Anda di halaman 1dari 49

LAPORAN

PRAKTIKUM JARINGAN KOMPUTER

MODUL I

“PENGENALAN PERANGKAT CISCO ROUTER”

Disusun oleh :

NAMA : SYAHRAENI SYAM


STAMBUK : 322 18 075
KELAS : 3C

PROGRAM STUDI D3 TEKNIK TELEKOMUNIKASI


JURUSAN TEKNIK ELEKTRO
POLITEKNIK NEGERI UJUNG PANDANG
TAHUN AKADEMIK 2020/2021
PENGENALAN PERANGKAT CISCO ROUTER

I. Tujuan
1. Mahasiswa dapat mengenal peralatan router Cisco.
2. Mahasiswa dapat mengetahui perintah-perintah dasar pada Command Line Interface
(CLI).
3. Mahasiswa dapat mengkonfigurasi router Cisco.

II. Teori Dasar


1. Pengertian Cisco
Cisco adalah sebuah merek perusahaan yang bergerak dibidang jaringan baik
circuit switching maupun packet switching. Produk-produk dari CISCO antara lain
switch, router, wireless, firewall, server, VoIP. Berikut adalah contoh jenis
perangkat cisco.

Cisco router adalah peralatan utama yang banyak digunakan pada jaringan area
luas atau Wide Area Network (WAN). Dengan cisco router, informasi dapat
diteruskan ke alamat-alamat yang berjauhan dan berada di jaringan komputer yang
berbeda. Cisco router bertujuan untuk dapat meneruskan paket data dari suatu LAN
ke LAN lainnya dengan menggunakan tabel dan protocol routing yang berfungsi
untuk mengatur lalu lintas data.
Paket data yang tiba di router diperiksa dan diteruskan ke alamat yang dituju.
Agar paket data yang diterima dapat sampai ke tujuannya dengan cepat, router harus
memproses data tersebut dengan sangat tepat.
2. Bagian-bagian Perangkat Router Cisco
Router berfungsi sebagai penghubung antar dua atau lebih jaringan untuk
meneruskan data dari satu jaringan ke jaringan lainnya. Router memiliki bagian-
bagian yang hampir mirip dengan PC. Bagian-bagian dari router adalah :
a. CPU (Central Processing Unit): untuk memproses lalu lintas data dengan cepat
b. RAM: untuk menyimpan konfigurasi yang sedang berjalan (running
configuration) dan sistem operasi IOS yang aktif, menyimpan routing table,
menangani cache ARP, menangani fast-swtiching cache, menyediakan memori
sementara utk konfigurasi file, menangani paket buffer, mengelola antrian paket.
c. NVRAM (Non Volatile RAM): untuk menyimpan konfigurasi start-up (start-up
configuration). Isinya akan tetap ada walaupun router kehilangan power.
d. FLASH MEMORY: menyimpan IOS (Operating System Image). Memory ini
bisa menyimpan berbagai versi software IOS.
e. ROM: untuk menyimpan sistem bootstrap yang berfungsi untuk mengatur proses
dan menjalankan Power On Self Test (POST) dan IOS Image.
f. INTERFACE: merupakan komponen eksternal dari suatu router yang akan
menunjang router agar dapat bekerja dengan baik.
3. Cara konfigurasi perangkat router Cisco
Cisco dapat dikonfigurasi melalui 3 cara:
1. Console : menggunakan cable console yang dihubungkan melalui serial port dan
menggunakan aplikasi Hyperterminal atau Minicom
2. Telnet : melalui Jaringan, tetapi cara ini harus terlebih dahulu mengaktifkan
IPaddress, Telnet login di Cisco device
3. AUX : CISCO dihubungkan dengan modem, kemudian diremote akses melalui
jalur PSTN
4. Jenis kabel yang sering digunakan pada router Cisco
a. Kabel Console
Kabel Console atau biasa juga disebut dengan kabel Cisco atau kabel Rollover
adalah sebuah jenis kabel null-modem yang sering digunakan untuk
menghubungkan port serial pada komputer dengan port console pada router. Pada
saat terhubung, anda dapat mengakses perangkat router dengan menggunakan
aplikasi komunikasi serial seperti: HyperTerminal, Minicom, Putty.
Kabel Console umumnya berwarna biru dengan konektor DB-9 disisi satu dan
konektor RJ-45 disisi lainnya, seperti pada gambar dibawah:

Pada saat menyambungkan kabel console, ujung konektor RJ-45 dihubungkan


ke port console dari perangkat cisco, sedangkan ujung konektor serial
dihubungkan ke port RS-232 pada PC. Pada aplikasi Cisco Packet Tracer anda
dapat menemukan kabel Console pada Connection dengan icon berwarna biru
dan pada saat dihubungkan maka akan membentuk garis melengkung dengan
warna biru, seperti pada gambar berikut:

b. Kabel Straight
Kabel Straight merupakan jenis kabel yang umumnya digunakan untuk
menghubungkan dua tipe perangkat yang berbeda, misalnya menghubungkan
komputer dengan switch atau hub.
Kabel Staright dapat dikenali dengan melihat kedua ujung sisi konektor,
apabila susunan warnanya sama maka kabel tersebut adalah kabel Straight.
Pada aplikasi Cisco Packet Tracer anda dapat menemukan kabel Straight pada
Connection dengan bentuk dan simbol garis utuh berwarna hitam, seperti pada
gambar dibawah:

c. Kabel Crossover
Kabel Crossover merupakan jenis kabel yang umumnya digunakan untuk
menghubungkan dua tipe perangkat yang sama, misalnya menghubungkan dua
hub-hub atau switch-switch.
Kabel Crossover dapat dikenali dengan melihat kedua ujung sisi konektor,
apabila susunan warnanya berbeda maka kabel tersebut adalah kabel Crossover.
Pada aplikasi Cisco Packet Tracer anda dapat menemukan kabel Cross pada
Connection dengan bentuk dan simbol berupa garis putus-putus berwarna hitam,
seperti pada gambar dibawah:

5. Perintah-perintah dasar Cisco router


Konfigurasi awal (start-up Configuration) adalah suatu file yang berguna
untuk menentukan bagaimana Cisco router diatur pada saat boot. Jadi boleh
dkatakan file konfigurasi awal ini mirip seperti file autoexec.bat pada DOS yang
berguna untuk mengatur suatu komputer pada saat boot. Umumnya ketika
pertama kali router dihidupkan, router tersebut belum mempunyai konfigurasi
awal. Untuk membuat konfigurasi awal, Cisco router dilengkapi dengan tiga cara
sebagai berikut :
§ Dengan suatu system configuration dialog, yang secara otomatis akan
membantu dalam membuat konfigurasi awal bagi peralatan router yang
belum memiliki konfigurasi awal sewaktu router dihidupkan. Setelah sistem
konfiguration dialog muncul di layar, kemudian mengisi pertanyaan yang
diberikan sesuai dengan kebutuhan. Misalnya : nama router, password,
banner, IP address dll.
§ Dengan Autoinstall, dimana router mendapatkan konfigurasi awal dari
TCP/IP host yang sudah berfungsi di suatu jaringan WAN.

§ Dari configuration mode, dengan menggunakan perintah-perintah Command-


Line Interface (CLI).
Cisco router mendukung auto complete artinya kita diperbolehkan mengetik
sebagian dari perintah command yang tersedia. Seperti:
Router#configure terminal
Dapat diketik dengan
Router#config t

Tanda “?” digunakan untuk mencari bantuan. Bila perintah “?” diketik setelah
tanda prompt, maka akan muncul daftar perintah-perintah yang dapat digunakan
di tingkat tersebut. Bila perintah “?” diketik setelah spasi dari suatu perintah
yang telah diketik, ia akan memberikan bantuan dengan memberikan daftar
perintah atau parameter berikutnya yang perlu diketikkan untuk melengkapi
perintah tersebut.
Router>?
Exec commands :
Connect open a terminal connection
Disable Turn off privileged commands
Disconnect Disconnect an existing network connection Router>telnet ?
WORD IP address or hostname of a remote system <cr>

Command perintah cisco dapat diketik lebih mudah dan cepat dengan
memanfaatkan fungsi tombol khusus pada keyboard (shortcut) seperti:
Panah atas/bawah : Menampilkan perintah sebelumnya dari history buffer
Tombol Tab : Melengkapi suatu perintah yang belum lengkap diketik
Ctrl+A : Memindahkan cursor ke permulaan baris
Ctrl+B : Memindahkan kembali posisi kursor suatu karakter
Ctrl+C : Kembali ke privileged mode
Ctrl+D : Menghapus karakter dimana kursor berada
Ctrl+E : Memindahkan kursor ke akhir baris
Ctrl+U : Menghapus karakter sampai permulaan baris
Ctrl+W : Menghapus data sebelumnya
Ctrl+Z : Kembali ke privileged mode
Cisco IOS mempunyai penerjemah perintah (command interepter) yang
disebut EXEC. Penerjemah perintah EXEC ini menerima perintah yang diketik
oleh pemakai dan mengeksekusi perintah tersebut. Untuk menjaga keamanan
konfigurasi router, EXEC dibagi atas beberapa tingkat-tingkat akses berdasar
kegunaannya.
§ User EXEC Mode, hanya memiliki perintah-perintah terbatas. Biasanya
hanya meliputi perintah-perintah yang bersifat monitoring atau view. User
EXEC tidak mengizinkan user untuk melakukan perubahan konfigurasi pada
router. User EXEC Mode ini ditandai dengan prompt “>”.
Router>
§ Privileged EXEC Mode, berisi perintah-perintah untuk akses ke Router.
Dengan mengetikkan perintah enable dari user exec mode, console akan
meminta memasukkan password jika enable password atau enable secret
password telah dibuat. Setelah itu router akan masuk ke privileged exec mode,
yang ditandai dengan router# prompt. Pada tingkat privileged mode ini
konfigurasi-konfigurasi router dapat diperiksa dan juga bisa masuk ke global
configuration mode.
Router>enable
Router#

Perintah-perintah yang dapat dijalankan pada tingkat ini adalah semua


perintah di user exec mode ditambah dengan perintah-perintah lain, seperti :
v clock: perintah ini untuk men-set waktu dan tanggal router
Router#clock set <hh:mm:ss dd month>
v configure: perintah ini untuk masuk ke global configuration mode untuk
mengkonfigurasi router
Router#configure terminal → untuk masuk ke konfigurasi
global
Router#configure memory → untuk mengkonfigurasi NVRAM
Router#configure net → untuk mengkonfigurasi TFTP server
v Show: merupakan suatu perintah yang sangat penting pada tingkat ini
yang berguna menampilkan berbagi informasi tentang router. Perintah ini
bisa juga digunakan untuk melacak kesalahan. Adapun perintah show
yang sering digunakan sebagai berikut:
Router#show running-config atau disingkat Router#show run
Perintah ini berfungsi untuk melihat konfigurasi yang sudah disetting
dalam sebuah switch atau router Cisco.
Router#show ip route

Perintah yang berfungsi untuk melihat routing table dari sebuah router
cisco.
Router#show interfaces atau disingkat
Router#show int

Fungsi show interfaces ini adalah untuk menampilkan status dan


parameter yang diset pada interface dari router atau switch.
Router#show ip interface

Perintah show yang satu ini berfungsi untuk menampilkan informasi


yang terkait dengan layer ke 3 dari interface router.
Router#show ip interface brief

Perintah ini mirip dengan perintah show ip interface tapi hasil dari
perintah ini adalah berupa tampilan yang ringkas tentang kondisi layer
3 dari semua interface. Perintah ini sangat cepat dalam menampilkan
kondisi dan status dari semua interface.
Router#show protocols

Perintah ini mirip dengan perintah show interface namun hasil dari
perintah ini tampilannya ringkas dan mudah terbaca dengan cepat
tentang status dari semua interface terkait dengan layer 1 dan 2.
Router#show controllers

Show controllers berfungsi untuk menampilkan status dan kondisi fisik


dari sebuah interface, terutama terkait dengan jenis kabel serial yang
terkoneksi pada interface serial.
Router#show cdp neighbor atau disingkat
Router#sh cdp nei

Dengan perintah ini kita bisa mengetahui informasi tentang semua


perangkat router atau switch cisco yang terhubung langsung dengan
sebuah router atau switch Cisco yang menjalankan perintah ini.
v Erase: perintah untuk menghapus
Router#erase startup → untu k menghapus konfigurasi startup yang disimpan di
nvram
v Write: untuk menyimpan atau menulis suatu file ke memori nvram
untuk cisco ios versi lama 10.3 dan sebelumnya
Router#write memory → untuk mengkopi konfigurasi running
ke nvram untuk perubahan permanen, sama dengan perintah

copy running-config startup-config

v Ping: untuk mengirim echo message yang digunakan untuk memeriksa


hubungan jaringan. Dalam menggunakan perintah ping, ada berbagai
tanda pengembalian yang perlu diketahui,
seperti terlihat pada tabel berikut :
Router#ping <IP _address_yang_dituju>

v Telnet: untuk mengadakan hubungan jarak jauh (remote) dengan


sarana telnet. Setelah hubungan telnet dibuat, akses ke sistem
router akan dapat dilakukan
Router#telnet <IP_address>
v Traceroute: untuk memeriksa route ke tujuan (destination). Daftar host-
host yang dilalui untuk mencapai IP address yang dituju akan
ditampilkan sebgai hasil dari pengetikan perintah trace.
Router#traceroute <IP _address_yang_dituju>
§ Global Conftguration Mode, pada tingkat ini, hampir semua ragam
konfigurasi router dapat diolah. Cara masuk ke konfigurasi global yaitu
dengan mengetikkan perintah configuration terminal atau config t dari
router# prompt. Router akan memasuki konfigurasi global dengan ditandai
munculnya Router(config)# prompt seperti pada contoh dibawah ini:
Router#configure terminal
Enter configuration commands, oner per line. End
with CTRL+Z
Router(config)#

Untuk keluar dari mode global configuration dan kembali ke mode


Privileged EXEC, masukkan perintah end atau exit, atau dengan menekan
Ctrl+Z. Perintah-perintah pada tingkatan ini pada umumnya digunakan
untuk mengubah konfigurasi router secara global.
v Banner : untuk membuat banner setelah logon ke router
Router(config)#banner motd #Don?t change anything#

motd adalah singkatan Message Of ToDay (pesan hari ini) yang ingin
ditampilkan jika seorang pemakai mengadakan akses ke sistem router
melalui console port maupun telnet.
Router(config)#no banner motd → perintah ini akan menghapus banner motd
v Hostname: untuk memberi atau merubah nama router
Router(config)#hostname Router1 → perintah ini akan mengembalikan
Router1(config)#prompt → dimana nama router diganti dengan Router1
v Copy: untuk mengkopi file atau konfigurasi RAM, NVRAM dan TFTP
satu dengan lain. Copy juga digunakan untuk membackup
suatu konfigurasi satu IOS Image.
Router1(config)#copy running-config startup-config

v Enable Secret : untuk membuat password yang dienkripsi untuk


masuk ke privileged mode
Router(config)#enable secret rahasia → untuk membuat enable secret password
bernama rahasia
v Console password: untuk membuat password untuk akses ke
router lewat console
Router(config)#line console 0
Router(config-line)#login
Router(config-line)#password kunci → untuk membuat
password bernama kunci untuk mengakses router lewat console

v VTY password: untuk membuat password untuk akses dengan


telnet ke router
Router(config)#line vty 0 4
Router(config-line)#login
Router(config-line)#password kunci → untuk membuat
password bernama kunci untuk mengakses router lewat virtual terminal seperti telnet
v Konfigurasi Interface Router
Perintah konfigurasi router memungkinkan anda untuk mengatur
operasi pada interface router misalnya dengan memberikan alamat IP
pada interface tersebut. Untuk dapat melakukan konfigurasi perangkat
jaringan, terlebih dahulu harus masuk pada mode Global Configuration
lalu memilih interface router mana yang akan diatur.

Interface [jenis_interface] [slot/port]

Pada contoh dibawah mengatur interface router pada jenis interface


FastEthernet dan port/slot 0/0:
Router>enable
Router#configure terminal
Router(config)#interface fastEthernet 0/0
Router(config-if)#

Untuk memberikan alamat IP gunakan perintah

ip address [ip-address] [subnetmask]

Gunakan perintah “no shutdown” untuk mengatur kondisi interface


menjadi up/aktif.
Router(config-if)#ip address 192.168.1.1 255.255.255.0 Router(config-if)#no

shutdown

v Konfigurasi clock rate


Pada saat menghubungkan dua buah router dengan kabel serial, salah
satu sisi kabel tersebut akan berperan sebagai DCE (Data
Communication Equipment) dan satunya sebagai DTE (Data Terminal
Equipment). Pada sisi DCE inilah clock rate diatur guna menentukan
kecepatan data transfer pada interface serial tersebut. Untuk mengatur
clock rate pertama-tama masuk ke interface serial pada sisi DCE,
kemudian gunakan perintah:

clock rate [besaran_dalam_bps]

Router>enable
Router#configure terminal
Router(config)#interface serial 0/0
Router(config-if)#clock rate 64000

6. Mengatur Alamat IP Pada Perangkat Host


Alamat IP (Internet Protocol) adalah deretan angka biner antara 32 bit (untuk
IPv4) sampai 128 bit (untuk IPv6) yang dipakai sebagai alamat untuk
mengidentifikasi taip host dalam jaringan komputer. Masing-masing host seperti
komputer atau laptop pada jaringan komputer harus memiliki alamat IP yang
berbeda dan tidak boleh sama. Untuk mengatur alamat IP host pada packet
tracert dilakukan dengan cara berikut:
a. Klik dua kali pada komputer atau laptop yang akan diberikan alamat IP.
b. Masuk ke tab Desktop lalu pilih IP Configuration.
PRAKTIKUM JARINGAN KOMPUTER

c. Selanjutnya akan muncul jendela IP Configuration, masukkan alamat IP,


Subnet Mask dan Default Gateway yang diinginkan.

d. Setelah semua pengaturan selesai, cukup tutup jendela dengan mengklik


tanda x.
III. Peralatan
1. Kabel Rollover (console)
2. Kabel UTP Straight
3. Kabel Serial DTE – DCE
4. Perangkat PC yang dilengkapi dengan serial interface
5. Switch
6. Router
IV. Prosedur Praktikum
a) Simulasi Cisco Packet Tracert
1. Buka aplikasi Cisco Packet Tracer
2. Buat skema jaringan LAN seperti pada gambar berikut:

3. Setelah itu tambahkan modul interface serial ke router CISCO 0 dan 1 dengan cara
klik router – lalu pada tab Physical - klik switch OFF untuk menonaktifkan router –
pada kolom sebelahnya klik modul WIC-2T (WAN Interface Card) – drag modul
WIC-2T lalu drop pada kotak kiri bagian bawah. Lalu nyalakan kembali switch ON
saat selesai.

4. Hubungkan antara Router0 dengan Router1 menggunakan kabel Serial. DCE pada
sisi Router0 (ditandai dengan icon clock) dan DTE pada sisi Router1.
5. Hubungkan Router dengan PC dengan menggunakan kabel Console. Pada sisi Router
hubungkan melalui port Console dan pada sisi PC hubungkan melalui port RS-232.
6. Hubungkan Router dengan Switch dengan menggunakan kabel Straight, begitu pula
pada PC dengan Switch.
7. Setelah semua terhubung, lakukan konfigurasi pada Router dengan cara dengan
mengklik dua kali PC yang terhubung ke Router dengan kabel Console. Masuk ke
tab Desktop > Terminal. Setting parameter terminal seperti pada gambar dibawah
lalu tekan OK.

8. Ketika Router pertama kali digunakan, maka Router belum memiliki startup-
configuration, sehingga console akan diarahkan ke mode setup. Ketik “ no” untuk
masuk ke user exec mode dengan tanda “Router>”.
--- System Configuration Dialog ---
Continue with configuration dialog? [yes/no]: no Router>
9. Ketikkan “enable” untuk memasuki privileged-mode prompt, hal ini dapat dilihat

dengan tanda “Router#” setelah hostname.


10. Untuk melakukan konfigurasi Anda harus masuk ke Global Configuration mode
dengan cara mengetik “configure terminal”, hal ini dapat dilihat dengan tulisan
”Router(config)#”.
11. Lakukan konfigurasi pada PC host dengan pengaturan alamat IP sebagai berikut:

Host PC2 Host PC3

IP Address 192.168.1.2 192.168.2.2


Netmask 255.255.255.0 255.255.255.0
Gateway 192.168.1.1 192.168.2.1

Contoh pada PC2:

12. Lakukan konfigurasi pada Router dengan pengaturan sebagai berikut:

Router0 Router1

FastEthernet IP address: 192.168.1.1 IP address: 192.168.2.1


Fa0/0 Netmask: 255.255.255.0 Netmask: 255.255.255.0
IP address: 192.168.0.1
Serial IP address: 192.168.0.2
Netmask: 255.255.255.0
Se0/0/0 Netmask: 255.255.255.0
Clock Rate: 64000
Hostname Router_Pusat Router_Cabang
secret telkom telkom

Contoh konfigurasi pada Router0:


Router>enable
Router#configure terminal
Enter configuration commands, one per line. End with CNTL/Z. Router(config)#enable
secret telkom Router(config)#interface fastethernet 0/0 Router(config-if)#ip address
192.168.1.1 255.255.255.0 Router(config-if)#no shutdown

Router(config)#interface serial 0/0/0


Router(config-if)#ip address 192.168.0.1 255.255.255.0
Router(config-if)#clock rate 64000
Router(config-if)#no shutdown
Router(config-if)#exit
Router_Pusat(config)#hostname Router_Pusat
Router_Pusat(config)#exit
Router_Pusat#show running-config
Router_Pusat#show startup-config
Router_Pusat#copy running-config startup-config
13. Jalankan perintah ping dan traceroute dari IP router ke router.
14. Jalankan perintah show untuk melakukan verifikasi:
 show interfaces  show flash
 show controllers  show arp
 show clock  show protocols
 show hosts  show startup-config
 show users  show running-config
 show history show ip interface brief
 show version  show ip route

15. Jalankan perintah ping dan tracert antar IP host PC dengan cara masuk ke tab
Desktop lalu pilih Command Prompt.
16. Catat semua hasil perintah CLI dan lakukan analisa.

b) Meggunakan Perangkat Cisco


1. Pada praktikum dengan menggunakan alat yang seungguhnya, sebelumnya
pastikan semua peralatan dalam keadaan baik terutama Router yang dalam
keadaan OFF.
2. Gunakan kabel console, tancapkan port RS-232 ke converter serial di komputer,
kemudian ujung UTP dipasangkan ke perangkat Cisco pada port Console.
3. Sambungkan PC ke Switch dan Router ke Switch menggunakan kabel Straight
(skenario seperti pada simulasi).
4. Nyalakan perangkat Router Cisco. Catat tipe dan seri perangkat Router Cisco
yang digunakan.
5. Tunggu hingga proses booting perangkat CISCO selesai dengan memperhatikan
indikator LED.
6. Buka aplikasi Hyperterminal. Beri nama pada koneksi Hyperterminal

7. Set parameter (Bit per second: 9600; Data bits: 8 Parity: None; Stop bits: 1; Flow
control: None) pada Hyperterminal.

8. Connect

9.
Konfigurasi Router seperti pada simulasi packet tracert.
10. Konfigurasi alamat IP pada PC/laptop yang dipakai sebagai host dijaringan
11. Buka aplikasi command prompt dan lakukan tes ping dari PC ke Router, untuk
mengecek apakah sudah terkoneksi atau belum.

12. Apabila belum terkoneksi lakukan pengecekan semua perangkat, sambungan


kabel dan konfigurasi pada Cisco router.
13. Catat hasil konfigurasi pada laporan lengkap.
V. Data Percobaan

 Konfigurasi pada router0


 Konfigurasi pada router1
 Router0 pinging

 Router1 pinging
 Tracert dari router0

 Tracert dari router 1


 PC0
 Show interface
 Show controllers
 Show clock
 Show hosts

 Show users

 Show history

 Show version

 Show flash
 Show arp

 Show protocols

 Show startup-config
 Show running-config

 Show ip interface brief


 Show ip route

 PC1

 Show interface
 Show controllers
 Show clock

 Show hosts

 Show users

 Show history
 Show version

 Show flash

 Show arp

 Show protocols
 Show startup-config

 Show running-config
 Show ip interface brief

 Show ip route
 Ping antar host dari PC2

 Ping antar host dari PC3


VI. Analisa

Setelah membuat skema jaringan LAN sebagaimana yang ditunjukkan pada gambar
dibawah ini :

Setelah itu, yang perlu di analisa dari praktikum ini adalah hasil dari CLI(Command
Line Interface) Ketika Router pertama kali digunakan, maka Router belum memiliki
startup configuration, sehingga console akan diarahkan ke mode setup. Ketik “no”
untuk masuk ke user exec yang merupakan awal login di perangkat CISCO (user
biasa). Ketikkan “enable” untuk memasuki privileged-mode prompt yaitu untuk
mencari informasi dari perangkat CISCO (user admin). Untuk melakukan konfigurasi
Anda harus masuk ke Global Configuration mode dengan cara mengetik “configure
terminal”. Konfigurasi router memilki aturan yaitu kita harus mentapkan IP(Internet
Protocol) baik pada router maupun pada PC (Host), barulah kita dapat
mengkonfigurasi Routernya. Karena kita menggunakan konfigurasi mode maka
terdapat perintah-perintah dasar dalam mengkonfigurasi router. Contoh
konfigurasinya sebagai berikut :
Router>enable
Router#configure terminal
Enter configuration commands, one per line. End with CNTL/Z.
Router(config)#enable secret telkom *Perintah ini adalah untuk membuat
password yang dienkripsi untuk masuk ke privileged mode yaitu “telkom”.
Router(config)#interface fastethernet 0/0 * Untuk dapat melakukan
konfigurasi perangkat jaringan, harus memilih interface router mana yang
akan diatur dengan memberikan alamat IP pada interface tersebut.
Router(config-if)#ip address 192.168.1.1 255.255.255.0*Berikut adalah
contoh alamat IP beserta subnetmasknya
Router(config-if)#no shutdown * Gunakan perintah ini untuk mengatur
kondisi interface menjadi up/aktif.
Router(config)#interface serial 0/0/0
Router(config-if)#ip address 192.168.0.1 255.255.255.0
Router(config-if)#clock rate 64000 * Pada saat menghubungkan dua buah router
dengan kabel serial, salah satu sisi kabel tersebut akan berperan sebagai DCE
(Data Communication Equipment) dan satunya sebagai DTE (Data Terminal
Equipment). Pada sisi DCE inilah clock rate diatur guna menentukan kecepatan
data transfer pada interface serial tersebut
Router(config-if)#no shutdown
Router(config-if)#exit
Router_Pusat(config)#hostname Router_Pusat *perintah ini berfungsi untuk
memberi atau merubah nama router contohnya”Router_Pusat”
Router_Pusat(config)#exit
Router_Pusat#show running-config * Perintah ini berfungsi untuk melihat
konfigurasi yang sudah disetting dalam sebuah router Cisco.
Router_Pusat#show startup-config *perintah ini berfungsi untuk menampilkan isi
file konfigurasi yang tersimpan di NVRAM.
Router_Pusat#copy running-config startup-config *perintah ini befungsi untuk
menyalin semua yang ada di running config ke dalam stratup config.
Hasil dari konfigurasi ini dapat kita lihat pada bagian Data Percobaan fungsi
dari masing-masing perintah telah dijelaskan pada bagian Dasar Teori, yang perlu kita
perhatikan yaitu saat kita melakukan ping antar router di Terminal terlihat bahwa
mereka saling terhubung secara logik yang ditandai dengan tulisan “Success rate is
100 percent (5/5)” yang berarti pesan yang kita kirimkan ke router tujuan
tersampaikan. Sedangkan, untuk tracert antar router dapat kita lihat bahwa tracert dari
router0 ke router1 memilki 1 hop dengan waktu singkat yaitu 1msec sedangakn tracert
dari router1 ke router0 memilki 1 hop jga namun memilki waktu 10msec yang hanya
beda sedikit dengan tracert yang sebelumnya yang berarti tracert pada router berhasil.
Kemudian perintah selanjutnya adalah show merupakan suatu perintah yang sangat
penting pada tingkat ini yang berguna menampilkan berbagi informasi tentang router
yang terdiri atas bebrapa macam yaitu :
1. show interfaces
perintah ini berfungsi untuk menunjukkan interface yang berjalan di router yang
dapat kita lihat pada data percobaan.
2. show controllers
perintah ini berfungsi untuk menampilkan status dan kondisi fisik dari sebuah
interface, terutama terkait dengan jenis kabel serial yang terkoneksi pada interface
serial.
3. show clock
perintah ini berfungsi untuk menampilkan waktu yang diet pada router.
4. Show hosts
Perintah ini berfungsi untuk menampilakn cached list yang berisi nama host dan
alamatnya.
5. Show users
Perintah ini berfungsi untuk menampilkan selruh user yng terhubung ke router.
6. Show history
Berfungsi unutk menampilan perintah-perintah yang telah dimasukkan.
7. Show version
Perintah ini berfungsi unutk informasi mengenai router dan IOS yang tersimpan
dalam RAM.
8. Show flash
Perintah ini berfungsi untuk menampilkan informasi mengenai memori flash dan
IOS yang disimpan didalamnya.
9. Show arp
Perintah ini berfungsi untuk menampilkan tabel arp dari router.
10. Show protocols
Perintah ini berfungsi untuk menamoilkan status global dan interface yang telah
dikonfigurasi menggunakan alamat layer 3.
11. show startup-config
perintah ini berfungsi untuk menampilkan konfigurasi yang telah tersimpan pada
NVRAM.
12. show running-config
perintah ini berfungsi unutk menampilkan konfigurasi yang berjalan dan disimpan
pada RAM.
13. show ip interface brief
perintah ini mirip dengan perintah show ip interface tapi hasil dari perintah ini
adalah berupa tampilan yang ringkas tentang kondisi layer 3 dari semua interface.
14. show ip route
perintah ini befungsi untuk melihat tabel routing dari sebuah router cisco.

Kemudian untuk perintah selanjutnya adalah ping anatr PC di dekstop bagian


command prompt, dimana dapat dilihat pada data percobaan mengalami kegagalan koneksi
yang ditandai dengan tulisan “Request timed out”. Ini mengindikasikan bahwa PC atau host
tidak terhubung secara logik karena masing-masing routernya belum “diperkenalkan” dengan
hostnya masing-masing sehingga diprlukan konfigurasi lebih lanjut agar semua host dapat
saling berkomunikasi.

VII. Kesimpulan

Router berfungsi sebagai penghubung antar dua atau lebih jaringan untuk meneruskan
data dari satu jaringan ke jaringan lainnya yang emiliki bagian-bagian seperti : RAM,
CPU,NVRAM,flash memori, ROM dan Interface. Konfigurasi awal (start-up
Configuration) pada routeradalah suatu file yang berguna untuk menentukan
bagaimana Cisco router diatur pada saat boot, salah satunya dengan cara configuration
mode, dengan menggunakan perintah-perintah Command Line Interface (CLI).
Perintah-perintah yang dapat dijalankan seperti:
configure,show,ping,traceroute,hostname,copy,enable secret, dsb.

Anda mungkin juga menyukai