Anda di halaman 1dari 74

[BUKU AJAR PENGANTAR AKUNTANSI 1 BERBASIS IFRS]

BAB 1
AKUNTANSI DAN IFRS (INTERNATIONAL FINANCIAL
REPORTING STANDARDS)

Tujuan Pembelajaran:
Setelah mempelajari bab ini pembelajar diharapkan:
a. Mampu membandingkan perbedaan standar akuntansi IFRS dan standar sebelumnya
b. Mampu menguraikan 3 pilar utama pengembangan akuntansi
c. Mampu menjelaskan sejarah perkembangan akuntansi
d. Mampu menjelaskan definisi akuntansi
e. Mampu menjelaskan pemakai informasi akuntansi
f. Mampu menjelaskan prinsip-prinsip dasar akuntansi

1. Standar Akuntansi Keuangan


Saat ini, hanya dua standar akuntansi yang banyak dijadikan referensi atau diadopsi
di dunia, yaitu International Financial Reporting Standards (IFRS) dan US Generally
Accepted Accounting Principles (US-GAAP). IFRS disusun oleh International Accounting
Standard Board (IASB) sedangkan US-GAAP disusun oleh Financial Accounting standard
Board (FASB). Perkembangan terakhir menunjukkan keinginan untuk menyusun satu
standar akuntansi yang berkualitas secara internasional semakin menguat. Banyak negara
melakukan adopsi penuh IFRS untuk dijadikan standar lokal yang berlaku di negaranya.
Saat ini sedang terjadi proses penyesuaian antara IFRS dan US-GAAP sehingga semakin
sedikit perbedaan antara keduanya.
Standar Akuntansi yang berlaku di Indonesia terdiri atas empat standar, sering
disebut 4 Pilar Standar Akuntansi yaitu Standar Akuntansi Keuangan (SAK), Standar
Akuntansi Keuangan Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik (SAK ETAP), Standar Akuntansi
Keuangan Syariah (SAK Syariah), dan Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP). Masing-
masing standar memiliki karakteristik dan kegunaan yang berbeda baik dari sisi entitas,
perlakuan akuntansi dan cara penggunaannya.
Standar Akuntansi Keuangan (SAK) digunakan untuk entitas yang memiliki
akuntabilitas publik yaitu entitas terdaftar atau dalam proses pendaftaran di pasar modal
atau entitas fidusia (yang menggunakan dana masyarakat seperti asuransi, perbaankan, dan
dana pensiun). Standar ini mengadopsi IFRS mengingat Indonesia, melalui IAI, telah
menetapkan untuk melakukan adopsi penuh IFRS mulai tahun 2012. Adopsi penuh IFRS
bukan berarti Indonesia tidak memiliki standar sendiri dan menggunakan secara langsung
IFRS. Dewan Standar Akuntansi Keuangan (DSAK), tetap melakukan proses
penerjemahaan IFRS ke dalam bahasa Indonesia. Selain diterjemahkan dalam bahasa
Indonesia, DSAK juga melakukan analisis apakah IFRS dapat diterapkan di Indonesia dan
sesuai dengan kondisi hukum dan bisnis yang ada. Jika diperlukan, DSAK akan membuat
pengecualian penerapan IFRS atau sebaliknya menambahkan aturaan dalam standar.
Standar Akuntansi Keuangan Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik (SAK ETAP),
digunakan untuk entitas yang tidak memiliki akuntabilitas publik signifikan dalam
Susi Retna Cahyaningtyas, Jurusan Akuntansi Page 1
[BUKU AJAR PENGANTAR AKUNTANSI 1 BERBASIS IFRS]

menyusun laporan kuangan untuk tujuan umum (general purpose financial statement).
Standar ini mengadopsi IFRS untuk Small Medium Enterprice (SME) dengan beberapa
penyederhanaan. Standar ETAP lebih sederhana dan tidak banyak perubahan dari praktik
akuntansi yang saat ini berjalan. Contoh penyederhanaan dalam standar ETAP adalah
sebagai berikut:
a. Tidak ada laporan laba rugi komprehensif. Pengaruh laba komprehensif disajikan dalam
laporan perubahan ekuitas atau komponen ekuitas dalam neraca
b. Penilaian untuk aset tetap, aset tak berwujud, dan properti investasi setelah tanggal
perolehan hanya menggunakan harga perolehan, tidak ada pilihan menggunakan nilai
revaluasi atau nilai wajar.
c. Tidak ada pengakuan liabilitas dan aset pajak tangguhan, beban pajak diakui sebesar
jumlah pajak menurut ketentuan pajak.
Entitas yang menggunakan SAK ETAP dalam laporan auditnya menyebutkan laporan akan
memudahkan entitas yang tidak memiliki akuntaabilitas publik signifikan menyusun
laporan keuangan karena SAK ETAP lebih mudah dan sederhana. Namun beberapa pihak
berpendapat penggunaan istilah ETAP memberikan kesan bahwa entitas tidak memiliki
akuntabilitas. Padahal semua entitas pasti memiliki akuntabilitas pada publik namun tingkat
akuntabilitasnya yang berbeda. Standar ini efektif dapat digunakan untuk laporan keuangan
tahun 2009. Entitas yang memenuhi kriteria menggunakan ETAP pada tahun 2011 harus
memilih menggunakan SAK ETAP atau PSAK. Jika pada tahun 2011 tetap menggunakan
PSAK maka pada tahun berikutnya harus konsisten menggunakan PSAK dan tidak boleh
berubah menggunakan SAK ETAP.
Standar Akuntansi Keuangan Syariah (SAK Syariah) adalah standar yang digunakan
untuk entitas yang memiliki transaksi syariah atau entitas berbasis syariah. Standar
akuntansi syariah terdiri atas kerangka konseptual penyusunan dan pengungkapan laporan,
standar penyajian laporan keuangan, dan standar khusus transaksi syariah seperti
mudharabah, murabahah, salam, ijarah, dan istishna. Standar ini merupakaan standar yang
dikembangkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Syariah (DSAK Syariah). Bank
syariah menggunakan dua standar dalam menyusun laporan keuangan. Sebagai entitas yang
memiliki akuntabilitas publik signifikan, bank syariah menggunakan PSAK, sedangkan
untuk transaksi syariahnya menggunakan PSAK syariah.
Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP) adalah standar akuntansi yang digunakan
untuk menyusun laporan keuangan instansi pemerintahan baik pusat maupun daerah. SAP
berbasis akrual ditetapkan dalam Peraturan Pemerintah No.71 tahun 2010. Peraturan
Pemerintah ini sudah berlaku namun instansi pemerintah masih diperkenankan
menggunakan Peraturan Pemerintah No.24 Tahun 2005 SAP berbasis kas menuju akrual,
sampai dengan tahun anggaran 2014. SAP berbasis kas menuju akrual, menggunakan basis
kas untuk penyusunan laporan realisasi anggaran dan menggunakan basis akrual untuk
penyusunan neraca. Dalam SAP berbasis akrual, laporan realisasi anggaran tetap
menggunakan basis kas karena akan dibandingkan dengan anggaran yang disusun dengan
menggunakan basis akrual.Unit usaha yang dimiliki pemerintah baik dalam bentuk Badan
Usaha Milik Negara (BUMN)/Badan Usaha Milik Daerah (BUMD0 dan Badan Layanan
Umum (BLU) sebagai entitas milik pemerintah menyusun akuntansi sesuai dengan standar

Susi Retna Cahyaningtyas, Jurusan Akuntansi Page 2


[BUKU AJAR PENGANTAR AKUNTANSI 1 BERBASIS IFRS]

akuntansi keuangan umum yang berlaku. Laporan keuangan BLU digabungkan dengan
laporan keuangan instansi terkait. Lapoaran keuangaan BUMN/BUMD tidak digabungkan
dan tidak dikonsolidasikan dalam laporan keuangan pemerintah. Pemerintah hanya
mencatat investasi dalam BUMN/BUMD dalam laporan keuangannya.
Penerapan IFRS membawa dampak beragam perubahan, baik perubahan yang
sebatas bersifat administratif maupun yang bersifat substantif. Standar IFRS menuntut
dilakukannya perubahan di praktik-praktik akuntansi yang sudah ada, terkait dengan
pengembangan staandar berbasis prinsip (principle-based) dan pengukuran berbasis nilai
wajar (fair value). Standar sebelumnya dipertimbangkan lebih mendasarkan pada
pengembangan berbasis aturan (rules-based) dan pengukuran berbasis biaya historis
(historical cost). Tabel 1 menyajikan beberapa perbedaan antara produk IASB dan FASB.
Tabel 1. Perbedaan antara Produk FASB dan IASB
TOPIK FASB IFRS
Terminologi resmi Neraca Laporan Posisi Keuangan
laporan Laporan Laba/Rugi Laporan Laba Rugi Komprehensif
Penggunaan istilah Aktiva Aset
Hutang/Utang/Kewajiba Liabilities
n
Modal Ekuitas
Format pelaporan Kurang Fleksibel Cukup Fleksibel
Basis standarisasi Rules - based Principles - based
Basis pengukuran Terutama historical cost Menuju fair value/nilai wajar
Metode penentuan kos Membolehkan Melarang penggunaan lifo
penggunaan lifo
Akuntansi untuk Petunjuk yang rinci Petunjuk yang minimal
industri khusus

2. TIGA PILAR AKUNTANSI


Sebagai sebuah sistem, terdapat 3 (tiga) yang disebut “segitiga pengembangan/development
triangle’ yang saling mempengaruhi pengembangan akuntansi, yaitu:
1. Matematika, akuntansi mendasarkan diri pada matematika, khususnya persamaan
aljabar Ekuitas ”. Sesi berikutnya di bab ini membahas lebih lanjut persamaan tersebut.
2. Prinsip-prinsip dasar; Akuntansi menggunakan prinsip prinsip dasar yang salah
satunya dituangkan dalam bentuk kerangka dasar dan standar. Saat ini standar akuntansi
keuangan yang terbaru dan diharapkan dapat diberlakukan secara global adalah IFRS
(Internatiaonal Finacial Reporting Standars ).
3. Rancang-bangun (engineering); Akuntansi memberi ruang yang cukup bagi
pengembang akuntansi untuk merancang dan membangun sistem akuntansi yang sesuai
kebutuhan dan keinginan pengguna sepanjang tetap mematuhi pilar matematika dan
prinsip dasar.

3. Sejarah Perkembangan Akuntansi


Perkembangan akuntansi sejalan dengan perkembangan dunia usaha. Pada abad ke-14, para
pedagang dari Genoa mulai mengadakan pencatatan secara sederhana. Dengan terbitnya
buku yang berjudul Summa de Arithmatica, Pro Portioni et Proportionalita, yang disusun
Susi Retna Cahyaningtyas, Jurusan Akuntansi Page 3
[BUKU AJAR PENGANTAR AKUNTANSI 1 BERBASIS IFRS]

oleh Luca Pacioli pada tahun 1494, pembukuan mulai dilakukan secara sistematis dengan
menggunakan sistem berpasangan. Sistem pembukuan berpasangan ini berkembang di
Eropa khususnya di Belanda yang lebih dikenal dengan sistem kontinental. Kemudian pada
abad ke-19, teori dan praktek pembukuan berpasangan di kembangkan di Amerika Serikat
menjadi Akuntansi (Accounting). Sistem akuntansi yang berkembang di Amerika Serikat
ini dikenal dengan Anglo-Saxon.

Di Indonesia, perkembangan akuntansi mulai tampak setelah undang-undang mengenai


tanam paksa dihapuskan tahun 1870 sehingga kaum pengusaha swasta Belanda banyak
bermunculan di Indonesia untuk menanamkan modalnya. Akuntansi yang dipakai saat itu
adalah sistem kontinental sehingga kebutuhan dunia usaha terhadap akuntansi tumbuh. Pada
saat Belanda meninggalkan Indonesia dan diganti oleh Jepang, tenaga akuntansi mengalami
kekosongan. Atas pakar Mr. Slamet, didirikan kursus-kursus akuntansi yang merupakan
cikal bakal tenaga akuntan di Indonesia.

Setelah Indonesia merdeka dan mendapat pengakuan dari Belanda, mulailah putra-puti
Indonesia dikirim ke luar negeri (Amerika Serikat) untuk memperdalam ilmu akuntansi.
Pada tahun 1952 dibuka Jurusan Akuntansi di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia
yang kemudian diikuti oleh perguruan tinggi negeri lain. Mulai tahun 1952 itulah akuntansi
sistem kontinental bergeser ke sistem anglo-saxon. Untuk mengembangkan akuntansi, pada
tahun 1957 berdiri organisasi Ikatan Akuntansi Indonesia (IAI).

Namun, baru tahun 1967 saat dibukanya penanam modal asing, akuntansi di Indonesia
berkembang pesat. Jasa besar IAI adalah penyusunan Standar Akuntansi Keuangan (SAK)
1996 sebagai dasar penyusunan laporan keuangan perusahaan di Indonesia. Dan
perkembangan terbaru bahwa IAI sebagai regulator dan pembuat standar akuntansi
keuangan di Indonesia , telah menyelesaikan lebih dari 90 persen adaptasi International
Financial Reporting Standard yang berlaku secara global diseluruh dunia.

4. Definisi Akuntansi
Akuntansi adalah pengukuran, penjabaran, atau pemberian kepastian mengenai informasi
yang akan membantu manajer, investor, otoritas, dan pembuat keputusan lain untuk
membuat alokasi sumber daya keputusan di dalam perusahaan, organisasi, dan lembaga
pemerintah. Akuntansi merupakan seni dalam mengukur, berkomunikasi, dan
menginterpretasikan ativitas keuangan.

Dalam versi bahasa inggris, accountancy is the process of identifying, measuring, and
communicating economic information to permit informed judgments and decisions by users
of the information. Secara luas, akuntansi sering disebut bahasa dunia usaha atau the
language of business.

American Accounting Association mendefinisikan akuntnasi sebagai : “proses


mengidentifikasikan, mengukur, dan melaporkan informasi ekonomi, untuk memungkinkan
adanya penilaian dan keputusan yang jelas dan tegas bagi mereka yang meggunakan
informasi tersebut”.

Definisi ini mengandung dua pengertian, yakni:


1. Kegiatan Akuntansi
Bahwa akuntansi merupakan proses yang terdiri dari identifikasi, pengukuran dan
pelaporan informasi ekonomi.
Susi Retna Cahyaningtyas, Jurusan Akuntansi Page 4
[BUKU AJAR PENGANTAR AKUNTANSI 1 BERBASIS IFRS]

2. Kegunaan Akuntansi
Bahwa informasi ekonomi yang dihasilkan oleh akuntansi diharapkan berguna
dalam penilaian dan pengambilan keputusan mengenai kesatuan usaha yang
bersangkutan.
Dengan demikian akuntansi dapat didefinisikan sebagai sistem informasi yang
menghasilkan laporan kepada pihak-pihak yang berkepentingan (stakeholders) di dalam
suatu perusahaan mengenai kegiatan ekonomi yang dijalankan oleh perusahaan serta
kondisi perusahaan tersebut.

Untuk menghasilkan informasi ekonomi, perusahaan perlu menciptakan suatu metode


pencatatan, penggolongan, analisis, dan pengendalian transaksi serta kegiatan-kegiatan
keuangan, kemudian melaporkan hasilnya. Kegiatan akuntansi meliputi:

1. Pengidentifikasian dan pengukuran data yang relevan untuk suatu pengambilan


keputusan,
2. Pemrosesan data yang bersangkutan kemudian pelaporan informasi yang dihasilkan.
3. Pengkomunikasian informasi kepada pemakai laporan.

Kegiatan-kegiatan di atas perlu dirangkaikan dalam suatu sistem yang disebut sistem
akuntansi.

5. Pemakai Informasi Akuntansi


Akuntansi menyediakan cara untuk mengumpulkan data ekonomis dan melaporkannya
kepada bermacam-macam individu dan pihak-pihak yang berkepentingan. Pemilik dan
calon pemilik dari suatu perusahaan perlu mengetahui bagaimana keadaan keuangan
perusahaan dan prospeknya di masa datang. Bagi pemilik informasi itu dapat digunakan
untuk memutuskan akan tetap mempertahankan kepemilikannya di perusahaan itu, atau
menjualnya dan kemudian menanamkan modalnya di perusahaan lain.

Pihak kreditur ingin mengetahui perkembangan perusahaan setelah pinjaman diberikan.


Kreditur harus selalu menilai kemampuan perusahaan mengembalikan pinjaman untuk
memutuskan apakah harus memberi tambahan pinjaman atau menarik pinjaman yang telah
diberikan. Bagi calon kreditur, informasi tentang perusahaan diperlukan untuk menilai
risiko yang akan terjadi sebelum pinjaman diputuskan untuk diberikan.

Badan-badan pemerintah sangat berkenan dengan kegiatan keuangan perusahaan untuk


tujuan-tujuan pajak dan pengaturan-pengaturannya. Kantor pajak berkepentingan terhadap
informasi akuntansi perusahaan untuk memeriksa kebenaran jumlah pajak yang dilaporkan.
Pegawai dan serikat pekerjanya sangat tertarik mengenai stabilitas dan profitabilitas
perusahaan yang memperkerjakannya.

Pihak yang sangat tergantung dan paling banyak berhubungan dengan hasil akhir akuntansi
adalah mereka yang diberi tanggung jawab untuk melaksanakan kegiatan perusahaan yakni
manajemen perusahaan. Jenis informasi yang dibutuhkan untuk tiap-tiap manajemen
berbeda sesuai dengan besarnya perusahaan. Semakin besar perusahaan, semakin sedikit
kesempatan manajemen perusahaan untuk berhubungan langsung dengan kagiatan sehari-
hari. Akan tetapi, walaupun demikian manajemen harus mendapatkan informasi yang tepat
waktu mengenai bermacam-macam aspek yang terdapat dalam perusahaan itu.

Susi Retna Cahyaningtyas, Jurusan Akuntansi Page 5


[BUKU AJAR PENGANTAR AKUNTANSI 1 BERBASIS IFRS]

6. Prinsip Dasar Akuntansi


Sifat dasar atau prinsip yang mendasari akuntansi merupakan konsep yang harus diyakini
kebenarannya sebagai dasar dari ilmu akuntansi itu dibangun. Prinsip dasar akuntansi ini
bisa menjadi keterbatasan sekaligus kekuatan informasi. Banyak kajian yang telah
menawarkan dan menjelaskan prinsip atau sifat dasar akuntansi itu. Dalam APB Statement
No 4 dijelaskan beberapa sifat dan elemen dasar dari akuntansi sebagai berikut:

Accounting entity. Dalam penyusunan informasi akuntansi maka yang menjadi fokus
pencatatan akuntansi adalah entity atau lembaga, unit organisasi tertentu yang harus jelas
sebagai suatu entity yang terpisah dari badan atau entity yang lain. Kita tidak bisa mencatat
atau menyajikan informasi akuntansi sekaligus menyangkut suatu perusahaan dan
pemiliknya. Informasi yang disusun harus masing-masing terpisah antara satu entity dengan
entity lain.

Going Concern. Dalam menyusun atau memahami laporan keuangan harus dianggap bahwa
perusahaan (entity) yang dilaporkan akan terus beroperasi di masa-masa yang akan datang,
tidak ada sama sekali asumsi bahwa perusahaan atau usaha ini akan bubar.

Measurement. Akuntansi adalah sebagai alat pengukuran sumber-sumber ekonomi dan


kewajiban beserta perubahan-perubahannya yang dimiliki perusahaan. Akuntansi mencoba
mengukur nilai suatu aset, kewajiban, modal, hasil dan biaya. Yang namanya pengukuran
tentu akan memiliki kemungkinan kesalahan atau kelemahan dalam pengukuran itu.

Time period. Laporan keuangan menyajikan informasi untuk suatu waktu tertentu, tanggal
tertentu atau periode tertentu. Neraca menggambarkan nilai kekayaan, utang dan modal
pada saat atau pada tanggal tertentu. Laporan laba rugi menggambarkan informasi hasil
usaha pada periode tertentu. Sedangkan laporan arus kas menggambarkan informasi arus
kas masuk dan keluar pada periode tertentu.

Monetary Unit. Pengukuran yang dipakai dalam akuntansi adalah dalam bentuk ukuran
moneter atau uang. Semua transaksi perusahaan dikuantifikasikan dan dilaporkan dalam
bentuk  nilai uang.

Accrual. Penentuan pendapatan dan biaya dari posisi harta dan kewajiban ditetapkan tanpa
melihat apakah transaksi kas telah dilakukan atau tidak. Penentuannya bukan keterlibatan
kas tetapi didasarkan pada faktor legalnya apakah memang sudah merupakan hak atau
kewajiban perusahaan atau belum. Kalau sudah harus dicatat tanpa menunggu pembayaran
atau penerimaan kas.

Exchange Price. Nilai yang terdapat dalam laporan keuangan umumnya didasarkan pada
harga pertukaran yang diperoleh dari harga pasar sebagai harga bargaining antara pembeli
(demand) dan penjual (supply).

Approximation. Dalam akuntansi tidak dapat dihindarkan penafsiran-penafsiran baik nilai,


harga, umur, jumlah penyisihan piutang ragu, kerugian, dan sebagainya. Misalnya taksiran
umur aset, taksiran harga persediaan, harga surat berharga, penyisihan piutang ragu, dan
lain sebagainya.

Judgment. Dalam menyusun laporan keuangan banyak diperlukan pertimbangan


pertimbangan akuntan atau manajemen berdasarkan keahlian atau pengalaman yang
Susi Retna Cahyaningtyas, Jurusan Akuntansi Page 6
[BUKU AJAR PENGANTAR AKUNTANSI 1 BERBASIS IFRS]

dimilikinya. Misalnya judgment tentang memilih FIFO, LIFO, metode garis lurus, atau
double declining, klasifikasi perkiraan dan sebagainya.

General purpose. Informasi yang disajikan dalam laporan keuangan yang dihasilkan
akuntansi keungan ditujukan buat pemakai secara umum, bukan pemakai khusus. Tidak
ditujukan khusus kepada banker, investor, kreditor, analisis, manajemen, atau karyawan.

Interrelated Statement. Neraca, daftar laba rugi , dan laporan sumber dan penggunaan dana
mempunyai hubungan yang sangat erat dan berkaitan satu dengan yang lain. Ini merupakan
salah satu alat kontrol akuntansi sehingga tidak mudah melakukan rekayasa laporan begitu
juga tanpa memperhatikan hubungan satu pos (akun) dengan pos lainnya.

Substance over form. Karena akuntansi ingin memberikan informasi yng dipercaya bagi
pengambil keputusan maka akuntansi lebih menekankan penggunaan informasi yang berasal
dari kenyataan ekonomis suatu kejadian daripada bukti legalnya. Misalnya dalam akte
notaris modal telah disetor penuh, tetapi kenyataan setoran belum ada maka akuntansi
berpihak pada kenyataan sebenarnya. Kalau memang belum ada setoran yang benar-benar
telah masuk ke rekening perusahan maka belum bisa dicatat kendatipun secara legal formal
dianggap sudah disetor penuh. Kredit bank yang sudah disetujui tetapi belum dimanfaatkan
seluruhnya akan dicatat sebesar penggunaannya saja kendatipun secara legal dana itu sudah
dapat dimanfaatkan atau diambil.

Materiality. Laporan keuangan hanya memuat informasi yng dianggap penting dan dalam
setiap pertimbangan yang dilakukannya tetap melihat signifikannya. Pengertian penting di
sini adalah informasi dapat mempengaruhi para pengambil keputusan yang normal.

Susi Retna Cahyaningtyas, Jurusan Akuntansi Page 7


[BUKU AJAR PENGANTAR AKUNTANSI 1 BERBASIS IFRS]

BAB II
ANALISIS TRANSAKSI

Tujuan Pembelajaran:
Setelah mempelajari bab ini pembelajar diharapkan:
a. Mampu memahami persamaan akuntansi
b. Mampu melakukan analisis transaksi
c. Mampu menjelaskan mekanisme debet kredit
d. Mampu menguraikan jenis-jenis akun

1. Persamaan Akuntansi
Akuntansi mendasarkan diri pada persamaan akuntansi ASET = LIABILITIES + EKUITAS
baik dari perspektif IFRS maupun sejarah akuntansi, keduanya mendasarkan pada
persamaan akuntansi tersebut. Bukti bahwa standar yang berlaku (IFRS) berdasar pada
persamaan akuntansi tersebut adalah adanya pendefinisian bahwa elemen ekuitas adalah hak
residual terhadap aset perusahaan setelah dikurangi semua liabilities perusahaan, yang
secara matematika dapat dituliskan sebagai Ekuitas = Aset – Liabilities.
Transaksi usaha adalah kejadian atau situasi yang mempengaruhi posisi keuangan
perusahaan. Artinya, mengakibatkan berubahnya jumlah atau komposisi persamaan antara
kekayaan dan sumber pembelanjaan. Alat pengukur transaksi yang digunakan dalam
akuntansi adalah satuan uang. Oleh sebab itu, hanya transaksi-transaksi yang bernilai uang
saja yang dicatat dalam akuntansi. Transakasi atau kejadian dalam perusahaan dicatat
berdasarkan nilai yang muncul karena transaksi yang telah diselesaiakan. Setiap transaksi
usaha dapat dinyatakan dalam bentuk efeknya terhadap persamaan akuntansi. Persamaan
akuntansi menunjukkan posisi keuangan perusahaan. Karena transaksi usaha akan
mempengaruhi posisi keuangan perusahaan, maka setiap transaksi usaha dapat dinyatakan
dalam efeknya terhadap unsur-unsur persamaan akuntansi. Efek terhadap unsur persamaan
akuntansi dinyatakan dalam penambahan atau pengurangan dari unsur unsur tersebut.

Persamaan umum akuntansi dapat dinyatakan dalam persamaan sebagai berikut:

KEKAYAAN = SUMBER PEMBELANJAAN

Kekayaan atau biasa disebut aktiva/aset merupakan sumber daya (resources) bagi
perusahaan untuk melakukan usaha. Sumber pembelanjaan di lain pihak, menunjukkan
siapa yang membelanjai kekayaan tadi. Oleh sebab itu, maka aktiva harus selalu sama
dengan sumber pembelanjaannya. Pihak yang menyediakan sumber pembelanjaan
mempunyai hak klaim terhadap aktiva perusahaan.

Sumber pembelanjaan dapat dibagi menjadi dua, yakni kreditur dan pemilik. Bagi
perusahaan, diterimanya pembelanjaan dari kreditur membawa akibat timbulnya kewajiban
untuk mengembalikan. Oleh karena itu, sumber pembelanjaan dari kreditur disebut
kewajiban (liabilities) atau kadang-kadang disebut utang. Sumber pembelanjaan dari
pemilik disebut modal/ekuitas. Tidak seperti halnya pembelanjaan dari kreditur, perusahaan
tidak berkewajiban untuk mengembalikan setoran modal pemilik menurut perjanjian yang
pasti. Jika perusahaan memperoleh laba, maka laba ini akan menjadi hak pemilik. Perluasan
dari persamaan di atas adalah sebagai berikut:

Susi Retna Cahyaningtyas, Jurusan Akuntansi Page 8


[BUKU AJAR PENGANTAR AKUNTANSI 1 BERBASIS IFRS]

AKTIVA = KEWAJIBAN + MODAL atau ASET = LIABILITIES + EKUITAS

Akuntansi mendasarkan diri pada persamaan akuntansi ASET = LIABILITIES + EKUITAS


baik dari perspektif IFRS maupun sejarah akuntansi, keduanya mendasarkan pada
persamaan akuntansi tersebut. Bukti bahwa standar yang berlaku (IFRS) berdasar pada
persamaan akuntansi tersebut adalah adanya pendefinisian bahwa elemen ekuitas adalah hak
residual terhadap aset perusahaan setelah dikurangi semua liabilities perusahaan, yang
secara matematika dapat dituliskan sebagai Ekuitas = Aset – Liabilities.

2. Analisis Transaksi
Input yang diolah akuntansi berupa transaksi (transactions). Yang dimaksud transaksi
adalah peristiwa bisnis yang bersifat ekonomi, yaitu yang dapat diukur menggunakan satuan
moneter. Didefinisikan secara operasional transaksi adalah peristiwa bisnis yang diukur
menggunakan nilai moneter dan yang menyebabkan minimal di 1 elemen persamaan
akuntansi. Transaksi dapat diklasifikasikan menjadi 2, yaitu transaksi eksternal, perusahaan
melakukan transaksi yang melibatkan pihak eksternal, dan transaksi internal, perusahaan
mengakui adanya transaksi karena berdasar prinsip dasar akuntansi dipertimbangkan telah
terjadi perubahan dana, misal pengakuan beban penyusutan gedung setiap akhir periode.

Prinsip dasar yang berbeda akan memberi dampak yang berbeda. Sebagai contoh
prinsip pencatatan basis akrual mejadikan peristiwa bisnis penjualan kredit dicatat sebagai
transaksi meskipun belum terjadi penerimaan kas. Andai perusahaan menggunakan prinsip
basis kas maka penjualan kredit tidak akan dicatat sebagai penghasilan /pendapatan sampai
dengan perusahaan menerima kas sebagai pelunasan atas penjualan kredit tersebut.

Salah satu prinsip dasar yang penting di akuntansi, khususnya dalam analisis
transaksi adalah prinsip kesatuan usaha (economic entity). Prinsip kesatuan usaha adalah
perusahaan dianggap sebagai entitas ekonomi yang terpisah dari pemiliknya maupun pihak-
pihak lain yang terkait dengan perusahaan. Berdasar prinsip ini pencatatan akuntansi yang
dibuat oleh perusahaan harus dilihat dari sudut pandang perusahaan. Transaksi penyetoran
modal oleh pemilik, misalnya, diperlakukan sebagai transaksi antara dua pihak, yaitu
perusahaan dan pihak eksternal yang dalam hal ini adalah pemilik.

Analisis transaksi dimaksudkan untuk mengidentifikasi dampak (berupa penambahan


atau pengurangan) suatu transaksi terhadap elemen-elemen persamaan akuntansi.
Persamaan akuntansi yang digunakan dalam menganalisis transaksi, selain menggunakan
persamaan akuntansi dasar tersebut diatas, bisa juga menggunakan persamaan akuntansi
ekstensi untuk memudahkan pembelajar dalam menganalisis dampak dari transaksi.

Dari perspektif IFRS persamaan akuntansi ekstensi dapat dituliskan sebagai berikut:

ASET = LIABILITIES + EKUITAS + (PENGHASILAN – BEBAN)

Dari perspektif sejarah, persamaan akuntansi ekstensi dapat dituliskan sebagai berikut:

ASET + BEBAN = LIABILITAS + EKUITAS + PENGHASILAN

Yang membedakan diantara kedua persamaan diatas adalah penempatan elemen beban, dari
perspektif IFRS elemen beban diletakkan di sisi kanan persamaan (tanda negatif) karena
Susi Retna Cahyaningtyas, Jurusan Akuntansi Page 9
[BUKU AJAR PENGANTAR AKUNTANSI 1 BERBASIS IFRS]

elemen tersebut per definisi mengurangi ekuitas, sedangkan dari perspektif sejarah elemen
beban diletakkaan di sisi kiri persamaan karena per definisi elemen beban merupakan salah
satu bentuk penggunaan dana.

Elemen-elemen Persamaan Akuntansi

Analisis transaksi pada dasarnya mengidentifikasi elemen-elemen di persamaan


akuntansi yang mengalami perubahan. Oleh karena itu, perlu mengetahui terlebih dahulu
definisi dan contoh masing-masing elemen sebelum melakukan analisis. Menariknya,
terdapat perbedaan definisi antara perspektif IFRS dan perspektif sejarah yang disebabkan
perbedaan rasionalitas yang digunakan untuk menjelaskan persamaan akuntansi.

Dari perspektif IFRS, elemen laporan keuangan didefinisikan sebagi berikut:

a. Aset adalah sumberdaya perusahaan yang memberi manfaat di masa datang


b. Liabilitas adalah hak atau klaim terhadap sumberdaya perusahaan yang merupakan
porsi/bagian pemberi pinjaman
c. Ekuitas adalah hak atau klaim terhadap sumberdaya perusahaan yang merupakan
porsi/bagian pihak selain pemberi pinjaman. Pihak utama yang termasuk di elemen
ekuitas ini lazimnya adalah pemegang saham sebagai pemilik yang menyetorkan modal
dan akumulasi laba perusahaan yang tidak didistribusikan (saldo laba).
d. Penghasilan adalah sub-elemen ekuitas yang sifatnya menambah elemen ekuitas.
e. Beban adalah sub-elemen ekuitas yang sifatnya mengurangi elemen ekuitas.

Dari perspektif sejarah, elemen-elemen persamaan akuntansi dapat didefinisikan sebagai


berikut:

a. Aset adalah bentuk penggunaan dana berupa sumber daya yang memberi manfaat ke
perusahaan di masa datang
b. Beban adalah bentuk penggunaan dana berupa pengkonsumsian dana dalam rangka
kegiatan bisnis perusahaan.
c. Liabilitas adalah sumber pemerolehan dana yang berasal dari pihak ketiga sebagai
pemberi pinjaman (kreditor).
d. Penghasilan adalah sumber pemerolehan dana yang berasal dari kegiatan bisnis.
e. Ekuitas adalah sumber pemerolehan dana yang berasal dari lain-lain. Elemen ini
berfungsi untuk menampung beragam sumber pemerolehan dana yang tidak dapat
dikategorikan sebagai liabilitas ataupun penghasilan. Komponen utama ekuitas adalah
akun-akun yang terkait dengan modal saham dan akumulasi laba yang tidak
didistribusikan (saldo laba).

Walaupun berbeda dalam pendefinisian, tetapi secara substantif setiap elemen


persamaan akuntansi memiliki kesamaan dalam pengelompokan apakah “sesuatu” merupakan
aset, beban, liabilitas, ekuitas, atau penghasilan.Berikut penjelasaaannya:

1. Aset, adalah sumber-sumber ekonomi yang dikuasai oleh perusahaan dan masih
memberikan manfaat dimasa yang akan datang. Terdiri dari:

a. Aset Lancar, meliputi kas dan sumber-sumber lainnya yang dapat dicairkan
menjadi kas, dijual atau habis dipakai dalam rentang waktu satu tahun, seperti:

- Kas adalah uang tunai kertas atau logam


Susi Retna Cahyaningtyas, Jurusan Akuntansi Page 10
[BUKU AJAR PENGANTAR AKUNTANSI 1 BERBASIS IFRS]

- Surat-surat berharga adalah penanaman uang kas yang sementara menganggur


pada surat-surat berharga yang dikeluarkan oleh perusahaan lain
(saham,obligasi sebagai investasi jangka pendek)
- Piutang usaha adalah tagihan kepada pihak luar yang timbul dari aktivitas
penjualan barang atau penyerahan jasa secara kredit. Piutang yang dilengkapi
dengan dokumen tertulis secara formal disebut piutang wesel. Disamping
piutang usaha ada jenis piutang yang timbul bukan dari kegiatan usaha (piutang
kepada karyawan), ini dimasukkan sebagai piutang lain-lain.
- Persediaan, pada perusahaan dagang meliputi persediaan barang dagang,
sedangkan pana perusahaan manufaktur/pengolahan ada tiga jenis persediaan
yaitu persediaan bahan baku, persediaan barang dalam proses dan persediaan
barang jadi.
- Supplies/perlengkapan/bahan habis pakai seperti kertas, tinta, dan lain-lain
- Pos-pos transitoris dan antisipasi adalah pos-pos yang terjadi sehubungan
dengan periodisasi akuntansi. Periodisasi akuntansi terjadi karena adanya
penyusunan laporan keuangan secara periodik. Penyusunan laporan tersebut
khususnya neraca (laporan posisikeuangan) menimbulkan dampak khusus
terhadap beberapa transaksi, terdiri dari:
- Transitoris aktif, pengeluaran kas oleh perusaahaan yang belum
saatnya untuk diakui sebagai biaya (persekot biaya/biaya dibayar
dimuka).
- Antisipasi aktif, pendapatan-pendapatan yang sudah menjadi hak
perusahaan tetapi belum diterima kasnya (pendapatan yang masih akan
diterima).
b. Investasi Jangka Panjang, adalah penanaman diluar perusahaan dalam jangka
panjang dengan maksud untuk menguasai perusahaan lain atau memperoleh
pendapatan tetap atau memperoleh kenaikan nilai.
c. Aset Tetap Berwujud,
- Sumber-sumber ekonomi yang berwujud yang perolehannya sudah dalam
kondisi siap untuk dipakai atau dengan membangun lebih dahulu
- Aktiva tetap dimaksudkan untuk digunakan dalam kegiatan usaha perusahaan,
dan tidak untuk dijual dalam rangka kegiatan normal perusahaan.
- Aktiva tetap dapat dimanfaatkan secara permanen atau dalam rentang waktu
lebih dari satu tahun.
- Antara lain, berupa tanah, gedung, mesin, kendaraan, peralatan, dan lain
sebagainya.
- Oleh karena pemanfaatannya meliputi beberapa periode akuntansi dan secara
logis kian lama kian berkurang manfaat atau kapasitasnya, maka kecuali tanah
aktiva tetap mengalami perlakuan akuntansi yang khusus yaitu disusut atau
didepresiasi. Jumlah kumulatif penyusutan yang sudah diakui dicatat dalam
rekening akumulasi penyusutan.

d. Aset tetap tidak berwujud, mencerminkan hak-hak istimewa atau kondisi yang
menguntungkan perusahaan dalam mencapai pendapatan.Dapat diperoleh dengan
membeli dari pihak luar atau mengembangkannya sendiri, seperti goodwill, hak
patent, franchise, dan lain-lain.
e. Aset lain-lain, aktiva yang tidak dapat dikelompokkan dalam aktiva lancar,
investasi jangka panjang,aktiva tetap berwujud dan aktiva tetap tidak berwujud

Susi Retna Cahyaningtyas, Jurusan Akuntansi Page 11


[BUKU AJAR PENGANTAR AKUNTANSI 1 BERBASIS IFRS]

( gedung yang masih dalam proses pembangunan, bangunan/mesin yang tidak lagi
digunakan)

2. Liabilities, klaim atau hak para kreditur terhadap harta perusahaan, terdiri dari:

a. Liabilities lancar adalah kelompok hutang yang akan dilunasi dalam rentang waktu
kurang dari atau sama dengan satu tahun, meliputi :

- Liabilities usaha, kewajiban perusahaan yang timbul dari kegiatan normal


perusahaan, apabila perusahaan menyertainya dengan suatu kesanggupan tertulis
untuk melunasinya pada tanggal tertentu disebut

b. Liabilities jangka panjang adalah hutang yang pelunasannya meliputi rentang waktu
lebih dari satu tahun

c. Liabilities hipotik adalah hutang jangka panjang yang dijamin dengan sejumlah aktiva
tetap

d. Liabilities obligasi adalah hutang kepada masyarakat dengan menerbitkan obligasi


yaitu kesanggupan untuk membayar sejumlah uang sebagaimana tercantum dalam
surat hutang tersebut, pada saat jatuh tempo ditentukan.

e. Liabilities Bank, pinjaman yang ditrarik oleh perusahaan dari Bank (kurang dari atau
sama dengan satu tahun).

f. Liabilities pajak, adalah kewajiban-kewajiban fiskal yang sudah menjadi beban


perusahaan tetapi belum dilunasi.

g. Tansitoris pasif , yaitu penerimaan kas oleh perusahaan yang belum saatnya diakui sebagai
penghasilan (pendapatan diterima dimuka).

h. Antisipasi Pasif, yaitu biaya yang sudah diakui oleh perusahaan tetapi belum
dikeluarkan kasnya (hutang biaya)

3. Ekuitas, sisa hak pemilik atas aktiva didalam perusahaan setelah dikurangi dengan
segenap utang-utang perusahaan

4. Prive adalah pengambilan aktiva perusahaan oleh pemilik untuk membelanjai


kepentingan pribadinya.
5. Penghasilan adalah tiap-tiap tambahan aktiva atau pengurangan kewajiban yang timbul
karena usaha perusahaan baik berupa penyerahan jasa-jasa maupun penjualan barang
6. Beban meliputi semua pengorbanan ekonomi yang dikeluarkan untuk memperoleh
pendapatan.

3. Mekanisme Debet Kredit


Metode pencatatan akuntansi yang telah terbukti lebih dari 500 tahun tetap bertahan
dan digunakan tanpa perubahan signifikan adalah sistem pencatatan berpasangan (double
entry system). Yang dimaksud dengan sistem pencatatan berpasangan adalah setiap
pencatatan atas transaksi di akuntansi melibatkan minimal 2 perubahan dengan total nilai
moneter yang sama. Salah satu karakteristik utama sistem pencatatan berpasangan ini
adalah mekanisme debet kredit. Menariknya mekanisme debet kredit tidak diatur oleh
Susi Retna Cahyaningtyas, Jurusan Akuntansi Page 12
[BUKU AJAR PENGANTAR AKUNTANSI 1 BERBASIS IFRS]

standar akuntansi yang ada tetapi praktik akuntansi secara otomatis menggunakannya.
Secara terminologi “DEBET” diakuntansi maknanya “KIRI”, sedangkan kata “KREDIT”
bermakna “KANAN”. Akuntansi modern, termasuk IFRS menyatakan bahwa mekanisme
debet kredit sebatas merupakan aturan, kesepakatan ataupun kebiasaan yang telah
digunakan dari masa ke masa.

Rasionalitas Mekanisme Debet Kredit- Perspektif IFRS


Berikut ini ketentuan debet kredit dengan menggunakan persamaan akuntansi dari
perspektif IFRS:

ASET = LIABILITAS + EKUITAS + PENGHASILAN – BEBAN


Untuk memudahkan mengingat ketentuan masing-masing elemen, cara yang digunakan
adalah sebagai berikut:

1. Elemen-elemen yang berada dipinggir, yaitu elemen aset dan beban memiliki ketentuan
yang sama, bertambah di debet, berkurang di kredit.
2. Elemen-elemen yang berada di tengah, yaitu elemen liabilitas, ekuitas dan penghasilan
memiliki ketentuan yang sama, bertambah dikredit, dan berkurang di debet.

Sebagian pembelajar mengajarkan ke siswa menggunakan jari tangan untuk membantu


menghafal ketentuan debet kredit. Anggaplah jari jempol mewakili aset, jari telunjuk
mewakili liabilitas, dan seterusnya sampai dengan jari kelingking mewakili beban.
Selanjutnya mengingat bahwa jari jempol dan jari kelingking memiliki ketentuan yang
sama, yaitu bertambah didebet, sedangkan berkurang di kredit. Sementara itu untuk 3 (tiga)
jari lainnya memiliki ketentuan yang sebaliknya, yaitu bertambah dikredit, sedangkan
berkurang di debet.

Rasionalitas Mekanisme Debet Kredit – Perspektif Sejarah

Dari perspektif sejarah, penerapan mekanisme debet kredit merupakan aplikasi matematika.
Pertama, terminologi kiri (debet) dan kanan (kredit) merupakan aplikasi matematika karena
persamaan akuntansi merupakan persamaan aljabar yang hanya mengenal sisi kiri dan sisi
kanan. Kedua, ketentuan debet kredit digunakan karena akuntansi menyajikan informasi
keuangan yang tidak mengenal angka negatif. Secara matematika, angka negatif di satu sisi
misalnya dikiri (debet) persamaan, akan berubah menjadi angka positif ketika dipindah ke
sisi lainnya, dalam hal ini adalah ke kanan (kredit) persamaan. Ketentuan debet kredit
tersebut dapat dituliskan dalam persamaan akuntansi dari perspektif sejarah sebagai berikut:

ASET + BEBAN = LIABILITAS + EKUITAS + PENGHASILAN

Jika menginginkan cara untuk memudahkan mengingat maka pembelajaar dapat


menggunakan rasionalitas persamaan akuntansi. Tekniknya adalah sebagai berikut:

a. Semua elemen yang mencerminkan bentuk-bentuk penggunaan dana, dalam hal ini
adalah aset dan beban, bertambah didebet, sedangkan berkurang dikredit. Dengan kata
lain semua elemen yang mencerminkan bentuk-bentuk penggunaan dana terletak di sisi
kiri (debet) persamaan maka penambahan dituliskan di debet, sedangkan pengurangan
dituliskan dikredit.

Susi Retna Cahyaningtyas, Jurusan Akuntansi Page 13


[BUKU AJAR PENGANTAR AKUNTANSI 1 BERBASIS IFRS]

b. Semua elemen yang mencerminkan sumber-sumber pemerolehan dana, dalam hal ini
adalah liabilitas, ekuitas, dan penghasilan, bertambah dikredit, sedangkan berkurang
didebet. Dengan kata lain semua elemen yang mencerminkan sumber-sumber
pemerolehan dana terletak di sisi kanan (kredit) persamaan, maka penambahan
dituliskan di kredit, sedangkan pengurangan dituliskan di debet.

4. AKUN
Walaupun tidak dibahas secara jelas di Kerangka dasar dan IFRS, prinsip dasar
pencatatan berfokus “akun” telah lama digunakan di praktik akuntansi. Berdasarkan prinsip
ini akuntansi menyajikan informasi keuangan yang diharapkan lebih bermanfaat bagi para
pengguna dan meminimalkan risiko terjadinya salah interpretasi. Prinsip pencatatan
berfokus akun ini pada dasarnya berlandas pada matematika aljabar.

Akun (pernah disebut sebagai “rekening” atau “perkiraan”) berasal dari bahasa
inggris “account” . Pernyataan Standar Akuntansi keuangan (PSAK) No. 1 (2009) menyebut
akun sebagai “pos”. Dari perspektif matematika, sebuah akun merupakan bagian (part) dari
suatu elemen di persamaan akuntansi. Dengan kata lain, elemen-elemen di persamaan
akuntansi terdiri dari banyak akun. Sebagai contoh, akun kas merupakan bagian dari elemen
aset. Selain akun kas, elemen aset juga terdiri dari akun piutang usaha, akun Supplies, akun
Mesin, dsb.

Proses pencatatan ini merupakan awal dari siklus akuntansi. Sebelum kita membahas lebih
lanjut tahap-tahap dalam proses ini, akan dibahas terlebih dahulu pengertian dan
karakteristik akun.

Seperti halnya kita mencatat materi pelajaran pada buku catatan per subjek pelajaran,
perusahaan juga melakukan hal yang sama. Begitu banyak transaksi keuangan yang terjadi
setiap harinya pada suatu perusahaan. Transaksi keuangan tersebut akan dicatat berdasarkan
kesamaan sifat dan jenisnya. Transaksi keuangan yang memiliki kesamaan sifat dan jenis
akan dicatat pada satu buku. Catatan-catatan inilah yang disebut akun. Kalau dianalogikan,
materi pelajaran yang dicatat pada buku catatan itulah yang disebut akun. Istilah lainnya,
akun merupakan terjemahan dalam bahasa akuntansi dari transaksi-transaksi keuangan yang
terjadi pada suatu perusahaan. Jadi dalam mencatat transaksi keuangan dalam sistem
akuntansi digunakanlah akun-akun.

Susi Retna Cahyaningtyas, Jurusan Akuntansi Page 14


[BUKU AJAR PENGANTAR AKUNTANSI 1 BERBASIS IFRS]

Dalam akuntansi, dikenal 2 kelompok akun (Gambar 2. Pembagian dan


Karakteristik Akun):

1. Akun Riil
Akun riil adalah akun-akun yang terdapat pada Neraca. Saldo dari akun riil akan
dibawa terus dari satu periode akuntansi ke periode akuntansi berikutnya. Akun
riil terdiri dari:

a. Aset
Asset adalah manfaat ekonomi pada masa depan yang dikuasai oleh
perusahaan sebagai hasil dari transaksi pada masa lalu. Aset dikelompokkan
menjadi 2 kelompok:
 Aset Lancar
Adalah aset yang menurut tujuannya akan digunakan perusahaan dalam
kurun waktu kurang dari 12 bulan. Contoh aset lancar adalah kas, piutang,
perlengkapan, persediaan
 Aset Tetap
Aset tetap adalah aset yang menurut tujuannya akan digunakan
perusahaan dalam kurun waktu lebih dari 12 bulan. Contoh aset tetap
adalah tanah, gedung, peralatan, dll.
b. Hutang
Hutang merupakan penggunaan dari manfaat ekonomi pada masa depan
dengan jalan menyerahkan aset atau jasa kepada entitas lain pada masa
depan sebagai akibat dari transaksi pada masa lalu. Hutang terbagi dua:
Susi Retna Cahyaningtyas, Jurusan Akuntansi Page 15
[BUKU AJAR PENGANTAR AKUNTANSI 1 BERBASIS IFRS]

 Hutang jangka pendek


Adalah hutang yang akan jatuh tempo dalam kurun waktu kurang dari 12
bulan. Contohnya adalah hutang usaha, hutang dagang, dll.
 Hutang jangka panjang
Adalah hutang yang jangka waktu jatuh temponya lebih dari 12 bulan.
Contohnya adalah hutang obligasi dan hutang jangka panjang lainnya.
c. Modal
Modal merupakan kekayaan bersih perusahaan atau dengan kata lain jumlah
aset yang tersisa setelah dikurangi seluruh hutang yang dimiliki perusahaan.

2. Akun Nominal
Akun nominal adalah akun-akun yang terdapat pada Laporan Laba Rugi. Saldo
dari akun nominal tidak akan dibawa dari satu periode akuntansi ke periode
akuntansi berikutnya. Saldo dari akun nominal akan ditutup pada setiap periode
akuntansi. Yang termasuk akun nominal adalah:

a. Pendapatan
Pendapatan adalah arus masuk atau peningkatan nilai aset dari suatu entitas
atau penyelesaian hutang (atau kombinasi keduanya) selama suatu periode
yang diperoleh dari penjualan atau produksi produk, penyerahan jasa, atau
aktivitas lain yang berhubungan dengan kegiatan utama perusahaan.

b. Beban
Beban adalah arus keluar/penggunaan aset atau penambahan hutang (atau
kombinasi keduanya) selama suatu periode yang ditimbulkan dari pengiriman
atau produksi produk, penyerahan jasa, atau aktivitas lain yang berhubungan
dengan kegiatan utama perusahaan

Karakteristik akun disini maksudnya adalah letak saldo normal akun. Artinya, apabila saldo
suatu akun bertambah atau berkurang, maka dimanakah akun tersebut dicatat (debet atau
kredit). Hal ini sesuai dengan prinsip pencatatan dalam akuntansi atau yang lebih dikenal
double entry system (sistem pencatatan berganda). Dimana setiap transaksi minimal akan
mempengaruhi dua akun, satu akun di debit dan satu akun lagi di kredit. Sehingga jumlah
saldo debit akan selalu sama dengan kredit. Pemahaman terhadap karakteristik akun ini
sangat diperlukan dalam membuat jurnal. Berikut karakteristik akun seperti dijelaskan pada
tabel dibawah ini:

AKUN DEBET KREDIT SALDO NORMAL

Aset Saldo Bertambah Saldo Berkurang Debet

Hutang Saldo Berkurang Saldo Bertambah Kredit

Modal Saldo Berkurang Saldo Bertambah Kredit

Pendapata Saldo Berkurang Saldo Bertambah Kredit


n

Beban Saldo Bertambah Saldo Berkurang Debet


Susi Retna Cahyaningtyas, Jurusan Akuntansi Page 16
[BUKU AJAR PENGANTAR AKUNTANSI 1 BERBASIS IFRS]

Jumlah sisa debet (penambahan) dalam suatu rekening bisa sama atau lebih besar dari pada
sisi kredit (pengurangannya), akan tetapi hampir semua rekening pada umumnya bersaldo
positif (penambahan lebih besar dari pada pengurangan). Untuk menentukan saldo suatu
rekening, maka jumlah sisi yang besar dikurangi dengan jumlah sisi yang kecil, inilah yang
disebut saldo normal.

BAGAN PERKIRAAN

 Transaksi-transaksi yang terjadi selama suatu periode berpengaruh terhadap


penambahan atau pengurangan berbagai jenis aset, hutang, modal, pendapatan dan
biaya. Untuk memperoleh informasi pada saat yang diperlukan dan agar laporan
keuangan dapat disusun tepat pada waktunya, perlu ada catatan tersendiri untuk tiap-
tiap jenis aset, hutang, modal, pendapatan, dan biaya tersebut.

 Catatan-catatan untuk transaksi sejenis disebut perkiraan

 Banyaknya perkiraan yang digunakan oleh suatu perusahaan dipengaruhi oleh sifat
kegiatan perusahaan, volume kegiatan dan informasi yang diperlukan.

 Perkiraan-perkiraan tersebut diberi nomor yang disebut kode perkiraan (account


code).

 Daftar perkiraan yang dipakai dalam suatu perusahaan lengkap dengan nomor kode
perkiraan dan namanya disebut bagan perkiraan (chart of accounts).

CONTOH BAGAN PERKIRAAN/REKENING

 Aktiva

100 kas

110 piutang

120 persediaan suku cadang

dst

 Hutang

200 hutang usaha

210 hutang bunga

220 hutang bank

dst

 Modal

300 modal sendiri

Susi Retna Cahyaningtyas, Jurusan Akuntansi Page 17


[BUKU AJAR PENGANTAR AKUNTANSI 1 BERBASIS IFRS]

dst

 Pendapatan

400 pendapatan jasa

dst

 Biaya

500 biaya perbaikan komputer

510 biaya sewa

520 biaya penyusutan peralatan

530 biaya bunga

dst

Susi Retna Cahyaningtyas, Jurusan Akuntansi Page 18


[BUKU AJAR PENGANTAR AKUNTANSI 1 BERBASIS IFRS]

BAB III
SIKLUS AKUNTANSI

Tujuan Pembelajaran:
Setelah mempelajari bab ini pembelajar diharapkan:
a. Mampu menjelaskan pengertian siklus akuntansi
b. Mampu membuat jurnal dan buku besar
c. Mampu membuat neraca saldo
d. Mampu membuat jurnal penyesuaian
e. Mampu membuat neraca lajur
f. Mampu menyusun Laporan Keuangan
g. Mampu membuat jurnal penutup

1. PENGERTIAN SIKLUS AKUNTANSI

Akuntansi pada dasarnya terdiri dari tiga proses aktivitas, yaitu : mengidentifikasi, mencatat
dan mengkomunikasikan kejadian ekonomi dari sebuah organisasi atau perusahaan. Proses
pertama adalah identifikasi, yaitu aktivitas memilih kegiatan yang termasuk kegiatan
ekonomi. Proses kedua adalah pencatatan, yaitu semua kejadian ekonomi tersebut dicatat
untuk menyediakan sejarah dari kegiatan keuangan dari organisasi tersebut. Proses ketiga
adalah komunikasi, yaitu informasi yang telah didapat dari identifikasi dan pencatatan tidak
akan berguna bila tidak dikomunikasikan, informasi ini dikomunikasikan melalui persiapan
dan distribusi dari laporan akuntansi, yang paling umum disebut laporan keuangan.

Siklus Akuntansi adalah kegiatan bertahap yang harus di lalui dalam proses akuntansi yang 
berjalan terus menerus dan berulang.

Siklus Akuntansi dapat dibagi menjadi beberapa tahapan :

1. Analisis Transaksi
2. Jurnal
3. Posting jurnal ke buku besar
4. Neraca Saldo
5. Jurnal Penyesuaian
6. Neraca Lajur
7. Penyusunan laporan KeuanganJurnal Penutup
8. Jurnal Penutup
9. Neraca Saldo Setelah Penutupan
10. Jurnal Balik

SIKLUS AKUNTANSI

Bila digambarkan dapat dilihat sebagai berikut.


Susi Retna Cahyaningtyas, Jurusan Akuntansi Page 19
[BUKU AJAR PENGANTAR AKUNTANSI 1 BERBASIS IFRS]

Transaksi --> Pencatatan --> Penggolongan --> Pengikhtisaran --> Laporan


Akuntansi --> Menganalisa dan Menginterprestasikan --> Pihak Pemakai (Intern &
Extern ).

(1). (3).
(2).
Sumber - Transaksi Di
Transaksi -
Sumber catat
Transaksi
Dokumen Kedalam
Perusahaan
Perusahaan Jurnal

(4).
(6).
(5). Posting
Jurnal
Neraca Saldo Kedalam
Penyesuaian
Buku Besar

(7). (8). (9).


Laporan Penutupan Neraca Saldo
Keuangan Buku Besar Penutupan

(12). (11). (10).


Pihak - Pihak Laporan Jurnal
Pemakai Akuntansi Pembalikan

2. JURNAL DAN BUKU BESAR

Dalam akuntansi, Jurnal adalah suatu buku di mana transaksi-transaksi bisnis


dicatat secara kronologis pada prosedur pembukuan sebelum dimasukkan ke dalam
buku besar.

1. Jurnal Umum
Bentuk atau format buku jurnal sebagai tempat mencatat transaksi pada setiap
perusahaan berbeda satu dengan yang lainnya. Standar Jurnal Umum terdiri dari
kolom-kolom sebagai berikut :

Contoh Jurnal Umum :


Tanggal Keterangan/Akun Ref Debet Kredit

Keterangan :

Kolom Tanggal diisi tanggal terjadinya transaksi secara kronologis (menurut


urutan waktu)

Susi Retna Cahyaningtyas, Jurusan Akuntansi Page 20


[BUKU AJAR PENGANTAR AKUNTANSI 1 BERBASIS IFRS]

Kolom Keterangan diisi dengan nama akun yang harus di debet dan akun yang
harud di kredit akibat terjadinya transaksi. Akun yang harus
di debet ditulis lebih dahulu, jumlahnya ditulis di kolom
debet. Akun yang harus di kredit biasanya ditulis agak ke
kanan pada baris berikutnya, jumlah ditulis di kolom kredit.
Keterangan singkat ditulis dibawahnya.

Kolom referensi (Ref) diisi nomor kode akun buku besar sebagai tempat
pemindahbukuan data yang bersangkutan. Kolom ini diisi
pada saat data pos jurnal yang bersangkutan dipindahkan
(posting) ke buku besar.
Kolom Debit/ Kredit diisi dengan sejumlah nilai/angka yang di debit atau di Kredit
sesuai dengan transaksi yang terjadi

2. Buku Besar

Buku Besar adalah buku yang berisi semua rekening-rekening (kumpulan


rekening) yang ada dalam laporan keuangan. Buku ini mencatat perubahan-perubahan
yang terjadi pada masing-masing rekening dan pada akhir periode akan tampak saldo
dari rekening-rekening tersebut. Setiap transaksi yang telah dicatat dalam jurnal akan
diposting atau dipindahkan ke Buku Besar secara berkala.

BENTUK BUKU BESAR


 Bentuk Akun Buku Besar T yang cukup lengkap berbentuk sebagai berikut:

Nama Rekening               
 No. ………
Debet                     Kredit
Tgl.  Keterangan   Ref.  Jumlah   Tgl.  Keterangan   Ref.  Jumlah  
               
               
               
Bagian Referensi mengacu pada pencatatan dalam jurnal yaitu halaman jurnal pada
saat transaksi dicatat. Proses posting mengacu ke pencatatan Debet atau Kredit pada
jurnal yaitu bila dalam jurnal dicatat dalam sisi debet dari suatu perkiraan tertentu
maka dalam perkiraan Buku Besar untuk perkiraan yang sama juga harus didebet.

Susi Retna Cahyaningtyas, Jurusan Akuntansi Page 21


[BUKU AJAR PENGANTAR AKUNTANSI 1 BERBASIS IFRS]

3. Neraca Saldo

Apabila saldo dari akun-akun tersebut di atas dihitung dan dibuatkan daftar
(neraca saldo).

Saldo
Nama Akun
Debet Kredit

Neraca saldo merupakan titik awal yang baik untuk penyusunan laporan keuangan.
Banyak dari jumlah yang dicantumkan di dalamnya dapat langsung disajikan dalam
neraca, laporan laba rugi dan laporan perubahan modal. Untuk bisa memilah mana
akun yang didebet dan yang dikredit menggunakan dasar saldo normal.

4. Penyesuaian
Jurnal penyesuaian dibuat pada akhir periode akuntansi setelah penyusunan
Neraca Saldo dan sebelum penyusunan kertas kerja (worksheet). Jurnal
penyesuaian dibuat untuk menyesuaikan angka-angka yang tersebut dalam neraca
saldo agar dapat menggambarkan keadaan yang sebenarnya sesuai dengan
tuntutan dalam penyajian laporan keuangan. Akun-akun yang biasanya
memerlukan jurnal penyesuaian antara lain sebagai berikut.
a. Beban yang Masih Harus Dibayar
Apabila pada akhir periode terdapat beban yang ditanggung perusahaan,
tetapi karena kondisi tertentu sehingga belum bisa dibayar maka akan
dicatat sebagai Utang. Ayat jurnal penyesuaian untuk transaksi tersebut
adalah :

Beban xxxx
Utang xxxx

Contoh :
Pada tanggal 31 Desember 2005 diketahui ada tagihan listrik yang karena
sesuatu hal belum bisa dibayar sebesar Rp 150.000.

Analisis :
 Beban Listrik bertambah Rp 150.000,- (Debet)
 Karena belum dibayar maka Utang pembayaran listrik bertambah
Rp 150.000,- (Kredit)

b. Pendapatan yang Masih Harus Diterima


Apabila pada akhir periode terdapat pendapatan yang sudah menjadi hak
perusahaan tetapi karena kondisi tertentu sehingga belum diterima maka
akan dicatat sebagai Piutang. Ayat jurnal penyesuaian untuk transaksi
tersebut adalah :

Piutang xxxx
Pendapatan xxxx
Susi Retna Cahyaningtyas, Jurusan Akuntansi Page 22
[BUKU AJAR PENGANTAR AKUNTANSI 1 BERBASIS IFRS]

Contoh :
Pada tanggal 31 Desember tahun 2005 diketahui ada sebagian peralatan
yang disewakan ke pihak lain senilai Rp 400.000,- namun sampai sekarang
belum diterima pembayaran sewanya.

Analisis :
 Pendapatan sewa bertambah Rp 400.000,- (Kredit)
 Karena belum diterima pembayarannya maka Piutang Sewa
bertambah Rp 400.000,- (Debet)

c. Penurunan Nilai Aktiva


a) Setiap akhir periode, Aktiva Tetap yang dimiliki perusahaan akan
diturunkan nilainya sebagai akibat dari pemakaian ataupun
bertambahnya umur aktiva tersebut. Penurunan nilai aktiva akan
diakui sebagai Beban Penyusutan. Ayat jurnal penyesuaian untuk
transaksi tersebut adalah :

Beban Penyusutan xxxx


Akum. Penyusutan xxxx
Contoh :
Pada tanggal 31 Desember 2005 diketahui Kendaraan operasional
perusahaan disusutkan nilainya Rp 200.000.

Analisis :
 Beban Penyusutan kendaraan bertambah Rp 200.000,- (Debet)
 Akumulasi Penyusutan Kendaraan bertambah Rp 200.000,-
(Kredit)

b) Untuk jenis aktiva yang sifatnya akan habis terpakai karena


digunakan untuk usaha seperti Perlengkapan. Berkurangnya
perlengkapan sejumlah yang habis terpakai akan diakui sebagai
Beban Perlengkapan. Ayat jurnal penyesuaian untuk transaksi
tersebut adalah :

Beban Perlengkapan xxxx


Perlengkapan xxxx
Contoh :
Pada Neraca Saldo per 31 Desember 2005 diketahui akun Perlengkapan
Rp 800.000,- (Debet) setelah dilakukan pemeriksaan ternyata
perlengkapan yang ada sebesar Rp 300.000,-

Analisis :
 Perlengkapan di Neraca Saldo sebesar Rp 800.000,-. Setelah
dilakukan pengecekan jumlah perlengkapan yang sebenarnya Rp
300.000, maka perlengkapan harus dikurangi Rp 500.000,- artinya
Perlengkapan berkurang Rp 500.000 (Kredit).
 Perlengkapan berkurang untuk kegiatan usaha maka diakui sebagai
Beban Perlengkapan, artinya Beban Perlengkapan bertambah Rp
500.000 (Debet).

Susi Retna Cahyaningtyas, Jurusan Akuntansi Page 23


[BUKU AJAR PENGANTAR AKUNTANSI 1 BERBASIS IFRS]

d. Beban Dibayar di Muka


Setiap akhir periode, pembayaran yang telah dilakukan di muka akan
disesuaikan dengan pemakaiannya. Penyesuaian untuk beban di bayar
dimuka dapat dicatat sebagai aktiva ataupun sebagai beban, tergantung
pada saat pencatatan awal transaksi (Jurnal Umum). Tujuannya untuk
memisahkan jumlah beban yang harus diakui sekarang dan jumlah yang
masih sebagai Aktiva (........ dibayar dimuka).

a. Jika pada saat pencatatan awal transaksi diakui sebagai aktiva (terlihat di
Neraca Saldo akun .......... Dibayar di Muka) maka penyesuaian untuk
transaksi tersebut adalah :
beban ......... xxxx
........ dibayar dimuka xxxx
Contoh :
Pada Neraca Saldo per 31 Desember 2005 diketahui Akun Sewa dibayar
dimuka Rp 600.000,- (Debet). Diperoleh keterangan bahwa pembayaran
sewa tersebut untuk masa sewa 6 bulan mulai bulan September 2005.

Analisis :
Sewa per bulan 600.000/6 =100.000
 Pada akhir Desember 2005 berarti sewa yang sudah dijalani 4
bulan (Sep – Des) sehingga sewa dibayar dimuka yang sebenarnya
hanya untuk 2 bulan (Jan – Peb) karena belum dijalani sewanya.
Dari perhitungan di atas jumlah sewa dibayar dimuka sebenarnya
Rp 200.000 (2 bulan) bukan Rp 600.000,- maka sewa dibayar
dimuka harus dikurangi Rp 400.000,- artinya Sewa Dibayar
Dimuka berkurang Rp 400.000,- (Kredit).
 Sedangkan sewa yang sudah dijalani 4 bulan senilai Rp 400.000
harus diakui sebagai Beban Sewa, artinya Beban Sewa bertambah
Rp 400.000,- (Debet).

Beban Sewa Rp 400.000


Sewa dibayar dimuka Rp 400.000

b. Jika pada saat pencatatan awal transaksi diakui sebagai Beban (terlihat di
Neraca Saldo akun Beban ............) maka penyesuaian untuk transaksi
tersebut adalah :
....... Dibayar dimuka xxxx
Beban.... xxxx
Contoh :
Pada Neraca Saldo per 31 Desember 2005 diketahui Akun Beban Sewa Rp
600.000,- (Debet). Diperoleh keterangan bahwa pembayaran sewa tersebut
untuk masa sewa 6 bulan mulai bulan September 2005.

Analisis :
Sewa per bulan 600.000/6 = 100.000

Susi Retna Cahyaningtyas, Jurusan Akuntansi Page 24


[BUKU AJAR PENGANTAR AKUNTANSI 1 BERBASIS IFRS]

 Pada akhir Desember 2005 berarti sewa yang sudah dijalani selama
4 bulan (sep – Des) sehingga Beban sewa yang sebenarnya hanya
untuk 4 bulan. Dari perhitungan di atas jumlah beban sewa
sebenarnya Rp 400.000 (4 bulan) bukan Rp 600.000,- maka beban
sewa harus dikurangi Rp 200.000,- artinya Beban Sewa berkurang
Rp 200.000,- (Kredit).
 Sedangkan sewa yang belum dijalani 2 bulan senilai Rp 200.000
harus diakui sebagai Sewa Dibayar Dimuka, artinya Sewa Dibayar
Dimuka bertambah Rp 200.000,- (Debet).

Sewa dibayar dimuka 200.000


Beban sewa 200.000

e. Pendapatan Diterima di Muka


Setiap akhir periode, pendapatan yang telah di terima di muka akan
disesuaikan dengan pengakuannya. Penyesuaian untuk pendapatan
diterima dimuka dapat dicatat sebagai Utang ataupun sebagai Pendapatan,
tergantung pada saat pencatatan awal transaksi (Jurnal Umum). Tujuannya
untuk memisahkan jumlah pendapatan yang harus diakui sekarang dan
jumlah yang masih sebagai Utang (pendapatan diterima dimuka).
i. Jika pada saat pencatatan awal transaksi diakui sebagai Utang (terlihat
di Neraca Saldo akun .......... Diterima di Muka) maka penyesuaian
untuk transaksi tersebut adalah :
......... Diterima di Muka xxxx
Pendapatan .......... xxxx
Contoh :
Pada tanggal 31 Desember 2005 diketahui akun Pendapatan Diterima
Dimuka Rp 300.000,-. (Kredit). Diperoleh informasi bahwa pendapatan
tersebut untuk penyelesaian jahitan atas 10 jahitan celan dengan tarif Rp
30.000,- per celana. Per 31 Desember sudah 8 celana yang selesai dijahit.

Analisis :
 Pendapatan diterima dimuka Rp 300.000,-. Pendapatan diterima
dimuka diakui untuk pekerjaan menjahit yang belum selesai yaitu
hanya untuk 2 celana sebesar Rp 60.000 (2 x Rp 30.000). Jadi
pendapatan diterima dimuka bukan Rp 300.000,- tetapi sebesar Rp
60.000,- maka pendapatan diterima dimuka harus dikurangi Rp
240.000, artinya Pendapatan Diterima Dimuka berkurang Rp
240.000,- (Debet)
 Sedangkan untuk jahitan yang selesai yaitu untuk 8 celana sebesar
Rp 240.000,- (8 x Rp 30.000) harus diakui sebagai pendapatan,
artinya Pendapatan bertambah Rp 240.000,- (Kredit)

Pendapatan Diterima di Muka Rp 240.000


Pendapatan Jahit Rp 240.000

Susi Retna Cahyaningtyas, Jurusan Akuntansi Page 25


[BUKU AJAR PENGANTAR AKUNTANSI 1 BERBASIS IFRS]

ii. Jika pada saat pencatatan awal transaksi diakui sebagai Pendapatan
(terlihat di Neraca Saldo akun Pendapatan ..........) maka penyesuaian
untuk transaksi tersebut adalah:
Pendapatan .......... xxxx
........ Diterima di Muka xxxx
Contoh :
Pada tanggal 31 Desember 2005 diketahui akun Pendapatan Jahit Rp
300.000,-. (Kredit). Diperoleh informasi bahwa pendapatan tersebut untuk
penyelesaian jahitan atas 10 jahitan celan dengan tarif Rp 30.000,- per
celana. Per 31 Desember sudah 8 celana yang selesai dijahit.

Analisis :
 Pendapatan Jahit Rp 300.000,-. Pendapatan jahit diakui untuk
pekerjaan menjahit yang selesai yaitu hanya untuk 8 celana sebesar
Rp 240.000 (8 x Rp 30.000). Jadi pendapatan jahit bukan Rp
300.000,- tetapi sebesar Rp 240.000,- maka pendapatan jahit harus
dikurangi Rp 60.000, artinya Pendapatan jahit berkurang Rp
60.000,- (Debet)

 Sedangkan untuk jahitan yang belum selesai yaitu untuk 2 celana


sebesar Rp 60.000,- (2 x Rp 30.000) harus diakui sebagai
pendapatan diterima dimuka, artinya Pendapatan Diterima Dimua
bertambah Rp 60.000,- (Kredit)

Pendapatan jahit Rp 60.000


Pendapatan Diterima Dimuka Rp 60.000

5. Neraca Lajur
Neraca lajur adalah kertas berkolom yang digunakan sebagai kertas kerja
dalam penyusunan laporan keuangan. Penggunaan neraca lajur, dapat mengurangi
kesalahan terlupakannya salah satu ayat jurnal penyesuaian yang harus dilakukan.
Di samping itu, neraca lajur juga dapat digunakan untuk memeriksa ketepatan
perhitungan yang dilakukan, dan memungkinkan penyusunan data secara logis.
Seperti halnya laporan keuangan, tiga baris pertama neraca lajur memuat: (1)
nama perusahaan; (2) nama kertas kerja; dan (3) jangka waktu yang dicakup.
Bentuk neraca lajur terdiri dari kolom untuk nomor dan nama akun serta 5 pasang
kolom debet dan kredit (sehingga seluruhnya menjadi 10 kolom). Judul lima
pasang kolom debet-kredit tersebut adalah: neraca saldo, jurnal penyesuaian,
neraca saldo disesuaikan, laporan laba rugi, dan neraca.

Neraca Jurnal Neraca Laporan Neraca


Saldo Penyesua Saldo Laba
No Nama
ian Disesuai Rugi
Akun Akun
kan
D K D K D K D K D K

Susi Retna Cahyaningtyas, Jurusan Akuntansi Page 26


[BUKU AJAR PENGANTAR AKUNTANSI 1 BERBASIS IFRS]

 Nama akun, kolom ini diisi dengan nama-nama akun yang terdapat di
dalam neraca saldo.
 Neraca Saldo, data untuk kolom ini diambil dari neraca saldo yang telah
dibuat sebelumnya.
 Jurnal Penyesuaian, data ini diambil dari ayat-ayat jurnal penyesuaian yang
telah dibuat. Apabila nama akun yang harus disesuaikan tidak ada dalam
neraca saldo dapat dibuat akun baru dibawahnya.
 Neraca saldo disesuaikan, kolom ini menunjukkan neraca saldo setelah
disesuaikan dengan jurnal penyesuaian. Saldonya sudah mencerminkan
keadaan perusahaan yang sebenarnya. Angka-angka dalam kolom ini
diperoleh dengan jalan menambah atau mengurangkan angka-angka yang
terdapat dalam kolom neraca saldo dengan jurnal penyesuaian.
 Laporan laba rugi, data dalam kolom ini diisi dengan memindahkan saldo
akun-akun nominal yang terdapat dalam neraca saldo disesuaikan.
 Neraca, data dalam kolom ini berisi akun-akun riil yang dipindahkan dari
kolom nerca saldo disesuaikan.

6. Laporan Keuangan
Hasil akhir siklus akuntansi adalah laporan keuangan. Untuk sebuah
perusahaan perseorangan laporan keuangan terdiri dari: (a) neraca; (b) laporan
laba rugi; dan (c) laporan perubahan modal. Laporan keuangan dapat disusun
dengan menggunakan neraca lajur sebagi dasar. Berdasarkan pada PSAL 1
(penyesuaian 2014), komponen laporan keuangan lengkap terdiri atas :
a. Laporan posisi keuangan pada alkhir periode
b. Laporan laba rugi komptehensif selama periode
c. Laporan perubahan ekuitas selama periode
d. Laporan arus kas selama periode
e. Catatan atas laporan keuangan, berisi ringkasan kebijakan akuntansi penting dan
informasi penjelasan lain.
f. Informasi komparatif mengenai periode terdekat sebelumnya sebagaimanan
ditentukan pada PSAK 1 Paragraf 38 dan 38A

a. Laporan Posisi Keuangan (Neraca)


IFRS secara rsmi menggunakan terminologi Laporan Posisi Keuangan (Statement of
Financial Position), yang menyajikan posisi keuangan perusahaan pada saat tertentu,
yakni pada tanggal akhir periode akuntansi. Posisi keuangan menggambarkan sumber
daya yang dikendalikan oleh sebuah entitas (aktiva) dan sumber pendanaan dari
sumber daya tersebut yang terdiri dari kewajiban dan modal atau disebut sebagai
pasiva. Struktur dan komponen laporan keuangan menggambarkan kemampuan
perusahaan untuk membayar kewajiban yang akan jatuh tempo (likuiditas) dan
kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajibannya secara keseluruhan
(solvabilitas). Menurut IFRS laporan posisi keuangan lazimnya terdiri dari dua sisi
yaitu sisi kiri (debet) dan sisi kanan (kredit). Informasi keuangan tentang aset
lazimnya ditempatkan disisi kiri, sedangankan informasi liabilities dan ekuitas
ditempatkan disisi kanan. Namun demikian , penyajian laporan posisi keuangan disisi
kiri dan kanan hanyalah sebatas implementasi pilar rancang bangun, karena
penyusunan laporan posisi keuangan dapat disusun dari atas ke bawah sebagaimana
telah digunakan oleh banyak perusahaan yang mengadopsi IFRS. Penyajian

Susi Retna Cahyaningtyas, Jurusan Akuntansi Page 27


[BUKU AJAR PENGANTAR AKUNTANSI 1 BERBASIS IFRS]

komponen-komponen laporan posisi keuangan menurut perspektif IFRS tidak


menetapkan urutan penyajian berdasarkan klasifikasi aset lancar atau aset tidak lancar,
demikian juga dengan liabilities terdiri dari liabilities jangka pendek dan liabilities
jangka panjang. Dengan kata lain, perusahaan dapat menyusun aset dimulai dari aset
tidak lancar (lazim di negara-negara Eropa), ataupun sebaliknya aset dimulai dari aset
lancar (lazim di negara Amerika Serikat dan negara-negara yang mengadopsi standar
USA, termasuk Indonesia). Hal ini sekali lagi merupakan salah satu cerminan
penerapan principle – based standards. IFRS memungkinkan penyajian berdasar
likuiditas, jika hal tersebut dianggap lebih relevan bagi entitas tertentu.
Contoh Format Laporan Posisi Keuangan:
Aset Liabilities
Aset Lancar xxx - Utang dagang xxx
Aset Tetap xxx Ekuitas xxx
Total aset xxx Total Liabilities & Ekuitas xxx

b. Laporan Laba Rugi Komprehensif


Laporan laba rugi adalah laporan yang mengukur keberhasilan kinerja
perusahaan selama periode tertentu. Laporan laba rugi berguna untuk xxx
membantu pengguna laporan keuangan dalam memprediksi arus kas masa
depan, dalam rangka menentukan profitabilitas, nilai investasi, dan
kelayakan kredit. Laporan laba rugi komprehensif (statement of
comprehensive income) pada dasarnya menyajikan informasi keuangan
yang mengindikasikan kinerja keuangan perusahaan dalam melakukan
aktivitas bisnisnya selama 1 (satu) periode tertentu. Perusahaan
menghasilkan laba jika totaal penghasilan lebih besar di banding total
beban. Sebaliknya, perusahaan mengalami rugi jika total penghasilan lebih
kecil dibanding total beban.
Contoh laporan laba rugi komprehensif:

Pendapatan xxx
Beban (xxx)

Laba/Rugi xxx
Penghasilan lain-lain:
Pendapatan sewa gedung xxx
Laba/Rugi xxx

c. Laporan Perubahan Ekuitas


Laporan perubahan modal menyajikan informasi tentang perubahan modal
perusahaan antara awal dan akhir periode pelaporan yang mencerminkan
naik turunnya aset neto perusahaan selama periode, baik yang berasal dari
setoran atau distribusi kepada pemilik atau berasal dari hasil atau kinerja
perusahaan selama periode berjalan.

Susi Retna Cahyaningtyas, Jurusan Akuntansi Page 28


[BUKU AJAR PENGANTAR AKUNTANSI 1 BERBASIS IFRS]

Contoh Laporan Perubahan Ekuitas :

Ekuitas awal periode xxx


Laba bersih xxx
Prive/deviden (xxx) xxx

Ekuitas akhir periode xxx

d. Laporan Arus Kas


Laporan arus kas (stetement of cash flows) menyajikan informasi secara lebih detail
tentang akun kas, Baik berupa aliran masuk kas maupun aliran keluar kas perusahaan
selama satu periode. IFRS menyajikan laporan arus kas dengan mengklasifikasi
aktivitas menjadi 3 (tiga) jenis yang didefinisikan sebagai berikut:
- Aktivitas operasi, adalah aaktivitas penghasil utama pendapatan entitas dan
aktivitas lainnya yang bukan merupakan aktivitas investasi dan pendanaan.
Sebagai contoh penerimaan kas dari transaksi penjualan barang dagangan,
dan pembayaran kas ke rekanan.
- Aktivitas Investasi adalah perolehan dan pelepasan aset jangka panjang serta
investasi lain yang tidak termasuk setara kas. Sebagai contoh pembayaran
kas untuk pembelian aset tetap, dan penerimaan kas dari penjualan aset
tetap.
- Aktivitas pendanaan adalah aktivitas yang mengakibatkan perubahan dalam
jumlah serta komposisi kontribusi modal dan pinjaman entitas, sebagai
contoh penerimaan kas dari penerbitan saham dan pembayaran kas untuk
pelunasan obligasi yang jatuh tempo.
Penyusunan laporan arus kas dapat dilakukan dengan metode langsung (direct)
maupun metode tidak langsung (indirect) yang kedua-duanya berdasarkan pada
informasi yang dihasilkan oleh akuntansi. Penggunaan metode langsung berarti
penyusunan laporan arus kas berdasar catatan akuntansi perusahaan, terutama akun
kas. Penggunaan metode tidak langsung berarti penyusunan laporan arus kas berdasar
pada laporan laba rugi.

7. Jurnal Penutup
Pada akhir periode akuntansi, buku besar perusahaan akan terdiri dari enam
jenis akun, yaitu:
a. Akun aset
b. Akun liabilities
c. Akun ekuitas
d. Akun prive
e. Akun penghasilan/pendapatan
f. Akun beban
Akun-akun penghasilan/pendapatan, beban, dan prive adalah akun-akun
sementara yang digunakan untuk mengklasifikasikan dan mengikhtisarkan
perubahan-perubahan yang terjadi pada akun modal selama periode akuntansi.
Pada akhir periode, efek akhir dari akun-akun ini harus dipindahkan ke akun tetap.
Dengan demikian akun-akun tersebut dapat digunakan untuk mengumpulkan data
periode berikutnya.
Untuk membuat ayat jurnal penutup, diperlukan satu akun tambahan yang
dapat digunakan untuk mengikhtisarkan data yang terdapat dalam akun-akun

Susi Retna Cahyaningtyas, Jurusan Akuntansi Page 29


[BUKU AJAR PENGANTAR AKUNTANSI 1 BERBASIS IFRS]

pendapatan dan beban. Akun tambahan ini disebut Ikhtisar Laba Rugi. Ada empat
tahapan untuk melakukan ayat jurnal penutup:

a. Penutupan akun pendapatan


Semua akun pendapatan didebet sebesar masing-masing saldo akhir. Akun
ikhtisar laba rugi di kredit dengan jumlah saldo akhir akun pendapatan.
Dengan demikian, saldo akun pendapatan menjadi nol (saldo normal
pendapatan adalah kredit).
Pendapatan xxx
Ikhtisar laba rugi xxx

b. Penutupan akun beban


Semua akun beban dikredit sebesar masing-masing saldo akhirnya dan akun
ikhtisar laba rugi di debit sebesar jumlah saldo akhir akun-akun tersebut.
Ikhtisar laba rugi xxx
Beban xxx

c. Penutupan akun ikhtisar laba rugi


Selisih antara jumlah sisi kredit dengan jumlah sisi debit pada akun ikhtisar
laba rugi di pindahkan ke akun modal. Apabila memperoleh laba, sisi kredit
akun ikhtisar laba rugi akan lebih besar dibandingkan dengan sisi debetnya.
Untuk memindahkan laba ke akun modal, akun ini didebet sebesar selisih
antara jumlah sisi kredit dengan sisi debet, akun modal di sisi kredit dengan
jumlah yang sama. Apabila perusahaan rugi pemindahan berlaku sebaliknya.
Ikhtisar laba rugi xxx
ekuitas xxx
(jika laba)

ekuitas xxx
Ikhtisar laba rugi xxx
(jika rugi)

d. Penutupan akun prive


Akun prive di kredit sebesar saldo akhirnya dan akun modal di debet dengan
jumlah yang sama.
ekuitas xxx
Prive xxx

Susi Retna Cahyaningtyas, Jurusan Akuntansi Page 30


[BUKU AJAR PENGANTAR AKUNTANSI 1 BERBASIS IFRS]

BAB IV
PERUSAHAAN DAGANG

Tujuan Pembelajaran:
Setelah mempelajari bab ini pembelajar diharapkan:
a. Mampu menjelaskan kegiatan perusahaan dagang
b. Mampu membuat jurnal khusus
c. Mampu membuat buku besar pembantu
d. Mampu memahami pencatatan persediaan

Perusahaan dagang membeli barang dagang untuk dijual kepada pelanggan tanpa mengubah
bentuk atau memroses lebih lanjut. Perbedaan utama di antara perusahaan jasa dan
perusahaan dagang berkaitan dengan aktivitas pendapatan. Pendapatan disebut dengan
penjualan.

1. Kegiatan Perusahaan Dagang


Pembelian

Dalam sebuah perusahaan dagang kegiatan pembelian meliputi pembelian aktiva produktif,
pembelian barang dagang, serta pembelian barang dagang dan jasa lain dalam rangka
kegiatan usaha. Pembelian dapat dilakukan secara kredit maupun tunai dan pada umumnya
dilakukan kepada beberapa suppier. Pembelian secara kredit akan menimbulkan utang dan
biasanya dicatat dalam akun “Utang Dagang”.

Pada waktu membeli barang dagang, perusahaan terikat pada suatu syarat jual beli tertentu.
Jumlah yang dibebankan kepada perusahaan untuk memperoleh suatu barang sampai siap
untuk dijual, merupakan harga pokok barang tersebut.

Pembayaran

Pembelian akan diikuti pembayaran. Kapan pembelian harus dibayar tergantung pada syarat
jual beli yang ditetapkan. Disamping pembelian, pembayaran dapat dilakukan untuk
keperluan lain, misalnya pengembalian pinjaman atau membagikan laba kepada pemilik.

Penjualan

Pada saat perusahaan menjual barang dagangnya, maka diperolah pendapatan. Jumlah yang
dibebankan kepada pembeli untuk barang dagang yang diserahkan merupakan pendapatan
perusahaan yang bersangkutan. Untuk perusahaan dagang akun yang digunakan untuk
mencatat penjualan barang dagang disebut “Penjualan”.

Penjualan dapat dilakukan secara kredit maupun tunai dan pada umumnya kepada beberapa
pelanggan. Penjualan secara kredit menimbulkan piutang yang biasanya dicatat dalam akun
“Piutang Dagang”. Seperti halnya pembelian, ketika menjual barang dagang perusahaan
juga terikat dengan syarat jual beli tertentu.

Penerimaan Uang
Susi Retna Cahyaningtyas, Jurusan Akuntansi Page 31
[BUKU AJAR PENGANTAR AKUNTANSI 1 BERBASIS IFRS]

Penjualan akan diikuti penerimaan uang. Seperti halnya pembelian, penerimaan uang dari
suatu penjualan tergantung pada syarat jual beli yang telah ditetapkan. Disamping dari
penjualan, perusahaan mungkin menerima uang dari sumber-sumber lain, misalnya setoran
pemilik, pinjaman kreditur, dan lain-lain.

Syarat Jual Beli

Jual beli hakikatnya adalah perjanjian antara penjual dan pembeli untuk menyerahkan
barang atau jasa disertai imbalan tertentu. Kapan perusahaan mengakui adanya suatu
penjualan dan mencatatnya dalam pembukuan tergantung pada syarat-syarat yang tercantum
didalamnya. Demikian juga halnya dengan pengakuan dan pencatatan pembelian. Perbedaan
utaman dalam syarat jual beli biasanya berhubungan dengan siapa yang menanggung biaya
pengiriman dan biaya-biaya yang berhubungan.

 Loko Gudang
Pada syarat jual beli ini pembeli menanggung biaya pengiriman barang dari gudang
penjual ke gudang sendiri. Bagi penjual, begitu barang telah dipindahkan ke truk
(alat pengangkutan) yang disewa pembeli untuk mengangkut barang tersebut ke
gudangnya, maka penjualan dapat diakui dan dicatat dalam pembukuan. Demikian
juga halnya bagi pembeli, pada saat itu pembelian dapat diakui dan dicatat dalam
pembukuan.
 Franco Gudang
Kebalikan dari syarat loko gudang adalah franco gudang. Pada syarat ini penjual
menanggung biaya pengiriman sampai gudang pembeli. Penjualan diakui bila
barang telah sampai di gudang pembeli.
 Free on Board
Dalam syarat jual beli yang dinyatakan dengan free on board, pembeli di luar negeri
menanggung biaya pengiriman dari pelabuhan muat penjual sampai dengan
pelabuhan bongkar yang digunakan oleh pembeli. Penjual di dalam negeri hanya
menanggung hanya menanggung biaya pengangkutan sampai dengan pelabuhan
muatnya.
 Cost, Freight, and Insurance (CIF)
Ada kalanya dalam perjanjian jual beli disebutkan bahwa penjual harus
menganggung biaya pengiriman (pengangkutan) dan asuransi kerugian atas barang
tersebut. Syarat demikian disebut dengan cost, freight, and insurance (CIF).

Potongan Harga

 Potongan Tunai
Potongan tunai adalah potongan harga yang diberikan apabila pembayaran dilakukan
lebih cepat dari jangka waktu kredit. Dari sudut penjual, potongan ini disebut
potongan penjualan, sedangkan dari segi pembeli disebut potongan pembelian.
Potongan tunai misalkan dinyatakan dengan 2/10, n/30. Syarat ini berarti bahwa
potongan sebesar 2% diberikan bila pembayaran dilakukan dalam jangka waktu 10
hari setelah tanggal transaksi, sementara jangka waktu kredit yang diberikan adalah
30 hari.
 Potongan Perdagangan
Potongan ini diberikan karena perbedaan cara penjualan atau perbedaan langganan
yang dilayani. Misalnya, suatu perusahaan memberikan potongan sebesar 25%

Susi Retna Cahyaningtyas, Jurusan Akuntansi Page 32


[BUKU AJAR PENGANTAR AKUNTANSI 1 BERBASIS IFRS]

apabila penjualan dilakukan tunai dan potongan 20% apabila penjualan dilakukan
denga kredit.

2. Jurnal Khusus
Jurnal Khusus

Buku jurnal yang digunakan hanya untuk mencatat satu jenis transaksi. Karena perusahaan
dagang memiliki empat transaksi yang paling tinggi frekwensinya, maka jurnal khusus di
dalam perusahaan dagang dapat dibagi menjadi empat jurnal khusus.

Jurnal Penjualan

Jurnal Khusus Penjualan adalah buku harian yang hanya digunakan untuk mencatat
transaksi penjualan produk perusahaan secara kredit. Penjualan produk perusahaan secara
tunai tidak dicatat di buku harian ini.

Bentuk jurnal penjualan:

Tanggal Nomor Faktur Nama Pelanggan Ref Piutang (D)

Penjualan (K)

Jurnal Penerimaan Kas

Buku Harian Khusus Penerimaan Kas yaitu buku harian yang digunakan hanya untuk
mencatat aktivitas penerimaan kas dari berbagai sumber penerimaa perusahaan.

Bentuk jurnal penerimaan kas:

Debit Kredit
No
Bukt Keterangan Ref Ka Potongan Piutang Penjualan Serba-
i s Penjualan Dagan serbi
g

Jurnal Pembelian

Susi Retna Cahyaningtyas, Jurusan Akuntansi Page 33


[BUKU AJAR PENGANTAR AKUNTANSI 1 BERBASIS IFRS]

Buku Harian Pembelian adalah buku harian yang digunakan hanya untuk mencatat transaksi
pembelian barang dagangan secara kredit dan pembelian barang lain dalam bentuk kredit..

Bentuk jurnal pembelian:

Debit Kredit
Tgl Faktur Keterangan Ref
Pembelian Serba- Utang
serbi Dagang

Jurnal Pengeluaran Kas

Buku Harian Khusus Pengeluaran Kas adalah buku harian yang digunakan khusus untuk
mencatat transaksi pengeluaran kas untuk berbagai keperluan. Baik pengeluaran kas untuk
membayar hutang, pembelian barang dagangan secara tunai, membayar berbagai macam
beban operasi maupun untuk berbagai keperluan yang ada.

Bentuk jurnal pengeluaran kas:

Debit Kredit
No. Keterangan Ref
Serba Hutang Potongan Kas
serbi Dagang pembelian

Jurnal Umum

Buku Jurnal Umum (Buku Harian Serbaserbi)yaitu buku harian yang digunakan untuk
mencatat berbagai macam transaksi perusahaan dagang yang tidak dapat ditampung di
keempat buku harian khusus, seperti pengembalian barang (retur), penyusutan aktiva tetap,
dan pengambilan oleh pemilik pribadi (prive).

3. Buku Besar Pembantu


 Buku Piutang
Merupakan buku besar tambahan untuk mrngumpulkan transaksi piutang yang
terjadi selama periode akuntansi berdasarkan tiap-tiap pelanggan pada suatu saat itu.
Buku piutang juga disebut sebagai buku kumpulan kartu piutang.
Bentuk buku piutang:

Susi Retna Cahyaningtyas, Jurusan Akuntansi Page 34


[BUKU AJAR PENGANTAR AKUNTANSI 1 BERBASIS IFRS]

Nama pelanggan : File :

Alamat : Nomor :

Tanggal Nomor Bukti Keterangan Debet Kredit Saldo

 Buku Utang
Merupakan buku besar tambahan untuk mrngumpulkan transaksi utang yang terjadi
selama periode akuntansi berdasarkan tiap-tiap pemasok pada suatu saat itu. Buku
piutang juga disebut sebagai buku kumpulan kartu utang.

Nama pemasok : File :

Alamat : Nomor :

Tanggal Nomor Keterangan Debet Kredit Saldo


Bukti

4. Pencatatan Persediaan Barang Dagang


Persediaan didefinisikan sebagai aset yang: (i) tersedia untuk dijual dalam kegiatan usaha
biasa; (ii) dalam proses produksi dalam penjualan tersebut; (iii) dalam bentuk bahan atau
perlengkapan untuk digunakan dalam proses produksi atau pemberian jasa.

Dalam melakukan pencatatan persediaan, perusahaan dapat menggunakan sistem periodik


atau sistem perpetual.

Metode Periodik

 Metode yang digunakan untuk mencatat hal-hal yang berkaitan dengan persediaan
barang dagangan di dalam perusahaan dagang, dimana persediaan dicatat dan
dihitung hanya pada awal dan akhir periode akuntansi untuk menentukan harga
pokok penjualannya.
Susi Retna Cahyaningtyas, Jurusan Akuntansi Page 35
[BUKU AJAR PENGANTAR AKUNTANSI 1 BERBASIS IFRS]

 Suatu metode untuk menentukan harga pokok barang yang dijual dan nilai
persediaan barang dagangan.
 Catatan persediaan tidak menunjukkan nilai barang dagangan yang tersedia untuk
dijual dan nilai barang dagangan yang terjual selama periode tersebut.
 Pemisahan pencatatan untuk pos-pos pembentuk harga pokok penjualan.
 Pada saat terjadi penjualan, hanya pendapatan (penjualan) yang dicatat.
 Barang yang keluar sebagai harga pokok penjualan dicatat pada akhir tahun dengan
penyesuaian.
 Perlu dilakukan penghitungan fisik barang yang tesisa di gudang untuk menentukan
persediaan akhir dan harga pokok penjualan.

Metode Perpetual

 Metode Perpetual adalah metode yang digunakan untuk mencatat hal-hal yang
berkaitan dengan persediaan barang dagangan di dalam perusahaan dagang, dimana
persediaan dicatat dan dihitung secara detail, baik pada waktu dibeli maupun dijual.
 Setiap pembelian dan penjualan barang dagangan dicatat dalam akun Persediaan dan
akun Harga Pokok Penjualan.
 Nilai barang dagangan tersedia untuk dijual dan nilai barang dagangan yang dijual
secara kontinu disajikan di catatan persediaan.
 Hanya disediakan satu akun Sediaan Barang Pada saat terjadi penjualan, pendapatan
(penjualan) dan biaya (kos barang terjual) dicatat sekaligus.
 Kos barang terjual dan sediaan akhir secara automatis terhitung saldonya.
 Tidak diperlukan penyesuaian akhir tahun kecuali untuk tujuan pencocokan.
Diperlukan kartu sediaan untuk merunut kos barang yang keluar.

Keterangan Metode Periodik Metode Perpetual


Transaksi

Pembelian barang Pembelian (D) Persediaan Barang Dagang (D)


dagang
Kas/Utang (K) Kas/Utang (K)

Retur pembelian Kas/Utang (D) Kas/Utang (D)

Pembelian (K) Persediaan Barang Dagang (K)

Potongan Kas (D) Kas (D)


pembelian
Potongan pembelian (K) Persediaan Barang Dagang (K)

Beban angkut Beban angkut pembelian (D) Persediaan barang dagang (D)
pembelian
Kas (K) Kas (K)

Penjualan Kas/Piutang (D) Kas/Piutang (D)

Penjualan (K) Penjualan (K)

Susi Retna Cahyaningtyas, Jurusan Akuntansi Page 36


[BUKU AJAR PENGANTAR AKUNTANSI 1 BERBASIS IFRS]

Harga Pokok Penjualan (D)

Persediaan barang dagang (K)

Harga Pokok Penjualan

Persediaan barang dagangan awal xxx


Pembelian xxx
Retur pembelian (xxx)
Potongan pembelian (xxx)
Beban angkut pembelian xxx
Pembelian bersih xxx

Barang dagangan tersedia untuk dijual xxx


Persediaan barang dagangan akhir (xxx)

Harga pokok penjualan xxx


Penyesuaian Persediaan Barang Dagang

Melalui Ikhtisar Laba Rugi Melalui Harga Pokok Penjualan

Ikhtisar Laba/Rugi xxx Harga Pokok Penjualan xxx

Persediaan Barang Dagangan xxx Persediaan Barang Dagangan xxx

(Menghapus saldo awal persediaan) (Menghapus saldo awal persediaan)

Persediaan Barang Dagangan xxx Harga Pokok Penjualan xxx

Ikhtisar Laba/Rugi xxx Pembelian xxx

(Mencatat saldo akhir persediaan) Retur Pembelian xxx

Harga Pokok Penjualan xxx

Potongan Pembelian xxx

Harga Pokok Penjualan xxx

Harga Pokok Penjualan xxx

Beban Angkut Pembelian xxx

(Menghapus akun pembentuk HPP)

Persediaan Barang Dagangan xxx

Harga Pokok Penjualan xxx

(Mencatat saldo akhir persediaan)

Susi Retna Cahyaningtyas, Jurusan Akuntansi Page 37


[BUKU AJAR PENGANTAR AKUNTANSI 1 BERBASIS IFRS]

BAB V

SOAL-SOAL PERUSAHAAN JASA DAN DAGANG


1. PERUSAHAAN JASA
1. Pada tanggal 1 Desember 2011, Almira mendirikan sebuah salon dengan nama “
Salon Almira”. Transaksi yang terjadi pada Salon Almira selama Bulan Desember
2011 adalah:
Desember Penerimaan uang tunai sebagai setoran awal Almira sebagai pemilik salon
2 sebesar Rp 25.000.000,00.
4 Dibayar sewa gedung selama tiga bulan ke depan sebesar Rp 3.000.000,00
5 Penerimaan pinjaman dari Bank sebesar Rp 10.000.000,00. Salon Almira
dibebankan biaya provisi dan biaya lainnnya sebesar Rp 500.000,00 (beban
di luar usaha.
6 Pembelian peralatan seharga Rp 15.000.000,00 dan perlengkapan kecantikan
seharga Rp 3.000.000,00. Dibayar tunai Rp 6.000.000,00 sisanya dibayar
secara kredit.
8 Pembayaran untuk pembuatan iklan mini dalam surat kabar sebesar Rp
1.200.000,00.
11 Pembayaran premi asuransi untuk masa pertanggungan satu tahun Rp
600.000,00
15 Pembayaran gaji pegawai untuk tengah bulan pertama sebesar Rp
800.000,00
16 Penerimaan uang tunai dari penerimaan jasa salon kepada pelanggan selama
minggu pertama dan kedua Rp 6.500.000,00
18 Pembelian tunai perlengkapan kecantikan seharga Rp 750.000,00
22 Pembayaran sumbangan keamanan dan kebersihan lingkungan Rp 50.000,00
(beban lain-lain)
26 Pembayaran hutang kepada kreditur sebesar Rp 3.000.000,00.
27 Pengeluaran uang tunai untuk keperluan pribadi Almira sebagai pemilik
salon sebesar Rp 750.000,00.
28 Penyerahan jasa salon kepada seorang pelanggan untuk acara pernikahannya
sebesar Rp 5.000.000,00. Pembayaran akan diterima pada tanggal 5 Januari
2012.
30 Penerimaan uang tunai hasil penjualan jasa salon selama minggu ketiga dan
keempat sebesar Rp 7.000.000,00
31 Gaji pegawai untuk minggu ketiga dan keempat sebesar Rp 1.200.000,00
akan dibayar pada tanggal 3 Januari 2012
31 Rekening listrik, air, dan telp yang menjadi beban bulan Desember 2011
ditaksir berjumlah Rp 675.000,00. Baru akan dibayar pada bulan Januarai
2012.

Berdasarkan transaksi di atas, buatlah:

1. Jurnal Umum
2. Buku Besar
3. Naraca Saldo
Susi Retna Cahyaningtyas, Jurusan Akuntansi Page 38
[BUKU AJAR PENGANTAR AKUNTANSI 1 BERBASIS IFRS]

4. Penyesuaian yang dibutuhkan


5. Kertas Kerja
6. Laporan Keuangan ( Neraca - Lap. Laba Rugi)
7. Jurnal Penutup

2. Latar Belakang Perusahaan


Pada tanggal 1 Maret 2011
Ny. Angie memulai usahanya sebagai tukang jahit yang diberi nama ANGIE
MODES. Selain menerima pekerjaan menjahit dari langganan, dia juga menerima
pekerjaan obras dari
BAYU TAILOR milik Tn.Bayu Setyo Lesmono teman semasa SMA dulu.Tagihan
atas pekerjaan itu diperhitungkan setiap dua minggu sekali. Adapun perlengkapan jahit
seperti benang dan lain-lainnya dibeli secara kredit dari Toko Karisma dan akan ditagih
setiap dua minggusekali.Untuk lancarnya pekerjaan Ny. ANGIE mempekerjakan 1 orang
tukang jahit yang dibayar secara mingguan pada tiap hari sabtu sedang bagian
pembukuan dipegang sendiri dan untuk itu dibayar setiap akhir bulan.
Catatan Akuntansi
Setiap transaksi yang terjadi di ANGIE MODES dicatat dalam JURNAL UMUM
(General Journal). Tiap ayat jurnal kemudian dipindahkan ke kartu perkiraan yang
bersangkutan di BUKU BESAR (General Ledger), LAPORAN KEUANGAN (Finantial
Statements) berupa NERACA (Balance Sheet), PERHITUNGAN RUGI/LABA (Income
Statement) dan LAPORAN PERUBAHAN MODAL (Statementof Ower’s Equity) disusun
setiap bulan. Buku perusahaan ditutup secara bulanan.
Transaksi
Transaksi usaha yang terjadi untuk 
ANGIE MODES
Selama bulan Maret adalah sebagai berikut:
1 Maret  Ny. ANGIE menyetorkan uang tunai sebagai modal sebesar
Rp 5.000.000,00
1 Maret  Diterima pinjaman dari BRI sebesar Rp 7.500.000,00
1 Maret  Dibayar sewa kios untuk 3 bulan ke depan sebesar Rp 900.000,00
2 Maret  Membeli: 1 mesin jahit serbaguna (zig-zag) merk Singer seharga Rp
800.000,00 2 mesin jahit merk Butterfly @ Rp 750.000,00 ; 1 mesin
obras seharga Rp 450.000,00 beberapa peralatan rupa-rupa lainnya Rp
500.000,00 Semuanya itu dibeli dari Toko Tidar Secara tunai.
6 Maret  Membayar tagihan untuk air dan listrik Rp 100.000,00
7 Maret  Membeli perlengkapan jahit dari Toko Karisma senilai Rp 60.000,00

Susi Retna Cahyaningtyas, Jurusan Akuntansi Page 39


[BUKU AJAR PENGANTAR AKUNTANSI 1 BERBASIS IFRS]

9 Maret  Membayar upah mingguan periode 1-8 Maret Rp 150.000,00
9 Maret  Menerima upah jahit dari langganan Rp 850.000,00
12 Maret  Membeli perlengkapan rupa-rupa dari Toko Mekar
Rp 50.000,00 tunai.
15 Maret  Dikirim faktur penagihan kepada BAYU TAILOR  atas pekerjaan obras
yang telah selesai dikerjakan senilai Rp 200.000,00 untuk periode 2
-14 Maret.
16 Maret  Menerima upah jahit dari langganan Rp 1.250.000,00
17 Maret  Menerima pembayaran dari BAYU TAILOR  atas faktur yang dikirim
pada tanggal 15 Maret
21 Maret  Membayar pembelian perlengkapan jahit pada tanggal 7 Maret.
22 Maret  Membayar biaya servis mesin jahit senilai Rp 50.000,00
dalam rangka pemeliharan mesin
23 Maret  Diambil oleh Ny. ANGIEuntuk keperluan pribadi Rp 150.000,00
24 Maret  Membayar upah mingguan periode 9-23 Maret 300.000.
26 Maret  Membeli tambahan perlengkapan jahit dari Toko Karisma senilai Rp
150.000,00
27 Maret  Membayar beban rupa-rupa Rp 150.000,00
28 Maret  Menerima upah jahit dari langganan Rp 950.000,00
30 Maret  Dikirim faktur tagihan kepada BAYU TAILOR  atas pekerjaan obras
periode 16-29 Maretsenilai Rp 150.000,00
31 Maret  Membayar gaji bagian pembukuan Rp 300.000

Data penyesuaian yang tersedia pada akhir Maret adalah sebagai berikut:


1. Upah jahit untuk yang telah selesai tetapi belum dibayar senilai Rp 150.000,00
2. Biaya sewa untuk bulan Maret sebesar Rp 300.000,00
3. Peralatan jahit dan peralatan rupa-rupa masing-masing disusut Rp 200.000,00 dan Rp
50.000,00
4. Angsuran utang bank sebesar Rp 500.000,00 sudah dibayarkan tetapi belum dicatat
sedang bunga yangdiperhitungkan Rp 50.000,00 belum terbayar.
5. Karena tanggal akhir bulan jatuh hari Kamis maka upah minggu terakhir yang belum
dibayarkan Rp 150.000,00
6. Perlengkapan jahit yang masih ada senilai Rp 100.000 sedang perlengkapan rupa-
rupa yang terpakai Rp 40.000

DIMINTA:

Susi Retna Cahyaningtyas, Jurusan Akuntansi Page 40


[BUKU AJAR PENGANTAR AKUNTANSI 1 BERBASIS IFRS]

1. Jurnal Umum
2. Buku Besar
3. Neraca Saldo
4. Jurnal Penyesuaian
5. Buat Jurnal Penututup
6. Susun Neraca Saldo Penutupan
7. Susun Laporan Keuangan

3. Perusahaan Jasa
PT Andini merupakan perusahaan jasa yang bergerak di bidang jasa akuntan.
Berikut laporan keuangan PT Andini per tanggal 29 Februari 2010.

PT Andini
Neraca Saldo
Per 29 Februari 2010

Akun D K
Kas Rp 23.800.000
Piutang Rp 11.420.000
Perlengkapan kantor Rp 18.000.000
Tanah Rp 250.000.000
Gedung Rp 285.000.000
Kendaraan Rp 100.000.000
Inventaris kantor Rp 20.500.000
Utang usaha Rp 9.000.000
Utang hipotek Rp 210.000.000
Modal pemilik Rp 300.220.000
Prive Rp 12.000.000
Pendapatan jasa Rp 308.500.000
Beban iklan Rp 8.500.000
Beban gaji Rp 57.500.000
Beban listrik dan air Rp 10.000.000
Beban telepon Rp 10.500.000
Biaya pemeliharaan Rp 20.500.000
kendaraan
Rp 827.720.000 Rp 827.720.000

Berikut transaksi- transaksi yang terjadi selama bulan Maret 2010:

 Tgl 1 PT Andini mebeli perlengkapan kantor Rp 1.000.000 dan inventaris kantor


Rp 3.500.000 pada PT Sinar Jaya. Keduanya dibeli secara kredit
 3 Menerima pendapatan dari seorang klien sebesar Rp 10.000.000
 5 Membayar utang kepada PT Sinar Jaya atas transaksi pada tanggal 1 Maret
2010

Susi Retna Cahyaningtyas, Jurusan Akuntansi Page 41


[BUKU AJAR PENGANTAR AKUNTANSI 1 BERBASIS IFRS]

 8 Dibayar biaya iklan pada Cho Advertasing sebesar Rp 1.500.000


 10 Perusahaan membeli sebuah komputer sebesar Rp 5.600.000 secara tunai
 12 Dibayar biaya reparasi mobil milik Nyonya Andini sebesar Rp 300.000 dan
dicatat dalam akun prive
 15 perusahaan menerima penghasilan sebesar 12.500.000 atas jasa yang telah
dilakukan
 18 Telah diselesaikan pekerjaan klien sebesar Rp 8.500.000 yang akan diterima
kemudian
 20 Nyonya Andini mengambil uang sebesar Rp 1.000.000 untuk keperluan
pribadi
 25 Diterima pelunasan piutang dari karyawan sebesar Rp 8.500.000
 27 Dibayar biaya servis mobil perusahaan sebesar Rp 2. 100.000
 28 Dibayar biaya iklan untuk bulan Maret sebesar Rp 600.000
 30 Dibayar biaya telepon bulan Maret 2010 sebesar Rp 550.000
 31 Dibayar biaya gaji karyawan sebesar Rp 1.200.000

Instruksi:
1) Susunlah transaksi-transaksi tersebut mulai dari jurnal umum sampai dengan kertas
kerja 10 kolom dengan perhitungan penyesuaian diakhir periode (bila ada).
2) Susunlah laporan keuangan (Laporan L/R, Laporan Perubahan Modal, dan Laporan
Posisi Keuangan).

4. Yhuda Siregar pada januari 2010 mendirikan bengkel mobil dengan nama Yhuda
Servis. Dibawah neraca saldo per 30 November 2010

Nama akun Debit Kredit


Kas Rp 20.000.000
Piutang Rp 14.000.000
perlengkapan Rp 4.000.000
Asuransi dibayar dimuka Rp 2.000.000
Peralatan Rp 4.000.000
Tanah Rp 75.000.000
Gedung Rp 150.000.000
Utang usaha Rp 20.000.000
Modal Rp 249.000.000
Rp 269.000.000 Rp 269.000.000

Transaksi yang terjadi selama bulan Desember sebagai berikut

- Des 2 dibeli perlengkapan secara tunai sebesar Rp 900.000 4 dibeli peralatan seharga
Rp 1.500.000 dibayar tunai sebesar Rp 500.000 sisanya dibayar 1 bulan kemudian 6
permohonan tuan Yhuda untuk mendapatkan kredit sebesar Rp 10.000.00 disetujui,
hari ini dicairkan.

Susi Retna Cahyaningtyas, Jurusan Akuntansi Page 42


[BUKU AJAR PENGANTAR AKUNTANSI 1 BERBASIS IFRS]

- 7 diterima uang dari pekerjaan servis yang telah diterima sebesar Rp 5.000.000
- 9 diterima uang tunia sebesar Rp 750.000 atas servis yang telah diberikan
- 11 diterima uang tunai Rp 3.100.000 dari tugas menyelsaikan pekerjaan Rp 4.900.000
sisanya akan diterima satu bulan kemudian
- 11 diserhakan perhitungan penyelsaian servis Mobil sebesar 9.120.000
- 13 dibayar gaji karyawan Rp 2.150.000
- 15 dibayar beban lain-lain sebesar 1.110.000
- 17 diterima pembayaran pekerjaan yang telah diselsaikan sebeesar 1.520.000
- 20 di terima pembayaran pekerjaan perhitungan sebesar Rp 9.120.000 pada tanggal
11 Des
- 24 diterima pembayaran dari pekerjaan yang telah diselsaikan sebesar 3.550.000
- 27 dibayar beban makan sebesar Rp 550.000
- 29 dibayar beban lsitrik sebesar Rp 970.000

Penyesuaian:
1. Perlengkapan yang tersisa per 31 Desemebr 2010 sebesar Rp 3.100.000
2. Asuransi dibayar dimuka per 31 desember 2010 Rp 500.000
3. Gaji karyawan per 31 Desember sebesar Rp 1.050.000 masih belum dibayar
4. Beban penyusutan gedung per 31 Desember 2010 Rp 1.500.000

Diminta Buatlah
1. Jurnal umum
2. Buku besar
3. Neraca saldo
4. Jurnal penyesuaian
5. Kertas kerja
6. Laporan keuangan
7. Jurnal penutup dan pembalik

5. UD. ABADI JAYA MOTOR (AJM) adalah perusahaan yang baru memulai usahanya
bulan September 2013 dan bergerak di bidang penjualan motor second dan nama
pemiliknya adalah pak Zlatan. Berikut adalah transaksi yang dilakukan AJM selama
bulan September 2013 :
- 1/9/13 Pak Zlatan menyetorkan modal sebesar 200 juta ke AJM untuk kebutuhan
usaha.
- 1/9/13 AJM membeli kendaraan mobil pick up dari PT. Shaufan untuk sarana
pengangkut milik perusahaan sebesar 75 juta.
- 3/9/13 AJM membeli motor Beat dari pak Habeb dengan tunai sejumlah 7 juta dan
sisanya sebanyak 4 juta akan dibayarkan setelah BPKB diterima.
- 4/9/13 Pak Artha menjual 3 unit motornya kepada AJM seharga 33 juta.
- 5/9/13 AJM membeli perlengkapan dari PT. Andika untuk operasional perusahaan
sebesar 2 juta.
- 8/9/13 Pak Sultan membeli motor Vixion seharga 17 juta.

Susi Retna Cahyaningtyas, Jurusan Akuntansi Page 43


[BUKU AJAR PENGANTAR AKUNTANSI 1 BERBASIS IFRS]

- 9/9/13 Pak Habeb mengantarkan BPKB Beat dan menerima sisa pembayarannya
sebesar 4 juta dari AJM.
- 13/9/13 Pak Fadhil menjual 2 unit motornya kepada AJM dengan 22 juta.
- 15/9/13 AJM menjual 2 unit motor kepada Pak Indra sebesar 33 juta rupiah.
- 18/9/13 Pak Rian menjual 4 unit motor kepada AJM seharga 41 juta.
- 21/9/13 AJM membayar biaya pajak kendaraan dengan total sebesar 5 juta rupiah.
- 25/9/13 AJM menjual 5 unit motornya sekaligus kepada PT. Oky dengan total harga
65 juta rupiah.
- 30/9/13 AJM mebayar biaya listrik, air, dan telepon sebesar 1 juta.
- 30/9/13 Pak Zlatan mengambil kas perusahaan untuk keperluan pribadinya sebesar 3
juta.
- 30/9/13 AJM membayar gaji karyawan sebesar 5 juta.

Diakhir bulan AJM mencatat penyesuaian sebagai berikut :

- 30/9/13 sisa perlengkapan akhir bulan adalah 500 ribu.


- 30/9/13 umur ekonomis kendaraan pick up adalah 15 tahun tanpa nilai residu.

Diminta :
1. Buatlah jurnal umum dan jurnal penyesuaian untuk UD. ABADI JAYA MOTOR!
2. Buatlah buku besar, neraca saldo, neraca lajur, dan laporan keuangan!
Ket : bagi transaksi yang tidak diberi keterangan dianggap dilakukan secara tunai.

6. SOAL PERUSAHAAN JASA

Karman dan Budi adalah para sekutu Firma KARMAN & REKAN yang bergerak
dalam bidang layanan hukum. Pada 31 Maret 2003, saldo-saldo rekeningnya
menunjukkan posisi seperti berikut :
Kas Rp 5.180.000
Piutang usaha Rp 2.812.000
Perangkat Kantor Rp 2.960.000
Perpustakaan Rp 6.660.000
Utang usaha Rp 577.200
Utang Pajak Penghasilan Rp 407.000

Modal Buyung Sasmita Rp. 10.000.000


Modal Sasmito Buyung Rp 6.627.800

Transaksi-transaksi yang terjadi selama bulan April 2003 adalah :


April 1-Dibayar sewa kantor bulan April Rp 185.000

Susi Retna Cahyaningtyas, Jurusan Akuntansi Page 44


[BUKU AJAR PENGANTAR AKUNTANSI 1 BERBASIS IFRS]

2-Diterima kas Rp 592.000 dari salah seorang langganan yang membayar


utangnya.
8-Diterima cek tunai Rp 407.000 dari Firma THE BEST sebagai imbalan
konsultasi hukum.
11- Dikeluarkan kas sejumlah Rp 177.600 untuk membayar utang usaha
17-Karman menggunakan kas perusahaan untuk membelanjai keperluan
keluarganya sebesar Rp 100.000

24-Diterima cek Rp 1.776.000 dari langganan yang melunasi utangnya.

28-Dibeli rupa-rupa kebutuhan kantor dari LUBAB STATIONERY Rp 71.040


secara kredit

30-Dibayar gaji karyawan Rp 621.600

Diminta:
a. Lakukanlah penjurnalan terhadap sehenap transaksi bulan April
b. Lakukanlah posting ke buku besar.
c. Siapkan neraca saldo per 30 April 2003

7. Pada tanggal 1 Desember 2012 Nyonya Murni memulai usahanya untuk membuka
usaha jasa penjahit pakaian wanita. Usaha jahitnya diberi nama “Penjahit Murni”.
Dalam merintis usahanya Nyonya Murni mempekerjakan 3 orang karyawan untuk
membantunya. Upah karyawan akan dibayar setiap tanggal 25 (upah sehari sebesar
Rp. 25.000) . Untuk setiap pakaian yang dikerjakannya, Penjahit Murni akan
mengenakan tarif sebesar Rp. Rp. 80.000 untuk setiap potong dan sebesar Rp.
130.000 untuk setiap stel pakaian.

Transaksi-transaksi yang dilakukan Nyonya Murni dalam memulai usahanya


dirincikan sebagai berikut:
- 01 Des Nyonya Murni menyetorkan modal awal sebesar Rp. 2.500.000
- 01 Des Melakukan pinjaman kepada Bank BRI sebesar Rp. 10.000.000 dengan beban
bunga sebesar 12% per tahun. Pinjaman ini harus dilunasi pada 01 Mei 2013

- 01 Des Membayar sewa tempat usaha selama 1 tahun ke depan sebesar Rp. 6.000.000
- 01 Des Membeli 2 buah mesin jahit seharga Rp. 3.000.000, 1 buah mesin obras senilai
Rp 2.000.000 dan membayar biaya angkut mesin jahit sebesar Rp. 50.000. Mesin jahit
ini diestimasi memiliki umur ekonomis selama 5 tahun dan penyusutan peralatan
mesin jahit ini dilakukan setiap bulan.
- 02 Des Membeli perlengkapan jahit senilai Rp. 3.775.000
- 02 Des Menerima pesanan untuk membuat 2 potong pakaian wanita. Pakaian akan
diambil
pada tanggal 6 Desember 2012

Susi Retna Cahyaningtyas, Jurusan Akuntansi Page 45


[BUKU AJAR PENGANTAR AKUNTANSI 1 BERBASIS IFRS]

- 03 Des Untuk mempromosikan usahanya Penjahit Murni memasang iklan di Surat


Kabar Harian Metro Pos selama 3 bulan kedepan sebesar Rp. 150.000.
- 04 Des Membeli kendaraan untuk kegiatan operasional dengan harga perolehan Rp.
15.575.000. Estimasi umur manfaat 10 tahun
- 06 Des Penjahit Murni menyelesaikan pekerjaannya yang diterima pada tanggal 02
Desember 2012. Dari pekerjaannya ini Penjahit Murni menerima pendapatan sebesar
Rp. 160.000.
- 06 Des Penjahit Murni dipercayakan untuk membuat seragam Grup Paduan Suara
Wanita sebanyak 40 stel, pakaian akan diambil 2 minggu kemudian. Dari pekerjaan
ini Penjahit Murni menerima uang muka sebesar Rp. 2.200.000 dan sisanya akan
dibayar setelah pekerjaan selesai.
- 07 Des Menerima pesanan untuk menjahit sebuah kebaya dari tetangganya sebanyak 3
potong. Penjahit Murni sanggup menyelsaikannya dalam waktu 3 hari.
- 10 Des Pemilik kebaya mengambil jahitannya dan baru membayar Rp. 140.000
sisanya senilai Rp. 100.000 akan di lunasi kemudian.
- 15 Des Membayar premi asuransi untuk jangka waktu 2 tahun sebesar Rp. 900.000
- 20 Des Telah diselesaikan pekerjaan yang diterima pada tanggal 06 Desember 2012.
Pelanggan mengambil semua jahitan dan membayar lunas sisanya.
- 21 Des Membeli perlengkapan jahit senilai Rp. 750.000.
- 22 Des Menerima pesanan jahitan untuk 15 potong pakaian. Dari transaksi ini
Penjahit Murni menerima pembayaran sebesar Rp. 120.000
- 23 Des Menjahit papan nama seragam sekolah sebanyak 2 stel dan diselesaikan hari
itu. Dari pekerjaan ini Penjahit Murni menerima bayaran sebesar rp. 15.000
- 25 Des Membayar gaji karyawan sebesar Rp. 1.500.000
- 27 Des Nyonya Murni mengambil uang dari kas perusahaan untuk keperluan
pribadinya sebesar Rp. 300.000
- 30 Des Diterima pembayaran sebesar Rp. 50.000 dari pelanggan yang menjahit
kebaya pada tanggal 10 Desember 2012.
- 31 Des Menyelesaikan pekerjaan yang diterima pada tanggal 22 Desember 2012.
- 31 Des Berdasarkan perhitungan fisik yang dilakukan pada tanggal 31 Desember,
perlengkapan yang tersisa senilai Rp. 250.000

Dari Transaksi di atas, anda diminta untuk menyusun :


1. Jurnal Umum
2. Buku Besar
3. Neraca Saldo
4. Jurnal Penyesuaian yang diperlukan
5. Neraca Lajur
6. Laporan Keuangan (Neraca, L/R, Perubahan Modal)
7. Jurnal Penutup

Susi Retna Cahyaningtyas, Jurusan Akuntansi Page 46


[BUKU AJAR PENGANTAR AKUNTANSI 1 BERBASIS IFRS]

8. Berikut ini adalah transaksi dari Tn. Yudhi seorang pemilik perusahaan reparasi
barang elektronik selama bulan agustus:
- 5 agustus 2013 Tn. Yudhi menanamkan modal pada saat pendirian perusahaan
tersebut sebesar Rp 5.000.000,00
- 6 agustus 2013 dibeli perlengkapan secara tunai Rp 1.000.000,00
- 7 agustus 2013 dibeli peralatan dengan harga Rp 3.000.000 dibayar tunai sebesar
Rp 1.000.000,00 dan sisanya dibayar 1 bulan kemudian
- 9 agustus 2013 diterima uang sebesar Rp 800.000,00 dari pekerjaan service yang telah
dilakukan
- 12 agustus 2013 dibayar sewa kios untuk masa 12 bulan senesar Rp 2.400.000,00
- 19 agustus 2013 diterima uang sebesar Rp 500.000,00 dari tugas menyelesaikan
pekerjaan Rp 1.200.000,00 dan sisanya dibayar kemudian
- 21 agustus 2013 diterima sisa pembayaran pekerjaan perhitungan tanggal 19 agustus
2013 yang lalu sebesar
- 24 agustus 2013 Tn. Yudhi mengambil uang untuk keperluan pribadinya sebesar Rp
500.000,00
- 30 agustus 2013 dibayar gaji karyawan sebesar Rp 300.000,00
Dari transaksi-transaksi di atas buatlah persamaan akuntansinya sampai neraca
saldonya!
Berikut adalah data penyesuaian untuk bulan agustus :
Pada tanggal 30 agustus masih terdapat beban telepon yang akan dibayar sebesar
Rp 250.000

- Pada tanggal 1 0ktober 2013 dibayar biaya iklan di harian Kompas untuk 20 kali
penerbitan sebesar Rp 6.000.000,00 pada pada akhir agustus baru diterbitkan 15 kali.
Apabila pada waktu membayar dicatat sebagai beban.

Buatlah AJP sampai dengan laporan laba ruginya!

9. Saldo perkiraan buku besar usaha “Pertamanan Elok” milik Tuan Rian di Jl. Latung
Jakarta. Pada tangal 31 Desember 2005 disusun neraca sebagai berikut :
FOLIO NAMA PERKIRAAN NERACA SALDO (Rp)

1110 Kas dan Bank 12.502.000

1120 Piutang Usaha 26.580.000

Susi Retna Cahyaningtyas, Jurusan Akuntansi Page 47


[BUKU AJAR PENGANTAR AKUNTANSI 1 BERBASIS IFRS]

1130 Perlengkapan Kantor 2.980.000

1140 Perlengkapan Kerja 1.950.000

1150 Asuransi Dibayar Dimuka 2.400.000

1160 Sewa Dibayar Dimuka 3.600.000

2110 Peralatan Pekerjaan 25.000000

1211 Akumulasi Penyusutan Per.Pekerjaan 7.500.000

1220 Peralatan Kantor 12.000.000

1221 Akumulasi Penyusustan Per. Kantor 3.600.000

1230 Kendaraan 34.000.000

1231 Akumulasi Penyusutan Kendaraan 13.600.000

1240 Tanah dan Gedung 650.000.000

1241 Akumulasi Penyusutan Gedung 37.500.000

2110 Hutang Usaha 26.500.000

2120 Hutang Lain-Lain - -

3110 Modal 367.032.000

3120 Prive 18.000.000

4110 Pendapatan Jasa Pertamanan 865.000.000

4120 Pendapatan Sampingan 18.600.000

4130 Pendapatan Bunga 560.000

5110 Pembelian Bahan Pertamanan 450.980.000

5120 Upah Pekerja Pertamanan 60.750.000

6210 Beban Gaji Pegawai Kantor 32.600.000

6220 Beban Listrik 2.600.000

6230 Beban Telepon/Fax 1.800.000

6240 Beban Pemeliharaan Kendaraan 2.150.000

JUMLAH 1.339.892.000 1.339.892.000

Pada tanggal 31 Desember 2005 untuk data penyesuaian diketahui antara lain :

Susi Retna Cahyaningtyas, Jurusan Akuntansi Page 48


[BUKU AJAR PENGANTAR AKUNTANSI 1 BERBASIS IFRS]

1. Saldo kas sebesar Rp. 12.502.000,- setelah diadakan pemeriksaan fisik diketahui hal-
hal sebagai berikut :
a. Beban administrasi bank Rp.100.000.000,- (masuk ke perkiraan beba serba serbi).
b. Pendapatan bunga Rp. 25.500,-
c. Pengambilan prive Tuan Rian Rp. 2.650.000,-
2. Berdasarkan surat perintah kerja (SPK) dari PT Sentosa Real Estate di Pulo Gebang,
pekerjaan tersebut telah selesai dikerjakan pada tanggal 28 Desember 2005 yang
bernilai Rp. 36.000.000,- tetapi kwitansi penagihan belum diserahkan, rencana
penyerahannya tanggal 7 Januari 2006
3. Inventarisasi fisik pada tanggal 31 Desember 2005, diketahui sebagai berikut :
a. Perlengkapan kantor yang masih tersedia Rp. 800.000,-
b. Perlengkapan kerja yang masih tersedia Rp. 250.000,-
4. Beban Asuransi adalah untuk periode 1 Mret 2005 sampai 1 Maret 2006, ke dalam
akun Asuransi Dibayar Dimuka terbukukan asuransi untuk kendaraan pribadi Tuan
Rian sebesar Rp. 1.200.000,-
5. Sebagia dari peralatan kerja yang disewa dari PT. Harapan Jaya, yaitu sebesar Rp.
3.600.000,- untuk masa 1 Juni 2005 sampai I Juni 2006.
6. Beban Penyusutan ditetapkan menurut metode garis lurus dari harga perolehannya
yang dihitung sebagai berikut :
a. Peralatan pekerjaan 10% dari Rp. 25.000.000,-
b. Peralatan kantor 10% dari Rp. 12.000.000,-
c. Kendaraan 20% dari Rp. 34.000.000,-
d. Gedung 5% dari Rp.400.000.000,-
7. Di antara karyawan lapangan ada dua orang pulang kampong pada tanggal 26
Desember 2005, melihat saudaranya sakit dan istrinya melahirkan. Upah terhitung 2
hari kerja per 1 orang Rp. 25.000,- untuk tiap hari. (bukukan ke hutang lain-lain).
8. Pembayaran beban rekening listrik tanggal 10 Januari 2006 untuk pemakaian bulan
Desember 2005 Rp. 65.000,-. Pembayaran beban Rekening telepon/fax tanggal 10
Januari 2006 untuk pemakaian bulan Desember 2005 Rp. 120.000,-. (Bukukan ke
perkiraan hutang lain-lain)
9. Ke dalam akun pemeliharaan kendaraan terbukukan pemeliharaan kendaraan Tuan
Rian Rp.500.000,-
DIMINTA :

Susi Retna Cahyaningtyas, Jurusan Akuntansi Page 49


[BUKU AJAR PENGANTAR AKUNTANSI 1 BERBASIS IFRS]

1. Buatlah Jurnal Penyesuaian tersendiri


2. Susunlah Neraca Lajur yang Diperlukan 10 kolom
3. Susunlah Laporan Keuangan :
 Laporan Laba/Rugi periode berakhir 31 Desember 2005
 Laporan Perubahan Modal periode berakhir 31 Desember 2005
 Neraca periode berakhir 31 Desember 2005

10. Pada tanggal 1 Oktober 2013 Laras memulai usaha dibidang cleaning servive yaitu
jasa yang menyediakan dan menjalankan sistem kebersihan dengan nama “Raharja
Cleaning Service” yang terletak di Jl. Adi Purwa No.7 Jakarta. Laras memiliki tiga
orang karyawan yang dibayar secara mingguan dan pembukuan dipegang sendiri.

Bagan Perkiraan:
Untuk ketertiban catatan kegiatan usahanya, Laras menyediakan akun-akun
sebagai berikut:

N
Nama Perkiraan Rek Nama Perkiraan
Rek
AKTIVA PENDAPATAN
11 Kas 11 Pendapatan Jasa
12 Piutang Usaha
113 Perlengkapan Service BEBAN
114 Sewa Dibayar Dimuka 11 Beban Gaji
115 Asuransi Dibayar Dimuka 512 Beban Perlengkapan
121 Peralatan Service 13 Beban Sewa
122 Akum. Penyusutan Peralatan Service 514 Beban Listrik, Air, dan Telepon
515 Beban Iklan
2 KEWAJIBAN 516 Beban Asuransi
11 Hutang Usaha 517 Beban Pemeliharaan Peralatan
518 Beban Penyusutan Peralatan
3 EKUITAS 519 Beban lain-lain
11 Modal Laras
312 Prive Laras

Berikut adalah transaksi yang terjadi pada Perusahaan Cleaning Service bulan
Oktober 2013.
Okt 1 Penerimaan uang tunai dari Laras pemilik perusahaan sebesar Rp 50.000.000
sebagai investasi pada perusahaannya.

Susi Retna Cahyaningtyas, Jurusan Akuntansi Page 50


[BUKU AJAR PENGANTAR AKUNTANSI 1 BERBASIS IFRS]

Okt 3 Pembelian peralatan service dari Toko Bunga seharga Rp 16.000.000. Dibayar
tunai Rp 4.000.000 sisanya di bayar tiga kali angsuran.
Okt 6 Pembayaran sewa kantor sebesar Rp 4.800.000 untuk masa sewa 1 tahun
Okt 7 Pembelian tunai perlengkapan service seharga Rp 4.000.000
Okt 10 Pembayaran premi asuransi untuk masa 1 tahun sebesar Rp 600.000
Okt 15 Penerimaan uang tunai sebesar Rp 4.000.000 untuk jasa service yang
diserahkan kepada pelanggan minggu kedua.
Okt 16 Pembayaran rekening listrik dan telepon sebesar Rp 400.000
Okt 20 Pembayaran gaji pegawai sebesar Rp 3.000.000
Okt 22 Pengeluaran kas sebesar Rp 600.000 untuk pemasangan iklan mini pada
sebuah surat kabar harian umum
Okt 23 Pengiriman faktur no.015 kepada PT. Sinar Mulia untuk pekerjaan yang telah
diselesaikan seharga Rp 4.000.000. Pembayaran dalam 10 hari setelah tanggal
faktur.
Okt 26 Penerimaan uang tunai daro PT. Sinar Mulia untuk pembayaran pertama atas
faktur no.015 sebesar Rp 2.000.000
Okt 28 Pengiriman faktur no.016 kepada PT. Sentosa untuk pembuatan taman yang
telah selesai dengan harga kontrak Rp 8.000.000. Sebagai pembayaran
diterima uang tunai Rp 5.000.000 sisanya akan dibayar kemudian.
Okt 29 Penerimaan uang tunai untuk pekerjaan yang telah diselesaikan pada minggu
ketiga dan keempat sebesar Rp 8.200.000
Okt 30 Pembayaran gaji pegawai tengah bulan terakhir Rp 5.000.000 dan macam-
macam beban sebesar Rp 400.000
Okt 30 Pengeluaran uang tunai untuk perbaikan peralatan sebesar Rp 300.000
Okt 31 Pengeluaran kas Rp 2.000.000 untuk keperluan pribadi Laras pemilik
perusahaan.
Okt 31 Pembayaran angsuran hutang kepada Toko Bunga sebesar Rp 4.000.000

Data penyesuaian tanggal 31 Oktober 2013 adalah sebagai berikut:


1. Sisa perlengkapan servive dinilai Rp 1.000.000
2. Sewa ruangan kantor Rp 4.800.000 untuk masa satu tahun terhitung sejak bulan
Oktober 2013
3. Asuransi yang belum jatuh tempo sebesar Rp 550.000
4. Peralatan service bulan Oktober 2013 disusutkan sebesar Rp 250.000
5. Gaji karyawan yang masih harus dibayar Rp 400.000

Susi Retna Cahyaningtyas, Jurusan Akuntansi Page 51


[BUKU AJAR PENGANTAR AKUNTANSI 1 BERBASIS IFRS]

6. Beban iklan untuk bulan Oktober 2013 sebesar Rp 200.000

Diminta:
1. Catatlah transaksi yang terjadi pada bulan Oktober 2013 ke dalam Jurnal Umum.
Gunakan nama perkiraan yang terdapat dalam bagan perkiraan.
2. Posting ayat jurnal tersebut ke dalam buku besar.
3. Buatlah neraca saldo 31 Oktober 2013
4. Buatlah jurnal penyesuaian 31 Oktober 2013
5. Susunlah neraca lajur
6. Buatlah laporan keuangan (Laporan Laba Rugi, Laporan Perubahan Modal, dan
Neraca)
7. Buatlah jurnal penutup yang diperlukan pada 31 Oktober 2013 dan neraca saldo
setelah penutupan
8. Buatlah jurnal pembalik yang diperlukan

11. Berikut adalah saldo rekening per 31 desember 2010 yang diambil dari catatan
akuntansi perusahaan Maju Lancar :

Utang dagang 64.600


Piutang dagang 94.400
Akumulasi depresiasi gedung 80.000
Akumulasi depresiasi peralatan 168.000
Gedung 600.000
Kas 69.200
Modal 1.300.000
Prive 94.000
Peralatan 1.404.000
Biaya iklan 36.200
Pendapatan jasa 448.600
Utang bank jk panjang 480.000
Piutang wesel 42.000
Asuransi dibayar dimuka 39.600
Pendapatan sewa 71.000
Biaya reparasi 30.600
Biaya gaji 92.000
Persediaan perlengkapan 20.400
Biaya perjalanan 56.200
Macam-macam biaya 33.600
(dalam ribuan rupiah)

Informasi yang tersedia pada akhir tahun adalah sbb :


1. Depresiasi peralatan sebesar Rp 70.200.000

Susi Retna Cahyaningtyas, Jurusan Akuntansi Page 52


[BUKU AJAR PENGANTAR AKUNTANSI 1 BERBASIS IFRS]

2. Pendapatan jasa bulan Desember sebesar Rp 8.200.000 belum diterima uangnya dan
belum dicatat
3. Bunga yang terutang bulan Desember berjumlah Rp 14.800.000
4. Bunga wesel yang belum diterima berjumlah Rp 1.600.000
5. Asuransi dibayar di muka pada akhir periode berjumlah Rp 12.600.000
6. Pendapatan sewa untuk bulan Desember sebesar Rp 1.000.000 belum diterima dan
belum dicatat
7. Gaji pada bulan Desember sebesar Rp 8.000.000 belum dibayar
8. Persediaan perlengkapan pada akhir periode berjumlah Rp 4.800.000
9. Depresiasi gedung ditetapkan sebesar Rp 40.000.000

Diminta :
1. Buatlah jurnal penyesuaian yang diperlukan
2. Buatlah neraca saldo setelah disesuaikan
3. Buatlah jurnal penutup
4. Buatlah neraca saldo setelah penutupan
5. Buatlah jurnal pembalik pada tanggal 1 januari 2011

12. Soal Perusahaan Jasa


Kantor pengacara Johan Marpaung, pada tanggal 1 Juli 2009 memiliki aset dan
kewajiban sebagai berikut :
Kas Rp 1.000.000
Piutang usaha Rp 3.200.000
Bahan habis pakai Rp 850.000
Tanah Rp 10.000.000
Utang usaha Rp1.530.000
Kantor tersebut untuk sementara menyewa ruangan dan peralatan kantor sambil
menunggu gedung kantor di atas tanah yang di beli tahun lalu.

Transak bisnis selama bulan Juliadalah sebagai berikut :


a. Menerima pembayaran tunai dari klien atas jasa sebesar Rp 3.938.000
b. Memebayar hutang pada kreditor Rp 1.055.000
c. Menerima kas dari Johan Marpaung sebagai tambahan investasi Rp 3.700.000
d. Memebayar sewa kantor bulanan sebesar Rp 1.200.000
e. Membebankan jasa hukum pada klien yang dicatat sebagai piutang usaha sebesar Rp
2.025.000
f. Membeli bahan habis pakai (alat tulis) untuk operasional kantor secara kredit Rp
245.000
g. Menerima kas atas pelunasan piutang dari klien sebesar Rp 3.000.000
h. Meneri tagihan atas jasa bantuan hukum yang diterima dari LBH “Dian Kasih ”
untuk Juli (akan dibayar 10 Agustus) sebesar Rp 1.635.000
i. Membayarbeban sebagai berikut : beban gaji karyawan (Rp 850.000), beban jasa
membersihkan kantor (Rp 250.000), beban utilitas (Rp 325.000) dan beban lain-lain
(75.000)
j. Setelah dihitung, bahan habis pakai yang tersisa adalah Rp 980.000, beban
pemakaian bahan habis pakai sebesar Rp 115.000
Susi Retna Cahyaningtyas, Jurusan Akuntansi Page 53
[BUKU AJAR PENGANTAR AKUNTANSI 1 BERBASIS IFRS]

k. Johan menarik tunai Rp 1.000.000 dari perusahaan untuk keperluan pribadi

Informasi untuk jurnal penyesuaian :


1. Pada tanggal 31 Desember 2008 perlengkapan kantor yang terpakai sebesar Rp
250.000
2. Peralatan kantor dalam neraca sisa Rp 4.000.000 per 31 Desember 2008. Setiap
tahun disusutka n 5%
3. Pada tanggal 1Oktober dibayar asuransi sebesar Rp 2.400.000 untuk satu tahun
4. Pada tanggal 1 November 2008 diterima sewa toko untuk satu tahun sebesar Rp
1.800.000
5. Bunga yang belum di bayar sebesar Rp 75.000
6. Masih harus ditagih pendapatan jasa atasjahitan yang telah selesai dikerjakan Rp
400.000

INSTRUKSI
1. Menghitung jumlah ekuitas Johan Marpaung per Juli 2009
2. Buatlah proses akuntansi mulai dari Jurnal Umum s/d Laporan Keuangan

Susi Retna Cahyaningtyas, Jurusan Akuntansi Page 54


[BUKU AJAR PENGANTAR AKUNTANSI 1 BERBASIS IFRS]

2. PERUSAHAAN DAGANG
1. Soal Perusahaan Dagang:
Berikut ini adalah transaksi-transaksi dari PT Jongki Corporation selama bulan
Mei 2013 yang terkait pembelian dan penjualan barang dagangan:

a. 03 Mei Membeli barang dagangan secara tunai sebanyak 2.500 unit dengan harga Rp.
15.000 per unit dan membayar ongkos angkut sebesar Rp. 100.000
b. 04 Mei Membeli barang dagangan secara kredit dari PT Coerce sebanyak 1000 unit
dengan harga Rp. 2.000 per unit. Termin 1/10, n/30 dan membayar ongkos angkut
sebesar Rp. 100.000
c. 05 Mei Menjual barang dagangan secara kredit sebanyak 500 unit. Total harga jual
sebesar Rp. 10.000.000, termin 1/10, n/30
d. 06 Mei Membeli barang dagangan secara kredit sebanyak 1500 unit dengan total
harga sebesar Rp. 30.000.000. Termin 1/10, n/30, dan ongkos angkut sebesar Rp
100.000
e. 07 Mei Mengembalikan barang dagangan yang telah dibeli pada tanggal 3 dan 4 Mei
yang lalu, masing-masing sebanyak 250 unit dan 300 unit
f. 11 Mei Membayar hutang atas transaksi pembelian barang dagangan yang telah
dilakukan pada tanggal 6 Mei yang lau
g. 12 Mei Membeli barang dagangan secara kredit dari PT Netherland sebanyak 2500
unit dengan harga Rp. 2.500 per unit. Termin 2/15, n/45, ongkos angku Rp. 120.000
h. 14 Mei Menerima pengembalian atas barang dagangan yang telah dijual pada tanggal
5 Mei yang lalu sebanyak 100 unit.
i. 15 Mei Menjual barang dagangan secara tunai sebanyak 800 unit dengan total nilai
sebesar Rp. 25.000.000.
j. 17 Mei Membayar hutang atas transaksi pembelian barang dagangan yang telah
dilakukan pada tanggal 4 Mei yang lalu
k. 20 Mei Menerima bayaran atas transaksi penjualan yang dilakukan pada tanggal 5 Mei

Susi Retna Cahyaningtyas, Jurusan Akuntansi Page 55


[BUKU AJAR PENGANTAR AKUNTANSI 1 BERBASIS IFRS]

l. 20 Mei Menjual barang dagangan secara tunai kepada PT Haiti sebanyak 1000 unit
dengan harga Rp. 2.000 per unit.
m. 22 Mei PT Haiti mengembalikan barang dagangan sebanyak 50 unit
n. 25 Mei Melakukan pembayaran kepada PT Netherland
o. 25 Mei Membeli secara kredit 1000 unit barang dagangan sebesar Rp. 2.500.000.
termin 1/10, n/30, ongkos angkut sebesar Rp. 150.000

Diminta : Buatlah ayat jurnal yang diperlukan untuk mencatat transaksi-


transaksi di atas pada pembukuan PT Jongki Corporation, jika perusahaan
menggunakan metode fisik dalam mencatat persediaannya.

2. Soal Pembukuan Perusahaan Dagang

Perusahaan dagang Toko Tambora adalah perusahaan dagang yang bergerak


dalam bidang penjualan alat-alat olahraga. Toko Tambora membeli barang
dagangannya, seperti: raket tenis, bola basket, baju sport dan sebagainya dari suplier
alat-alat olah raga, kemudian menjualnya kembali ke konsumen. Perusahaan ini sudah
berdiri sejak tanggal 15 Maret 2010 Adapun neraca saldo setelah penutupan buku Toko
Tambora periode 31 Desember 2012 adalah sebagai berikut :

Toko Tambora

Neraca Saldo

31 Desember 2012

Nama Rekening Nomor Saldo


Rekening Debet Kredit
Kas 1.1.1.1 30.500.000
Piutang Dagang 1.1.2.1 2.500.000
Piutang Lain-Lain 1.1.2.2 5.500.000
Persediaan Barang Dagangan 1.1.3.1 2.500.000
Perlengkapan Usaha 1.1.4.1 1.500.000
Tanah 1.3.1.1 150.000.000
Kendaraan 1.3.3.1 65.000.000
Akm. Depr. Kendaraan 1.3.3.2 4.200.000

Susi Retna Cahyaningtyas, Jurusan Akuntansi Page 56


[BUKU AJAR PENGANTAR AKUNTANSI 1 BERBASIS IFRS]

Bangunan 1.3.4.1 275.000.000


Akm. Depr. Bangunan 1.3.4.2   8.300.000
Hutang Dagang 2.1.1.1 49.000.000
Hutang Sewa 2.1.1.2 2.500.000
Modal 3.1.0.0 468.500.000
Jumlah 532.500.000 532.500.000

Transaksi keuangan yang terjadi  pada tahun 2013 adalah sebagai berikut :

1. Tgl 6/1 : Toko Tambora membeli barang dagangan berupa 10 raket tenis @ Rp
180.000 secara tunai dari PT. Asia Sport
2. Tgl 10/1 : Toko Tambora membayar biaya promosi Rp 5.000.000
3. Tgl 20/1 : Toko Tambora menjual barang dagangan secara tunai berupa kaos olah
raga untuk SMPN 115 sebanyak 200 unit @ Rp 25.000
4. Tgl 25/1 : Toko Tambora membayar gaji pegawai Rp 8.000.000
5. Tgl 2/2 : Toko Tambora menjual 3 set meja biliard @ Rp 6.500.000 kepada
“Tebet Biliar’s”. Termin 2/10. n/60
6. Tgl 7/2 : Toko Tambora membayar biaya listrik & telepon Rp 1.100.000
7. Tgl 15/2 : Toko Tambora membayar hutang sewa Rp 2.000.000
8. Tgl 24/2 : Toko Tambora menerima kembali 10 unit kaos olah raga yang pernah
dijual kepada SMPN 115
9. Tgl 25/2 : Toko Tambora membayar gaji pegawai Rp 8.000.000
10. Tgl 3/3 : Toko Tambora menerima seluruh pelunasan piutang dari “Tebet
Biliar’s”
11. Tgl 8/2 : Toko Tambora membayar biaya listrik & telepon Rp 900.000
12. Tgl 18/3 : Toko Tambora membeli barang dagangan  berupa 10 unit sepatu bola
merek NIKE @ Rp 300.000 dari PT. Sarana Olahraga, Toko Tambora mendapat
potongan pembelian 5%
13. Tgl 25/3 : Toko Tambora membayar gaji pegawai Rp 8.000.000
14. Tgl 8/4 : Toko Tambora membayar biaya listrik & telepon Rp 1.200.000
15. Tgl 15/4 : Toko Tambora menjual barang dagangan berupa 50 unit sepatu bola
merek NIKE @ Rp 350.000 kepada Persija FC secara kredit. Termin 2/10, n/30
16. Tgl 19/4 : Toko Tambora menerima kembali 5 unit sepatu bola merek NIKE yang
pernah dijual kepada Persija FC
17. Tgl 24/4 : Toko Tambora menerima seluruh pelunasan piutang dari Persija FC
18. Tgl 25/4 : Toko Tambora membayar gaji pegawai Rp 8.500.000
19. Tgl 8/5 : Toko Tambora membayar biaya listrik & telepon Rp 900.000
20. Tgl 11/5 : : Toko Tambora mendapat pinjaman berupa uang tunai sebesar
Rp30.000.000 dari Bank BNI cabang Pondok Kelapa. Pinjaman berlaku untuk
Jangka waktu 5 tahun, bunga 15%/tahun. Bunga dibayarkan 2x setahun
21. Tgl 25/5 : Toko Tambora membayar gaji pegawai Rp 8.500.000
22. Tgl 8/6 : Toko Tambora membayar biaya listrik & telepon Rp 800.000
23. Tgl 25/6 : Toko Tambora membayar gaji pegawai Rp 8.500.000
24. Tgl 8/7 : Toko Tambora membayar biaya listrik & telepon Rp 1.000.000

Susi Retna Cahyaningtyas, Jurusan Akuntansi Page 57


[BUKU AJAR PENGANTAR AKUNTANSI 1 BERBASIS IFRS]

25. Tgl 21/7 : Toko Tambora menjual barang dagangan berupa 40 set unit Stik Golf
@ Rp 4.000.000, kepada “Toko Golf”. Termin 2/10, n/60
26. Tgl 25/7 : Toko Tambora membayar gaji pegawai Rp 8.500.000
27. Tgl 8/8 : Toko Tambora membayar biaya listrik & telepon Rp 1.000.000
28. Tgl 18/8 : Toko Tambora membayar biaya promosi Rp 9.000.000
29. Tgl 25/8 : Toko Tambora membayar gaji pegawai Rp 8.500.000
30. Tgl 8/9 : Toko Tambora membayar biaya listrik & telepon Rp 1.200.000
31. Tgl 16/9 : Toko Tambora membeli 1 set komputer seharga Rp 5.250.000 secara
tunai dari Toko “Jaya Elektronik”. Biaya angkut pembelian sebesar Rp 250.000
32. Tgl 20/9 : Toko Tambora menerima seluruh pelunasan piutang dari “Toko Golf”
33. Tgl 25/9 : Toko Tambora membayar gaji pegawai Rp 9.500.000
34. Tgl 8/10 : Toko Tambora membayar biaya listrik & telepon Rp 1.300.000
35. Tgl 20/10 : Toko Tambora membeli mobil Daihatsu Pick-Up dari PT. Daihatsu
Motor seharga Rp 75.000.000. Pembayaran pertama Rp 20.000.000, sisanya dicicil
tiap bulan beserta bunga 12%/tahun. selama 5 tahun
36. Tgl 21/10 : Toko Tambora membeli barang dagangan secara tunai berupa 30
Raket bulutangkis @ Rp 150.000 dari toko “Mandiri Sport”
37. Tgl 25/10 : Toko Tambora membayar gaji pegawai Rp 9.500.000
38. Tgl 8/11 : Toko Tambora membayar biaya listrik & telepon Rp 1.100.000
39. Tgl 11/11 : Toko Tambora membayar biaya bunga pinjaman ke bank BNI cabang
Pondok Kelapa
40. Tgl 18/11 : Toko Tambora mengembalikan 5 raket bulutangkis ke Toko “Mandiri
Sport”
41. Tgl 20/11 : Toko Tambora membayar cicilan hutang pertama & bunga kepada
PT. Daihatsu Motor
42. Tgl 25/11 : Toko Tambora membayar gaji pegawai Rp 9.500.000
43. Tgl 8/12 : Toko Tambora membayar biaya listrik & telepon Rp 1.300.000
44. Tgl 20/12 : Toko Tambora membayar cicilan hutang kedua & bunga kepada PT.
Daihatsu Motor
45. Tgl 25/12 : Toko Tambora membayar gaji pegawai Rp 9.500.000

Berikut adalah data penyesuaian 31 Desember 2013.

1. Diketahui Persediaan Barang Dagangan Akhir Rp 1.800.000


2. Masih harus dibayar bunga pinjaman kepada bank BNI sebesar Rp 750.000
3. Depresiasi aktiva tetap meliputi :
1. Depresiasi Peralatan : 5 % per tahun
2. Depresiasi Kendaraan : 10 % per tahun
3. Depresiasi Bangunan : 10 % per tahun
4. Sampai dengan tanggal 31 Desember 2013, saldo perlengkapan ternyata hanya
sebesar Rp 1.100.000

Diminta:

1. Catatlah transaksi yang terjadi pada Toko Tambora ke dalam jurnal khusus
2. Posting ayat jurnal tersebut ke dalam buku besar.
3. Buatlah neraca saldo 31 Desember 2013
4. Buatlah jurnal penyesuaian 31 Oktober 2013
5. Susunlah neraca lajur
Susi Retna Cahyaningtyas, Jurusan Akuntansi Page 58
[BUKU AJAR PENGANTAR AKUNTANSI 1 BERBASIS IFRS]

6. Buatlah laporan keuangan (Laporan Laba Rugi, Laporan Perubahan Modal, dan
Neraca)
7. Buatlah jurnal penutup yang diperlukan pada 31 Oktober 2013 dan neraca saldo
setelah penutupan
8. Buatlah jurnal pembalik yang diperlukan

3. Transaksi yang terjadi selama Bulan Maret 2012 pada PD. Taman Indah antara
lain sebagai berikut :
1. Pada tanggal 1 Maret 2012 Tuan Adi menyetorkan uang ke dalam PD. Taman
Indah sebesar   Rp. 500.000.000 sebagai setoran modal.
2. Pada tanggal 5 Maret 2012 perusahaan membeli sebuah mobil seharga Rp.
150.000.000 secara tunai.
3. Pada tanggal 5 Maret 2012 dibeli barang dagangan dari PT. Mulia Indah seharga
Rp. 1.000.000, dengan syarat 2/10, n/30
4. Pada tanggal 8 Maret 2012 dijual barang dagangan secara kredit kepada CV.
Rahayu Jaya seharga Rp. 500.000, dengan syarat 2/10, n/30. Harga pokok
penjualan barang tersebut adalah Rp. 250.000.
5. Pada tanggal 10 Maret 2012 barang dagangan yang dibeli pada tanggal 5 Maret
2012 , sebagian diantaranya dikembalikan kepada penjual karena rusak. Harga
barang-barang dagangan yang dikembalikan tersebut seharga Rp. 300.000.
6.  Pada tanggal 14 Maret 2012 melunasi barang dagangan yang dibeli pada tanggal
5Maret 2012.
7.  Pada tanggal 17 Maret 2012 membayar premi asuransi untuk 1 tahun sebesar Rp.
500.000.
8.  Pada tanggal 17 Maret 2012 diterima kembali sebagian barang dagangan yang
dijual pada tanggal 8 Maret 2012 karena rusak sebesar Rp. 450.000. Harga pokok
barang tersebut adalah Rp. 200.000.
9. Pada tanggal 18 Maet 2012 diterima pembayaran dari CV. Rahayu Jaya sebagai
pelunasan atas transaksi penjualan tanggal 8 Maret 2012.
10. Pada tanggal 26 Maret 2012 dibayar gaji karyawan sebesar Rp. 1.000.000.
11. Pada Tanggal 30 Maret 2012 Pemilik mengambil uang perusahaan untuk
keperluan pribadi sebesar Rp. 200.000.

Adapun Data Penyesuaian yang dilakukan perusahaan pada akhir periode bulan
Maret 2012 antara lain sebagai berikut :
Susi Retna Cahyaningtyas, Jurusan Akuntansi Page 59
[BUKU AJAR PENGANTAR AKUNTANSI 1 BERBASIS IFRS]

a. Persediaan barang dagangan per 31 Maet 2012 Rp. 6.000.000


b. Beban Asuransi yang telah terbayar untuk tanggal bulan Maret 2012.
c. Gaji karyawan yang masih harus dibayar sebesar Rp. 300.000
d. Depresiasi kendaraan 10% setahun

DIMINTA :

1. Buatlah Jurnal Umum yang diperlukan berdasarkan transaksi tersebut


2. Susunlah Buku Besar, Neraca Saldo sebelum penyesuaian
3. Buatlah Jurnal Peyesuaian berdasarkan data penyesuaian untuk akhir periode
bulan Maret 2012
4. Susunlah Neraca Lajur/Kertas Kerja
5. Buatlah Laporan Keuangan PD. Taman Indah untuk periode 31 Maret 2012 :
 Laporan Laba/Rugi
 Laporan Perubahan Modal
 Neraca

4. Perusahaan dagang

PT. Betamart memiliki data serta transaksi selama bulan desember 2013 sebagai
berikut :

Nama akun Debit kredit


Kas 75.000.000
Piutang dagang 9.500.000
Perlengkapan kantor 78.000
Persediaan barang dagang 15.500.000
Sewa dibayar dimuka 1.000.000
Peralatan kantor 6.125.000
kendaraan 34.300.000
Hutang dagang 8.750.000
Modal 100.000.000
Penjualan 257.703.000
Pembelian 175.800.000

Susi Retna Cahyaningtyas, Jurusan Akuntansi Page 60


[BUKU AJAR PENGANTAR AKUNTANSI 1 BERBASIS IFRS]

Beban penyusutan kendaraan 7.700.000


Beban penyusutan peralatan 1.375.000
Beban gaji 25.700.000
Beban perlengkapan 3.375.000
Beban sewa 11.000.000
Total 366.453.000 366.453.000

1 desember2013 PT. Betamart membeli barang dagang dari PT. Sigma sebesar
Rp 15.000.000,00 secara kredit dengan syarat 2/10, n/30

4 desember 2013 membeli perlengkapan kantor sebesar Rp 500.00 secara tunai

6 desember 2013 menjual barang dagang kepada PT jaya murni dengan harga Rp
10.500.000 secara tunai

8 agustus 2013 mengembalikan barang dagang yang dibeli pada tanggal 1


desember 2013 sebesar Rp 1.500.000 karena tidak sesuai
dengan spesifikasi.

11 desember 2013 melunasi hutang kepada PT. Sigma atas pembelian tanggal 1
desember 2013.

13 desember 2013 menjual barang dagang kepada PT. Sumber Ayu sebesar Rp
7.500.000,00 secara kredit dengan syarat 1/10, n/30.

16 desember 2013 menerima pelunasan piutang dari PT. Sumber Ayu.

27 desember 2013 membayar gaji karyawan bulan desember sebesar Rp


2.500.000,00

30 desember 2013 mebeli barang dagang dari PT. Bulan sebesar Rp 5.000.000,00
secara kredit dengan syarat 2/10, n/30 FOB Destination Point.
Sampai tanggal 31 desember, barang dagang tersebut belum
diterima oleh PT. Betamart.

Buatlah jurnal umum sampai dengan neraca saldo. Berikut adalah data
penyesuaian PT. Betamart pada bulan desember 2013 :

Susi Retna Cahyaningtyas, Jurusan Akuntansi Page 61


[BUKU AJAR PENGANTAR AKUNTANSI 1 BERBASIS IFRS]

a. Persediaan barang dagang per 31 desember 2013 adalah sebesar Rp 33.760.000


b. Perlengkapan yang tersisa pada tanggal 31 desember 2013 adalah Rp 125.000.000
c. Beban penyusutan kendaraan dan peralatan kantor adalah masing-masing sebesar
Rp 700.000 dan Rp 125.000
d. Tiap bulan sewa dibayar dimuka dialokasi ke beban sewa sebesar Rp 1.000.000,00
sampai dengan bulan desember 2013 (berakhirnya masa sewa kantor)

Buatlah AJP sampai laporan keuangan.

5. Perusahaan Dagang Amirza pada tanggal 31 Desember 2000 mempunyai neraca


saldo dan informasi keuangan lain sebagai berikut :

Perusahaan Dagang Amirza


Neraca Saldo
31 Desember 2000
Kas Rp 570.000.000
Piutang wesel Rp 200.000.000
Piutang dagang Rp 820.000.000
Persediaan barang dagangan Rp 2.130.000.000
Asuransi dibayar dimuka Rp 86.000.000
Persediaan Perlengkapan Rp 24.000.000
Gedung Rp 2.700.000.000
Akumulasi depresiasi gedung Rp 620.000.000
Peralatan Rp 920.000.000
Akumulasi depresiasi Rp 210.000.000
Utang dagang Rp 785.000.000
Utang Hipotik Rp 900.000.000
Modal, Tuan Amirza Rp 5.485.000.000
Penjualan Rp 12.000.000.000
Retur dan potongan penjualan Rp 380.000.000
Potongan tunai penjualan Rp 220.000.000
Pembelian Rp 9.840.000.000
Potongan tunai pembelian Rp 190.000.000
Biaya pengangkutan pembelian Rp 140.000.000
Biaya Gaji Rp 1.670.000.000
Biaya Pemeliharaan Rp 150.000.000
Biaya lain-lain Rp 340.000.000

Rp 20.190.000.000 Rp 20.190.000.000

Informasi tambahan :
a. Persediaan barang dagangan pada akhir tahun berjumlah Rp 3.570.000.000

Susi Retna Cahyaningtyas, Jurusan Akuntansi Page 62


[BUKU AJAR PENGANTAR AKUNTANSI 1 BERBASIS IFRS]

b. Gaji bulan desember yang belum dibayarkan berjumlah Rp 50.000.000


c. Pemeriksaan yang dilakukan terhadap polis asuransi menunjukkan bahwa asuransi
dibayar dimuka yang tersisa pada akhir tahun berjumlah Rp 46.000.000
d. Persediaan perlengkapan pada akhir tahun berjumlah Rp 10.000.000
e. Depresiasi untuk gedung ditaksir sebesar Rp 270.000.000 dan untuk peralatan
ditaksir berjumlah Rp 50.000.000

Diminta :

1. Buatlah neraca lajur untuk tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2000
2. Atas dasar neraca lajur di atas, lakukanlah hal-hal berikut :
a. Buatlah jurnal pemyesuaian yang diperlukan
b. Buatlah laporan laba rugi untuk tahun yang berakhir tanggal 31 Desember
2000
c. Buatlah neraca per 31 Desember 2000
d. Buatlah jurnal penutup

6. Perusahaan dagang

Pada akhir bulan januari 2011, perusahaan dagang Lambada mempunyai


neraca saldo sebagai berikut :

Perusahan Dagang Lambada


Neraca Saldo
31 Januari 2011
Kas 64.000
Piutang dagang 190.900
Persediaan Barang Dagang 654.000
Persediaan Perlengkapan 27.000
Gedung 1.950.000
Akm. Depresiasi Gedung 360.000
Peralatan 456.000
Akm. Depresiasi Peralatan 58.000
Utang Dagang 283.000
Utang Gaji
Utang Bunga
Pendapatan Diterima Di Muka 65.600
Utang bank jk panjang 870.000
Modal 1.449.800
Prive 92.000
Penjualan 1.779.700
Retur dan Potongan Penjualan 81.400
Potongan Tunai Penjualan 73.000
Pemebelian 1.030.000
Potongan Tunai Pembelian 42.300
Retur dan Potongan Pembelian 26.000
Susi Retna Cahyaningtyas, Jurusan Akuntansi Page 63
[BUKU AJAR PENGANTAR AKUNTANSI 1 BERBASIS IFRS]

Biaya Penjualan 215.500


Biaya Umum 100.600
Biaya Bunga
4.934.400 4.934.400
Informasi tambahan :

1. Persediaan barang dagangan yang ada pada akhir tahun berjumlah Rp 607.200.000
2. Gaji bulan Januari yang belum dibayarkan berjumlah Rp 11.500.000
3. Perlengkapan yang digunakan pada periode ini berjumlah Rp 15.000.000. Separuh
diantaranya digunakan oleh bagian penjualan dan separuh lainnya digunakan oleh
bagian umum
4. Depresiasi untuk gedung ditentukan sebesar Rp 40.000.000 dan untuk peralatan
sebesar Rp 48.000.000. Seperempat dari biaya depresiasi ini dibebannkan ke biaya
penjualan dan sisanya dibebankan ke biaya umum
5. Bunga yang terutang pada akhir periode berjumlah Rp 78.000.000
6. Pendapatan diterima di muka pada akhir Januari berjumlah Rp 12.000.000

Diminta :

Buatalah rekening T untuk seluruh rekening yang tercantum dalam neraca


saldo

Buatlah neraca lajur

1. Susunlah Laporan Keuangan (Laporan L/R, Laporan Perubahan Modal, dan


Neraca)
2. Buatlah jurnal penyesuaian dan jurnal penutup
3. Postinglah jurnal penyesuaian dan jurnal penutup ke dalam rekening terkait.

7. PERUSAHAAN DAGANG
“PERUSAHAAN DAGANG TANPA NAMA”
NERACA SALDO
30 NOVEMBER 2011

Akun Debit kredit


Kas Rp 11.500.000
Piutang dagang Rp 27.500.000
Persediaan barang dagangan Rp 3.400.000
Asuransi dibayar dimuka Rp 3.000.000
perlengkapan Rp 2.000.000
Tanah Rp 80.000.000
Gedung Rp 100.000.000
Akumulasi depresiasi gedung Rp 100.000.000
Uatang dagang Rp 38.500.000
Modal Rp 138.900.000

Susi Retna Cahyaningtyas, Jurusan Akuntansi Page 64


[BUKU AJAR PENGANTAR AKUNTANSI 1 BERBASIS IFRS]

Rp 277.400.000 Rp 277.400.000

Rincian piutan dagang

Nama pelanggan Jumlah


Toko Melati Rp 7.500.000
Toko sejati Rp 15.000.0000
Toko keluarga Rp 5.000.000
Rincian utang dagang

Nama pemasok Jumlah


PT Arji Rp 20.000.000
PT Rohani Rp 18.500.0000

Berikut transaksi yang terjadi selama bulan Desember 2011 :

Des 3. Diterima pembayaran pelunasan piutang oleh Toko Melati.

3. Dibeli barang dagang secara tunai Rp 3.800.000

4. Diterima pembayaran piutang dari Toko Sejati

5. Dibayar hutang kepada PT Rohani Rp 10.000.000

5. Dijual barang dagang kepada Toko Melati 1.400.000 dengan syarat 2/10
n/30

10. Penjualan tunai periode 2-10 des Rp 5.000.000

11. Dilunasi hutang kepada PT Rohani.

11. Diterima pelunasan piutang oleh Toko Melati dan Toko Keluarga

13. Dibeli barang dagang secara kredit kepada PT Rohani Rp 20.000.000


dengan syarat 3/10;n/30

14. Di keluarkan nota debit no.1 kepada PT Rohani Rp 400.000. atas transaksi
tanggal 13 Desember karena barangnya rusak.

18. Dibayar gaji karyawan selama 2 minggu 5.000.0000

19. Dilunasi hutang kepada PT Arji

22. Penjualan tunai periode 11-22 des Rp 20.500.000

24. Dibeli barang dagang secara tunai Rp 14.000.000

26. Dijual barang kepada Toko Sejati Rp 6.000.000 dengan syarat 2/10 ; n/30
Susi Retna Cahyaningtyas, Jurusan Akuntansi Page 65
[BUKU AJAR PENGANTAR AKUNTANSI 1 BERBASIS IFRS]

29. Dibayar biaya air, listrik, dan telephon Rp 800.000

31. Penjualan tunai periode 23-31 des Rp 6.800.000

Penyesuaian :

1. Prsediaan barang dagangan per 31 Desember adalah Rp 1.500.000


2. Gaji pegawai yang masih harus dibayar per 31 Desember Rp 2.500.000
3. Asuransi dibayar di muka per 31 Desember sebesar Rp 1.500.000
4. beban penyusutan Rp 2.000.000
5. perlengkapan yang terpakai Rp 900.000

Diminta Buatlah

1. Jurnal umum
2. Buku besar
3. Neraca saldo
4. Jurnal penyesuaian
5. Kertas kerja
6. Laporan keuangan
7. Jurnal penutup dan pembalik

8. Perusahaan Dagang

PD Beauty merupakan perusahaan dagang yang bergerak dalam bidang jual


beli alat kecantikan. Usaha ini mulai beroperasi awal tahun 2010. Berikut adalah
neraca saldo akhir bulan Maret 2010.

PD Beauty
Neraca Saldo
Per Maret 2010

Akun D K
Kas Rp 7.500.000
Piutang dagang Rp 2.400.000
Persediaan Barang Dagang Rp 11.500.000
Asuransi Dibayar dimuka Rp 360.000
Sewa dibayar dimuka Rp 3.600.000
Perlengkapan kantor Rp 1.000.000
Kendaraan Rp 25.000.000
Akumulasi penyusutan kendaraan Rp 5.000.000
Peralatan toko Rp 10.000.000
Susi Retna Cahyaningtyas, Jurusan Akuntansi Page 66
[BUKU AJAR PENGANTAR AKUNTANSI 1 BERBASIS IFRS]

Akumulasi penyusutan peralatan toko Rp 1.000.000


Utang usaha Rp 4.000.000
Utang bank Rp 12.000.000 Rp 20.000.000
Modal pemilik Rp 31.360.000

Rp 61.360.000 Rp 61.360.000

Daftar saldo buku besar perusahaan yang ada sebagai berikut:

- Daftar sisa piutang per 31 maret 2010.


a. Toko Abadi - Jakarta Rp 800.000
b. Toko Karya Utama - Jogjakarta Rp 1.600.000
Rp 2.400.000

- Daftar sisa utang per 31 maret 2010.


a. Toko Mugi - Jogjakarta Rp 1.200.000
b. CV Berkah - Surabaya Rp 2.000.000
c. PT Wijaya - Bandung Rp 800.000
Rp 4.000.000

Selama bulan April 2010 terjadi transaksi sebagai berikut:

April 1 Diterima dari Toko Abadi – Jakarta sebagai pelunasan sisa utang bulan lalu tanpa
potongan

3 Dijual barang dagangan kepada Toko Astiti – Jakarta Rp 4.000.000 dengan syarat
2/10, n/30

6 Dijual barang dagangan sebesar Rp 800.000 tunai

8 Dibeli barang dagangan dari PT Sandara – Bantul Rp 6.000.000 syarat 3/10, n/30

11 Dibayar kepada Toko Mugi – Jogjakarta sebagai pelunasan bulan lalu tanpa
potongan

12 Diterima pelunasa dari Toko Karya Utama – Jogjakarta sebagai pelunasan utang
bulan Lalu

13 Diterima pelunasan dari Toko Astiti atas transaksi tanggal 3 April 2010

14 Dibayar biaya telepon dan listrik bulan April Rp 4.480.000

15 Dijual barang dagangan sebesar Rp 1.080.000 tunai

Susi Retna Cahyaningtyas, Jurusan Akuntansi Page 67


[BUKU AJAR PENGANTAR AKUNTANSI 1 BERBASIS IFRS]

16 Membeli barang dagangan secara tunai pada Fa Amin – Bantul sebesar Rp


2.000.000

17 Dijual barang dagangan kepada Toko Karya Utama – Jogjakarta dengan syarat
2/10, n/30 sebesar Rp 4.000.000

18 Dilunasi pembelian tanggal 8 April 2010 pada PT Sandara

20 Dijual barang dagangan kepada Toko Karya Utama – Jogjakarta sebesar Rp


4.000.000 syarat 3/10, n/30

21 Menjual barang dagangan secara tunai sebesar Rp 1.200.000

22 Dibeli barang dagangan dari Toko Mugi – Jogjakarta Rp 2.400.000 syarat 3/10,
n/30

24 Dikembalikan sebagian barang dagangan ke Toko Mugi – Jogjakarta karena rusak


sebesar Rp 480.000

25 Dijual barang dagangan kepada Toko Abadi – Jakarta sebesar Rp 3.600.000 syarat
2/10, n/30

26 Dijual barang dagangan kepada Toko Karya Utama – Jogjakarta Rp 2.800.000


syarat 2/10, n/30

27 Diterima pengembalian dari Toko Karya Utama – Jogjakarta atas penjualan


tanggal 26 April 2010 sebesar Rp 400.000

28 Diterima pembayaran dari Toko Karya Utama – Jogjakarta sebagai pelunasan


piutang tanggal 17 April 2010

29 Diterima pembayaran dari Toko Karya Utama – Jogjakarta sebagai pelunasan


piutang tanggal 20 April 2010

30 Dibayar gaji pegawai toko Rp 1.800.000 dan gaji bagian kantor sebesar Rp
1.000.000 untuk bulan April

31 Dijual tunai barang dagangan sebesar Rp 1.160.000

Instruksi:

1) Catatlah transaksi tersebut ke dalam jurnal khusus dan buat rekapitulasinya


2) Buatlah buku besar pembantu piutang dan utang serta daftar sisa piutang dan
utang
3) Buat buku besar utama dari masing-masing akun dan susunlah neraca saldo akhir
periode April 2010
4) Buatlah penyesuaian di akhir periode dengan data berikut ini:
a. Persediaan barang dagangan tersisa Rp 12.000.000
b. Asuransi dibayar dimuka tersebut dibayar tanggal 1 Januari 2010 untuk 1 tahun
Susi Retna Cahyaningtyas, Jurusan Akuntansi Page 68
[BUKU AJAR PENGANTAR AKUNTANSI 1 BERBASIS IFRS]

c. Sewa dibayar dimuka untuk 1 tahun dibayar tanggal 1 April 2010


d. Beban umum terutang Rp 250.000
e. Perlengkapan kantor yang terpakai sinilai Rp 750.000
5) Buat kertas kerja 10 kolom dan susunlah laporan keuangan ( laporan HPP, L/R,
Perubahan Modal, dan Laporan Posisi Keuangan)
6) Buatlah jurnal penutup yang sesuai per 30 April 2010 kemudian susunlah neraca
penutupan per 30 April 2010

9. Soal Latihan AKUNTANSI UNTUK PERUSAHAAN DAGANG


Berikut ini adalah transaksi-transaksi dari PT. Evergray Corporation selama
bulan Maret 2008 yang terkait dengan pembelian dan penjualan barang dagangan:

3 Maret Membeli barang dagangan secara tunai sebanyak 1.000 unit dengan
harga Rp.15.000.- per unit dan membayar ongkos angkut sebesar Rp.
150.000.

4 Maret Membeli barang dagangan secara kredit dari PT. Coerce sebanyak 900
unit dengan harga Rp.2000.- per unit. Credit term 1/15, n/30 dan
membayar ongkos angkut sebesar Rp.100.000.-

5 Maret Menjual barang dagangan secara kredit sebanyak 500 unit. Total harga
jual sebesar Rp.10.000.000.- dengan syarat pengangkutan FOB
shippimg point dan credit term yang berlaku adalah 2/15, n/30.

6 Maret Membeli barang dagangan secara kredit sebanyak 1.000 unit dengan
total harga sebesar Rp.20.000.000.-. Syarat pengangkutan adalah FOB
destination point dengn credit term 1/10, n/30.

7 Maret Mengembalikabarang dagangan yang telah dibeli pada tanggal 3 dan 6


Maret yang lalu, masing-masing sebanyak 250 unit dan 300 unit.

11 Maret Membayar hutang atas transaksi pembelian barang dagangan yang


telah dilakukan padda tanggal 6 Maret yang lalu.

12 Maret Membeli barang dagangan secara kredit dari PT. Interland sebanyak


2000 unit dengan harga Rp. 2.500.- per unit. Syarat pengangkutan
adalah FOB shipping point dengan credit term 2/15, n/45. Ongkos
angkut yang dibayarkan adalah sebesar Rp. 100.000.-.

14 Maret Menerima pengembalian atas barang dagangan yang telah dijual pada
tanggal 5 Maret yang lalu sebanyak 100 unit.

15 Maret Menjual barang dagangan secara tunai sebanyak 800 unit debgab total
nilai sebesar Rp. 25.000.000.- dengan perincian 250 unit dari barang
dagangan yang dibeli pada tanggal 3 Maret dan sisanya yang dibeli

Susi Retna Cahyaningtyas, Jurusan Akuntansi Page 69


[BUKU AJAR PENGANTAR AKUNTANSI 1 BERBASIS IFRS]

pada tanggal 6 Maret. Dalam hal ini, perusahaan harus menanggung


dan membayar ongkos kirim ke gudang pembeli sebesar Rp. 100.000.-.

17 Maret Membayar hutang atas transaksi pembelian barang dagangan yang


telah dilakukan pada tanggal 4 Maret yang lalu.

20 Maret Menerima bayaran atas transaksi penjualan yang dilakukanpada


tanggal 5 Maret.

20 Maret Menjual barang dagangan secara tunai kepada PT. Haili sebanyak 1000
unit dengan harga Rp. 2000.- per unit. Syarat pengangkutan adalah
FOB destination point. Ongkos angkut yang dibayarkan sebesar Rp.
120.000.-.

22 Maret PT. Haili mengembalikan barang ddagangan sebanyak 50 unit.

25 Maret Melakukan pembayaran kepada PT. Interland.

25 Maret Membeli secara kredit1000 unit barang dagangan sebesar Rp.


2.100.000.-. Syarat pengangkutan adalah FOB shipping point dengan
credit term 1/10, n/30. Ongkos angkut sebesar Rp. 100.000.- dibayar
terlebih dahulu oleh penjual.
Diminta:    Buatlah aat jurnal yang diperlukan untuk mencatat transaksi –
transaksi di atas pada pembukuan PT. Evergray Corporation, jika perusahaan
menggunakan physical (periodic) method dalam mencatat persediaannya!

10. TRANSAKSI PADA PERUSAHAAN DAGANG

Transaksi Perusahaan Dagang

Berikut ini neraca awal UD. Makmur Sentosa dengan alamat Jalan Mayor
Ruslan No.42 Palembang. Telp. 0711-444897. Periode Akuntansi adalah 1 Januari
2006 s/d 31 Desember 2006. Jenis Perusahaan Dagang/ Retail yang menjual Audio
Visual.

UD. Makmur Sentosa

NERACA

Per 1 Januari 2006

No. Akun Jumlah No. Akun Jumlah


Rek Rek
1-0000 Aktiva 2-0000 Hutang
1-1000 Aktiva Lancar 2-1000 Hutang Jangka Pendek
1-1110 Kas 85.000.000 2-1200 Hutang Dagang 12.000.000

Susi Retna Cahyaningtyas, Jurusan Akuntansi Page 70


[BUKU AJAR PENGANTAR AKUNTANSI 1 BERBASIS IFRS]

1-1120 Kas Bannk BCA 25.000.000


1-1200 Piutang Dagang 15.000.000 2-2000 Hutang Jangka
Panjang
1-1400 Iklan Dibayar 1.200.000 2-2100 Hutang Bank 25.000.000
Dimuka
1-1500 Perlengkapan 500.000 Total Hutang 37.000.000
1-1800 Pers. Barang 50.000.000
Dagangan
Jumlah Aktiva 176.700.00 3-0000 Modal
Lancar
3-1100 Modal Pemilik 250.000.000
1-2000 Aktiva Tetap 3-8000 Laba Ditahan 67.700.000
1-2100 Tanah 150.000.000
1-2300 Bangunan 40.000.000
1-2310 Akum. Penyusutan (12.000.000
Bangunan )
Jumlah Aktiva 178.000.000
Tetap
Total Aktiva 354.700.000 Total Pasiva 354.700.000

Transaksi yang terjadi pada UD. Makmur Sentosa selama bulan Januari
adalah:

1/1 Dibeli barang dagangan secara kredit dari PT. Bintang seharga Rp.
160.000.000 dengan syarat 2/10,n/30.

2/1 Dijual barang dagangan kepada Tn.Andi Rp.50.000.000 dengan syarat


1/10,n/30.

4/1 Dijual barang dagangan kepada Tn.Bambang Rp.80.000.000 syarat 2/10,n/30.

4/1 Dikembalikan barang yang dibeli tgl.1/1 seharga Rp.20.000.000.

5/1 Dibayar biaya asuransi untuk enam bulan ke depan sebesar Rp 6.000.000,00.

8/1 Dibayar seluruh utang kepada PT.Bintang untuk pembelian barang dagangan
yang dilakukan tgl. 1/1.

9/1 Diterima retur penjualan tgl. 4/1 Rp.10.000.000 karena rusak.

11/1 Diterima pelunasasn dari Tn Andi atas transaksi tgl. 2/1 melalui bank BCA

12/1 Dibeli barang dagangan dari Firma Mandala Rp.60.000.000 syarat 5/10,n/30.

13/1 Diterima pembayaran dari Tn Bambang atas pelunasan tgl. 4/1.

15/1 Dibeli perlengkapan seharga Rp. 9.000.000 termin 1/10,n/30.

16/1 Dibayar biaya pengangkutan untuk pembelian barang dagangan tgl/ 12/1

Susi Retna Cahyaningtyas, Jurusan Akuntansi Page 71


[BUKU AJAR PENGANTAR AKUNTANSI 1 BERBASIS IFRS]

Rp.6.000.000.

18/1 Dijual brg.dagangan kepada Cv.Tiara Rp. 60.000.000 diterima tunai Rp.
20.000.000 sisanya dilunasi selama 14 hari.

20/1 Dijual barang dagangan tunai Rp. 40.000.000

22/1 Dibayar utang kepada Firma Mandala untuk pembelian barang tgl. 12/1.

25/1 Dibayar biaya gaji (6-1200) karyawan tunai Rp.2.500.000

30/1 Dibayar biaya operasional (6-1100) tunai Rp. 10.000.000

31/1 Nilai Persediaan Akhir (5-2000) pada akhir bulan Januari adalah sebesar Rp.
60.000.000.

31/1 Rekening listrik & telepon sebesar Rp 600.000,00 akan dibayar bulan
Februari.

Diminta:

1. Catatlah transaksis diatas ke dalam jurnal khusus!


2. Posting transaksi ke dalam buku besar!
3. Susunlah jurnal penyesuaian yang diperulukan!
4. Buat kertas kerja!
5. Susun laporan keuangan utuk 31 Januari 2006!

11. Soal Perusahaan Dagang


Setelah lulus dari sekolahnya Farhan membuka usaha mimi market, berikut
ini transaksi selama bulan pertamanya.
1 April Farhan menginvestasikan bangunan seharga Rp 12.000.000,-, peralatan
seharga Rp 6.000.000,-, dan uang tunai Rp 1.000.000,- untuk mulai
usaha mini market
2 April untuk memenuhi kebutuhan uang tunainya, Farhan minjam uang dari
bank sebesar Rp 3.000.000,- dengan suku bunga 12%/tahun, diangsur
12 kali
3 April dalam rangka mempublikasikan keberadaan mini marketnya Farhan
membayar Rp 75.000,- untuk iklan 3 bulan di suatu media massa lokal
4 April membeli alat bungkus Rp 200.000,- dari Fa Kompak secara kredit
5 April membeli barang dagang secara kredit dari CV.Melati sebesar
Rp2.000.000 dengan termin 4/10, n/30
6 April membeli barang dagang secara tunai dari UD.Mawar Rp2.000.000,-
dengan biaya angkut pembelian Rp 20.000,-
7 April membeli barang dagang sejumlah Rp 4.000.000 dari PT.Kamboja ,
dengan perincian RP 1.500.000,- tunai an sisanya kredit, dengan syarat
4/10,EOM

Susi Retna Cahyaningtyas, Jurusan Akuntansi Page 72


[BUKU AJAR PENGANTAR AKUNTANSI 1 BERBASIS IFRS]

10 April dikirim pesanan ke UD Ciliwung Rp 2.500.000,-, atas penjualan tunai.


Adapun beban angkut penjualan RP 25.000,-
11 April dikembalikan barang dagang sebesar Rp500.000,- kepada CV.Melati
karena barang tersebut tidak sesuai dengan spesifikasi yang diminta
13 April CV.Musi membeli barang dagang sebesar Rp 3.000.000,- dengan
perincian Rp 2.000.000 tunai dan sisanya kredit dengan termin
2/10,n/30
14 April membayar hutang pada CV.Melati
15 April membayar beban Listrik Rp 20.000,-
17 April dikirim pesanan ke PT.Kapuas Rp 1.500.000,- , atas penjualan kredit
dengan termin 2/10,EOM. Adapun beban angkut penjualan Rp25.000,-
tunai
20 April membayar beban telepon Rp 40.000,-
22 April diterima pembayaran dari CV.Musi
25 April menjual sisa-sisa kardus (kertas bekas) Rp 30.000,-
30 April Farhan megambil uang tunai Rp 300.000,- untuk kepentingan pribadi
Keterangan Lain :
 Persediaan barang dagang di gudang masih Rp 2.110.000,-
 Bangunan disusutkan 20 tahun tanpa nilai residu
 Peralatan disusutkan 10 tahun tanpa nilai residu
 Persediaan alat bungkus masih Rp 150.000,-
 Persekot iklan terpakai 1 bulan
 Bunga bank untuk April Rp 30.000,-
Dari transaksi tersebut buatlah jurnal khusus nya.

Susi Retna Cahyaningtyas, Jurusan Akuntansi Page 73


[BUKU AJAR PENGANTAR AKUNTANSI 1 BERBASIS IFRS]

DAFTAR PUSTAKA

Martani Dwi, Sylvia Veronica NPS, Ratna Wardhani, Aria Farahmita, Edward
Tanuwijaya, 2012, Akuntansi Keuangan Menengah berbasis PSAK, buku 1, Jakarta,
Salemba Empat
Reeve M James, Carl S. Warren, Jonathan E.Duchac, Ersa Tri Wahyuni, Gatot
Soepriyanto, Amir Abadi Yusuf., dan Chaerul D. Djakman, 2010, Pengantar Akuntansi
Adaptasi Indonesia Buku 1, Jakarta : Salemba Empat
Slamet Sugiri, 2006, Pengantar Akuntansi 1, Yogyakarta: UPP AMP YKPN.
Soemarso S.R, 2009, Akuntansi Suatu Pengantar edisi Revisi, Jakarta: Salemba Empat.
Sutrisno, Akuntansi, Proses Penyusunan laporan Keuangan, 2006, Yogyakarta, Ekonisia,
Fakutas Ekonomi UII
Warsono Sony bin Hardono, Irene Natalia, 2011, Akuntansi Pengantar 1 Adaptasi IFRS,
Yogyakarta: AB Publisher.ren S Carl, James
Warren S Carl, James M. Reeve, Jonathan E. Duchac, Novrys Suhardianto, Devi Sulistyo
Kalanjati, Amir Abadi Jususf, Chaerul D.Djakman, Pengantar Akuntansi Adaptasi
Indonesia (berbasis PSAK terbaru), Jakarta, Salemba Empat
Yusuf Al Haryono. 2004, Dasar – Dasar Akuntansi, Yogyakarta: STIE YKPN.
www.free-power-point-templates.com
www.themegallery.com
www.bsi.ac.id

Susi Retna Cahyaningtyas, Jurusan Akuntansi Page 74

Anda mungkin juga menyukai