Anda di halaman 1dari 20

RANCANGAN

RENCANA PEMBANGUNAN
JANGKA MENENGAH DESA
(RPJMDESA)
DESA MANDOGE
KABUPATEN ASAHAN
SERDANG
TAHUN 2018 – 2024
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pelaksanaan pembangunan yang dilaksanakan oleh pemerintah, pemerintah daerah maupun
pemerintah desa harus mempunyai visi – misi dan tujuan yang jelas serta menetapkan arah dan
strategi yang tepat untuk mencapai visi – misi dan tujuan pembangunan dimaksud. Sedangkan
arah dan strategi yang ditetapkan akan dijabarkan dengan program dan rencana kegiatan.
Semua itu disusun dalam sebuah dokumen perencanaan pembangunan yang bertujuan agar
didapatkan hasil yang maksimal.
Di Desa, dalam melaksanakan proses pembangunan diawali dengan menyusun Perencanaan
pembangunan desa. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Desa dan
Peraturan Pemerintah R.I Nomor 43 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 6
Tahun 2014 Tentang Desa, perencanaan pembangunan desa disusun dalam bentuk dokumen
Rencana Pembangunan untuk tahapan masa perencanaan pembangunan desa 6 (enam) tahunan
yang disebut Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes), dan perencanaan
pembangunan desa 1 (satu) tahunan yang disebut Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDesa).
Penyusunan dokumen perencanaan pembangunan desa harus memperhatikan potensi dan
permasalahan yang ada dan berkembang di tengah masyarakat desa serta bermuara kepada
pemenuhan kebutuhan masyarakat desa.
Penyusunan dokumen perencanaan pembangunan desa secara teknis juga menggunakan
pendekatan perencanaan pembangunan nasional, yakni pendekatan politis, teknokratik,
partisipatif, atas – bawah (top down) dan bawah atas (bottom up), danagar pembangunan
benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat, maka dalam perencanaannya masyarakat
dilibatkan secara langsung dalam berbagai tahapan perumusan dan penyusunan dokumen
perencanaan pembangunan desa seperti tujuan pembangunan desa, penetapanarah, strategi dan
kebijakan pembangunan desa, penetapan program serta usulan-usulan kegiatan pembangunan
desa. Dengan demikian masyarakat akan merasa ikut memiliki hasil-hasil pembangunan dan
tumbuh rasa untuk ikut menjaga dan melestarikannya.
Pasal 120 Peraturan Pemerintah R.I. Nomor 43 tentang Peraturan Pelaksanaan UndangUndang
Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Desa mengatur bahwa RPJM Desa dan/atau RKP Desa dapat
diubah dalam hal (diantaranya) karena terdapat perubahan mendasar atas kebijakan
Pemerintah, pemerintah daerah provinsi, dan/atau pemerintah daerah kabupaten/kota.
Atas dasar pengaturan mengenai desa yang baru berupa Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014
Tentang Desa dan aturan pelaksanaannya maka dilakukan revisi (perubahan) dari yang semula
5 tahun menjadi 6 tahun.
Materi muatan RPJMDesa disesuaikan dengan ketentuan pengaturan yang baru sebagaimana
diatur pada pasal 117 Peraturan Pemerintah R.I Nomor 43 Tahun 2014 tentang Peraturan
Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Desa dimana RPJMDesa
memuat visi dan misi kepala Desa, rencana penyelenggaraan Pemerintahan Desa,
pelaksanaan pembangunan, pembinaan kemasyarakatan, pemberdayaan masyarakat, dan arah
kebijakan pembangunan Desa.
Serta hal-hal lain sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 Tentang
Desa berikut aturan pelaksanaannya.

B. Dasar Hukum Dan Pedoman


1. Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2004 tentang Pembentukan Peraturan
Perundangundangan;
2. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan
Nasional.
3. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah;
4. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah
Pusat dan Pemerintahan Daerah;
5. Undang – Undang Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Desa.
6. Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 2014 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang –
Undang Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Desa;
7. Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2014 tentang Dana Desa Yang Bersumber Dari
Anggaran Pendapatan Dan Belanja Negara;
8. Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, Dan Transmigrasi Republik
Indonesia Nomor 19 Tahun 2017 Tentang Penetapan Prioritas Penggunaan Dana Desa
tahun 2018;
9. Peraturan Daerah Kabupaten Deli Serdang Nomor 9 Tahun 2016 Tentang Rencana
Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten Deli Serdang Periode Tahun 2016 –
2021.

C. Maksud Dan Tujuan


1. Maksud penyusunan RPJMDes adalah :
a. Melaksanakan proses penyusunan rencana pembangunan desa dalam kurun waktu 6
(enam) tahun secara partisipatif;
b. Memberikan gambaran umum tentang kondisi, potensi, dan permasalahan
pembangunan di desa serta menetapkan visi, misi, strategi dan tujuan pembangunan
desa;
c. Memudahkan dalam pelaksanaan dan pengendalian serta evaluasi pembangunan desa;
d. Memberi pedoman bagi Pemerintah Desa dan Lembaga Masyarakat Desa dalam
penyusunan Rencana Pembangunan Tahunan Desa.
2. Tujuan :
a. Terlaksananya proses yang partisipatif dalam dalam pengambilan kebijakan
perencanaan Pembangunan desa;
b. Terciptanya arah, strategi, kebijakan, program pembangunan desa;
c. Terwujudnya dokumen perencanaan pembangunan yang partisipatif dan menjadi
landasan pembangunan selama 6 (enam) tahun.

D. Alur, Proses dan Tahapan Penyusunan


1. Alur Penyusunan

RPJMDesa Makmur Tahun 2018 – 2024 dilakukan melalui proses penyusunan


sebagaimana penyusunan RPJMDesa yang baru. Adapun Alur Penyusunan RPJMDesa
sebagai berikut
MUSDUS

LOKAKARYA MUSREN
SOSIALISASI/
ORIENTASI
MUSDUS DESA BANGDes

MUSDUS

RAPAT UMUM KADES & BPD


Pembahasan
UTK PENETAPAN PERDES BPD

SOSIALISASI

Gambar 1 : Alur pengusunan RPJMDesa

2. Tahapan Penyusunan RPJMDes dan RKPDes


Kegiatan penyusunan RPJMDesa dan RKPDesa makmur berdasarkan tahapan yang ada
pada alur penyusunan adalah sebagai berikut :

a. Sosialisasi Rencana Penyusunan RPJMDes dan RKPDes


Pemerintah Desa Makmur mengadakan sosialisasi tentang rencana penyusunan
RPJMDes dan RKPDes diikuti oleh unsur-unsur lembaga pemerintahan desa dan
lembaga kemasyarakatan desa. Agenda sosialisasi berupa penjelasan tentang RPJMDes
dan RKP Desa. Diikuti pembentukan Tim Penyusun RPJMDesa dan RKPDesa, serta
penetapan Jadwal Kegiatan penyusunan RPJMDes dan RKPDes.

b. Musyawarah Dusun
Musyawarah Dusun diikuti oleh pengurus RW dan pengurus RT setempat dan Tokoh
Masyarakat dusun setempat, dengan agenda

1) Mengumpulkan permasalahan sosial dan pembangunan secara umum yang ada di


dusun setempat setingkat RT dan RW;

2) Pemeringkatan permasalahan sosial dan pembangunan dan menyusun daftar


permasalahan sesuai prioritas pembangunan desa;

3) Perumusan dan serta usulan penyusunan program penanganan permasalahan


pembangunan desa.
c. Lokakarya Desa
Lokakarya Perencanaan Pembangunan Desa diadakan oleh Tim Penyusun, di ikuti oleh
unsur pemerintahan desa, lembaga kemasyarakatan desa, tokoh masyarakat, tokoh
agama serta praktisi pembangunan (pendidikan, kesehatan,dan lain-lain) di dasari dari
hasil kajian di tingkat Musyawarah Dusun dengan agenda: 1) Kajian peta desa untuk
perumusan masalah dan potensi desa;

2) Kajian kalender musim untuk rumusan masalah dan potensi desa; 3)


Kajian Kelembagaan untuk perumusan masalah dan potensi desa;

4) Perumusan masalah dan potensi desa dari profil desa (data desa);
5) Membuat rekomendasi rancangan penindakan dari hasil kajian dari daftar masalah
di tingkat dusun serta berdasarkan analisa data dan profil desa;

6) Membuat Rekomendasi pemecahan masalah sesuai bidang kepemerintahan,


pembangunan, kemasyarakatan, dan pemberdayaan masyarakat.

7) Penentuan prioritas rencana pemecahan permasalahan pembangunan di tingkat


desa untuk masing-masing bidang;

8) Pemilahan program berdasarkan sumber pendanaan;


9) Membuat Rekomendasi dari hasil kajian berdasarkan penjaringan ususlan
Musyawarah Dusun untuk penyusunan RKPDesa;

d. Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes)


a. Musrenbangdes diadakan oleh Tim Penyusun diikuti oleh peserta dari unsur
pemerintahan desa, lembaga kemasyarakatan desa dan Badan Permusyawaratan
Desa.
b. Musrenbangdes untuk penyusunan RPJMDes dan RKPDes dipimpin dan
difasilitasi oleh Tim Penyusun didampingi oleh Kepala Desa, Ketua BPD, dengan
agenda:
a. Menetapkan Rancangan RPJMDesa
b. Menetapkan Rancangan RKPDesa
c. Menetapkan Waktu dan tempat pelaksanaan Rapat Umum Pemerintahan Desan
dan BPD.
d. Semua Penetapan mengacu pada rekomendasi dari hasil Lokakarya Desa.
c. Setelah dilakukan musrenbangdes RPJMDesa dan RKPDesa Tim Penyusun
mengumpulkan dokumen proses dan dokumen keputusan serta dokumen lainnya
yang berhubungan dengan proses penyusunan RPJMDesa dan RKPDesa untuk
diserahkan kepada Kepala Desa.
d. Kepala Desa menyusun Rancangan Peraturan Desa (Raperdes) tentang RPJMDesa
untuk disampaikan kepada BPD guna dilakukan pembahasan dan disertai/dilampiri
semua dokumen proses dan hasil penyusunan.
e. Rapat Umum BPD dengan Pemerintah Desa
Rapat umum BPD dan Kepala Desa merupakan acara ceremonial proses persetujuan
bersama dan pengesahan Peraturan Desa tentang RPJMDes dan Peraturan Desa
Tentang RKPDesa.
Hal itu dilakukan selain untuk memenuhi prosedur yang telah ditetapkan dalam
penyusunan dan penetapan kebijakan desa juga diharapkan untuk memperkuat
hubungan yang sinergis dan harmonis antar institusi pembuat kebijakan di desa.

E. Sistematika Penulisan/Penyajian
BAB I : PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
B. Dasar Hukum
C. Maksud Dan Tujuan
D. Alur, Proses dan Tahapan Penyusunan
E. Sistematika Penulisan / Penyajian

BAB II : PROFIL DESA


A. Sejarah Desa
B. Kondisi Geografis Desa
C. Kondisi Demografi Desa
D. Kondisi Sosial dan Ekonomi
E. Kondisi Sarana, Prasarana & Infrastruktur
F. Kondisi Kelembagaan Desa (Pemerintahan & Kemasyarakatan).

BAB III : VISI – MISI DAN TUJUAN


A. Gambaran umum RPJMD Kabupaten Deli Serdang 2010 - 2015
B. Visi dan Misi Desa Makmur
C. Tujuan
D. Sasaran.

BAB IV : POTENSI DAN PERMASALAHAN DESA


A. Potensi Desa
B. Permasalahan Desa

BAB V : STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN PEMBANGUNAN DESA


A. Strategi
B. Kebijakan

BAB VI : PRIORITAS PROGRAM PEMBANGUNAN DESA MAKMUR

A. Strategi
B. Kebijakan
BAB VII: RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DESA
MANDOGE
A. RENCANA PENYELENGGARAAN
PEMERINTAHAN DESA

B. PELAKSANAAN PEMBANGUNAN
DESA
C. PEMBINAAN KEMASYARAKATAN

D. PEMBERDAYAAN MASYARAKAT

BAB VIII :PENUTUP.


POTENSI DAN PERMASALAHAN DESA

A. Potensi Desa
Desa Mandoge memiliki potensi yang sangat besar, baik sumber daya alam, sumber daya manusia
maupun kelembagaan / organisasi. Sampai saat ini, potensi sumber daya yang ada belum secara
optimal dapat diberdayakan.
a. Sumber Daya Alam
 Air terjun turbo
 Air terjun jambuara
 Air terjun manatahan
 Sungai indah
b. Sumber Daya Manusia
 Laki-laki : 220
 Perempuan : 375
 Kepala keluarga : 250
2. Permasalahan Desa
Di desa mandoge kabupaten asahan memiliki potensi desa yang sangat banyak, seperti
sungai deras yang airnya sangat jernih, ada juga beberapa air terjun disana. Namun akses
untuk menujuh kesana sangat la sulit, masih banyak jalan yang belubang yang sangat
mebahayakan orang-orang yang ingin kesana. Dan pada saat sudah sampai di tempat
wisatanya tidak adanya tempat yang strategis untuk memperkirkan kendaraan yang
wisatawan bawah, dan juga kurang nya tempat untuk wisatawan beristirahat.

STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN PEMBANGUNAN


DESA MAKMUR

A. STRATEGI PERENCANAAN
1. Metode Mengatasi Masalah
Merencanakan pembangunan harus mengarah pada meminimalkan masalah yang ada dan
yang akan timbul. Pemerintah dan masyarakat Desa Mandoge sangat optimis untuk dapat
melakukannya, maka aspek yang dilihat untuk menjadi dasar pikir dalam proses itu, adalah
 Kondisi Lingkungan
Lingkungan internal dan eksternal sangat kondusif mau menerima dan mendukung
adanya berbagai kegiatan pemerintahan, pelayanan, dan pembangunan baik fisik atau
non fisik.
 Kebutuhan
Sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan pemanfaat cukup banyak sehingga akan
mempengaruhi penyelesaian masalah serta resolusi konflik di tengah masyarakat.
 Peluang
Adanya dukungan sumberdaya berupa kelembagaan pemerintahan desa, lembaga
kemasyarakatan serta masyarakat desa yang rukun dan kompak, kondisi politik, sosial
budaya, keamanan dan ketertiban yang stabil, tenaga teknis pelaksana pembangunan,
serta dukungan pendanaan, memberikan peluang yang baik untuk masyarakat agar
lebih sejahtera.

2. Metode Perkembangan
Disini untuk mengembangkan suatu kegiatan pembangunan perlu dilihat memakai analisis
masalah lingkungan:
• Kekuatan
- Memiliki Badan Usaha Milik Desa yang kuat
- Jumlah penduduk yang padat
- Sumber daya alam
- Partisipasi masyarakat
• Kelemahan
- Masih tingginya angka kemiskinan.
- SDM perangkat kurang memadai.
- Kurang terpadunya antara program yang satu dengan yang lain
• Ancaman / Tantangan
- Persaingan global, perkembangan teknologi dan informasi
- Adanya sifat egois sektoral
- Kurangnya kepercayaan masyarakat luas

Peluang
- Adanya kesempatan bekerja sama dengan pihak lain
- Kebijakan pemerintah daerah yang berpihak pada Desa Makmur
- Kondisi Alam yang siap di berdayakan

3. Metode Tujuan
Setelah melihat faktor-faktor yang sangat mempengaruhi masih ada 2 faktor yang harus
dicermati untuk mencapai tujuan :
Kondisi ekonomi, sosial, dan politik
Keadaan ini yang harus dicermati karena senatiasa berubah-ubah atau tidak stabil. Untuk
itu diperlukan perhatian terhadap kondisi ekonomi dan sosial politik, seperti :
- Banyaknya usaha ekonomi produktif dan kerajinan
- Sentra peternakan Sapi perah;
- Usaha perdagangan dan jasa;
- Tukang Las Listrik dan Karbit juga Sablon dan lain sebagainya.
- Kuatnya kelembagaan
- lembaga pemerintahan desa dan lembaga kemasyarakatan di desa yang terbentuk
dan mulai tertata;
- aparatur desa dan personil lembaga memiliki taraf pendidikan akademik yang
cukup memadai;
- Koordinasi antar lembaga yang sangat baik.
Kondisi Sosial dan Budaya

Keadaan ini terkait lingkungan sekitar dan pengaruh luar walaupun relatif kecil. Metode
tujuan Desa Mandoge dalam kurun waktu Tahun 2019 - 2025 dengan pertimbangan :

- Kuatnya Nilai-Nilai Pengamalan Keagamaan


- Banyaknya Masjid dan Musholla
- Banyaknya tempat-tempat pendidikan keagamaan
- Banyaknya jam’iyah/kumpulan-kumpulan pengamalan agama.
- Masih lestarinya Budaya Masyarakat
- Ada bersih dusun dan Bersih Desa
- Group-group kesenian masih ada
- Berbagai kebutuhan rumah tangga,kebutuhan dapur,dll.
- Makanan khas daerah Sego Lento
- Jasa Simpan Pinjam
- Simpan Pinjam ataupun koperasi usaha

Dengan berbagai pertimbangan diatas maka dapat disimpulkan bahwa: Desa Mandoge
sebagai Desa Usaha Kecil, Perdagangan dan Jasa.

2. STRATEGI PELAKSANAAN
Untuk melaksanakan pembangunan Desa Mandoge melibatkan unsur :
1. Pemerintah desa
2. Masyarakat desa
3. Pihak ketiga desa
Selain ketiga unsur tersebut masalah pendanaan juga disepakati bahwa:
a. Swadaya masyarakat, sumber pendanaan yang berasal dari masyarakat untuk
pembangunan yang lingkupnya kecil.
b. Swadaya desa, sumber dana dari pemerintah desa yang digunakan untuk kegiatan
dilingkup desa.
c. Dana Pemerintah, biasanya untuk proyek-proyek pembangunan yang sangat besar,
misalnya pembuatan jalan, selokan, dll.
d. Pihak ketiga biasanya untuk memotivasi warga masyarakat membangun dan agar tetap
mengeluarkan swadaya.
Norma-norma dalam pelaksanaan RPJMDes adalah:
1. Pengelolaan harus dapat dipertanggungjawabkan
2. Dilaksanakan secara terbuka dan transparan
3. Penentuan program melalui masyarakat sehingga dapat dukungan dari pemerintah
4. Pembangunan diharapkan dapat berkelanjutan
5. Memanfaatkan SDM dan SDA yang efisien, dan elektif
6. Pembangunan dari rakyat, oleh rakyat, untuk rakyat

3. STRATEGI PENGELOLAAN HASIL PEMBANGUNAN


Setelah pembangunan dilaksanakan di Desa Mandoge ada beberapa yang dikelola oleh:
2. Pemanfaat
- BUMDes dan Koperasi / Simpan Pinjam : membantu permodalan usaha anggota dari
berbagai macam usaha kecil dan pedagang, dikelola oleh pengurus.
- Usaha Ekonomi Produktif
- Kelompok atau Kader Pemberdayaan Masyarakat, karena dalam
pengelolahannyadilakukan kajian dan aksi untuk menyelesaikan pemasalahan disemua
sektor sosial kemasyarakatan.
- Wisata Sungai dan Pusat kuliner yang terintegrasi menjadi satu tempat. Dengan ijin
PU untuk pemanfaatan lokasi. Hal ini akan menumbuhkan rasa bangga masyarakat
desa yang terlihat tampak nyata perkembangan desa. Secara otomatis akan
mempengaruhi perkembangan perekonomian masyarakat desa makmur.

Dari berbagai ulasan diatas yang dikelola oleh pemanfaat sehingga semua pihak bertanggung
jawab atas pembangunan baik fisik atau non fisik.

2. Tim Pemelihara
Desa Mandoge membentuk Tim Pembangunan maupun Tim Pengelola yang terdiri dari
pihak-pihak masyarakat Desa Mandoge, dan pengelolaan hasil pembangunan diperlukan
beberapa pertimbangan : 1. Jenis kegiatan pembangunan

2. Jumlah pemanfaat pembangunan


3. Lokasi pembangunan
4. Dana pembangunan
5. Bentuk / Fungsi pembangunan.

D. STRATEGI KEBIJAKAN PEMBANGUNAN DESA MANDOGE


1. Pembinaan Usaha Kecil dan Kerajinan, Pedagang, Jasa, dan Petani menuju peningkatan
pendapaatan usaha masyarakat.
2. Perumusan dan pengembangan program pengatasan kemiskinan dan pengangguran
berbasis pada potensi masyarakat dan kearifan local.
3. Dukungan untuk pengembangan kualitas sumberdaya manusia yang cerdas, terampil serta
beriman dan bertakwa melalui penguatan pendidikan pra sekolah, pendidikan agama, dan
penguatan kesehatan serta pelayanan kesehatan masyarakat pada skala desa.
4. Penguatan dan pengembangan sumberdaya aparatur pemerintahan desa dalam rangka
pembentukan profesionalisme, peningkatan kinerja serta peningkatan kualitas pelayanan
kepada masyarakat.
5. Penguatan lembaga-lembaga kemasyarakatan desa agar mampu berperanserta secara
aktif, positif, dan kontributif menuju penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan
yang partisipatif, transparan, dan akuntabel.
6. Pengembangan peranserta masyarakat dalam proses politik yang tertib, santun,dan
bertanggungjawab dalam rangka penguatan demokratisasi.
7. Pengembangan sistem trantibmas melalui efektifitas pembinaan kemasyarakatan,
pengajian dan perkumpulan keagamaan, penjagaan keamanan, serta keterampilan dan
kecakapan petugas trantibmas menuju tercapainya kondisi yang aman, tertib dan kondusif.

E. ARAH KEBIJAKAN PEMBANGUNAN DESA MANDOGE


1. Peningkatan pendapatan usaha kecil, pedagang, dan petani.
2. Peningkatan taraf hidup dan pemenuhan kebutuhan dasar kehidupan masyarakat
miskin.
3. Peningkatan kualitas dan tersalurkannya tenaga kerja.
4. Penciptaan sumberdaya manusia yang cerdas, terampil, dan beriman.
5. Perwujudan kondisi desa dan masyarakat yang sehat.
6. Pengembangan SDM aparatur pemerintahan desa yang terampil, profesional,
memiliki integtritas dan dedikasi yang tinggi.
7. Pengembangan Sumber Daya Alam dengan menciptakan wisata sungai dan pusat
kuliner yang tertata rapi, profesional dan indah
8. Peningkatan kualitas penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan, dan pelayanan
kepada masyarakat di desa.
9. Pengembangan nilai-nilai demokrasi yang tertib, santun, profesional, dan
bertanggungjawab di tengah masyarakat.
10. Fasilitasi dan dukungan program-program pelayanan kesehatan di desa serta
pengembangan usaha kesehatan masyarakat.
11. Pembangunan, pengembangan, perawatan, dan pemeliharaan infrastruktur (sarana
prasarana) dalam rangka menunjang kelancaran pembangunan dan aktifitas
masyarakat.
12. Penguatan tata kehidupan masyarakat yang tertib, aman, damai, serta kondusif dalam
rangka mencapai kesejahteraan masyarakat.
PRIORITAS PROGRAM PEMBANGUNAN DESA MANDOGE

A. PENENTU PRIORITAS
Faktor-faktor penentu prioritas demi keberhasilan pelaksanaan dan sangat berkaitan dengan
peran manusia / masyarakatnya, antara lain :
1. Pemberdayaan dan Partisipasi
Menempatkan masyarakat sebagai pelaku utama dalam pembangunan dan pemberdayaan
dengan pendekatan kebutuhan masyarakat. Dikarenakan masyarakat yang lebih tahu akan
kebutuhannya, disini peran pemerintah sebagai pendamping pembangunan.
2. Pembagian Kewenangan
Untuk menghilangkan kesan bahwa pembangunan masyarakat masih sangat tergantung
peran pemerintah tanpa memperhatikan kebutuhan masyarakat, sehingga perlu ada
pembagian porsi untuk menentukan dan merencanakan pembangunan atas inisiatif
masyarakat sendiri.
3. Pemerataan Pendapatan
Sentuhan pembangunan lebih dititik beratkan ke pengentasan kemiskinan jangan sampai
ada kesenjangan dilingkungan sosial masyarakat yang dapat diwujudkan melalui program
pembangunan yang secara langsung dapat dimanfaatkan oleh kelompok sasaran.

B. PRIORITAS BIDANG DAN SASARAN PEMBANGUNAN


Setelah melihat, mendengarkan aspirasi dan mencermati, dilakukan musyawarah maka
Prioritas Pembangunan 6 tahun ke depan adalah :
1. Perekonomian
Penguatan Pariwisata, UKM, pengrajin, perdagangan dan jasa, pertanian dan perikanan,
ketenagakerjaan, untuk peningkatan penghasilan warga.
Pembentukan dan pengembangan BUMDes dalam rangka menunjang pendapatan desa
dan fasilitasi penguatan ekonomi masyarakat dan pemerintahan desa.
2. Kemiskinan
Warga miskin di Desa Mandoge mencapai 8%, ditargetkan dalam setiap tahun bisa
dientaskan minimal 2%.
3. Pendidikan Masyarakat dan Kelembagaan Desa
Pendidikan menjadi modal paling besar untuk pembangunan karena akan meningkatkan
kualitas sumber daya manusia.
4. Kesehatan Masyarakat
Masyarakat sehat menjadi modal utama untuk melakukan aktifitas usaha dan peran serta
dalam pembangunan.
5. Pariwisata, Pusat Kuliner dan Tempat Hiburan Masyarakat
Pariwisata, Pusat Kuliner dan Tempat hiburan Masyarakat akan mengubah image desa
dan mengangkat perekonomian masyarakat menjadi lebih baik. Hal ini juga akan
menimbulkan rasa kebanggaan masyarakat akan Desa Mandoge terlihat nampak menonjol
perubahan perkembangan pembangunan desanya.
6. Prasarana Infrastruktur dan Lingkungan Hidup
Sarana pendukung untuk kemajuan pembangunan bidang lainnya sehingga dapat
mensukseskan program pembangunan.

C. PRIORITAS PROGRAM PEMBANGUNAN


1) Penguatan Perekonomian Masyarakat
a) Penguatan/PembinaanUKM, Industri Kecil, Perdagangan dan Jasa;
b) Penguatan/Pembinaan usaha peternakan pertanian dan perikanan,
c) Pembinaan UEP dan fasilitasi penyaluran tenaga kerja,
d) Pengembangan teknologi tepat guna untuk industri kecil pedesaan,
e) Mengembangkan dan Memeperluas kerja BUMDes,
f) Pengelolaan dan Pengembangan Pasar Desa dan Kios Desa,
g) Pemerataan Usaha Perdagangan Desa.
2) Penanggulangan Kemiskinan
a) Pembinaan UEP bagi warga miskin produktif, dan
b) Upaya pencegahan akan terjadinya kemiskinan baru melalui penanganan
pengangguran, penguatan UMKM, dan lain-lain.
3) Peningkatan Pendidikan Masyarakat
a) Menunjang penyelenggaraan pendidikan khususnya pendidikan TamanKanak-
Kanak dan Pendidikan Anak Usia Dini,
b) Menunjang pendidikan keagamaan seperti TPQ dan Madin,
c) Mendukung dan memfasilitasi penyelenggaraan pendidikan formal yang dilakukan
di desa,
d) Penyelenggaraan kursus dan pelatihan keterampilan masyarakat.
4) Peningkatan Kesehatan Masyarakat
a) Pengembangan Posyandu Balita dan Lansia,
b) Fasilitasi sarana dan prasarana olahraga masyarakat,
c) Pembinaan dan penyuluhan kesehatan bagi masyarakat,
d) Pengembangan program preventif terhadap gangguan kesehatan dan timbulnya
wabah penyakit di tengah masyarakat,
5) Peningkatan Kapasitas SDM
a) Peningkatan kualitas Aparatur Pemerintahan dan Lembaga Desa,
b) Pembinaan generasi muda, olah raga dan kreativitas masyarakat,
c) Pembinaan kerukunan beragama.
6) Pemangunan Pariwisata Sungai, Pusat kuliner dan Tempat Hiburan Masyarakat
a) Peningkatan Pendapatan Asli Desa (PAD).
b) Memperluas bidang kerja BUMDesa
c) Membuka Lapangan Pekerjaan bagi masyarakat
d) Miningkatkan Kesejahteraan Masyarakat sekitar
e) Meningkatkan rasa bangga masyarakat akan perkembangan pembangunan desa
7) Pembangunan Infrastruktur dan Pelestarian Lingkungan Hidup
A. Membuka akses jalan inter dan antar desa,
B. Pembangunan sarana perekonomian dan pertanian,
C. Pembangunan Pusat Informasi/ Pemasaran UKM dan Koperasi,
D. Pembangunan prasarana pemerintahan Desa.
E. HASIL YANG DIHARAPKAN
RPJMDes dihasilkan dari Musdus dan Musrenbangdes, sehinggaRPJMDes ini benar-benar
sesuai dengan kebutuhan masyarakat Desa, diharapkan Program Pembangunan Desa
mandoge dapat tercapai dengan baik.
Adapun hasil yang diharapkan adalah :
a. Dapat meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian masyarakat,
b. Kesadaran masyarakat meningkat,
c. Aparatur Desa yang berkualitas dan profesional,
d. Hasil pembangunan dimanfaatkan masyarakat luas,
e. Pertumbuhan ekonomi naik dengan cepat,Pendapatan Desameningkat.
f. Meningkatkan hasil Pendapatan Asli Desa
g. Mingkatkan rasa bangga Masyarakat desa akan perkembangan desa,
h. Tercapainya visi dan misi Desa Mandoge

RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH


DESA MANDOGE

A. RENCANA PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN DESA


1. Pembentukan Kelembagaan Pemerintahan Desa.
a. Pemilihan Kepala Desa dan Pengangkatan PJs/PLt Kepala Desa, dan Pemberhentian
Kepala Desa.
b. Pembentukan BPD dan atau Pemilihan Anggota BPD, Pemberhentian dan pergantian
Anggota BPD Antar Waktu.
c. Pengangkatan dan Pemberhentian Perangkat Desa.
d. Pengangkatan dan Pemberhentian Staf Kantor Desa.

2. Penguatan Kapasitas Aparatur dan Kelembagaan Pemerintahan Desa


a. Penguatan Kapasitas Aparatur Pemerintahan Desa Mengenai Tugas dan Fungsi
masing-masing dengan pendekatan profesionalisme, melalui Diklat, Bimtek, Studi
Banding, dan lain-lain.
b. Pengadaan Sarana, Prasarana dan Alat Peraga Kantor.
c. Pengadaan/penyediaan buku-buku peraturan perundangan serta pedoman umum dan
teknis kerja, blangko, formulir, dan lain-lain.
d. Pengembangan wawasan dan keterampilan mengenai teknologi informasi dan
aplikasinya.
e. Penegakan Disiplin Aparatur melalui Tertib Absensi Kerja dan Pembinaan secara
khusus.

3. Optimalisasi Fungsi dan Pengembangan Kinerja Kelembagaan dan


Aparatur Pemerintahan Desa.
1. Pengumpulan, Pencatatan, Pengolahan, Pendokumentasian data, pemutakhiran data
secara berkala, serta penyajian dan pelaporan data berbasis pengembangan teknologi
informasi.
2. Peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat melaui perbaikan, disiplin dan
perlengkapan sarana prasarana pelayanan, penataan system dan prosedur pelayanan
yang baik dan inovatif, tertib administrasi pelayanan seperti perencanaan dan
pendokumentasian.
3. Peningkatan tertib administrasi secara umum berbasis pengembangan teknologi
informasi.

B. PELAKSANAAN PEMBANGUNAN DESA


1. Perumusan dan Penetapan Perencanaan Pembangunan Yang Tertib,
Cermat, Tepat, dan Partisipatif.
a. Penyusunan dan Penetapan (RPJMDesa) maksimal 4 (empat) bulan sejak Pelantikan
Kepala Desa Terpilih.
b. Penyusunan dan Penetapan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDesa) pada bulan
September sebelum Tahun Anggaran.
c. Penyusunan (APBDesa) yang disetujui bersama Kepala Desa dan BPD paling lambat
Bulan Oktober sebelum tahun anggaran berjalan, paling lama 3 (tiga) hari setelah
disetujui bersama Kepala Desa dan BPD harus sudah diserahkan kepada Bupati melalui
Camat untuk dievaluasi, dan disahkan paling lambat tanggal 31 Desember sebelum
Tahun Anggaran Berjalan.

2. Pelaksanaan Pembangunan Yang Partisipatif, Transparan, Efektif,


Efisien, dan akuntabel.
a. Pembangunan Bidang Pendidikan
1) Bantuan pembangunan sarana, pengadaan prasarana, biaya operasional dan atau
insentif pengasuh pada Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di desa.
2) Bantuan pembangunan sarana, pengadaan prasarana, biaya operasional dan atau
insentif pengasuh pada pendidikan Taman Pendidikan Al Qur’an (TPQ),
Madrasah Diniyah (Madin), Pondok Pesantren (Ponpes), atau lainnya yang ada di
desa.
3) Membentuk dan atau mengembangkan Perpustakaan dan atau Taman Bacaan di
Desa.
4) Study Banding dan Karya Wisata Pendidikan ke tempat kegiatan penyelenggaraan
pendidikan yang lebih maju.
5) Motivasi pengembangan bakat peserta didik dalam bentuk penyelenggaraan lomba
baca, tulis, lukis, dan lain-lain.
6) Kursus baca tulis bagi penyandang butahuruf usia produktif.
b. Pembangunan Bidang Kesehatan
1) Fasilitasi dan pengembangan Posyandu Balita dan Lansia dalam bentuk
pembinaan dan pemberian bantuan pengadaan sarana dan prasarana,biaya
operasional kegiatan dan insentif pelaksana.
2) Membina dan memfasilitasi pelaksanaan program Keluarga Berencana (KB) dan
Keluarga Sehat Sejahtera di desa.
3) Membina dan memberikan bantuan / insentif kepada tenaga pelaksana di desa
seperti Kader Posyandu, PPKBD dan Tenaga Bantu lainnya .
4) Fasilitasi kegiatan-kegiatan olahraga bagi aparatur pemerintahan desa, pengurus,
anggota lembaga kemasyarakatan desa dan masyarakat umum.
5) Melaksanakan program pencegahan penyakit seperti kegiatan voging, Penyuluhan
kesehatan Masyarakat,ngerakan bersih lingkungan, dan lain-lain.
6) Mengadakan pengobatan untuk upaya penyembuhan penyakit pada skala ringan,
serta penyembuhan dan rehabilitasi penyandang cacat ringan bekerja sama dengan
PUSKESMAS setempat.
7) Pembinaan dan penyuluhan kesehatan lainnya.
c. Pembangunan Bidang Ekonomi
1) Pembinaan usaha bagi UKM di desa seperti Pengrajin, industry kecil dan Usaha
Rumah Tangga, Pedagang, petani dan peternak, serta pelaku usaha lainnya yang
ada di desa dalam bentuk Temu Usaha, Study Banding, .
2) Pembinaan kepada lembaga-lembaga atau kelompok usaha yang ada di desa
seperti Kelompok Tani (Poktan), Kelompok Usaha Bersama (KUB), Himpunan
Pedagang Pasar (HPP), Paguyuban Pedagang Kaki Lima (PKL), dan kelompok
usaha lainnya.
3) Mengembangkan dan memperluas kerja Badan Usaha Milik Desa (BUMDes)
yang mendukung pada pengembangan usaha masyarakat desa serta peningkatan
pendapat desa. Salah satu program utamnaya adalah membuat tempat wisata
Sungai, Pusat Kuliner dan tempat hiburan masyarakat umum.
d. Pembangunan Bidang Fisik, Sarana dan Prasarana
1) Pembangunan tempat Wisata Sungai, Pusat kuliner, dan Tempat hiburan
masyarakat.
2) Pembangunan/pemeliharaan jalan desa dan jalan lingkungan.
3) Pembangunan dan pemeliharaan saluran air dan selokan.
4) Pembangunan gorong-gorong dan jembatan pada skala kecil, seperti jembatan
pada ruas jalan desa dan jalan lingkungan, atau pada lintasan saluran air dan
selokan.
5) Pembangunan gedung Balai Desa dan Kantor Desa.
6) Pembanguna gedung perpustakaan desa.
7) Pembangunan Gedung dan atau fasilitas lainnya milik desa.
8) Pembangunan dan pemasangan lampu penerangan jalan umum dalam skala desa
atau lingkungan.
9) Pembangunan, perawatan dan pemasangan tugu batas desa, gapura desa, dan pagar
desa pada bagian-bagian yang dianggap penting .
10) Kebersihan, Keindahan, Pertamanan, Pelestarian Lingkungan, serta Penanganan
Sampah Secara Terpadu.
11) Dan lain-lain pembangunan sarana prasarana dalam skala desa atau lingkungan
milik desa.

3. Pengendalian Pembangunan yaitu Monitoring dan Evaluasi serta


Pertanggung-jawaban Pelaksanaan Pembangunan.
a. Monitoring kegiatan, mulai dari proses perencanaan sampai dengan evaluasi
kegiatan.
1) Pengkajian dan komparasi pembangunan desa lainnya, guna mempersiapkan
pembangunan tepat guna dan mempertinggi keberhasilan pembangunan tepat guna.
2) Monitoring proses perencanaan pada masing-masing kegiatan penyelenggaraan
pemerintahan, pelaksanaan pembangunan, dan pembinaan kemasyarakatan, dan
pemberdayaan masyarakat.
3) Monitoring pelaksanaan pada masing-masing kegiatan penyelenggaraan
pemerintahan, pelaksanaan pembangunan, dan pembinaan kemasyarakatan, dan
pemberdayaan masyarakat.
4) Monitoring pada proses evaluasi pada masing-masing kegiatan penyelenggaraan
pemerintahan, pelaksanaan pembangunan, dan pembinaan kemasyarakatan, dan
pemberdayaan masyarakat.
b. Evaluasi kegiatan, secara berkala dan pada setiap akhir kegiatan.
1) Evaluasi proses setiap kegiatan pembangunan.
2) Evaluasi terhadap hasil setiap kegiatan pembangunan. 3)
Evaluasi terhadap keseluruhan kegiatan.
c. Pertanggungjawaban pelaksanaan kegiatan pada setiap akhir kegiatan dan
pelaksanaan kegiatan secara keseluruhan.
1) Pertanggungjawaban pelaksanaan masing-masing kegiatan dan penggunaan
keuangannya.
2) Pertanggungjawaban untuk keseluruhan kegiatan berikut
penggunaan keuanggannya.
3) Pertanggungjawaban penggunaan keuangan desa secara keseluruhan.

1. Pelestarian Dan Pengembangan Hasil-Hasil Pembangunan


a. Perawatan hasil-hasil pembangunan secara berkala.
b. Perbaikan terhadap kerusakan bangunan.
c. Pelestarian dan pengembangan kegiatan yang bersifat membangun dan atau
peningkatan kualitasnya.

C. PEMBINAAN KEMASYARAKATAN
1. Pembentukan Lembaga Kemasyarakatan Di Desa sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan
kepentingan penyelenggaraan pemerintahan, pelaksanaan pembangunan di desa,
pembinaan kemasyarakatan di desa dan pemberdayaan masyarakat di desa.
2. Fasilitasi dan pembinaan untuk pembentukan kepengurusan, pergantian anggota pengurus
dan pergantian anggota pengurus antar waktu, serta pemberhentian anggota pengurus.
3. Pembinaan/Penguatan Organisasi dan Kinerja Lembaga Kemasyarakatan Desa.
4. Pembinaan Mental dan Keagamaan serta Kepercayaan Kepada Tuhan Yang Maha Esa.
5. Pembinaan Kerukunan dan Adat Istiadat (Tradisi) Yang Berkembaang Di Desa, seperti
Rukun Kematian, Bersih Desa, Ruwat Desa, dan lain-lain.
6. Pembinaan dan Pengembangan Seni Budaya Di Desa.
7. Penerapan dan Pengembangan Sistem Trantibmas Di Desa.

D. PEMBERDAYAAN MASYARAKAT
1. Penanggulangan Kemiskinan
a. Bantuan biaya penunjang pendidikan anak-anak miskin.
b. Bantuan biaya hidup berupa kebutuhan pangan bagi warga miskin.
c. Bantuan biaya penunjang rumah tinggal warga miskin.
d. Bantuan biaya dan atau fasilitas usaha ekonomi warga miskin.
e. Bantuan biaya dan atau fasilitas untuk penunjang dan pemenuhan kebutuhan dasar
hidup warga miskin lainnya.
2. Bantuan untuk anak yatim yang tidak mampu
a. Bantuan biaya hidup berupa kebutuhan pangan bagi anak-anak yatim yang tidak
mampu.
b. Bantuan biaya penunjang pendidikan bagi anak-anak yatim yang tidak mampu.
c. Bantuan biaya penunjang kesehatan bagi anak-anak yatim yang tidak mampu.
d. Bantuan biaya dan atau fasilitas untuk penunjang kebutuhan dasar hidup bagi anakanak
yatim yang tidak mampu lainnya.
3. Pemberdayaan Perempuan
a. Pembinaan dan pelatihan usaha ekonomi produktif dan usaha rumah tangga bagi
perempuan.
b. Pembinaan dan pemberian bantuan serta fasilitasi kegiatan-kegiatan peningkatan
pengetahuan dan keterampilan bagi perempuan dalam rangka menunjang peningkatan
kesejahteraan keluarga dan peran perempuan dalam pembangunan dan kemasyarakatan
di desa.
c. Bantuan dan fasilitasi kegiatan-kegiatan peningkatan peran perempuan dalam
pembangunan dan pensejahteraan masyarakat.
d. Bantuan dan fasilitasi peningkatan kehidupan perempuan yang tergolong warga dan
keluarga miskin utamanya yang menjadi soko guru dalam keluarga.
e. Bantuan dan fasilitasi bagi peningkatan kehidupan keluarga dan peran dalam
pembangunan bagi perempuan lainnya.
4. Pembinaan Pemuda dan Remaja
a. Bantuan dan fasilitasi kegiatan pengembangan keterampilan olah raga bagi pemuda dan
remaja.
b. Bantuan dan fasilitasi kegiatan pengembangan keterampilan seni budaya bagi pemuda
dan remaja.
c. Bantuan dan fasilitasi kegiatan perintisan dan pengembangan usaha ekonomi bagi
pemuda dan remaja.
d. Pelatihan penguatan wawasan kebangsaan, kewarganegaraan, ketentraman dan
ketertiban masyarakat bagi pemuda dan remaja.
e. Penyuluhan, pemberian bantuan dan atau fasilitasi kegiatan yang mengarah pada
peningkatan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, peningkatan kesadaran hukum,
pencegahan bahaya narkotika pencegahan kenakalan remajaserta pengaruh terhadap
aliran dan gerakan yang terlarang.
f. Pelatihan untuk penguatan wawasan dan keterampilan dalam rangka peningkatan
partisipasi pemuda dan remaja dalam pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.
5. Pembinaan Usaha Ekonomi dan Fasilitasi Ketenagakerjaan
a. Pelatihan usaha ekonomi produktif bagi pengangguran terbuka.
b. Fasilitasi dan mediasi pendayagunaan tenaga kerja pada dunia usaha sesuai batas
kewenangan pemerintah desa.
c. Pelayanan penyediaan informasi peluang penerimaan tenaga kerja.

PENUTUP

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDesa) merupakan suatu


perwujudan rencana pembangunan selama 6 tahun kedepan dan disesuaikan menurut kebutuhan
masyarakat, agar dapat terarah, bertahap, berkelanjutan baik fisik maupun non fisik, dan sebagai
pedoman dari suatu kesatuan pembangunan Desa Mandoge. Dapat juga dijadikan dokumen
bersama seluruh komponen masyarakat, pemerintah, dan swasta/pihak ketiga dalam proses
pembangunan.
RPJMDes dapat dijalankan sebaik-baiknya sesuai rencana dengan tujuan hasil
pembangunan yang tepat sasaran, kegunaan dan pemanfaatannya bisa dirasakan oleh masyarakat
dan sangat mengacu pada visi, misi pemerintah Desa Mandoge dan hasil MusDus dan
MusrenbangDes. Upaya tersebut diperlukan untuk menjaga agar hasil pembangunan dapat
dinikmati secara merata dan berkeadilan.
Pelaksanaan dan hasil pembangunan memerlukan monitoring dan evaluasi yang
melibatkan seluruh komponen masyarakat agar sesuai dengan rencana, terarah, dan tidak terjadi
penyelewengan. Juga diperlukan transparansi dan akuntabilitas demi kemajuan dan peningkatan
kesejahteraan masyarakat Desa Mandoge

Mandoge,18 September 2018

KEPALA DESA MANDOGE

SUKMA YUNINGSIH