Anda di halaman 1dari 8

NAMA : Arya Sona

NIM : 1900020089

KELAS : TEKNIK KIMIA B

MATKUL : Proses Industri Kimia

Tugas Rangkuman Alat Transportasi Bahan Padat,

Cair & Gas di Industri


Industri kimia biasanya berhubungan dengan penyampuran / kombinasi zat-zat yang
dipadukan dengan cara tertentu untuk selanjutnya digunakan untuk menghasilkan suatu produk,
baik produk sehari-hari maupun obat-obatan. Zatzat tersebut juga digunakan untuk proses reaksi
terhadap zat dasar produk tertentu. Zat yang dimaksud dapat berupa zat cair, gas bahkan zat
berbentuk padat seperti serbuk. Dalam hal itu, industri kimia memerlukan sebuah alat
penyimpanan. Alat penyimpanan tersebut sangat penting untuk menampung dan menyimpan
zatzat kimia tersebut. Berbeda dari alat penyimpanan pada umumnya, alat penampung zat pada
industri kimia disesuaikan dengan keadaan dan sifat dari berbagai macam zat. Untuk menyimpan
gas misalnya, akan dibuat dari bahan yang kuat, anti bocor, serta tahan panas untuk menjaga
suhu gas tetap stabil . Begitu pula dengan alat penyimpanan zat cair. Bahan dari penampung
tidak boleh yang bersifat korosif karena alaminya zat cair dapat menimbulkan karat. Alat
penyimpan zat padat juga didesain berdasarkan keamanan penyimpanan, dan tidak
mengakibatkan zat tersebut berkurang dan berubah baik secara volume maupun bentuknya. Ada
3 jenis alat penyimpanan / storage dalam industri kimia, mulai dari laboratorium hingga skala
besar:

A. Alat penyimpanan zat padat


Di dalam industri, bahan-bahan yang digunakan tidak jarang merupakan bahan
yang berat maupun berbahaya bagi manusia. Untuk itu diperlukan alat transportasi
khusus untuk mengangkut bahan-bahan tersebut mengingat keterbatasan kemampuan
tenaga manusia baik itu berupa kapasitas bahan yang akan diangkut maupun keselamatan
kerja dari karyawan. Salah satu jenis alat pengangkut yang sering digunakan adalah
conveyor yang berfungsi untuk mengangkut bahan -bahan industri yang berbentuk padat.
Pemilihan alat transportasi (conveying equipment) material padatan antara lain
tergantung pada: Kapasitas material yang ditangani, Jarak perpindahan material, Kondisi
pengangkutan : horizontal, vertikal atau inklinasi, Ukuran, bentuk dan sifat material, Harga
peralatan tersebut.
Jenis-jenis alat transportasi zat padat adalah sebagai berikut :
1. Bin
Alat ini berupa bejana berbentuk silinder atau segi empat terbuat dari beton atau baja
yang biasanya tidak terlalu tinggi dan agak besar.
Prinsip Kerja : Pengeluaran zat padat pada bin dapat melalui setiap bukaan yang
terdapat di dekat dasar bin, dimana tekanan pada sisi keluar lebih kecil dari tekanan
vertikal pada ketinggian yang sama sehingga bukaan tidak dapat tersumbat.
2. Silo
Silo adalah bejana tegak lurus untuk penyimpanan bahan-bahan padat yg mengalir,
mis: serbuk/butir. Pengisian dilakukan memakai peralatan transportasi tertentu dan
lubang pengeluaran terletak disebelah bawah, biasanya dihubungkan dengan unit
penyedot. Dalam silo hanya bisa disimpan bahan-bahan yg tidak melekat. Contoh:
pupuk atau bahan sintetik disimpan dg cara ini. Drum-drum, kotak logam, dan
karung-karung yang telah diisi harus diberi label isi dan jumlah.Tulisan harus dengan
cat dan tidak boleh terhapus.
Silo biasanya terbuat dari stainless steel (berlapis enamel) dimana bagian bawah
berbentuk kerucut untuk mempermudah pengeluaran bahan. Frame penyangga dibuat
dari rangka baja dengan kekuatan yang sesuai.
Prinsip kerja silo : Silo selalu diisi dari atas dan pengeluarannya melalui sebuah
lubang pada sisi sebelah bawah.
3. Hooper
Hopper adalah bin kecil dengan dasar agak miring dan digunakan untuk menumpuk
sementara sebelum zat diumpan ke dalam proses Alat Penyimpan Zat Cair.
Prinsip Kerja : Mempermudah aliran padatan keluar dengan memberi getaran dengan
arah : Gyrating Hooper ,yaitu getaran yang dikenakan tegak lurus terhadap saluran
arus dan Whirpool Hooper, yaitu mempunyai arah getaran kombinasi dari gerak
memulir dan mengangkat.
4. Storage Piles
Storage Piles Merupakan cara penyimpanan yang murah dan sederhana.
Prinsip Kerja : bahan yang akan disimpan dibuat dalam tumpukan-tumpukan (piles)
ditempat terbuka. Tumpukan-tumpukan tersebut dibuat langsung dari bahan–bahan
yang keluar dari belt conveyor (alat ini terdiri dari endless belt / sabuk yang
membawa solid dari satu tempat ketempat yang lain. Belt conveyor membutuhkan
tenaga yang kecil dan dapat mengangkut material yang cukup jauh). Bahan-bahan
yang dapat disimpan dengan cara seperti ini adalah bahan-bahan padat yang tak
berpengaruh terhadap keadaan cuaca. Contoh dari bahan tersebut adalah batubara,
kerikil, pasir
5. Belt Conveyor
Belt conveyor merupakan peralatan yang terdiri dari sabuk yang tahan terhadap
pegangkutan benda padat. Sabuk yang digunakan pada belt conveyor ini dapat dibuat
dari berbagai jenis bahan misalnya karet, plastik, kulit ataupun logam yang
tergantung dari jenis dan sifat bahan yang akan diangkut. Karakteristik belt conveyor
adalah sebagai berikut :
 Jarak temouh dapat ber mil-mil.
 Kecepatan s/d 5,08 m/detik = 1000 ft/menit.
 Kapasitas s/d 4539 metric ton/jam = 5000 ton/jam.
 Kemiringan : maksimum 30o , biasanya 18-20o.
 Bahan yang ditransfer tidak mengalami pengecilan ukuran.
 Sederhana, paling banyak digunakan.
 Sudut naik (elevasi) terbatas.
 Baik untuk mengangkut tepung, granular, gumpalan

Gambar 1. Belt Conveyor

6. Pneumatic Conveyor
Konveyor yang digunakan untuk mengangkut bahan yang ringan atau berbentuk
bongkahan kecil adalah konveyor aliran udara (pneumatic conveyor). Pada jenis ini
bahan dalam bentuk suspensi diangkat oleh aliran udara. Pada konveyotr ini banyak
alat yang dipakai, antara lain :
 Sebuah pompa atau kipas angin untuk menghasilkan aliran udara.
 Sebuah cyclone untuk memisahkan partikel-partikel besar.
 Sebuah kotak penyaring (bag filter) untuk penyaring debu

Gambar 2. Pneumatic conveyer


B. Alat Transportasi Fluida (Cair dan Gas)
Pembagian alat transportasi fluida menjadi tiga, yaitu :

 Alat transportasi yang memberikan tekanan langsung terhadap fluida (positive


displacement). Dibedakan menjadi dua, yaitu :
 Reciprocrating
 Rotary
 Alat transportasi yang memberikan torsi atau putaran terhadap fluida (centrifugal).
Yang termasuk jenis ini adalah centrifugal pump dan turbine pump.
1. Positive Displacement Pump
1.1 Reciprocrating Pump
a) Pompa Torak
Pompa torak merupakan pompa yang banyak digunakan dalam kelompok
pompa desak gerak bolak-balik. Menurut cara kerjanya pompa torak dapat
dikelompokkan dalam kerja tunggal dan kerja ganda. Sedangkan menurut
jumlah silinder yang digunakan, dapat dikelompokkan dalam pompa torak
silinder tunggal dan silinder banyak. Kegunaan pompa ini untuk :
 Proses yang memerlukan head yang tinggi
 Kapasitas fluida rendah
 Liquid yang kental dan slurry
 Liquid yang mudah menguap

Gambar 3. Pompa torak


b) Membran Pump
Pompa ini merupakan liquid end dari bahan yang fleksibel yang
dilengkapi dengan discharge valve pada pusat suction valve. Bagian yang
bergerak dari pompa adalah diafragma dan kerangkannya. Dengan gerakan
yang eksentrik, maka diafragma digerakkan sehingga dapat terjadi aliran.
Pompa sekat baik digunakan untuk cairan-cairan yang mengandung
partikel-partikel padatan pada pompa ini sedikit sekali bagian–bagian yang
bergerak, dan sederhana serta mudah direparasi. Kegunaan pompa ini
untuk crude oil (lumpur minyak) atau liquid yang banyak mengandung
solid dalam bentuk suspensi head yang rendah
2. Rotary Pump
Pompa rotari adalah pompa perpindahan positif dimana energi mekanis
ditransmisikan dari mesin penggerak ke cairan dengan menggunakan elemen yang
berputar di dalam rumah pompa (casing). Pada waktu rotor berputar di dalam rumah
pompa, akan terbentuk kantong-kantong yang mula-mula volumenya besar (pada sisi
isap) kemudian volumenya berkurang (pada sisi tekan) sehingga fluida akan tertekan
keluar. Rotary Pump adalah suatu jenis dari PDP yang melakukan aksi rotasi. Fluida
di trap dalam suatu expanding chamber di dekat inlet, lalu digerakkan ke outlet dan
ditekan ke luar discharge line.
Macam-macam rotary pump :

2.1 Pompa Lobe (Lobe Pump)


Kegunaan pompa ini untuk memompa cairan kental (viskositasnya tinggi)
dan mengandung padatan. Pemilihan dua rotor lobe atau tiga rotor lobe
didasarkan atas ukuran padatan yang terkandung dalam cairan, kekentalan cairan,
dan kontinyuitas aliran. Dua rotor lobe cocok digunakan untuk cairan kental,
ukuran padatan yang relatif kasar dengan kontinyuitas kecepatan aliran yang tidak
halus.

Gambar 4. Pompa lobe


2.2 Pompa Roda Gigi (Gear Pump)
Kegunaan pompa ini untuk mencegah kemacetan dan aus saat pompa
digunakan maka zat cair yang dipompa tidak boleh mengandung padatan dan
tidak bersifat korosif. Pompa dengan penggigian luar banyak digunakan untuk
memompa minyak pelumas atau cairan lain yang mempunyai sifat pelumasan
yang baik. Pompa dengan penggigian dalam dapat digunakan untuk
memompa zat cair yang mempunyai kekentalan (viskositas) tinggi, seperti
tetes, sirop, dan cat.

Gambar 5. Pompa roda gigi

3. Variable Head Capacity Pump (VHCP)


3.1 Centrifugal Pump
Pompa sentrifugal adalah suatu mesin kinetis yang mengubah energi mekanik
ke dalam energi hidrolik melalui aktivitas sentrifugal, yaitu tekanan fluida
yang sedang di pompa. Pompa sentrifugal merupakan salah satu alat industri
yang simpel, tapi sangat diperlukan. Kegunaan pompa ini untuk :
 Memindahkan cairan dari satu tempat ke tempat lainnya (contoh : air
dari aquifer bawah tanah ke tangki penyimpan air)
 Mensirkulasikan cairan sekitar sistem (misalnya air pendingin atau
pelumas yang melewati mesin-mesin dan peralatan)
 Untuk memindahkan berbagai macam fluida, mulai dari air, asam
sampai slurry ataupun campuran cairan dengan katalis padat (solid).
 Biasa digunakan pada industri minyak bumi, yang mana pompanya
digunakan difasilitas gathering station, suatu unit pengumpul fluida
dari sebuah sumur produksi sebelum diolah
Gambar 6. Centrifugal Pump
3.2 Turbine Pump
Turbine pump adalah salah satu jenis dari VHCP dengan menggunakan aksi
sentrifugal. Pompa jenis ini digunakan untuk keperluan yang tidak terus
menerus dan untuk flushing (penyemprotan), misalnya pada pemadam
kebakaran.
Kelebihan pompa turbin adalah baik digunakan untuk flushing dengan
kapasitas operasi sekitar 1 - 20 gpm. Sedangkan kekurangannya adalah tidak
cocok untuk operasi yang terus-menerus; cairan yang dipompakan harus
jernih, karena kalau tidak jernih akan merusak blade; cairan yang digunakan
tidak boleh korosif; dan temperatur cairan tidak boleh > 350 oF. Kegunaan
pompa ini untuk :
 Pendinginan circulators air untuk laser dan mesin lain
 Memompa air untuk irigasi
 Pemadam kebakaran
 Pembangkit listrik tenaga air
 Pengolahan air limbah

Gambar 7. Turbine Pump