Anda di halaman 1dari 11

Lex Privatum, Vol.I/No.

3/Juli/2013

PERLINDUNGAN HUKUM ATAS MEREK dan jasa. Pertama Pendaftaran merek


DALAM PERDAGANGAN BARANG DAN merupakan alat bukti yang sah atas merek
JASA1 terdaftar. Pendaftaran merek juga berguna
Oleh : Jisia Mamahit2 sebagai dasar penolakan terhadap merek
yang sama keseluruhannya atau sama pada
ABSTRAK pokoknya yang dimohonkan oleh orang lain
Dalam dunia perdagangan, merek sebagai untuk barang atau jasa sejenis. Hak atas
salah satu bentuk HKI telah digunakan merek merupakan hak khusus yang
ratusan tahun yang lalu dan mempunyai diberikan oleh negara kepada pemilik
peranan yang penting karena merek merek terdaftar. Oleh karena itu, pihak lain
digunakan untuk membedakan asal usul tidak dapat menggunakan merek terdaftar
mengenai produk barang dan jasa. Sebuah tanpa seizin pemiliknya. Apabila merek
merek dapat menjadi kekayaan yang sangat yang telah didaftarkan tidak dipergunakan
berharga secara komersial dan seringkali sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan
merek-lah yang membuat harga suatu dalam undang-undang, akan
produk menjadi mahal bahkan lebih mengakibatkan pendaftaran merek yang
bernilai dibandingkan dengan perusahaan bersangkutan dihapuskan. Kedua Merek
tersebut. Di Indonesia sendiri dengan telah sebagai aset perusahaan akan dapat
mengubah dan menambah Undang-Undang menghasilkan keuntungan besar bila
Merek sedemikian rupa sejak Undang- didayagunakan dengan memperhatikan
Undang Nomor 21 Tahun 1961 kemudian aspek bisnis dan pengelolaan manajemen
diubah dengan Undang-Undang Nomor 12 yang baik. Dengan semakin pentingnya
Tahun 1992, dan kemudian diubah lagi peranan merek ini maka terhadap merek
dengan Undang-Undang Nomor 15 Tahun perlu diletakkan perlindungan hukum yakni
2001, membuktikan bahwa peranan merek sebagai obyek yang terhadapnya terkait
sangat penting. Dibutuhkan adanya hak-hak perseorangan atau badan hukum.
pengaturan yang lebih luwes seiring dengan Undang-Undang No. 15 Tahun 2001
perkembangan dunia usaha yang pesat. bertujuan untuk lebih memberikan
Penelitian ini bertujuan untuk memberikan perlindungan hukum bagi pemegang hak
perlindungan hukum atas merek dalam atas merek dagang. Dari penelitian ini
perdagangan barang dan jasa. Metode dapat disimpulkan bahwa untuk menjamin
yang digunakan dalam penelitian ini adalah perlindungan hukum atas merek dalam
metode pendekatan yuridis normatif proses perdagangan barang dan jasa, maka
(penelitian doctrinal), penelitian ini para pemilik merek diharapkan dapat
didasarkan pada peraturan perundang- mendaftarkan mereknya guna
undangan khususnya yang berhubungan mendapatkan kepastian hukum.
dengan merek yaitu UU No 15 Tahun 2001, Kata Kunci: Merek, Barang dan Jasa
dan peraturan perundang-undangan yang
berkenaan dengan merek. Hasil penelitian PENDAHULUAN
menunjukkan bagaimana prosedur A. Latar Belakang Penelitian
pendaftaran, pengalihan dan penghapusan Dalam dunia perdagangan, merek
perlindungan atas merek di Indonesia serta sebagai salah satu bentuk HKI telah
bagaimana perlindungan hukum atas digunakan ratusan tahun yang lalu dan
merek dalam proses perdagangan barang mempunyai peranan yang penting karena
merek digunakan untuk membedakan asal
1 usul mengenai produk barang dan jasa.
Artikel Skripsi
2
NIM 090711549
Merek juga digunakan dalam dunia

90
Lex Privatum, Vol.I/No.3/Juli/2013

periklanan dan pemasaran karena public Terjadinya pemalsuan merek,


sering mengaitkan suatu image, kualitas perdagangan tentunya tidak akan
dan reputasi barang dan jasa dengan merek berkembang dengan baik dan akan semakin
tertentu. Sebuah merek dapat menjadi memperburuk citra Indonesia sebagai
kekayaan yang sangat berharga secara pelanggar HKI. Oleh karena itu,
komersial dan seringkali merek-lah yang permasalahan tentang perlindungan hukum
membuat harga suatu produk menjadi atas merek menjadi menarik untuk dibahas,
mahal bahkan lebih bernilai dibandingkan mengingat dunia akan terus berkembang,
dengan perusahaan tersebut. dan didalamnya merek mempunyai peran
Di Indonesia sendiri dengan telah yang cukup diperhitungkan khususnya
mengubah dan menambah Undang-Undang dalam proses perdagangan barang dan jasa
Merek sedemikian rupa sejak Undang- di era global.
Undang Nomor 21 Tahun 1961 kemudian
diubah dengan Undang-Undang Nomor 12 B. PERUMUSAN MASALAH
Tahun 1992, dan kemudian diubah lagi 1. Bagaimana prosedur pendaftaran,
dengan Undang-Undang Nomor 15 Tahun pengalihan dan penghapusan
2001, membuktikan bahwa peranan merek perlindungan atas merek di Indonesia ?
sangat penting. Dibutuhkan adanya 2. Bagaimana perlindungan hukum atas
pengaturan yang lebih luwes seiring dengan merek dalam proses perdagangan
perkembangan dunia usaha yang pesat. barang dan jasa ?
Merek merupakan gengsi. Bagi kalangan
tertentu, gengsi seseorang terletak pada C. METODE PENELITIAN
barang yang dipakai atau jasa yang Oleh karena ruang lingkup penelitian ini
digunakan. Alasan yang sering kali diajukan adalah pada disiplin Ilmu Hukum, maka
adalah demi kualitas, bonafiditas, atau penelitian ini merupakan bagian dari
investasi. Terkadang merek menjadi gaya penelitian hukum kepustakaan yakni
hidup. Merek bisa membuat seseorang dengan “cara meneliti bahan pustaka” atau
menjadi percaya diri atau bahkan yang dinamakan penelitian hukum
3
menentukan kelas sosialnya. normatif.
Memakai barang-barang yang mereknya Secara terperinci, metode-metode dan
terkenal merupakan kebanggaan tersendiri teknik-teknik yang digunakan dalam
bagi konsumen, apalagi bila barang-barang penulisan ini ialah:
tersebut merupakan produk asli yang sulit 1. Metode Pengumpulan Data
didapat dan dijangkau oleh kebanyakan Untuk mengumpulkan data, maka
konsumen. Beragamnya merek produk penulis menggunakan Metode
yang ditawarkan oleh produsen kepada Penelitian Kepustakaan (Library
konsumen menjadikan konsumen Research), yakni suatu metode yang
dihadapkan oleh berbagai macam pilihan, digunakan dengan jalan mempelajari
bergantung kepada daya beli atau literatur-literatur yang berhubungan,
kemampuan konsumen. Masyarakat konvensi-konvensi internasional, serta
menengah kebawah yang tidak mau bahan-bahan tertulis lainnya yang
ketinggalan menggunakan barang-barang berhubungan dengan materi
merek terkenal membeli barang palsunya. pembahasan yang digunakan untuk
Walaupun barangnya palsu, imitasi dan mendukung pembahasan ini.
bermutu rendah, tidak menjadi masalah
asalkan dapat terbeli. 3
Soerjono Soekanto dan Sri Mamudji, Penelitian
Hukum Normatif, Rajawali, Jakarta, 1985. hal 14.

91
Lex Privatum, Vol.I/No.3/Juli/2013

2. Metode Pengolahan Data untuk barang atau jasa sejenis. Pendaftaran


Data yang terkumpul kemudian diolah merek sebagai dasar mencegah orang lain
dengan suatu teknik pengolahan data memakai merek yang sama pada pokoknya
secara deduksi dan induksi, sebagai atau secara keseluruhan dalam peredaran
berikut: barang atau jasa.
a. Secara Deduksi, yaitu pembahasan
yang bertitik tolak dari hal-hal yang Prosedur Pendaftaran Merek
bersifat umum, kemudian dibahas Pendaftaran merek bertujuan untuk
menjadi suau kesimpulan yang memperoleh kepastian hukum dan
bersifat khusus. perlindungan hukum terhadap hak atas
b. Secara Induksi, yaitu pembahasan merek. Pendaftaran merek dilakukan pada
yang bertitik tolak dari hal-hal yang Direktorat Jendral Hak Kekayaan Intelektual.
bersifat khusus, kemudian Direktorat Jendral HKI adalah instansi
dijabarkan kedalam suatu pendaftaran merek yang ditugaskan untuk
kesimpulan yang bersifat umum. mendafratarkan merek yang dimohonkan
Kedua metode penelitian dan teknik pendaftarannya oleh pemilik merek.
penulisan tersebut dipakai secara Pendaftaran merek dilakukan dengan
bergantian oleh penulis untuk mendukung memenuhi syarat-syarat sebagaimana telah
pembahasan penulisan ini. Selain itu, ditentukan oleh UU No. 15 Tahun 2001.
literature-literatur yang dipakai dalam Ada dua sistem yang dianut dalam
penulisan ini kemudian dianalisis dengan pendaftaran merek yaitu sistem deklaratif
menggunakan metode kualitatif, yang dan sistem konstitutif (atributif). Undang-
hasilnya disusun dalam bentuk karya Undang Merek Tahun 2001 dalam sistem
ilmiah. pendaftarannya menganut sistem
konstitutif, sama dengan UU sebelumnya
PEMBAHASAN yakni UU No. 19 Tahun 1992 dan UU No. 14
1. Prosedur Pendaftaran, Pengalihan dan Tahun 1997. Ini adalah perubahan yang
Penghapusan Perlindungan atas mendasar dalam UU Merek Indonesia.
Merek di Indonesia Pendaftaran merek dalam hal ini adalah
Merek mempunyai peran yang sangat untuk memberikan status bahwa pendaftar
penting dalam kehidupan ekonomi, dianggap sebagai pemakai pertama sampai
terutama dalam dunia perdagangan barang ada orang lain yang membuktikan
dan jasa untuk membedakan dengan sebaliknya. Hak atas merek tidak ada tanpa
produk lain yang sejenis dalam satu kelas. pendaftaran. Inilah yang lebih membawa
Kelas barang dan jasa adalah kelompok kepastian. Karena jika seseorang dapat
jenis barang dan jasa yang mempunyai membuktikan ia telah mendaftarkan suatu
sifat, cara pembuatan dan tujuan merek dan ia diberikan suatu Sertifikat
penggunaannya.4 Merek yang merupakan bukti daripada hak
Pendaftaran merek merupakan alat miliknya atas suatu merek, maka orang lain
bukti yang sah atas merek terdaftar. tidak dapat mempergunakannya dan orang
Pendaftaran merek juga berguna sebagai lain tidak berhak untuk memakai merek
dasar penolakan terhadap merek yang yang sama untuk barang-barang yang
sama keseluruhannya atau sama pada sejenis pula. Jadi sistem konstitutif ini
pokoknya yang dimohonkan oleh orang lain memberikan lebih banyak kepastian.
Mengacu pada pengertian merek dalam
4
http://yudicare.wordpress.com/2011/03/17/pentin Pasal 3 UU tentang Merek, jelas disebutkan
gnya-pendaftaran-haki-merek/ diunduh tanggal 1 merek merupakan hak eksklusif yang
Maret 2013.

92
Lex Privatum, Vol.I/No.3/Juli/2013

diberikan negara kepada pemilik merek d. warna-warna apabila merek yang


yang telah terdaftar. Jadi yang ditekankan dimohonkan pendaftarannya
disini adalah bahwa hak atas merek tercipta menggunakan unsur warna;
karena pendaftaran dan bukan karena e. nama negara dan tanggal
pemakaian pertama. Jelas disini dipakai permintaan merek yang pertama
sistem konstitutif. Dan hal ini menjamin kali dalam hal permohonan diajukan
lebih terwujudnya kepastian hukum. dengan hak prioritas.
Hanya orang yang didaftarkan sebagai (2) Permohonan ditandatangani pemohon
pemilik yang dapat memakai dan atau kuasanya.
memberikan orang lain hak untuk memakai (3) Pemohon sebagaimana dimaksud pada
(dengan sistem lisensi). Tetapi tidak ayat (2) dapat terdiri dari satu orang
mungkn orang lain memakainya. Dan jika atau beberapa orang secara bersama,
tidak didaftar, tidak ada perlindungan sama atau badan hukum.
sekali karena tidak ada hak atas merek.5 (4) Permohonan dilampiri dengan bukti
Selanjutnya Pasal 4 Undang-Undang pembayaran biaya.
Merek 2001 menyebutkan pula bahwa: (5) Dalam hal permohonan diajukan oleh
“Merek tidak dapat didaftar atas dasar lebih dari satu pemohon yang secara
permohonan yang diajukan oleh pemohon bersama-sama berhak atas merek
yang beritikad tidak baik”. 6 tersebut, semua nama pemohon
Dari ketentuan pasal tersebut diatas dicantumkan dengan memilih salah
dapat dinyatakan bahwa dalam Undang- satu alamat sebagai alamat mereka.
Undang Merek Tahun 2001, meskipun (6) Dalam hal permohonan sebagaimana
menganut sistem konstitutif, tetapi tetap dimaksud pada ayat (5), permohonan
asasnya melindungi pemilik yang beritikad tersebut ditandatangani oleh salah
baik. Hanya permintaan yang diajukan oleh satu dari pemohon yang berhak atas
pemilik merek yang beritikad baik saja yang merek tersebut dengan melampirkan
dapat diterima untuk didaftarkan. Dengan persetujuan tertulis dari para pemohon
demikian aspek perlindungan hukum tetap yang mewakilkan.
diberikan kepada mereka yang beritikad (7) Dalam permohonan sebagaimana
baik. dimaksud pada ayat (5) diajukan
Tentang tata cara pendaftaran merek di melalui kuasanya, surat kuasa untuk itu
Indonesia menurut UU Merek Tahun 2001 ditandatangani oleh semua pihak yang
diatur dalam Pasal 7 yang menentukan berhak atas merek tersebut.
bahwa: (8) Kuasa sebagaimana dimaksud pada
(1) Permohonan diajukan secara tertulis ayat (7) adalah Konsultan Hak
dalam bahasa Indonesia kepada Kekayaan Intelektual.
Direktorat Jenderal dengan (9) Ketentuan mengenai syarat-syarat
mencantumkan: untuk dapat diangkat sebagai
a. tanggal, bulan dan tahun; Konsultan Hak Kekayaan Intelektual
b. nama lengkap, kewarganegaraan, diatur dengan Peraturan Pemerintah,
dan alamat pemohon; sedangkan tata cara pengangkatanya
c. nama lengkap dan alamat kuasa diatur dengan Keputusan Presiden. 7
apabila permohonan diajukan
melalui kuasa; Pengalihan Hak Merek

5
Ibid, hal 367.
6 7
Lihat UU No. 15/2001 Pasal 4. Lihat UU No. 15/2001 Pasal 7.

93
Lex Privatum, Vol.I/No.3/Juli/2013

Hak atas merek merupakan hak khusus Orang yang berminat menggunakan
yang diberikan oleh negara kepada peilik merek milik orang lain yang terdaftar harus
merek terdaftar. Oeh karena itu, pihak lain terlebih dahulu mengadakan perjanjian
tidak dapat menggunakan merek terdaftar lisensi dan mendaftarkannya ke Direktorat
tanpa seizin pemiliknya. Pengalihan hak Merek. Undang-Undang No. 15 Tahun 2001
atas merek terdaftar merupakan suatu dalam Pasal 1 butir 13 menyatakan bahwa:
tindakan pemilik merek untuk mengalihkan “Lisensi adalah izin yang diberikan oleh
hak kepemilikannya kepada orang lain. pemilik merek terdaftar kepada pihak
Pasal 40 ayat (1) Undang-Undang No. 15 lain melalui suatu perjanjian
Tahun 2001 menyatakan hak atas merek berdasarkan pada pemberian hak (bukan
terdaftar dapat dialihkan karena: pengalihan hak) untuk menggunakan
a. Pewarisan; merek tersebut, baik untuk seluruh atau
b. Hibah; sebagian jenis barang dan/ atau jasa
c. Wasiat; yang didaftarkan dalam jangka waktu
d. Perjanjian, atau sebab-sebab lain yang dan syarat tertentu.”9
dibenarkan oleh peraturan perundang- Dari pengertian di atas, batasan lisensi
undangan yang tidak bertentangan merek adalah pemilik merek yang sudah
dengan Undang-Undang Merek. terdaftar pada Direktorat Merek.
Pengalihan hak atas merek terdaftar Penggunaan merek oleh lisensee dianggap
wajib dimohonkan pencatatannya pada sebagai penggunaan merek oleh lisensor,
Direktorat Jenderal Hak Kekayaan sehingga apabila lisensor tidak
Intelektual dengan disertai dokumen yang menggunakan sendiri mereknya, kekuatan
mendukung. Jika pencatatan tidak hukum pendaftarannya tidak akan
10
dilakukan, pengalihan hak atas merek tidak dihapus.
berakibat hukum kepada pihak ketiga. Hal Pemberian liensi terhadap penggunaan
ini sesuai dengan prinsip kekuatan berlaku merek yang dilisensikan bisa untuk
terhadap pihak ketiga pada umumnya sebagian atau keseluruhan jenis barang dan
karena pencatatan dalam suatu daftar jasa, dan jangka waktu berlakunya lisensi
umum (registrasi). 8 tidak diperbolehkan lebih lama dari jangka
Pasal 41 Undang-Undang No. 15 Tahun waktu berlakunya pendaftaran merek yang
2001 mengemukakan bahwa pengalihan dilisensikan tersebut, sedangkan wilayah
hak atas merek terdaftar dapat disertai berlakunya perjanjian lisensi adalah di
dengan pengalihan nama baik, reputasi seluruh Indonesia kecuali hal ini
atau lain-lainnya yang terkait dengan merek diperjanjikan secara tegas dalam perjanjian.
yang bersangkutan. Dalam pasal ini Perjanjian lisensi tidak menyebabkan
menyiratkan bahwa goodwill mempunyai pemilik merek terdaftar kehilangan hak
nilai tersendiri untuk dapat dialihkan, dan untuk menggunakan sendiri atau
Pasal 42 Undang-Undang No. 15 Tahun memberikan lisensi kepada pihak lainnya
2001 menyatakan bahwa pencatatan untuk menggunakan merek terdaftar
pengalihan hak atas merek terdaftar hanya tersebut. Pada perjanjan lisensi juga dapat
dapat dilakukan bila disertai pernyataan diperjanjikan bahwa penerima lisensi
tertulis dari penerima pengalihan bahwa merek terdaftar bisa memberi lisensi lebih
merek tersebut akan digunakan bagi lanjut (sub lisensi) kepada pihak lain. Hal ini
perdagangan barang atau jasa.

8 9
Dwi Rezki Sri Astarini, Penghapusan Merek Lihat UU No. 15/2001 Pasal 1
10
Terdaftar, P.T. Alumni, Bandung 2009. hal 56. Dwi Reszki Sri Astarini, Op Cit. hal 59.

94
Lex Privatum, Vol.I/No.3/Juli/2013

tercantum dalam Pasal 45 Undang-Undang penjelasan Pasal 61 ayat (2) Undang-


No. 15 Tahun 2001. undang, ketidaksesuaian dalam
penggunaan tersebut meliputi, pertama
Penghapusan Perlindungan Atas Merek bentuk penulisan kata atau huruf, dan
Konsekuensi dari merek yang telah kedua penggunaan warna yang berbeda.
didaftar adalah harus dipergunakan dengan Hal ini kemungkinan terjadi dalam dunia
permintaan pendaftarannya. Undang- perdagangan jika pemilik merek merasa
Undang Merek menghendaki pemilik merek mereknya mempunyai bentuk yang
bersikap jujur dalam menggunakan kurang menarik dan warnanya kurag
mereknya, artinya merek yang telah cocok, sehingga pemilik merek tersebut
didaftar dipergunakan sesuai kelas barang menggunakan merek yang berbeda.
atau jasa yang didaftarkan juga harus sama Selain mengatur tentang alasan
bentuknya dengan merek yang penghapusan merek, Undang-Undang
dipergunakan. No. 15 Tahun 2001 juga mengenal tiga
Apabila merek yang telah didaftarkan macam penghapusan merek, yaitu:
tidak dipergunakan sesuai dengan 1. Penghapusan merek terdaftar atas
ketentuan yang ditetapkan dalam undang- prakarsa Direktorat Merek
undang, akan mengakibatkan pendaftaran Direktorat Merek diberikan
merek yang bersangkutan dihapuskan. wewenag untuk melakukan
Pengaturan mengenai penghapusan pengawasan represif, yang secara
merek terdaftar yang berlaku sekarang ex-officio dilakukan berdasarkan
diatur dalam Bab VIII mengenai kuasa yang diberikan Undang-
Penghapusan dan Pembatalan Pendaftaran Undang dapat melakukan
Merek dari Pasal 61 sampai dengan Pasal penghapusan pendaftaran merek.
67 Undang-Undang No. 15 Tahun 2001. Pasal 61 ayat (2) UU No. 15 Tahun
Dalam Pasal 61 ayat (2) Undang-Undang 2001 memperingatkan apabila
Nomor 15 Tahun 2001 ditentukan secara Direktorat Merek hendak
limitatif alasan dari penghapusan yaitu: mengambil tindakan menghapus
1. Merek tersebut tidak digunakan (non pendaftaran merek atas prakarsa
use) sendiri, selain harus berdasarkan
Merek yang bersangkutan tidak pada alasan yang sah menurut
digunakan oleh pemilik mereka setelah Undang-Undang, juga mesti
didaftarkan dalam daftar umum merek didukung oleh bukti yang cukup
dalam perdagangan barang dan jasa dan bahwa:
juga merek tersebut tidak pernah a. Merek tidak dipergunakan
dipakai lagi selama 3 tahun berturut- berturut-turut selama 3 (tiga)
turut, baik sejak tanggal pendaftaran tahun atau lebih dalam
ataupun dari pemakaian terakhir. 11 perdagangan barang atau jasa
2. Digunakan untuk jenis barang atau jasa sejak tanggal pendaftaran atau
yang tidak sesuai pemakaian terakhir.
Merek tersebut digunakan untuk b. Merek yang digunakan untuk
melindungi jenis barang atau jasa yang jenis barang atau jasa yang tidak
berbeda baik yang berada dalam satu sesuai dengan jenis barang atau
kelas apalagi untuk jenis barang yang jasa yang dimintakan
berbeda kelasnya. Bahkan, dalam pendaftarannya.
Selain itu, adapun alat-alat bukti
11 yang dapat digunakan adalah:
Ibid hal 82.

95
Lex Privatum, Vol.I/No.3/Juli/2013

a. Alat bukti berupa dokumen b. Diperiksa dan diproses sesuai


(akta); hukum acara yang berlaku. 13
b. Mendengar keterangan saksi Pihak ketiga yang dimaksud dalam
atau ahli maupun mendengar Undang-Undang dapat siapa saja
keterangan pemilik; termasuk instansi pemerintah termasuk
c. Direktorat merek dapat juga penuntut umum. Direktorat Merek
melakukan pemeriksaan pun dapat mengajukan gugatan
lapangan untuk menemukan penghapusan pendaftaran merek
fakta tentang non-use maupun kepada Pengadilan apabila Direktorat
menyalahgunakan pemakaian Merek beranggapan akan lebih tepat
merek. mengajukan gugatan ke Pengadilan
Apabila terdapat bukti yang cukup daripada bertindak atas prakarsa
untuk menghapus merek, sendiri.
penghapusan merek yang dilakukan Gugatan penghapusan merek terdaftar
oleh Direktorat Merek akan dicoret yang dimohonkan oleh pihak ketiga
dalam Daftar Umum Merek bdan diajukan ke Pengadilan Niaga tempat
akan diumumkan dalam berita paling dekat Tergugat berdomisili atau
Resmi Merek. Karena itu, berakhir bertempat tinggal.
pula perlindungan hukum atas Dari Undang-Undang No. 21 Tahun 1967
merek tersebut. sampai dengan Undang-Undang No. 15
2. Penghapusan merek terdaftar atas Tahun 2001, terdapat penyempurnaan-
permintaan pemilik merek penyempurnaan yang dilakukan guna
Permintaan penghapusan merek menyesuaikan diri dengan perkembangan
oleh pemilik merek ini dapat zaman dan ketentuan TRIPs. Seperti pada
diajukan untuk sebagian atau Pasal 67 Undang-Undang No. 15 Tahun
seluruh jenis barang atau jasa yang 2001 tentang gugatan penghapusan merek
termasuk dalam satu kelas, merupakan bagian dari perekonomian dan
pertimbangan pemilik merek dalam dunia usaha, sehngga penyelesaian
hal ini, biasanya karena mereknya sengketa memerlukan badan peradilan
dianggap sudah tidak khusus, yaitu Pengadilan Niaga. Dipilihnya
menguntungkan lagi.12 Pengadilan Niaga disebabkan sengketa
3. Penghapusan merek terdaftar atas merek tersebut dapat diselesaikan dalam
permintaan pihak ketiga berdasarkan waktu yang relatif cepat.
putusan pengadilan
Penghapusan merek terdaftar atas 2. Perlindungan Hukum Atas Merek Dalam
permintaan pihak ketiga diatur dalam Proses Perdagangan barang dan Jasa
Pasal 67 UU No. 15 Tahun 2001. Merek mempunyai peranan penting bagi
Undang-undang memberikan hak kelancaran dan peningkatan perdagangan
kepada pihak ketiga mengajukan barang atau jasa dalam kegiatan
permintaan penghapusan merek dengan perdagangan dan penanaman modal.
cara: Merek dengan brand imagenya dapat
a. Mengajukan gugatan ke Pengadilan memenuhi kebutuhan konsumen akan
Niaga; tanda atau daya pembeda yang teramat
penting dan merupakan jaminan kualitas
dari suatu produk, sebab merek menjadi

12 13
Ibid hal 87. Lihat UU No. 15/2001 Pasal 67.

96
Lex Privatum, Vol.I/No.3/Juli/2013

semacam “penjual awal” bagi suatu produk lain khususnya lembaga/badan yang
kepada konsumen. Dalam era persaingan bergerak dalam bidang merek.
saat ini memang tidak dapat dibatasi lagi Perlindungan hukum terhadap merek
masuknya produk-produk dari luar negeri dagang terdaftar mutlak diberikan oleh
ke dalam negeri, ataupun sebaliknya dari pemerintah kepada pemegang dan
dalam negeri ke luar negeri. Merek sebagai pemakai hak atas merek untuk menjamin:
aset perusahaan akan dapat menghasilkan a. Kepastian berusaha bagi para produsen;
keuntungan besar bila didayagunakan dan
dengan memperhatikan aspek bisnis dan b. Menarik investor bagi merek dagang
pengelolaan manajemen yang baik. Dengan asing, sedangkan perlindungan hukum
semakin pentingnya peranan merek ini yang diberikan kepada merek dagang
maka terhadap merek perlu diletakan lokal diharapkan agar pada suatu saat
perlindungan hukum yakni sebagai obyek dapat berkembang secara meluas di
yang terhadapnya terkait hak-hak dunia internasional.14
perseorangan atau badan hukum. Adapun bentuk perlindungan hukum
Di Indonesia, hak atas merek didasarkan atas merek yang dapat diuraikan sebagai
atas pemakaian pertama dari merek berikut:
tersebut. Bagi mereka yang mendaftarkan
mereknya dianggap oleh undang-undang Perlindungan hukum atas merek secara
sebagai pemakai merek pertama dari preventif
merek tersebut kecuali kalau dapat Perlindungan hukum preventif
dibuktikan lain dan dianggap sebagai yang merupakan sebuah bentuk perlindungan
berhak atas merek yang bersangkutan. yang mengarah pada tindakan yang bersifat
Tujuan dari pendaftaran merek adalah pencegahan. Tujuannya adalah
memberikan perlindungan untuk meminimalisasi peluang terjadinya
pendaftaran merek tersebut yang oleh pelanggaran merek dagang. Langkah ini
undang-undang dianggap sebagai pemakai difokuskan pada pengawasan pemakaian
pertama terhadap pemakaian tidak sah merek, perlindungan terhadap hak eksklusif
oleh pihak-pihak lain. pemegang hak atas merek dagang terkenal
Sistem pendaftaran merek di Indonesia asing, dan anjuran-anjuran kepada pemilik
adalah cara pendaftaran dengan merek untuk mendaftarkan mereknya agar
pemeriksaan terlebih dahulu ke Dirjen HKI. haknya terlindungi.
Maksudnya sebelum didaftarkan, merek Faktor-faktor yang harus diperhatikan
tersebut terlebih dahulu diperiksa dalam upaya preventif adalah:15
mengenai merek itu sendiri dan suatu a. Faktor hukum
permohonan pendaftaran merek akan Undang-Undang No. 15 Tahun 2001
diterima pendaftarannya apabila telah bertujuan untuk lebih memberikan
memenuhi persyaratan baik yang bersifat perlindungan hukum bagi pemegang
formalitas maupun substantif yang telah hak atas merek dagang terkenal asing.
ditentukan oleh Undang-Undang Merek, b. Faktor aparat Direktorat Merek
yaitu tentang adanya pembeda. Aparat Direktorat Merek, Direktorat
Keberhasilan penegakan hukum merek Jenderal HKI bertugas untuk memeriksa
tidak akan dapat tercapai dengan hanya permohonan pendaftaran merek. Hal
mengandalkan undang-undang yang yang paling mendasar yang perlu
mengatur permasalahan merek semata.
14
Keberhasilan penegakan hukum merek Hery Firmansyah, Perlindungan Hukum Terhadap
memerlukan dukungan dari unsur-unsur Merek, Pustaka Yustisia, Yogyakarta 2011. hal 38.
15
Ibid hal 68.

97
Lex Privatum, Vol.I/No.3/Juli/2013

dicermati oleh aparat Direktorat Merek jaminan kepastian hukum khususnya bagi
yaitu: pemegang hak atas merek dagang terkenal
1. Terjadinya pendaftaran suatu merek asing di Indonesia.16
tertentu yang sama dan menyerupai
dengan merek terkenal milik pihak Perlindungan Merek Secara Internasional
lain dapat terjadi, salah satunya Disamping peraturan perundang-
disebabkan kelemahan dari aparat undangan nasional tentang merek,
Direktorat Merek dalam melakukan masyarakat juga terikat dengan peraturan
proses filterisasi di awal pengajuan merek yang bersifat Internasional seperti
merek tersebut oleh masyarakat. pada Konvensi Paris Union yang diadakan
2. Penguasaan bahasa asing di tanggal 20 Maret 1883, yang khusus
lingkungan aparat Direktorat Merek diadakan untuk memberikan perlindungan
perlu terus ditingkatkan, persoalan pada hak milik perindustrian (Paris
ini menjadi problematika tersendiri Convention for the Protection of Industrial
ketika dilakukan pemeriksaan Property). Teks yang berlaku untuk
merek, penguasaan teknologi di era Indonesia adalah Revisi dari teks Paris
sekarang ini juga harus menjadi Covention yang dilaksanakan di London
bahan perhatian serius Direktorat pada tahun 1934.
Merek seperti Penggunaan internet Karena merupakan peserta dari Paris
online kepada masyarakat tentunya Union Convention ini, maka Indonesia juga
sangat memudahkan bagi pihak turut serta dalam InternationalUnion for
yang ingin melakukan pendaftaran the Protection of Industrial Property yaitu
merek untuk segera dapat organisasi Uni Internasional khusus untuk
mengetahui apakah merek yang memberikan perlindungan pada Hak Milik
akan didaftarkannya tersebut telah Perindustrian, yang sekarang ini
dimiliki oleh pihak lain atau belum. sekretariatnya turut diatur oleh sekretariat
Internasional WIPO (World Intelectual
Perlindungan hukum atas merek secara Property Organization). Walaupun
represif Indonesia terikat pada ketentuan Paris
Pengertian perlindungan hukum represif Union, Indonesia masih memiliki kebebasan
adalah perlindungan yang dilakukan untuk untuk mengatur Undang-Undang Merek
menyelesaikan atau menanggulangi suatu sendiri, sepanjang tidak bertentangan
peristiwa atau kejadian yang terjadi, yaitu dengan ketentuan-ketentuan yang sudah
berupa pelanggaran hak atas merek. dibakukan dalam Konvensi Paris.
Tentunya dengan demikian peranan lebih Selanjutnya perjanjian internasional
besar berada pada lembaga peradilan dan lainnya mengenai merek adalah Madrid
aparat penegak hukum lainnya seperti Agreement (1891) yang direvisi di
Kepolisian, Pejabat Pegawai Negeri Sipil Stockholm tahun 1967.
(PPNS), dan Kejaksaan untuk melakukan Perjanjian internasional yang lain yang
penindakan terhadap pelanggaran merek. juga menyangkut perlindungan merek
Dalam perlindungan hukum yang adalah traktat pendaftaran merek dagang
sifatnya represif, maka pemberian sanksi (TRT)-1973. Traktat ini telah dibuat selama
yang jelas dan tegas bagi pelaku konferensi WIPO di Wina pada tanggal 12
pelanggaran merek sesuai dengan Undang- Juni 1973. Seperti Madrid Agreement,
Undang Merek yang berlaku, juga harus traktat pendaftaran merek dagang ini
dilaksanakan oleh aparat penegak hukum
secara konsisten. Ini akan memberikan 16
Ibid hal 70.

98
Lex Privatum, Vol.I/No.3/Juli/2013

memungkinkan diperolehnya pendaftaran atau dunia usaha untuk memproduksi dan


internasional dengan satu permohonan memasarkan barang dan jasa mereka
saja. dengan kondisi seadil mungkin, sehingga
Selanjutnya Konvensi Nice untuk dapat memfasilitasi perdagangan
penggolongan barang dan jasa secara internasional.
internasional (1957), diubah di Stockholm Wujud perlindungan lainnya dari negara
(1967) dan Jenewa (1977). terhadap pendaftaran merek adalah merek
Di Indonesia sendiri, jangka waktu hanya dapat didaftarkan atas dasar
perlindungan merek terdaftar diatur dalam permintaan yang diajukan pemilik merek
Pasal 28, 35, 36, 37 dan 38 Undang-Undang yang beritikad baik. Pendaftaran merek
Merek. Dalam ketentuan Pasal 28 Undang- merupakan suatu cara pengamanan oleh
Undang Merek menyatakan bahwa merek pemilik erek yang sesungguhnya, sekaligus
terdaftar mendapat perlindungan hukum perlindungan yang diberikan oleh negara.
selama jangka waktu 10 (sepuluh tahun) Sejauh mana perlindungan hukum atas
sejak tanggal penerimaan dan jangka waktu merek dapat tercermin dari cara bagaimana
perlindungan itu dapat diperpanjang. pendaftaran merek itu membawa implikasi
Sedangkan dalam Pasal 35 Undang- terhadap pengakuan dan pembatalannya.
Undang Merek mengatur mengenai
perpanjangan waktu perlindungan merek PENUTUP
terdaftar, sebagai berikut: 1. Kesimpulan
1) Pemilik merek terdaftar setiap kali 1. Prosedur pendaftaran, Pengalihan
dapat mengajukan permohonan dan Penghapusan perlindungan hak
perpanjangan untuk jangka waktu yang atas merek telah diatur sedemikian
sama. rupa untuk mendapatkan kepastian
2) Permohonan perpanjangan hukum. Pada intinya, pendaftaran
sebagaimana dimaksud pada ayat (1) merupakan satu-satunya cara untuk
diajukan secara terulis oleh pemilik mendapatkan perlindungan hukum
merek atau kuasanya dalam jangka atas merek. Pendaftaran merek
waktu 12 (dua belas) bulan sebelum dilakukan pada Direktorat Jenderal
berakhirnya jangka waktu perlindungan Hak Kekayaan Intelektual.
bagi merek terdaftar tersebut. Direktorat Jenderal HKI dengan
3) Permohonan perpanjangan memenuhi prosedur yang telah
sebagaimana dimaksud pada ayat (2) ditentukan dalam Undang-Undang
diajukan kepada Direktorat Jenderal. Merek. Demikian pula halnya
Negara memberikan perlindungan dengan pengalihan dan
hukum terhadap hak atas merek. Pemilik penghapusan perlindungan atas
hak perlu dipertahankan eksistensinya merek dapat dilakukan jika telah
terhadap siapa saja yang menggunakannya memenuhi ketentuan-ketentuan
tanpa izin. Merek tanpa sertifikat yang tercantum dalam Undang-
pendaftaran tidak akan dilindungi oleh Undang Merek.
Undang-Undang Merek. Perlindungan atas 2. Pada dasarnya. perlindungan hukum
merek sangat diperlukan antara lain untuk atas merek dalam perdagangan
menghindari persaingan usaha yang tidak barang dan jasa memang mutlak
sehat, dimana terdapat praktek kecurangan diperlukan untuk mencegah dan
seperti pemalsuan dan pembajakan. Sistem menghindari paraktek-praktek yang
merek dagang membuka kesempatan tidak jujur, seperti pemalsuan dan
kepada orang-orang yang memiliki keahlian pembajakan, serta memperoleh

99
Lex Privatum, Vol.I/No.3/Juli/2013

kepastian hukum. Untuk itu negara Firmansyah, Hery, 2011. Perlindungan


telah mengatur ketentuan- Hukum Terhadap Merek, Pustaka
ketentuan hukum mengenai Yustisia, Yogyakarta.
perlindungan merek yang Hariyani, Iswi, 2010. Prosedur Mengurus
disesuaikan dengan perkembangan HAKI Yang Benar, Pustaka Yustisia,
yang terjadi di era global yang Yogyakarta.
tujuannya adalah mengakomodasi Miru, Ahmadi, 2005. Hukum Merek,
semua kepentingan yang ada guna Rajawali Pers, Jakarta.
menciptakan perlindungan hukum. Nurachmad, Much, 2012. Segala Tentang
HAKI Indonesia, Buku Biru,
2. Saran Jogjakarta.
Untuk menjamin perlindungan Saidin, H. OK, 2007. Aspek Hukum Hak
hukum atas merek dalam proses Kekayaan Intelektual, cetakan
perdagangan barang dan jasa, maka para IV,Rajawali Pers, Jakarta.
pemilik merek diharapkan dapat Soekanto Soerjono, dan Mamudji Sri, 1985.
mendaftarkan mereknya guna Penelitian Hukum Normatif,
mendapatkan kepastian hukum. Selain itu, Rajawali, Jakarta.
pengalihan dan penghapusan hak atas Supramono, Gatot, 1996. Pendaftaran
merek harus benar-benar dilaksanakan Merek, Djambatan, Jakarta.
sesuai dengan undang-undang demi Usman, Rachmadi, 2003. Hukum Hak atas
terjaminnya suatu perlindungan hukum. Kekayaan Intelektual, P.T. Alumni,
Diperlukan tindakan yang tegas terhadap Bandung.
pihak-pihak yang melanggar hak atas
merek. Untuk itu, penyediaan perangkat Sumber-sumber lain:
hukum dibidang merek harus didukung http://yudicare.wordpress.com/2011/03/1
oleh sumber daya manusia yang handal dan 7/pentingnya-pendaftaran-haki-
benar-benar berkompeten dalam mengurus merek/ diunduh tanggal 1 Maret
persolan dibidang merek. Perangkat hukum 2013.
yang ada diharapkan memberikan sanksi http://etno06.wordpress.com/2010/01/10/
yang tegas bagi pelaku pelanggaran hukum contoh-contoh-kasus-merek/
merek agar timbul efek jera bagi diunduh tanggal 3 Maret 2013
masyarakat untuk tidak melakukan http://annisahanumpalupi.blogspot.com/2
pelanggaran hukum khususnya dibidang 010/04/tugas-indonesian-legal-
merek. Selain itu, sosialisasi dibidang merek system-tentang.html?m=1 diunduh
dirasa perlu dilakukan kepada masyarakat. tanggal 29 Januari 2013.
Kesadaran masyarakat umum ataupun http://akunt.blogspot.com/2013/03/jenis-
pengusaha sangat dibutuhkan untuk jenis-barang-ekonomi.html?m=1
menghindari terjadinya praktek-praktek diunduh tanggal 29 Juli 2013.
curang dibidang merek, juga dapat http://nanangbudianas.blogspot.com/2013
menjamin terlaksananya proses /02/pengertian-jasa-dan-jenis-jasa-
perdagangan barang dan jasa yang sehat. jenis-jasa.html?m=1 diunduh
tanggal 29 Juli 2013.
DAFTAR PUSTAKA http://kbbi.web.id diakses tanggal 29 Juli
Astriani, Dwi Rezki Sri. 2009. Penghapusan 2013
Merek Terdaftar, P.T. Alumni, Undang-Undang No. 15 tahun 2001 tentang
Bandung. Merek

100