Anda di halaman 1dari 11

TUGAS

ANALISIS LAPORAN KEUANGAN

Menjawab Latihan 10-2 sampai dengan Latihan 10-6

BAB 10 : Analisis Kredit

Dosen Pengampu : Nurzi Sebrina, S.E., Ak., M.Sc.

Kelompok 4

Henny Julia Regina 17043014


Ike Abdi Nurjannah 17043015
Irfan Donofan 17043016
Listiani 17043017

PROGRAM STUDI AKUNTANSI (S1)


FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS NEGERI PADANG
2020
Latihan 10-2

Interpretasikan dampak dari enam peristiwa dan transaksi independen berikut terhadap:

a. Perputaran piutang (saat ini sebesar 3,0).


b. Jumlah hari penagihan piutang.
c. Perputaran persediaan (saat ini sebesar 3.0).

Tiga kolom di sebelah kanan setiap peristiwa dan transaksi diidentifikasi sebagai (a), (b), dan
(c) sesuai dengan tiga ukuran likuiditas di atas. Untuk setiap kejadian dan transaksi jelaskan
apa dampaknyanaik (N), turun (T), atau tidak ada pengaruh (TP).

No Kejadian dan Transaksi (a) (b) (c)


.
1. Saldoawalpersediaan dilaporkan lebih rendah sebesar $500 dan TP TP T
telah dikoreksi pada periode ini.
2. Penjualan kredit dilaporkan terlalu rendah sebesar $10.000 T N N
3. Piutang usaha sebesar $10.000 dihapusbukukan dengan N T TP
mengkreditkan cadangan piutang tak tertagih.
4. Piutang usaha sebesar $10.000 dihapusbukukan dengan N T TP
mengkreditkan beban piutang tak tertagih (metode langsung).
5. Berdasarkan metode lower of cost or market, persediaan TP TP N
diturunkan sebesar $1.000 agar sesuai harga pasar.
6. Saldo persediaan awal dilaporkan lebih tinggi sebesar $500 dan TP TP N
telah dikoreksi pada periode ini.

Penjelasan :

1. Kejadian nomor 1 tidak memiliki pengaruh terhadap perputaran piutang dan jumlah
hari penagihan piutang, karena akun persediaan tidak disinggung dalam penghitungan
analisis rasio perputaran piutang maupun jumlah hari penagihan piutang. Pos
persediaan memiliki pengaruh pada perhitungan rasio perputaran persediaan karena
perhitungannya menggunakan akun persediaan yaitu dengan membagi HPP dengan
rata-rata sediaan. Pada kejadian nomor 1 ini dinyatakan bahwa “Saldo awal
persediaan dilaporkan lebih rendah sebesar $500 dan telah dikoreksi padaperiode ini”.
Artinya kesalahan pelaporan sudah diperbaiki dan diketahui dalam soal bahwa rasio
perputaran persediaan saat ini sebanyak 3 kali. Jadi, sebelum dikoreksi, saldo
persediaan kurang saji sebesar $500. Jika angka sediaan kurang, maka rata-rata
sediaan juga kurang atau lebih kecil. Sehingga, sebelum dikoreksi angka rasio
perputaran persediaan lebih besar, karena pembaginya kecil dan yang dibagi tetap.
Kesimpulannya, angka rasio inventory turnover saat ini turun dari yang sebelumnya.

2. Kejadian nomor 2 “Penjualan kredit dilaporkan terlalu rendah sebesar $10.000”. Itu
artinya penjualan kredit disajikan kurang dari nilai sebenarnya sehingga perlu
dikoreksi dengan menambah $10.000 pada pos penjualan kredit dan piutang usaha.
Diketahui perputaran piutang saat ini sebesar 3 kali, dimisalkan dengan angka
perhitungan sbb: Perputaran piutang = penjualan/rata-rata piutang= 60/20 = 3 kali.
Maka, dikoreksi dengan menambah angka penjualan kredit $10.000 dan rata-rata
piutangnya juga ditambah sebesar $10.000 dibagi 2. Maka Perputaran piutang setelah
dikoreksi = 70/25 = 2,8 kali. Jadi, setelah dikoreksi, rasio perputaran piutang menjadi
turun dari sebelumnya.
Untuk jumlah hari penagihan piutangnya menjadi naik. Sebelum dikoreksi jumlah
hari penagihan piutang yaitu 120 hari. Setelah dikoreksi jumlah hari penagihan
piutang meningkat menjadi (360/2,8) = 128 hari.
Terkait perputaran persediaan, kejadian nomor 2 ini menyebabkan perputaran
persediaan menjadi naik. Karena jika penjualannya bertambah, maka HPP nya juga
bertambah, artinya angka pembilangnya bertambah. Sedangkan rata-rata sediaannya
menurun karena telah terjual, maka angka penyebutnya menurun. Jadi, koreksi
penambahan penjualan ini akan meningkatkan rasio perputaran persediaan.

3. Pada kejadian nomor 3, penghapusbukuan piutang akan menurunkan nilai piutang


neto, sehingga rata-rata piutang juga akan menurun. Maka, pada rasio perputaran
piutang, nilai penyebutnya (sisi bawahnya) turun, sehingga hasil perhitungannya akan
lebih besar atau meningkat. Sedangkan pada jumlah hari penagihan piutang akan
menurun, karena pada perhitungannya, pembilangnya (sisi atasnya) tetap dan
penyebutnya (sisi bawahnya) naik, maka angka yang dihasilkan akan lebih kecil atau
turun. Sedangkan untuk perputaran persediaan, kondisi nomor 3 ini tidak memiliki
pengaruh dalam analisis dan perhitungan perputaran persediaan.

4. Pada peristiwa nomor 4, serupa kasusnya dengan kejadian nomor 3 dimana


penghapusbukuan piutang akan menurunkan nilai piutang neto, dan akan
menurunkannilai rata-rata piutang. Maka, pada rasio perputaran piutang, nilai
penyebutnya menjadi turun dan nilai pembilangnya tetap, sehingga hasil
perhitungannya akan meningkat atau lebih besar. Sedangkan pada jumlah hari
penagihan piutang hasilnya akan menurun, karena pada perhitungannya,
pembilangnya tetap dan penyebutnya naik, maka angka yang dihasilkan akan turun.
Sedangkan untuk perputaran persediaan, kondisi nomor 4 ini juga tidak memiliki
pengaruh dalam analisis dan perhitungan perputaran persediaan.

5. Pada kejadian nomor 5, penurunan nilai persediaan tidak memengaruhi angka rasio
perputaran piutang dan hari penagihan piutang. Ini disebabkan karena akun
persediaan tidak disinggung dalam menghitung rasio perputaran piutang dan hari
penagihan piutang. Sedangkan pada rasio perputaran persediaan, penurunan nilai
sediaan akan menyebabkan menurunnya rata-rata sediaan sebagai penyebut dalam
perhitungan rasio inventory turn over. Jadi, nilai pembilang tetap dan penyebut
menurun, maka hasil perhitungan perputaran persediaan akan meningkat/naik.

6. Kondisi nomor 6 merupakan kebalikan dari kejadian nomor 1. Kejadian nomor 6


tidak memiliki pengaruh terhadap perputaran piutang dan jumlah hari penagihan
piutang, karena akun persediaan tidak disinggung dalam penghitungan analisis rasio
perputaran piutang maupun jumlah hari penagihan piutang.
Akun persediaan memiliki pengaruh pada perhitungan rasio perputaran persediaan
karena perhitungannya menggunakan akun persediaan yaitu dengan membagi HPP
dengan rata-rata sediaan. Pada kejadian nomor 6 ini dinyatakan bahwa “Saldo awal
persediaan dilaporkan lebih tinggi sebesar $500 dan telah dikoreksi padaperiode ini”.
Artinya kesalahan pelaporan sudah diperbaiki dan diketahui dalam soal bahwa rasio
perputaran persediaan saat ini sebanyak 3 kali. Jadi, sebelum dikoreksi, saldo
persediaan lebih saji sebesar $500. Jika angka sediaan bertambah, maka rata-rata
sediaan juga bertambah atau lebih besar. Sehingga, sebelum dikoreksi angka rasio
perputaran persediaan lebih kecil, karena pembagi/penyebutnya lebih besar dan yang
dibagi/pembilangnya tetap. Maka, dapat disimpulkan bahwa angka rasio inventory
turnover saat ini naik dari yang sebelumnya.

Latihan 10-3

Intrepetasikan dampak dari enam kejadian dan tranaksi independen berikut terhadap
a. Perputaran piutang usaha (sama dngan 4,0 sebelum kejadian)
b. Jumlah hari penagihan piutang
c. Perputaran persediaan (sama dengan 4,0 sebelum kejadian)
Tiga kolom disebelah kanan dari setiap kejadian dan transaksi didentfikasikan
denga (a), (b), dan (c) sesuai dengan likuiditas diatas. Untuk setiap kejadian dan
transaksi jelaskanapakah dampaknya nai (N), turun (T), dan tidak ada pengaruh
(TP).

No
Kejadian dan Transaksi (a) (b) (c)
.
1. Piutang usaha sebesar $5.000 dihapuskan dengan mengkreditkan
N TP TP
akun cadangan piutang taktertagih
2. Saldo awal persediaandilaporkan terlalu rendah sebesar$1.000
TP TP T
dan telah diperbaiki pada periode ini
3. Berdasarkan metode lower-of-cost-or-market persediaan
TP TP TP
diturunkan sebesar$2.000agar sesuai dengan harga pasar
4. Persediaan yang telah using sebesar $3.000 diidentifikasi dan
TP TP T
dihapuskan
5. Saldo persediaan awal dilaporkan terlalu tinggi sebesar $2.000
TP TP T
dan telah diperbaiki pada periode ini
6. Penjualan kredit dilaporkan terlalu tinggi sevesar$10.000 dan
T N N
telah diperbaiki pada periode ini
Rumus rasio :

Penjualan
a. Perputaran piutang =
Rata−Rata Piutang
360
b. Jumlah hari penagihan piutang =
Perputaran Piutang
Harga Pokok Penjualan(HPP )
c. Perputaran persediaan =
Rata−Rata Persediaan
Penjelasan :
1. Untuk peristiwa pertama ini menghapuskan piutang tak tertagih degan engkreditkan
piutang tersebut sebesar $5.000. sehingga berdampak terhdap perputaran piutang
sedangkan tidak memiliki pengaruh terhdap jumlah hari penaghian piutang serta
perputaran persediaan karena tidak menyinggung rasio tersebut. Pada dasarnya terjadi
peningkatan perputaran piutang serta menurunya penagihan piutang .
2. Kejadian nomor 2 ini tidak memiliki pengaruh terhadap perputaran piutang dan
jumlah hari penagihan piutang, karena pada dasarnya akun persediaan tidak
disinggung dalam penghitungan analisis rasio perputaran piutang maupun jumlah hari
penagihan piutang. Pos persediaan memiliki pengaruh pada perhitungan rasio
perputaran persediaan karena perhitungannya menggunakan akun persediaan yaitu
dengan membagi HPP dengan rata-rata sediaan. Pada kejadian nomor 2 ini dinyatakan
bahwa “Saldo awal persediaan dilaporkan lebih rendah sebesar $1000 dan telah
dikoreksi pada periode ini”. Artinya kesalahan pelaporan sudah diperbaiki dan
diketahui dalam soal bahwa rasio perputaran persediaan saat ini sebanyak 4 kali. Jadi,
sebelum dikoreksi, saldo persediaan kurang saji sebesar $1000. Jika angka sediaan
kurang, maka rata-rata sediaan juga kurang atau lebih kecil. Sehingga, sebelum
dikoreksi angka rasio perputaran persediaan lebih besar, karena pembaginya kecil dan
yang dibagi tetap.
3. Kejadian No 3 mengalami penurunan nilai persediaan sudah seharusnya melakukan
penilaian dengan prinsip LCM karena pada dasarnya tujuannya untuk melebih-
lebihkan nilai asset pada suatu perusahaan tersebut, dimana hanya terjadi penurunan
nilai(harga) yang akan berdampak pada penurunan persediaan perusahaan
4. Pada kejadian No 4 Bahwasanya perusahaan dapat melakukan penghapusan buku
terhadap persediaan sebesar $3000dimana akan berakibat penurunan nilai persediaan
sehingga kan berdampak kepada penurunan rasio persediaan.penurunan ini tidak bisa
dibiarkan karena akan berkibat kergan terhdap perusahaan tersebut.
5. Kejadian nomor 5 tidak memiliki pengaruh terhadap perputaran piutang dan jumlah
hari penagihan piutang, karena akun persediaan tidak disinggung dalam penghitungan
analisis rasio perputaran piutang maupun jumlah hari penagihan piutang. Akun
persediaan memiliki pengaruh pada perhitungan rasio perputaran persediaan karena
perhitungannya menggunakan akun persediaan yaitu dengan membagi HPP dengan
rata-rata sediaan. Terjadinya penurunan yang disebabkan oleh adanya penurunan
penjualan namun terdapat salah saji yang dilakukan oleh perusahaan tersebutsehingga
dilakukan perbaikan kembali
6. Untuk kejadian no 6 berdampak kepada 2 akun yaitu berdampak pada alun persediaan
dan piutang tetapi pada perputaran piutang nya tetap lain dengan penagihan
mengalami kenaikan dan persediaan juga mengalami kenaikan.

Latihan 10-4
Manajemen suatu perusahaan berniat untuk memperbaiki tampilan posisi laporan
keuangannya saat ini, seperti yang tercermin pada rasio lancar dan rasio cepat.

a. Cara manajemen melakukan window-dressing terhadap laporan keuangan untuk


mencapai tujuan tersebut yaitu:
1) Dengan utang lancar tertentu, diusahakan untuk menambah aktiva lancar.
2) Dengan aktiva lancar tertentu, diusahakan untuk mengurangi jumlah utang lancar.
3) Dengan mengurangi jumlah utang lancar bersama-sama dengan mengurangi
aktiva lancar.
4) Dengan mengalihkan utang lancar menjadi utang jangka panjang.
b. Prosedur yang dapat digunakan untuk mendeteksi window-dressing yaitu dengan
mempertimbangkan faktor-faktor sebagai berikut:
1) Distribusi pos-pos aktiva lancar.
2) Data tren dari aktiva lancar dan utang jangka pendek untuk jangka waktu 5 atau
10 tahun.
3) Syarat kredit yang diberikan oleh kreditur kepada perusahaan dalam
pengembalian barang dan syarat kredit yang diberikan perusahaan kepada
langganan dalam penjualan barang.
4) Nilai sekarang atau nilai pasar atau nilai ganti dari barang dagangan dan tingkat
pengumpulan piutang.
5) Kemungkinan adanya perubahan nilai aktiva lancar.
6) Perubahan persediaan dalam hubungannya dengan volume penjualan sekarang dan
yang akan datang.
7) Besar kecilnya kebutuhan modal kerja untuk tahun mendatang.
8) Besar kecilnya jumlah kas dan surat-surat berharga dalam hubungannya dengan
kebutuhan modal kerja.
9) Credit rating perusahaan pada umumnya.
10) Besar kecilnya piutang dalam hubungannya dengan volume penjualan.
11) Jenis perusahaan, apakah merupakan perusahaan industri, perusahaan dagang,
atau public utility.

Latihan 10-5
Data keuangan (ribuan $) untuk Wisconsin Wilderness, Inc., disajikan ulang dberikut ini:
Kewajiban jangka pendek. . . . $ 500
Kewajiban jangka panjang. . . . . 800
Modal ekuitas. . . . . . . . . . . . . .1.200
Kas dari operasi. . . . . . . . . . . . . .300
Laba sebelum pajak. . . . . . . . . . .200
Beban bunga. . . . . . . . . . . . . . . . . 40

Tunjukkan pengaruh dari setiap transaksi dan peristiwa Wisconsin Wilderness (1 hingga 10)
berikut ini terhadap rasio di bawah ini. (Setiap transaksi atau peristiwa tidak bergantung pada
yang lain — pertimbangkan hanya efek langsungnya.) Gunakan N untuk naik, T untuk turun,
dan TP untuk tidak berpengaruh.

a. Total utang terhadap ekuitas.


b. Utang jangka panjang terhadap ekuitas.
c. Laba terhadap beban tetap (lebih dari 1,0 sebelum transaksi dan peristiwa).
d. Arus kas terhadap beban tetap (lebih dari 1,0 sebelum transaksi dan peristiwa).

No. Kejadian atau transaksi a b c d


1. Kenaikan tarif pajak. TP TP T T
2. Pelunasan obligasi — dibayar secara tunai. T T TP TP
3. Menerbitkan obligasi untuk mendanai ekspansi. N N TP TP
4. Menerbitkan saham preferen untuk mendanai ekspansi. T T TP TP
5. Kenaikan beban penyusutan. TP TP T T
6. Menagih piutang usaha. TP TP TP N
7. Melunasi utang dengan utang baru dengan beban bunga yang TP TP T T
lebih tinggi
8. Kapitalisasi bagian beban bunga yang lebih tinggi.
9. Mengonversi utang menjadi saham biasa. T T TP TP
10. Memperoleh persediaan secara kredit. N TP TP TP
Penjelasan:

1. Kejadian nomor 1 tidak memiliki pengaruh langsung dengan total utang terhadap
ekuitas dan rasio utang jangka panjang terhadap ekuuitas karena ttarif pajak tidak
digunakan dalam penghitungan kedua rasio tersebut. Sedangkan pada rasio laba
terhadap beban tetap dan rasio arus kas terhadap beban tetap mengalami kenaikan,
karena pada rasio tersebut beban pajak merupakan penyebut, sehingga jika penyebut
naik dan pembilag tetap maka hasil perhitungan akan turun.
2. Transaksi nomor 2 mengakibatkan penurunan rasio total utang terhadap ekuitas dan
rasio utang jangka panjang terhadap ekuuitas karena pembayaran obligasi akan
mengurangi total utang dan utang jk panjang yang menjadi pembilang dalam rasio
tersebut. Sehingga jika pembilangnya turun dan penyebutnya tetap, maka hasil
perhitungan akan turun. Sedangkan pada rasio laba terhadap beban tetap dan rasio
arus kas terhadap beban tetap, aktivitas pelunasan obligasi tidak ada pengaruhnya.
3. Transaksi nomor 3 yaitu menerbitkan obliggasi, kebalikan dari transaksi nomor 2
dimana mengakibatkan kenaikan rasio total utang terhadap ekuitas dan rasio utang
jangka panjang terhadap ekuuitas karena pembilangnya bertambah dan penyebutnya
tetap, maka hasil perhitungannya akan meningkat atau naik. Aktivitas penerbitan
obligasi tidak ada pengaruh langsung dengan rasio laba terhadap beban tetap dan rasio
arus kas terhadap beban tetap.
4. Penerbitan saham preferen akan menambah total ekuitas. Dalam rasio total utang
terhadap ekuitas dan rasio utang jangka panjang terhadap ekuitas, ekuitas merupakan
penyebut, jika bertambah,, maka hasil perhitungan rasionya akan turun. Dan kejadian
nomor 4 ini tidak ada pengaruh langsung dengan rasio laba terhadap beban tetap dan
rasio arus kas terhadap beban tetap.
5. Kenaikan beban penyusutan tidak ada pengaruh langsung dengan rasio total utang
terhadap ekuitas dan rasio utang jangka panjang terhadap ekuitas. Dan kenaikan
beban penyusutan memilliki pengaruh langsung ddengan rasio laba terhadap beban
tetap dan rasio arus kas terhadap beban tetap. Karena penyusutan merupakan
komponen beban tetap sekaligus sebagai penyebut. Sehingga jika penyyusutan naik
maka hasil perhitungan rasio laba terhadap beban tetap dan rasio arus kas terhadap
beban tetap menjadi turun.

Latihan 10-6

Catatan laporan keuangan Tahun ke-8 Austin Corporation mencakup informasi berikut:

a. Austin baru-baruinimengadakansewaoperasidengan total


pembayarandimasadepansebesar $ 40 juta yang
setaradengannilaidiskontosekarangsebesar $ 20 juta.
b. Asetjangkapanjangtermasuksekuritashutang yang dimilikihinggajatuh tempo yang
dicatatdenganbiayaperolehandiamortisasisebesar $ 10 juta. Dan
nilaiwajarsekuritasadalah $ 12 juta.
c. Austin menjaminpenerbitanobligasi $ 5 juta, jatuh tempo padaTahun 13.
Obligasitersebutditerbitkanoleh Healey, perusahaanafialiasidengankepemilikan 30%
nonkonsolidasi.
Setelah dilakukan analisis, Anda memutuskan untuk menyesuaikan neraca Austin
untuk masing-masing dari tiga poin diatas.

1. Di antaradampakpenyesuaianiniterhadaprasiocakupankelipatanbungadihasilkan
(pilihsalahsatudariberikut):
a. Kapitalisasisewameningkatkanrasioini.
b. Kapitalisasisewamenurunkanrasioini.
c. Mengakuijaminanhutangmenurunkanrasioini.
d. Efekutang yang dimilikihinggajatuh tempo meningkatkanrasioini.

2. Di antaradampakpenyusaianiniuntukrasioutangjangkapanjangterhadapekuitasadalah
(pilihsalahsatudari yang berikut):
a. Hanyapenyesuaiansekuritashutangdimilikihinggajatuh tempo yang
menurunkanrasioini.
b. Hanyakapitalisasisewa yang menurunkanrasioini.
c. Seluruhpenyesuaianmenurunkanrasioini.
d. Seluruhpenyesuaianmeningkatkanrasioini.

3. Apakahdampakpembayarandividentunaiterhadaprasioini
(semuanyasama/tidakberubah)?
UtangJangkaPanjang
Jumlah Kali PerolehanBunga
terhadapEkuitas
a. Meningkatkan ( Naik ) Meningkatkan ( Naik )
b. Tidakadanyapengaruh ( Tetap ) Meningkatkan ( Naik )
c. Tidakadanyapengaruh ( Tetap ) Tidakadanyapengaruh ( Tetap )
d. Mengurangi ( Turun ) Mengurangi ( Turun )
4. Apapengaruhmenjualpersediaanuntukmendapatkankeuntunganpadarasioberikut
(semuanyasama)?
UtangJangkaPanjang
Jumlah Kali PerolehanBunga
terhadapEkuitas
a. Meningkatkan ( Naik ) Meningkatkan ( Naik )
b. Meningkatkan ( Naik ) Mengurangi ( Turun )
c. Mengurangi ( Turun ) Meningkatkan ( Naik )
d. Mengurangi ( Turun ) Mengurangi ( Turun )

5. Keberadaansewaoperasi yang tidakdikapitalisasiadalahuntuk (pilihsalahsatu):


a. Membuatrasiocakupanlabaterhadapbebantetapmenjaditerlalutinggi.
b. MembuatBebantetapterlalutinggi.
c. Membuat Modal kerjaterlalutinggi.
d. Membuatrasiohutangjangkapanjangterhadapekuitasmenjaditerlalurendah.

Anda mungkin juga menyukai