Anda di halaman 1dari 4

Nama : Nyoman Yudi Irawan

Npm : 1832121780

Kelas : C10

1. Jelaskan perbedaan Manajemen Keuangan Internasional dengan Manajemen Keuangan


Domestik dan berikan contohnya. Jelaskan.
Jawab :
Manajemen Keuangan Internasional ialah perencanaan, pengorganisasian, dan
pengendalian Keuangan Perusahaan Multinasional (Multinational Corporation yang lazim
disebut MNC). Perusahaan multinasional ialah perusahaan yang beroperasi di seluruh dunia.
Mereka adalah perusahaan-perusahaan besar yang dimiliki oleh kaum kapitalis global yang
pusatnya di Kanada, Amerika Serikat, Jepang, Jerman, Italia, Perancis, dan Inggris.
Sedangkan Manajemen Keuangan Domestik ialah perencanaan, pengorganisasian, dan
pengendalian Keuangan Perusahaan yang focus hanya pada satu negara saja.

Berikut adalah contoh dari penerapan Manajemen Keuangan Internasional dan Manajemen
Keuangan Domestik, sebagai berikut :

 Manajemen Keuangan Internasional :


Penerapan manajemen keuangan internasional pada nilai tukar mata uang,
dimana law of one price, menjelaskan hubungan antara nilai tukar dan harga
komoditas, komoditas yang sama akan memiliki harga yang sama pula walaupun
dijual di tempat yang berbeda, contoh: harga gula di Indonesia Rp. 5.000 kg, di AS
US$ 0.5, maka paritas daya beli = Rp. 5.000

 Manajemen Keuangan Domestik :


Penerapan manajemen keuangan domestik pada nilai tukar mata uang, dimana dalam
manajemen keuangan domestic ini lebih focus ke satu negara, contohnya seperti
penerapan manajemen keuangan domestic pada perusahaan yang ada di Indonesia. Di
Indonesia mata uang yang dipakai adalah mata uang RP (Rupiah), sehingga di dalam
melakukan suatu transaksi antar perusahaan, perusahaan tidak perlu repot
menukarkan mata uang yang dimiliki. Karena dalam penerapan manajemen keuangan
ini hanya focus ke perusahaan local. Jadi berbeda dengan penerapan manajemen
keuangan internasional yang bekerjasama dengan perusahaan yang beda negara.

2. Fluktuasi nilai tukar mata uang sebuah Negara merupakan sebuah eksposure yang harus
dikelola oleh Manajer Keuangan Internasional. Sebuah Perusahaan Multinasional yang
melakukan ekspansi di pasar internasional perlu memperhatikan dampak Apresiasi atau
Depresiasi nilai tukar mata uang sebuah Negara. Saudara sebagai seorang manajer di
perusahaan yang bergerak dalam bidang ekspor dan impor serta perusahaan memiliki
kewajiban valuta asing. Bagaimana menurut Saudara dengan adanya kondisi di atas dan
jelaskan hal-hal sebagai berikut :
Jawab : menurut pendapat saya dengan adanya kondisi diatas saya sebagai seorang diberi
tanggung jawab untuk mampu mengelola hal tersebut. Memang sebagai seorang manajer
yang bertanggungjawab terhadap ekspor dan impor produk ke luar negeri, kita harus bisa
memahami dan tahu kondisi nilai tukar mata uang disebuah negara. Dengan mengetahui
kondisi mata uang disebuah negara sama hal nya kita memberi tahu bahwa perusahaan perlu
mengadakan evaluasi. Seperti contoh Ketika dolar meningkat sebagai manajer harus bisa
tahu lebih dahulu sebelum perusahaan mendengar dari berita lain. Karena tanggung jawab
seorang manajer tidak hanya berkutat di bagian pengelolaan SDM (Sumber Daya Manusia)
saja tapi juga bertanggungjawab terhadap kenaikan maupun penurunan nilai tukar mata uang.
Dimana Ketika nilai tukar naik maka perusahaan harus siap melakukan perubahan terhadap
kenaikan bahan baku produk begitu pula sebaliknya jika nilai tukar turun maka perusahaan
harus mampu mengambil resiko harga jual produk menurun.
a. Jelaskan kondisi diatas apabila terjadi di pasar valuta asing baik dari transaksi Spot,
Forward dan Swap.
Jawab :
1. Transaksi Spot merupakan transaksi valuta asing dengan penyerahan dan
pembayaran saat itu juga, meskipun dalam praktek transaksi spot akan diselesaikan
pada dua hari kerja berikutnya. Yang terjadi di dalam kondisi pasar valuta asing di
atas ialah, terjadinya transaksi dimana pasar valuta asing telah melakukan transaksi
yang berpedoman terhadap nilai mata uang asing, dengan melakukan suatu
eksposure yang dikelola melalui pendelegasian tugas Manajer Keuangan
Internasional. Manajer ini akan bertanggung jawab terhadap pelunasan atas
transaksi yang telah disepakati antara dua pihak.
2. Forward merupakan transaksi valuta asing dengan penyerahan pada beberapa waktu
mendatang sejumlah mata uang tertentu berdasarkan sejumlah mata uang tertentu
yang lain. Seperti yang terjadi di dalam transaksi spot maka selanjutnya pihak
pembeli akan melakukan transaksi pelunasan dengan menyerahkan mata uang yang
berlaku di negara tersebut. Kemudian mata uang ini akan ditukar ke mata uang
yang sesuai di negara asal masing-masing.
3. Swap merupakan transaksi pembelian dan penjualan bersamaan sejumlah tertentu
mata uang dengan 2 tanggal valuta (penyerahan) yang berbeda. Seperti contoh
dalam kondisi pasar Valuta Asing di atas, bisa saja sebagai pihak supplier
melakukan transaksi pada 2 tanggal sekaligus di saat melakukan penyerahan,
dimana penyerahan produk yang diberikan berbeda jenis sehingga akan terjadi
transaksi dengan 2 tanggal valuta asing sekaligus.
b. Bagaimana mengelola kewajiban valuta asing agar perusahaan tidak menghadapi risiko
pasar (kerugian valas).
Jawab :
Berikut adalah cara atau tahapan yang perlu diterapkan oleh perusahaan agar tidak
menghadapi resiko pasar (kerugian valas), antara lain :
1. Accounting/translation exposure yaitu melakukan kebijakan untuk mengkonversi
aktiva dan pasiva perusahaan dalam bentuk valas yang jangka panjang ke dalam
bentuk mata uang domestik negara yang bersangkutan.
2. Transaction exposure yaitu melakukan kebijakan berupa perlakuan pendapatan dan
biaya (cost) valas dalam buku.
3. Economic exposure (operating/competitive exposure) yaitu melakukan research dan
analisis secara mendalam terhadap trend kurs valas yang terjadi pada masa yang
akan datang.

Anda mungkin juga menyukai