Anda di halaman 1dari 27

BUKU INFORMASI

BEKERJA SEBAGAI PEMANDU WISATA


(PENGETAHUAN DASAR DAN ETIKA)
PAR.PW02.001.01

KEMENTERIAN KETENAGAKERJAAN R.I.


DIREKTORAT JENDERAL PEMBINAAN PELATIHAN DAN PRODUKTIVITAS
DIREKTORAT BINA STANDARDISASI KOMPETENSI DAN PELATIHAN KERJA
Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 51 Lt. 6.A Jakarta Selatan
2018
Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Bidang Kepemanduan Wisata PAR.PW02.001.01

DAFTAR ISI

DAFTAR ISI --------------------------------------------------------------------------------------


2
BAB I PENDAHULUAN ------------------------------------------------------------------------
4
A. Tujuan Umum ---------------------------------------------------------------------
4
B. Tujuan Khusus --------------------------------------------------------------------
4
BAB II MENERAPKAN PENGETAHUAN KEPEMANDUAN WISATA ------------------------
5
A. Pengetahuan yang diperlukan dalam Menerapkan Pengetahuan
Kepemanduan Wisata ------------------------------------------------------------
5
1. Cara melaksanakan pekerjaan (bekerja) sehari-hari berdasarkan
berbagai jenis kepemanduan wisata dan hubungannya dengan
berbagai sektor industri lain -----------------------------------------------
5
2. Cara mengidentifikasi dan menggunakan informasi dan hubungan
industri jika diperlukan -----------------------------------------------------
9
3. Cara menggunakan wawasan industri untuk meningkatkan mutu
pelayanan kekepemanduan wisataan yang diberikan------------------
11
4. Cara menggunakan jejaring industri dan kepemanduan wisata jika
diperlukan ---------------------------------------------------------------------
12
B. Keterampilan yang Diperlukan dalam Menerapkan Pengetahuan
Kepemanduan Wisata ------------------------------------------------------------
13

Judul Modul Bekerja sebagai Pemandu Wisata (Pengetahuan Dasar dan Etika)
Buku Informasi Versi: Halaman: 2 dari 27
2018
Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Bidang Kepemanduan Wisata PAR.PW02.001.01

C. Sikap Kerja yang Diperlukan dalam Menerapkan Pengetahuan


Kepemanduan Wisata ------------------------------------------------------------
14
BAB III MELAKSANAKAN TUGAS KEPEMANDUAN WISATA SESUAI DENGAN
HUKUM, DAN PERSYARATAN KESELAMATAN -------------------------------------
15
A. Pengetahuan yang Diperlukan dalam Melaksanakan tugas
Kepemanduan wisata sesuai dengan Hukum, dan Persyaratan
Keselamatan -----------------------------------------------------------------------
15
1. Cara melaksanakan Kepemanduan wisata sehari-hari sesuai dengan
Peraturan yang ada di Industri --------------------------------------------
15
2. Cara memandu perjalanan wisata sesuai dengan Kode Etik
Kepemanduan wisata Indonesia dan pertimbangan-pertimbangan
etis tertentu untuk perjalanan wisata tertentu --------------------------
16
3. Cara memandu perjalanan wisata sesuai dengan persyaratan
keselamatan dan dengan cara mengurangi risiko wisatawan dan
teman sejawat----------------------------------------------------------------
18
B. Keterampilan yang Diperlukan dalam Melaksanakan tugas
Kepemanduan wisata sesuai dengan Hukum, dan Persyaratan
Keselamatan -----------------------------------------------------------------------
20
C. Sikap Kerja yang Diperlukan dalam Melaksanakan tugas Kepemanduan
wisata sesuai dengan Hukum, dan Persyaratan Keselamatan -------------
20
BAB IV MENGEMBANGKAN PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN KEPEMANDUAN
WISATA --------------------------------------------------------------------------------
21

Judul Modul Bekerja sebagai Pemandu Wisata (Pengetahuan Dasar dan Etika)
Buku Informasi Versi: Halaman: 3 dari 27
2018
Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Bidang Kepemanduan Wisata PAR.PW02.001.01

A. Pengetahuan yang Diperlukan dalam Mengembangkan Pengetahuan


dan Keterampilan Kepemanduan wisata --------------------------------------
21
1. Cara menggunakan berbagai kesempatan untuk meningkatkan
pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan oleh kepemanduan
wisata --------------------------------------------------------------------------
21
2. Cara mengidentifikasi dan menggunakan sumber-sumber bantuan
dan dukungan untuk Kepemanduan wisata jika diperlukan----------
22
B. Keterampilan yang Diperlukan dalam Mengembangkan Pengetahuan
dan Keterampilan Kepemanduan wisata --------------------------------------
23
C. Sikap Kerja yang Diperlukan dalam Mengembangkan Pengetahuan dan
Keterampilan Kepemanduan wisata --------------------------------------------
23
DAFTAR PUSTAKA -------------------------------------------------------------------------------
24
A. Dasar Perundang-undangan
---------------------------------------------------------------------------------------
24
B. Buku Referensi -------------------------------------------------------------------
24
C. Majalah atau Buletin --------------------------------------------------------------
24
D. Referensi Lainnya -----------------------------------------------------------------
24
DAFTAR PERALATAN/MESIN DAN BAHAN ---------------------------------------------------
25
A. Daftar Peralatan/Mesin -----------------------------------------------------------
25

Judul Modul Bekerja sebagai Pemandu Wisata (Pengetahuan Dasar dan Etika)
Buku Informasi Versi: Halaman: 4 dari 27
2018
Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Bidang Kepemanduan Wisata PAR.PW02.001.01

B. Daftar Bahan -----------------------------------------------------------------------


25
DAFTAR PENYUSUN............................................................................................ 25

Judul Modul Bekerja sebagai Pemandu Wisata (Pengetahuan Dasar dan Etika)
Buku Informasi Versi: Halaman: 5 dari 27
2018
Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Bidang Kepemanduan Wisata PAR.PW02.001.01

BAB I
PENDAHULUAN

A. Tujuan Umum
Setelah mempelajari modul ini peserta latih diharapkan mampu Bekerja sebagai
Pemandu wisata (Pengetahuan Dasar dan Etika) dengan benar.
B. Tujuan Khusus
Adapun tujuan mempelajari unit kompetensi melalui buku informasi Bekerja
sebagai Pemandu wisata (Pengetahuan Dasar dan Etika) ini guna
memfasilitasi peserta latih sehingga pada akhir pelatihan diharapkan memiliki
kemampuan sebagai berikut: (diambil dari elemen dan KUK)
1. Menerapkan Pengetahuan Kepemanduan Wisata, termasuk melaksanakan
pekerjaan sehari-hari berdasarkan berbagai jenis kepemanduan wisata dan
hubungannya dengan berbagai sektor industri lain; mengidentifikasi informasi dan
hubungan industri serta menggunakannya jika diperlukan; menggunakan
wawasan industri untuk meningkatkan mutu pelayanan kekepemanduan wisataan
yang diberikan; juga menggunakan jejaring industri dan kepemanduan wisata
jika diperlukan
2. Melaksanakan tugas Kepemanduan wisata sesuai dengan Hukum, dan Persyaratan
Keselamatan, termasuk melaksanakan Kepemanduan wisata sehari-hari sesuai
dengan Peraturan yang ada di Industri; memandu perjalanan wisata sesuai
dengan Kode Etik Kepemanduan wisata Indonesia dan pertimbangan-
pertimbangan etis tertentu untuk perjalanan wisata tertentu; serta memandu
perjalanan wisata sesuai dengan persyaratan keselamatan dan dengan cara
mengurangi risiko wisatawan dan teman sejawat.
3. Mengembangkan Pengetahuan dan Keterampilan Kepemanduan wisata, termasuk
menggunakan berbagai kesempatan untuk meningkatkan pengetahuan dan
keterampilan yang dibutuhkan oleh kepemanduan wisata; serta mengidentifikasi
dan menggunakan sumber-sumber bantuan dan dukungan untuk Kepemanduan
wisata jika diperlukan.

Judul Modul Bekerja sebagai Pemandu Wisata (Pengetahuan Dasar dan Etika)
Buku Informasi Versi: Halaman: 6 dari 27
2018
Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Bidang Kepemanduan Wisata PAR.PW02.001.01

BAB II
MENERAPKAN PENGETAHUAN KEPEMANDUAN WISATA

A. Pengetahuan yang diperlukan dalam Menerapkan Pengetahuan


Kepemanduan Wisata
1. Cara bekerja sehari-hari berdasarkan berbagai jenis kepemanduan
wisata dan hubungannya dengan berbagai sektor industri lain.
a. Pengertian Kepemanduan Wisata
Kepemanduan wisata adalah kegiatan membawa orang-orang (wisatawan) untuk
melakukan kegiatan kunjungan (ekskursi) menurut jangka waktu tertentu.
Pengertian lain adalah kegiatan memberi penerangan, penjelasan serta petunjuk
kepada wisatawan dan pelaku perjalanan lainnya, tentang segala sesuatu yang
hendak dilihat dan disaksikan bilamana mereka berkunjung pada suatu obyek,
tempat atau daerah tertentu. Orang yang melakukan kegiatan tersebut disebut
pramuwisata.

b. Jenis Kepemanduan Wisata


Jenis-jenis kepemanduan wisata dikelompokkan ke dalam klasifikasi:
1. Pemanduan on site
Perjalanan wisata jenis ini dilaksanakan dengan berjalan kaki atau
menggunakan kendaraan wisata khusus. Pramuwisata benar-benar memahami
secara detail tentang objek tersebut dan mengabdikan dirinya memberikan

Judul Modul Bekerja sebagai Pemandu Wisata (Pengetahuan Dasar dan Etika)
Buku Informasi Versi: Halaman: 7 dari 27
2018
Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Bidang Kepemanduan Wisata PAR.PW02.001.01

informasi (disebut docent). Pemanduan ini biasanya karena kecintaan dan


pengabdian untuk menjelaskan area tertentu seperti di keraton.
2. Pemanduan wisata kota
Pemanduan wisata kota memberikan informasi mengenai hal-hal penting dan
detail dalam sebuah kota. Sebenarnya dalam wisata kota kerap digunakan bis
wisata tetapi ada pula program kegiatan yang pelaksanaannya berjalan kaki
seperti berbelanja, mendekati objek wisata/gedung bersejarah atau membeli
souvenir. Ada dua jenis pemanduan kota dengan menggunakan bis wisata
yaitu tour coach dimana pramuwisata merangkap sebagai pengemudi serta
private guide dimana terdapat pramuwisata tersendiri.
3. Pemanduan khusus
Pemanduan khusus memerlukan keahlian maupun keterampilan yang unik atau
spesial seperti pemanduan pada wisata petualangan yang memerlukan
pengalaman khusus (seperti petualangan di padang luas, menyelam, arung
jeram, dan lain sebagainya).

Jenis kepemanduan wisata berdasarkan ruang lingkup kegiatannya:


1. Transfer Guide yaitu pemanduan menjemput wisatawan di bandara, pelabuhan
laut, terminal, stasiun atau terminal dan mengantar menuju ke hotel atau
sebaliknya.
2. Walking Guide/Tour Guide yaitu pemanduan wisatawan dalam suatu tour.
3. Local/Expert Guide adalah pemanduan yang bersifat khusus pada suatu objek
atau transaksi wisata tertentu, misalnya wisata agro, gedung bersejarah, arung
jeram, penelusuran goa, dan lain-lain
4. Common Guide yaitu pemanduan berupa kegiatan baik transfer maupun tour
5. Driver Guide yaitu pengemudi yang sekaligus berperan sebagai pramuwisata.

Jenis pemanduan berdasarkan karakteristik wisatawan yang dipandu


1. Pemanduan wisatawan individual yaitu pemanduan khusus untuk wisatawan
individual
2. Pemanduan wisatawan kelompok yaitu pemanduan khusus untuk wisatawan
rombongan

Judul Modul Bekerja sebagai Pemandu Wisata (Pengetahuan Dasar dan Etika)
Buku Informasi Versi: Halaman: 8 dari 27
2018
Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Bidang Kepemanduan Wisata PAR.PW02.001.01

3. Pemanduan wisatawan domestik yaitu pemanduan khusus untuk wisatawan


nusantara/domestik
4. Pemanduan wisatawan asing yaitu pemanduan khusus untuk wisatawan
mancanegara

c. Hubungan kepemanduan wisata dengan berbagai sektor industri lain


Hubungan kepemanduan wisata yang baik dengan berbagai sektor industri lain
antara lain bermanfaat untuk :
1. Mendapatkan informasi yang akurat dari sumber yang kompeten. Misalnya
ketika menjelaskan tentang atraksi kesenian maka dia bisa memberikan
informasi yang benar terkait dengan industri kesenian tersebut.
2. Mengetahui perkembangan terkini atas informasi yang disampaikan. Misalnya
ketika menjelaskan tentang wisata petualangan arung jeram, maka bisa
mengetahui perkembangan industri olah raga yang terkait dengan arung
jeram, penggunaan kano, perlombaan yang ada, dan sebagainya.
3. Menjalin komunikasi yang lebih baik dengan perusahaan dan organisasi terkait.
Hubungan yang baik tersebut pada akhirnya akan bermuara pada efektifitas
dan efisiensi rencana pemanduan yang dibuat serta tercapainya pemanduan
yang berkualiatas
Sektor industri pariwisata seperti perusahaan dan organisasi yang erat kaitannya
dengan kegiatan pramuwisata antara lain adalah: (perusahaan perjalanan,
Himpunan Pramuwisata Indonesia/HPI, Association of Indonesian Travel
Agencies/ASITA, objek dan daya tarik wisata/ODTW, toko cinderamata, Hotel dan
Restaurant, Perusahaan transportasi, Pemerintah, dan lain-lain).

d. Cara bekerja sehari-hari berdasarkan berbagai jenis


kepemanduan wisata

Cara bekerja sehari hari berdasarkan berbagai jenis pemanduan berdasarkan


ruang lingkupnya :
1. Pramuwisata mengetahui terlebih dahulu jenis pemanduan apa yang harus
dilakukan baik berdasarkan ruang lingkupnya maupun karakteristik wisatawan
yang dipandunya
Judul Modul Bekerja sebagai Pemandu Wisata (Pengetahuan Dasar dan Etika)
Buku Informasi Versi: Halaman: 9 dari 27
2018
Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Bidang Kepemanduan Wisata PAR.PW02.001.01

2. Pramuwisata melakukan persiapan terkait dengan tugasnya

Tabel 1. Persiapan dan Pelaksanaan Tugas Pramuwisata Berdasarkan Jenis Pemanduan

Jenis Persiapan Pelaksanaan


pemanduan
1 Transfer Guide Persiapan kendaraan, Memberikan informasi terkait dengan
mengetahui lokasi perjalanan wisatawan di bandara,
penjemputan, jumlah pelabuhan laut, terminal, stasiun atau
wisatawan, lama perjalanan , terminal dan mengantar menuju ke hotel
informasi selama perjalanan atau sebaliknya, hal yang ditemui selama
Apakah pemandu sekaligus perjalanan
pengemudi atau tidak
2 Walking Menyiapkan informasi tentang  Saat dalam perjalanan menyampaikan
Guide/Tour Guide destinasi dan perjalanan informasi terkait dengan objek destinasi
menuju destinasi wisata yang akan dituju, bagaimana
proses masuk ke dan di dalam destinasi,
persiapan selama di destinasi,
keselamatan wisatawan
 Memandu di destinasi, termasuk
menyampaikan informasi dan tanya
jawab tentang objek-objek yang ada
dalam destinasi, membantu wisatawan
3 Local/Expert Menyiapkan  Saat dalam perjalanan menyampaikan
Guide informasi/pengetahuan informasi terkait dengan objek destinasi
tentang destinasi khusus dan wisata yang akan dituju, bagaimana
perjalanan menuju destinasi proses masuk ke dan di dalam destinasi,
persiapan selama di destinasi,
keselamatan wisatawan
 Menyampaikan informasi/pengetahuan
khusus pada suatu objek atau transaksi
wisata tertentu, misalnya wisata agro,
gedung bersejarah, arung jeram,
petualangan goa, dan lain-lain
Common Guide Menyiapkan persiapan pada  Melakukan kegiatan sesuai dengan
transfer guide dan tour guide pemanduan yang ditugaskan, baik
transfer Guide ataukah tour guide,
walking guide/tour guide, local/expert
guide

Driver Guide Menyiapkan kendaraan,  Dalam perjalanan: Mengendarai


informasi tentang perjalanan kendaraan dengan tetap memberikan
dan objek yang ditenui selama informasi perjalanan dan objek yang
perjalanan, destinasi,
ditemui selama dalam perjalanan juga
kewaspadaan
di destinasi, serta selalu waspada.
 Di destinasi: Membantu wisatawan
masuk ke dan selama di dalam area
desitinasi, memberikan informasi
tentang destinasi

Judul Modul Bekerja sebagai Pemandu Wisata (Pengetahuan Dasar dan Etika)
Buku Informasi Versi: Halaman: 10 dari 27
2018
Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Bidang Kepemanduan Wisata PAR.PW02.001.01

2. Cara mengidentifikasi dan menggunakan informasi dan hubungan


industri jika diperlukan
a. Jenis informasi wisata
Jenis informasi wisata dalam pemanduan antara lain adalah :
1. Sejarah :
o Tokoh-tokoh terkenal yang berasal dari daerah tersebut, misalkan tokoh Si
Pitung sebagai Pahlawan rakyat Betawi, siapakah sesungguhnya si Pitung ini,
apa tujuan perjuangannya, ia berjuang melawan siapa, bagaimana nasibnya,
terjadi di tahun berapa, dimana tempat-tempat bersejarahnya (antara lain
mesjid si Pitung), dan lain-lain.
o Peristiwa besejarah, prasasti dan peninggalan bersejarah, kebudayaan (asal-
usul tarian, lukisan, lagu rakyat, pakaian dan adat budaya.)
o Bangunan dan gedung besejarah
o Cinderamata.
2. Keadaan Alam
o Pemandangan alam, misalkan gunung, lautan, sungai, dan lain-lain. Jelaskan
tentang berapa kedalamannya, ketinggiannya, apa fungsinya untuk penduduk
ataupun keistimewaan yang lain.
o Iklim/cuaca, misalnya mengkaitkan kegiatan penduduk setempat yang umum
dilakukan dalam kondisi tersebut; seperti pada masyarakat petani: iklim/cuaca
mempengaruhi waktu bertanam padi, menuai, maupun penggunaan sistim
pengairan.
o Keadaan tanah dan hasilnya, seperti tambang dan mineral lain; maupun
kesuburan tanah tersebut dikaitkan dengan hasil bumi penduduk setempat.
o Fenomena alam seperti gunung berapi, maupun perubahan/gejala perubahan
alam/evolusi
o Flora dan Fauna yang khas di daerah tersebut dan pemanfaatannya.
3. Lingkungan buatan
o Taman, Kebun binatang, Kebun raya, dan bangunan seperti Teater,
Jembatan, Jalan terpanjang, dan lain-lain.
o Daerah yang terkenal seperti Pecinan, Taman Mini, dan lain-lain. Berikan
informasi tentang mengapa obyek tersebut dibangun, kapan dibangun, siapa
yang membangun, untuk tujuan apa, dan lain-lain.
o Pabrik-pabrik terkenal dan institut serta lembaga terkenal
4. Peristiwa atau hal-hal baru yang sedang hangat.
o Festival besar yang diselenggarakan hanya 1 atau 2 kali dalam setahun :
festival seni nasional, festival makanan daerah, dan lain-lain.
o Upacara-upacara kenegaraan, olahraga ataupun kesenian.
o Hari-hari khusus agama yang dirayakan oleh masyarakat dengan
penampilan istimewa seperti Lebaran, Nyepi, Galungan, dan lain-lain.

Judul Modul Bekerja sebagai Pemandu Wisata (Pengetahuan Dasar dan Etika)
Buku Informasi Versi: Halaman: 11 dari 27
2018
Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Bidang Kepemanduan Wisata PAR.PW02.001.01

b. Cara mengidentifikasi jenis informasi


Melakukan identifikasi jenis informasi untuk memudahkan pencarian bila
sewaktu-waktu ditugasi untuk memandu ke daerah/destinasi tersebut. Jenis
informasi bisa diidentifikasi dengan langkah-langkah berikut :
1. Pengumpulan data/informasi. Informasi pada masa sekarang mudah
didapatkan, baik melalui internet, buku-buku, jurnal dan sebagainya.
2. Identifikasi sesuai dengan keakuratan data
3. Memilah informasi sesuai dengan jenisnya; misalkan sejarah (tokoh, peristiwa,
gedung dan sebagainya), destinasi (jenis atraksi), ataupun lainnya. Data yang
diperoleh, dikumpulkan dengan diklasifikasikan secara beeurutan mulai dari
Daerah-destinasi/obyek yang terdapat di daerah tersebut ataupun atraksi-
informasi resmi-legenda-humor.
Contoh klasifikasi
Folder : Jakarta
Sub folder : Kota Tua
File :
o Lokasi : Terletak di Jakarta Barat
o Jarak Bandara ke Kota Tua, Gambir - Kota Tua
o Transportasi : Busway
o Atraksi di Kota Tua : Heritage Tourism, Museum Wayang, dan sebagainya
o Dan seterusnya
4. Dalam hubungan dengan industri lain maka jenis informasi tersebut
dihubungkan dengan industri terkait. Misalnya Tokoh Jakarta si Pitung bisa
dihubungkan dengan industri olah raga terkait keahliannya sebagai seorang
jawara; dapat juga dihubungkan dengan perkembangan pencak silat di
Indonesia.
5. Mencatat atau menulis data/informasi dalam file agar bisa disimpan dalam
komputer ataupun dibuat dalam bentuk manual
6. Mengelompokkan dalam satu folder sesuai dengan urutan

c. Cara menggunakan informasi dan hubungannya dengan industri


1. Melakukan pencatatan informasi melalui teknis :

Judul Modul Bekerja sebagai Pemandu Wisata (Pengetahuan Dasar dan Etika)
Buku Informasi Versi: Halaman: 12 dari 27
2018
Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Bidang Kepemanduan Wisata PAR.PW02.001.01

 Gunakan kertas yang kuat dan sedang ketebalannya; Potonglah dengan


ukuran ± 10 x 15 cm agar cukup terpegang dalam telapak tangan
 Lubangi ujung kanan atas untuk lubang ring
 Mengelompokkan topik dalam warna tersendiri, termasuk industri lain-lain
yang mengkait; seperti industri olah raga, industri kesenian, industri
kehutanan, industri pertambangan, atau lainnya.
 Kelompokkan warna sesuai urutan presentasi/rute perjalanan, juga industri
terkait
 Tuliskan secara singkat dan pergunakan kode yang biasa dilakukan, misalnya
u=untuk, dg=dengan.
 Pada kertas terdepan, tuliskan kode, tujuan wisata dan waktu pelaksanaan
Gambar :

Keuntungan cara ini :


Kode Tour
1. Tidak cepat rusak
0190-d
2. Posisi setiap lembar dapat diubah
10-5/08/2018
sesuai dengan rute dan paket
Dedi
wisata
3. Bisa disimpan dalam saku pakaian
dan tidak mudah hilang karena
memakai ring yang dikaitkan pada
benda lain

2. Informasi dan hubungan dengan industri lain digunakan untuk memperjelas dan
menjadi daya tarik bagi wisatawan pada saat :
a. Di perjalanan ketika melalui tempat-tempat atau obyek wisata, industri lain
misalnya pusat perbelanjaan, pabrik, sawah (industri pertanian), dan lainnya
b. Di lokasi wisata ketika menjelaskan obyek tertentu, misalnya hasil kerajinan
tangan dikaitkan dengan industri kreatif.

3. Cara menggunakan wawasan industri untuk meningkatkan mutu


pelayanan kekepemanduan wisataan yang diberikan
Untuk mempertunjukkan kompetensi, diperlukan bukti keterampilan dan
pengetahuan berikut ini :
a. Wawasan umum mengenai industri pariwisata dan pelaksanaan perjalanan
wisata
b. Tugas dan tanggung jawab berbagai jenis kepemanduan wisata
Judul Modul Bekerja sebagai Pemandu Wisata (Pengetahuan Dasar dan Etika)
Buku Informasi Versi: Halaman: 13 dari 27
2018
Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Bidang Kepemanduan Wisata PAR.PW02.001.01

Cara menggunakan wawasan industri untuk meningkatkan mutu pelayanan


kepemanduan wisataan yang diberikan antara lain
1. Dalam menyampaikan informasi destinasi/ objek dilakukan secara mendalam.
Misalnya ketika menjelaskan tentang cinderamata bisa dikaitkan dengan
cindera mata jenis lain atau dari daerah lain, sejarah/ legenda terkait, peluang
ekspor, meningkatkan pendapatan masyarakat, mengurangi kesenjangan dan
sebagainya. Sehingga menambah wawasan wisatawan.
2. Membantu wisatawan dalam menyelesaikan masalah selama melakukan
perjalanan wisata. Misalnya wawasan tentang transporetasi dan ticketing
pramuwisata bisa membantu wisatawan yang melakukan perubahan jadwal,
moda transportasi dan sebagainya
3. Memberi petunjuk atau mengarahkan wisatawan ketika mereka membutuhkan
sesuatu. Misalnya ketika hendak membeli oleh-oleh daerah, maka pramuwisata
bisa menunjukkan jenis oleh-oleh, tempat pembelian, tentang kualitas dan
harga yang baik dan sebagainya.

4. Cara menggunakan jejaring industri dan kepemanduan wisata jika


diperlukan
Pekerjaan pemanduan adalah pekerjaan yang menuntut adanya jejaring kerja antar
perusahaan yang memasok jasa terkait dengan layanan pemanduan wisata, di
antaranya adalah:
 Perusahaan (Biro Perjalanan). Perusahaan berhak mendapatkan hasil terbaik
dari pekerjaan pemanduan yang dilakukan karyawannya (termasuk
pramuwisata). Setiap selesai melaksanakan pekerjaan, pramuwisata membuat
laporan, pramuwisata bisa bekerja untuk beberapa perusahaan. Oleh karena itu
pramuwisata jangan mengeluarkan perkataan yang dapat menyinggung
perasaan perusahaan tempat bekerja, tentang perjalanan-perjalanan mereka
dan teman sekerja
 Para penyedia pelayanan tour. Seorang pramuwisata harus menjalin kerjasama
dengan para supplier agar mendapatkan kontrak-kontrak dari perusahaan.

Judul Modul Bekerja sebagai Pemandu Wisata (Pengetahuan Dasar dan Etika)
Buku Informasi Versi: Halaman: 14 dari 27
2018
Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Bidang Kepemanduan Wisata PAR.PW02.001.01

 Teman-teman sejawat industri. Seorang pramuwisata selalu bergabung dengan


teman-teman sekerja. Oleh karena itu jangan melakukan aktivitas yang dapat
mempermalukan teman-teman sejawat.
 Teman-teman sekerja; berguna untuk berbagi informasi secara terbuka yang
dapat memajukan pekerjaan.
 Wisatawan. Pramuwisata bertanggungjawab atas kebahagiaan, kenyamanan
dan keselamatan wisatawan, memberikan informasi yang tepat dan mutakhir
didasarkan pada kebenaran dan kejujuran, memperlakukan setiap wisatawan
sebagai orang penting (Very Important Person/VIP) tanpa pilih kasih
 Masyarakat lokal. Pramuwisata menghargai penduduk setempat, hak-hak dan
kepercayaan mereka. Wisatawan diberi informasi tentang adat istiadat dan
kebudayaan setempat.
 Diri sendiri. Pramuwisata mempertahankan mutu layanan profesional dengan
senantiasa menambah pengetahuan dan keterampilan.
 Memiliki informasi dan menggunakan industri lain yang terkait baik dengan
perjalanan maupun obyek/destinasi. Antara lain:
o Asuransi: Hal-hal yang berhubungan dengan asuransi perjalanan bagi
wisatawan dan dirinya. Asuransi diperlukan untuk mengantisipasi kondisi
ketika ada yang mendadak sakit dan perlu perawatan/pengobatan di
Rumah Sakit; mengalami kecelakaan dalam perjalanan atau pada obyek
wisata; kehilangan barang/dokumen berharga;
o Kesehatan : Keberadaan Rumah sakit
o Industri kreatif : Ketika memerlukan cinderamata bagi wisatawan
o Dan sebagainya

B. Keterampilan yang Diperlukan dalam Menerapkan Pengetahuan


Kepemanduan Wisata

1. Melaksanakan pekerjaan sehari-hari berdasarkan berbagai jenis


kepemanduan wisata dan hubungannya dengan berbagai sektor industri lain
2. Mengidentifikasi informasi dan hubungan industri serta menggunakannya jika
diperlukan
3. Menggunakan wawasan industri untuk meningkatkan mutu pelayanan
kekepemanduan wisataan yang diberikan
4. Menggunakan jejaring industri dan kepemanduan wisata jika diperlukan

Judul Modul Bekerja sebagai Pemandu Wisata (Pengetahuan Dasar dan Etika)
Buku Informasi Versi: Halaman: 15 dari 27
2018
Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Bidang Kepemanduan Wisata PAR.PW02.001.01

C. Sikap Kerja yang Diperlukan dalam Menerapkan Pengetahuan


Kepemanduan Wisata

1. Dengan tepat bekerja sehari-hari berdasarkan berbagai jenis kepemanduan


wisata dan hubungannya dengan berbagai sektor industri lain
2. Dengan cermat mengidentifikasi informasi dan hubungan industri serta
menggunakannya jika diperlukan
3. Dengan cermat menggunakan wawasan industri untuk meningkatkan mutu
pelayanan kekepemanduan wisataan yang diberikan
4. Dengan tepat menggunakan jejaring industri dan kepemanduan wisata jika
diperlukan

Judul Modul Bekerja sebagai Pemandu Wisata (Pengetahuan Dasar dan Etika)
Buku Informasi Versi: Halaman: 16 dari 27
2018
Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Bidang Kepemanduan Wisata PAR.PW02.001.01

BAB III
MELAKSANAKAN TUGAS KEPEMANDUAN WISATA SESUAI DENGAN
HUKUM, DAN PERSYARATAN KESELAMATAN

A. Pengetahuan yang Diperlukan dalam Melaksanakan tugas


Kepemanduan wisata sesuai dengan Hukum, dan Persyaratan
Keselamatan
1. Cara melaksanakan kepemanduan wisata sehari-hari sesuai dengan
Peraturan yang ada di Industri
a. Kekepemanduan wisata dalam peraturan yang ada dalam Industri
Pada umumnya masalah pertanggungjawaban dan hukum yang mempengaruhi
pelaksanaan kepemanduan wisata seperti :
1. perijinan;
2. pertanggungjawaban publik;
3. peraturan lingkungan;
4. masalah keselamatan yang mempengaruhi pelaksanaan kepemanduan
wisataan

b. Cara melaksanakan kepemanduan wisata sehari-hari sesuai


dengan Peraturan yang ada di Industri
a. Pramuwisata dalam melaksanakan tugas harus selalu patuh terhadap hukum
dan perundang-undangan yang berlaku di Republik Indonesia.
b. Menjaga citra baik kepariwisataan Indonesia yang berdasarkan kepada
falsafah Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa Indonesia.

Judul Modul Bekerja sebagai Pemandu Wisata (Pengetahuan Dasar dan Etika)
Buku Informasi Versi: Halaman: 17 dari 27
2018
Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Bidang Kepemanduan Wisata PAR.PW02.001.01

c. Taat memakai kartu lisensi yang dikeluarkan oleh pemerintah atau pihak
berwenang dalam menjalankan tugas.
d. Wajib peduli dengan lingkungan hidup berdasar atas masterplan yang telah
menjadi keputusan daerah dan pusat.
e. Memahami tentang kebudayaan masyarakat setempat, adat istiadat yang
berlaku dalam pengembangan kepariwisataan daerah yang bersangkutan.
f. Menjaga reputasi sesama pramuwisata dan partner kerja baik sengaja
maupun tidak sengaja.
g. Dilarang keras memberikan informasi kepada wisatawan terhadap rahasia
negara yang bisa berdampak negatif terhadap citra bangsa.
h. Dilarang melaksanakan tugas kepemanduan diluar ketentuan lisensi dan
bahasa yang telah ditertibkan dalam sertifikat pramuwisata oleh pemerintah
yang berwenang.
2. Cara memandu perjalanan wisata sesuai dengan Kode Etik Kepemanduan
wisata Indonesia dan pertimbangan-pertimbangan etis tertentu untuk
perjalanan wisata tertentu
a. Pengertian Kode Etik
Kode etik atau tata krama adalah serangkaian pernyataan mengenai sikap,
pengetahuan dan tingkah laku yang harus diikuti oleh pramuwisata Indonesia
dalam menjalankan tugasnya. Kode etik akan menjadi pengikat dan acuan
dari pramuwisata berlisensi dalam rangka melaksanakan tugas serta tindakan
jika melakukan kesalahan dalam menjalan tugas profesi pramuwisata
b. Kode Etik Kepemanduan wisata Indonesia dan pertimbangan-
pertimbangan etis.
Kode etik :
1. Seorang pramuwisata harus memberi kesan yang baik mengenai
kebudayaan, agama dan negaranya bila memandu wisatawan
2. Seorang pramuwisata harus menjaga penguasaan diri yang tinggi dan
memperhatikan penyajian pribadi termasuk kebersihan dan penampilan
3. Seorang pramuwisata harus sanggup menciptakan suasana yang hangat
dan gembira dan sopan santun yang mencerminkan budaya Indonesia

Judul Modul Bekerja sebagai Pemandu Wisata (Pengetahuan Dasar dan Etika)
Buku Informasi Versi: Halaman: 18 dari 27
2018
Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Bidang Kepemanduan Wisata PAR.PW02.001.01

4. Seorang pramuwisata harus memberikan pelayanan yang bermutu tinggi


kepada semua wisatawan dan tidak mengharapkan atau meminta komisi
atau hadiah.
5. Seorang pramuwisata harus mengerti kebudayaan dan latar belakang
wisatawan dan memastikan wisatawan bertingkah laku layak dengan
mematuhi peraturan-peraturan hukum dan adat istiadat sosial Indonesia
serta menghindari keinginan untuk merusak.
6. Seorang pramuwisata harus menghindari perdebatan mengenai agama,
adat istiadat sosial, diskriminasi rasial dan sistem politik di negara
wisatawan
7. Seorang pramuwisata harus memberikan informasi yang jelas mengenai
berbagai aspek tur, bila pramuwisata tidak yakin tentang suatu informasi
ia harus mencari informasi tersebut dan memberitahukannya kemudian
8. Seorang pramuwisata tidak boleh menjelekkan perusahaan tempatnya
bekerja, teman sejawat atau komponen lainnya dari aktivitas wisatawan
9. Seorang pramuwisata tidak diperkenankan untuk membicarakan masalah
pribadinya kepada wisatawan dengan maksud untuk memperoleh uang
atau bantuan lainnya
10. Pada akhir tur, pramuwisata harus sudah memberikan kesan yang baik
pada wisatawan sehingga mereka ingin datang lagi.

Pertimbangan-pertimbangan etis yang spesifik dan umum adalah sebagai


berikut :
1. Kebenaran dan kejujuran berkenaan dengan semua informasi yang
diberikan kepada wisatawan
2. Ketepatan pelayanan sesuai yang dipromosikan
3. Hubungan yang etis dengan penduduk setempat
4. Hubungan dengan teman sejawat, wisatawan, dan penyuplai
5. Pertimbangan-pertimbangan budaya
6. Perhatian terhadap lingkungan dan praktik yang mendukung wisata
berkelanjutan (sustainable tourism)

Judul Modul Bekerja sebagai Pemandu Wisata (Pengetahuan Dasar dan Etika)
Buku Informasi Versi: Halaman: 19 dari 27
2018
Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Bidang Kepemanduan Wisata PAR.PW02.001.01

c. Cara perjalanan wisata dipandu sesuai dengan Kode Etik


Kepemanduan wisata Indonesia dan pertimbangan-pertimbangan
etis
1. Pramuwisata memahami setiap kode etik dan pertimbangan etis
2. Pramuwisata selalu menjadikan kode etik dan pertimbangan etis dalam
setiap ucapan dan tindakan saat melakukan pemanduan

3. Cara memandu perjalanan wisata sesuai dengan persyaratan


keselamatan dan dengan cara mengurangi risiko wisatawan dan teman
sejawat
a. Persyaratan keselamatan
Standar pelayanan pariwisata bisa diukur dimana seorang pramuwisata harus
memaksimalkan pelayanan dengan adanya zero complaint. Himpunan.
Pramuwisata Indonesia (HPI) Yogyakarta mengumandangkan tahun 2011
sebagai zero complaint service. Untuk menjamin keselamatan wisatawan
maka dibuat standarisasi pelayanan jasa wisata. Standar adalah kesepakatan-
kesepakatan yang telah didokumentasikan, yang di dalamnya membahas
tentang spesifikasi-spesifikasi teknis atau kriteria-kriteria yang akurat, yang
digunakan sebagai peraturan, petunjuk atau definisi-definisi tertentu guna
menjamin suatu barang, produk, proses atau jasa sesuai dengan yang telah
disepakati. Terkait standar ini, layanan jasa wisata dilakukan dengan sertifikasi
meliputi aspek produk, pelayanan, serta pengelolaan.
b. Cara memandu perjalanan wisata sesuai dengan persyaratan
keselamatan dan dengan cara mengurangi risiko wisatawan dan
teman sejawat
Cara pertama dilakukan pada Aspek produk yaitu paket wisata yang
diselenggarakan oleh biro perjalanan wisata minimal harus memuat
keterangan tentang nama paket wisata, durasi perjalanan wisata, rute dan
kegiatan perjalanan wisata (itinerary), harga paket wisata dalam mata uang
rupiah, moda transportasi, jenis akomodasi, serta perlindungan asuransi
perjalanan wisata bagi wisatawan.

Judul Modul Bekerja sebagai Pemandu Wisata (Pengetahuan Dasar dan Etika)
Buku Informasi Versi: Halaman: 20 dari 27
2018
Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Bidang Kepemanduan Wisata PAR.PW02.001.01

Cara kedua dilakukan pada aspek pelayanan, antara lain keramahtamahan


dan kejelasan informasi yang dapat membuat wisatawan merasa aman dan
nyaman saat menggunakan jasa pariwisata tersebut. Keberadaan
pramuwisata dapat mengurangi risiko berdampak negatif bagi keselamatan
dan keamanan wisatawan karena pramuwisata sudah menguasai detil
itinerary dan informasi rute serta obyek wisata.
Cara ketiga adalah aspek pengelolaan, berupa sistem administrasi dan
manajemen pengelolaan yang baik yang akan memudahkan pelaku usaha
untuk mengembangkan usahanya dengan baik.
Aspek produk, pelayanan dan pengelolaan ini merupakan suatu langkah
perlindungan hukum preventif yang bertujuan untuk mencegah terjadinya
sengketa, yang mengarahkan Pemerintah untuk bersikap hati-hati dalam
pengambilan keputusan berdasarkan diskresi dan perlindungan yang
respresif, bertujuan untuk mencegah terjadinya sengketa.
Dalam pemanduan, khususnya :
o Pramuwisata sebelum menjalankan tugas harus paham betul terhadap
pekerjaan yang akan dilakukan seperti program tur, keinginan pelanggan,
dan lain sebagainya.
o Pramuwisata tidak mengambil sebuah pekerjaan diluar kemampuannya
untuk menghindari hal-hal yang fatal terhadap diri pramuwisata itu
sendiri.
o Pramuwisata harus memverifikasi program tur melalui evaluasi dan
mempelajari isi program tur dengan melalui pemahaman rute, banyaknya
pemberhentian, penggunaan pakaian yang sesuai ketika mengunjungi
obyek wisata, waktu melakukan tur, dan lain-lain.
o Pramuwisata setelah mengevaluasi dan mempelajari program tur dengan
seksama dan penuh tanggungjawab akan segera memberitahukan
pelanggan untuk mengklarifikasi jika terjadi perubahan pada program tur.
o Pramuwisata dalam melaksanakan tur harus mengikuti standar pelayanan
sehingga wisatawan merasa nyaman dalam menerima pelayanan.

Judul Modul Bekerja sebagai Pemandu Wisata (Pengetahuan Dasar dan Etika)
Buku Informasi Versi: Halaman: 21 dari 27
2018
Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Bidang Kepemanduan Wisata PAR.PW02.001.01

o Ketika melakukan penjemputan, pramuwisata harus teliti dengan barang-


barang wisatawan dan memastikan semua berjalan dengan lancar dan
sesuai prosedur
o Pramuwisata perlu menyampaikan informasi tentang geografi Indonesia
kepada wisatawan dilengkapi dengan informasi populasi, flora, fauna,
cuaca, keadaan tanah, tata krama berpakaian yang sesuai dengan kondisi
tur secara akurat dan efisien.
o Pramuwisata dalam menyampaikan informasi, misalkan tentang resor
pegunungan, diantaranya meliputi: lokasi, ketinggian, cuaca, akses,
akomodasi, fasilitas rekreasi, makanan dan minuman, hiburan, obyek
wisata, prosedur keselamatan, maupun pakaian yang sesuai untuk
digunakan.
B. Keterampilan yang Diperlukan dalam Melaksanakan tugas Kepemanduan
wisata sesuai dengan Hukum, dan Persyaratan Keselamatan
1. Melaksanakan Kepemanduan wisata sehari-hari sesuai dengan Peraturan yang
ada di Industri
2. Memandu perjalanan wisata sesuai dengan Kode Etik Kepemanduan wisata
Indonesia dan pertimbangan-pertimbangan etis tertentu untuk perjalanan
wisata tertentu
3. Memandu perjalanan wisata sesuai dengan persyaratan keselamatan dan
dengan cara mengurangi risiko wisatawan dan teman sejawat
C. Sikap Kerja yang Diperlukan dalam Melaksanakan tugas Kepemanduan
wisata sesuai dengan Hukum, dan Persyaratan Keselamatan
1. Harus memiliki sikap teliti dalam melaksanakan Kepemanduan wisata sehari-
hari, sesuai dengan Peraturan yang ada di Industri.
2. Harus tepat dalam memandu perjalanan wisata sesuai dengan Kode Etik
Kepemanduan wisata Indonesia dan pertimbangan-pertimbangan etis tertentu
untuk perjalanan wisata tertentu.
3. Harus cermat dan hati-hati dalam memandu perjalanan wisata sesuai dengan
persyaratan keselamatan dan dengan cara mengurangi risiko wisatawan dan
teman sejawat

Judul Modul Bekerja sebagai Pemandu Wisata (Pengetahuan Dasar dan Etika)
Buku Informasi Versi: Halaman: 22 dari 27
2018
Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Bidang Kepemanduan Wisata PAR.PW02.001.01

BAB IV
MENGEMBANGKAN PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN KEPEMANDUAN
WISATA

A. Pengetahuan yang Diperlukan dalam Mengembangkan Pengetahuan dan


Keterampilan Kepemanduan wisata
1. Cara menggunakan berbagai kesempatan untuk meningkatkan
pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan oleh kepemanduan
wisata
a. Pengetahuan yang perlu dimiliki dalam pemanduan
Pengetahuan yang diperlukan dalam pemanduan antara lain :
1. Keterampilan bahasa (language skill), misalnya pengucapan dan lafal
dalam menggunakan bahasa Inggris yang baik dan benar.
2. Sikap profesional (attitudes), misalnya menggunakan seragam yang
ditentukan, bersikap sopan santun dan sabar dalam pemanduan.
3. Wawasan (knowladge) pengetahuan pemanduan, misalnya pengetahuan
sejarah, arsitektur serta nilai-nilai kearifan lokal.
4. Gaya penampilan (style) seperti gerak tubuh, ekspresi wajah, maupun
cara pramuwisata bercerita agar dipahami wisatawan.
5. Komunikasi publik (public speaking) seperti menyampaikan penjelasan
secara baik di hadapan wisatawan.
b. Cara menggunakan berbagai kesempatan untuk meningkatkan
pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan oleh
kepemanduan wisata
Untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kepemanduan wisata,
dapat dilakukan sejumlah cara, antara lain :
1. Mengikuti seminar-seminar
2. Mengikuti pendidikan dan latihan sehubungan topik yang terkait
3. Mengikuti perjalanan wisata yang biasa dilakukan industri, untuk
memahami produk baru.
4. Berpartisipasi dalam kegiatan HPI (Himpunan Pramuwisata Indonesia)
5. Mengadakan penelitian formal dan informal

Judul Modul Bekerja sebagai Pemandu Wisata (Pengetahuan Dasar dan Etika)
Buku Informasi Versi: Halaman: 23 dari 27
2018
Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Bidang Kepemanduan Wisata PAR.PW02.001.01

6. Searching/riset melalui internet


7. Membaca dan mencatat informasi/legenda/sejarah obyek wisata
8. Bertukar pengalaman dan saling bantu dengan teman kerja.
9. Menjalin jejaring kerja dengan perusahaan dan masyarakat
2. Cara mengidentifikasi dan menggunakan sumber-sumber bantuan
dan dukungan untuk Kepemanduan wisata jika diperlukan
a. Sumber-sumber bantuan dimaksud adalah bantuan dalam
menangani keselamatan dan kecelakaan dalam perjalanan
wisata. Sumber-sumber bantuan terdiri dari:
1. Wisatawan-wisatawan yang lain
2. Masyarakat sekitar
3. Aparat pemerintah setempat
4. Para ahli seperti dokter maupun perawat
b. Cara mengidentifikasi sumber-sumber bantuan bisa dilakukan
melalui :
1. Searching melalui internet tentang sumber-sumber bantuan sebelum
melakukan pemanduan perjalanan wisata
2. Berkomunikasi dengan masyarakat setempat dan aparat pemerintah
untuk mendapatkan informasi mengenai kemungkinan potensi sumber-
sumber bantuan jika diperlukan.
3. Menghubungi rumah sakit/puskesmas
4. Menghubungi biro perjalanan/pemanduan lain yang satu lokasi
c. Cara menggunakan sumber-sumber bantuan bisa dilakukan
melalui :
1. Memilah sumber bantuan sesuai dengan keahlian dan keperluan.
2. Penanganan yang membutuhkan keahlian diserahkan pada sumber-
sumber bantuan tenaga ahli, sedangkan penanganan mengenai hal
lain diserahkan kepada sumber-sumber bantuan lainnya.
3. Ketika bantuan dari para ahli telah tiba, pusatkan perhatian pada
anggota rombongan yang lain dan keselamatan mereka
4. Kembali laksanakan tugas-tugas kepemimpinan sehingga perjalanan
segera kembali seperti semula

Judul Modul Bekerja sebagai Pemandu Wisata (Pengetahuan Dasar dan Etika)
Buku Informasi Versi: Halaman: 24 dari 27
2018
Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Bidang Kepemanduan Wisata PAR.PW02.001.01

B. Keterampilan yang Diperlukan dalam Mengembangkan Pengetahuan dan


Keterampilan Kepemanduan wisata :
1. Menggunakan berbagai kesempatan untuk meningkatkan pengetahuan dan
keterampilan yang dibutuhkan oleh kepemanduan wisata
2. Mengidentifikasi dan menggunakan sumber-sumber bantuan dan dukungan
untuk kepemanduan wisata jika diperlukan

C. Sikap Kerja yang Diperlukan dalam Mengembangkan Pengetahuan dan


Keterampilan Kepemanduan wisata
1. Bertanggungjawab dan disiplin dalam menggunakan berbagai kesempatan
untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan oleh
kepemanduan wisata.
2. Bersikap cermat dalam mengidentifikasi dan menggunakan sumber-sumber
bantuan dan dukungan untuk kepemanduan wisata jika diperlukan.

Judul Modul Bekerja sebagai Pemandu Wisata (Pengetahuan Dasar dan Etika)
Buku Informasi Versi: Halaman: 25 dari 27
2018
Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Bidang Kepemanduan Wisata PAR.PW02.001.01

DAFTAR PUSTAKA

A. Dasar Perundang-undangan
1. Undang-undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan
2. Undang-undang Nomor 39 Tahun 2004 tentang Penempatan dan Perlindungan
3. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2012 tentang Kerangka
Kualifikasi Nasional Indonesia
4. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 2006 tentang Sistem
Pelatihan Kerja Nasional
5. Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik Indonesia Nomor 57
Tahun 2009 tentang Penetapan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia :
Sektor Pariwisata Bidang Kepemanduan Wisata
6. Keputusan Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas Kementerian
Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik Indonesia Nomor 181/LATTAS/XII/2013
tentang Pedoman Penyusunan Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi

B. Buku Referensi
1. Kementerian Tenaga Kerja RI, Pedoman Penyusunan Modul Pelatihan Berbasis
Kompetensi, Jakarta, 2013
2. Wardhani, U.E. Usaha Jasa Pariwisata Jilid 2 untuk SMK, Jakarta: Direktorat
Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan, Direktorat Jenderal Manajemen
Pendidikan Dasar dan Menengah, Departemen Pendidikan Nasional, 2008
3. Rachman, A.F. dkk. Pemandu Wisata: Teori dan Praktik, Jakarta, Media Bangsa,
2013

C. Majalah atau Buletin


-

D. Referensi Lainnya
-

Judul Modul Bekerja sebagai Pemandu Wisata (Pengetahuan Dasar dan Etika)
Buku Informasi Versi: Halaman: 26 dari 27
2018
Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Bidang Kepemanduan Wisata PAR.PW02.001.01

DAFTAR PERALATAN/MESIN DAN BAHAN

A. Daftar Peralatan/Mesin

No. Nama Peralatan/Mesin Keterangan


1. Speaker
2. Microphone

B. Daftar Bahan
-

DAFTAR PENYUSUN MODUL

NO. NAMA PROFESI


1. Dr. Myrza Rahmanita, S.E., M.Sc.  Dosen Program Studi S2
Pariwisata - Sekolah Tinggi
Pariwisata Trisakti
 Anggota Tim Percepatan Wisata
Perdesaan Perkotaan –
Kementerian Pariwisata Republik
Indonesia

Judul Modul Bekerja sebagai Pemandu Wisata (Pengetahuan Dasar dan Etika)
Buku Informasi Versi: Halaman: 27 dari 27
2018

Anda mungkin juga menyukai