Anda di halaman 1dari 7

Tugas 2 Sistem Pengendalian Manajemen

NAMA : ARIEF KURNIA

NIM : 042886053

PRODI : S1 AKUNTANSI

MATA KULIAH : SISTEM PENGENDALIAN MANAJEMEN

UPBJJ UT : Jakarta

No Tugas Tutorial Skor Sumber Tugas


Maksimal Tutorial
Tugas tutorial ini untuk mengukur Soal 1 = 30% Module 4&5
kemampuan mahasiswa dalam
menerangkan pengendalian manajemen  
keuangan, dikhususkan kepada Bedakan
dan analisis setiap jenis metode Soal 2= 30%
pengendalian manajmen keuangan.
Kemudian buat resume apakah informasi  
yang dbutuhkan untuk setiap metode,
bagaimana dan dimana memperoleh Soal 3 =40%
informasinya. Kritik untuk setiap metode
pengendalian manajemen keuangan.
Kompon yang akan dinilai

1) Menganalisis setiap metode


pengendalian manajemen keuangan
(beda, kelemahan dan kelebihan)

2) Mengkarakteristikkan apa, bagaiman


dan dimana informasi setiap metode
diperoleh

3) Mengkritik terhadap setiap method


pengendalian manajemen keuangan
Jawaban

Sistem pengendalian manajemen adalah serangakaian kegiatan perencanaan dan pengendalian dalam
organisasi, yang berada di antara kedua kegiatan yaitu perumusan atau formulasi strategi yang dilakukan
manajemen atas dan pengendalian tugas yang dilakukan manajemen level bawah/Operasional. Untuk
dapat memahami pengertian pengendalian manajemen , harus dapat dibedakan dari dua aktivitas lainnya
yaitu formulasi stratrgi dan pengendalian tugas. Selanjutnya dengan melihat perbedaan antara aktivitas
formulasi strategi dengan penetapan sasaran (Objective setting), pengendalian manajemen dengan
perencanaan strategikmaupu dengan pengendalian tugas

Beberapa karakteristik dari masing-masing aktivitas adalah:

1. Formulasi Strategi merupakan kegiatan yang jauh dari sistematik, sedangkan pengendalian tugas
merupakan kegiatan paling sistematik.

2. Formulasi strategi mencakup periode jangka panjang, sedangkan pengendalian tugas lebih pada
cakupan waktu jangka pendek

3. Aktivitas formulasi strategi lebih berkaitan dengan perencanaan, sedangkan pengendalian tugas lebih
pada pengendalian.

Formulasi Tujuan Strategi


Manajemen Atas
Strategi Organisasi

Manajemen Tengah
Pengendalian Implementasi
Manajemen Strategi
Manajemen Level
Bawah/Operasional
Pengendalian Kinerja tugas
Tugas individual yang
efisien dan
efektif

Gambar 1.3.

Hubungan Hieraki manajemen aktivitas perencanaan dan pengendalian dengan produk akhir
Sistem pengendalian manajemen adalah suatu sistem yang dipergunakan manajemen untuk
mengendalikan organisasi agar tujuan organisasi dapat tercapai. Sistem pengendalian manajemen
berbrda dengan pengendalian sederhana. Proses pengendalian yang dipergunakan manajemen
menggunakan elemen dasar pengendalian yaitu, detector melaporkan apa yang terjadi di
organisasi , assesor membandingkan antara apa yang terjadi dengan standar , effector melakukan
tindakan jika ada perbedaan antara apa yang terjadi dengan apa yang diharapkan. Namun ada
perbedaan signifikan antara pengendalian manajemen dengan proses pengendalian sederhana
(Thermostat, suhu tubuh, pengendara mobil).

Adapun perbedaanya sebagai berikut:

a. Standar Pengendalian manajemen tidak dapat diterapkan di muka. Standar lebih ditentukan
oleh hasil dari proses perencanaan yang berkesinambungan.

b. Pengendalian Manajemen tidak otomatis, karena berkaitan dengan faktor manusia.

c. Pengendalian manajemen membutuhkan koordinasi antar individual.

d. Hubungan antara tindakan yang harus dilakukan dengan perilaku yang diharapkan tidak tegas.

e. Pengendalian yang optimal adalah pengendalian oleh diri sendiri (self control).

PUSAT PERTANGGUNGJAWABAN

Pusat pertanggungjawaban adalah suatu unit organisasi yang dipimpin oleh manajer yang
bertanggung jawab atas aktivitas pusat pertanggung jawaban tersebut. Terdapat 4 tipe pusat
pertanggungjawaban dengan klasifikasi berdasarkan karakteristik input atau output moneter yang
diukur untuk tujuan pengendalian yaitu:

a) Pusat Pendapatan yaitu pusat pertanggungjawaban yang manajernya bertanggung jawab atas
pendapatan. Dalam pusat pendapatan Otput diukur dalam dalam unit moneter, tetapi tidak
dihubungkan dengan input.

b) Pusat Biaya yaitu pusat pertanggungjawaban yang manajernya bertanggung jawab atas biaya.
Terdapat dua pusat pembagian biaya yaitu, pusat biaya teknik (engineered expense center) dan
pusat biaya kebijakan (discretionary expense center)
c) Pusat Laba

d) Pusat Investasi

Karakteristik pengendalian secara umum :

a. Penyusunan Anggaran

b. Variabilitas biaya

c. Tipe Pengendalian Biaya

d. Ukuran Kinerja

Struktur organisasi fungsional adalah tipe organisasi di mana masing-masing fungsi


utama perusahaan dilakukan oleh unit terpisah . Apabila fungsi-fungsi tadi dipadukan menjadi
satu unit usaha untuk memasarkan sebuah produk atau lini produk, maka proses tersebut
dinamakan divisionalisasi. Unit usaha tersebut dibentuk dengan tujuan memberikan lebih banyak
wewenang kepada manajer operasi, untuk menghasilkan laba bagi satu unit usaha.

Pusat laba adalah suatu unit organisasi di mana kinerja manajer pusat pertanggung
jawaban tersebut diukur berdasarkan laba. Adapun syarat pendelegasian tanggung jawab laba :

1. Manajer harus memilki informasi relevan untuk membuat trade-off antara pendapatan dan
biaya.

2. Ada cara tertentu untuk mengukur efektivitas seorang manajer membuat trade off tersebut.

Jenis Pengendalian Manajemen

Ada berbagai jenis pengendalian di dalam manajemen. Salah satunya ialah jenis pengendalian
yang memfokuskan pada proses masukan-proses keluaran (Input – Process – Output) seperti
halnya yang akan dijelaskan sebagai berikut:

1. Metode Pengendalian Umpan Maju (Mengantisipasi Masalah Sebelum Terjadi)


Metode pengendalian jenis ini membutuhkan berbagai standar kualitas dan kuantitas yang layak
dari berbagai masukan (input), seperti misalnya sumber daya manusia, material, modal, mesin,
dan sebagainya. Sumber daya manusia juga sangat dibutuhkan oleh manajer dalam menentukan
sumber daya yang mana saja yang diperlukan untuk memenuhi standar yang ditetapkan sehingga
terhindar dari masalah potensial.

2. Metode Pengendalian Berjalan atau Bersamaan (Mengelola Masalah pada Saat Terjadi)

Metode ini membutuhkan standar perilaku, kegiatan serta pelaksanaan dari aktivitas secara
layak. Sumber informasi utama bagi metode pengendalian jenis ini ialah hasil observasi dari first
time manager. Tindakan perbaikan (korektif) ditujukan pada perbaikan kualitas serta kuantitas
sumber daya dan operasi.

3. Metode Pengendalian Umpan Balik (Mengelola Masalah Setelah Terjadi)

Metode pengendalian jenis ini membutuhkan standar kualitas dan kuantitas yang layak dari
keluaran yang diharapkan (Output). Informasi ini harus mempresentasikan karakteristik dari
keluaran. Berbeda halnya dengan metode sebelumnya, para manajer disini mengambil tindakan
korektif untuk memperbaiki masukan serta operasi bukan pada standar keluarannya saja. Seperti
misalnya dengan memperbaiki proses produksi ketika banyak produk yang dikembalikan oleh
konsumen karena cacat ataupun rusak.

Pusat laba dapat berbentuk divisi, unit fungsional, unit pelayanan, jasa dan unit
pendukung. Perusahaan multi bisnis biasanya dibagi menjadi bisnis unit dimana setiap unit
diperlakukan sebagai unit penghasil laba yang independen. Sub unit dalam unit trsebut mungkin
unit fungsional, seperti pemasaran, produksi dan operasional jasa.

Unit marketing bisa ditetapkan menjadi pusat laba dengan membebankan harga pokok
produk dijual . Harga transfer tersebut memberikan informasi optimum seorang manajer
pemasaran dalam melakukan trade-off antara pendapatan dan biaya. Contohnya: marketing
berdasarkan area geografis.

Unit produksi biasanya ditetapkan sebagai pusat biaya, namun dapat ditetapkan sebagai
pusat laba. Beberapa kasus berikut yang melatarbelakangi:
a. Manajer mengabaikan pengendalian kualitas tertentu dengan maksud dengan maksud
memperoleh kinerja baik jika disbanding dengan biaya standar. Biaya kualitas
bagaimanapun juga akan menambah harga pokok produk.

b. Manajer akan enggan menginterupsi produksi, atau menjadwal ulang produksi hanya
untuk mempercepat suatu pesanan (order), dan mengakomodasi seorang konsumen.

c. Manajer yang kinerjanya diukur dengan membandingkan standar, cenderung tidak mau
memproduksi produk yang sulit diproduksi, maupun memperbaiki standar.

Unit pemeliharaan, teknologi informasi, transportasi, teknik, konsultasi, dan customer


service dapat ditetapkan sebagai pusat laba. Sebagai konsekuensinya unit tersebut
diperkenankan menetapkan tarif jasa sehingga akumulasi pendapatan paling tidak sama
dengan biaya dikeluarkannya. Perkembangan selanjutnya menetapkan kantor cabang,
outlet retail chain, restoran suatu franchise, dan hotel chain sebagai pusat laba. Ini
dilakukan oleh: KFC (Kentucky Fried Chicken), Mc Donald, Pizza Hut Restaurant,
Sheraton Hotel, dan sebagainya.

Ada dua cara pengukuran profitabilitas yaitu:

1. Kinerja Manajemen

2. Kinerja Ekonomi

Kinerja manajemen berfokus pada sejauh mana seorang manajer melaksanakan tugasnya.
Sedangkan kinerja ekonomi berfokus pada bagus pusat laba sebagai kesatuan usaha.

Kinerja ekonomi (economic performance) pusat laba biasanya diukur oleh laba bersih
Sedangkan kinerja manajer (management performance) dapat dievaluasi dari lima ukuran
dapat dievaluasi dari lima ukuran profitabilitas. Ukuran tersebut adalah: 1. Laba
Kontribusi (Contribution Margin), 2. Laba Langsung (Direct Profit), 3. Laba Terkendali
(Controllable Profit), 4. Laba sebelum pajak (Income before income taxes), atau 5. Laba
Bersih (Net Income).