Anda di halaman 1dari 3

Granulasi basah

Pembentukan masa granul dari campuran serbuk: bahan obat dan bahan pengisi dengan menggunakan
larutan bahan pengikat atau dengan bahan obat, bahan pengisi bahan pengikat dicampur kering~ dibuat
masa granul dengan plarut

Pertimbagan: pelarut: mudah menguap: non toksik, air, etanol,esopropanol

Bahan pengikat: pvp,gelatin, hpmc, hpc, amilum

Stabilitas senyawa obat:

-pemanasan-waktu

-hidrolisa-lembab /air

Sifat bahan baku terhadap pembentukan granul

Granulasi basah

Sifat pembasahan: sudut kontak antara larutan pengikat dengan bahan padat(sifat pembasahan)

Kelarutan bahan padat dalam larutan pengikat

Diatribusi ukuran partikel

Bentuk dan permukaan partikel

Sifat pemadatan bahan padat selama pengeringan (agregat kering)

Granulasi basar

Prosedur

1. Menghaluskan zat aktif dan eksipien

2. Mencampur serbuk

3. Membuat larutan pengikat

4. Granulasi: mencapur lar pengikat dengan camp. Serbuk massa granul

5. Mengayak massa granhl basah(10-14 mesh)

6. Mengeringkan granul basah

7. Mengayak granul kering (16-20 mesh)


Peran utama dari terbentuknya jembatan padat

Pemadatan selama kompresi deformasi plastis dan peleburan partikel

Pengaitan mekanik

Gaya tarik antar partikel

Prosedur granulasi kering

1 menghaluskan zat aktif dan eksipien

2 mencampur serbuk -1/2disintegran -lubrikan

3. Mencetak jadi tablet besar dan keras"slug"

4 menggiling dan mengayak" slug"

5. Mencamour dwngan setwngah disintegran dan lubrikan

6. Pencentakan tablet

Pengujian mutu fisik granul

Sifat alir

Pengujian sifat alir sangat penting karena berhubungan dengan keseragaman pengisian ruang cetakan
yang akan mempengaruhi keseragaman bobot-keseragaman kandungan

Sufat dasar serbut berpengaruh terhadap sifat alir yaitu:

1. Ukuran partikel

Serbuk yang terdiri dari partikel halus umumnya memiliki sifat alir yang lebih buruk dibanding dengan
ukuran partikel yang lebih besar

Partikel dengan ukuran >250 um umumnya mengalir dengan baik

2. Distribusi ukuran partikel

Distribusi ukuran partikel yang sempit atau lebih mendekati monosize memilki sifat alir yang lebih baik
divanding dengan yang polisize

3. Bentuk partikel

Partikel yang berbentuk bulat umumnya memilki sifat alir yang lebih baik dibanding dengan bentuj
partikel tidak beraturan
Bentuk partikel dapat diketahui dengan bantuan alat, yaitu scanning electrom microscopy (SEm)

4. Kandungan lembab

Kelembaban granul setelah granulasi basah perlu diperiksa karena jika kelembaban granul terlalu tinggi
akan mengganggu aliran granul kedalam lubang cetakan

Scara teknik, kelembaban granul menyebabkan granul melekat pada cetakan

Kelembaban yang ideal 3-5%