Anda di halaman 1dari 9

SURAT BERHARGA

Istilah dan Definisi

Terdapat beberapa istilah yang identik dengan surat berharga, misalnya


negotiable instruments, negotiable papers, transferable papers, commercial
papers dan waardepapieren (Bambang Setijoprodjo, 1994 : 3).

Menurut Wirjono Prodjodikoro, istilah surat-surat berharga itu terpakai untuk


surat-surat yang bersifat seperti uang tunai, jadi yang dapat dipakai untuk
melakukan pembayaran. Ini berarti bahwa surat-surat itu dapat diperdagangkan,
agar sewaktu-waktu dapat ditukarkan dengan uang tunai atau negotiable
instruments (Wirjono Prodjodikoro, 1992 : 34).

Surat berharga adalah surat pengakuan utang, wesel, saham, obligasi, sekuritas
kredit, atau setiap derivatifnya, atau kepentingan lain, atau suatu kewajiban dari
penerbit dalam bentuk yang lazim diperdagangkan dalam pasar modal dan pasar
uang (Dunil Z: 2004).

Perbedaan surat berharga dan surat yang berharga

Perlu sekali dibedakan antara surat berharga dengan surat yang berharga. Adapun
perbedaannya adalah sebagai berikut:

1. Surat berharga, terjemahan dari istilah aslinya dalam bahasa Belanda,


“waarde papier” di Negara Anglo Saxon dikenal dengan isitlah
“negotiable instruments”. Sedangkan surat yang mempunyai harga atau
nilai, terjemahan dari istilah aslinya dalam bahasa Belanda “papier van
waarde” dalam bahasa Inggrisnya “letter of value”.
2. Surat berharga adalah surat yang oleh penerbitnya sengaja diterbitkan
sebagai pelaksanaan pemenuhan suatu prestasi yang berupa pembayaran
sejumlah uang. Tetapi pembayaran ini tidak dilakukan dengan
menggunakan mata uang, melainkan dengan menggunakan alat bayar lain.
Alat bayar itu berupa surat yang didalamnya mengandung suatu perintah
kepada pihak ke tiga, atau pernyataan sanggup untuk membayar sejumlah
uang kepada pemegang surat itu (Abdulkadir Muhammad, 1984 : 4).

Sedangkan surat-surat yang mempunyai harga atau nilai bukan alat


pembayaran, penerbitannya tidak untuk diperjualbelikan, melainkan
sekedar sebagai alat bukti diri bagi pemegang bahwa dia sebagai orang
yang berhak atas apa yang disebutkan atau untuk menikmati hak yang
disebutkan di dalam surat itu. Bahkan bagi yang berhak, apabila surat
bukti itu lepas dari penguasaannya, ia masih dapat memperoleh barang
atau haknya itu dengan menggunakan alat bukti lain (Abdulkadir
Muhammad, 1984 : 6).

3. Surat berharga itu surat tuntutan utang, pembawa hak dan mudah
diperjualbelikan (Purwosutjipto, 1994 :5), sedangkan surat yang berharga
adalah surat bukti tuntutan utang yang sukar diperjualbelikan
(Purwosutjipto, 1994 :6).

4. Suatu surat yang disebut sebagai surat berharga, haruslah di dalam surat
itu tercantum nilai yang sama dengan nilai dari perikatan dasarnya.
Perikatan dasar inilah yang menjadi causa dari diterbitkannya surat
berharga. Dengan perkataan lain, bahwa sepucuk surat disebut surat
berharga, karena didalam surat itu tercantum nilai yang sama dengan nilai
perikatan dasarnya. Perikatan dasar antara dua orang, adalah yang menjadi
sebab diterbitkannya surat berharga (Emmy Pangaribuan Simanjuntak,
1993 :29).
5. Pengertian surat berharga secara sempit hanya mencakup surat atau
instrument yang berisi janji tak bersyarat dari penerbit untuk membayar
sejumlah uang. Sedangkan surat atau instrument lainnya tidak dapat
dikategorikan sebagai surat berharga (Bambang Setijoprodjo, 1994 :6).
6. Surat berharga adalah suatu alat bukti dari suatu tagihan atas orang yang
menandatangani surat itu, tagihan mana dipindahtangankan dengan
menyerahkan surat itu dan akan dilunasi sesudah surat itu diunjukkan
(Velt Meijer, 1980 :11)

Dengan demikian unsur yang penting dalam surat berharga itu adalah
dapat dipindahtangankan atau diperdagangkan (negotiable) secara mudah. Oleh
karena itu, semua surat yang diperdagangkan dalam pasar modal dan pasar uang
dengan sendirinya dapat dikategorikan sebagai surat berharga.

Penerbitan Surat Berharga

Terdapat dua cara penerbitan surat berharga yaitu: (Wikipedia)

• Penerbitan secara langsung kepada investor jangka panjang seperti


lembaga keuangan, atau

Penerbitan langsung ini biasanya dilakukan oleh lembaga keuangan yang


memiliki kebutuhan tetap atas pinjaman dalam jumlah besar yang memilih
melakukan penerbitan langsung yang lebih ekonomis dibandingkan
menggunakan pialang investasi. Di Amerika perusahaan yang melakukan
penerbitan surat berharga komersial secara langsung ini dapat menghemat
3 basis poin ( 1 basis poin = 1/10000%) setahunnya. Diluar Amerika
imbalan jasa pialang investasi ini lebih murah.
• Penerbitan secara tidak langsung yaitu dijual kepada pialang dan pialang
tersebutlah yang memperdagangkannya di pasar uang.

Bursa perdagangan surat berharga komersial ini melibatkan perusahaan-


perusahaan pialang yang besar dan anak perusahaan bank dimana banyak
diantaranya juga merupakan pialang pada pasar keuangan Amerika (US
Treasury Securities)

Jenis-Jenis Surat Berharga

Menurut Kitab Undang-Undang Hukum Dagang dalam Buku I titel 6 dan titel 7
mengatur jenis surat berharga seperti:

1. Wessel
2. Surat sanggub
3. Cek
4. Kwitansi-kwitansi dan promes atas tunjuk
5. Dan lain-lain

Sedangkan di dalam perkembangannya sekarang muncul jenis surat berharga


seperti: Bilyet Giro, Travels Cheque, Credit Card, dsb.

Jenis-jenis Surat berharga

1. Bilyet Giro

Bilyet Giro adalah surat perintah dari nasabah kepada bank penyimpan dana untuk
melakukan pemindahbukuan sejumlah dana dari rekening yang bersangkutan
kepada rekening pemegang yang disebutkan namanya.
Data-data yang ada di bilyet giro :

• Tanggal Penarikan adalah tanggal pada saat penarik membuka Bilyet Giro.
• Tanggal Efektif adalah tanggal mulai berlakunya perintah pemindahbukuan.
Tanggal efektif ini harus dalam masa tenggang waktu penawaran selama 70 hari
terhitung sejak tanggal penarikan. Dalam hal tanggal efektif tidak dicantumkan
maka tanggal penarikan berlaku sebagai tanggal efektif.(Sesuai SKBI No.
28/32/KEP/DIR pasal 2 dan 3).

• Nama pemegang dan nomor rekening (wajib diisi).


• Nama Bank penerima (dalam hal nama bank penerima tidak diisi, maka
bank tertarik dan penarik setuju dananya dipindahbukukan ke bank mana
saja.)
• Jumlah dana dalam angka dan huruf diisi selengkapnya. Jika ada
perbedaan antara angka dan huruf dalam penulisan, maka yang berlaku
adalah jumlah dalam huruf selengkap-lengkapnya.(SKBI No.
28/32/KEP/DIR pasal 2 dan 3 ).
• Tanda tangan penarik dan stempel sesuai dengan persyaratan pembukaan
rekening.

Ketentuan-ketentuan lain Bilyet Giro


Penarik tidak boleh membatalkan Bilyet Giro selama dalam tenggang waktu
penawaran.
Pembatalan Bilyet Giro hanya dapat dilakukan setelah tanggal berakhirnya
tenggang waktu penawaran dengan suatu surat pembatalan dari penarik.(SKBI
No. 28/32/KEP/DIR pasal 7).
Kewajiban penarik yang timbul dari penarikan Bilyet Giro hapus karena
kadaluwarsa setelah lewat waktu 6 (enam) bulan terhitung mulai tanggal
berakhirnya tenggang waktu penawaran. (SKBI No. 28/32/KEP/DIR pasal 11).
Perintah pemindahbukuan dalam Bilyet Giro tidak berakhir apabila kemudian
penarik meninggal dunia atau menjadi tidak cakap menurut hukum.(SKBI No.
28/32/KEP/DIR pasal 10).
2. Cek
Cek adalah surat perintah tidak bersyarat untuk membayar sejumlah uang tertentu.
Data-data dalam Cek
• Terdapat nama bank tertarik.
• Tanggal Penarikan adalah tanggal pada saat penarik membuka cek.
• Tanda tangan penarik dan stempel sesuai dengan persyaratan pembukaan
rekening.

Ketentuan-ketentuan lain Cek

Cek tidak dapat dibatalkan oleh penarik.


Cek dapat ditarik kembali oleh penarik setelah berakhirnya tenggang waktu
pengunjukan. Tenggang waktu pengunjukan Cek adalah 70 hari terhitung sejak
tanggal penarikan.
Kewajiban penarik yang timbul dari penarikan Cek hapus karena kadaluwarsa
setelah waktu 6 (enam) bulan terhitung mulai akhir tenggang waktu pengunjukan

3. Nota Debet
Nota Debet adalah warkat yang dipergunakan untuk mendebet dana satu bank
melalui lalulintas giral didalam satu wilayah kliring Bank Indonesia.
Nota debet didicetak diatas security paper dan mempunyai nomor serie warkat.
Ada batasan nominal yang berlaku sesuai peraturan Bank Indonesia.

4. Draft/Wesel
Draft/wesel adalah merupakan surat berharga yang diterbitkan oleh satu bank dan
berisi perintah tidak bersyarat dari Bank penerbit kepada bank lain untuk
membayar sejumlah dana kepada pihak yang namanya tercantum pada wesel
/Draft.
Fungsi draft / wesel adalah sebagai pengganti Bank Notes Draft diterbitkan tidak
dalam pecahan tertentu Dasar hukum diatur pada KUHD 100-132 Hanya dapat
diuangkan pada bank yang ditunjuk.

5. Endorsement
• Endorsement adalah Penyerahan satu surat berharga atas unjuk oleh
seorang kepada pihak lain, dengan disertai pernyataan pengalihan haknya
atas surat tersebut.
• Endorsement pada surat berharga harus tidak bersyarat.
• Setiap syarat yang terdapat pada endorsement oleh Undang-Undang
dianggap sebagai tidak tertulis.
• Setiap endosan menurut Undang-Undang harus menanggung pembayaran
surat berharga itu, kecuali telah diperjanjikan kebalikannya.

Jenis-jenis Endorsement
1. Special Endorsement
Endorsement yang menyebutkan nama pihak tertentu baik perorangan/badan
hukum kepada siapa dilakukannya.
Selain tanda tangan terdapat kata-kata kepada nama Tuan ..., atau PT Atau
order, atau saya pindahkan Hak saya kepada Tuan ..., PT ...
* Bilamana Tuan ...,PT ... akan mengalihkan surat berharga tersebut kepada
pihak lain, diharuskan menandatangani sebagai endosement
dan mencantumkan juga nama, kepada siapa haknya dipindahkan.

2. Blank Endorsement
Suatu endorsement yang dilakukan tanpa menyebut nama orang/Badan
kepada siapa dilakukannya.
Endosan hanya membubuhi tanda tangannya pada bagian belakang lembar
surat tersebut.
Pemegang surat berharga dapat mengalihkan dan menyerahkan kepada siapa
saja tanpa endorsement lagi, dan surat berharga dapat dibayarkan kepada
setiap pembawanya.
3. Collection Endorsement
Endorsement yang memuat kata-kata “HANYA UNTUK DIPUNGUT’ atau
untuk inkaso.
Pemegang dapat melaksanakan semua hak yang timbul, dan tidak dapat
mengendosir lagi kepada pihak lain

4. Endorsed without regres


Endorsement yang dinyatakan tidak menangung atas pembayarannya, dalam
arti tidak ada tuntutan bila tidak ada pembayaran atas surat berharga tersebut.
Pengertian Hak regres :
Teguran kepada Drawee terlebih dahulu ada PROTES oleh pemegang wesel,
yang dinyatakan secara otentik oleh notaries
Adalah hak menegur terhadap si tertarik/drawee yang dilakukan oleh
pemegang Wesel, bila si tertarik menolak melakukan akseptasi atau menolak
untuk menyetujui pembayaran wesel tersebut
Referensi
www.google.com