Anda di halaman 1dari 13

Makalah Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya

”Otoritas Jasa Keusngsn dan Otoritas Moneter “

Dosen Pengampu : Drs. La Hanu,M.Si / Choms Gary Gt Sibarani, M.Si.Ak,Ca, S.Pd

DISUSUN OLEH :

Yan Danie Siahaan 7173142034


Yenita Sihaloho 7173142035
Septi Anggi Piona 7171142024

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AKUNTANSI


FAKULTAS EKONOMI-
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
T.A 2019
KATA PENGANTAR

            Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, yang telah memberikan
rahmat dan karunia-Nya, dan berbagai macam nikmat. Sehingga kami dapat membuat dan
menyelesaikan Tugas makalah mata kuliah Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya ini.
Kami menyadari bahwa banyak kekurangan dari makalah ini, baik dari materi
maupun teknik penyajiannya. Oleh karena itu, kami mengharapkan kritik dan saran yang
membangun sangat diharapkan.
Harapan kami paling besar dari penyusun makalah ini adalah, mudah-mudahan apa
yang kami susunan ini penuh manfaat baik untuk pribadi, teman-teman dan orang banyak.

Medan, September 2019

Penulis

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR................................................................................................................i
DAFTAR ISI..............................................................................................................................ii
BAB I.........................................................................................................................................3
PENDAHULUAN......................................................................................................................3
1.1. Latar Belakang.............................................................................................................3
1.2 Rumusan Masalah...........................................................................................................3
1.3 Tujuan Pembahasan.....................................................................................................3
BAB II........................................................................................................................................4
PEMBAHASAN........................................................................................................................4
A.Otoritas Jasa Keuangan…………………………………………………………………...4
1.Pengertian Otoritas Jasa Keuangan……………………………...…………………………..4

2. Tugas OJK……………………………………….…………………………………………5

3. Struktur OJK…………………………………………….………………………………….6

B.Otoritas Moneter……..…………………………………………………………………...7
1.Pengertian Otoritas Moneter……….………………………………………………………..7

2. Tugas OM……….……………………………….…………………………………………8

BAB III.....................................................................................................................................13
PENUTUP................................................................................................................................13
3.1 Kesimpulan................................................................................................................13
3.2 Saran..........................................................................................................................13
DAFTAR PUSTAKA..............................................................................................................14

ii
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Secara sekilas, OJK dan Bank Indonesia memiliki peran yang hampir sama. Bank Indonesia
adalah lembaga independen yang salah satu kewenangannya adalah mengatur Perbankan di
seluruh Indonesia, sedangkan OJK adalah lembaga independen yang mengatur industri jasa
keuangan di Indonesia. Namun karena industri jasa keuangan juga termasuk Perbankan, lalu
apa bedanya BI dengan OJK? Mengapa keduanya sama-sama mengatur Perbankan.

Apa bedanya BI dan OJK? Pertanyaan ini awam terjadi di masyarakat, terlebih sejak tahun
2012, ketika OJK secara resmi diumumkan berdiri dan memulai kiprahnya sebagai pengawas
industri Jasa Keuangan di Indonesia. Meski sama-sama mengurusi Perbankan, namun
sebenarnya BI dan OJK memiliki benang merah tersendiri dalam menjalankan tugasnya.

1.2 Rumusan Masalah


a. Apakah pengertian dari OJK?
b. Apakah pengertian dari Otoritas moneter?
c. Apakah tugas dan peran OJK ?
d. Apakah tugas dan peran Otoritas moneter?
1.3 Tujuan Pembahasan

a. Mengetahui pengertian dari OJK.


b. Mengetahui pengertian dari Otoritas moneter.
c. Mengetahui tugas dan peran OJK.
d. Mengetahui tugas dan peran Otoritas moneter.

3
BAB II
PEBAHASAN
A. Otoritas Jasa Keuangan
1. Pengertian OJK

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) adalah lembaga yang independen yang mempunyai fungsi,
tugas, dan wewenang pengaturan, pengawasan, pemeriksaan, dan penyidikan. OJK dibentuk
berdasarkan UU Nomor 21 Tahun 2011 yang berfungsi menyelenggarakan sistem pengaturan
dan pengawasan yang terintegrasi terhadap keseluruhan kegiatan di dalam sektor jasa
keuangan.OJK didirikan untuk menggantikan peran Bapepam-LK dalam pengaturan dan
pengawasan pasar modal dan lembaga keuangan, serta menggantikan peran Bank Indonesia
dalam pengaturan dan pengawasan bank, serta untuk melindungi konsumen industri jasa
keuangan.

2. Peran dan Tugas

OJK melaksanakan tugas pengaturan dan pengawasan terhadap:

a. kegiatan jasa keuangan di sektor perbankan serta non perbankan .


b. kegiatan jasa keuangan di sektor pasar modal; dan
c. kegiatan jasa keuangan di sektor perasuransian, dana pensiun, lembaga pembiayaan, dan
lembaga jasa keuangan lainnya.

Untuk melaksanakan tugas pengaturan, OJK mempunyai wewenang:

a. menetapkan peraturan pelaksanaan Undang-Undang ini;


b. menetapkan peraturan perundang-undangan di sektor jasa keuangan;
c. menetapkan peraturan dan keputusan OJK;
d. menetapkan peraturan mengenai pengawasan di sektor jasa keuangan;
e. menetapkan kebijakan mengenai pelaksanaan tugas OJK;
f. menetapkan peraturan mengenai tata cara penetapan perintah tertulis terhadap Lembaga
Jasa Keuangan dan pihak tertentu;
g. menetapkan peraturan mengenai tata cara penetapan pengelola statuter pada Lembaga
Jasa Keuangan;
h. menetapkan struktur organisasi dan infrastruktur, serta mengelola, memelihara, dan
menatausahakan kekayaan dan kewajiban; dan
i. menetapkan peraturan mengenai tata cara pengenaan sanksi sesuai dengan ketentuan
peraturan perundang-undangan di sektor jasa keuangan.

Untuk melaksanakan tugas pengawasan, OJK mempunyai wewenang:

a. menetapkan kebijakan operasional pengawasan terhadap kegiatan jasa keuangan;


b. mengawasi pelaksanaan tugas pengawasan yang dilaksanakan oleh Kepala Eksekutif;

4
c. melakukan pengawasan, pemeriksaan, penyidikan, perlindungan Konsumen, dan
tindakan lain terhadap Lembaga Jasa Keuangan, pelaku, dan/atau penunjang kegiatan
jasa keuangan sebagaimana dimaksud dalam peraturan perundang-undangan di sektor
jasa keuangan;
d. memberikan perintah tertulis kepada Lembaga Jasa Keuangan dan/atau pihak tertentu;
e. melakukan penunjukan pengelola statuter;
f. menetapkan penggunaan pengelola statuter;
g. menetapkan sanksi administratif terhadap pihak yang melakukan pelanggaran terhadap
peraturan perundang-undangan di sektor jasa keuangan; dan
h. memberikan dan/atau mencabut:
1) izin usaha;
2) izin orang perseorangan;
3) efektifnya pernyataan pendaftaran;
4) surat tanda terdaftar;
5) persetujuan melakukan kegiatan usaha;
6) pengesahan;
7) persetujuan atau penetapan pembubaran; dan
8) penetapan lain, sebagaimana dimaksud dalam peraturan perundang-undangan di
sektor jasa keuangan.

3. Struktur organisasi OJK terdiri atas:


a. Dewan Komisioner OJK
b. Pelaksana Kegiatan Operasional

Struktur Dewan Komisioner terdiri atas:

1. Ketua merangkap anggota;


2. Wakil Ketua sebagai Ketua Komite Etik merangkap anggota;
3. Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan merangkap anggota;
4. Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal merangkap anggota;
5. Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Dana Pensiun, Lembaga Pembiayaan, dan
Lembaga Jasa Keuangan Lainnya merangkap anggota;
6. Ketua Dewan Audit merangkap anggota;
7. Anggota yang membidangi Edukasi dan Perlindungan Konsumen;
8. Anggota Ex-officio dari Bank Indonesia yang merupakan anggota Dewan Gubernur
Bank Indonesia; dan
9. Anggota Ex-officio dari Kementerian Keuangan yang merupakan pejabat setingkat
Eselon I Kementerian Keuangan.

Pelaksana kegiatan operasional terdiri atas:

1. Ketua Dewan Komisioner memimpin bidang Manajemen Strategis I;


2. Wakil Ketua Dewan Komisioner memimpin bidang Manajemen Strategis II;
3. Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan memimpin bidang Pengawasan Sektor
Perbankan;

5
4. Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal memimpin bidang Pengawasan Sektor Pasar
Modal;
5. Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Dana Pensiun, Lembaga Pembiayaan, dan
Lembaga Jasa Keuangan Lainnya memimpin bidang Pengawasan Sektor IKNB;
6. Ketua Dewan Audit memimpin bidang Audit Internal dan Manajemen Risiko; dan
7. Anggota Dewan Komisioner Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen memimpin
bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen.

Keterangan:

 ADK (Anggota Dewan Komisioner)


 SCOM (Strategic Committee)
 DKSK (Deputi Komisioner Stabilitas Sistem keuangan)
 DSVL (Departemen Surveilance)
 GKKT (Grup Kebijakan Sektor Jasa Keuangan Terintegrasi)
 GDST (Grup Pengelolaan Data dan Statistik Terintegrasi)
 DKPS (Deputi Komisioner Penyidikan, Organisasi dan SDM)

6
 DOSM (Departemen Organisasi dan SDM)
 DPJK (Departemen Penyidikan Sektor Jasa Keuangan)
 DKMS (Deputi Komisioner Hubungan Masyarakat dan Manajemen Strategis)
 DSHM (Departemen Sekretariat Dewan Komisioner dan Hubungan Masyarakat)
 DMSP (Departemen Manajemen Strategis dan Perubahan)
 DLOG (Departemen Logistik)
 DKIR (Deputi Komisioner Internasional dan Riset)
 DINT (Departemen Internasional)
 DRJK (Departemen Riset SJK)
 GPUT (Grup Penanganan APU PPT)
 DKIK (Deputi Komisioner Sistem Informasi dan Keuangan)
 DPSI (Departemen Pengelolaan Sistem Informasi)
 DKEU (Departemen Keuangan)
 GPSI (Grup Pengembangan Aplikasi Sistem Informasi)
 DKHK (Deputi Komisioner Hukum)
 DHUK (Departemen Hukum)
 GPHK (grup Penelitian dan Pengembangan Hukum Sektor Jasa keuangan)
 DKOI (Deputi Komisioner OJK Institure dan Keuangan Digital)
 OJKI (OJK Institute)
 GIKD (Grup Inovasi Keuangan Digital)
 DKAI (Deputi Komisioner Audit Internal dan Manajemen Risiko)
 DPAI (Departemen Audit Internal)
 DRPK (Departemen Manajemen Risiko dan Pengendalian Kualitas
 GPAF (Grup Penanganan Anti Fraud)
 DKEP (Deputi Komisioner Edukasi dan Perlindungan Konsumen)
 DPLK (Departemen Perlindungan Konsumen)
 DLIK (Departemen Literasi dan Inklusi Keuangan)
 DKBI (Deputi Komisioner Pengawas Perbankan I)
 DKB2 (Deputi Komisioner Pengawas Perbankan II)
 DKB3 (Deputi Komisioner Pengawas Perbankan III)
 DKB4 (Deputi Komisioner Pengawas Perbankan IV)
 DPNP (Departemen Penelitian dan Pengaturan Perbankan)
 DPIP (Departemen Perizinan dan Informasi Perbankan
 DPPS (Direktorat Pengaturan dan Perizinan Perbankan Syariah)
 DPKP (Departemen Pengendalian Kualitas Pengawasan Perbankan
 DPMK (Departemen Pengembangan Pengawasan dan Manajemen Krisis)
 DKIP (Departemen Pemeriksaan Khusus dan Investigasi Perbankan)
 DPB1 (Departemen Pengawasan Bank 1)
 DPB2 (Departemen Pengawasan Bank 2)
 DPB3 (Departemen Pengawasan Bank 3)
 DPBS (Departemen Bank Syariah)
 KR (Kantor OJK Regional)
 DKMI (Deputi Komisioner Pengawas PM I)
 DKM2 (Deputi Komisioner Pengawas PM II)
7
 DPM1 (Departemen Pengawasan PM 1A)
 DPM2 (Departemen Pengawasan PM 1B)
 DPM3 (Departemen Pengawasan PM 2A)
 DPM4 (Departemen Pengawasan PM 2B)
 DKII (Deputi Komisioner Pengawas IKNB I)
 DKI2 (Deputi Komisioner Pengawas IKNB II)
 DPI1 (Departemen Pengawasan IKNB 1A)
 DPI2 (Departemen Pengawasan IKNB 1B)
 DPI3 (Departemen Pengawasan IKNB 2A)
 DPI4 (Departemen Pengawasan IKNB 2B)

B. OTORITAS MONETER DI INDONESIA

1. Pengertian Otoritas Moneter


Otoritas moneter adalah suatu entitas yang memiliki wewenang untuk mengendalikan
jumlah uang yang beredar pada suatu negara dan memiliki hak untuk menetapkan suku bunga
dan parameter lainnya yang menentukan biaya dan persediaan uang.
Menurut UU Nomor 23 Tahun 1999 tentang Bank Indonesia mempunyai tujuan agar
otoritas moneter dan menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter yang efektif dan efesien
melalui sistem keuangan yang sehat, transparan, terpercaya dan dapat dipertanggungjawabkan
yang didukung oleh sistem pembayaran yang lancar, cepat, tepat dan aman, serta pengaturan
dan pengawasan bank yang memenuhi prisnsip kehati-hatian.
Undang –undang tentang bank sentral yang baru ini pada dasarnya memberikan
kewenangan yang besar kepada Bank Indonesia untuk merumuskan dan melaksanakan
kebijakan moneter di Indonesia. Dengan kata lain, Bank Indonesia ditempatkan sebagai otoritas
moneter di Indonesia, sedangkan Dewan Moneter ditiadakan. Meskipun otoritas moneter tidak
terletak lagi pada pemerintah, pemerintah tetap mempunyai akses tertentu dalam mempengaruhi
kebijakan moneter. Namun, pada akhirnya lahirlah UU No. 3 Tahun 2004. Undang –undang
yang baru inibukan menggantikan undang –undang sebelumnya, tetapi merevisi beberapa pasal
serta menambah beberapa pasal baru.
2. Status dan Modal Bank Indonesia
Bank Indonesia adalah Bank Sentral Republik Indonesia yang merupakan lembaga
negara independen dalam melaksanakan tugas dan wewenangnya, bebas dari campur tangan
pemerintah dan/pihak lain, kecuali untuk hal –hal yang secara tegas diatur dalam undang –
undang .Modal Bank Indonesia ditetapkan berjumlah sekurang –kurangnya
Rp2.000.000.000,00 dan harus ditambah sehingga menjadi paling banyak 10% dari seluruh
kewajiban moneter, yang dananya berasal dari cadangan umumatau hasil dari revaluasi aset
3. Tujuan dan Tugas
Tujuan Bank Indonesia adalah mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah. Dan
untuk mencapai tujuan tersebut BI melaksanakan kebijakan moneter secara berkelanjutan,
konsisten, transparan, dan harus mempertimbangkan kebijakan umum pemerintah di bidang
perekonomian.
Tugas Bank Indonesia yaitu :
a.Menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter
b.Mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran
c.Mengatur dan mengawasi bank

8
Disamping tugas –tugas tersebut, Bank Indonesia juga mempunyai tanggung jawab dan
kegiatan lain dalam kaitannya dengan pemerintah, hubungan internasional, akuntabilitas dan
anggaran.
a.Tugas Menetapkan dan Melaksanakan Kebijakan Moneter

Wewenang Bank Indonesia dalam rangka menetapkan dan melaksanakan kebijakan


moneter :
1) Menetapkan sasaran –sasaran moneter dengan memperhatikan sasaran laju
inflasi
2) Melakukan pengendalian moneter
3) Memberikan kredit
4) Melaksanakan kebijakan nilai tukar berdasarkan sistem nilai tukar yang telah
ditetapkan
5) Mengelola cadangan devisa
6) Menyelenggarakan survey secara berkala atau sewaktu –waktu yang dapat
bersifat makro atau mikro untuk mendukung pelaksanaan tugasnya.
b.Tugas Mengatur dan Menjaga Kelancaran Sistem Pembayaran
Wewenang Bank Indonesia dalam rangka mengatur dan menjaga kelancaran sistem
pembayaran :
1) Melaksanakan dan memberikan persetujuan dan izin atas penyelenggaraan jasa sistem
pembayaran
2) Mewajibkan penyelenggara jasa sistem pembayaran untuk menyampaikan laporan
tentang kegiatannya
3) Menetapkan penggunaan alat pembayaran
4) Mengatur sistem kliring antarbank dalam mata uang rupiah dan atau valuta asing
5) Menyelenggarakan penyelesaian akhir transaksipembayaran antarbank dalam mata uang
rupiah dan atau valuta asing
6) Menetapkan macam, harga, ciri uang yang akan dikeluarkan, bahan yang digunakan,
dan tanggal mulai berlakunya sebagai alat pembayaran yang sah
7) Sebagai satu –satunya lembaga yang mengeluarkan danmengedarkan uang rupiah, serta
mencabut, menarik dan memusnahkan uang yang dimaksud dari peredaran.

c.Tugas Mengatur dan Mengawasi Bank

Dalam rangka melaksanakan tugas mengatur dan mengawasi bank, Bank Indonesia :
1) Menetapkan peraturan perbankan termasuk ketentuan –ketentuan perbankan yang
memuat prinsip –prinsip kehati –hatian.
2) Memberikan dan mencabut izin atas kelembagaan dan kegiatan usaha tertentu dari bank.
3) Melaksanakan pengawasan bank secara langsung dan tidak langsung.
4) Mengatur dan mengembangkan sistem informasi antarbank. Sistem informasi dapat
dilakukan sendiri oleh Bank Indonesia dan atau oleh pihak lain dengan persetujuan
Bank Indonesia.
5) Mengenakan sanksi terhadap bank sesuai dengan ketentuan perundang –undangan.

9
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) adalah lembaga yang independen yang mempunyai
fungsi, tugas, dan wewenang pengaturan, pengawasan, pemeriksaan, dan penyidikan. OJK
dibentuk berdasarkan UU Nomor 21 Tahun 2011 yang berfungsi menyelenggarakan sistem
pengaturan dan pengawasan yang terintegrasi terhadap keseluruhan kegiatan di dalam sektor
jasa keuangan.OJK didirikan untuk menggantikan peran Bapepam-LK dalam pengaturan dan
pengawasan pasar modal dan lembaga keuangan, serta menggantikan peran Bank Indonesia
dalam pengaturan dan pengawasan bank, serta untuk melindungi konsumen industri jasa
keuangan.

Otoritas moneter adalah suatu entitas yang memiliki wewenang untuk mengendalikan
jumlah uang yang beredar pada suatu negara dan memiliki hak untuk menetapkan suku bunga
dan parameter lainnya yang menentukan biaya dan persediaan uang.

3.2 Saran
Penulis mengharapkan agar para pelajar senantiasa selalu aktif melihat situasi dan
kondisi perekonomian yang ada, serta selalu berusaha untuk mencari solusi dengan harapan
solusi-solusi itu dapat digunakan sebagai usulan bagi pemerintah.

10
DAFTAR PUSTAKA

Budisantoso, totok. 2013. Bank dan lembaga keuangan lain. Jakarta. Salemba empat

http://staffnew.uny.ac.id/upload/132206569/pendidikan/OTORITAS+MONETER.pdf

Modul Sejarah Bank Indonesia

11
12