Anda di halaman 1dari 13

Kuliah Fisika Dasar Universitas Indonesia

Elastisitas dan Modulus Elastisitas


✍ Pendahuluan
• Elastisitas adalah sifat benda yang mengalami perubahan
bentuk atau deformasi secara tidak permanen.

• Benda dapat dikatakan elastik sempurna artinya jika gaya


penyebab perubahan bentuk hilang maka benda akan kem-
bali ke bentuk semula. Banyak benda yang bersifat elastik
sempurna yaitu mempunyai batas-batas deformasi yang di-
sebut limit elastik sehingga jika melebihi dari limit elastik
maka benda tidak akan kembali ke bentuk semula

• Sifat yang lain adalah sifat plastik atau sifat tidak elastik
dan cenderung tidak ke bentuk semula, misalnya lilin

• Perbedaan antara sifat elastik dan plastik adalah pada ting-


katan dalam besar atau kecilnya deformasi yang terjadi
• Dalam pembahasan sifat elastik pada benda perlu diasum-
sikan bahwa benda-benda tersebut mempunyai sifat-sifat
berikut

⊲ Homogen artinya setiap bagian benda mempunyai kerapatan


yang sama

⊲ Isotropik artinya pada setiap titik pada benda mempunyai sifat-


sifat fisis yang sama ke segala arah

• Deformasi pada benda akan menyebabkan perubahan ben-


tuk tetapi tidak ada perubahan volume tetapi benda yang
mengalami kompresi akan terjadi perubahan volume tetapi

dede@fisika.ui.ac.id -1-
Kuliah Fisika Dasar Universitas Indonesia

tidak terjadi deformasi.


• Tidak ada hubungan antara sifat getas atau kerapuhan dan
sifat kelenturan dengan sifat elastisitas

⊲ Gelas mudah rapuh tetapi sangat elastik


⊲ Timah sangat lentur tetapi elastisitas rendah, dsb

Tegangan(Stress)
• Tegangan atau Stress adalah gaya reaksi atau gaya untuk
mengembalikan ke bentuk semula. Gaya ini mengemba-
likan benda ke bentuk semula persatuan luas terbagi rata
diseluruh permukaan.

• Stress dapat dikelompokkan menjadi


dFn
⊲ Stress normal dinyatakan Sn = dA
dFt
⊲ Stress geser dinyatakan St = dA

dFn
dF

dFt

dA

Gbr. 1: Stress normal(dFn ) dan stress geser(dFt )

dede@fisika.ui.ac.id -2-
Kuliah Fisika Dasar Universitas Indonesia

• Stress normal dibedakan menjadi stress normal tekan atau


kompressi dan stress normal tarik

• Stress geser adalah gaya yang bekerja pada benda sejajar


penampang

• Stress volume adalah gaya yang bekerja pada suatu benda


sehingga terjadi perubahan volume dan bentuknya tetap.

Stress geser
Stress volume

F F

F
Stress tekan Stress tarik

Gbr. 2: Stress volume, stress geser dan stress tekan-tarik

dede@fisika.ui.ac.id -3-
Kuliah Fisika Dasar Universitas Indonesia

Regangan(Strain)
• Regangan atau strain adalah perubahan pada ukuran ben-
da karena gaya dalam kesetimbangan dibandingkan dengan
ukuran semula. Strain juga dapat dikatakan sebagai tingkat
deformasi

• Strain dapat berbentuk


⊲ Strain linier=perubahan panjang per panjang semula( ∆l
l
)

⊲ Strain velume=perubahan volume per volume semula( ∆V


V
)

⊲ Strain geser=deformasi dalam bentuk(β = ∆x


h
)

F
A x A’ B B’ A B
A’ B’

x
Gbr. 3: Strain geser dengan tan β ≈β= h

Hubungan Stress dan Strain


• Sifat-sifat benda elastik
⊲ Strain selalu sama untuk stress tertentu
⊲ Strain hilang sama sekali jika penyebab dihilangkan
⊲ Untuk membuat strain tetap maka stress juga dibuat tetap

dede@fisika.ui.ac.id -4-
Kuliah Fisika Dasar Universitas Indonesia

• Hubungan antara stress dan strain adalah hukum Hooke


stress
= tetap = k (1)
strain
k adalah modulus elastisitas atau koefisien elastisitas.
• Dalam batas elastisitasnya setiap deformasi berbanding lu-
rus dengan gaya penyebabnya(hukum Hooke)

• Hubungan ini dapat dilihat pada peristiwa


⊲ pertambahan panjang pegas berbanding lurus dengan gaya
penyebabnya.

⊲ pelenturan balok berbanding lurus dengan beban.


⊲ puntiran kawat berbanding lurus dengan gaya kopel bekerja.
Stress

B
A
D
C

Strain

Gbr. 4: Hubungan stress dan strain dengan A=limit proposional,


B=limit elastik, C=daerah plastik, D=titik patah(fracture point)

dede@fisika.ui.ac.id -5-
Kuliah Fisika Dasar Universitas Indonesia

Modulus Elastisitas
✍ Modulus Young
• Modulus Young berhubungan dengan deformasi linier misal-
nya kawat atau balok yang diberi beban.

• Jika perubahan panjang(∆l) dan panjang mula-mula(l) ma-


ka Modulus Young adalah

Fn /A
Y = (2)
∆l/l
• Gaya deformasi bekerja hanya satu arah atau strain longitu-
dinal linear karena stress arah normal saja.

• Beberapa nilai Modulus Young

Bahan Y(×109 N/m2 )


Besi, Besi tuang 100

Baja 200

Kuningan 100

Tembaga 110

Beton 20

Granit 45

dede@fisika.ui.ac.id -6-
Kuliah Fisika Dasar Universitas Indonesia

✍ Modulus Geser
• Modulus geser adalah deformasi akibat gaya yang menying-
gung permukaan tetapi volume tetap atau gaya tangensial.

Ft /A Ft h Ft Ft
M= = = = (3)
x/h Ax A tan β Aβ
• Beberapa nilai dari Modulus Geser(M)

Bahan M(×109 N/m2 )


Besi, Besi tuang 40

Baja 80

Kuningan 35

Tembaga 42

Aluminium 25

✍ Modulus Volume(Bulk)
• Benda mengalami gaya deformasi yang menyeluruh diselu-
ruh permukaan sehingga benda mengalami perubahan vo-
lume tetapi bentuk tetap

∆p
B=− (4)
∆V /V
tanda negatif(-) menunjukkan apabila ∆p positif(+) artinya
tekanan bertambah dan ∆V negatif(-) artinya volume ber-
kurang

dede@fisika.ui.ac.id -7-
Kuliah Fisika Dasar Universitas Indonesia

• Kompresibilitas(κ) didefinisikan sebagai


1
κ= (5)
B
• Beberapa nilai Modulus Bulk

Bahan B(×109 N/m2 )


Besi, Besi tuang 90

Baja 140

Kuningan 80

Tembaga 140

Aluminium 70

Air 2,0

Alkohol 1,5

Air raksa 2,5


• Beberapa nilai Kompresibilitas

Bahan κ(×10−11 m2 /N)


Carbon disulfida 64,0

Alkohol 110,0

Gliserin 21,0

Air raksa 3,7

Air 49

dede@fisika.ui.ac.id -8-
Kuliah Fisika Dasar Universitas Indonesia

✍ Perbandingan Poisson
• Perbandingan Poisson didefinisikan
strain transversal
σ = − (6)
strain longitudinal
∆m/m ∆n/n
= − =−
∆l/l ∆l/l
jika ∆m/m = 0 maka σ = 0 artinya volume berkurang.
⊲ Untuk batang balok σ = − ∆m/m
∆l/l

⊲ Untuk benda silinder σ = − ∆d/d


∆l/l

• Untuk batang balok, volumenya V = l·m·n, strain volume


∆V ∆l ∆m ∆n
= + +
V l m n
∆ ∆ ∆ ∆l
= −σ −σ = (1 − 2σ) (7)
l l l l
• Untuk batang silinder, strain volume
πd2 l π πd2
V = → ∆V = l2d∆d + ∆l (8)
4 4 4
π πd2
∆V 4 l2d∆d + 4 ∆l
= πd2 l
V 4
2∆d ∆l
= +
d l
∆l ∆l ∆l
= −2σ + = (1 − 2σ) (9)
l l l
• Sehingga untuk semua macam benda strain volumenya
dede@fisika.ui.ac.id -9-
Kuliah Fisika Dasar Universitas Indonesia

∆l
l (1 − 2σ) jika F k l atau gaya sejajar dengan panjang.
• Nilai perbandingan Poisson adalah 0 < σ < 0.5 dan be-
berapa nilai Perbandingan Poisson

Bahan σ
Aluminium 0,16

Kuningan 0,26

Tembaga 0,32

Besi 0,27

Baja 0,19

✍ Hubungan modulus-modulus elastisitas


Y Y
B= ;M = (10)
3(1 − 2σ) 2(1 + σ)
B =modulus Bulk, M =modulus geser dan σ =perbandingan Po-
isson

dede@fisika.ui.ac.id -10-
Kuliah Fisika Dasar Universitas Indonesia

Energi Potensial Internal


• Agar terjadi deformasi pada benda maka dibutuhkan ener-
gi. Energi yang tersimpan dalam benda itu disebut energi
strain

• Jika gaya dihilangkan maka stress hilang dan energi strain


timbul sebagai energi panas

✍ Strain linier
Z
l
W = F dl, F = Y A (11)
L
Z l
l AY 1 2
= AY dl = l
0 L L 2
Bentuk Pers(11) dapat dinyatakan sebagai

1 l AL 1
W = Y Al = × stress × strain × volume (12)
2L AL 2
atau kerapatan Energi Potensial adalah

W EP1
= = × stress × strain
volume volume 2

✍ Strain Geser
R
Energi pada strain geser dinyatakan sebagai W = F dl
l
dimana F = M Aβ dan A = L2 , β = L sehingga F =

dede@fisika.ui.ac.id -11-
Kuliah Fisika Dasar Universitas Indonesia

M L2 Ll = M L l. Energi potensial internal adalah


Z l
1
W = AM lLdl = M L l2 (13)
0 2
1 l l 3
= M L
2 LL
1
= × stress × strain × volume
2
atau kerapatan Energi Potensial adalah

W EP 1
= = × stress × strain
volume volume 2

✍ Strain Volume
Z Z
v v
W = pdv = −B dv; p = −B (14)
V V
B1 2 1 Bv 1
= − v =− v = pv
V 2 2 V 2
atau kerapatan Energi Potensial adalah

W EP 1
= = × stress × strain
volume volume 2
✍ Faktor Keselamatan dari Stress
• Stress yang diperkenankan harus jauh di bawah titik patah-
nya dan tidak melebihi batas elastiknya dan didefinisikan
stress patah
faktor keselamatan = (15)
stress yang diinginkan

dede@fisika.ui.ac.id -12-
Kuliah Fisika Dasar Universitas Indonesia

Contoh:
Tentukan luas minimum suatu tiang penopang yang terbuat dari
beton jika beton tersebut mendapat berat sebesar W = 1, 2 ×
105 N dengan faktor keselamatan 6. Beton mempunyai tekan-
an kompresi sebesar 2, 0 × 107 N/m2 .

Faktor keselamatan=6 maka tekanan yang diinginkan(Pd )


adalah

2, 0 × 107 N/m2
Pd = = 3, 3 × 106 N/m2
6
Maka luas penampang minimum adalah

W 1, 2 × 105 2
A= = = 3, 6 × 10−2
m
Pd 3, 3 × 106 N/m2

dede@fisika.ui.ac.id -13-