Anda di halaman 1dari 15

LAPORAN RESMI

PRAKTIKUM FISIKA

Disusun Oleh :

Nama / Nim : Arya Sona

Gel. / Kel. : 2/ kelompok 10

Hari / Tgl Praktikum : Selasa/ 16-06-2020

Judul Praktikum : Viskositas

Asisten Pembimbing : Mita Gustia

LABORATORIUM KIMIA

PROGRAM STUDI TEKNIK KIMIA - FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI

UNIVERSITAS AHMAD DAHLAN

YOGYAKARTA

2020
VISKOSITAS
1. TUJUAN
1.1 Mempelajari dinamika benda dalam cairan
1.2 Menentukan STOP VELOCITY ( kecepatan akhir atau kecepatan
terminal ) pada suatu zat cair
2. DASAR TEORI
Viskositas fluida (zat cair) adalah gesekan yang ditimbulkan oleh
fluida yang bergerak, atau benda padat yang bergerak didalam fluida.
Besarnya gesekan ini biasa juga disebut sebagai derajat kekentalan zat cair.
Jadi semakin besar viskositas zat cair, maka semakin susah benda padat
bergerak didalam zat cair tersebut. Viskositas dalam zat cair, yang berperan
adalah gaya kohesi antar partikel zat cair (Martoharsono, 2006).
Viskositas menentukan kemudahan suatu molekul bergerak karena
adanya gesekan antar lapisan material. Karenanya viskositas menunjukkan
tingkat ketahanan suatu cairan untuk mengalir. Semakin besar viskositas
maka aliran akan semakin lambat. Besarnya viskositas dipengaruhi oleh
beberapa faktor seperti temperatur, gaya tarik antar molekul dan ukuran serta
jumlah molekul terlarut. Fluida, baik zat cair maupun zat gas yang jenisnya
berbeda memiliki tingkat kekentalan yang berbeda. Pada zat cair, viskositas
disebabkan karena adanya gaya kohesi (gaya tarik menarik antara molekul
sejenis). Sedangkan dalam zat gas, viskositas disebabkan oleh tumbukan
antara molekul. Viskositas dapat dinyatakan sebagai tahanan aliaran fluida
yang merupakan gesekan antara molekul – molekul cairan satu dengan yang
lain. Suatu jenis cairan yang mudah mengalir, dapat dikatakan memiliki
viskositas yang rendah, dan sebaliknya bahan-bahan yang sulit mengalir
dikatakan memiliki viskositas yang tinggi (Sarojo, 2009).
Zat cair maupun gas mempunyai viskositas hanya saja zat cair lebih
kental (viscous) daripada gas, dalam merumuskan persamaan-persamaan
dasar mengenai aliran yang kental akan jelas nanti, bahwa masalahnya mirip
dengan masalah tegangan dan regangan luncur di dalam zat padat. Salah satu
macam alat untuk mengukur viscositas zat-cair adalah viscometer (Sudarjo,
2008).

Derajat kekentalan suatu cairan dikenal viskositas ( 𝔫 ) . Besar gaya


gesekan pada benda yang bergerak dalam fluida disamping bergantung pada
bentuk bendanya. Khusus untuk benda berbentuk bola, gaya gesekannya oleh
fluida dapat dirumuskan sebagai berikut:

𝐹 = −6 𝜋 𝔫 𝑟 𝑣 dengan 𝔫 = Koefisien Kekentalan


r = jari-jari bola
v = kecepatan relative bola
Persamaan ini dikenal sebagai hukum stokes dan dalam penerapannya
memerlukan syarat sebagai berikut:
a. Ruang tempat fluida tidak terbatas ( ukurannya jauh lebih besar dari pada
ukuran bola).
b. Tidak terjadi aliran turbulensi didalam fluida.
c. Kecepatan v tidak besar, sehingga aliran fluida masih bersifat laminar.
Setelah gaya-gaya pada bola setimbang, kecepatan akhir v dari bola
dapat diturunkan sebagai berikut.
2𝑡² . 𝑔 ( 𝑃 − 𝑃0 )
𝑉=
𝑔𝔫
Dengan t = waktu jatuh benda dalam menempuh jarak d ( detik )
d = jarak jatuh ditempuh bola
p = massa jenis bola ( gr/cm3 )
P0 = massa jenis cairan uji (gr/cm3) ( Jamilatun, Siti. 2020)
Suatu jenis cairan yang mudah mengalir dapat dikatakan memiliki
viskositas yang rendah dan sebaliknya bahan-bahan yang sulit mengalir
dikatakan memiliki viskositas yang tinggi. Pada hukum aliran viskositas,
newton menyatakan hubungan antara gaya-gaya mekanika dari suatu aliran
viskositas sebagai “geseran dalam (viskositas) adalah konstan sehubungan
dengan gesekannya” hubungan tersebut berlaku untuk fluidanewton, dimana
perbandingan antara tegangan gesek ( s ) dengan kecepatan gesek ( g ) kontan
parameter inilahh yang disebut viskositas (Burhanudin, 2014)
3. ALAT DAN BAHAN
3.1 ALAT
1. Tabung zat cair 5. Timbangan
dengan isinya 6. Pikno meter
2. Stopwatch 7. Penggaris
3. Jangka sorong 8. Bola kecil
4. Saringan untuk
mengambil bola
3.2 BAHAN
1. Minyak
4. CARA KERJA

Menyiapkan alat dan bahan

Mengukur diameter masing-masing bola, kemudian mencatat dan


menimbang

Menimbang piknometer kosong

Mengisi piknometer dengan cairan minyak ( untuk mencari rapat


massa )

Menjatuhkan bole tanpa adanya kecepatan awal pada tabung

Mengamati dan memberi tanda serta mencatat waktu yang


diperlakan pada saat bola bergerak dengan kecepatan tetap sampai
jarak tertentu

Mengukur jarak yang ditempuh pada saat pengambilan data

Mengulangi sampai 5x percobaan

Mengulangi percobaan dengan bola yang berbeda

Mengulangi percobaan untuk jarak yang bervariasi


5. DATA PERCOBAAN

Fluida : Minyak goreng


Masa jenis : 0,82 g/cm3
Jarak Minyak : 10cm
Bola 1 : diameter : 1,9108cm , massa : 3,00 gr
Bola 2 : diameter : 1,5924cm , massa : 4,00 gr

Table 1. hubungan antara bola 1 dengan velocity


NO Diameter (cm) Jarak (cm ) Waktu (s) Kecepatan(cm/s)
1 1,9108 10 1,2 8,3333
2 1,9108 10 1,0 10,0000
3 1,9108 10 1,5 6,6667
4 1,9108 10 0,7 14,2857
5 1,9108 10 0,7 14,2857

Table 2. hubungan antara bola 2 dengan velocity


NO Diameter (cm) Jarak (cm ) Waktu (s) Kecepatan(cm/s)
1 1,5924 10 0,5 20,0000
2 1,5924 10 0,5 20,0000
3 1,5924 10 0,2 50,0000
4 1,5924 10 0,3 33,3333
5 1,5924 10 0,3 33,3333

Table 3. hubungan antara bola 1 dengan jarak perubahan


NO Diameter (cm) Jarak (cm ) Waktu (s) Kecepatan(cm/s)
1 1,9108 3 0,2 15,0000
2 1,9108 6 0,2 30,0000
3 1,9108 9 0,2 45,0000
4 1,9108 12 0,8 15,0000
5 1,9108 15 1,2 12,5000

Table 4. hubungan antara bola 2 dengan jarak perubahan


NO Diameter (cm) Jarak (cm ) Waktu (s) Kecepatan(cm/s)
1 1,5924 3 0,2 15,0000
2 1,5924 6 0,6 10,0000
3 1,5924 9 0,8 11,2500
4 1,5924 12 1,0 12,0000
5 1,5924 15 1,3 11,5385
6. PERHITUNGAN
1. Mencari viskositas larutan
- Vol bola 1
4 4
𝜋𝑟 3 = 3,14 (0,9554)3 = 3,6511𝑐𝑚3
3 3

- Vol bola 2
4 4
𝜋𝑟 3 = 3,14 (0,7962)3 = 2,1132𝑐𝑚3
3 3

- p1
𝑚1 3,00
= = 0,8271𝑔𝑟/𝑐𝑚3
𝑣1 3,6511

- p2
𝑚1 4,00
= = 1,8929𝑔𝑟/𝑐𝑚3
𝑣1 2,1132

- pMinyak
= 0,82 gr/cm3

- p0 = pMinyak = 0,82 gr/cm3

- g = 980 cm/s2

2𝑟 2 𝑔 ( 𝑝−𝑝0 )
- 𝔫=
9𝑣

2. Bola 1 tabel 1 ( r = 0,9554 ) ( p1 = 0,8271𝑔𝑟/𝑐𝑚3)


- Percobaan 1
2 (0,9554)2 980 (0,8271−0,82)
= = 0,0406 poise
( 9 . 8,3333 )

- Percobaan 2
2 (0,9554)2 980 (0,8271−0,82)
= = 0.0338 poise
( 9 . 10,0000 )

- Percobaan 3
2 (0,9554)2 980 (0,8271−0,82)
= = 0.0507 poise
( 9 . 6,6667 )

- Percobaan 4
2 (0,9554)2 980 (0,8271−0,82)
= = 0.0237 poise
( 9 . 14,2857 )

- Percobaan 5
2 (0,9554)2 980 (0,8271−0,82)
= = 0.0237 poise
( 9 . 14,2857 )
3. Bola 2 tabel 2 ( r = 0,7962 ) ( p2 = 1,8929𝑔𝑟/𝑐𝑚3)
- Percobaan 1
2 (0,7962)2 980 (1,8929−0,82)
= = 7,4061 poise
( 9 . 20,0000 )

- Percobaan 2
2 (0,7962)2 980 (1,8929−0,82)
= = 7,4061 poise
( 9 . 20,0000 )

- Percobaan 3
2 (0,7962)2 980 (1,8929−0,82)
= = 2,9624 poise
( 9 . 50,0000 )

- Percobaan 4
2 (0,7962)2 980 (1,8929−0,82)
= = 4.4436 poise
( 9 . 33,3333)

- Percobaan 5
2 (0,7962)2 980 (1,8929−0,82)
= = 4.4436 poise
( 9 . 33,3333 )

4. Bola 1 tabel 3
- Percobaan 1
2 (0,9554)2 980 (0,8271−0,82)
= = 0,0225 poise
( 9 . 15,0000 )

- Percobaan 2
2 (0,9554)2 980 (0,8271−0,82)
= = 0,0113 poise
( 9 . 30,0000 )

- Percobaan 3
2 (0,9554)2 980 (0,8271−0,82)
= = 0,0075 poise
( 9 . 45,0000 )

- Percobaan 4
2 (0,9554)2 980 (0,8271−0,82)
= = 0,0225 poise
( 9 . 15,0000 )

- Percobaan 5
2 (0,9554)2 980 (0,8271−0,82)
= = 0,0225 poise
( 9 . 15,0000 )

5. Bola 2 tabel 4
- Percobaan 1
2 (0,7962)2 980 (1,8929−0,82)
= = 9,8747 poise
( 9 . 15,0000 )
- Percobaan 2
2 (0,7962)2 980 (1,8929−0,82)
= = 14,8121 poise
( 9 . 10,0000 )

- Percobaan 3
2 (0,7962)2 980 (1,8929−0,82)
= = 13,1663 poise
( 9 . 11,2500 )

- Percobaan 4
2 (0,7962)2 980 (1,8929−0,82)
= = 12,3434 poise
( 9 . 12,0000 )

- Percobaan 5
2 (0,7962)2 980 (1,8929−0,82)
= = 12,8372 poise
( 9 . 11,5385 )

Tabel 5. Hubungan antara minyak dengan viskositas bola 1


Diameter Massa Jarak Waktu Kecepatan Viskositas
NO
(cm) (gr) (cm) (s) (cm/s) (poise)
1 1,9108 3,00 10 1,2 8,3333 0,0406
2 1,9108 3,00 10 1,0 10,0000 0,0338
3 1,9108 3,00 10 1,5 6,6667 0,0507
4 1,9108 3,00 10 0,7 14,2857 0,0237
5 1,9108 3,00 10 0,7 14,2857 0,0237

Tabel 6. Hunbungan antara minyak dengan viskositas bola 2


Diameter Massa Jarak Waktu Kecepatan Viskositas
NO
(cm) (gr) (cm) (s) (cm/s) (poise)
1 1.5924 4,00 10 0.5 20.0000 7.4061
2 1.5924 4,00 10 0.5 20,0000 7.4061
3 1.5924 4,00 10 0,2 50,0000 2.9624
4 1.5924 4,00 10 0,3 33.3333 4.4436
5 1.5924 4,00 10 0,3 33.3333 4.4436

2𝑟 2 𝑔 ( 𝑝−𝑝0 ) 2 (0,7962)2 980 (1,8929−0,82)


𝔫= →= = 7,4061 poise
9𝑣 ( 9 . 20,0000 )

Dengan cara yang sama diperoleh data sebagai berikut:


Tabel 7. Hubungan antara bola dan kecepatan minyak dengan viskositas dan
tr² pada bola 1

Diameter Jarak Waktu Viskositas


NO Kecepatan(cm/s) tr2
(cm) (cm ) (s) (poise)
1 1.9108 3 0.2 15.0000 0.0225 0.1826
2 1.9108 6 0.2 30.0000 0.0113 0.1826
3 1.9108 9 0.2 45.0000 0.0075 0.1826
4 1.9108 12 0.8 15.0000 0.0225 0.7302
5 1.9108 15 1.2 12.5000 0.0270 1.0954

Tabel 8. Hubungan antara bola dan kecepatan minyak dengan viskositas dan
tr² pada bola 2

Diameter Jarak Waktu viskositas


NO Kecepatan(cm/s) tr2
(cm) (cm ) (s) (poise)
1 1.5924 3 0.2 15.0000 9.8747 0.1268
2 1.5924 6 0.6 10.0000 14.8121 0.3804
3 1.5924 9 0.8 11.2500 13.1663 0.5071
4 1.5924 12 1.0 12.0000 12.3434 0.6339
5 1.5924 15 1.3 11.5385 12.8372 0.8241

Tabel 9. Hubungan densitas dengan viskositas pada jarak tetap


NO Jarak (cm) 𝜌 (gr/cm3) Viskositas (poise)
1 10 0,8271 0,0406
2 10 0,8271 0,0338
3 10 0,8271 0,0507
4 10 0,8271 0,0237
5 10 0,8271 0,0237
6 10 1,8929 7.4061
7 10 1,8929 7.4061
8 10 1,8929 2.9624
9 10 1,8929 4.4436
10 10 1,8929 4.4436
Menghitung viskositas fluida dengan persamaan y = ax + b
keterangan x = jarak, y = tr²

Tabel 10. Hubungan diameter dengan kecepatan bola 1 pada minyak


no x (jarak (cm) ) y (tr2) xy x2
1 3 0.1826 0.5477 9
2 6 0.1826 1.0954 36
3 9 0.1826 1.6430 81
4 12 0.7302 8.7629 144
5 15 1.0954 16.4304 225
∑ 45 2.3733 28.4794 495

Tabel 11. Hubungan diameter dengan kecepatan bola 2 pada minyak


no x (jarak (cm) ) y (tr2) xy x2
1 3 0.1268 0.3804 9
2 6 0.3804 2.2822 36
3 9 0.5071 4.5643 81
4 12 0.6339 7.6072 144
5 15 0.8241 12.3617 225
∑ 45 2.4723 27.1958 495

- Bola 1
𝑛 ∑𝑥𝑦 − ∑𝑥 . ∑𝑦
𝑎=
𝑛 ∑𝑥 2 − (∑𝑥)²
5 28,4794− 45 . 2,3733
= = 0.0791
5 495− (45)²

∑𝑦 − 𝑎 ∑𝑥
b=
𝑛
2,3733 − 0,0791 . 45
= = - 0,2373
5

Jadi y = 0,0791 . 3 + ( -0,2373 ) = 0,000

- Bola 2
𝑛 ∑𝑥𝑦 − ∑𝑥 . ∑𝑦
𝑎=
𝑛 ∑𝑥 2 − (∑𝑥)²
5 27,1958− 45 . 2,4723
= = 0.0549
5 495− (45)²
∑𝑦 − 𝑎 ∑𝑥
b=
𝑛
2,4723 − 0,0549 . 45
= = −1,2524 𝑥10−6
5

Jadi y = 0,0549 . 3 + (−1,2524 𝑥10−6 ) = 0.1648

Maka:
- Bola 1
9 𝔫𝑖 𝑎 2𝑔 (𝑝−𝑝0)
𝑎= → 𝔫𝑖 =
2 𝑔(𝑝−𝑝0) 9
0,0791 . 2 . 980 (0,8217−0,82)
= = 0.0293 poise
9

- Bola 2
9 𝔫𝑖 𝑎 2𝑔 (𝑝−𝑝0)
𝑎= → 𝔫𝑖 =
2 𝑔(𝑝−𝑝0) 9
0,0549 . 2 . 980 (1,8929−0,82)
= = 12.8276 poise
9

Tabel 12. Titik estimasi hubungan antara jarak jatuhnya bola 1 dengan waktu
dan jari-jari
no x y
1 3 0.0000
2 6 0.2373
3 9 0.4746
4 12 0.7119
5 15 0.9492

Tabel 13. Titik estimasi hubungan antara jarak jatuhnya bola 2 dengan waktu
dan jari-jari
no x y
1 3 0.1648
2 6 0.3296
3 9 0.4945
4 12 0.6593
5 15 0.8241
7. PEMBAHASAN
Pada percobaan yang telah dilakukan yaitu viskositas larutan yang
bertujuan untuk mempelajari dinamika benda dalam cairan dan menentukan
stop velocity pada suatu zat cair
Percobaan ini menggunakan fluida minyak dengan mempunyai berat
dan diameter yang bervariasi, bola 1 memiliki diameter 1.9108cm, berat
3,00gr dan bola 2 memiliki diameter 1.5924 , berat 4,00gr
Pada hasil perhitungan yang diperoleh kecepatan dari masing-masing
bola yaitu; bola 1 dengan jarak tetap yaitu 8.3333 ; 10.0000 ; 6.6667 ;
14.2857 ; 14.2857cm/s dengan viskositas secara berturut-turut yaitu 0.0406 ;
0.0338 ; 0.0507 ; 0.0237 ; 0.0237 poise. Sedangkan pada bola 2 dengan jarak
yang tetap secara berturut-turut yaitu 20.0000 ; 20.0000 ; 50.0000 ; 33.3333 ;
33.3333cm/s dengan viskositas secara berturut-turut yaitu 7.4061 ; 7.4061 ;
2.9624 ; 4.4436 ; 4.4436 poise
Pada jarak yang bervariasi untuk mencari kecepatan menggunakan
rumus kecepatan = jarak / waktu, dengan jarak yang sudah di atur ketinggian
dengan kelipatan 3cm.
Dari perhitung dapat diperoleh persamaan dari jarak jatuhnya bola (x)
dengan waktu dan jari-jari (tr²)(y) dalam bentuk persamaan y=ax+b . untuk
bola 1 diperoleh persamaan y = 0,0791 x + (-0,2372) dan untuk bola 2
diperoleh persamaan y = 0.0549 x + (-1.2524E-06) . persamaan ini digunakan
untuk mencari titik estimasi hubungan antara jarak jatuhnya bola dan waktu
dan jari-jari yang digunakan untuk membuat grafik.
Adapun beberapa faktor yang mempengaruhi hasil perhitungan
viskositas antara lain :

Kurang teliti dalam memakai stopwatch

Kurang teliti dalam mengukur tinggi gelas zat cair dan
diameter bola
• Kurang nya berhati-hati dalam menjatuhkan bola
• Kurang peralatan praktikum
• Praktikum online membuat berbeda hasil keseluruhan
dibandingkan dengan praktikum secara langsung
8. KESIMPULAN
Pada praktikum yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa :
• Semakin cepat bola jatuh maka semakin banyak gaya yang dibutuhkan
• Semakin besardensitas maka semakin cepat bola sampai kedasar
cairan
• Pada jarak tetap , semakin besar diameter dan massa bola maka
semakin besar pula viskositas yang diperoleh
• Semakin jauh jarak semakin lambat kecepatan nya
DAFTAR PUSTAKA
Martoharsono, Soemanto. 2006. Biokimia I. Universitas Gajah Mada.
Yogyakarta.

Sarojo, Ganijanti Aby. 2006. Seri Fisika Dasar Mekanika. Salemba Teknika.
Jakarta.

Sudarjo, Randy. 2008. Modul Praktikum Fisika Dasar I.


Universitas Sriwijaya. Inderalaya.

Milama,Burhanudin.2014.Panduan Praktikum Kimia Fisika II.


Jakarta: UIN-FITK Press

Jamilatun, Siti. Dkk. 2020 . modul praktikum fisika . Yogyakarta.


Universitas Ahmad Dahlan.
DATA PERCOBAAN

Fluida : Minyak goreng


Masa jenis : 0,82 g/cm3
Jarak Minyak : 10cm
Bola 1 : diameter : 1,9108cm , massa : 3,00 gr
Bola 2 : diameter : 1,5924cm , massa : 4,00 gr

Table 1. hubungan antara bola 1 dengan velocity


NO Diameter (cm) Jarak (cm ) Waktu (s) Kecepatan(cm/s)
1 1,9108 10 1,2 8,3333
2 1,9108 10 1,0 10,0000
3 1,9108 10 1,5 6,6667
4 1,9108 10 0,7 14,2857
5 1,9108 10 0,7 14,2857

Table 2. hubungan antara bola 2 dengan velocity


NO Diameter (cm) Jarak (cm ) Waktu (s) Kecepatan(cm/s)
1 1,5924 10 0,5 20,0000
2 1,5924 10 0,5 20,0000
3 1,5924 10 0,2 50,0000
4 1,5924 10 0,3 33,3333
5 1,5924 10 0,3 33,3333

Table 3. hubungan antara bola 1 dengan jarak perubahan


NO Diameter (cm) Jarak (cm ) Waktu (s) Kecepatan(cm/s)
1 1,9108 3 0,2 15,0000
2 1,9108 6 0,2 30,0000
3 1,9108 9 0,2 45,0000
4 1,9108 12 0,8 15,0000
5 1,9108 15 1,2 12,5000

Table 4. hubungan antara bola 2 dengan jarak perubahan


NO Diameter (cm) Jarak (cm ) Waktu (s) Kecepatan(cm/s)
1 1,5924 3 0,2 15,0000
2 1,5924 6 0,6 10,0000
3 1,5924 9 0,8 11,2500
4 1,5924 12 1,0 12,0000
5 1,5924 15 1,3 11,5385

Yogyakarta, 16 Juni 2020


Mengetahui,
Asisten Praktikum Laboran Praktikan

(Mita Gustia ) (M. Thamrin) (Arya Sona)