Anda di halaman 1dari 7

TUGAS

ANALISIS KUALITAS LINGKUNGAN


TEKNIK SAMPLING DAN TEKNIK ANALISIS
Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Promosi Kesehatan
Dosen Pengampu : Fitria Eka Putri, S.KM., M.PH

Oleh :
Satria Danur Wenda
(N1A117101)

Kelas 3C

FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT


PRODI ILMU KESEHATAN MASYARAKAT
UNIVERSITAS JAMBI
2018
Teknik Sampling dan Analisis

Dalam Analisis Kualitas Lingkungan sampling yang sering dilakukan adalah pada air, udara
dan tanah yang akan dibahas disini.

Teknik Sampling

A. Sampel Air

Pengambilan sampel merupakan kegiatan penting dalam analisis kualitas


lingkungan dan menjadi tugas pertama dari keseluruhan proses analisis. Tanpa sampel
yang baik maka tidak dapat menggambarkan kualitas lingkungan yang sebenarnya.

a. Proses Pengambilan Sampel

Program pengambilan sampel harus mengandung beberapa hal:

1. Titik pengamatan, peta lokasi studi


2. Sumber sampel, yaitu komponen lingkungan yang akan di analisis. Contoh: air tanah,
air minum, air limbah, udara lingkungan kerja, makanan, dll
3. Jumlah sampel, yaitu banyaknya sampel pada setiap pengamatan pada suatu wilayah
studi
4. Waktu pengambilan sampel, yaitu kapan sampel harus diambil (pagi, sore, malam)
dan dalam berapa lama (satu bulan, enam bulan, satu tahun)
5. Frekuensi pengambilan sampel, yaitu berapa sering sampel harus diambil (setiap hari,
sebulan sekali, triwulan, setahun sekali)
6. Jenis/tipe sampel, grab sample atau composite sample
7. Parameter yang akan diukur, baik in situ atau laboratorium

Hal-hal yang perlu dilakukan sebelum melakukan sampling:

1. Tentukan teknik analisis, teknik analisis yang dipilih menentukan besar volume yang
diperlukan, jenis kemasan, penyimpanan dan pengawetan sampel

2. Tentukan program pengambilan sampel, sejalan dengan tujuan analisa, apakah untuk
monitoring, pengambilan potret sesaat, atau tujuan-tujuan lain.

3. Tentukan berapa banyak sampel yang harus diambil, penentuan jumlah titik
pengamatan, semakin banyak faktor-faktor yang akan mempengaruhi komposisi
komponen lingkungan yang akan di analisa maka semakin banyak sampel yang akan
diambil.

4. Lokasi titik pengamatan, pengambilan sampel regular untuk monitoring pertimbangan


utama pemilihan titik-titik pengamatan adalah aksesibilitas lokasi

5. Metode penyimpanan sampel, cara pengawetan (preservasi) dan fiksasi (pengikatan


analit dengan suatu reagen untuk menjaga nya dalam bentuk asli). Contoh: NH3
dalam air difiksasi dengan larutan basa agar tidak menguap. Menjadi NH4OH yang
stabil

b. Tahapan Kegiatan Sampling Air


1. Lokasi pengambilan contoh
2. Menentukan titik pengambilan contoh
3. Pengambilan contoh
4. Pemberian label contoh (Titik/Lokasi)
5. Pemeriksaan di lapangan
6. Pengawetan contoh
7. Pengepakan dan pengangkutan contoh
8. Pemeriksaan laboratorium
9. Penyajian data hasil pemeriksaan lapangan

c. Metode Pengumpulan Sampel Air


1. Grab Sampling (Sampel Tunggal)

Sampel dikumpulkan pada waktu (suatu saat saja) dan satu tempat tertentu
dimana hasil/komposisi hanya menggambarkan kondisi sesaat pada waktu sampel
dikumpulkan dan hasilnya tidak mewakili karena bisa sangat tinggi dan bisa sangat
rendah sehingga tidak bisa dipakai untuk dasar penanggulangan masalah.

2. Sampel Komposit (Composite Sampel)

Merupakan metode grab sampling yang dilakukan berulang yang kemudian


digabungkan sehingga dapat meratakan komposisi sampel, menghemat waktu dan
biaya analisis.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan jika menggunakan metode sampel


komposit dengan mempertimbangkan waktu yaitu :
a. Interval waktu, berdasarkan perubahan-perubahan komposisi yang diharapkan
atau diperkirakan terjadi.
b. Biasanya menggunakan masa sampling 24 jam.
c. Volume sampel pada setiap interval waktu harus sama.
d. Biasanya digunakan untuk mengukur parameter berupa logam, padatan atau
tersuspensi dan keruhan.
3. Sampel Kontiniu

Pada prnggunaan sampel ini pengukuran parameter dilakukan in situ


(dilokasi) menggunakan peralatan elektrik. Beberapa parameter yang dapat di ukur
kontiniu misalnya temprature, pH, Dissolved Oxygen, DHL, Salinity, kekeruhan, CO,
Amoniak, Nitrat, Sianida, Klorida, Logam (Pb, Cu, Hg) dan lain-lain.

Hasil sampel kontiniu menggambarkan kualitas dari waktu kewaktu,


umumnya bersifat monitoring, menunjukan variasi/fluktuasi, digunakan sebagai dasar
perencanaan, pengambilan keputusan dalam pengelolaan lingkungan.

B. Sampling Udara

Pembagian daerah monitoring (pemantauan) atas tiga daerah dengan keperluan dan
cara sampling yang berbeda-beda satu sama lainnya, yaitu :

a. Daerah ambient

Daerah tempat tinggal penduduk (pemukiman)  terpepar terhadap zat


pencemar yang berlangsung selama 24 jam. Sehingga, konsentrasi zat pencemar udara
harus sekecil mungkin dan memenuhi baku mutu udara yang diper-syaratkan.

b. Daerah tempat kerja (work place)

Daerah dimana seseorang bekerja selama periode waktu tertentu 8 jam per hari,
sehingga keterpaparan zat pencemar terhadap seseorang yang bekerja diharapkan tidak
mengganggu kesehatannya.

c. Daerah/sumber pencemar udara

Cerobong asap pabrik perlu dilakukan monitoring terhadap jenis dan


konsentrasi zat pencemar, minimal setiap penggantian teknologi proses dan
penggunaan bahan baku yang berbeda.
a. Metode Sampling Udara

Dalam pengambilan sampling udara digunakan dua metode yaitu grab sampling
(sampel tunggal) dan kontiniu.

e. Teknik Pengumpulan Udara


1. Teknik Absorbsi

Merupakan teknik pengumpulan gas berdasarkan kemampuan gas pencemar


bereaksi dengan pereaksi kimia (absorber). Pereaksi kimia yang digunakan harus
spesifik artinya hanya dapat bereaksi dengan gas pencemar tertentu yang akan
dianalisis, absorber biasanya dalam bentuk gas SO2 dan NO2.

2. Teknik Adsorbsi

Teknik penngumpulan gas berdasarkan kemampuan gas teradsorpsi pada


permukaan padat adsorbent (karbon aktif atau alumunium oksida).teknik ini
digunakan untuk gas-gas Hidrokarbon karena mudah terserap dalam permukaan
karbon aktif.

3. Teknik Evacuated/Tabung

Biasanya memerlukan alat penampung gas yaitu berupa botol yang inert yang
telah divakumkan atau dengan kantong udara yang terbuat dari bahan tedlar atau
Teflon, atau digunakan jarum suntik ( gas syringe). Teknik ini sering digunakan
untuk gas pencemar dengan konsentrasi yang tinggi dan tidak memerlukan
pemekatan contoh udara.

4. Teknik Direct Reading

Teknik ini menggunakan alat khusus yang dapat digunakan untuk


mengetahui secara langsungkonsentrasi kontaminan di udara. Alat ini menggunakan
sistem sensor sehingga lebih mudah, cepat, tetapi biayanya mahal.

C. Sampling Tanah
a. Sampel tunggal//sesaat (Grab Sampling)
Sampel yang diambil secara langsung dari badan tanah yang sedang dipantau.
Sampel ini hanya menggambarkan karakteristik tanah pada saat pengambilan
sampel.
b. Composite Sampel
Sampel campuran dari beberapa waktu pengambilan yang dilakukan secara
manual atau otomatis dengan menggunakan peralatan yang dapat mengambil tanah
pada waktu-waktu tertentu.

c. Sampel Gabungan Tempat (Integrated Sampel)

Sampel gabungan yang diambil secara terpisah dibeberapa tempat dengan


volume yang sama.

Teknik Analisis

A. Metode Analisis

Jika sampel telah didapat dan diproses maka analisis dapat dilakukan untuk
mengetahui apakah sampel yang di ambil mempengaruhi sistem yang ada. Analisis
dilakukan berdsarkan pengukuran parameter fisik, kimia dan biologi. Terdapat dua jenis
pengukuran dalam analisis ini yaitu :

a. Pengukuran In Situ

Pengukuran in situ kualitas lingkungan adalah pengukuran parameter kualitas


lingkungan secara langsung dilapangan/lokasi pengukuran. Parameter yang bisa di
ukur di in situ adalah suhu, pH, oksigen terlarut, kecerahan, amoniak.

b. Pengukuran/Analisis Laboratorium
1. Kualitatif, untuk menemukan dan mengidentifikasi zat (analit)
2. Kuantitatif, untuk menentukan jumlah dan banyaknya suatu zat.

Analisis kuantitatif dibagi lagi menjadi tiga yaitu:


a. Gravimetri

Dalam analisis gravimetri, zat yang akan ditetapkan diubah terlebih


dahulu menjadi suatu endapan yang tidak larut kemudian dikumpulkan dan
ditimbang.

Contohnya Konsentrasi perak dalam sampel logam dapat ditetapkan


secara gravimetri, dengan cara mula mula melarutkan sampel tersebut dalam
asam nitrat kemudian ke dalam larutan tersebut ditambahkan ion klorida secara
berlebihan sehingga semua ion perak yang ada dalam larutan mengendap sebagai
perak klorida.
b. Titremitri (Volumetri)

Dalam analisis titrimetri/volumetri, zat yang akan ditetapkan dibiarkan


bereaksi dengan suatu pereaksi yang ditambahkan sebagai larutan standar,
kemudian volume larutan standar yang diperlukan agar reaksi sempurna diukur.

c. Instrumentasi

Dalam analisis instrumentasi analisis dilakukan dengan menggunakan alat


khas, keuntungan analisis ini berlangsung cepat dengan sedikkit pereaksi baik
jenis maupun jumlahnya, dan kelemahannya bergantung oada ketelitian alat.