Anda di halaman 1dari 2

Rangkaian Standar GRI meliputi:

- 3 Standar universal, berlaku untuk semua organisasi.


- 33 Standar topik khusus, terorganisir menjadi Ekonomi, Lingkungan, dan Sosial seri.
- Organisasi memilih dan hanya menggunakan Standar topik khusus yang relevan, berdasarkan
tentang topik material mereka.
GRI Universal Standar
 GRI 101 : Dasar (Foundation) merupakan titik awal untuk menggunakan standar GRI
 GRI 102 : Pengungkapan Umum (General Disclosures) digunakan untuk melaporkan
kontekstual innformasi
 GRI 103 : Pengelolaan Pendekatan (Management Approach), digunakan untuk
mengungkapkan bagaimana file mengatur organisasi dampak terkait masing-masing topik
materialnya.

GRI Topic Specific Standar


1. GRI 200 Series Economic merupakan informasi pelaporan yang menjelaskan secara dalam
terkait dengan ekonomi. Pelaporan ini merupakan informasi terkait dengan nilai ekonomi,
dimana nilai ekonomi tersebut berasal dari komponen pendapatan bersih perusahaan,
pendapatan investasi, pendapatan penjualan aset. Standar ini juga membahas tentang dampak
ekonomi tidak langsung, dan juga terkait dengan bagaimana perusahaan tersebut bertindak
dalam mencegah adanya korupsi.
- GRI 201 : Economic Performance
- GRI202 : Market Presence
- GRI203 : Indirect Economics Impact
- GRI 204 :Procurement Practices
- GRI 205 : Anti Coruption
- GRI 206 : Anti Competitivess Behavior

2. GRI 300 Series Environmental merupakan standar yang mencangkup pendekapatan


manajemen dan topik spesifik. Standar ini merupakan pelaporan yang dibuat sebagai
informasi yang dalam tentang perusahaan dalam keterkaitannya dengan lingkungan,
bagaimana perusahaan dalam memanfaatkan sumber daya alam, menjaga dan melestarikan
lingkungan tersebut.
- GRI 301 : Materials
- GRI 302 : Energy
- GRI 303 : Waters
- GRI 304 : Biodervisity
- GRI 305 : Emissions
- GRI 306 : Enfluents and waste
- GRI 307 : Environmental Compliance
- GRI 308 : Supplier Environmental Assessment

3. GRI 400 Series Social/ Kinerja sosial adalah sebuah bentuk prinsip prinsip dari tanggung
jawab sosial, proses tanggapan sosial, dan kebijakan-kebijakan, maupun program, yang telah
dirancang dan mampu diaplikasikan perusahaan untuk kegiatan sosial/ bermasyarakat.
Tanggung jawab sosial adalah kerangka kerja etis yang menunjukkan bahwa seorang
individu, memiliki kewajiban untuk bertindak untuk kepentingan masyarakat luas. Kinerja
sosial bukan hanya membahas kinerja seseorang dari sisi karyawan melainkan juga
membahas tentang keselamatan, kesehatan, dan juga keamanan bagi
karyawan/pelanggan/masyarakat, penilaian hak asasi manusia bagi pelanggan dan masyarakat
- GRI 401 : Employment
- GRI 402 : Labor/Management Relations
- GRI 403 : Occupational Health and Safety
- GRI 404 : Training and Education
- GRI 405: Diversity and Equal Opportunity
- GRI 406 : Non-discrimination
- GRI 407 : Freedom of Association and Collective Bargaining
- GRI 408 : Child Labor
- GRI 409 : Forced or Compulsory Labor
- GRI 410 : Security Practices
- GRI 411 : Right of Indigeneous Peoples
- GRI 412 : Human Right Assessment
- GRI 413 : Local Communities
- GRI 414 : Supply Social Assessment
- GRI 415 : Public Policy
- GRI 416 : Customer Health and Safety
- GRI 417 : Marketing and Labeling
- GRI 418 : Customer Privacy
- GRI 419 : Socioeconomic Compliance