Anda di halaman 1dari 12

AKUNTANSI PEMBIAYAAN DESA

(Akuntansi Keuangan Desa)

DISUSUN OLEH :

PERETDI LUMBANSIANTAR 7173342039


SRI WULANDARI 7173342050
ROSY J.S SIBARANI 7173142032

DOSEN PENGAMPU

Dr. NASIRWAN, M.Si / GAFFAR HAFIZ SAGALA, S.Pd, M.Si

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AKUNTANSI


FAKULTAS EKONOMI-UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
T.A 2020

1
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas berkat dan rahmatnya kami
dapat menyelesaikan makalah ini dengan baik dan tanpa ganggguan suatu apapun.
Kami juga berterimakasih kepada Bapak Dr. NASIRWAN, M.Si / GAFFAR HAFIZ
SAGALA, S.Pd, M.Si yang telah membimbing kami dalam menyelesaikan makalah
ini.

Dalam penyusunan makalah ini yang berjudul Akuntansi Pembiayaan yang kami
susun untuk salah satu tugas mata kuliah Akutansi Desa, masih banyak kekurangan.
Untuk itu saran dan kritik yang membangun guna kebaikan makalah ini kedepannya
sangat kami harapkan. Atas perhatiannya kami ucapkan terimakasih.

Medan 21 April 2020

Penulis

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR................................................................................................................i
DAFTAR ISI..............................................................................................................................ii
BAB.1 PENDAHULUAN.......................................................................................................1
1.1 Latar Belakang.............................................................................................................1
1.2 Rumusan Masalah.......................................................................................................1
1.3 Tujuan..........................................................................................................................1
BAB.2 PEMBAHASAN..........................................................................................................2
2.1 Pengertian Akuntansi Pembiayaan Desa.....................................................................2
2.2 Pelaksanaan Pembiayaan Desa....................................................................................2
2.2.1 Penerimaaan Pembiayaan.....................................................................................2
2.2.2 Pengeluaran Pembiayaan.....................................................................................3
2.3 Penatausahaan Pembiayaan Desa................................................................................4
2.4 Buku Rincian Akuntansi Pembiayaan Desa...............................................................4
2.5 Kode Rekening Pembiayaan Desa...............................................................................5
BAB.3 PENUTUP...................................................................................................................7
3.1 KESIMPULAN...........................................................................................................7
Daftar Pustaka............................................................................................................................8

ii
BAB.1

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Dengan disahkannya UU Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, diharapkan segala


kepentingan dan kebutuhan masyarakat desa dapat diakomodir dengan lebih baik.
Pemberian kesempatan yang lebih besar bagi desa untuk mengurus tata
pemerintahannya sendiri serta pemerataan pelaksanaan pembangunan diharapkan
dapat meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat desa, sehingga
permasalahan seperti kesenjangan antar wilayah, kemiskinan, dan masalah sosial
budaya lainnya dapat diminimalisir.

Untuk itu menetapkan pembiayaan alokasi dana perimbangan untuk desa diatur
untuk di ketahui dapat dijalankan dengan baik. Untuk itu penulis akan membahas
mengenai Akuntansi pembiayaan pada Desa di bawah ini.

1.2 Rumusan Masalah

1. Apa pengertian Akuntansi Pembiayaan Desa ?


2. Bagaimana pelaksanaan Pembiayaan Desa ?
3. Bagaimana Penatausahaan Pembiayaan Desa?
4. Bagaimana buku rincian Akuntansi Pembiayaan Desa ?
5. Bagaimana cara pengkodean Akuntansi Pembiayaan Desa?
1.3 Tujuan

1. Untuk mengetahui pengertian Akuntansi Pembiayaan Desa?


2. Untuk mengetahui pelaksanaan Pembiayaan Desa?
3. Untuk mengetahui Penatausahaan Pembiayaan Desa?
4. Untuk mengetahui buku rincian Akuntansi Pembiayaan Desa?
5. Untuk mengetahui cara pengkodean Akuntansi Pembiayaan Desa ?

1
BAB.2

PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Akuntansi Pembiayaan Desa

Menurut Peraturan UU Nomor 6 Tahun 2014 Akuntansi Pembiayaan Desa adalah


semua Pencatatan atas penerimaan yang perlu dibayar kembali dan /atau pengeluaran
yang akan diterima kembali, baik pada tahun anggaran yang bersangkutan maupun
pada tahun-tahun anggaran berikutnya.

Peraturan Pemerintah No 24 tahun 2005 tentang Standar Akuntansi Pemerintah,


mendefinisikan pembiayaan sebagai berikut : “Pembiayaan ( financing) adalah
seluruh transaksi keuangan pemerintah, baik penerimaan maupun pengeluaran, yang
perlu dibayar kembali dan / atau pengeluaran yang akan diterima kembali, baik pada
tahun anggaran bersangkutan maupun pada tahun-tahun anggaran berikutnya, yang
dalam penganggaran pemerintah terutama dimaksudkan untuk menutup defisit atau
memanfaatkan surplus anggaran”.

Dari kedua definisi tersebut, jelas terlihat bahwa pembiayaan merupakan


transaksi keuangan pemerintah yang mempunyai dampak terhadap penerimaan dan /
atau pengeluaran pemerintah pada tahun anggaran yang bersangkutan maupun tahun –
tahun anggaran berikutnya. Sedangkan tujuan dari transaksi ini adalah untuk menutup
defisit anggaran atau memanfaatkan surplus anggaran. Transaksi pembiayaan terbagi
atas penerimaan pembiayaan dan pembiayaan pengeluaran. Selisih dari kedua
transaksi tersebut merupakan pembiayaan netto.

Transaksi penerimaan pembiayaan berasal dari :

 Penggunaan SiLPA tahun anggaran sebelumnya


 Pencairan dana cadangan
 Hasil penjualan kekayaan daerah yang dipisahkan - penerimaan pinjaman daerah
- penerimaan kembali pemberian pinjaman
 Penerimaan piutang daerah.

Transaksi pembiayaan pengeluaran berasal dari :

 pembentukan dana cadangan


 penyertaan modal pemerintah daerah
 pembayaran pokok pinjaman ( utang )
 pemberian pinjaman daerah.

Transaksi pembiayaan merupakan transaksi yang terjadi di PPKD sebagai


Pemda. Hal ini dikarenakan sifat atau tujuan dari dilakukannya transaksi ini, yaitu
untuk memanfaatkan surplus atau menutup defisit anggaran daerah. Selain itu dalam
transaksi pembiayaan, di dalamnya akan melibatkan akun-akun ekuitas dana yang
hanya terdapat di dalam neraca Pemda. Oleh karena itu transaksi ini dicatat dan

2
dilaporkan dalam LRA PPKD sebagai Pemda (kantor pusat), yang kemudian akan
digabungkan dengan LRA SKPD lainnya, menjadi laporan keuangan pemerintah
daerah.
2.2 Pelaksanaan Pembiayaan Desa

Pelaksanaan Pembiayaan mencakup Penerimaan Pembiayaan dan Pengeluaran


Pembiayaan.

2.2.1 Penerimaaan Pembiayaan

Penerimaan Pembiayaan mencakup SiLPA Tahun sebelumnya, Pencairan Dana


Cadangan dan hasil Penjualan Kekayaan Desa yang Dipisahkan. Sisa Lebih
Perhitungan Anggaran adalah penerimaan pembiayaan yang digunakan untuk
mendanai pelaksanaan kegiatan tahun berjalan yang berasal dari pelampauan
penerimaan pendapatan dan penghematan belanja tahun sebelumnya. Realisasi
penggunaan SiLPA merupakan keseluruhan SiLPA yang dianggarkan dalam APB
Desa. Pencairan Dana Cadangan merupakan kegiatan pencairan dana dari rekening
dana cadangan ke rekening desa yang dilakukan sesuai Peraturan Desa yang mengatur
hal tersebut. Sedangkan penerimaan pembiayaan yang berasal dari Hasil Penjualan
Kekayaan Desa yang Dipisahkan diperoleh dari realisasi penjualan aset/kekayaan desa
kepada pihak ketiga. Penjualan kekayaan milik desa yang bersifat strategis harus
dilakukan melalui musyawarah desa terlebih dahulu yang selanjutnya ditetapkan
dalam peraturan desa atau keputusan kepala Desa yang mengacu pada ketentuan
pengelolaan Kekayaan Milik Desa. Kekayaan Milik Desa dapat dijual hanya apabila
sudah tidak memiliki manfaat dalam mendukung penyelenggaraan pemerintahan desa
dan/atau disetujui dalam musyawarah desa.

a. Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) tahun sebelumnya SiLPA antara


lain berupa pelampauan penerimaan pendapatan terhadap belanja,
penghematan belanja, dan sisa dana kegiatan lanjutan. SilPA merupakan
penerimaan pembiayaan yang digunakan untuk:
1. Menutupi defisit anggaran apabila realisasi pendapatan lebih kecil dari
pada realisasi belanja;
2. Mendanai pelaksanaan kegiatan lanjutan; dan
3. Mendanai kewajiban lainnya yang sampai dengan akhir tahun anggaran
belum diselesaikan.
b. Pencairan Dana Cadangan
Pencairan Dana Cadangan digunakan untuk menganggarkan pencairan Dana
Cadangan dari rekening Dana Cadangan ke Rekening Kas Desa dalam tahun anggaran
berkenaan.
c. Hasil Penjualan Kekayaan Desa yang Dipisahkan
Hasil Penjualan Kekayaan Desa yang Dipisahkan digunakan untuk
menganggarkan hasil penjualan kekayaan desa yang dipisahkan.

3
2.2.2 Pengeluaran Pembiayaan

Pengeluaran Pembiayaan diantaranya Pembentukan Dana Cadangan dan


Penyertaan Modal Desa. Pembentukan Dana Cadangan dilakukan setelah adanya
penetapan persetujuan melalui Peraturan Desa. Pembentukan Dana Cadangan
ditempatkan pada rekening tersendiri dan penganggarannya tidak melebihi tahun akhir
masa jabatan Kepala Desa. Begitu juga halnya dengan Penyertaan Modal Desa,
pelaksanaannya dilakukan setelah mendapat persetujuan dari Badan Permusyawaratan
Desa.

a. Pembentukan Dana Cadangan

Pemerintah Desa dapat membentuk Dana Cadangan untuk mendanai kegiatan


yang penyediaan dananya tidak dapat sekaligus/sepenuhnya dibebankan dalam satu
tahun anggaran. Pembentukan Dana Cadangan tersebut ditetapkan dengan peraturan
desa, yang memuat paling sedikit:

1. Penetapan tujuan pembentukan Dana Cadangan;


2. Program dan kegiatan yang akan dibiayai dari Dana Cadangan;
3. Besaran dan rincian tahunan Dana Cadangan yang harus dianggarkan;
4. Sumber Dana Cadangan;
5. Tahun Anggaran pelaksanaan Dana Cadangan
6. Pembentukan Dana Cadangan dapat bersumber dari penyisihan atas
7. penerimaan desa, kecuali dari penerimaan yang penggunaannya telah
ditentukan secara khusus berdasarkan peraturan perundang-undangan.
b. Penyertaan Modal Desa

Pemerintah Daerah dapat melakukan Penyertaan Modal Desa, misalnya kepada


BUM Desa.

2.3 Penatausahaan Pembiayaan Desa

Seperti halnya pencatatan Pendapatan pada BKU/Buku Bank, untuk


membukukan Realiasi Pembiayaan, baik penerimaan pembiayaan maupun pengeluran
pembiayaan dicatat dalam Buku Rincian Pembiayaan. Pencatatan dalam Buku Rincian
Pembiayaan berguna untuk mengklasifikasi rincian dari realisasi pembiayaan.
Pencatatan ini diperlukan agar dapat dilaporkan ke dalam Laporan Realisasi APB
Desa. Pencatatan seluruh penerimaan pembiayaan maupun pengeluaran pembiayaan
tersebut dilakukan secara benar dan tertib.

4
2.4 Buku Rincian Akuntansi Pembiayaan Desa

Sebagaimana Buku Rincian Pendapatan, Buku Rincian Pembiayaan merupakan


buku tambahan yang tidak ada dalam Permendagri 113/2014. Buku ini merupakan
buku pembantu untuk mengklasifikasi dan mengelompokan Rincian Pembiayaan yang
diterima agar pada saat menyusun laporan realisasi APB Desa tidak mengalami
kesulitan, walaupun secara frekuensi, transaksi pembiayaan ini relatif sedikit
dilakukan, namun sebagai pengendalian dan alat penelusuran, Buku Rincian
Pembiayaan ini tetap diperlukan.

Ketika Bendahara Desa melakukan pengeluaran pembiayaan secara transfer/bank


misalnya berupa Penyertaan Modal pada BUM Desa, maka selain dicatat pada Buku
Bank pada kolom pengeluaran, maka pengeluaran pembiayaan tersebut dicatat pada
Buku Rincian Pembiayaan pada kolom Pengeluaran Pembiayaan- Penyertaan Modal
Desa. Ketika menyusun laporan Realiasi APB Desa, maka untuk mengetahui realisasi
rincian pembiayaan dapat diketahui dengan mudah karena telah
diklasifikasikan/dikelompokan.

2.5 Kode Rekening Pembiayaan Desa

Pembiayaan Desa sebagaimana diatur dalam Pasal 8 Permendagri 113/2014


diklasifikasikan menurut kelompok dan jenis. Pembiayaan Desa terdiri atas
kelompok:

1. Penerimaan Pembiayaan;

2. Pengeluaran Pembiayaan.

5
Kelompok Penerimaan Pembiayaan terdiri atas jenis:

1. Sisa lebih perhitungan anggaran (SiLPA) tahun sebelumnya;

2. Pencairan Dana Cadangan; dan

3. Hasil penjualan kekayaan desa yang dipisahkan.

Kelompok Pengeluaran Pembiayaan terdiri dari jenis:

1. Pembentukan Dana Cadangan; dan


2. Penyertaan Modal Desa.

Untuk tingkat Objek Pembiayaan diatur lebih lanjut dalam Peraturan


Bupati/Walikota. Ilustrasi Kode Rekening lebih lengkap hingga ke level objek dapat
dilihat pada lampiran Juklak Bimkon ini.

Gambaran Kode Rekening Pembiayaan Desa adalah sebagai berikut:

1 2 3 4

Level 1: kode akun = 3 = Pembiayaan : pembiayaan

Level 2: kode kelompok pembiayaan : Penerimaan Pembiayaan

Level 3: kode jenis pembiayaan : pencairan dana cadangan

Level 4: kode objek pembiayaan : …Dana Cadangan Pasar


Desa…
(diatur dalam Perkada) (tambahan perkada)

Kode Rekening Uraian


3 Pembiayaan
3 1 Penerimaan Pembiayaan
3 1 1 SILPA
3 1 1 1 SILPA
3 1 2 Pencairan Dana Cadangan
3 1 2 1 Pencairan Dana Cadangan
3 1 3 Hasil Kekayaan Desa Yang di pisahkan
3 1 3 1 Hasil Kekayaan Desa Yang di pisahkan
…Dst…

3 2 Pengeluaran Pembiayaan
3 2 1 Pembentukan Dana Cadangan
3 2 1 1 Pembentukan Dana Cadangan
3 2 2 Penyertaan Modal Desa

6
3 2 2 1 Penyertaan Modal Desa
…Dst…

7
BAB.3

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Pembiayaan merupakan transaksi keuangan pemerintah yang mempunyai


dampak terhadap penerimaan dan / atau pengeluaran pemerintah pada tahun anggaran
yang bersangkutan maupun tahun – tahun anggaran berikutnya. Sedangkan tujuan dari
transaksi ini adalah untuk menutup defisit anggaran atau memanfaatkan surplus
anggaran. Transaksi pembiayaan terbagi atas penerimaan pembiayaan dan pembiayaan
pengeluaran. Selisih dari kedua transaksi tersebut merupakan pembiayaan netto.

Pelaksanaan Pembiayaan mencakup Penerimaan Pembiayaan dan Pengeluaran


Pembiayaan. Penerimaan Pembiayaan mencakup SiLPA Tahun sebelumnya, Pencairan
Dana Cadangan dan hasil Penjualan Kekayaan Desa yang Dipisahkan. Sisa Lebih
Perhitungan Anggaran adalah penerimaan pembiayaan yang digunakan untuk mendanai
pelaksanaan kegiatan tahun berjalan yang berasal dari pelampauan penerimaan
pendapatan dan penghematan belanja tahun sebelumnya. Dan Pengeluaran Pembiayaan
diantaranya Pembentukan Dana Cadangan dan Penyertaan Modal Desa. Pembentukan
Dana Cadangan dilakukan setelah adanya penetapan persetujuan melalui Peraturan
Desa.

Penatausahaan Pembiayaan Desa dimana Seperti halnya pencatatan Pendapatan


pada BKU/Buku Bank, untuk membukukan Realiasi Pembiayaan, baik penerimaan
pembiayaan maupun pengeluran pembiayaan dicatat dalam Buku Rincian Pembiayaan

3.2

8
Daftar Pustaka

Https://palembang.bpk.go.id/wp-content/uploads/2012/07/Lampiran-9-Perwa-Nomor-10-
Tahun-2011.pdf

Rosdini, Dini. 2008.Akuntansi Pembiayaan Dan Transaksi Nonkas Bagi Pemerintah


Daerah.Jakarta

Sululing, Siswadi. 2017. Akuntansi Desa Teori dan Praktek. Purwokerto: CV IRDH

Ikatan Akuntan Indonesia, “Standar Akuntansi Pemerintahan”. 2015