Anda di halaman 1dari 15

Tes pada Transformator

• Tes/pengujian transformator dilaksanakan menurut SPLN’50-


1982 dengan melalui tiga macam pengujian, sebagaimana
diuraikan juga dalam IEC 76 (1976), yaitu :
Pengujian Rutin
Pengujian rutin adalah pengujian yang dilakukan terhadap setiap
transformator, meliputi:
• pengujian tahanan isolasi
• pengujian tahanan kumparan
• pengujian perbandingan belitan Pengujian vector group
• pengujian rugi besi dan arus beban kosong
• pengujian rugi tembaga dan impedansi
• pengujian tegangan terapan (Withstand Test)
• pengujian tegangan induksi (Induce Test).
Pengujian jenis
• Pengujian jenis adalah pengujian yang dilaksanakan
terhadap sebuah trafo yang mewakili trafo lainnya
yang sejenis, guna menunjukkan bahwa semua trafo
jenis ini memenuhi persyaratan yang belum diliput
oleh pengujian rutin. Pengujian jenis meliputi:
- pengujian impedansi
- pengujian kenaikan suhu
Pengujian khusus
Pengujian khusus adalah pengujian yang lain dari uji rutin dan
jenis, dilaksanakan atas persetujuan pabrik dengan pembeli
dan hanya dilaksanakan terhadap satu atau lebih trafo dari
sejumlah trafo yang dipesan dalam suatu kontrak. Pengujian
khusus meliputi :
• pengujian dielektrik
• pengujian impedansi urutan nol pada trafo tiga phasa
• pengujian hubung singkat
• pengujian harmonik pada arus beban kosong
• pengujian tingkat bunyi akuistik
• pengukuran daya yang diambil oleh motor-motor kipas dan
pompa minyak.
Rugi – Rugi Transformator
• Rugi-rugi daya transformator berupa rugi inti atau rugi besi
dan rugi tembaga yang terdapat pada kumparan primer
maupun kumparan sekunder.
• Untuk mengurangi rugi-rugi besih haruslah diambil
inti besi yang penampangnya cukup besar agar fluks
magnit mudah mengalir didalamnya. Untuk
memperkecil rugi rugi tembaga, harus diambil kawat
tembaga yang penampangnya cukup besar untuk
mengalirkan arus listrik yang diperlukan. Rugi inti
terdiri dari rugi arus eddy dan rugi histerisis. Rugi arus
eddy timbul akibat adanya arus pusar pada inti yang
dapat menghasilkan panas. Adapun arus pusar inti
ditentukan oleh tegangan induksi pada inti yang
menghasilkan perubahan-perubahan fluks magnet.
Arus pusar adalah arus yang mengalir pada material inti
karena tegangan yang diinduksi oleh fluks. Arah
pergerakan arus pusar adalah 90o terhadap arah fluks
seperti terlihat pada Gambar dibawah ini.
• Rugi Hysterisis
• Rugi hysterisis terjadi karena respon yang lambat dari
material inti. Hal ini terjadi karena masih adanya
medan magnetik residu yang bekerja pada material,
jadi saat arus eksitasi bernilai 0, fluks tidak serta merta
berubah menjadi 0 namun perlahan-lahan menuju 0.
Sebelum fluks mencapai nilai 0 arus sudah mulai
mengalir kembali atau dengan kata lain arus sudah
bernilai tidak sama dengan 0 sehingga akan
membangkitkan fluks kembali. Grafik hysterisis dapat
dilihat pada Gambar selanjutnya.
Ph = Rugi arus pusar [w/kg]
kh = Konstanta material inti
f = frekuensi [Hz]
Bmax = Nilai puncak medan
magnet [T]
n = Nilai eksponensial,
tergantung material dan
Bmax
• Rugi Tembaga
• Rugi tembaga adalah rugi yang dihasilkan oleh
konduktor/tembaga yang digunakan sebagai bahan
pembuat kumparan. Rugi ini diakibatkan oleh adanya
resistansi bahan. Nilai resistansi konduktor dapat
dihitung dengan Persamaan dibawah ini :
R = Tahanan (Ohm)
ρ = Tahanan jenis (Ohm.m)
l = Panjang (m)
A = Luas penampang (m2)
• Sedangkan untuk menghitung kerugian tembaga itu
sendiri dapat mempergunakan Persamaan :
• Disisi primer :

Disisi sekunder :

Pcp = Rugi konduktor primer


Pcs = Rugi konduktor sekunder
Ip = Arus pada kumparan primer
Is = Arus pada kumparan sekunder
Rp = Tahanan kumparan primer
Rs = Tahanan kumparan sekunder
• Contoh Soal :
• Efisiensi maksimum dari trafo satu fasa 500
KVA, 3300 / 500 V, 50 Hz adalah 97 % dan
dicapai pada ¾ beban penuh cos φ = 1,
tentukan rugi-rugi tembaga beban penuh.
• Penyelesaian :
• Suatu transformator fasa tunggal 20 kVA, 3300/440
Volt mempunyai tahanan 2,5 ohm pada sisi tegangan
tinggi dan 0,046 ohm pada sisi tegangan rendah.
Hitung jatuh tagangan di tahanan dan rugi-rugi
tembaga pada beban penuh?
penyelesaian:
Tahanan total transformator pada sisi 440 Volt
= 0,046 + (440/3300)2 x 2,5 ohm
= 0,09044 ohm
Arus beban penuh pada sisi 440 Volt
= 20 x 1000 = 45,5 Ampere
440
Jadi, jatuh tegangan di tahanan
= 45,5 x 0,09044
= 4,11502 Volt
· Rugi – rugi tahanan pada beban penah
= (45,5)2 x 0,09044
= 187,23341 Watt
Daftar Pustaka :
[1] Kulkarni, S.V., Kaparde, S.A, “Transformer
Enginering Design and Practice ”, Indian Institute
of Tecnology, Bombay Mumbai, India, 2004.
[2] Dasar Teknik Tenaga Listrik.Yogyakarta, Rijono,Yon
(2002).
[3] Kadir, Abdul “ Transformator ”, Jakarta: PT. Elex
Media Komputindo,(2000).
[4] Zuhal, “ Dasar Teknik Tenaga Listrik dan
Elektronika Daya ”, Edisi Kelima , Penerbit
Gramedia, Jakarta, 1995.