Anda di halaman 1dari 8

Syifa’ MEDIKA, Vol.10 (No.

1), September 2019

PENGARUH SENAM DISMENORE TERHADAP PENURUNAN


NYERI MENSTRUASI PADA MAHASISWI ASRAMA
STIKes MUHAMMADIYAH PALEMBANG

Ida Nurjanah1 , Yuniza2 , Miranti Florencia Is wari2


1Program Studi Ilmu Keperawatan STIKes M uhammadiyah Palembang
2Departemen M aternitas Program Studi Ilmu Keperawatan STIKes M uhammadiyah Palembang

Submitted: July 2019 |Accepted: August 2019 |Published: September 2019

ABSTRAK
Dis menore adalah rasa sakit pada bagian bawah perut ketika mengalami siklus menstruasi. Nyeri b iasanya
berlangsung sebelum, selama, bahkan hingga berakhirnya siklus menstruasi. Dis menore sering kali disertai
dengan gejala mual, muntah, diare, migren, dan pusing. Salah satu akibat dismenore adalah bisa membuat
daya ingat menjadi menurun, penurunan motivasi kuliah, tidak mampu mempresentasikan mata kuliah dengan
maksimal, terkadang ada juga yang terpaksa meninggalkan perkuliahan karena sudah tidak tahan lagi dengan
nyeri menstruasi yang dirasakan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh senam dismenore
terhadap penurunan nyeri menstruasi pada mahasiswi Asrama STIKes Muhammadiyah Palembang. Penelitian
ini merupakan penelit ian pre-experiment menggunakan rancangan one group pretest-posttest dengan
pendekatan kuantitatif. Responden diminta melaku kan senam dis menore. Instru men yang digunakan dalam
penelitian yaitu Numeric Rating Scale (NRS). Teknik samp ling adalah purposive sampling pada mahasiswi
Asrama STIKes Muhammadiyah Palembang yang berjumlah 34 responden. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa med ian skala nyeri menstruasi sebelum senam 5,00 dan setelah senam 0,00 dengan nilai p-value =
0,00. Hal ini menunjukkan ada penurunan skala nyeri menstruasi antara sebelum dan sesudah dilakukan
senam dismenore. Senam dismenore mempunyai pengaruh terhadap penurunan nyeri menstruasi pada
mahasisiwi asrama STIKes Muhammad iyah Palembang.

Kata Kunci: dis menore, penurunan nyeri menstruasi, senam dis menore

ABSTRACT
Dysmenorrhea is lower abdominal pain during menstruation cycle. The pain usually occurs prior to, during
and at the end of menstruation cycle. Dysmenorrhea mostly followed by nausea, vomiting, diarrhea, migraine
and dizziness. Effects of dysmenorrhea are loss concentration, lack of motivation to study, will not be able to
deliver any presentations maximally, and even leave their class due to severe menstrual pain. The aim of this
study was to know the influence of dysmenorrhea exercise on lowering menstrual pain on female students of
STIKes Muhammadiyah Palembang Dormitory. This study was pre-experiment using one group pretest
posttest design through quantitative approach. Respondents were asked to do dysmenorrhea exercise.
Measurement tool for this study was Numeric Rating Scale (NRS). Sampling technique for this study was
purposive sampling on female students of STIKes Muhammadiyah Palembang Dormitory and total numbers
of samples were 34 respondents. The results from this study showed that median scale of pretest was 5.00 and
median scale for posttest was 0.00 with p-value = 0.00 this shows there is a decrease in the scale of menstrual
pain between before and after exercise dysmenorrhea. Dysmenorrhea exercise has the effect on lowering
dysmenorrhea on female students of STIKes Muhammadiyah Palembang Dormitory.

Keywords: dysmenorrhea, lowering menstrual pain, dysmenorrhea exercise

Korespondensi: idanurjanah366@g mail.co m

55
Syifa’ MEDIKA, Vol.10 (No. 1), September 2019

Pendahuluan dalam keadaan nyeri menstruasi. Semua


Dismenore hampir dialami seluruh hal itu yang sangat mengganggu dan
perempuan. Di dunia, angka kejadian membuat badan terasa menjadi tidak
sangat besar, 50% lebih dari rata-rata nyaman, sampai bisa menurunkan
perempuan di setiap negara mengalami produktivitas kerja.2
dismenore. Menurut data dari WHO Penyebab dismenore ini berbeda-
(2010) didapatkan angka kejadian beda, dapat dikarenakan penyakit (radang
sebesar 1.769.425 jiwa (90%) wanita panggul), endometriosis, tumor atau
yang mengalami dismenore dengan kelainan uterus, stres atau cemas yang
persentase 10-15% yang mengalami berlebihan, bisa juga dikarenakan
dismenore berat. Angka kejadian ketidakseimbangan hormonal dan tidak
dismenore di Indonesia sebesar 107.673 terdapat adanya hubungan dengan organ
jiwa (64,25%), dengan 59.671 jiwa reproduksi. Faktor- faktor yang dapat
(54,89%) yang mengalami dismenore menyebabkan dismenore primer yaitu
primer dan 9.496 jiwa (9,36%) yang faktor kejiwaan yang secara emosional
mengalami dismenore sekunder. Masalah tidak stabil yang terjadi pada saat gadis
dismenore mengganggu wanita sebesar remaja, apabila tidak mendapatkan
50% wanita pada masa reproduksi dan penerangan yang baik tentang proses
sekitar 60-85% pada saat usia remaja, menstruasi,3 dan berkaitan juga dengan
yang dapat mengakibatkan banyaknya peningkatan hormon yaitu hormon
absensi pada saat di sekolah maupun di prostaglandin yang dapat meningkatkan
kantor.1 kontraksi miometrium dan dapat
Berbagai penyebab dismenore mempersempit pembuluh darah, sehingga
adalah bisa membuatdaya ingatmenurun, dapat mengakibatkan kontraksi otot-otot
tidak adanya motivasi untuk kuliah, tidak rahim.4
mampu mempresentasikan tugas dengan Dismenore sekunder dapat timbul
maksimal, terkadang ada juga yang akibat kelainan kongenital atau kelainan
terpaksa meninggalkan perkuliahan organik di pelvis yang terjadi pada saat
karena sudah tidak tahan lagi dengan masa remaja. Rasa nyeri timbul
nyeri menstruasi yang dirasakan. Terlebih disebabkan karena adanya kelainan pada
pada saat orang yang sedang bekerja pelvis yaitu endometriosis, mioma uteri
56
Syifa’ MEDIKA, Vol.10 (No. 1), September 2019

(tumor jinak kandungan), stenosis saat melakukan senam dismenore


serviks, dan malposisi uterus.3 mengalami peningkatan volume darah
Dismenore dapat diatasi dengan yang mengalir ke seluruh tubuh, termasuk
berbagai cara yaitu dengan cara pada organ reproduksi sehingga
farmakologi dan non farmakologi. Secara memperlancar pasokan oksigen ke
non farmakologi dapat dilakukan dengan pembuluh darah, terjadi vasokontriksi
kompres hangat, mandi air hangat, yoga, otak dan susunan syaraf pada tulang
distraksi, pijatan, tidur/istirahat dan belakang yang dapat berfungsi sebagai
olahraga atau senam. Olahraga atau obat penenang alami yang diproduksi
senam dilakukan ketika pagi atau sore oleh otak yang dapat menimbulkan rasa
hari, sebaiknya dilakukan 3-5 kali nyaman dan meningkatkan kadar β-
seminggu selama 30 menit.5 endorphin dalam tubuh untuk mengurangi
Senam dismenore adalah senam rasa nyeri.8
yang membantu peregangan seputar otot Berdasarkan observasi, mahasiswi
perut, panggul dan pinggang. Selain itu, yang tinggal di asrama belum mengobati
senam dismenore dapat memberikan nyeri yang dirasakan saat menstruasi.
perasaan nyaman yang berangsur-angsur Sebagian besar mahasiswi berusaha
dan dapat mengurangi nyeri jika menghilangkan nyeri hanya dengan
dilakukan secara teratur.6 Adapun tujuan istirahat/tidur dan memberikan minyak
dilakukan senam dismenore yaitu: angin di bagian perut yang sakit. Tujuan
membantu mengurangi rasa nyeri pada penelitian ini adalah untuk mengetahui
remaja yang sedang mengalami pengaruh senam dismenore terhadap
dismenore dan mencegah dismenore, penurunan nyeri menstruasi pada
alternatif terapi dalam mengatasi mahasiswi asrama STIKes
dismenore dan intervensi yang nantinya Muhammadiyah Palembang.
dapat diterapkan pada pelayanan asuhan
keperawatan bagi yang mengalami Metode Penelitian
masalah dismenore yang sering dialami Penelitian ini dilakukan pada bulan
remaja.7 April-Mei 2019, penelitian ini merupakan
Senam dismenore dapat penelitian pre-experiment menggunakan
mengurangi nyeri menstruasi karena pada rancangan one group pretest-posttest
57
Syifa’ MEDIKA, Vol.10 (No. 1), September 2019

dengan pendekatan kuantitatif. senam. Populasi penelitian adalah seluruh


Pengukuran skala nyeri sebelum dan mahasiswi tingkat I dan tingkat II yang
sesudah dilakukan intervensi senam tinggal di asrama STIKes
dismenore dengan menggunakan Numeric Muhammadiyah Palembang. Sampel
Rating Scale (NRS). penelitian sebanyak 34 responden
Pengukuran nyeri pada subjek mahasiswi yang mengalami dismenore
penelitian dilakukan sebanyak dua kali, sesuai dengan kriteria inklusi.
yaitu pada saat sebelum dan sesudah

Gambar 1. Gerakan senam dismenore (koleksi pribadi)

Hasil Penelitian
Penelitian ini dilakukan dengan Instrumen yang digunakan dalam
responden sebanyak 34 mahasiswi tingkat I penelitian ini yaitu Numeric Rating Scale
dan II di asrama STIKes Muhammadiyah (NRS) digunakan sebelum dan sesudah
Palembang yang telah memenuhi kriteria dilakukan senam dismenore.
inklusi.

58
Syifa’ MEDIKA, Vol.10 (No. 1), September 2019

Tabel 1. Karakteristik responden (N=34) Berdasarkan tabel 1, dapat dilihat


Variabel Umur Frekuensi Persentase bahwa responden yang banyak mengalami
(N) (%) nyeri menstruasi yaitu remaja akhir (18-21
Remaja Pertengahan 6 17,6% tahun) dengan jumlah 28 responden
(15-17)
Remaja Akhir (82,4%).
28 82,4%
(18-21)
Total 34 100%

Tabel 2. Skor Numeric Rating Scale Sebelum dan Sesudah Senam Dismenore (N=34)
95%CI
Variabel Median Min Max pValue
Lower Uppe r
Sebelum Senam Dismenore 5,00 2 9 4,27 5,56
0,00
Sesudah Senam Dismenore 0,00 0 4 0,39 1,08

Berdasarkan tabel 2 distribusi atau menstruasi tanpa pelepasan sel telur


frekuensi sebelum senam dismenore skala yang disebabkan oleh kurangnya respons
nyeri menstruasi nilai median 5,00 dengan umpan balik dari hipotalamus terhadap
nilai minimum 2 dan maksimum 9. Hasil estrogen dan ovarium. Paparan yang terus-
estimasi interval dengan tingkat kepercayaan menerus dari estrogen ke ovarium dan
95% skala nyeri menstruasi lower 4,27 dan peluruhan endometrium yang berproliferasi
upper 5,56. Sedangkan nilai median sesudah mengakibatkan pola menstruasi menjadi
senam dismenore 0,00 dengan skala nyeri tidak teratur dan sering mengalami rasa
menstruasi minimum 0 dan maksimum 4. nyeri saat menstruasi.9
Dan hasil estimasi interval dengan tingkat Berdasarkan penelitian sebelumnya,
kepercayaan 95% skala nyeri menstruasi distribusi frekuensi umur responden pada
lower 0,39 dan upper 1,08. Dengan nilai mahasiswi sebagian besar responden yang
median sebelum dan sesudah senam mengalami dismenore yaitu pada masa
dismenore mengalami penurunan yang remaja akhir karena keadaan fisik dan
ditandai dengan nilai p-value = 0,00. psikis seperti stres dan peningkatan hormon
prostaglandin dan progesteron.10
Pembahasan Pada masa remaja akhir terjadi
Pada masa awal menstruasi sering optimalisasi fungsi pada saraf rahim
terjadi siklus menstruasi yang anovulatoir sehingga sekresi pada prostaglandin

59
Syifa’ MEDIKA, Vol.10 (No. 1), September 2019

meningkat, sehingga menimbulkan rasa berbagai macam hormon yaitu hormon


sakit. Berdasarkan teori, dismenore adrenalin, hormon estrogen, hormon
merupakan kontraksi pada otot rahim akibat progesteron dan hormon prostaglandin yang
peningkatan hormon prostaglandin sehingga berlebihan. Hormon estrogen dapat
menyebabkan vasospasme dari arteriol menyebabkan peningkatan kontraksi pada
uterin yang dapat merangsang rasa nyeri uterus secara berlebihan, sedangkan pada
pada saat menstruasi disebabkan terjadinya hormon progesteron bersifat menghambat
iskemia dan kram pada abdomen bagian kontraksi. Peningkatan kontraksi secara
bawah.11 berlebihan dapat menyebabkan rasa nyeri.
Berdasarkan hasil penelitian kelompok Selain itu hormon adrenalin juga meningkat
responden yang mengalami derajat nyeri sehingga dapat menyebabkan otot tubuh
berat akibat rangsang nyeri tergantung menjadi tegang termasuk otot rahim yang
pada latar belakang pendidikan responden dapat menjadikan nyeri ketika menstruasi.13
yang sangat beragam. Faktor pendidikan Dismenore atau nyeri menstruasi
dan faktor psikis dapat sangat berpengaruh adalah suatu keluhan ginekologi yang
terhadap nyeri menstruasi dengan derajat sering ditemukan pada perempuan muda
nyeri berat.10 yang datang ke klinik atau dokter.2
Nyeri dapat diperberat oleh keadaan Dismenore adalah ketegangan yang terjadi
psikis responden yang dapat disebabkan pada bagian bawah perut dan sering kali
oleh faktor internal (dalam) dan eksternal disertai dengan gejala- gejala seperti mual,
(luar). Faktor internal dikarenakan muntah, diare, sakit kepala sebelah (migren)
ketidakseimbangan hormon bawaan lahir. dan pusing.15
Sedangkan pada faktor eksternal seperti Senam dismenore merupakan salah
asupan gizi yang dikonsumsi pada makanan satu dari olahraga yang merupakan
serta status gizi yang kurang baik.12 rangkaian gerakan secara dinamis yang
Nyeri meningkat disebabkan karena dilakukan untuk mengurangi keluhan rasa
adanya stres pada perubahan fisik dan nyeri saat menstruasi. Gerakan yang terdiri
psikis. Faktor stres yang berlebihan dapat dari gerakan pemanasan, gerakan inti,
menurunkan ketahanan sehingga gerakan pendinginan, dan dapat dikerjakan
mengakibatkan rasa nyeri. Di sisi lain ketika secara mandiri, berkelompok atau dengan
mengalami stres, tubuh akan memproduksi bantuan dengan instruktur. Tujuan senam

60
Syifa’ MEDIKA, Vol.10 (No. 1), September 2019

dismenore, untuk membantu mengurangi nyeri menstruasi seperti faktor-faktor yang


keluhan nyeri pada saat menstruasi dan mempengaruhi menstruasi yaitu status gizi,
membantu remaja putri untuk rileks alergi, usia menarche, lamanya menstruasi,
dalam menurunkan nyeri menstruasi.14 riwayat keturunan, Indeks Masa Tubuh
Senam dismenore dapat menurunkan (IMT), dan dapat menentukan nyeri
nyeri menstruasi yang fokusnya membantu menstruasi yang dialami pada hari keberapa
peregangan seputar otot perut, panggul dan sehingga hasil yang didapat menjadi
pinggang. Senam dismenore juga dapat homogen.
memberikan sensasi rileks yang berangsur-
angsur sehingga dapat mengurangi nyeri Daftar Pustaka
menstruasi karena menghasilkan hormon 1. Sari W, Indrawati L dan Harjanto BD.
2010. Panduan Lengkap Kesehatan
endorfin. Hormon endorfin yang Wanita. Jakarta: Penebar Swadaya
disekresikan ini berhubungan dengan teori Grup.
2. Anurogo D dan Wulandari A. 2011.
“gate control” dari yang mengatakan bahwa Cara Jitu Mengatasi Nyeri Haid.
impuls nyeri dihantarkan saat sebuah Yogjakarta: Andi
3. Afroh F, Judha M dan Sudarti. 2012.
pertahanan dibuka dan impuls dihambat saat Teori Pengukuran Nyeri dan Nyeri
sebuah pertahanan ditutup. Salah satu cara Persalinan. Yogyakarta: Nuha Medika
4. Dewi SN. 2012. Biologi Reproduksi.
menutup mekanisme pertahanan ini adalah
Yogyakarta: Pustaka Rihama.
dengan merangsang sekresi endorfin 5. Martchelina I. 2011. Pengaruh Senam
Dismenore terhadap Penurunan
(penghilang nyeri alami) yang akan Tingkat Nyeri Saat Menstruasi pada
menghambat pelepasan impuls nyeri Remaja Putri usia 12-17 tahun SMP
131 di Cipedak Kecamatan Jagakarsa.
menstruasi.16
Jakarta: Universitas Pembangunan
Nasional Veteran.
6. Badriah & Diati. 2010. Be Smart Girl:
Simpulan dan Saran
Petunjuk Islam Kesehatan Reproduksi
Senam dismenore mempunyai Bagi Remaja. Jakarta: Gema Insani.
7. Istiqomah PA. 2010. Efektifitas Senam
pengaruh terhadap penurunan nyeri
Dismenore dalam Mengurangi
menstruasi pada mahasisiwi asrama STIKes Dismenore pada Remaja Putri di
SMUN Semarang. (Online) 27 April
Muhammadiyah Palembang. Diharapkan
2010 di http://eprints.undip.ac.id/9253/
penelitian selanjutnya dapat meneliti 8. Hidayat AAA. 2006. Pengantar
variabel yang berbeda dan menambahkan Kebutuhan Dasar Manusia, Alikasi
Konsep dan Proses Keperawatan I.
beberapa variabel terkait dengan terjadinya Jakarta : Salemba Medika

61
Syifa’ MEDIKA, Vol.10 (No. 1), September 2019

9. Widjanarko B. 2006. Dismenore: Muhammadiyah Krian Sidoarjo Jawa


Tinjauan Terapi pada Dismenore Timur. [Skripsi]. Yogyakarta:
Primer. Majalah Kedokteran Damianus. Universitas Gadjah Mada.
5(1). 13. Handrawan H. 2017. Ilmu Kandungan.
10. Sulistyoningrum I, Nurimanah ND, Jakarta: Yayasan Bina Pustaka.
Sukmawati E. 2018. Pengaruh Senam 14. Abbaspour Z, Rostami M, Najjar Sh.
Dismenore Terhadap Derajat Nyeri 2006. The effect of exercise on
Haid pada Mahasiswi STIKES primary dysmenorrheae. Jurnal Res
Paguwarmas Maos Cilacap Tahun 2018. Health Sci. 6(1): 26-31.
Jurnal Kebidanan Indonesia. 9(2): 53- 15. Laila NN. 2011. Buku Pintar
61. Menstruasi plus Solusi Mengatasi
11. David RD. 2014. Apa Yang Ingin Segala Keluhannya. Jogjakarta: Buku
Diketahui Remaja Tentang Seks. biru.
Jakarta: Bumi Aksara. 16. Salika NS. 2010. Serba-Serbi
12. Yustianingsih A. 2004. Hubungan Kesehatan Perempuan: Apa yang perlu
Aktivitas Olahraga Terhadap Kamu Tahu Tentang Tubuhmu. Jakarta:
Dismenorea Pada Siswi SMK Pemuda Bukune

62