Anda di halaman 1dari 3

BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Durian (Durio Zibetinus) merupakan salah satu buah musiman
yang memiliki banyak peminat. Buah durian memiliki aroma yang
khas, rasanya manis dan mengandung banyak kalori, vitamin ,
lemak ,dan protein. Buah durian juga disebut the king of fruit yang
sangat digemari oleh berbagai kalangan masyarakat karena rasanya
yang khas (sri lestari et al, 2011). Di Indonesia, ada beberapa macam
olahan berbahan dasar durian seperti pancake durian, eskrim durian,
dan roti durian. Pada umumnya produk tersebut diolah dari daging
durian, sehingga menimbulkan banyak limbah dari kulit durian yang
tidak dimanfaatkan dan seringkali mencemari lingkungan.
Kulit durian merupakan limbah yang mengandung minyak
astiri, flavonoid, saponin, selulosa,lignin, serta kandungan pati. Kulit
durian juga mengandung karbohidrat yang dapat diolah menghasilkan
pektin. Salah satu kandungan kulit durian yang dapat dimanfaatkan
yakni pektin yang dapat dijadikan sebagai bahan pengental dalam
industri olahan makanan.
Terdapat sebuah alternatif olahan lain yang prosesnya
membutuhkan bahan pengental berupa pektin. Permen jelly buah
durian merupakan salah satu inovasi dalam bidang pangan berbahan
dasar durian yang memanfaatkan kandungan pektin di dalam kulit
durian. Pektin merupakan senyawa yang baik digunakan sebagai bahan
pengental makanan.
Pektin merupakan polimer dari asam D-galakturonat yang
dihubungkan dengan ikatanβ-1,4 glikosidik . sebagian gugs karboksil
pada polimer pe
Pektin telah mengalami esterifikasi dengan metil menjadi
gugus metoksil (herfiyanti,2010). Ekstrak pektin diperoleh dari bagian
kulit Albedo (bagian dalam) pada kulit durian memiliki kandungan
pektin sekitar 17%. Pektin yang ditambahkan akan membentuk sistem
dispersi homogen yang kuat sehingga menyebabkan kekentalan serta
mengurangi kadar air pada bahan tersebut.
Tujuan dari penulisan karya tulis ilmiah ini adalah memberikan
gagasan tentang inovasi terbaru dengan pemanfaatan pektin limbah
kulit durian sebagai bahan pengental pada pembuatan permen jelly
dengan mutu terbaik.
Metode ekstraksi pektin pada kulit durian dilakukan dengan
pemanasan pada suhu 900C selama 4 jam menggunakan asam pekat
dengan kisaran pH 2,6-2,8 untuk menghidrolisis propektin menjadi
pektin. Setelah itu, dilakukan presipitasi (pengendapan dan
pemurnian) dengan penambahan etanol 95% yang mengandung 2 ml
HCl pekat setiap satu liter etanol sebanyak 1,5 kali volume filtrat
selama 22 jam. Hasil presipitasi tersebut dikeringkan dengan oven
pada suhu 40oC selama 5 jam, sehingga diperoleh ekstrak kering
pektin kulit durian.
Estrak kering pektin tersebut dengan konsentrasi tertentu
ditambahkan pada proses pembuatan permen jelly, sehingga akan
menghasilkan permen jelly yang kenyal. Pembentukan gel dari pektin
juga di pengaruhi oleh konsentrasi pektin, presentase gula, dan PH.

B. RUMUSAN MASALAH
Durian merupakan salah satu buah-buahan yang banyak di
gemari oleh masyarakat. Namun dengan banyaknya masyarakat yang
mengkonsumsi durian dapat berpotensi untuk memperbanyak limbah
dari kulit durian itu sendiri dan seringkali dapat mencemari lingkungan
karena tidak dimanfaatkan.

C. TUJUAN PENULISAN
Tujuan dari penulisan karya tulis ilmiah ini yaitu sebagai bentuk
gagasan yang dapat membuat inovasi untuk memanfaatkan limbah dari
kulit durian. Bagian yang dimanfaatkan berupa kandungan pektin yang
terdapat pada albedo durian yang dapat digunakan sebagai bahan
pengental pada pembuatan permen jelly.

D. MANFAAT PENULISAN
Manfaat dari penulisan karya tulisan ini yaitu dapat mengurangi
limbah termasuk kulit durian yang ada di lingkungan dan untuk
menambah nilai jual dengan memanfaatkan limbah kulit durian yang
tidak dimanfaatkan.