Keramik,
Kapasitor Kertas, Kapasitor Mika, dan Kapasitor Polyester.
Gambar 2.10 Jenis Kapasitor Non Polar
( Sumber : elektronika-dasar.web.id)

2.1.3 Pengisian dan Pengosongan


Apabila sebuah kapasitor dihubungkan dengan sumber arus searah
maka dalam beberapa saat akan ada arus listrik yang mengalir masuk ke
dalam kapasitor, kondisi ini disebut proses pengisian kapasitor, apabila
muatan listrik di dalam kapasitor sudah penuh, maka aliran arus listrik
akan berhenti.
Bila hubungan ke kapasitor di tukar polaritasnya, maka muatan listrik akan
kembali mengalir keluar dari kapasitor. Tegangan listrik pada kapasitor
besarnya berbanding lurus dengan muatan listrik yang tersimpan di dalam
kapasitor. Rumus pengisian dan pengosongan Kapasitor adalah :
τ = 5RC

τ = konstanta waktu (detik)

R = Resistor / tahanan (ohm)

C = Kapasitor (Farad)
Pada prinsipnya kapasitor membutuhkan waktu untuk melakukan
pengisian pada kapasitor hinga penuh. Sama halnya dengan pengisian, saat
pengosongan kapasitor juga memerlukan waktu untuk mengosongkan isi
muatan listrik pada kapasitor. Bila nilai Resistansi ( R ) kecil, maka arus
akan lebih mudah mengalir sehingga proses pengisian muatan listrik pada
Kapasitor pun akan semakin cepat.
BAB III
METODE PENELITIAN

3.1 Alat dan Bahan


a. Kapasitor
b. Poject board
c. PowerSupply
d. Multimeter
e. Solder
f. Timah
g. Stopwatch
3.2 Langkah Percobaan
1. Siapkan alat dan bahan.
2. Hitung nilai kapasitor dan catat pada tabel pengamatan.
3. Rangkai kapasitor sesuai petunjuk pada modul ( seri atau paralel ).
4. Berikan tegangan 5 volt pada rangkaian.
5. Hitung besar kapasitansi total dan ukur tegangan pada masing-masing
kapasitor.
6. Ukur berapa waktu yang dibutuhkan untuk pengisian dan pengosongan
kapasitor.
7. Untuk mengukur pengisian kapasitor, lakukan seperti yang ada pada
gambar.Sedangkan untuk pengosongan kapasitor lepaskan rangkaian
dari catu daya. Kemudian hubungkan menjadi rangkaian tertutup.
3.3 Tabel Pengamatan
Tabel 3.1 Pengisian dan Pengosongan Kapasitor

T ukur

No Vs Resistor C Total t t
pengisian pengosongan

1 4,8V 1,8kΩ 100uF 1,8 detik 1 menit

2 9V 1,8kΩ 100uF 1,83 detik 1,9 menit

3 11V 1,8kΩ 100uF 3 detik 4 menit


BAB IV
ANALISIS DAN KESIMPULAN
4.1 Analisis
Dalam praktikum ini kapasitor memiliki fungsi untuk menyimpan muatan
listrik sementara. Kapasitor memiliki satuan Farad, dalam praktikum ini
dijelaskan cara mengkonverensi satuan kapasitor seperti :
68pF = 68 × 100 = 68 × 1 = 68pF = 68 × 10-3nF = 68 × 10-6 uF = 68×10-12F
Terdapat rangkaian seri dan paralel kapasitor dalam praktikum ini kita juga
menghitung rangkaian seri dan paralel pada kapasitor dan mengubah
satuannya juga. Dalam praktikum ini kita juga melakukan pengamatan
pengisian dan pengosongan kapasitor seperti :
Pengisian dan pengosongan kapasitor pada tegangan 4,8 V dengan
hambatan 1,8kΩ, dan kapasitor 100uF. Waktu pengisian kapasitor tersebut
1,8 detik dan waktu untuk pengosongan kapasitor tersebut 1 menit. Waktu
yang diperlukan untuk melakukan pengisian dan pengosongan tidak sama.
Secara teori waktu untuk melakukan pengisian adalah sama namun secara
praktek tidak. Jika nilai hambatan yang dibutuhkan untuk pengisian
kapasitor semakin kecil maka arus akan lebih mudah mengalir sehingga
proses pengisian muatan listrik pada kapasitor semakin cepat.
4.2 Kesimpulan
Kesimpulan dari praktikum yang telah dilakukan adalah kapasitor
merupakan komponen yang digunakan untuk menyimpan muatan listrik
sementara. Kapasitor dibagi menjadi 2 yaitu kapasitor polar dan non polar.
Dalam menentukan kapasitansi kapasitor terdapat faktor faktor yang
mempengaruhinya seperti : luas keping logam, jarak antar keping, dan jenis
bahan dielektrik. Nilai hambatan juga mempengaruhi pengisian kapasitor,
jika nilai hambatan yang digunakan semakin kecil maka arus yang mengalir
pada kapasitor semakin cepat.
DAFTAR PUSTAKA
[1] K.Dickson, "Pengertian kapasitor,"1 Januari 2020. [Online]. Available:
https://teknikelektronika.com/simbol-fungsi-kapasitor-beserta-jenis-jenis-
kapasitor/. [Accessed 6 November 2020].
[2] H6194V, "faktor faktor yang mempengaruhi kapasitansi kapasitor,"30 Mei
2012 [Online]. Available: http://mekatronika-
smk.blogspot.com/2012/05/kapasitor.html. [Accessed 6 November 2020].
[3] Taufiqullah,"teori pengisian dan pengosongan kapasitor"2 Januari 2020 .
[Online]. Available: https://www.tneutron.net/elektro/pengisian-dan-
pengosongan-kapasitor/. [Accessed 6 November 2020].
LAMPIRAN

1. Foto Praktikum
2. Laporan Sementara
FOTO PRAKTIKUM

GAMBAR KETERANGAN

Rangkaian Kapasitor