Anda di halaman 1dari 14

MAKALAH

STUDI KASUS UNTUK MENANGKAP PELUANG USAHA GUNA MENGEMBANGKAN


USAHA BARU

OLEH

NAMA : TOSA RIFAI


NIM : 042885685

EMAIL : tosarifai@yahoo.com

UPPBJ : UPPBJ-UT JAKARTA

MATA KULIAH KEWIRAUSAHAAN

(EKMA 4370)

UNIVERSITAS TERBUKA

2020
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar belakang

Menjadi negara maju pada tahun 2025 adalah salah satu misi dalam bidang
ekonomi negara Indonesia. Salah satu cara yang dapat ditempuh guna mewujudkan misi
tersebut adalah dengan meningkatkan jumlah wirausaha (enterpreneur) di Indonesia.
Namun fakta yang ada berkata lain, jumlah wirausaha di Indonesia masih terbilang cukup
sedikit. Berdasarkan data yang dipaparkan Menteri Koperasi dan UMKM, Teten Masduki
dalam Tribunnews.com, jumlah wirausaha masih dibawah empat persen dimana jumlah
tersebut belum sebanding dengan populasi di Indonesia. Oleh sebab itu, pemerintah saat
ini begitu gencar dalam mendorong wirausahawan yang didominasi generasi muda serta
menunjang kebutuhan pelaku ekonomi kreatif di Indonesia untuk berkembang menjadi
wirausaha. Lalu apa itu wirausaha? Menurut (Saiman, 2014, hal. 43), wirausaha adalah
orang-orang yang memiliki sifat-sifat kewiraswastaan/kewirausahaan dan umumnya
memiliki keberanian dalam mengambil risiko terutama dalam menangani usaha atau
perusahaannya dengan berpijak pada kemampuan dan atau kemauan sendiri. Seorang
wirausaha tentunya harus memiliki sifat-sifat kewirausahaan dalam dirinya sebelum
memulai suatu bisnis karena, sebelum memulai suatu bisnis, wirausaha tidak hanya harus
memiliki kemauan, tetapi juga kemampuan. Dalam hal ini adalah kemampuan dalam
mencari peluang usaha. Mencari peluang usaha tidak bisa dianggap sepele, karena
peluang usaha akan sangat menentukan eksistensi usaha itu di masa-masa mendatang.
Peluang usaha yang dicari adalah peluang usaha yang menguntungkan serta dapat
dimanfaatkan semaksimal mungkin. Seperti yang kita lihat akhir-akhir ini, di mana
banyak sekali anak muda ataupun mahasiswa yang membuka bisnis kecil-kecilan dengan
memanfaatkan peluang usaha di sekitarnya. Mereka menggunakan ide-ide kreatif dan
inovatif dengan menciptakan sesuatu yang unik. Dengan demikian, dalam makalah ini
akan diuraikan mengenai kisah inspiratif dari seorang wirausaha dalam mencari peluang
usaha dengan ide-ide kreatifnya beserta analisis studi kasusnya yang semoga dapat
menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk dapat menjadi entrepreneur dan mampu
mengembangkan sayap bisnis nya.

B. Rumusan masalah
1. Bagaimana cara melihat sebuah peluang usaha?
2. Sifat- sifat apa saja yang seharusnya dimiliki oleh seorang wirausaha ?
3. Apa yang dimaksud dengan ide bisnis yang kreatif dan inovatif
C. Tujuan
1. Mengetahui bagaimana cara untuk melihat peluang usaha.
2. Mengetahui sifat- sifat apa saja yang seharusnya dimiliki oleh wirausaha
3. Mengatahui pengertian ide bisnis yang kreatif dan inovatif.
BAB II

PEMBAHASAN

A. Landasan Teori

1. Pengertian wirausaha

Wirausahawan (bahasa Inggris: entrepreneur) adalah orang yang melakukan aktivitas


wirausaha yang dicirikan dengan pandai atau berbakat mengenali produk baru,
menentukan cara produksi baru, menyusun manajemen operasi untuk pengadaan produk
baru, memasarkannya, serta mengatur permodalan operasinya.

Pengertian wirausaha yang disampaikan oleh JB. Say (1803) bahwa wirausaha adalah
pengusaha yang mampu mengelola sumber-sumber daya yang dimiliki secara ekonomis
(efektif dan efisien) dan tingkat produktivitas yang rendah menjadi tinggi.

Menurut Vernon A. Musselman dan John H. Jackson ,wirausaha (wiraswasta) adalah


menginvestasikan dan mempertaruhkan waktu, uang, dan usaha untuk memulai suatu
perusahaan dan menjadikannya berhasil. Dalam definisi itu ada kata mempertaruhkan
waktu, uang, dan usaha. Jadi, dalam konsep wirausaha terdapat kemauan menanggung
risiko dan keberanian memulai usaha.

Menurut Mas’ud Machfoedz dan Mahmud Machfoedz (2004), seorang wirausaha


adalah seorang inovator yang mampu mengubah kesempatan menjadi sebuah ide yang
bisa di jual, dapat memberikan nilai tambah melalui upaya, waktu, biaya, serta kecakapan
dengan tujuan mendapatkan keuntungan.

Berdasarkan beberapa definisi diatas dapat kita ambil pengertian wirausaha secara
umum yakni seorang yang berani berusaha secara mandiri dengan mengerahkan segala
sumber daya dan upaya meliputi kepandaian mengenali produk baru, menentukan cara
produksi baru, menyusun operasi untuk menciptakan sebuah peluang usaha, pengadaan
produk baru, memasarkannya, serta mengatur permodalan operasinya untuk
menghasilkan sesuatu yang bernilai lebih tinggi, dengan segala resiko yang akan
dihadapinya.

2. Sifat-sifat yang dimiliki seorang wirausaha

Tidak jarang terdapat beberapa kesalahan wirausaha yang membuat peluang usahanya
gagal. Kewirausahaan mencakup berbagai banyak hal, dari kesiapan, tanggung jawab,
dan keahlian dalam usahanya. Seorang wirausahawan harus memiliki sifat-sifat
kewirausahaan yang baik. Banyak faktor yang mampu mengarahkan seseorang untuk
menciptakan sikap dan pola pikir untuk menjadikan dirinya sebagai seorang
wirausahawan yang mampu menciptakan peluang dan membaca peluang. Menciptakan
dan membaca peluang merupakan sebuah kunci mutlak yang harus dimiliki oleh seorang
entrepreneur. Menurut (Suryana, 2013) seorang wirausaha mempunyai ciri-ciri yaitu:
percaya diri, ulet, memiliki inisiatif, memiliki motif berprestasi, memiliki jiwa
kepemimpinan dan mempunyai keberanian dalam mengambil risiko.

3. Pengertian kreativitas dan inovatif

Kreativitas diartikan sebagai penggunaan imaginasi dan kecerdikan untuk mencapai


sesuatu atau untuk mendapatkan solusi yang unik dalam mengatasi persoalan (Sahid
Susanto, 1999: 3). Kreatif bukan bawaan dari lahir melainkan sesuatu yang dapat
diciptakan dan dilatih dengan memberikan stimulus atau pancingan kepada otak.
Permainan, atau membuat gambar-gambar dapat merangsang otak untuk berpikir kreatif.
Dengan berlatih berpikir kreatif, maka inspirasi untuk melakukan, membuat, dan
menciptakan sesuatu terbuka lebar sehingga dapat menghasilkan sesuatu yang inovatif.

Inovasi merupakan proses mengembangkan ide baru atau memasukkan ide baru
dalam kegiatan praktis sehingga terjadi konversi ide baru dalam aplikasi yang
bermanfaat. Aplikasi ide baru terjadi dalam bentuk proses inovasi yang menghasilkan
cara atau metode yang lebih baik dalam mengerjakan sesuatu akan menghasilkan sesuatu
yang inovatif.

Potensi kreativitas ada pada semua orang. Kewirausahaan erat kaitannya dengan
kreativitas dan inovasi karena: 1) inti dari kewirausahaan adalah kemampuan untuk
menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda (create new dan different) melalui berpikir
kreatif dan bertindak inovatif untuk menciptakan peluang. Oleh karena itu wirausaha erat
hubungannya dengan kreativitas (Suryana, 2003:2); 2) menurut Milgram (Munandar,
1995) intelegensi atau IQ semata-mata tidak dapat meramalkan kreativitas dalam
kehidupan nyata; 3) selanjutnya Rowe (2004) mengatakan bahwa kecerdasan umum
mendukung beberapa tipe kreativitas, tapi belum tentu bisa mendukung atau menjamin
semua tipe kreativitas. Kecerdasan kreatif sifatnya terbuka, inovatif, inventif, tak terbatas,
berani, spontan, fantasis, imajinatif, tak terduga, revolusioner dan berjiwa bebas,
sedangkan kecerdasan umum mempunyai karakteristik fokus, disiplin, logis, terbatas,
bersahaja, realistis, praktis, serius, stabil dan konservatif (Susiana, 2005: 13).

4. Pengertian peluang usaha

Thomas W. Zimmerer merupakan salah seorang pakar kewirausahaan yang telah


diakui kredibilitasnya. Bahkan banyak pernyataan atau pendapat darinya dijadikan
pertimbangan dalam dunia bisnis ini. Salah satunya adalah pengertian peluang usaha
menurutnya yaitu berarti adanya penerapan sebuah kreatifitas dan inovasi. Ini dilakukan
dari hasil pemikiran yang digunakan untuk memecahkan permasalahan kehidupan
sehingga Menurut Arif F. Hadiparanata

Menurut Thomas W. Zimmerer, peluang usaha diartikan sebagai resiko yang


sudah semestinya diambil serta dihadapi untuk mengatur atau mengelola segala urusan
yang memiliki hubungan dengan finansial. muncul kesempatan untuk bisa dimanfaatkan.

Robbin and Coulter menyampaikan bahwa peluang usaha peluang usaha


merupakan sebuah proses yang mana didalamnya melibatkan invidu atau kelompok yang
menggunakan usaha dan sarana tertentu untuk menciptakan suatu nilai tumbuh guna
memenuhi sebuah kebutuhan tanpa memperhatikan sumber daya yang digunakan.

Bagi kebanyakan masyarakat umum, peluang usaha adalah ide - ide usaha yang
dapat diambil dan dilakukan sebagai jalan untuk mendapatkan uang dan meraih
keuntungan. Sementara, pengertian peluang usaha di atas merupakan definisi yang
ditinjau dari bidang kewirausahaan. Beberapa penjelasan yang telah disampaikan oleh
para ahli maupun yang banyak diketahui oleh masyarakat umum dapat ditarik benang
merah bahwa di dalam peluang usaha selalu mengandung resiko. Oleh sebab itu, seorang
pengusaha yang sukses harus memiliki setidaknya dua kemampuan dasar agar sukses
berkaitan dengan peluang dan resiko yaitu kemampuan mengambil peluang dan
kemampuan mengambil risiko.

B. Analisis studi kasus

1. Studi kasus

Tak lulus Kuliah, Pria Ini Sukses Pasarkan Kopi Aceh Ke Luar Negeri
Kompas.com
Penulis : Akhdi M Pratama
Editor : Sakinah RD Setiawan

Teuku Dharul Bawadi, pemilik Bawadi Coffee saat diwawancarai di Jakarta, Sabtu
(13/7/2019). (KOMPAS.com/AKHDI MARTIN PRATAMA)
JAKARTA, KOMPAS.com - Tak lulus dari bangku kuliah bukan berarti Anda tak bisa
sukses dalam berkarier. Hal ini dibuktikan sendiri oleh Teuku Dharul Bawadi. Meskipun
merasakan bangku kuliah hanya sampai semester enam, Bawadi sukses menjadi seorang
pebisnis. Bahkan, pria yang saat ini berusia 30 tahun itu sukses membawa produknya ke pasar
internasional. Pria yang memiliki hobi bermain game ini merupakan pemilik produk kopi Aceh
yang dinamakan Bawadi Coffee. Kopi produksi Bawadi kini telah dipasarkan ke 8 negara. "Saya
lihat kawan-kawan saya ditempat kuliah semua mengejar untuk jadi PNS dan lain-lain,
sedangkan itu agak bertolak belakang dengan saya. Saya ingin bisa menciptakan lapangan
pekerjaan untuk orang lain. Akhirnya saya memutuskan untuk membuat satu perusahaan
namanya Bawadi Coffee," ujar Bawadi di Jakarta, Sabtu (13/7/2019).

Bawadi bercerita, saat pertama kali membuat produk kopi kemasan, dirinya tak langsung
memasarkannya. Dia terlebih dahulu memberikan produk buatannya itu ke tetangga dan sanak
keluarganya. Setelah mendapatkan respon positif, barulah dia berani memasarkan produknya ke
pasaran. Saat pertama kali merintis bisnis, Bawadi hanya bermodalkan uang Rp30 juta. "Jangan
ambil tindakan misalnya langsung produksi massal. Dari situlah kebanyakan UMKM yang gagal.
Sebenarnya kita bisa memulai step by step lebih bagus daripada langsung," tutur Bawadi.
Bawadi sendiri memulai produksi kopinya sejak 2014 lalu. Saat itu produk pertama yang dia
buat, yakni kopi Arabica Gayo.

Saat pertama kali merintis bisnisnya, Bawadi mengaku memasarkan produknya seorang
diri. Dia mencoba menawarkan produknya dari toko ke toko. Kata-kata penolakan dari pemilik
toko tak jarang dia dapati. Namun, hal tersebut tak membuatnya patah arang. Setelah tak sukses
memasarkan produknya ke dalam negeri, Bawadi mencoba menawarkan produknya ke Malaysia
dan Singapura. Produk kopi Bawadi sendiri mulai dijual di harga Rp 15.000 hingga Rp 250.000.
"Karena memang awal target Kopi Bawadi langsung ke Malaysia. Kenapa saya lebih tertarik ke
market luar negeri, pertama di luar negeri itu kita tidak bersaing dengan kompetitor. Kalau kita
masuk ke nasional harus ada nama, karena orang agak susah nerima produk baru kalau memang
dia belum ada nama," ucap dia. Rupanya, produk kopi Bawadi diterima oleh masyarakat
Malaysia dan Singapura. Hari demi hari pesanan kopi Bawadi terus melonjak.

Saat ini, dalam tiap bulannya Bawadi bisa memproduksi 12 ton kopi. Dia pun telah sukses
membantu para petani kopi asal Aceh. Mitra petani kopi Bawadi saat ini berjumlah 1.840 orang.
Tak sampai di situ, kini Bawadi telah sukses mewujudkan mimpinya membuka lapangan kerja
untuk orang lain. "Karyawan tetap saya ada 28 orang, karyawan lepas ada 34 orang. Jadi saya
bermimpi supaya kawan-kawan yang lagi kuliah, saya suruh mereka berkunjung ke tempat saya,
supaya dia bisa berwirausaha sambil kuliah," ujarnya. Kini, Bawadi telah mengekspor kopi
buatannya ke delapan negara, yakni Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, Thailand, China,
India, Australia dan Kanada.
Dia pun kini tengah mencoba melakukan penetrasi pasar ekspor ke negara-negara Timur
Tengah dan Eropa. "Mimpi kita tahun ini saya rencana masuk ke 7-Eleven. Kalau kita masuk ke
sana otomatis 36 negara kita sudah bisa masuk barang," kata Bawadi. Kini, omzet per bulan
Bawadi pun telah melonjak 20 kali lipat dari modal awal yang telah dia keluarkan.

Apa yang diraih Bawadi saat ini telah membuktikan bahwa tak lulus kuliah pun tetap bisa
sukses dalam membangun bisnis.

2. Analisis studi kasus


Dari Kasus di atas, Teuku Dharul Bawadi merupakan seorang pria berumur 30 tahun
yang tidak menamatkan kuliahnya saat berada pada semester enam namun sukses membawa
produk dagangannya hingga ke pasar mancanegara. Beliau berhasil dalam menangkap peluang
usaha dengan menjual produknya ke luar negeri. Menurutnya, dengan memasarkan kopi ke luar
negeri beliau tidak perlu bersaing dengan kompetitor. Justru jika produk masuk ke dalam negeri,
orang akan sulit untuk menerima produk baru jika produk tersebut belum mempunyai nama.
Menjadi seorang wirausaha dituntut untuk kreatif dan inovatif agar pelaku bisnis dapat
menangkap kesempatan dan peluang usaha di berbagai pasar. Daya kreativitas tersebut sebaiknya
dilandasi oleh cara berpikir yang maju, penuh dengan gagasan-gagasan baru yang berbeda
dengan produk-produk yang telah ada selama ini di pasar.
Sebagai seorang wirausaha, Bawadi telah memiliki sifat-sifat sebagai berikut.
1. Berani Mengambil Risiko
Bawadi telah berhasil keluar dari zona nyaman. Pada saat teman-temannya memilih
untuk menjadi seorang PNS, beliau justru ingin bisa menciptakan lapangan pekerjaan untuk
orang lain. Hal ini disebabkan Bawadi merasa bahwa menjadi seorang PNS agak bertolak
belakang dengan dirinya. Padahal, beliau bisa saja menjadi PNS dengan gaji dan tunjangan yang
tetap. Ya, inilah risiko yang telah diambil oleh Bawadi dengan memilih menjadi seorang
wirausaha karena menjadi seorang wirausaha pasti penuh dengan ketidakpastian, risiko dan
tantangan, seperti persaingan, barang tidak laku dan sebagainya.
2. Tekun dan Ulet
Tekun dan ulet merupakan modal utama bagi seorang wirausaha. Berdasarkan
pengalaman Bawadi pada saat awal beliau merintis usaha tak jarang produk yang ia tawarkan
mengalami penolakan dari pemilik toko. Namun, hal tersebut tidak membuatnya patah semangat.
Hingga akhirnya beliau mencoba untuk memasarkan produknya ke luar negeri. Selain itu, dalam
melaksanakan kegiatannya, seorang wirausahawan harus memiliki kedisplinan yang tinggi
terhadap tugas dan pekerjaannya. Ketaatan wirausahawan akan kesepakatan-kesapakatan yang
dibuatnya ialah contoh dari kedisiplinan akan kualitas pekerjaan dan sistem kerja.
3. Sabar dan berkomitmen tinggi
Kesabaran sering menjadi penentu dalam keberlanjutan usaha. Selain itu, seorang
wirausahawan harus memiliki komitmen yang jelas, terarah dan bersifat progresif atau
berorientasi pada masa depan. Menurut Bawadi, pada saat pertama kali merintis bisnis, harus
dilakukan secara step by step dan tidak boleh langsung memproduksi secara massal karena hal
inilah yang dapat menyebabkan pelaku UMKM gagal dalam bisnisnya.Kesabaran dan komitmen
nya yang tinggi kini telah berbuah hasil yang manis, dengan mengibarkan merek Bawadi Cofe
kini Ia pun mampu mencatatkan peredaran usaha perbulan dari Rp 400 Juta hingga Rp 500 Juta.
BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan
Dari penjelasan diatas tentang kisah sukses Bawadi, sang pengusaha muda kopi asal
Aceh yang tidak lulus dari bangku kuliah, dapat kita tarik benang merah bahwa untuk menjadi
seorang wirausaha dituntut untuk kreatif dan inovatif agar pelaku bisnis dapat menangkap
kesempatan dan peluang usaha di berbagai pasar dan juga agar usaha nya mampu tetap tegar
berdiri dan terus profitable. Persaingan yang ketat dalam berbisnis dan menjalankan usaha
mendorong para pebisnis untuk memiliki kreativitas tinggi. Daya kreativitas tersebut sebaiknya
dilandasi oleh cara berpikir yang maju, penuh dengan gagasan-gagasan baru yang berbeda
dengan produk-produk yang telah ada selama ini di pasar. Selain itu, menjadi seorang wirausaha
juga dituntut untuk memiliki sifat-sifat wirausahawan seperti berani mengambil risiko, tekun dan
ulet, disiplin, sabar dan berkomitmen tinggi.
B. Saran

Dalam menjalankan usahanya ditengah era yang senantiasa berubah, seorang wirausaha
seharusnya terus meningkatkan kepercayaan diri dan dalam mengelola usahanya disertai dengan
keberanian mengambil risiko guna keberhasilan usahanya walau risiko tetap harus
diperhitungkan. Selain ini, wirausaha harus senantiasa adaptif dan terus mencari terobosan baru
melalui kreativita dan inovasi agar usahanya terus berkembang.
DAFTAR PUSTAKA

Saiman, L. (2014). KEWIRAUSAHAAN Edisi 2. Jakata: Salemba Empat.

Suryana. (2013). Kewirausahaan : Kiat dan Proses menuju sukskes. Salemba Empat. Retrieved
from http://lib.unika.ac.id/index.php?p=show_detail&id=50278&keywords=kewirausahaan

Wijayanto, A. (2013). Pengaruh Karakteristik Wirausahawan Terhadap Tingkat Keberhasilan


Usaha. Jurnal Ilmu Sosial, Vol.12

Peluang usaha.kontan.co.id. “ Teuku Dharul Bawadi dari sopir menjadi produsen kopi ternama”
08 November 2020. <https://peluangusaha.kontan.co.id/news/teuku-dharul-bawadi-dari-sopir-
menjadi-produsen-kopi ternama#:~:text=Teuku%20Dharul%20Bawadi%2C%20dari%20sopir
%20menjadi%20produsen%20kopi%20ternama,Minggu%2C
%2025%20Agustus&text=ILUSTRASI.&text=Pria%20kelahiran%20Aceh%20Jaya%20ini,juta
%20hingga%20Rp%20500%20juta.> [diakses 08 November 2020]

Money.kompas.com. “tak lulus kulia pria ini sukses pasarkan kopi aceh ke luar negeri”. 13 Juli
2019 <https://money.kompas.com/read/2019/07/13/153000626/tak-lulus-kuliah-pria-ini-sukses-
pasarkan-kopi-aceh-ke-luar-negeri?page=all[diakses 08 November 2020]

2a. Saya sangat setuju bahwa inovasi merupakan usaha menemukan peluang baru.
Baldacchino (2009) pernah menyampaikan bahwa kewirausahaan adalah kemampuan kreatif dan
inovatif yang dijadikan dasar, kiat dan sumber daya untuk mencari peluang menuju sukses.
Sejatinya yang menjadi inti dari kewirausahaan adalah kemampuan untuk menciptakan sesuatu
yang baru dan berbeda melalui berpikir secara kreatif dan inovatif untuk mencari peluang (
doing new thing). Kreatif dalam bahasa sederhananya adalah memikirkan sesuatu yang baru dan
berbeda sedangkan inovasi adalah kemampuan untuk menerapkan kreativitas tersebut dalam
rangka memecahkan suatu permasalahan dan menemukan peluang. Secara sederhana inovasi
adalah kemampuan untuk melakukan sesuatu yang baru dan berbeda. Larsen, P and Lewis, A,
(2007) menyatakan bahwa salah satu karakter yang sangat penting dari wirausahawan adalah
kemampuannya berinovasi. Tanpa adanya inovasi perusahaan tidak akan dapat bertahan lama.
Hal ini disebabkan kebutuhan, keinginan, dan permintaan pelanggan yang kian dinamis.
Pelanggan tidak selamanya akan mengkonsumsi produk yang sama.

Contoh inovasi dalam berwirausaha adalah inovasi es kepal yang sehat yakni es kepal
green tea sebagai inovasi untuk menyaingi yang telah viral sebelumnya yakni es kepal milo yang
diketahui sangat digemari namun memiliki kandungan kalori yang cukup tinggi sekita 780 an
kilo kalori sehingga kurang sehat. Es kepal milo sendiri merupakan es serut yang dipadatkan,
lalu diguyur dengan lelehan coklat dan milo pekat setelah itu ditambahkan beberapa toping
seperti kacang, keju, biskuit dan lain sebagainya. Hal ini lah yang menciptakan cita rasa dingin
dan manis sehingga digandrungi banyak orang. Berbeda dengan es kepal milo, inovasi es kepal
green tea menggunakan bahan teh hijau yang lebih sehat karena mengandung antioksidan untuk
menangkal radikal bebas yakni zat katekin. Soal rasa dari es kepal green tea ini pun tak kalah
nikmat dengan es kepal milo dan cukup digemari. Inovasi es kepal green tea pun faktanya
mampu menciptakan peluang usaha baru dalam bisnis kuliner.

2b. Inovasi sendiri memiliki empat jenis antara lain:

1. Penemuan. Kreasi suatu produk, jasa, atau proses baru yang belum pernah dilakukan
sebelumnya. Konsep ini cenderung disebut revolisioner. Sebagai contoh penemuan
bola lampu oleh Thomas Alfa Edison, penemuan mesin uap oleh James Watt, telepon
oleh Alexander Graham Bell dan .
2. Pengembangan. Pengembangan suatu produk, jasa, atau proses yang sudah ada.
Konsep seperti ini menjadi aplikasi ide yang telah ada berbeda. Misalnya, perusahaan
mobil Amerika yakni Tesla yang berhasil mengembangkan mobil tenaga listriknya
yang menggunakan platform Lotus Elise.
3. Duplikasi. Peniruan suatu produk, jasa, atau proses yang telah ada. Meskipun
demikian duplikasi bukan semata meniru melainkan menambah sentuhan kreatif untuk
memperbaiki konsep agar lebih mampu memenangkan persaingan. Sebagai contoh
duplikasi ayam goreng KFC yang dilakukan ayam goreng HFC atau Hisana Fried
Chicken.
4. Sintesis. Perpaduan konsep dan faktor-faktor yang sudah ada menjadi formulasi baru.
Proses ini meliputi pengambilan sejumlah ide atau produk yang sudah ditemukan dan
dibentuk sehingga menjadi produk yang dapat diaplikasikan dengan cara baru sebagai
contoh sintesis pada arloji oleh Casio Corporation.

Anda mungkin juga menyukai