Anda di halaman 1dari 7

BAB II

PEMBAHASAN

A. PROSES KERJA
Deskripsi pekerjaan;
1. Tugas utama mekanik bengkel motor
Tugas utama dari mekanik bengkel motor ini adalah memberikan
pelayanan serta service motor kepada konsumen berupa pemeriksaan dan
perbaikan motor serta penggantian komponen-komponen motor.
Disamping itu, mekanik bengkel motor ini memiliki beberapa tugas
lain, diantaranya:
1) Pemeriksaan dan penggantian oli mesin;
2) Pembersihan, pemeriksaan dan penyetelan karburator;
3) Pemeriksaan dan penyetelan celah klep;
4) Pembersihan, pemeriksaan, pengukuran atau celah busi, jika sudah tidka
memungkinkan bisa diganti dengan yang baru;
5) Membersihkan saluran udara;
6) Pemeriksaan dan penyetelan jarak main bebeas kopling;
7) Pemeriksaan dan penyetelan jarak bebas rem tromol;
8) Pemeriksaan aki;
9) Pmeriksaan dan penggantian ban dalam;
10) Pemeriksaan dan menambah tekanan angin ban;
11) Pemeriksaan suspense depan dan belakang;
12) Penyetelan rantai roda;
13) Pemeriksaan sistem kelistrikan;
14) Pemeriksaan dan penyetelan putaran gas tangan;
15) Pemeriksaan pergerakan bebas stang kemudi;
16) Pemeriksaan saluran bahan bakar;
17) Pemeriksaan dan pembersihan saringan oli;
18) Pemeriksaan aeradiator;
19) Pemeriksaan dan pengencangan baut mesin;
20) Pemeriksaan dan penambahan oli samping pada motor;
21) Pemeriksaan dan penyetalan switch rem;

2. Bahan dan Alat yang Digunakan


Dalam dunia bengkel dikenal ada dua jenis alat bantu kerja yaitu
alat tangan dan alat mesin atau alat tenaga, kedua alat tersebut
dibedakan atas tenaga penggeraknya di mana alat mesin untuk
menggerakkannya menggunakan tenaga bantu dari mesin,  sedangkan
alat tangan menggunakan tenaga otot/tangan manusia.

Banyak sekali peralatan yang digunakan untuk perbengkelan


dan di gunakan sesuai jenis alatnya. Berikut dibawah ini adalah
beberapa alat bengkel yang digunakan beserta fungsinya.

1. Kunci Pas 
Untuk memutar baut kepala segi enam dengan ukuran tertentu sesuai
dengan ukuran kepala baut.
2. Kunci Ring 
Untuk mengencangkan atau mengendurkan baut dan mur yang
berbentu segi enam atau heksagonal. Kunci pas ring ini memiliki ukuran
metric dengan kombinasi, misalnya 6 dan 7, 8 dan 9, 10 dan 11, 12 dan 13
dan seterusnya dimana satuan ukuran adalah mm.
3. Kunci Soket 
Digunakan untuk melepas atau memasang kepala baut atau mur dengan
momen kekencangan tertentu. Berbentuk silinder dan terbuat dari logam
paduan Chrome Vanadium dan dilapisi dengan nikel.
4. Kunci L 
Untuk membuka/mengencangkan baut yang kepala bautnya menjorok
kedalam. Ukuran kunci L antara 2 mm – 22 m dan penampangnya
berbentuk segi 6 (hexagonal) dan berbentuk bintan (L bintang).
5. Kunci Inggris 
Untuk membuka/mengencangkan kepala baut/mur yang ukurannya
dapat diubah sesuai dengan limit maksimumnya. Kunci Inggris mempunyai
sudut 15 derajat terhadap pegangannya dengan ukuran lebar mulut antara 13
mm – 35 mm.
6. Kunci roda 
Untuk melepas dan mengganti mur roda pada kendaraan bermotor.
Kunci roda terbuat dari baja di mana ujung-ujungnya mempunyai kepala
soket segi 6.
7. Kunci busi 
Untuk melepas dan memasang busi yang biasanya busi dipasang pada
posisi sulit dijangkau oleh kunci pas atau kunci ring.
8. Kunci Pipa 
Untuk memegang benda yang berbentuk bulat, baik pejal maupun
berbentuk pipa. Pada bagian tangkainya terdapat baut pengatur kedudukan
rahang.
9. Tang Cucut 
Untuk penjepit kawat atau kabel dan dapat dimanfaatkan bagian dalam
rahang yang tajam sebagai pemotong kabel. 
10. Tang Sudut 
Untuk menjepit kawat dan kabel yang sulit dijangkau.
11. Tang Kombinasi 
Untuk menjepit kawat atau kabel. Di tengahnya, bagian yang bergerigi
renggang, untuk mengunci mur. Rahang tajam sebagai pemotong kawat dan
kabel.
12. Kikir 
Untuk menghasluskan permukaan benda terutama yang terbuat dari
kayu.
13. Penitik 
Untuk membuat tanda atau titik pada suatu benda dalam proses
pengukuran.
14. Bor Listrik 
Untuk memberi lubang pada suatu benda.
15. Solder 
Digunakan untuk proses penyolderan atau pemasangan komponen
16. Amperemeter 
Untuk mengukur arus listrik.
17. Voltmeter 
Untuk mengukur tegangan listrik.
18. Ohm meter 
Untuk mengukur besarnya hambatan listrik.
19. Multimeter/Avometer 
Untuk mengukur besarnya tegangan, arus, serta hambatan listrik,
selain itu multimeter juga dapat digunakan untuk beberapa fungsi seperti
mengukur temperatur, induktansi, frekuensi, dan sebagainya.
20. Kompresor 
Sebagai penambah angin pada ban sampai pada fungsi yang lebih
kompleks lainnya. Ukuran serta kapasitas dari kompresor ini bermacam –
macam.
21. Klem 
Untuk menjaga supaya benda yang sedang diperbaiki tetap pada
tempatnya.
22. Dongkrak 
Alat yang dioperasikan secara hidrolik yang dapat mengangkat barang
yang berat.
23. Palu 
Alat yang dipakai sebagai pemukul untuk memasang dan melepaskan
komponen-komponen mesin seperti pada pemasangan bearing, melepas
sambungan pada propeller shaft dan sebagainya.
24. Tang 
Digunakan untuk memotong, membengkokkan, memegang dan
sebagainya.
25. Gerinda 
Digunakan untuk menghaluskan benda kerja atau untuk penajaman
alat-alat perkakas, misalnya; mata bor, pahat, penggores, jangka tusuk, dan
sebagainya.
26. Ragum 
Untuk menjepit benda kerja, seperti mengikir, memahat, memotong
dan sebagainya.
27. Spray Gun
Digunakan untuk keperluan air brush. Sedangkan pada bengkel umum
biasanya spray gun digunakan untuk membersihkan komponen – komponen
mesin.
28. Gergaji 
Alat pemotong dan pembuat alur yang sederhana, bagian sisinya
terdapat gigi-gigi pemotong yang dikeraskan.
29. Snei Pejal 
Untuk memudahkan dalam penguliran awal.
30. Snei Bercelah 
Untuk pembuatan ulir luar, karena ia memiliki kelebihan dari pada
snei pejal.
31. Sekrap tangan 
Untuk menghilangkan noda-noda/tanda-tanda pada permukaan benda
kerja untuk menghasilkan permukaan yang licin dan rata sehingga mencapai
ukuran yang tepat.
32. Mata Sock 
Mata sock terdiri dari  sock segi duabelas, segi delapan dan segi enam.
Sedangkan variasi bentuknya, ada yang panjang maupun pendek. Biasanya
mata sock memiliki ukuran 10-33 mm atau 7/16W-1/4W dan 3/16W-3/4W.
33. Sliding handle 
Merupakan salah satu alat pemegang mata sock yang yang bisa digeser
posisinya sepanjang batang handle.
34. Mistar Baja 
Dipergunakan sebagai penggaris atau untuk memeriksa rata dan
tidaknya suatu benda.
35. Hot blower 
Hot Blowwer akan mengeluarkan semburan udara panas untuk
mencairkan timah. Ada type Hot Blowwer Analog dan Digital.
36. Infra Red Blowwer 
Mirip dengan hot blowwer biasa hanya saja semburannya bukan berupa
udara panas tetapi berupa sinar infra merah.
37. Penyedot Timah 
Untuk pencabutan komponen yang harus diganti.
38. Pinset 
Untuk menjepit suatu benda yang kecil, atau untuk menjepit kaki
komponen yang akan disoleder agar panasnya berkurang.
39. Garis penyiku 
Untuk mungkur benda dalam keadaan siku-siku (90°).
40. Nut spinner 
Merupakan alat pemegang (handle) yang memiliki ujung bebas
bergerak, yang memudahkan untuk mengencangkan atau membuka baut-
baut yang rumit.

3. Lama Kerja
Mekanik bengkel ini bekerja selama 9 jam, mulai dari pukul 08.00
sampai pukul 17.00 WIB. Sedangkan lama pengerjaan untuk setiap konsumen
berbeda-beda, tergantung dari seberapa parah kerusakan yang ada pada motor
tersebut.
4. Prosedur Kerja (SOP)

B. IDENTIFIKASI HAZARD DAN RISIKO


1. Hazard di lingkungan kerja
 Fisik
Potensi bahaya fisik, yaitu potensi bahaya yang dapat menyebabkan
gangguan-gangguan kesehatan terhadap tenaga kerja yang terpapar,
misalnya: terpapar kebisingan intensitas tinggi, suhu ekstrim (panas &
dingin), intensitas penerangan kurang memadai, getaran, radiasi. Potensi
hazard lingkungan fisik ini meliputi kebisingan. Nilai ambang batas untuk
kebisingan adalah 85 dB  untuk 8 jam pemajanan, 90 dB untuk 4 jam
pemajanan, 95 dB  untuk 2 jam pemajanan, dan seterusnya.
Sumber kebisingan yang ada terletak pada saaat pekerja menyalakan
mesin motor yang mengakibatkan ruangan tersebut menjadi bising. Jenis
kebisingan ini termasuk intermittent noise atau kebisingan yang terputus-
putus dan besarnya dapat berubah-ubah.
Potensi bahaya juga timbul pada asap knalpot yang bertebaran
sehingga berisiko mengenai mata atau terhirup melalui saluran pernafasan.