Anda di halaman 1dari 13

MAKALAH

“PENILAIAN SURAT BERHARGA”

Mata Kuliah : Manajemen Keuangan

Dosen Pengampu :

Sondang Aida Silalahi, SE, M.Si

Tuti Sriwedari, SE, M.Si

Oleh :

Rachel Maria Yosevin Siregar 7173342041

Romian Nainggolan 7173342047

Yan Danie Siahaan 7173142034

Kelas : B

PRODI PENDIDIKAN AKUNTANSI

FAKULTAS EKONOMI

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

2019/2020
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena atas berkat dan
Rahmat-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan makalah mengenai “penilaian surat
berharga.” dengan tugas mata kuliah Manajemen Keuangan.

Dari tugas ini, kami banyak mendapat pembelajaran ataupun pengetahuan serta ilmu
yang sangat berguna. Dan semoga pembelajaran ini dapat membuat kami semakin bijak dan
dapat menerapkan serta membantu pihak yang terlibat mengenai penilaian surat berharga.
Kami juga mengharapkan kritik dan saran yang membangun agar penyusunan makalah ini
lebih baik dalam penulisan dikemudian hari.

Akhir kata kami ucapkan terima kasih semoga makalah mengenai penilaian surat
berharga ini dapat bermanfaat dan juga dapat menambah pengetahuan bagi pembaca.

Medan, Maret 2020

Kelompok 3

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR.........................................................................................................................2
DAFTAR ISI........................................................................................................................................3
BAB I....................................................................................................................................................3
PENDAHULUAN................................................................................................................................3
1.1 Latar Belakang....................................................................................................................3
1.2 Rumusan Masalah...............................................................................................................4
1.3 Manfaat................................................................................................................................4
BAB II..................................................................................................................................................4
PEMBAHASAN...................................................................................................................................4
2.1 Definisi Surat Berharga.......................................................................................................4
2.2 Manfaat Surat Berharga.....................................................................................................5
2.3 Jenis-Jenis Penilaian Surat Berharga................................................................................5
BAB III...............................................................................................................................................12
PENUTUP..........................................................................................................................................12
3.1 Kesimpulan.........................................................................................................................12
3.2 Saran...................................................................................................................................13
DAFTAR PUSTAKA........................................................................................................................13

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Dimana pada makalah ini akan membahas aplikasi konsep tersebut untuk menilai harga
suatu asset, khususnya surat berharga. Harga (nilai) surat berharga pada dasarnya adalah
present value dari aliran kas masa mendatang yang akan diberikan kepada pemegang surat
berharga tersebut. Beberapa jenis surat berharga mempunyai skedul pemberian aliran kas
dimasa mendatang yang cukup jelas, sedangkan beberapa jenis yang lain mempunyai skedul
pemberian aliran kas yang tidak cukup jelas. Meskipun demikian basis penilaian yang dipakai
cukup sama, yaitu present value aliran kas dimasa mendatang. Pembahasan ini dimulai
dengan membicarakan kepenilaian saham, diteruskan sampai penilaian obligasi dan saham
preferen, dan diakhiri dengan pembicaraan aplikasi konsep penilaian untuk menilai
perusahaan.

1.2 Rumusan Masalah


1. Apa definisi surat berharga?
2. Apa saja manfaat surat berharga?
3. Apa saja jenis-jenis surat berharga?

1.3 Manfaat
1. Dapat mengetahui definisi surat berharga.
2. Dapat mengetahui manfaat surat berharga.
3. Dapat mengetahui jenis-jenis surat berharga.

BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Definisi Surat Berharga
Menurut Abdulkadir Muhammad, pengertian surat berharga adalah surat yang oleh
penerbitnya sengaja diterbitkan sebagai pelaksanaan pemenuhan suatu prestasi, yang berupa
pembayaran sejumlah uang. Tetapi pembayaran itu tidak dilakukan dengan menggunakan
mata uang tunai, melainkan dengan menggunakan alat bayar lain.
Menurut Wirjono Projodikoro pengertian surat berharga adalah surat-surat yang
bersifat seperti uang tunai, yang dapat dipakai untuk melakukan pembayaran. Surat-surat itu
juga dapat diperdagangkan, agar sewaktu-waktu dapat ditukarkan dengan uang tunai
(negotiable instruments).
Menurut Heru Supraptomo pengertian surat berharga adalah surat yang dapat
diperdagangkan dan merupakan alat bukti terhadap hutang yang telah ada.
Berdasarkan pendapat ahli mengenai pengertian surat berharga diatas, maka dapat
kami simpulkan surat berharga adalah surat yang dapat digunakan untuk melakukan
pembayaran serta dapat diperdagangkan, sehingga sewaktu-waktu dapat ditukarkan dengan
uang tunai.
Macam – macam Surat Berharga :
 Saham
 Obligasi
 SUN
 Wesel
 Surat sekuritas, dan lain – lain.

2.2 Manfaat Surat Berharga


Fungsi dan manfaat dari surat berharga dapat dilihat dari sisi, yaitu dari segi Yuridis
dan segi fungsinya.
1) Secara Yuridis
Manfaat surat berharga secara Yuridis adalah sebagai:
 Alat pembayaran
 Alat pemindahan hak tagih (karena diperjual-belikan)
 Surat legitimasi (Surat Bukti Tagih)
2) Dari Segi Fungsinya
Manfaat surat berharga dilihat dari segi fungsinya adalah sebagai:
 Surat yang sifatnya hukum kebendaan (zakenrechtelijke papieren)
 Surat tanda keanggotaan dari persekutuan (lidmaatschaps papieren)
 Surat tagihan hutang (schuldvorderingspapieren)

2.3 Jenis-Jenis Penilaian Surat Berharga


1. Penilaian Saham
Saham merupakan bukti kepemilikan. Seseorang yang mempunyai saham suatu
perusahaan berarti dia memiliki perusahaan tersebut. Pemegang saham berhak atas
dividen, jika dividen tersebut dibayarkan. Sama seperti pada penilaian obligasi, penilaian
saham juga didasarkan atas present value aliran kas yang akan diterima oleh pemegang
saham di masa mendatang. Karena pemegang saham akan menerima dividen dan capital
gain (loss), maka aliran kas yang relevan untuk pemegang saham adalah dividen dan
capital gain (loss) adalah selisih antara harga jual dengan harga beli.
1. Nilai Buku : Nilai saham yang didasarkan pembukuan perusahaan emiten
2. Nilai Pasar : Harga dari saham di pasar pada saat tertentu yang ditentukan pelaku pasar.
Nilai pasar ditentukan oleh permintaan dan penawaran saham dipasar bursa.
3. Nilai intrinsik : Nilai seharusnya dari suatu saham. Dalam penilaian saham terbagi
menjadi 2 yaitu:
• Penilaian saham yang dipegang satu periode
• Penilaian saham yang dipegang selamanya
Keuntungan Investasi Saham
1. Deviden
2. Capital Gain
3. Kemungkinan dapat saham Bonus
Kerugian Investasi Saham
1. Tidak mendapat deviden
2. Capital Loss
3. Perusahaan Bnagkrut dan Diliquidasi
4. Saham di Delist dari bursa

2. Penilaian Obligasi
Obligasi adalah surat utang yang dikeluarkan oleh perusahaan atau negara. Jangka
waktu jatuh tempo obligasi macam macam, ada yang relatif pendek seperti satu tahun,
dan ada yang jangka panjang, yaitu 30 tahun.
Obligasi sebagai instrument investasi jangka panjang mempunyai karakteristik
penilaian yang spesifik dan berbeda dengan instrumen investasi lainnya seperti saham.
Konsep penilaian obligasi yang bentuk pendapatannya dikenal dengan istilah yield . Pada
dasarnya dikembangkan atas dasar intrinsik dari nilai tersebut. Selain itu, besaran aliran
dana yang dihasilkan dari kupon (suku bunga) obligasi tersebut merupakan faktor
penting dalam penilaian sebuah obligasi.
Keuntungan Investasi Obligasi, yaitu :
 Dividen (cenderung tetap)
 Capital Gain
Kerugian Investasi Obligasi, yaitu :
 Capital Loss
 Cut Loss
 Perusahaan tidak mampu membayar hutang

3. Saham Preferen
Saham preferen mempunyai karakteristik gabungan antara karakteristik saham dengan
obligasi. Saham preferen membayarkan dividen (mirip seperti saham), tetapi dividen
tersebut dibayar tetap berdasarkan presentase tertentu dari nilai nominal saham preferen.
Sebagai contoh, jika saham preferen mempunyai dividen sebesar 10%, dengan nilai
nominal Rp.1.000,00, maka dividen untuk pemegang saham preferen adalah Rp100,00
per lembar. Karakteristik samacam itu mempunyai kemiripan dengan obligasi. Tetapi ada
perbedaan lain. Karena dividen yang dibayarkan, perusahaan tidak mempunyai
kewajiban untuk membayarkan dividen tersebut. Jika perusahaan gagal membayarkan
dividen, maka perusahaan tidak bisa dibangkrutkan. Hal semacam itu berbeda dengan
obligasi. Pada obligasi, jika perusahaan tidak bisa membayar bunga, maka perusahaan
dibangkrutkan. Meskipun demikian, dividen saham preferen biasanya harus dibayarkan
jika perusahaan membayarkan dividen untuk pemegang saham biasa.

4. Penilaian Suatu Perusahaan


Pembicaraan sebelumnya memfokuskan konsep penilaian untuk surat berharga.
Meskipun demikian, konsep penilaian juga bisa dilakukan, dan sering dilakukan, untuk
menilai aset lainnya. Sebagai contoh, jika manajer keuangan ingin mengakuisisi
(membeli) perusahaan lain, maka dia harus mengajukan harga penawaran. Untuk
mengajukan harga penawaran tersebut, akan lebih baik jika ia mengetahui harga atau
nilai yang pantas (seharusnya) untuk perusahaan tersebut.
Konsep penilaian seperti yang telah dibicarakan sebelumnya bisa dipakai untuk
menghitung nilai yang pantas tersebut. Sama seperti sebelumnya, pada dasarnya kita
ingin menghitung present value dari aliran kas yang akan dihasilkan oleh perusahaan
tersebut. Misalkan kita ingin menilai harga suatu perusahan. Yang kita perlukan adalah
mem-forecast (meramal) aliran kas yang akan diterima oleh investor (pemegang saham
dan pemegang utang) untuk waktu tidak terhingga.
Ada dua hal yang harus diperhatikan:
1. Fokus kita adalah aliran kas, bukannya laba/rugi akuntansi
2. Kita memfokuskan pada aliran kas total yang akan diterima oleh semua investor
(pemegang saham dan pemegang utang). 

CONTOH KASUS

Investasi pada nilai nominal

Pada tanggal 1 januari 2017 PT ABC membeli obligasi dengan suku bunga nominal 6%
dengan nilai nominal Rp. 1.000.000,- dan jatuh tempo 3 tahun. Bunga dibayarkan setiap
tanggal 30 Juni dan 31 Desember. Berapa nilai kini dari obligasi tersebut?

Setiap tanggal 30 Juni dan 31 Desember PT ABC akan menerima bunga sebesar
6%*1/2*Rp.1.000.000 = Rp.30.000.

Pada tanggal jatuh tempo, PT ABC akan menerima sebesar nominal obligasi Rp.1.000.000.

1/1/17 30/6/17 31/12/17 30/6/17 31/12/18 30/6/19 31/12/19

? 30.000 30.000 30.000 30.000 30.000 30.000


1.000.000

Nilai kini pendapatan bunga yang diterima :


Rp.30.000*5,41719 = Rp.162.516.
Nilai kini penerimaan kembali nominal obligasi :
Rp. 1.000.000*0.83748 = Rp.837.480
Nilai kini obligasi :
Rp. 162.516 + Rp. 837.480 = Rp. 1.000.000 (dibulatkan)

1−1 /(1+i) ⁿ
PVF−OAn ,i=
i

(n)
Periode 3% 4% 6%
1 .97087 . 96154 94340
2 1.91374 1.88609 1.83339
3 2.82861 2.77509 2.67301
4 3.71710 3.62990 3.46511
5 4.57971 4.45182 4.21236
6 5.41719 5.24214 4.91732

1
PVFn . i= =(1+i) ⁻ⁿ
( 1+i ) ⁿ
Periode 3% 4% 6%
1 .97087 .96154 .94340
2 .94260 .92456 .89000
3 .91514 .88900 .83962
4 .88849 .85480 .79209
5 .86261 .82193 .74726
6 .83748 .79031 .70496
7 .81309 .75992 .66506
8 .78941 .73069 .62741
9 .76642 .70259 .59190

Pendapatan Bunga = Nilai tercatat Awal Periode *Suku Bunga Efektif

Penerimaan Kas = Pendapatan Bunga

Amortisasi Diskon/Premium = 0

Nilai Tercatat akhir periode = Nilai tercatat awal periode + Amortisasi Diskonto

Pendapatan Penerimaan Kas Amortisasi Nilai Tercatat


Bunga Diskon
3% *Nilai Amortisasi
tercatat Premium
01/01/17 1.000.000
31/06/17 30.000 30.000 0 1.000.000
31/12/17 30.000 30.000 0 1.000.000
31/06/18 30.000 30.000 0 1.000.000
31/06/18 30.000 30.000 0 1.000.000
31/06/19 30.000 30.000 0 1.000.000
31/06/19 30.000 30.000 0 1.000.000

Investasi dengan Diskon

Pada tanggal 1 januari 2017 PT ABC membeli obligasi dengan suku bunga nominal 6%
dengan nilai nominal Rp. 1.000.000,- dan jatuh tempo 3 tahun. Bunga dibayarkan setiap
tanggal 30 Juni dan 31 Desember. Suku bunga pasar (suku bunga efektif) 8%. Berapa nilai
kini dari obligasi tersebut?

Setiap tanggal 30 Juni dan 31 Desember PT ABC akan menerima bunga sebesar
6%*1/2*Rp.1.000.000 = Rp.30.000.

Pada tanggal jatuh tempo, PT ABC akan menerima sebesar nominal obligasi Rp.1.000.000.

1/1/17 30/6/17 31/12/17 30/6/17 31/12/18 30/6/19 31/12/19

? 30.000 30.000 30.000 30.000 30.000 30.000


1.000.000
Nilai kini pendapatan bunga yang diterima :
Rp.30.000*5,24214 = Rp.157.264.
Nilai kini penerimaan kembali nominal obligasi :
Rp. 1.000.000*0.79031 = Rp.790.310
Nilai kini obligasi (jumlah yang dibayarkan) :
Rp. 157.264 + Rp. 790.310 = Rp. 947.574
Diskon sebesar:
Rp. 1.000.000-Rp.947.574= Rp.52.426

1−1 /(1+i) ⁿ
PVF−OAn ,i=
i

(n)
Periode 3% 4% 6%
1 .97087 .96154 .94340
2 1.91374 1.88609 1.83339
3 2.82861 2.77509 2.67301
4 3.71710 3.62990 3.46511
5 4.57971 4.45182 4.21236
6 5.41719 5.24214 4.91732

1
PVFn . i= =(1+i) ⁻ⁿ
( 1+i ) ⁿ

Periode 3% 4% 6%
1 .97087 .96154 .94340
2 .94260 .92456 .89000
3 .91514 .88900 .83962
4 .88849 .85480 .79209
5 .86261 .82193 .74726
6 .83748 .79031 .70496
7 .81309 .75992 .66506
8 .78941 .73069 .62741
9 .76642 .70259 .59190

Pendapatan Bunga = Nilai tercatat Awal Periode *Suku Bunga Efektif

Penerimaan Kas = Nominal Obligas *Suku Bunga Nominal

Amortisasi Diskon/Premium = Pendapatan Bunga – Penerimaan kas

Nilai Tercatat akhir periode = Nilai tercatat awal periode + Amortisasi Diskonto

Pendapatan Penerimaan Kas Amortisasi Nilai Tercatat


Bunga Diskon
4% *Nilai Amortisasi
tercatat Premium
01/01/17 947.574
31/06/17 37.903 30.000 7.903 955.477
31/12/17 38.219 30.000 8.219 963.696
31/06/18 38.548 30.000 8.548 972.244
31/06/18 38.890 30.000 8.890 981.134
31/06/19 39.245 30.000 9.245 990.379
31/12/19 39.615 30.000 9.615 999.994

Investasi dengan Diskon dibeli bukan saat penerbitan

Pada tanggal 31 Maret 2017 PT ABC membeli obligasi dengan suku bunga nominal 6%
dengan nilai nominal Rp.1.000.000 dan jatuh tempo 3 tahun. Obligasi tersebut diterbitkan
tanggal 1 Januari 2017 dan bunga dibayarkan setiap tanggal 30 Juni dan 31 Desember.

Suku bunga pasar (suku bunga efektif) 8%.

Berapa jumlah yang layak dibayar PT ABC?


31/03/17

1/1/17 30/6/17 31/12/17 30/6/17 31/12/18 30/6/19 31/12/19

? 30.000 30.000 30.000 30.000 30.000 30.000


1.000.000

Berdasarkan tabel, bagian bunga pemilik obligasi yang lama untuk masa 1/1/17-31/3/17
sebesar :

Rp.947.574*4%=Rp.37.903.

Dengan demikian jumlah yang layak dibayarkan untuk obligasi tersebut adalah:

Rp.947.574+Rp.37.903=Rp.985.477

Pendapatan Penerimaan Kas Amortisasi Nilai Tercatat


Bunga Diskon
4% *Nilai Pend. Bunga
tercatat Penerimaan Kas
01/01/17 947.574
31/06/17 37.903 30.000 7.903 955.477
31/12/17 38.219 30.000 8.219 963.696
31/06/18 38.548 30.000 8.548 972.244
31/06/18 38.890 30.000 8.890 981.134
31/06/19 39.615 30.000 9.245 990.379
31/12/19 40.000 30.000 10.000 999.994
BAB III

PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Obligasi adalah surat pengakuan utang yang dikeluarkan atau tidak oleh perusahaan
atau lembaga-lembaga lain sebagai pihak yang berhutang yang mempunyai nilai nominal
tertentu dan kesanggupan untuk membayar bunga secara periodik atas dasar persentase
tesebut yang tetap. Saham preferen (preferen stock) adalah saham yang disertai dengan
preferensi tertentu diatas saham biasa dalam hal pembagian dividend an pembagian kekayaan
dalam pembubaran perusahaan. Saham biasa, saham merupakan bukti kepemilikan.
Seseorang yang mempunyai saham suatu perusahaan berarti dia memiliki perusahaan
tersebut. Pemegang saham berhak atas dividen jika dividen tersebut dibayarkan.

3.2 Saran
Agar pasar modal dapat untuk mengumpulkan dana yang lebih banyak untuk
meningkatkan suatu kegiatan bisnis di indonesia sehingga dapat mencetak lebih banyak
keuntungan.dan pemerintah juga lebih membuka saham perusahan-perusahan di Indonesia
agar saham dan obligasi di masa yang akan datang akan jauh lebih baik.

DAFTAR PUSTAKA

Bambang Rianto, 1997, Dasar - dasar Pembelajaran Perusahaan Edisi 4, BPFE, Yogyakarta.

Mamduh M. Hanafi, 2004, Manajemen Keuangan, Edisi 2004/2005, BPFE, Yogyakarta.