Anda di halaman 1dari 19

MENGGERAKKAN DAN

MENINGKATKAN PERAN SERTA


MASYARAKAT

Vittria Meilinda
1. Posyandu (pos pelayanan terpadu).Posyandu
merupakan kegiatan nyata yang melibatkan
partisipasi masyarakat dlm upaya pelayanan
kesehatan dari-ole-untuk masyarakat yg
dilaksanakan oleh kader. Poskesdes (pos
kesehatan desa).
Tujuan dari posyandu adalah :
a. Menunjang percepatan penurunan angka
kematian ibu (AKI) & angka kematian bayi
(AKB) di Indonesia
b. Meningkatkan pelayanan kesehatan ibu &
anak
c. Mempercepat penerimaan NKKBS
d. Meningkatkan kemampuan masyarakat
untuk mengembangkan kegiatan2 lain yg
menunjang peningkatan kemampuan
hidup sehat
e. Pendekatan & pemerataan pelayanan kesehatan
kepada masyarakat dlm usaha meningkatkan
cakupan pelayanan kesehatan kpd penduduk
berdasarkan letak geografi
f. Meningkatkan & membina peran serta masyarakat
dlm rangka alih teknologi u/ mampu mengelola
usaha2 kesehatan masyarakat secara mandiri.
g. Meningkatkan peran lintas sektor dlm
penyelenggaraan Posyandu terutama berkaitan dgn
penurunan AKI & AKB.
Sasaran dari kegiatan posyandu adalah :
1. Bayi yg berusia kurang dari 1 tahun
2. Balita, usia 1-5 tahun
3. Ibu hamil, ibu menyusui & ibu nifas
4. Wanita usia subur (WUS)
Fungsi Posyandu :
1. Sebagai wadah pemberdayaan masyarakat dlm
alih informasi & keterampilan dr petugas kpd
masy & anatar sesama
2. Sebagai wadah u/ mendekatkan pel kes dsr
terutama berkaitan dgn pe AKI & AKB.
Manfaat Posyandu :
1. Bagi masyarakat
2. Bagi kader, pengurus Posyandu & tokoh
masy
3. Bagi puskesmas
4. Bagi sektor lain
Kegiatan posyandu:
Kegiatan posyandu meliputi Panca Krida
Posyandu (Lima Kegiatan Posyandu) meliputi
:
1. Kesehatan Ibu dan Anak
2. Keluarga Berencana
3. Imunisasi
4. Peningkatan Gizi
5. Penanggulangan Diare
Pembentukan Posyandu
Posyandu dibentuk dari pos-pos
pelayanan kesehatan yang telah ada di
masyarakat seperti :
1. Pos penimbangan balita
2. Pos imunisasi
3. Pos keluarga berencana desa
4. Pos kesehatan
5. Pos lainnya yang dibentuk baru
Syarat-syarat u/ mendirikan Posyandu di
suatu daerah adalah :
1. Minimal terdapat 100 balita di 1 RW
2. Terdiri dr 120 kpala kel di wil tsb
3. Disesuaikan kemampuan petugas (bidan
desa)
4. Jarak antara kelompok rumah, jumlah
kepala keluarga dlm 1 t4/klmpok tdk tll
jauh.
Langkah-langkah u/ membentuk posyandu
adalah sbb :
a. Persiapan sosial
b. Perumusan masalah setempat
c. Perencanaan pemecahan masalah
berdasarkan hasil perumusan masalah
setempat
d. Pelaksanaan kegiatan berdasarkan
perencanaan yang telah dibuat
e. Evaluasi
Struktur Organisai Posyandu :
Kepala Desa/Kelurahan

Unit/klmpk (nm lain)


Pengelola Posyandu

Posyandu A Posyandu A Posyandu A

Gambar : Bagan Kepengurusan Posyandu


Sistem yang digunakan pada pelaksanaan posyandu biasanya
menggunakan sistem lima meja yang meliputi :
1. Meja I, melayani : Pendaftaran & pencatatan bayi, balita, bumil, busui
serta PUS.
2. Meja II, melayani : Penimbangan BB
3. Meja III, melayani, Pengisian KMS berdasarkan hasil penimbangan BB
4. Meja IV, melayani :
a. Diketahuinya BB anak naik atau tdk, bumil Risti, PUS yg blm
menjadi akseptor KB
b. Penyuluhan Kes
c. Pelayanan pemberian mkanan +han, oralit, vit A, tablet zat
besi,kondom, pil KB, u/ knjungan ulang.
5. Meja V, melayani :
a. Pemberian imunisasi
b. Pemeriksaan kehamilan
c. Pemeriksaan kes & pengobatan
d. Pel KB IUD / Suntik
2. Poskesdes (Pos Kesehatan Desa)
Poskesdes adalah upaya kes bersumber
daya masyarakat (UKMB) yang dibentuk di
desa dalam rangka mendekatkan /
menyediakan pel kes dasar masy desa.
Fungsi poskesdes :
1. Sgb wahana peran aktif masy di bidang kes
2.Sbg wahana kewaspadaan dini terhadap
berbagai risiko & masalah kes
3. Sbg wahana pel kes dasar, guna lebih
mendekatkan kpd masy serta u/
meningkatkan jangkauan & cakupan pel kes
4. Sbg wahana pembentukan jaringan
berbagai UKBM yg ada di des.
B. Pembinaan Peran Serta Masyarakat
Untuk mengurangi angka kematian dan
kesakitan ibu dan bayi, bidan haruslah dapat
bekerjasama dengan masyarakat. Masyarakat
dapat dibina dlm proses tsb. Bentuk
pembinaan peran serta masyarakat yg dpt
dilakukan adalah :
1. Pendataan sasaran
2. Pencatatan kelahiran & kematian bayi dan ibu
3. Penggerakan sasaran agar mau menerima pel KIA
4. Pengaturan transportasi setempat yg siap pakai
untuk rujukan
5. Pengaturan bantuan biaya bagi masy yg tdk
mampu
6. Pengorganisasian donor darah berjalan
7. Pelaksanaan pertemuan rutin GSI dlm promosi
“suami, bidan dan desa siaga.
Pengembangan peran serta masyarakat
Yaitu menghidupkan tenaga masy u/ mampu & mau
mengatasi masalahnya sendiri secara swadaya sebatas
kemampuannya.
Ciri-ciri pengembangan PSM :
1. Langkah berantai
2. Intensitas tiap langkah bs berbeda hal ini tergantung
situasi dan kondisi masy.
3. Tiap langkah ada dasar rasional
4. Mempunyai tujuan rasional
5. Secara kumulatif akan menghasilkan perubahan yg
diharapkan.
6. Hakekatnya merupakan rangkaian y mencerminkan
lingkaran pemecahan mslh & proses perubahan.
Langkah-langkah pengembangan peran serta
masyarakat :
1. Pendekatan tingkat desa
2. Pendataan dan perumusan masalah
3. Perencanaan
4. Pelaksanaan & penilaian
5. Pemantapan dan pembinaan
 Untuk efektifitasnya peningkatan pel kes,
bidan bekerja sama dgn masy
mengembangkan wahana yg ada di masy u/
berperan aktif dlm bidang kes. Wahana atau
forum yg ada di masy yg dipandang mampu
u/ berperan aktif dlm meningkatkan kes
diantaranya adalah posyandu. Poskesdes
beserta kelengkapan2x yg mendukung
peningkatan derajat kesmas seperti ambulans
desa dan tabulin.