Anda di halaman 1dari 77

KEPERAWATAN KELUARGA

“Laporan Asuhan Keperawatan Keluarga Dengan Rematik, LP, SAP”

Oleh:

Miftahul Rahmi

183110181

3A

Dosen Pembimbing:

Ns. Verra Widhi Astuti, M. Kep

D-III KEPERAWATAN PADANG

POLTEKKES KEMENKES PADANG

2020/2021

1
PENGKAJIAN KELUARGA

I. DATA UMUM
1. Nama Keluarga (KK) : Yurniati
2. Alamat dan telepon : Jorong Saskand Nagari Malalak Timur
Kecamatan Malalak, 085263587128
3. Komposisi Keluarga

No Nama Hub dg KK TTL/Umur Pendidikan


1. Zaidi ramlis Suami 09-11-1969/51 SMA
tahun
2. Yurniati Istri 14-05-1964/56 SMA
tahun
3. Mayuza yolanda Anak 01-03-1998/22 Kuliah
tahun
4. Miftahul trahmi Anak 11-09-2000/20 Kuliah
tahun
5. Aisyah zaira putri Anak 23-12-2004/16 SMA
tahun

Genogram :

2
Genogram :

Keterangan :

: laki-laki pasien teridentifikasi

: perempuan tinggal serumah

: Meninggal

4. Tipe keluarga
Tipe the nuclear family yaitu keluarga yang terdiri dari suami,istri dan
anak
5. Suku
Keluarga berasal dari suku sikumbang dan koto
6. Agama
Agama yang dianut keluarga yaitu agama islam,ibuk dan suami sering
pergi ke mesjid/mushala untuk melaksanakan sholat berjamaah
7. Status Sosek Keluarga

3
Pendapatan keluarga didapatkan dari bekerja sebagai PNS dan petani
Penghasilan
PNS : 4.000.000
Petani : 500.000
4.500.000
Kebutuhan yang dibutuhkan keluarga
Makan,listrik dan kebutuhan sekolah anak lebih kurang 6 juta
Pendapatan keluarga mencukupi kebutuhan sehari-hari dan kebutuhan
sekolah anak dan untuk kesehatan mencukupi jika yang dibutuhkan tidak
terlalu banyak
8. Aktifitas Rekreasi Keluarga
Aktfitas rekreasi yang dilakukan ketika ada waktu luang yaitu menonton tv
bersama-sama dan kadang jalan-jalan bersama keluarga

II. RIWAYAT & TAHAP PERKEMBANGAN KELUARGA


1. Tahap Perkembangan Keluarga saat ini
Tahap perkembangan keluarga merupakan tahap keluarga anak remaja
2. Tugas Perkembangan Keluarga yang belum terpenuhi
Tugas perkembangan keluarga terpenuhi semua
3. Riwayat Kesehatan keluarga inti
Tn.Z : tidak memliki masalah kesehatan saat ini tetapi sering batuk dan
memiliki kebiasaan merokok
Ny.y : memiliki masalah kesehatan rematik lebih kurang 10 tahun ,gejala
yang dirasakan seperti kesemutan penyebabnya karena cuaca dingin, cara
ny.y mengatasi dengan merendam kaki dengan air panas , pantangan
makanan yaitu kacang-kacangan dan sebelumnya ny.y pernah
memeriksakan kondisinya ke rumah sakit.
Nn.y : jarang sakit tidak mempunyai masalah dengan istirahat, makan,
maupun kebutuhan dasar yang lainnya.
Nn.r : biasanya sakit karena demam ,tidak mempunyai masalah dengan
istirarahat,makan maupun kebutuhan dasar lainnya
Nn.: jarang sakit ,tidak mempunyai masalah dengan istirahat, makan,
maupun kebutuhan dasar lainnya

4
4. Riwayat keluarga sebelumnya
Tidak memilliki riwayat penyakit keturunan seperti hipertensi dan DM,
Orang tua dari ny.y memiliki masalah kesehatan jantung tetapi sekarang
sudah meninggal dunia sedangkan untuk orang tua tn.z orang tua tidak
memiliki masalah kesehatan

III. LINGKUNGAN
1. Karakteristik rumah (Termasuk Denah)

Kamar
Dapur
mandi

Kamar Kamar

10 m
Ruang
makan

Ruang tamu

Luas rumah yaitu 10x9 m2


Bangunan rumah terbuat dari batu bata ,lantai mudah dibersihkan,langit-
langit rumah agak sulit dibersihkan karena tinggi,tidak ada penangkal petir
Jumlah ruangan ada 8 buah terdiri dari ruang kamar 4 buah ,ruang tamu
sejalan dengan ruang makan,dapur tidak memiliki tempat pembuangan
asap,kamar mandi
Memiliki ventilasi yang cukup disetiap ruangan
Jarak seftie tank dengan sumber air lebih kurang 11 m
Sumber air didapat dari tanah yang sudah dilakukan penyaringan dan
memenuhi syarat air bersih/air minum
Pencahayaan cukup untuk semua ruangan

5
Kebersihan rumah dan lingkungan terjaga
Kamar mandi berada didalam rumah
Pembuangan sampah dilakukan dengan cara dibuang kesungai dan
kadang-kadang dibakar
Dari data yang didapat,rumah ini belum memenuhi syarat rumah sehat
2. Karakteristik tetangga & Komunitas RW
Hubungan dengan tetangga cukup baik,saling membantu,sering
berkomunikasi dengan tetangga, daerah ini termasuk daerah
pedesaan,jarak rumah dengan tetangga yaitu sekitar 2 meter,aktivitas yang
dilakukan masyarakat yaitu kadang-kadang goro membersihkan mushala
dan membersihkan jalan
3. Mobilitas geografis keluarga
Keluarga tinggal dirumah sekarang sekitar 10 tahun, dulu pernah
berpindah lokasi tempat tinggal akibat bencana gempa,sebelumnya tinggal
bersama anggota keluarga lain
4. Perkumpulan keluarga & Interaksi dengan masyarakat
Interaksi dengan masyarakat cukup baik,biasanya dalam masyarakat ada
kegiatan gotong royong dimushala dan anggota keluarga kadang-kadang
ikut berapatisipasi
5. Sistem Pendukung Keluarga
Jumlah anggota keluarga 5 orang,biasanya yang memberi
bantuan,dukungan,konseling yaitu keluarga terdekat yang bukan keluarga
inti,fasilitas pelayanan kesehatan dekat dari rumah yaitu fasilitas
pelayanan kesehatan bidan desa kira-kira menempuh waktu 8 menit
menggunakan kendaraan,puskesmas kira-kira menempuh waktu 15 menit,
dan jaminan kesehatan yang dimilki keluarga yaitu BPJS

IV. STRUKTUR KELUARGA


1. Pola Komunikasi keluarga
Keluarga berkomunikasi menggunakan bahasa minang, ny.y biasanya
menjadi pendengar dan penasehat bagi anak-anaknya, komunikasi yang
digunakan komunikasi terbuka, dilakukan secara timbal balik, yang
mendominasi berkomunikasi dalam keluarga yaitu ny.y sebagai ibu rumah

6
tangga dan istri ,anggota keluarga bebas mengutarakan perasaan yang
dirasakan secara langsung tanpa alat komunikasi.
2. Struktur kekuatan keluarga
Yang membuat keputusan dalam keluarga adalah tn.z
3. Struktur peran
Peran setiap anggota keluarga
Tn.z berperan sebagai kepala keluarga mencari nafkah untuk kebutuhan
sehari-hari
Ny.y berperan sebagai istri membantu mencari nafkah,memasak,mengurus
rumah tangga,mengurus anak
Nn.Y.Nn.R Dan Nn.I melanjutkan pendidikan dan membantu ibu ny.y
dalam membantu-bantu di rumah
4. Nilai dan Norma Budaya
Keluarga berpendapat bila ada keluarga yang sakit dibawa ke pelayanan
kesehatan terdekat dan percaya kalau hidup sudah ada yang mengatur,jika
ada yang demam tinggi dan demamnya tidak kunjung turun selama
beberapa hari setelah mandi dimata air/sungai,mandi jam 12 siang,mandi
dan keluar saat magrib ,pergi ke tempat dengan banyak pohon-pohon
besar,pergi ke kuburan dan rumah yang telah lama tidak berpenghuni
berarti ada makhluk halus yang menyapa manusia dan biasanya di rukiyah
oleh orang-orang yang paham agama.

V. FUNGSI KELUARGA
1. Fungsi Afektif
Keluarga selalu mendukung jika ada salah seorang anggota keluarga yang
sakit,saling menghargai dan hubungan keluarga cukup harmonis dan selalu
membawa keluarga yang sakit ke pelayanan kesehatan
2. Fungsi Sosialisasi
Hubungan antara anggota keluarga baik,dalam keluarga biasanya
menanamkan sikap disiplin,diberi hukuman jika bersalah,setiap malam
berkumpul dirumah
3. Fungsi Ekonomi

7
Cara keluarga memenuhi kebutuhannya yaitu dengan cara bekerja
,berusaha mengolah kebun dan sawah yang ada ,keluarga mampu
mencukupi semua kebutuhan dan pengatur keuangan dikelola oleh ny.y
4. Fungsi Perawatan Keluarga (5 Tugas Perawatan Kesehatan Keluarga)
Anggota keluarga tidak mengetahui secara detail masalah kesehatan yang
diderita ny.y,saat ini jika gejala rematik muncul keluarga tidak membawa
ny.y ke pelayanan kesehatan terdekat karena gejalanya sedikit berkurang
jika ny.y merendam kaki dengan air hangat, keluarga mampu merawat
anggota yang sakit jika seperti sakit demam,namun tidak bisa merawat
ny.y yang sakit rematik,keluarga biasanya membersihkan rumah dan
sekitarnya dengan cara gotong royong bersama anggota keluarga agar
rumah bersih dan terhindar dari penyakit,keluarga memanfaatkan fasilitas
kesehatan bidan dan puskesmas jika ada gejala sakit sudah menggangu
aktifitas dan tidak bisa diatasi sendiri dan fasilitas pelayanan kesehatan
dapat dijangkau oleh keluarga

VI. STRESS DAN KOPING KELUARGA


1. Stressor Jangka Pendek
Keluarga tidak memiliki situasi yang dapat membuat stres dalam jangka
waktu 6 bulan
2. Stressor Jangka Panjang
Keluarga tidak memiliki situasi yang dapat membuat stres dalam jangka
waktu lebih dari 6 bulan
3. Kemampuan keluarga berespon terhadap Masalah
Keluarga berusaha untuk lebih tenang jika terdapat masalah
4. Strategi Koping yang digunakan
Cara yang dilakukan jika ada masalah yaitu menyelesaikan masalah
dengan baik
5. Strategi Adaptasi Disfungsional
Jika sedang ada masalah biasanya istirahat saja dengan baik

VII. HARAPAN KELUARGA


Keluarga berharap selalu sehat,dengan menjaga pola makan dan berolahrga

8
Harapan keluarga terhadap petugas pelayanan kesehatan yaitu agar bisa
melayani masyarakat dengan lebih baik lagi

VIII. PEMERIKSAAN FISIK ANGGOTA KELUARGA


(Semua Anggota Keluarga)
Tn.z
Tekanan Darah : 110/60 mmHg
Nadi : 78 x/m
Respirasi : 18 x/m
Berat badan : 69 kg
Tinggi badan : 170 cm
Kepala : simetris, berambut bersih berwarna putih, muka tidak pucat
Mata : konjungtivitis merah muda, sklera putih
Hidung : lubang hidung normal simetris, pernafasan vesikuler.
Mulut : bibir tidak kering
Telinga : pendengaran masih normal tidak ada keluar cairan dari telinga
Leher : tidak ada pembesaran kelenjar tyroid, limfe dan vena jugularis
Dada : simetris,tidak ada kelainan
Perut : simetris, tidak tampak adanya benjolan, terdengar suara tympani, tidak
ada nyeri tekan.
Extremitas : tidak ada oedema, masih dapat gerak aktif.
Eliminasi : BAB biasanya 1 kali 3 hari BAK 4-6 kali sehari

Ny.y
Tekanan Darah : 120/75 mmHg
Nadi : 84 x/m
Respirasi : 19 x/m
Berat badan : 67 kg
Tinggi badan : 150 cm
Kepala : simetris, berambut bersih berwarna hitam dan sedikit putih , muka
tidak pucat
Mata : konjungtivitis merah muda, sklera putih
Hidung : lubang hidung normal simetris.
Mulut : bibir tidak kering, tidak ada stomatitis

9
Telinga: normal tidak ada keluar cairan dari telinga
Leher : tidak ada pembesaran kelenjar tyroid, limfe dan vena jugularis
Dada : simetris, tidak ada kelainan
Perut : simetris, tidak tampak adanya benjolan, terdengar suara tympani, tidak
ada nyeri tekan.
Extremitas : tidak ada oedema, masih dapat gerak aktif.
Eliminasi : BAB biasanya 1 kali sehari, BAK 5-6 kali sehari

Nn.y
Tekanan Darah : 120/80 mmHg
Nadi : 80 x/m
Respirasi : 18 x/m
Berat badan : 57 kg
Tinggi badan : 158 cm
Kepala : simetris, berambut bersih berwarna hitam, muka tidak pucat
Mata : konjungtivitis merah muda, sklera putih
Hidung : lubang hidung normal simetris.
Mulut : bibir tidak kering
Telinga : pendengaran masih normal tidak ada keluar cairan dari telinga
Leher : tidak ada pembesaran kelenjar tyroid, limfe dan vena jugularis
Dada : simetris, tidak ada kelainan
Perut : simetris, tidak tampak adanya benjolan, terdengar suara tympani, tidak
ada nyeri tekan.
Extremitas : tidak ada oedema, masih dapat gerak aktif.
Eliminasi : BAB biasanya dalam semingu kadang 1 atau 2 kali BAK 5-6 kali
sehari

Nn.r
Tekanan Darah : 120/80 mmHg
Nadi : 77 x/m
Respirasi : 18 x/m
Berat badan : 55 kg
Tinggi badan : 156 cm
Kepala : simetris, berambut bersih berwarna hitam, muka tidak pucat

10
Mata : konjungtivitis merah muda, sklera putih
Hidung : lubang hidung normal simetris
Mulut : bibir kering
Telinga : pendengaran masih normal tidak ada keluar cairan dari telinga
Leher : tidak ada pembesaran kelenjar tyroid, limfe dan vena jugularis
Dada : simetris, tidak ada kelainan
Perut : simetris, tidak tampak adanya benjolan, terdengar suara tympani, tidak
ada nyeri tekan.
Extremitas : tidak ada oedema, masih dapat gerak aktif.
Eliminasi : BAB biasanya 1 kali 2 hari, BAK 3-4 kali sehari

Nn.i
Tekanan Darah : 110/65 mmHg
Nadi : 78 x/m
Respirasi : 18 x/m
Berat badan : 53 kg
Tinggi badan : 157 cm
Kepala : simetris, berambut bersih berwarna hitam, muka tidak pucat
Mata : konjungtivitis merah muda, sklera tidak ikterik
Hidung : lubang hidung normal simetris
Mulut : bibir kering
Telinga : pendengaran masih normal tidak ada keluar cairan dari telinga
Leher : tidak ada pembesaran kelenjar tyroid, limfe dan vena jugularis
Dada : simetris, tidak ada kelainan
Perut : simetris, tidak tampak adanya benjolan, terdengar suara tympani, tidak
ada nyeri tekan.
Extremitas : tidak ada oedema, masih dapat gerak aktif.
Eliminasi : BAB biasanya 1 kali seminggu, BAK 3-4 kali sehari

11
ANALISA DATA

No DATA MASALAH PENYEBAB


1. DS : Manajemen kesehatan Ketidakmampuan
1. Keluarga tidak efektif ketidakefektifan pola
tidak terlalu perawatan kesehatan
mengatahui l keluarga
masalah
kesehatan
yang diderita
ny.y
2. saat ini jika
gejala rematik
muncul
keluarga tidak
membawa
ny.y ke
pelayanan
kesehatan
terdekat
karena
gejalanya
sedikit
berkurang jika
ny.y
merendam
kaki dengan
air hangat
3. keluarga tidak
bisa merawat
ny.y yang
sakit rematik
4. keluarga
memanfaatka
n fasilitas
kesehatan
bidan dan
puskesmas
jika ada gejala
sakit sudah
menggangu
aktifitas dan
tidak bisa
diatasi sendiri
dan fasilitas
pelayanan
kesehatan
dapat
dijangkau

12
oleh keluarga
5. ny.y
mengatakan
sedikit
mengetahui
tentang
penyakit yang
dideritanya
yaitu rematik
6. ny.y
mengatakan
gejalanya
seperti
kesemutan
7. ny.y
mengatakan
jika gejalanya
muncul ny.y
cuma
merendam
kakinya
dengan air
hangat.
8. Ketika cuaca
dingin tetap
melakukan
aktifitas
Dan ketika
melakukan
aktifitas jika
genjala
muncul ny.y
berhenti dulu
9. ny.y
mengatakan
pernah
berobat
kerumah sakit
sebelumnya
beberapa
tahun yang
lalu

DO
1. ny.y
td : 120/75
mmhg
rr : 19x/m
nadi : 84
x/menit

13
2. ny. y tampak
masih bisa
melakukan
aktifitas
seperti biasa
3. aktivitas
hidup sehari-
hari tidak
efektif untuk
memenuhi
tujuan
kesehatan

DS
1. Keluarga Pemeliharaan Ketidakmampuan
tidak terlalu kesehatan tidak efektif mengatasi masalah
mengatahui
masalah
kesehatan
yang diderita
ny.y
2. saat ini jika
gejala rematik
muncul
keluarga tidak
membawa
ny.y ke
pelayanan
kesehatan
terdekat
karena
gejalanya
sedikit
berkurang jika
ny.y
merendam
kaki dengan
air hangat
3. keluarga tidak
bisa merawat
ny.y yang
sakit rematik
4. keluarga
memanfaatka
n fasilitas
kesehatan
bidan dan
puskesmas

14
jika ada gejala
sakit sudah
menggangu
aktifitas dan
tidak bisa
diatasi sendiri
dan fasilitas
pelayanan
kesehatan
dapat
dijangkau
oleh keluarga
5. ny.y
mengatakan
kadang
kadang
berolahraga
6. ny.y
mengatakan
ada pantangan
makanan
yaitu kacang-
kacangan
7. ny.y
mengatakan
kadang –
kadang
memeriksakan
diri ke
pelayanan
kesehatan
8. tn.z
mengatakan
sering
merokok dan
biasanya
habis 1
bungkus/hari
9. tn.z
mengatakan
tidak pernah
memeriksakan
diri ke
pelayanan
kesehatan

DO
1. ny.y
td : 120/75
mmhg

15
rr : 19x/m
nadi : 84
x/menit

2. tn.z
Tekanan
Darah :
110/60 mmHg
RR :
18x/menit
Nadi : 78 x/m

16
PRIORITAS MASALAH
No Kriteria Bobot Perhitungan Pembenaran
1. Sifat Masalah 1 3/3 x 1=1 Ny.y mengatakan
 Aktual = 3 masalah yang
 Resiko = 2 dialaminya adalah
 Potensial = 1 rematik dan ia sedikit
memahami tentang
penyakitnya ,ketika
muncul gejala
biasanya ny.n
merendam telapak
kakinya dengan air
hangat dan jika
mencul ketika
melakukan aktifitas
ny.y berhenti dulu
2. Kemungkinan Masalah Dapat 2 1/2 x2 =1 Keluarga Ny.y
Diubah memiliki alternatif
 Tinggi = 2 lain untuk
 Sedang = 1 mengurangi gejala
 Rendah = 0 jika timbul dan tidak
berobat ke pelayanan
kesehatan

3. Potensial untuk dicegah 1 3/3 x 1 =1 Keluarga Ny.y


 Mudah = 3 mengetahui
 Cukup = 2 penyebab/aktifitas
 Tidak dapat = 1 timbulnya gejala saat
cuaca dingin
sehingga bisa
dihindari
4. Menonjolnya masalah 1 2/2 x 1=1 Ny.y mengatakan ada
 Masalah dirasakan, dan masalah yang terjadi
perlu segera ditangani = 2 yaitu rematik dan
 Masalah dirasakan = 1 masalah itu perlu
 Masalah tidak dirasakan = segera diatasi karena
0 mengganggu aktifitas

Total Skore 4 4

17
No Kriteria Bobot Perhitungan Pembenaran
1. Sifat Masalah 1 3/3 x 1=1 Perilaku kesehatan
 Aktual = 3 mengkonsumsi
 Resiko = 2 pantangan makanan
 Potensial = 1 pada ny.y,kebiasaan
merokok pada sudah
terjadi dan perlu
dilakukan tindakan
segera
2. Kemungkinan Masalah Dapat 2 1/2 x2 =1 Kemungkinan
Diubah masalah dapat
 Tinggi = 2 diubah sedang
 Sedang = 1 karena keluarga Ny.y
 Rendah = 0 belum bisa
sepenuhnya merubah
perilaku tidak
sehatnya
3. Potensial untuk dicegah 1 3/3x1=1 Berpotensi untuk
 Mudah = 3 dicegah karena
 Cukup = 2 keluarga Ny.y
 Tidak dapat = 1 berpendidikan tinggi
sehingga akan
mudah jika diberi
edukasi
4. Menonjolnya masalah 1 ½ x 1=1/2 Masalah yang
 Masalah dirasakan, dan dirasakan yaitu
perlu segera ditangani = 2 pantangan
 Masalah dirasakan = 1 makanan ,kebiasaan
 Masalah tidak dirasakan = merokok dan tidak
0 harus segera diatasi
secepatnya karena
tidak terlalu
berpengaruh
Total Skore 4 3,5

18
Prioritas Diagnosis Keperawatan

No Prioritas diagnosis keperawatan Skor


1. Manajemen kesehatan tidak efektif berhubungan 4
dengan ketidakefektifan pola perawatan kesehatan
keluarga
2. Pemeliharaan kesehatan tidak efektif berhubungan 3,5
dengan ketidakmampuan mengatasi masalah

19
RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA

Diagnosa Tujuan Rencana Evaluasi Rencana Tindakan


Keperawatan Umum/Tupa Khusus/Tupen Kriteria Standar
n
Manajemen 1. Dalam kunjungan
kesehatan tidak Setelah selama 1x45 menit
efektif dilakukan keluarga dapat
berhubungan tindakan mengenal masalah
dengan keperawatan rematik
ketidakefektifa selama a. Menyebutkan Keluarga mempu Rematik adalah penyakit Dengan
n pola Diharapkan pengertian menyebutkan peradangan yang bersifat menggunakan lembar
perawatan manajemen rematik pengertian,penyebab,tanda sistemik,progresif, balik dan leaflet :
kesehatan kesehatan dan gejala,akibat,cara cendrung kronik, mengenai 1. Gali
keluarga pada ny.y pencegahan,penatalaksana sendi dan jaringan ikat pengetahuan
menjadi an dan pengobatan rematik sendi keluarga
efektif tentang
pengertian
rematik
2. Diskusikan
dengan
keluarga
tentang
pengertian
rematik
3. Beri
kesempatan
pada keluarga
untuk

20
menerima
kondisinya
4. Beri
reinforcement
positif atas
perilaku yang
benar

b. Menyebutkan Penyebab rematik 1. Gali


penyebab 1. Faktor yang tidak pengetahuan
rematik dapat diubah keluarga
a. Faktor genetik tentang
b. Usia penyebab
c. Jenis kelamin rematik
2. Faktor yang dapat 2. Diskusikan
diubah bersama
a. Gaya hidup keluarga
Status sosial tentang
ekonomi penyebab
Merokok remmatik
Makanan 3. Identifikasi
Infeksi bersama
Pekerjaan keluarga
b. Faktor penyebab
hormonal terjadinya
c. Bentuk tubuh rematik
4. Bimbing
keluarga
untuk

21
mengulangi
apa yang
telah
dijelaskan
5. Beri
reinforcement
positif atas
perilaku yang
benar

c. Menyebutkan Tanda dan gejala rematik 1. Gali


tanda dan 1. Nyeri sendi pengetahuan
gejala rematik 2. Kaku sendi pada keluarga
pagi hari (kurang tentang tanda
lebih 1 jam) dan gejala
3. Ada benjolan kecil rematik
4. Pergerakan sendi 2. Diskusikan
terbatas bersama
5. Kelemahan otot keluarga
6. Kemerahan dan tentang tanda
bengkak pada sendi dan gejala
7. Deformitas rematik
(kerusakan jaringan 3. Identifikasi
penunjang sendi bersama
keluarga
tanda dan
gejala
rematik yang
dirasakan.

22
4. Bimbing
keluarga
untuk
mengulangi
apa yang
telah
dijelaskan
5. Beri
reinforcement
positif atas
perilaku yang
benar

d. Menyebutkan Akibat rematik 1. Jelaskan pada


akibat dari 1. Tulang keropos keluarga
rematik 2. Tulang mudah tentang akibat
patah lanjut rematik
3. Mudah jatuh jika tidak
4. Perubahan bentuk diatasi segera
tulang 2. Motivasi
keluarga
untuk
memutuskan
mengatasi
rematik yang
dialami
3. Berikan
motivasi/duk
ungan

23
keluarga
dalam
memilih
alternatif
4. Beri
reinforcement
positif atas
pilihan yang
tepat

e. Menyebutkan Cara pencegahan 1. Jelaskan pada


cara 1. Membiasakan keluarga
pencegahan berjemur pada pasgi tentang cara
rematik hari mencegah
2. Melakukan terjadinya
peregangan setiap
rematik
pagi
3. Menjaga berat badan
2. Motivasi
4. Mengkonsumsi keluarga
makanan kaya untuk
kalsium mencegah
5. Memenuhi kebutuhan terjadinya
cairan tubuh rematik
6. Tidak menjadi 3. Bimbing
perokok aktif keluarga
maupun pasif untuk
mengulangi
apa yang
dijelaskan
4. Beri
reinforcement

24
positif atas
pilihan yang
tepat

f. Menyebutkan Penatalaksanaan dan


1. Jelaskan pada
penatalaksanaa pengobatan rematik keluarga
n dan 1. Pendidikan pada tentang cara
pengobatan pasien mengenai mengobati
rematik penyakitnya dan
2. Pemberian OAINS menangani
3. Pemberian DMARD terjadinya
4. Melakukan rematik
rehabilitasi 2. Motivasi
5. Pembedahan keluarga
6. Istirahat yang cukup
untuk
7. Latihan fisik
8. Kompres: kompres
mengobati
hangat saat nyeri dan
sendi dan kompres menangani
dingin saat bengkak rematik
9. Diet seimbang 3. Bimbing
10. Mandi air hangat keluarga
untuk mengurangi untuk
nyeri mengulangi
11. Lingkungan aman apa yang
untuk melindungi dijelaskan
dari cidera
4. Beri
reinforcement
positif atas
pilihan yang

25
tepat

2. Dalam waktu 1x45 Keluarga mampu Alternatif pemecahan 1. Kaji


masalah
menit keluarga mengambil keputusan pengetahuan
1. Istirahat yang cukup
mampu mengambil tindakan untuk rematik 2. Latihan fisik
keluarga
keputusan 3. Diet seimbang tentang
dengan menghindari pengambilan
makanan yang keputusan
menjadi pantangan penyakit
4. Hindari penyebabnya rematik
2. Berikan
motivasi/duk
ungan
keluarga
dalam
memilih
alternatif
3. Evaluasi yang
telah
diberikan
4. Beri
reinforcement
positif atas
pilihan yang
tepat

3. Dalam waktu 1x45 Keluarga mempu merawat Perawatan rematik 1. Diskusikan


menit keluarga anggota keluarga yang bersama

26
mampu melakukan sakit 1. Istirahat yang cukup keluarga cara
perawatan pada 2. Latihan fisik perawatan
keluarga yang 3. Kompres: kompres rematik
anggota keluarga hangat saat nyeri 2. Motivasi
sendi dan kompres
dengan rematik keluarga
dingin saat bengkak
4. Diet tinggi kalsium
untuk
dan rendah purin menyebutkan
5. Mandi air hangat kembali cara
untuk mengurangi perawatan
nyeri rematik
6. Obat herbal 3. Beri
7. Kunyit dan lada reinforcement
hitam ,jahe ,teh positif atas
hijau,bawang putih jawaban
dan kayu manis keluarga
8. Hindari penyebab
4. Evaluasi apa
rematik yang bisa
diubah
yang telah
dilakukan
oleh keluarga
5. Ulangi
penjelasan
jika ada hal-
hal yang
terlupakan

1. Diskusikan
Cara memelihara lingkungan
4. Dalam waktu 1x45 Keluarga mampu yang aman :
dengan
menit keluarga memodifikasi lingkungan a. Lantai rumah tidak keluarga cara
mampu tempat tinggal untuk memelihara

27
memodifikasi penderita rematik licin lingkungan
lingkungan yang b. Penerangan cukup yang nyaman
aman dan tenang c. Barang tertata rapi dan tenang
dan tidak berantakan 2. Motivasi
d. Kamar mandi tidak
keluarga
licin
e. Suasana rumah
untuk
tenang dan tidak ada memodifikasi
konflik lingkungan
3. Lakukan
kunjungan
yang tidak
direncanakan
untuk
mengevaluasi
kemampuan
keluarga
dalam
memelihara
lingkungan
yang aman
4. Beri
reinforcement
positif atas
hal yg benar
yang
dilakukan
keluarga

28
5. Dalam waktu 1x45 Keluarga mampu Fasilitas yang dapat 1. Gali
menit keluarga memanfaatkan fasilitas digunakan: pengetahuan
dapat pelayanan kesehatan a. Puskesmas keluarga
memanfaatkan b. Bidan tentang
fasilitas pelayanan fasilitas
kesehatan untuk Manfaat : memberikan
kesehatan dan
mengatasi rematik informasi tentang rematik dan manfaat
cara perawatan serta pelayanan
pengobatan kesehatan
2. Diskusikan
dengan
keluarga
tentang
fasilitas
kesehatan dan
manfaat
pelayanan
kesehatan
3. Beri
kesempatan
pada keluarga
untuk
memilih
pelayanan
kesehatan
4. Motivasi
keluarga
untuk
memanfaatka
n pelayanan

29
kesehatan
secara rutin
5. Beri
reinforcemen
positif atas
prilaku yang
benar.

1. Kaji
Pemeliharaan Setelah 1. Dalam kunjungan Keluarga mampu pengetahuan
kesehatan tidak dilakukan selama 1x45 menit menyebutkan mengenai Pemeliharaan kesehatan tidak keluarga
efektif tindakan keluarga dapat pemeliharaan kesehatan efektif yaitu ketidakmampuan tentang
mengidentifikasi,mengelola,d
berhubungan keperawatan mengenal masalah tidak efektif pemeliharaan
an menemukan bantuan untuk
dengan selama rematik mempertahankan kesehatan
kesehatan
ketidakmampua Diharapkan Pemeliharaan 2. Diskusikan
n mengatasi pemeliharaan kesehatan tidak dengan
masalah kesehatan efektif keluarga
pada ny.y tentang cara
menjadi memelihara
efektif kesehatan
3. Evaluasi yang
telah
didiskusikan
4. Beri
reinforcement
positif atas
perilaku yang

30
benar

2. Dalam waktu 1x45 Kemampuan keluarga 1. Kaji


Keluarga mengambil
menit keluarga mengambil keputusan keputusan tindakan untuk
pengetahuan
mampu mengambil tindakan untuk pemeliharaan kesehatan yaitu keluarga
keputusan pemeliharaan kesehatan dengan edukasi kesehatan tentang cara
mengambil
keputusan
pemeliharaan
kesehatan
2. Diskusikan
dengan
keluarga
memilih
alternatif
pengambilan
keputusan
3. Evaluasi yang
telah
disampaikan
4. Beri
reinforcement
positif atas
perilaku yang
benar

31
1. Kaji
3. Dalam waktu 1x45 Keluarga mampu Keluarga merawat anggota pengetahuan
menit keluarga melakukan perawatan yang mengalami masalah keluarga
mampu melakukan pada keluarga dengan pemeliharaan kesehatan tidak tentang cara
efektif dengan pendidikan
perawatan pada pemeliharaan kesehatan merawat
kesehatan tentang
keluarga dengan tidak efektif pemeliharaan kesehatan
anggota
pemeliharaan keluarga
kesehatan tidak dengan
efektif peeliharaan
kesehatan
tidak efektif
2. Diskusikan
dengan
keluarga cara
merawat
anggota
keluarga
dengan
pemeliharaan
kesehatan
tidak efektif
3. Evaluasi yang
didiskusikan
4. Berikan
reinforcement
positif

Keluarga memodifikasi 1. Kaji


4. Dalam waktu 1x45 Keluarga mampu pengetahuan

32
menit keluarga memodifikasi lingkungan lingkungan yang keluarga
mampu untuk pasien dengan bersih,sehat dan nyaman tentang cara
memodifikasi masalah pemeliharaan memodifikasi
lingkungan yang kesehatan tidak efektif lingkungan
aman dan tenang 2. Diskusikan
dengan
keluarga cara
memodifikasi
lingkungan
yang
bersih,sehat
dan nyaman
3. Evaluasi yang
didiskusikan
4. Berikan
reinforcement
positif

5. Dalam waktu 1x45 Keluarga mampu Keluarga memanfaatkan 1. Gali


menit keluarga memanfaat fasilitas fasilitas pelayanan pengetahuan
dapat pelayanan kesehatan kesehatan puskesmas,bidan keluarga
memanfaatkan untuk mendapatkan tentang
fasilitas pelayanan pendidikan kesehatan fasilitas
kesehatan dengan tentang cara memelihara kesehatan dan
pemeliharaan kesehatan manfaat
kesehatan tidak pelayanan
efektif kesehatan

33
2. Diskusikan
dengan
keluarga
tentang
fasilitas
kesehatan dan
manfaat
pelayanan
kesehatan
3. Beri
kesempatan
pada keluarga
untuk
memilih
pelayanan
kesehatan
4. Beri
reinforcemen
positif atas
prilaku yang
benar.

34
35
Implementasi dan Evaluasi

Diagnosa Implementasi Evaluasi TT


Keperawatan
Manajemen TUK : 1
kesehatan tidak Dengan menggunakan lembar balik dan Leaflet : S:
efektif 1. Mendiskusikan bersama keluarga tentang 1. Keluarga dapat menyebutkan kembali
berhubungan pengertian, penyebab, tanda dan gejala,cara pengertian rematik
dengan pencegahan,penatalaksanaan dan 2. Mampu menyebutkan 3 penyebab
ketidakefektifan pengobatan,akibat rematik
pola perawatan 2. Memberikan penyuluhan pada keluarga 3. Ny.y mengatakan kadang gejala nyeri
keluarga tentang pengertian, penyebab, tanda,cara timbul saat cuaca dingin atau ketika
pencegahan,penatalaksanaan dan pengobatan setelah bekerja di sawah
serta akibat 4. Ny.y sedikit ragu menyebutkan cara
3. Mengevaluasi yang telah disampaikan pencegahan rematik
4. Beri pujian atas jawaban yang benar 5. Ny.y mengatakan biasanya
menggunakan air hangat dan bahan
herbal untuk mengurangi nyeri
6. Ny.y mengetahui 3 makanan yang tidak
dibolehkan sikonsumsi bagi penderita
rematik
7. Ny.y mengetahui akibat dari rematik

O:

1. Keluarga memperhatikan saat diskusi


berlangsung
2. Terdapat kontak mata selama proses
diskusi
3. Sesekali menganggukkan kepala saat

36
diberi penguatan atau penjelasan.

A:
TUK 1 tercapai, dimana keluarga telah
mengenal masalah rematik

P:
Lanjutkan ke TUK 2 kemampuan keluarga
mengambil keputusan

TUK : 2 S:
1. Mengkaji pengetahuan keluarga tentang 1. Ny.y mengatakan mengambil tindakan
pengambilan keputusan penyakit rematik merendam air hangat jika genjala
2. Merikan motivasi/dukungan serta membantu timbul dan diet rematik
keluarga dalam memilih alternatif 2. Keluarga mampu menjelaskan kembali
pengambilan pengambilan keputusan untuk penyakit
3. Mengevaluasi yang telah diberikan rematik
4. Memberikn reinforcement positif atas pilihan
yang tepat O:

1. Keluarga memperhatikan saat diskusi


berlangsung
2. Terdapat kontak mata selama proses
diskusi
3. Sesekali menganggukkan kepala saat
diberi penguatan atau penjelasan.
4. Keluarga tampak termotivasi untuk
mengambil keputusan tindakan
penyakit rematik

37
A:
TUK 2 tercapai, dimana keluarga mampu
mengambil keputusan

P:
Lanjutkan ke TUK 3 merawat keluarga dengan
rematik

TUK : 3 S:
1. Mendiskusikan bersama keluarga cara 1. Keluarga mengatakan memahami
perawatan rematik makanan yang tidak dibolehkan untuk
2. Memotivasi keluarga untuk menyebutkan dikonsumsi penyakit rematik
kembali cara perawatan rematik 2. Ny.y memahami melakukan rendam air
3. Memberikan reinforcement positif atas hangat jika gejala nyeri muncul
jawaban keluarga O:
4. Mengevaluasi apa yang telah dilakukan oleh 1. Keluarga tampak memberikan respon
keluarga positif
2. Keluarga tampak memperhatikan
3. Mampu menyebutkan kembali makanan
tidak dibolehkan untuk dikonsumsi
penyakit rematik

A:
TUK 3 tercapai,dimana keluarga mampu
merawat anggota keluarga yang sakit rematik

P:
Lanjutkan ke TUK 4 memodifikasi lingkungan
yang nyaman

38
TUK : 4 S:
1. Diskusikan dengan keluarga cara memelihara 1. Keluarga mengatakan sudah
lingkungan yang nyaman dan tenang mengetahui cara memodifikasi
2. Motivasi keluarga untuk memodifikasi lingkungan untuk pasien rematik
lingkungan 2. Keluarga mengatakan termotivasi untuk
3. Lakukan kunjungan yang tidak direncanakan memodifikasi lingkungan untuk pasien
untuk mengevaluasi kemampuan keluarga rematik
dalam memelihara lingkungan yang aman O:
4. Memberi reinforcement positif atas hal yg 1. Keluarga tampak memperhatikan
benar yang dilakukan keluarga 2. Keluarga dapat menyebutkan kembali

A:
TUK 4 tercapai,dimana keluarga mampu
memodifikasi lingkungan

P:
Lanjutkan ke TUK 5 memanfaatkan fasilitas
pelayanan kesehatan

TUK : 5 S:
1. Menggali pengetahuan keluarga tentang Keluarga mengatakan sudah mengetahui dan
fasilitas kesehatan dan manfaat pelayanan memahami tentang menfaat fasilitas pelayanan
kesehatan kesehatan
2. Mendiskusikan dengan keluarga tentang O:
fasilitas kesehatan dan manfaat pelayanan 1. Keluarga tampak memperhatikan
kesehatan 2. Keluarga mampu menyebutkan kembali
3. Motivasi keluarga untuk memanfaatkan manfaat fasilitas pelayanan kesehatan
pelayanan kesehatan secara rutin A:
4. Memberikan reinforcemen positif atas prilaku TUK 4 tercapai,dimana keluarga mampu

39
yang benar. memanfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan

P:
Lanjutkan ke diagnosa selanjutnya

Pemeliharaan 1. Mengidentifikasi kemampuan menerima S:


kesehatan tidak informasi Keluarga mengatakan memahami apa yang
efektif 2. Memberika edukasi pemeliharan kesehatan dijelaskan
berhubungan kepada keluarga O:
dengan 1. Keluarga mampu mengulangi kembali
ketidakmampuan tentang pemeliharaan kesehatan
mengatasi masalah 2. Keluarga tampak memperhatikan
A:
Masalah teratasi
P:
Intervensi dihentikan

40
TUGAS KEPERAWATAN KELUARGA

“Laporan Pendahuluan”

Oleh:

Miftahul Rahmi

183110181

3A

Dosen Pembimbing:

Ns. Verra Widhi Astuti, M. Kep

D-III KEPERAWATAN PADANG

POLTEKKES KEMENKES PADANG

2020/2021

41
LAPORAN PENDAHULUAN

ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA

Kunjungan ke : 1

Tanggal : 27 Agustus 2020

Jam : 14.00

A. Latar Belakang
Keluarga adalah suatu system sosial yang berisi dua atau lebih orang yang hidup
bersama yang mempunyai hubungan darah, perkawinan, atau adopsi, tinggal bersama dan
saling menguntungkan, mempunyai tujuan bersama, mempunyai generasi penerus, saling
pengertian dan saling menyayangi (Achjar,2010).
Pertemuan pertama adalah hal yang sangat penting dilakukan agar dapat
mengenal seseorang menjadi lebih dekat dan dapat menciptakan hubungan saling percaya
antara perawat dengan anggota keluarga. Diperlukan komunikasi teraupetik untuk
memudahkan penyelesaian masalah yang dilakukan dalam proses keperawatan yaitu
pengkajian.
Tahap pertama yang dilakukan yaitu proses pengkajian terhadap masalah yang
ada pada keluarga, membuat kontrak waktu dan menyepakati bersama. Adapun data yang
dapat dikaji yaitu identitas klien, riwayat keluarga, lingkungan tempat tinggal keluarga
dan anggota keluarga. Yang terutama seklai di kaji yaitu masalah kesehatan yang sedang
terjadi dalam keluarga.

B. Rencana Keperawatan
1. Diagnosis keperawatan keluarga
Diagnosis keperawatan belum dikaji karena belum dilakukan pengkajian terhadap
keluarga.

42
2. Tujuan umum
Setelah melakukan interkasi bertatap muka dengan keluarga selama 15-20 menit
diharapkan keluarga dapat membina hubungan saling percaya dengan perawat, serta
keluarga mampu mengenal masalah kesehatan dalam keluarga.

3. Tujuan khusus
Keluarga harapkan dapat membina hubungan saling percaya dengan :
a. Dapat menjelaskan data-data anggota keluarga
b. Dapat menjawab semua pertanyaan agar ditemukannya data-data dalam keluarga.

C. Rencana kegiatan
a. Topic : melakukan pengkajian dan pemeriksaan fisik
b. Metode : wawancara dan observasi
c. Waktu : 15-20 menit
d. Tempat : rumah Ny.Y

D. Proses Kegiatan

No Kegiatan Respon klien waktu


1 Pendahuluan :
a. Menyampaikan salam a. Menjawab salam
b. Menjelaskan tujuan b. Mendengarkan 3 menit
c. Kontrak waktu c. Menyetujui

2 Fase kerja :
a. Melakukan pengkajian a. Mendengarkan
b. Menanyakan tentang riwayat penyakit dan menjawab 13 menit
c. Melakukan pemeriksaan fisik b. Menjawab
c. mendengar
3 Terminasi :
a. mengucapkan terimakasih a. menjawab
b. kontrak waktu yang akan datang b. menyetujui 3 menit
c. salam penutup c. menjawab salam

43
E. Evaluasi
1. Struktur : menyiapkan laporan pendahuluan dan kontrak waktu yang akan datang
2. Proses : waktu disesuaikan dengan rencana dan kegiatan pengkajian berjalan baik.

LAPORAN PENDAHULUAN

44
ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA

Kunjungan :2

Tanggal : 05 September 2020

Jam : 10.00 WIB

A. Latar Belakang
Setelah dilakukan pengkajian maka di temukan masalah kesehatan pada keluarga
Ny.Y didapatkan masalah manajemen kesehatan tidak efektif dan pemeliharaan
kesehatan tidak efektif
Hal ini didukung dengan pernyataan Ny.Y anggota keluarga tidak mengetahui
secara detail masalah kesehatan yang diderita ny.y,saat ini jika gejala rematik muncul
keluarga tidak membawa ny.y ke pelayanan kesehatan terdekat karena gejalanya sedikit
berkurang jika Ny.Y merendam kaki dengan air hangat, keluarga mampu merawat
anggota yang sakit jika seperti sakit demam,namun tidak bisa merawat Ny.Y yang sakit
rematik,keluarga biasanya membersihkan rumah dan sekitarnya dengan cara gotong
royong bersama anggota keluarga agar rumah bersih dan terhindar dari penyakit,keluarga
memanfaatkan fasilitas kesehatan bidan dan puskesmas jika ada gejala sakit sudah
menggangu aktifitas dan tidak bisa diatasi sendiri dan fasilitas pelayanan kesehatan dapat
dijangkau oleh keluarga
Pada pertemuan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan berdiskusi
dengan keluarga tentang pengertian, penyebab, tanda dan gejala, cara pencegahan,
penanganan dan pengobatan rematik,makanan yang dibolehkan dan tidak dibolehkan
serta akibat dari rematik.

B. Rencana keperawatan
1) Diagnose keperawatan keluarga yaitu manajemen kesehatan tidak efektif
berhubungan dengan ketidakefektifan pola perawatan kesehatan
keluarga,pemeliharaan kesehatan tidak efektif berhubungan dengan ketidakmampuan
mengatasi masalah
2) Tujuan umum

45
Setelah dilakukan asuhan keperawatan pada keluarga lebih kurang 20 menit,
diharapkan keluarga mampu mengetahui tentang pengertian, penyebab, tanda dan
gejala, cara pencegahan, penanganan dan pengobatan rematik,makanan yang
dibolehkan dan tidak dibolehkan serta akibat dari rematik.

3) Tujuan Khusus
Keluarga diharapkan mampu memapu mengenal masalah dengan cara :
a. Keluarga mampu menyebutkan pengertian rematik
b. Keluarga mampu menyebutkan penyebab rematik
c. Keluarga mampu menyebutkan tanda dan gejala rematik
d. Keluarga mampu menyebutkan cara pencegahan rematik
e. Keluarga mampu menyebutkan penanganan dan pengobatan rematik
f. Keluarga mampu menyebutkan makanan yang dibolehkan dan tidak dibolehkan
g. Keluarga mampu menyebutkan akibat rematik

C. Rancangan Kegiatan
a. Topik : Pemberian edukasi rematik
b. Metode : wawancara dan observasi
c. Waktu : 14 menit
d. Tempat ; dirumah Ny.Y

D. Proses Kegiatan

No. Kegiatan Mahasiswa Kegiatan klien dan Waktu


keluarga
1 Orientasi
a. Salam pembuka a. Menjawab salam
b. Menjelaskan Tujuan b. Mendengarkan
Kunjungan c. Menyetujui 3 menit
c. Membuat kontak waktu dan
tempat

46
2 Fase kerja
a) Menjelaskan pengertian a. Mendengarkan
rematik b. mendengarkan
b) Menjelaskan penyebab c. Mendengarkan dan
rematik bertanya.
c) Menjelaskan tanda dan gejala
rematik
d) Menjelaskan cara pencegahan 8 menit
rematik
e) Menjelaskan penanganan dan
pengobatan rematik
f) Menjelaskan makanan yang
dibolehkan dan tidak
dibolehkan
g) Menjelaskan akibat rematik
3 Terminasi
a. Mengucapkan terimakasih a. Menjawab
b. Kontrak waktu yang akan b. Menyetujui 3 menit
dating c. Menjawab
c. Salam penutup

E. Evaluasi
1. Struktur
 Interaksi berlangsung selama 14 menit
 Menyiapkan Laporan Pendahuluan
 Kontrak waktu yang akan datang
2. Proses
 Kegiatan wawancara dengan keluarga berjalan baik
 Selama penyuluhan keluarga dan klien antusias mengenal remati,cara pencegahan
dan penanganannya
3. Hasil
 Keluarga dapat mengenali masalah kesehatan keluarga

47
 Keluarga menyetujui kontrak waktu untuk pertemuan berikutnya

48
LAPORAN PENDAHULUAN

ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA

Kunjungan :3

Tanggal : 06 September 2020

Jam : 11.00

A. Latar Belakang
Keluarga adalah dua orang atau lebih yang disatukan oleh kebersamaan dan
kedekatan emosional serta mengidentifikasi dirinya sebagai bagian dari keluarga
(Friedma, 2010). Keluarga merupakan unit terkecil dari masyarakat yang terdiri dari
suami, istri, dan anak yang saling berinteraksi dan memiliki hubungan erat untuk
mencapai tujuan tertentu (Soetningsih, 2012).
Didalam menentukan masalah pada suatu keluarga maka diperlukan proses
keperawatan yang meliputi perencanaan dan implementasi, setiap proses dalam
keperawatan sangat penting dalam membantu mengatasi masalah kesehatan keluarga
secara adekuat.
Setelah dilakukan kunjungan kepada keluarga Ny,Y pemberian pendidikan
kesehatan, maka di berikan cara memodifikasi lingkungan yang baik bagi penderita
rematik dan memanfaatkan fasilitas kesehatan. Sehingga keluarga dan klien mampu
memodifikasi mana lingkungan yang baik untuk keluarga yang mengalami rematik.

B. Rencana Keperawatan
1) Diagnose keperawatannya yaitu manajemen kesehatan tidak efektif berhubungan
dengan ketidakefektifan pola perawatan kesehatan keluarga,pemeliharaan kesehatan
tidak efektif berhubungan dengan ketidakmampuan mengatasi masalah

2) Tujuan umum
Setelah dilakukan interaksi dan melakukan intervensi dengan keluarga Ny.Y selama
lebih kurang 20 menit diharapkan keluarga mampu mengetahui dan memahami cara
memodifikasi lingkungan yang baik dan pemanfaatan pusat pelayanan kesehatan.

49
3) Tujuan khusus
a. Keluarga mampu menjelaskan cara memodifikasi lingkungan yang baik bagi
penderita rematik
b. Keluarga mampu memahami pemanfaatan pelayanan kesehatan.

C. Rencana Tindakan
Topic : memodifikasi lingkungan yang baik bagi penderita rematik
Metode : ceramah, diskusi, tanya jawab
Waktu : 10 menit
Tempat : Rumah Ny.Y

D. Proses Kegiatan

No. Kegiatan Mahasiswa Kegiatan Waktu


keluarga dan
klien
1 Orientasi
a. Salam pembuka a. Menjawab
b. Menjelaskan Tujuan Kunjungan salam
c. Membuat kontak waktu dan b. Mendenga 2 menit
tempat rkan
c. Menyetuju
i
2 Fase kerja
a. Menjelaskan pengertian a. Mendenga
memodifikasi lingkungan rkan
b. Menjelaskan manfaat b. Mendenga
memodifikasi lingkungan rkan
c. Menjelaskan cara memodifikasi c. Mendenga
lingkungan bagi penderita rkan dan 6 menit
rematik bertanya.
d. Menjelaskan pemanfaatan
pelayanan kesehatan.
3 Terminasi

50
a. Mengucapkan terimakasih a. Menjawab
b. Kontrak waktu yang akan dating b. Menyetuju
c. Salam penutup i 2 menit
c. Menjawab

E. Evaluasi
Struktur
 Interaksi berlangsung selama 10 menit
 Menyiapkan Laporan Pendahuluan
 Kontrak waktu yang akan datang

Proses

 Kegiatan wawancara dengan keluarga berjalan baik


 Selama penyuluhan keluarga dan klien antusias untuk memodifikasi lingkungan
dan pusat pelayanan kesehatan

Hasil
 Keluarga dapat mengenali masalah kesehatan keluarga
 Keluarga menyetujui kontrak waktu untuk pertemuan berikutnya

51
LAPORAN PENDAHULUAN

ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA

Kunjungan :4

Tanggal : 5 & 6 September 2020

Jam : 09.00

A. Latar Belakang
Evaluasi adalah tindakan intelektual untuk melengkapi proses keperawatan yang
menandakan seberapa jauh diagnose keperawatan, rencana tindakan, dan pelaksanaannya
sudah berhasil di capai. Perawat dapat memonitor yang terjadi selama tahap pengkajian,
diagnosis, perencanaan, dan pelaksanaan tindakan. Evaluasi bertujuan untuk mengetahui
kemampuan keluarga dalam mencapai tujuan.
Setelah dilakukan kunjungan kepada keluar Ny,Y pemberian pendidikan
kesehatan, maka di harapkan keluarga dan klien mampu mengulang kembali apa itu
rematik, apa penyebab rematik, bagaimana cara mencegah terjadinya rematik, bagaimana
penatalaksanaan dan pengobatan rematik, bagaimana cara memodifikasi lingkungan yang
baik, bagaimana pemanfaatan pelayanan kesehatan.

B. Rencana Keperawatan
1) Diagnose keperawatannya yaitu manajemen kesehatan tidak efektif berhubungan
dengan ketidakefektifan pola perawatan kesehatan keluarga,pemeliharaan
kesehatan tidak efektif berhubungan dengan ketidakmampuan mengatasi masalah

2) Tujuan umum
Setelah dilakukan interaksi dan melakukan intervensi dengan keluarga Ny.Y
selama lebih kurang 10 menit diharapkan keluarga mampu mengetahui dan
memahami rematik.

52
3) Tujuan khusus
a. Keluarga mampu menyebutkan pengertian penyakit rematik
b. Keluarga mampu menyebutkan penyebab rematik
c. Keluarga mampu menyebutkan tanda dan gejala rematik
d. Keluarga mampu menyebutkan cara pencegahan rematik
e. Keluarga mampu menyebutkan penatalaksanaan dan pengobatan rematik
f. Keluarga mampu menyebutkan makanan yang dibolehkan dan tidak
dibolehkan
g. Keluarga mampu menyebutkan akibat rematik
h. Keluarga mampu menjelaskan cara memodifikasi lingkungan yang baik
bagi penderita rematik
i. Keluarga mampu memahami pemanfaatan pelayanan kesehatan.

C. Rencana Tindakan
Topic : evaluasi rematik
Metode : ceramah, diskusi, tanya jawab
Waktu : 10 menit
Tempat : Rumah Ny.Y

D. Proses Kegiatan

N Kegiatan Mahasiswa Kegiatan Klien dan Waktu


o. keluarga
1 Orientasi
a. Salam pembuka a. Menjawab
b. Menjelaskan Tujuan Kunjungan Salam
c. Membuat kontak waktu dan tempat b. Mendengarkan 2 menit
c. Menyetujui
2 Fase kerja
1) Menanyakan pengertian rematik, a. Mendengarkan
penyebab, tanda dan gejala, cara b. mendengarkan
pencegahan rematik, penatalaksanaan c. Mendengarkan

53
dan pengobatan remati, makanan yang dan bertanya.
dibolehkan dan tidak, akibat rematik
2) Menanyakan cara memodifikasi 6 menit
lingkungan yang baik bagi penderita
rematik

3 Terminasi
a. Mengucapkan terimakasih a. Menjawab
b. Kontrak waktu yang akan dating b. Menyetujui 2 menit
c. Salam penutup c. Menjawab 2

E. Evaluasi
a. Struktur
 Interaksi berlangsung selama 8 menit
 Menyiapkan Laporan Pendahuluan
 Kontrak waktu yang akan datang

b. Proses
 Kegiatan wawancara dengan keluarga berjalan baik
 Selama penyuluhan keluarga dan klien antusias untuk menjawab pertanyaan
yang diberikan oleh petugas

c. Hasil
 Keluarga dapat mengenali masalah kesehatan keluarga
 Keluarga mampu menyebutkan pengertian penyakit rematik
 Keluarga mampu menyebutkan penyebab rematik
 Keluarga mampu menyebutkan tanda dan gejala rematik
 Keluarga mampu menyebutkan cara pencegahan rematik
 Keluarga mampu menyebutkan penatalaksanaan dan pengobatan rematik
 Keluarga mampu menyebutkan makanan yang dibolehkan dan tidak
dibolehkan

54
 Keluarga mampu menyebutkan akibat rematik
 Keluarga mampu menjelaskan cara memodifikasi lingkungan yang baik bagi
penderita rematik
 Keluarga mampu memahami pemanfaatan pelayanan kesehatan.

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)

Rematik

55
Oleh :

Miftahul Rahmi

183110181

3A

Dosen Pembimbing :

Ns. Verra Widhi Astuti, M. Kep

PROGRAM STUDI D-III KEPERAWATAN PADANG

POLTEKKES KEMENKES RI PADANG

2020/2021

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)


Rematik

56
Pokok Bahasan : Rematik
Sasaran : Keluarga Ny.Y
Hari/Tanggal : Jumat,05 September 2020
Waktu : 45 Menit
Tempat : Rumah Ny.Y
Metode : Ceramah Dan Tanya Jawab
Presentator : Miftahul Rahmi

Tujuan
1. Tujuan Instruksional Umum

Agar keluarga mengetahui dan memahami tentang rematik


2. Tujuan Instruksional Khusus
Setelah mengikuti penyuluhan diharapkan masyarakat mampu
a. Menyebutkan pengertian rematik
b. Menjelaskan penyebab dan faktor resiko rematik
c. Menyebutkan tanda dan gejala rematik
d. Menjelaskan pencegahan rematik
e. Menjelaskan penatalaksaan rematik
f. Mengambil keputusan tindakan rematik
g. Merawat anggota keluarga yang sakit rematik

Sub Pokok Bahasan


1. Pengertian rematik
2. Penyebab dan faktor resiko rematik
3. Tanda dan gejala rematik
4. Pencegahan rematik
5. Penatalaksanaan rematik
6. Pengambilan keputusan tindakan rematik
7. Merawat anggota keluarga yang sakit rematik

57
KEGIATAN PENYULUHAN
No Waktu Kegiatan Penyuluhan Kegiatan Peserta
1 5 menit Pembukaan: 1. Menjawab salam
1. Memberi salam
2. Mendengarkan
2. Memperkenalkan diri
3. Menjelaskan maksud 3. Memperhatikan
dan tujuan penyuluhan
4. Memperhatikan
4. Menyebutkan
materi/pokok bahasan 5. Peserta menyetujui waktu
yang akan disampaikan yang direncanakan
5. Kontrak waktu
6. Peserta mampu menjawab
6. Mengevaluasi
pertanyaan dari penanya.
Pengetahuan.

2 30 menit Pelaksanaan: 1. Menyimak dan


inti Menjelaskan materi berurutan memperhatikan
dan teratur.
2. Memperhatikan
Materi:
1. Menjelaskan 3. Memperhatikan
Pengertian rematik
4. Memperhatikan
2. Menjelaskan Penyebab
5. Memperhatikan
dan faktor resiko
rematik 6. Mengajukan pertanyaan

3. Menjelaskan Tanda 7. Mengemukakan pendapat


Dan Gejala rematik
8. Mendengarkan
4. Menjelaskan
pencegahan rematik

58
5. Menjelaskan
penatalaksanaan
rematik

6. Mengambil keputusan
tindakan rematik

7. Merawat anggota
keluarga yang sakit
rematik

8. Memberi kesempatan
kepada peserta untuk
bertanya.

9. Memberikan
kesempatan peserta
lain menjawab

10. Memberikan
reinforcement positif

59
10 menit Penutup 1. Bersama- sama
3 Penutup 1. Bersama peserta menyimpulkan
menyimpulkan apa 2. Menjawab pertanyaan
yang telah 3. Memperhatikan dan
disampaikan mendengarkan
4. Menjawab salam
2. Evaluasi tentang
hipertensi dengan
mengajukan
pertanyaan

3. Melakukan terminasi

4. Memberikan salam
untuk menutup
pertemuan

Metode
1. Ceramah
2. Diskusi (Tanya Jawab)

Media
Leaflet

Kriteria evaluasi

a) Evaluasi struktur
1. Keluarga hadir ditempat penyuluhan yaitu rumah ny.y
2. Penyelenggaraan penyuluhan dilaksanakan di rumah ny.y
3. Waktu penyelenggaran disepakati bersama
b) Evaluasi proses

60
1. Keluarga antusias terhadap materi penyuluhan
2. Tidak ada anggota keluarga yang meninggalkan tempat penyuluhan
3. Keluarga mengajukan pertanyaan dan menjawab pertanyaan dengan benar
c) Evaluasi hasil
1. Keluarga mengetahui tentang rematik
2. Kehadiran keluarga dipertahankan sampai penyuluhan selesai

61
A. Latar Belakang
Rematik adalah penyakit inflamasi sistemik kronis, inflamasi sistemik yang dapat
mempengaruhi banyak jaringan dan organ, terutama menyerang fleksibel (sinovial) sendi,
dan dapat menyerang siapa saja yang rentan terkena penyakit rematik. Oleh karena itu,
perlu mendapatkan perhatian yang serius karena penyakit ini merupakan penyakit
persendian sehingga akan mengganggu aktivitas seseorang dalam kehidupan sehari-hari.
Masyarakat pada umumnya menganggap rematik adalah penyakit sepele karena tidak
menimbulkan kematian. Padahal, jika tidak segera ditangani rematik bisa membuat
anggota tubuh berfungsi tidak normal, mulai dari benjol-benjol, sendi kaku, sulit berjalan,
bahkan kecacatan seumur hidup. Rasa sakit yang timbul bisa sangat mengganggu dan
membatasi aktivitas kegiatan sehari-hari.
Rematik sering menyebabkan kecacatan sehingga dapat memberikan akibat yang
memberatkan baik bagi penderita sendiri maupun bagi keluarganya. Adanya atau
timbulnya kecacatan dapat mengakibatkan penderita mengeluh terus-menerus, timbul
kecemasan, ketegangan jiwa, gelisah sampai mengasingkan diri karena rasa rendah diri
dan tak berharga terhadap masyarakat. Sedangkan bagi keluarga sering menyebabkan
kecemasan, bingung dan kadang-kadang merasa malu bahwa keluarganya ada yang cacat.
Dengan demikian timbul beban moril dan gangguan sosial di lingkungan
keluarga.Penyakit rematik dapat mengakibatkan penurunan produktifitas manusia. Dua
jenis ketidakmampuan timbul dari penyakit rematik yaitu ketidakmampuan fisik dan
ketidakmampuan sosial. Ketidakmampuan fisik mengakibatkan pada fungsi muskulo
skeletal dasar seperti membungkuk, mengangkat, berjalan dan menggenggam. Sedangkan
ketidakmampuan sosial menunjuk pada pola aktivitas sosial yang lebih tinggi termasuk
ketidakmampuan kerja. Penyakit rematik ini dibagi menjadi dua golongan berdasarkan
lokasinya yaitu rematik artikuler (pada persendian, seperti reumatoid artritis (AR),
osteoatritis (OA) dan gout artritis) dan rematik non artikuler (diluar persendian, seperti
bursitis dan tendinitis).

62
REMATIK

A. Pengertian
Penyakit reumatik adalah penyakit inflamasi non- bakterial yang bersifat sistemik,
progesif, cenderung kronik dan mengenai sendi serta jaringan ikat sendi secara simetris
(Rasjad Chairuddin, Pengantar Ilmu Bedah Orthopedi, hal. 165).
Artritis rhemathoid (AR) merupakan suatu penyakit inflamasi sistemik kronik yang
walaupun manifestasi utamanya adalah Poliartritis yang progresif, akan tetapi penyakit
ini juga melibatkan seluruh organ tubuh. Terlibatnya sendi pada pasien Artritis
Rhemathoid terjadi setelah penyakit ini berkembang lebih lanjut sesuai dengan sifat
progesifitasnya. Pada umumnya selain gejala artikular, Artritis Rhemathoid dapat pula
menunjukkan gejala konstitusional berupa kelemahan umum, cepat lelah atau gangguan
organ non-ertikular lainnya (Nugroho, 2012).Artritis adalah inflamasi dengan nyeri,
panas, pembengkakan, kekakuan dan kemerahan pada sendi. Akibat Artritis, timbul
inflamasi umum yang dikenal sebagai Artritis Rhemathoid yang merupakan penyakit
autoimun (Nugroho, 2012)
B. Faktor Risiko
Faktor risiko yang berhubungan dengan peningkatan kasus RA dibedakan menjadi dua
yaitu faktor risiko yang tidak dapat dimodifikasi dan faktor risiko yang dapat
dimodifikasi:
1. Tidak Dapat Dimodifikasi
a. Faktor genetik
Faktor genetik berperan 50% hingga 60% dalam perkembangan RA. Selain itu
ada kaitannya juga antara riwayat dalam keluarga dengan kejadian RA pada
keturunan selanjutnya.
b. Usia
RA biasanya timbul antara usia 40 tahun sampai 60 tahun. Namun penyakit ini
juga dapat terjadi pada dewasa tua dan anak-anak (Rheumatoid Arthritis Juvenil).
Dari semua faktor risiko untuk timbulnya RA, faktor ketuaan adalah yang terkuat.

63
Prevalensi dan beratnya RA semakin meningkat dengan bertambahnya usia. RA
hampir tak pernah pada anak-anak, jarang pada usia dibawah 40 tahun dan sering
pada usia diatas 60 tahun.
c. Jenis kelamin
RA jauh lebih sering pada perempuan dibanding laki-laki dengan rasio 3:1.
Meskipun mekanisme yang terkait jenis kelamin masih belum jelas. Perbedaan
pada hormon seks kemungkinan memiliki pengaruh.
2. Dapat Dimodifikasi
a. Gaya hidup
1) Status sosial ekonomi
Penelitian di Inggris dan Norwegia menyatakan tidak terdapat kaitan antara
faktor sosial ekonomi dengan RA, berbeda dengan penelitian di Swedia yang
menyatakan terdapat kaitan antara tingkat pendidikan dan perbedaan paparan
saat bekerja dengan risiko RA.
2) Merokok
Sejumlah studi cohort dan case-control menunjukkan bahwa rokok tembakau
berhubungan dengan peningkatan risiko RA. Merokok berhubungan dengan
produksi dari rheumatoid factor(RF) yang akan berkembang setelah 10
hingga 20 tahun. Merokok juga berhubungan dengan gen ACPA-positif RA
dimana perokok menjadi 10 hingga 40 kali lebih tinggi dibandingkan bukan
perokok. Penelitian pada perokok pasif masih belum terjawab namun
kemungkinan peningkatan risiko tetap ada.
3) Diet
Banyaknya isu terkait faktor risiko RA salah satunya adalah makanan yang
mempengaruhi perjalanan RA. Dalam penelitian Pattison dkk, isu mengenai
faktor diet ini masih banyak ketidakpastian dan jangkauan yang terlalu lebar
mengenai jenis makanannya. Penelitian tersebut menyebutkan daging merah
dapat meningkatkan risiko RA sedangkan buah-buahan dan minyak ikan
memproteksi kejadian RA. Selain itu penelitian lain menyebutkan konsumsi
kopi juga sebagai faktor risiko namun masih belum jelas bagaimana
hubungannya.

64
4) Infeksi
Banyaknya penelitian mengaitkan adanya infeksi Epstein Barrvirus (EBV)
karena virus tersebut sering ditemukan dalam jaringan synovial pada pasien
RA. Selain itu juga adanya parvovirus B19, Mycoplasma pneumoniae,
Proteus, Bartonella, dan Chlamydia juga memingkatkan risiko RA.

5) Pekerjaan
Jenis pekerjaan yang meningkatkan risiko RA adalah petani, pertambangan,
dan yang terpapar dengan banyak zat kimia namun risiko pekerjaan tertinggi
terdapat pada orang yang bekerja dengan paparan silica.
b. Faktor hormonal
Hanya faktor reproduksi yang meningkatkan risiko RA yaitu pada perempuan
dengan sindrom polikistik ovari, siklus menstruasi ireguler, dan menarche usia
sangat muda.
c. Bentuk tubuh
Risiko RA meningkat pada obesitas atau yang memiliki Indeks Massa Tubuh
(IMT) lebih dari 30.
C. Patofisiologi
Sendi merupakan bagian tubuh yang paling sering terkena inflamasi dan degenerasi yang
terlihat pada penyakit rematik. Inflamasi akan terlihat pada persendian sebagai sinovitis.
Pada penyakit rematik inflamatori, inflamasi merupakan proses primer dan degenerasi
yang terjadi merupakan proses sekunder yang timbul akibat pembentukan pannus
(proliferasi jaringan synovial). Inflamasi merupakan akibat dari respon imun (Nugroho,
2012).
Pada penyakit rematik degeneratif dapat terjadi proses inflamasi yang sekunder. Sinovitis
ini biasanya lebih ringan serta menggambarkan suatu proses reaktif. Sinovitis dapat
berhubungan dengan pelepasan proteoglikan tulang rawan yang bebas dari kartilago
artikuler yang mengalami degenerasi kendati faktor-faktor imunologi dapat pula terlibat
(Nugroho, 2012).
Artritis Rhemathoid merupakan manifestasi dari respon sistem imun terhadap antigen
asing pada individu-individu dengan predisposisi genetik (Nugroho, 2012).

65
Suatu antigen penyebab Artritis Rhemathoid yang berada pada membran sinovial akan
memicu proses inflamasi. Proses inflamasi mengaktifkan terbentuknya makrofag.
Makrofag akan meningkatkan aktivitas fagositosisnya terhadap antigen dan merangsang
proliferasi dan aktivasi sel B untuk memproduksi antibody. Setelah berikatan dengan
antigen, antibody yang dihasilkan akan membentuk komplek imun yang akan berdifusi
secara bebas ke dalam ruang sendi. Pengendapan komplek imun ini akan mengaktivasi
sistem komplemen C5a (Nugroho, 2012).
Komplemen C5a merupakan faktor kemotaktik yang selain meningkatkan permiabilitas
vaskuler, juga dapat menarik lebih banyak polimorfonukler (PMN) dan monosit kearah
lokasi tersebut (Nugroho, 2012).
Fagositosi komplek imun oleh sel radang akan disertai pembentukan dan pembebasan
radikal oksigen bebas, leukotrin, prostaglandin yang akan menyebabkan erosi rawan
sendi dan tulang. Radikal oksigen bebas dapat menyebabkan terjadinya depolimerisasi
hialuronat sehingga mengakibatkan terjadinya penurunan viskositas cairan sendi. Selain
itu radikal oksigen bebas juga merusak kolagen dan proteoglikan rawan sendi (Nugroho,
2012).
Pengendapan komplek imun akan menyebabkan terjadinya degranulasi mast cell yang
menyebabkan terjadinya pembebasan histamin dan berbagai enzim proteolitik serta
aktivasi jalur asam arakidonat yang akan memecah kolagen sehingga terjadi edema,
proliferasi membran sinovial dan akhirnya terbentuk pannus (Nugroho, 2012).
Masuknya sel radang ke dalam membran sinovial akibat pengendapan komplek imun
menyebabkan terbentuknya pannus yang merupakan elemen yang paling destruktif dalam
pathogenesis Artritis Rhemathoid. Pannus merupakan jaringan granulasi yang terdiri dari
sel fibroblast yang berproliferasi, mikrovaskuler dan berbagai jenis sel radang. Secara
histopatologis pada daerah perbatasan rawan sendi dan pannus terdapatnya sel
mononukleus, umumnya banyak dijumpai kerusakan jaringan kolagen dan proteoglikan
(Nugroho, 2012).
D. Manifestasi Klinis
Menurut Nugroho (2012), ada beberapa manifestasi klinis yang lazim ditemukan pada
penderita Artritis Rhemathoid. Gejala ini tidak harus timbul sekaligus pada saat yang
bersamaan oleh karena penyakit ini memiliki gambaran yang sangat bervariasi.

66
1. Gejala-gejala konstitusional, misalnya lelah, anoreksia, berat badan menurun dan
demam. Terkadang kelelahan dapat demikian hebatnya.
2. Poliartritis simetris terutama pada sendi perifer, termasuk sendi-sendi ditangan,
namun biasanya tidak melibatkan sendi-sendi interfalangs distal. Hampir semua sendi
artrodial dapat terserang.
3. Kekakuan dipagi hari selama lebih dari 1 jam: dapat bersifat generalisata tetapi
terutama menyerang sendi-sendi. Kekakuan ini berbeda dengan kekakuan sendi pada
Osteoartritis, yang biasanya hanya berlangsung selama beberapa menit dan selalu
kurang dari 1 jam.
4. Artritis erosif merupakan ciri khas penyakit ini pada gambaran radiologik.
Peradangan sendi yang kronik mengakibatkan erosi di tepi tulang dan ini dapat dilihat
pada radiogram.
5. Deformitas : kerusakan dari struktur-struktur penunjang sendi dengan perjalanan
penyakit. Pergeseran ulnar atau deviasi jari, subluksasi sendi metakarpofalangeal,
deformitas boutonniere dan leher angsa adalah beberapra deformitas tangan yang
sering dijumpai pada penderita. Pada kaki terdapat protusi (tonjolan) kaput metatarsal
yang timbul sekunder dari subluksasi metatarsal. Sendi-sendi besar juga dapat
terserang dan mengalami pengurangan kemampuan bergerak terutama dalam
melakukan gerak ekstensi.
6. Nodula-nodula Rhemathoid adalah massa subkutan yang ditemukan pada sekitar
sepertiga orang dewasa penderita Artritis Rhemathoid. Lokasi yang paling sering dari
deformitas ini adalah bursa olekranon (sendi siku) atau disepanjang permukaan
ekstensor dari lengan;walaupun demikian nodula-nodula ini dapat juga timbul pada
tempat- tempat lainnya. Adanya nodula-nodula ini biasanya merupakan suatu
petunjuk suatu penyakit yang aktif dan lebih berat.
7. Manifestasi ekstra-artikular : Artritis Rhemathoid juga dapat menyerang organ-organ
lain di luar sendi. Jantung (perikarditis), paru- paru (pleuritis), mata dan pembuluh
darah dapat rusak.
Menurut Banton, 1998 dalam dr Setiawan dalimartha bahwa tanda dan gejala dari
rheumatoid artritis adalah nyeri pada sendi, kaku pada pagi hari, kedudukan sendi

67
tidak stabil dan permukaannya tidak rata, sendi tidak dapat bergerak, nodul reumatoid
(benjolan kecil), dan bercak merah dikulit.
Pada penderita saat mengalami serangan biasanya ditemukan gejala klinis yaitu
(Asikin, 2013):39 dan (Sya'diyah, 2018):210
a. Nyeri persendian disertai kaku terutama pada pagi hari. Kekakuan berlangsung
sekitar 30 menit dan dapat berlanjut sampai berjam-jam dalam sehari.
b. Muncul pembengkakan,warna kemerahan, lemah dan rasa panas yang berangsur-
angsur.
c. Peradangan sendi yang kronik dapat muncul erosi pada pinggir tulang dan dapat
dilihat dengan penyinaran X-ray.
d. Pembengkakan sendi yang meluas dan simetris.
e. Hambatan gerakan sendi
Gangguan ini biasanya semakin bertambah bera dengan pelan-pelan sejalan
dengan bertambahnya nyeri.
f. Sendi besar kemungkinan juga dapat terserang yang disertai penurunan
kemampuan fleksi atau ekstensi.
g. Perubahan gaya berjalan
Hampir semua pasien osteoartritis pergelangan kaki, tumit, lutut berkembang
menjadi pincang. Gangguan bejalan merupakan ancaman besar
E. Pemeriksaan Diagnostik
Menurut Nugroho (2012), tidak banyak berperan dalam diagnosis Artritis Rhemathoid,
namun dapat menyokong bila terdapat keraguan atau untuk melihat prognosis pasien.
Pada pemeriksaan laboratorium terdapat :
1. Tes faktor reuma biasanya positif pada lebih dari 75% pasien Artritis Rhemathoid
terutama bila masih aktif. Sisanya dapat dijumpai pada pasien Lepra, Tuberkulosis
paru, Sirosis Hepatis, Hepatitis Infeksiosa, Endokarditis Bakterialis, penyakit
kolagen, dan Sarkoidosis.
2. Protein C-reaktif biasanya positif.
3. LED meningkat.
4. Leukosit normal atau meningkat sedikit.
5. Anemia normositik hipokrom akibat adanya inflamasi yang kronik.

68
6. Trombosit meningkat.
7. Kadar albumin serum menurun dan globulin naik.

Pada pemeriksaan rontgen, semua sendi dapat terkena, tapi yang tersering adalah sendi
metatarsofalang dan biasanya simetris. Sendi sakroiliaka juga sering terkena. Pada
awalnya terjadi pembengkakan jaringan lunak dan demineralisasi juksta artikular.
Kemudian terjadi penyempitan sendi dan erosi (Nugroho, 2012).

F. Komplikasi
a. Kerusakan pada sendi
b. Peradangan pada otot jantung
c. Gagal pernafasan
d. Gagal ginjal
e. Penyakit saluran cerna
f. Osteoporosis
G. Pencegahan
Etiologi untuk penyakit RA ini belum diketahui secara pasti, namun berdasarkan
penelitian-penelitian sebelumnya, ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk menekan
faktor risiko:
1. Membiasakan berjemur di bawah sinar matahari pagi untuk mengurangi risiko
peradangan oleh RA.
2. Melakukan peregangan setiap pagi untuk memperkuat otot sendi. Gerakan-gerakan
yang dapat dilakukan antara lain, jongkok-bangun,menarik kaki ke belakang pantat,
ataupun gerakan untuk melatih otot lainnya. Bila mungkin, aerobik juga dapat
dilakukan atau senam taichi.
3. Menjaga berat badan. Jika orang semakin gemuk, lutut akan bekerja lebih berat untuk
menyangga tubuh. Mengontrol berat badan dengan diet makanan dan olahraga dapat
mengurang risiko terjadinya radang pada sendi.
4. Mengonsumsi makanan kaya kalsium seperti almond, kacang polong, jeruk, bayam,
buncis, sarden, yoghurt, dan susu skim. Selain itu vitamin A,C, D, E juga sebagai
antioksidan yang mampu mencegah inflamasi akibat radikal bebas.

69
5. Memenuhi kebutuhan air tubuh. Cairan synovial atau cairan pelumas pada sendi juga
terdiri dari air. Dengan demikian diharapkan mengkonsumsi air dalam jumlah yang
cukup dapat memaksimalkan sisem bantalan sendi yang melumasi antar sendi,
sehingga gesekan bisa terhindarkan.Konsumsi air yang disrankan adalah 8 gelas
setiap hari. (Candra, 2013)
6. Berdasarkan sejumlah penelitian sebelumnya, ditemukan bahwa merokok merupakan
faktor risiko terjadinya RA. Sehingga salah satu upaya pencegahan RA yang bisa
dilakukan masyarakat ialah tidak menjadi perokok akif maupun pasif. (Febriana,
2015).
H. Penatalaksanaan
Setelah diagnosis Artritis Rhemathoid dapat di tegakkan, pendekatan pertama yang harus
dilakukan adalah segera berusaha untuk membina hubungan yang baik antar pasien
dengan keluargannya dengan dokter atau tim pengobatan yang merawatnya. Tanpa
hubungan yang baik ini agaknya akan sukar untuk dapat memelihara ketaatan pasien
untuk tetap berobat dalam suatu jangka waktu yang cukup lama (Nugroho, 2012).
1. Pendidikan pada pasien mengenai penyakitnya dan penatalaksanaan yang akan
dilakukan sehingga terjalin hubungan baik dan terjamin ketaatan pasien untuk tetap
berobat dalam jangka waktu yang lama.
2. OAINS diberikan sejak dini untuk mengatasi nyeri sendi akibat inflamasi.
3. DMARD digunakan untuk melindungi rawan sendi dan tulang dari proses destruksi
akibat Artritis Rhemathoid.
4. Riwayat penyakit alamiah
Pada umumnya 25% pasien akan mengalami manifestasi penyakit yang bersifat
monosiklik ( hanya mengalami satu episode dan selanjutnya akan mengalami remisi
sempurna). Pada pihak lain sebagian besar pasien akan menderita penyakit ini
sepanjang hidupnya dengan hanya diselingi oleh beberapa masa remisi yang singkat
(jenis polisiklik). Sebagian kecil lainnya akan menderita Artritis Rhemathoid yang
progresif yang disertai dengan penurunan kapasitas fungsional yang menetap pada
setiap eksaserbasi.
5. Rehabilitasi pasien Artritis Rhemathoid

70
Merupakan tindakan untuk mengembalikan tingkat kemampuan pasien Artritis
Rhemathoid dengan cara:
a. Mengurangi rasa nyeri
b. Mencegah terjadinya kekakuan dan keterbatasan gerak sendi
c. Mencegah terjadinya atrofi dan kelemahan otot
d. Mencegah terjadinya deformitas
e. Meningkatkan rasa nyaman dan kepercayaan diri
f. Mempertahankan kemandirian sehingga tidak bergantung kepada orang lain.
6. Pembedahan
Jika berbagai cara pengobatan telah dilakukan dan tidak berhasil serta terdapat alasan
yang cukup kuat, dapat dilakukan pengobatan pembedahan. Jenis pengobatan ini pada
pasien Artritis Rhemathoid umumnya bersifat ortopedik, misalnya sinovektomi,
artrodesis, total hip replacement, memperbaiki deviasi ulnar, dan sebagainya.
7. Istirahat: pasien membagi waktu seharinya menjadi beberapa kali waktu beraktivitas
diikuti oleh masa istirahat.
8. Latihan fisik dan termoterapi: latihan dapat bermanfaat dalam mempertahankan
fungsi sendi. Latihan ini mencakup gerakan aktif dan pasif pada semua sendi
sedikitnya 2 kali sehari.
9. Kompres: kompres hangat saat nyeri sendi dan kompres air es saat kaki bengkak
10. Mandi air hangat untuk mengurangi nyeri
11. Lingkungan yang aman untuk melindungi dari cidera
12. Diet seimbang: karbohidrat, protein, lemak. Makanan yang dibolehkan Tempe, tahu,
daging sapi, daging ayam, sayur kangkung, buah-buahan, nasi dan susu. Makanan
yang tidak dibolehkan Golongan protein hewani seperti : sarden, kerang, jeroan,
bebek dan burung.Makanan yang mengandung alcohol : tape, durian.Sayuran:
kacang-kacangan, daun singkong kembang kol, bayam dan jamur.Mengonsumsi
makanan/minuman yang dingin,teh,kopi,coklat

71
SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)

Rematik

Oleh :

Miftahul Rahmi

183110181

3A

Dosen Pembimbing :

Ns. Verra Widhi Astuti, M. Kep

72
PROGRAM STUDI D-III KEPERAWATAN PADANG

POLTEKKES KEMENKES RI PADANG

2020/2021

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)


Rematik

Pokok Bahasan : Rematik


Sasaran : Keluarga Ny.Y
Hari/Tanggal : Jumat,06 September 2020
Waktu : 14 Menit
Tempat : Rumah Ny.Y
Metode : Ceramah Dan Tanya Jawab
Presentator : Miftahul Rahmi

Tujuan
1. Tujuan Instruksional Umum

Agar keluarga mengetahui dan memahami tentang rematik


2. Tujuan Instruksional Khusus
Setelah mengikuti penyuluhan diharapkan masyarakat mampu
a. Menyebutkan pengertian memodifikasi lingkungan
b. Menyebutkan manfaat memodifikasi lingkungan
c. Menyebutkan cara memodifikasi lingkungan
d. Memanfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan

Sub Pokok Bahasan


Pengertian memodifikasi lingkungan
Manfaat memodifikasi lingkungan
Menyebutkan cara memodifikasi lingkungan
Memanfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan

73
No Kegiatan Respon Klien Waktu

1 Pendahuluan :
a. Membalas salam
a. Menyampaikan salam
b. Mendengarkan
b. Menjelaskan tujuan
c. Memberi respon 3 menit
c. Kontrak waktu

2 Penjelasan materi :

a. Pengertian memodifikasi Mendengarkan dan


lingkungan memperhatikan
8 menit
b. Manfaat memodifikasi lingkungan
c. Cara memodifikasi lingkungan
bagi keluarga hipertensi
d. Pemanfaatan fasilitas kesehatan.

3 Penutup :

b. Tanya jawab a. Menanyakan hal


c. Menyimpulkan hasil penyuluhan yang belum jelas
d. Memberi salam b. Secara bersama-
sama 3 menit
menyimpulkan
c. Membalas salam

74
Metode
1. Ceramah
2. Diskusi (Tanya Jawab)

Media
Leaflet

Kriteria evaluasi

a) Evaluasi struktur
4. Keluarga hadir ditempat penyuluhan yaitu rumah ny.y
5. Penyelenggaraan penyuluhan dilaksanakan di rumah ny.y
6. Waktu penyelenggaran disepakati bersama
b) Evaluasi proses
4. Keluarga antusias terhadap materi penyuluhan
5. Tidak ada anggota keluarga yang meninggalkan tempat penyuluhan
6. Keluarga mengajukan pertanyaan dan menjawab pertanyaan dengan benar
c) Evaluasi hasil
3. Keluarga mengetahui tentang rematik
4. Kehadiran keluarga dipertahankan sampai penyuluhan selesai

75
Materi TUK 4 Memodifikasi Lingkungan

1. Memodifikasi lingkungan
Memodifikasi lingkungan adalah bentuk pengelolaan rumah bagi anggota keluarga untuk
meningkatkan derajat kesehatan di keluarga tersebut.

2. Manfaat memodifikasi lingkungan


a. Cara paling efektif untuk hidup sehat
b. Meningkatkan derajat kesehatan
c. Agar terhindar dari penyakit
d. Mempertahankan kualitas hidup bagi yang sudah sakit.

3. Cara memodifikasi lingkungan


a. Lantai rumah tidak licin
b. Penerangan cukup
c. Barang tertata rapi dan tidak berantakan
d. Kamar mandi tidak licin
e. Suasana rumah tenang dan tidak ada konflik

Materi TUK 5 Memanfaatkan fasilitas kesehatan

Fasilitas yang dapat digunakan:


a. Puskesmas
b. Bidan
Manfaat : memberikan informasi tentang rematik dan cara perawatan serta pengobatan

76
77