Anda di halaman 1dari 7

NAMA : HANNY FAUZIAH AFDAL

NIM : 17043072

Timbal Balik Perusahaan Melalui CSR

Bentuk CSR ini dilakukan dengan melaksanakan suatu kegiatan yang bisa

meningkatkan kesejahteraan masyarakat atau penduduk sekitar, menjaga lingkungan

hidup, sosial maupun budaya, memberikan beasiswa pendidikan kepada masyarakat

yang kurang mampu, membangun fasilitas umum atau kesehatan, serta memberikan

bantuan berupa dana ataupun kebutuhan pokok untuk kesejahteraan masyarakat

sekitar.

Dasar hukum perusahaan melakukan CSR adalah Undang-Undang Nomor 40 Tahun

2007 tentang Perseroan Terbatas Pasal 74 ayat 1. Lalu, mengapa perusahaan harus

melakukan CSR? Secara tidak langsung, kegiatan CSR akan menjamin keberlanjutan

bisnis sebuah perusahaan. Hal ini disebabkan oleh:

1. Gangguan sosial akibat pencemaran lingkungan akan menurun karena

perusahaan mendapat dukungan dari masyarakat setempat.

2. Pasokan bahan baku menjadi lebih terjamin secara jangka panjang.

3. Potensi keuntungan dari unit bisnis baru yang berawal dari kegiatan CSR yang

dirancang oleh perusahaan.

Fungsi Penerapan CSR

Bicara tentang CSR tidak dapat dilepaskan dari fungsinya yaitu sebagai suatu bentuk

tanggung jawab suatu perusahaan terhadap pihak yang terlibat atau terdampak baik
secara langsung atau tidak langsung atas apa yang menjadi aktivitas perusahaan.

Secara rinci, fungsi dari CSR bagi perusahaan adalah sebagai berikut.

1. Social license to operate

Sebuah bisnis atau perusahaan bisa berkembang atau tidak akan sangat dipengaruhi

oleh salah satu faktor yaitu masyarakat. Oleh sebab itu, adanya CSR, masyarakat yang

mendiami dan bertempat tinggal disekitar perusahaan tersebut akan mendapatkan

manfaat dari perusahaan yang bersangkutan.

Hal ini tentu akan memberikan keuntungan bagi masyarakat sekitar. Manfaat yang

diperoleh ini lama kelamaan akan membuat masyarakat menjadi loyal dengan

perusahaan tersebut. Di sisi lain, hal ini akan menguntungkan bagi perusahaan karena

memudahkan dalam menjalankan program atau kegiatannya di daerah yang

bersangkutan.

2. Melebarkan akses sumber daya

Sebuah CSR perusahaan bila dikelola dengan baik akan memberikan keuntungan bagi

perusahaan. Diantaranya adalah meningkatkan daya saing perusahaan dan

memudahkan perusahaan untuk mendapatkan sumber daya yang diperlukan.

3. Melebarkan akses menuju pasar

Dengan program CSR sebenarnya seluruh investasi serta biaya yang telah dikeluarkan

bisa menjadi sebuah potensi untuk mendapatkan akses pasar yang lebih luas dan besar

lagi. Tidak hanya itu saja, langkah ini bisa membangun loyalitas konsumen, bahkan

menembus target pasar yang baru. 


Hal ini bisa terjadi karena program CSR yang berjalan dengan baik dapat membuat

nama atau brand perusahaan menjadi lebih terkenal dan dikagumi oleh masyarakat

luas.

4. Mereduksi risiko bisnis perusahaan

Bagi perusahaan, menyelenggarakan CSR dapat mengurangi risiko bisnis. Mengapa

demikian? Karena dengan CSR akan membangun hubungan perusahaan dengan pihak

yang terlibat menjadi lebih baik lagi, sehingga risiko bisnis seperti adanya kerusuhan

dapat diatasi dengan mudah. 

Dengan demikian, biaya pengalihan risiko bisa dipergunakan oleh perusahaan untuk

hal lain yang lebih bermanfaat untuk masyarakat atau perusahaan.

5. Membangun hubungan baik dengan regulator

Tidak hanya dapat memperbaiki hubungan perusahaan dengan masyarakat, namun

dengan CSR juga dapat menjalin hubungan yang lebih baik lagi dengan pihak

pemerintah karena adanya program CSR ini akan lebih meringankan beban

pemerintah sebagai regulator. Dimana pemerintahlah yang sebenarnya memiliki

tanggung jawab besar terhadap kesejahteraan lingkungan dan masyarakatnya. Namun,

dengan CSR peran ini dapat dilakukan oleh perusahaan. 

6. Meningkatkan hubungan dengan stakeholder

Selain membangun hubungan yang baik kepada masyarakat, regulator, CSR juga bisa

memperbaiki hubungan dengan stakeholder perusahaan, termasuk pemegang saham.

Melalui pelaksanaan program CSR ini akan dapat memudahkan komunikasi dengan
stakeholder yang tentu saja akan menambah kepercayaan kepada perusahaan yang

bersangkutan.

7. Meningkatkan semangat dan produktivitas karyawan

Reputasi perusahaan yang baik adalah yang berkontribusi besar kepada stakeholder,

masyarakat sekitar, dan lingkungannya. Sementara dari sisi internal, hal ini akan

menambah kebanggaan bagi karyawan yang bekerja di perusahaan tersebut dan dapat

berdampak pada peningkatan etos kerja dan produktivitas karyawan.

Manfaat yang Didapatkan Melalui CSR

Sebuah perusahaan menjalankan CSR bukan hanya sekadar melakukan kewajiban

yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Tentu saja, bagi sebuah bisnis atau perusahaan

selalu mengharapkan timbal balik atau manfaat atas apa yang telah dikeluarkannya. 
Nah, berikut ini adalah manfaat dari CSR sebagai bentuk tanggung jawab kepada

berbagai pihak yang terlibat bagi perusahaan. Selain itu, ada juga manfaat yang

diperoleh masyarakat dari adanya CSR. 

1. Manfaat CSR untuk perusahaan

Bagi perusahaan, CSR memberikan banyak manfaat, di antaranya:

 Meningkatkan citra atau image perusahaan di mata masyarakat dan publik.

 Adanya potensi untuk mengembangkan kerja sama dengan perusahaan lain.

 Dapat membedakan perusahaan tersebut dengan para kompetitor.

 Memperkuat brand perusahaan di mata masyarakat dan publik.

2. Manfaat CSR untuk masyarakat

Sedangkan manfaat CSR untuk masyarakat adalah:

 Meningkatnya kapasitas sumber daya manusia masyarakat.

 Meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar. 

 Meningkatkan kelestarian baik lingkungan hidup atau fisik maupun sosial dan

budaya di sekitar perusahaan.

 Terbangun serta terpeliharanya fasilitas umum dan fasilitas masyarakat yang

sifatnya sosial yang berguna untuk masyarakat khususnya yang berada di

sekitar perusahaan tersebut.

Unsur-Unsur Penting di dalam CSR


Tentu tak mudah untuk dapat mengukur kesuksesan atau keuntungan yang diperoleh

perusahaan dengan adanya CSR. Namun, setidaknya ada tiga unsur penting CSR yang

sebaiknya dimiliki oleh perusahaan.

1. Triple bottom line 

Unsur penting CSR adalah triple bottom line. Triple bottom line adalah konsep

pengukuran kinerja suatu bisnis dengan memperhatikan ukuran kinerja ekonomis

berupa profit, ukuran kepedulian sosial, dan pelestarian lingkungan. Mengapa

demikian? Karena ketiganya memiliki peranan penting dalam dunia bisnis. 

Ketiga aspek tersebut seharusnya dijadikan sebagai orientasi perusahaan dalam

menjalankan dan menjaga keberlangsungan bisnisnya.

2. Manajemen risiko

Membangun reputasi perusahaan yang baik tentu tak bisa dibangun dalam semalam.

Butuh waktu hingga bertahun-tahun, namun hanya dibutuhkan beberapa jam bahkan

menit untuk merusak reputasi tersebut. 

Hal yang berkemungkinan untuk terjadi adalah adanya kecelakaan yang berdampak

pada kerusakan lingkungan. Contoh nyata adalah bencana lumpur Lapindo di

Sidoarjo. 

Untuk itu, peran manajemen risiko menjadi penting dalam pelaksanaan CSR untuk

meminimalisir bahkan menghindari kemungkinan terburuk yang menyebabkan atensi

negatif baik dari konsumen, masyarakat sekitar, stakeholder, ataupun pemerintah

sebagai regulator.
3. Manajemen krisis

Manajemen krisis penting untuk dimiliki setiap perusahaan, termasuk dalam CSR.

Krisis yang mungkin terjadi dalam menjalankan CSR adalah apabila terjadinya

pemboikotan terhadap produk atau munculnya isu-isu lingkungan dan sosial. 

Oleh sebab itu, sebaiknya dalam menjalankan CSR sudah memiliki manajemen krisis

yang baik untuk mengatasi hal tersebut dengan program yang baik. Sehingga

kemungkinan terjadinya krisis menjadi minimal atau  tidak semakin membesar dan

isu-isu yang beredar dapat dijawab dengan kegiatan CSR yang telah dilakukan

perusahaan.