Anda di halaman 1dari 17

LAPORAN RESMI

PRAKTIKUM FISIKA

Disusun Oleh :

Nama & NIM : Ilham Habib Haspadilah


Golongan / Kel. : Kelompok 7
Hari & Tgl Praktikum : Selasa, 02 Juni 2020
Nama Asisten : Sinta Dewi Aprilianti Said
Judul Praktikum : Pengukuran Percepatan Gravitasi Bumi dengan
Metode Ayunan Matematis
Dikumpul Pada Tgl : 07 Juni 2020

LABORATORIUM TEKNIK KIMIA

PROGRAM STUDI TEKNIK KIMIA - FAKULTAS TEKNOLOGI


INDUSTRI

UNIVERSITAS AHMAD DAHLAN

YOGYAKARTA

2020
PENGUKURAN PERCEPATAN GRAVITASI BUMI DENGAN
METODE AYUNAN MATEMATIS

I. TUJUAN PERCOBAAN
Pengukuran percepatan gravitasi bumi dengan metode ayunan matematis

Kata Kunci : Percepatan Gravitasi Bumi, ayuanan matematis

II. DASAR TEORI

Bandul sederhana atau ayunan matematis merupakan sebuah partikel


yang bermassa m yang bergantung pada suatu titik tetap dari seutas tali yang
massanya diabaikan dan tali ini tidak dapat bertambah panjang merupakan
bandul sederhana yang terdiri dari panjang tali l dan beban bermassa m. Gaya
yang bekerja pada beban adalah beratnya mg dan tegangan T pada tali.
Tegangan tali disebabkan oleh komponen berat Fn = mg cos θ, sedangkan
komponen mg sin θ bekerja untuk melawan simpangan. Mg sin θ inilah yang
dinamakan gaya pemulih (Fr). Jika bandul tersebut berayun secara kontinu
pada titik tetap (0) dengan gerakan melewati titik kesetimbangan c sampai
berbalik ke Bʹ ( B dan Bʹ simetris satu sama lain ) dengan sudut simpangan
θο relatif kecil maka terjadi ayunan harmonis sederhana
(Giancoli,2007).
Apabila suatu benda dilepaskan dari ketinggian tertentu, maka benda
tersebut akan jatuh dan bergerak mengarah kepusat bumi. Percepatan yang
dialami oleh benda yang jatuh tersebut disebabkan oleh adanya gravitasi
bumi. Percepatan gravitasi bumi dapat diukur dengan beberapa metode
eksperimen salah satunya adalah ayunan bandul matematis yang terdiri atas
titik massa m yang digantung dengan menggunakan seutas tali tak bermassa
(massa diabaikan) dengan ujung atasnya dikaitkan dindng diam. Pada sistem
bandul sederhana, benda bergerak pada sumbu gerak yang hanya dkendalikan
oleh gravitasi bumi dengan periode ayunan dapat ditentukan dengan
menggunakan persamaan : T = 2π √ 𝑙 𝑔
(Halliday,2005).
Bila suatu benda bergerak bolak – balik terhadap suatu titik tertentu,
maka benda tersebut dinamakan bergetar, atau benda tersebut bergetar. Dalam
ilmu fisika dasar, terdapat beberapa kasus bergetar diantaranya adalah gerak
harmonik sederhana (GHS) adalah gerak bolak – balik suatu benda yang
melalui titik kesetimbangan tertentu dengan banyaknya getaran benda dalam
setiap detik selalu konstan. Gerak harmonik sederhana terjadi karena adanya
gaya pemulih atau restoring force. Dinamakan gaya pemulih karena gaya
selalu melawan perubahan posisi benda agar kembali ketitik setimbang.
Karena itulah terjadi gerak harmonik. Pengertian sederhana adalah bahwa kita
mengaggap bahwa tidak ada gaya disipatif, misalnya gaya gerak dengan
udara, atau gaya gesek antara komponen sistem (pegas dengan beban) atau
pegas dengan statifnya
( Ishaq,2007).
III. ALAT DAN SUSUNAN ALAT
1. Set up ayunan matematis
2. mistar
3. busur
4. Tali
5. stopwatch
IV. CARA KERJA

Mengukur panjang tali dan dimulai dengan panjang

mengu tali yang pendek

Simpangkan ayunan dengan sudut 20° kemudian


lepaskan

Ukurlah waktu yang diperlukan untuk 20 kali


putaram

Variasikan panjang tali dan bebanya kemudian


ulangi langkah 1),2)dan3)
V. DATA PERCOBAAN
Table 1.
No Panjang amplitudo Waktu untuk 20 kali T+St(S) T+St2(S2)
tali ayunan
15Cm T1 T2 T3
1 1 20° 16,98 16,80 17,16 0,935 0,874
2 2 30° 16,52 16,32 15,56 0,905 0,819
3 3 45° 16,50 16,29 16,71 0,877 0,769

Table 2.

No Panjang amplitudo Waktu untuk 20 kali T+St(S) T+St2(S2)


tali ayunan
17 cm T1 T2 T3
1 1 20° 18,71 18,18 19,21 0,849 0,720
2 2 30° 17,82 17,76 18,79 0,807 0,651
3 3 45° 17,22 17,31 18,12 0,825 0,680

Table 3.
No Panjang amplitudo Waktu untuk 20 kali T+St(S) T+St2(S2)
tali ayunan
19cm T1 T2 T3
1 1 20° 19,20 19,32 18,73 0,954 0,910
2 2 30° 18,93 20,65 19,96 0,992 0,984
3 3 45° 18,90 18,67 19,23 0,946 0,894

Table 4.
No Panjang amplitudo Waktu untuk 20 kali T+St(S) T+St2(S2)
tali ayunan
21cm T1 T2 T3
1 1 20° 20,77 21,32 21,09 1,053 1,108
2 2 30° 20,32 20,66 21,74 1,045 1,092
3 3 45° 20,16 21,20 20,45 1,030 1,060
VI. PERHITUNGAN
a. Mencari periode
18,71+18,18+19,21
T=
3×20
56,1
T=
60
T=0,935 S
T2=(0,935)2
T2= 0,874 S2
b. Mencari percepatan gravitasi
𝑙
T=2π √𝑔
𝑙
T2=4π2 × 𝑔
𝑙
g =4π2 × 𝑇2
0,17
g = 4π2 × 0,874

g=4(3,14)2 ×0,171
g=39,438 × 0,171
g= 6,7438 𝑚⁄𝑠2
Dengan cara yang sama dapat diperoleh data sebagai berikut dari
gravitasi pada Panjang tali 0,17m sudut 20°

Table 5.hubungan antara panjang tali,periode dan gravitasi pada sudut 20°
No. Panjang tali T(s) T2 (s2) g(𝑚⁄𝑠2)
1 0,15 0,849 0,720 8,2031
2 0,17 0,935 0,874 7,6509
3 0,19 0,954 0,910 8,2031
4 0,21 1,053 1,108 7,4537

• Rata-Rata gravitasi berdasarkan data table 5.


8,2031+7,6509+8,2031+7,4537
g= 4
31,5108
g= 4

g=7,87(𝑚⁄𝑠2)
Table 6.hubungan antara panjang tali,periode dan gravitasi pada sudut 30°
No. Panjang tali T(s) T2 (s2) g(𝑚⁄𝑠2)
0,15 0,807 0,651 9,0707
0,17 0,905 0,819 8,1636
0,19 0,992 0,984 7,6115
0,21 1,045 1,092 7,5720

• Rata-Rata gravitasi berdasarkan data table 6.


9,0707+8,1636+7,6115+7,5720
g= 4
32,4178
g= 4

g=8,10(𝑚⁄𝑠2)
Table 7.hubungan antara panjang tali,periode dan gravitasi pada sudut 45°
No. Panjang tali T(s) T2 (s2) g(𝑚⁄𝑠2)
1 0,15 0,877 0,680 8,6763
2 0,17 0,825 0,769 8,7157
3 0,19 0,946 0,894 8,3608
4 0,21 1,030 1,060 7,8087

• Rata-Rata gravitasi berdasarkan data table 7.


8,6763+8,7157+8,3608+7,8087
g= 4
33,5615
g= 4

g=8,39(𝑚⁄𝑠2)

c. Mencari titik estimasi antara panjang tali(x) dengan T(y)


Table 8.hubungan panjang tali(x) dengan T(y)

No X y xy X2
1 0,15 0,877 0,131 0,0225
2 0,17 0,825 0,140 0,0289
3 0,19 0,946 0,179 0,0361
4 0,21 1,030 0,216 0,0441
Jumlah 0,72 3,678 0,666 0,1316
• a = (n×Σxy) – (Σx×Σy)
n(Σx²) – (Σx)²

a = (4×0,566) – (0,72×3,678)
4(0,1316) – (0,72)²

a = 1,98

• b= (Σy) – (Σx×a)
n

b= 3,678 – (0,72×1,98)
4

b= 0,56
Diperoleh persamaan y= 1,98x+0,56
y= 1,98(0,15)+0,56
y= 0,85
dengan cara yang sama diperoleh data sebagai berikut

Table 9. Hubungan antara titik estimasi T(y) dengan panjang tali(x)


No X Y
1 0,15 0,85
2 0,17 0,89
3 0,19 0,93
4 0,21 0,96

d. Mencari titik estimasi T2(y)dengan panjang tali(x)

Table 10. Hubungan antara titik estimasi T2(y) dengan panjang tali(x)
No X Y XY X2
1 0,15 0,680 0,102 0,0225
2 0,17 0,769 0,130 0,0289
3 0,19 0,894 0,169 0,0361
4 0,21 1,060 0,222 0,0441
Jumlah 0,72 3,403 0,623 0,1316
• a = (n×Σxy) – (Σx×Σy)
n(Σx²) – (Σx)²

a = (4×0,623) – (0,72×3,403)
4(0,1316) – (0,72)²

a = 5,23

• b= (Σy) – (Σx×a)
n

b= 3,403 – (0,72×5,23)
4

b= ─0,09

Diperoleh persamaan y= 5,23x ─ 0,09


y= 5,23(0,15) ─ 0,09
y= 0,69
dengan cara yang sama diperoleh data sebagai berikut

Table 11. Hubungan antara titik estimasi T2(y) dengan panjang tali(x)
No X Y
1 0,15 0,69
2 0,17 0,79
3 0,19 0,90
4 0,21 1,00

e. Mencari titik percepatan gravitasi(y) dengan panjang tali(x)


Table 12. Hubungan antara gravitasi(y) dengan panjang tali(x)

No X Y XY X2
1 0,15 8,6763 1,3014 0,0225
2 0,17 8,7157 1,4816 0,0289
3 0,19 8,3608 1,5885 0,0361
4 0,21 7,8087 1,6398 0,0441
Jumlah 0,72 33,5615 6,0113 0,1316

• a = (n×Σxy) – (Σx×Σy)
. n(Σx²) – (Σx)²

a = (4×6,0113) – (0,72×33,5615)
. 4(0,1316) – (0,72)²

a = ─7,70

• b= (Σy) – (Σx×a)
n

b= (33,5615)+(0,72×14,85)
4

b= 9,77
Diperoleh persamaan y= ─7,70x + 9,77
y= ─7,70(0,15) + 9,77
y= 8,61
dengan cara yang sama diperoleh data sebagai berikut

Table 13. Hubungan antara titik estimasi gravitasi(y) dengan panjang tali(x)
No X Y
1 0,15 8,61
2 0,17 8,46
3 0,19 8,30
4 0,21 8,15
Berdasarkan grafik tersebut dapat diperoleh percepatan gravitasi
dengan persamaan :
𝑦 = 𝑎𝑥 + 𝑏

2
4𝜋 2
𝑇 = 𝑥+𝑏
𝑔
4𝜋 2
𝑎=
𝑔
4𝜋 2 4(3,14)2
𝑔= = = 5,1 𝑚/𝑠 2
𝑎 7,70
Jadi, percepatan gravitasi yang terjadi pada sudut 45 derajat adalah
5,1 𝑚/𝑠 2

Grafik 1. Hubungan antara T (periode) dengan panjang tali


0.98
0.96
0.94
0.92
0.9
0.88
PERIODE

0.86 Y
0.84
0.82
0.8
0.78
0.15 0.17 0.19 0.21

PANJANG TALI

Grafik 2. Hubungan antara T2 dengan panjang tali


1.2

0.8

T2 0.6
Y
0.4

0.2

0
0.15 0.17 0.19 0.21
PANJANG TALI

Grafik 3. Hubungan antara gravitasi dengan panjang tali

8.7

8.6

8.5

8.4

8.3
GRAVITASI

Y
8.2

8.1

7.9
0.15 0.17 0.19 0.21
PANJANG TALI
VII. PEMBAHASAN

Berat w suatu benda adalah gaya yang menarik benda bersangkutan


langsung ke arah benda astronomis itu yang dekat dalam kenyataan sehari-
hari benda astronomis itu adalah bumi.gaya tersebut ditimbulkan terutama
oleh suatu tarikan yang disebut dengan tarikan gravitasi antara kedua benda
tersebut, didefinisikan sebagai w=mg gaya gravitasi adalah gaya Tarik-
menarik antara partikel menuju pusat benda..percepatan gravitasi adalah jarak
yang ditempuh suatu benda yang jarak tiap sekon kuadrat.sedangkan periode
adalah selang waktu yang dibutuhkan oleh suatu benda yang menempuh satu
putaran.

Pada percobaan penentuan percepatan gravitasi bumi dengan metode


ayunan matematis, dilakukan percobaan sebanyak tiga kali dengan
percobaan yang sama. Dimana, panjang tali (l) yang berbeda yaitu 0,15
m, 0,17 m , 0,19 m, dan 0,21 m. Serta pemberian simpangan yang
berbeda pula yaitu 20 derajat,30 derajat dan 45 derajat, tetapi massa benda
yang digunakan pada percobaan ini sama. Pada pecobaan ini jumlah
ayunan atau osilasi pada tiap – tiap pecobaan yaitu 20 kali. Prinsip
getaran selaras yang bekerja pada pada gerak berbanding lurus dengan
simpangan benda dan arahnya menuju titik seimbang berdasarkan hasil
percobaan yang menggunakan panjang tali yang bervariasi, dapat kita
ketahui semakin panjang tali maka periode akan semakin besar.
Dari perhitungan yang dilakukan oleh praktikan didapat nilai Besar rata-
rata percepatan gravitasi pada sudut 20°adalah7,87(𝑚⁄𝑠2) pada sudut 30°
adalah 8,10(𝑚⁄𝑠2) dan pada sudut 45°adalah 8,39(𝑚⁄𝑠2) serta hubungan
titik estimasi antara panjang tali(x) dan T(y) yaitu y= 0,85 dan hubungan
panjang tali(x) dengan T2(y) y= 0,69
Berdasarkan data hasil percobaan dapat disimpulkan perbedaan nilai
untuk masing-masing sudut 20°,30°dan 45 bandul merupakan benda tegar
yang digantung yang dapat berayun,bergetar,berisolasi dalam bidang vertical
terhadap sumbu tertentu.bandul sebenarnya memilik bentuk yang
kompleks,yaitu sebagai benda tegar.
VIII. KESIMPULAN
1) Penentuan percepatan gravitasi disuatu tempat dapat dilakukan dengan
metode ayunan matematis
2) Besar rata-rata percepatan gravitasi pada sudut 20°adalah7,87(𝑚⁄𝑠2)
pada sudut 30° adalah 8,10(𝑚⁄𝑠2) dan pada sudut 45°adalah
8,39(𝑚⁄𝑠2)
3) Percepatan gravitasi yang diperoleh dari titik estimasi dan grafik
yaitu 5,1 𝑚/𝑠 2
4) Semakin besar sudutnya semakin besar gravitasinya
IX. DAFTAR PUSTAKA

• (Giancoli,2007) (Haliday 2005) ( Ishacq,2007).


• Ishaq,Muhammad 2007,fisika dasar edisi 2.yogyakarta:graha ilmu
• Aktawan,Agus.dkk.2019.modul praktikum fisika Yogyakarta:
Universitas Dhmad Dahlan.
Laporan Sementara

Nama praktikan : Ilham Habib Haspadilah (1900020101)


Nama partner :Firda Rizki Rhomadoni(1900020085)
Prodi/fakultas :Teknik Kimia/Fakultas Teknologi Industri
Tanggal :20-06-2020
Data percobaan
Table 1.
No Panjang amplitudo Waktu untuk 20 kali T+St(S) T+St2(S2)
tali ayunan
15Cm T1 T2 T3
1 1 20° 16,98 16,80 17,16 0,935 0,874
2 2 30° 16,52 16,32 15,56 0,905 0,819
3 3 45° 16,50 16,29 16,71 0,877 0,769

Table 2.

No Panjang amplitudo Waktu untuk 20 kali T+St(S) T+St2(S2)


tali ayunan
17 cm T1 T2 T3
1 1 20° 18,71 18,18 19,21 0,849 0,720
2 2 30° 17,82 17,76 18,79 0,807 0,651
3 3 45° 17,22 17,31 18,12 0,825 0,680

Table 3.
No Panjang amplitudo Waktu untuk 20 kali T+St(S) T+St2(S2)
tali ayunan
19cm T1 T2 T3
1 1 20° 19,20 19,32 18,73 0,954 0,910
2 2 30° 18,93 20,65 19,96 0,992 0,984
3 3 45° 18,90 18,67 19,23 0,946 0,894
Table 4.
No Panjang amplitudo Waktu untuk 20 kali T+St(S) T+St2(S2)
tali ayunan
21cm T1 T2 T3
1 1 20° 20,77 21,32 21,09 1,053 1,108
2 2 30° 20,32 20,66 21,74 1,045 1,092
3 3 45° 20,16 21,20 20,45 1,030 1,060