Anda di halaman 1dari 11

Volume 5, Nomor 2, Agustus 2020 Risa Devita1, Desi Ulandari2, Iin Karlina3

ANALISIS PEMBERIAN KOLOSTRUM PADA BAYI BARU LAHIR


BERDASARKAN DARI TINGKAT PENGETAHUAN
DAN SIKAP IBU NIFAS
Risa Devita1, Desi Ulandari2, Iin Karlina3
Program Studi DIII Kebidanan, STIKES ‘Aisyiyah Palembang1,2,3
risa_devita@yahoo.com1
desi.ulandari86@gmail.com2
iin_karlina29@yahoo.co.id3
DOI: 10.36729
ABSTRAK
Latar belakang: Kolostrum merupakan cairan piscous kental dengan warna kekuning-kuningan dan
lebih kuning dibandingkan susu yang matur. Kolostrum dikonsumsi bayi sebelum Air Susu Ibu (ASI)
sebenarnya. Dalam dua minggu pertama setelah melahirkan, kolostrum akan berkurang secara
perlahan dan akhirnya akan digantikan oleh ASI sebenarnya. Tujuan: Penelitian bertujuan mengetahui
hubungan pengetahuan dan sikap ibu nifas dengan pemberian kolostrum pada bayi baru lahir.
Metode: Penelitian ini menggunakan rancangan cross sectional. Sampel diambil secara Accidental
sampling berjumlah 30 ibu nifas yang mempunyai bayi usia ≤ 1 minggu baik yang sedang dirawat atau
melakukan kunjungan ulang di Rumah Bersalin Mitra Ananda Palembang. Metode pengambilan data
dengan melakukan wawancara secara langsung kepada responden menggunakan kuesioner sebagai
instrument penelitian. Analisis data menggunakan uji statistik Chi-Square. Penelitian dilakukan pada
bulan September-Desember 2019. Hasil: hasil uji statistik variabel pengetahuan ibu nifas diperoleh p
value (0,181) menunjukkan bahwa berdasarkan hasil uji statistik tidak ada hubungan antara
pengetahuan ibu nifas dengan pemberian kolostrum pada bayi baru lahir sedangkan pada variabel
sikap ibu nifas di peroleh p value (0,033) menunjukkan ada hubungan antara sikap ibu nifas dengan
pemberian kolostrum pada bayi baru lahir. Saran: Rumah bersalin dapat meningkatkan upaya
promotif dalam memberikan pendidikan kesehatan yang berkesinambungan tentang pentingnya
pemberian kolostrum pada bayi baru lahir yang dapat dilakukan oleh bidan dari masa antenatal care.
Kata Kunci : Pengetahuan, Sikap Ibu Nifas, Pemberian Kolostrum.

ABSTRACT
Background: Colostrum is a thick piscous liquid with yellowish color and more yellow than milk
matur. Colostrum is consumed by baby before the actual breast milk. On the first two weeks after give
birth, colostrum will slowly decrease and eventually will be replaced by actual milk. To Aim: This
studya aim to know the correlation of knowledge and attitude of postpartum mother’ with the
provision of colostrum in. Methods: This study uses a cross sectional design. Samples were taken by
accidental sampling amounted to 30 postpartum mothers who have babies aged ≤ 1 week whether they
are being treated or make a repeat visit at Mitra Ananda Maternity Hospital Palembang. Data
collection method by conducting interviews directly with respondents using a questionnaire as a
research instrument. Data analysis using the Chi-Square statistical test. The study was conducted in
September-December 2019. Result: The statistical test result of postpartum mother’s knowledge
variable, it is obtained ρ-value (0,181), indicating that based on statistical test result there is not
correlation between postpartum mother’s knowledge with the provision of colostrum in newborns.
While postpartum mother’s attitude variable, it is obtained ρ-value (0,033), indicating that based on
statistical test result there is correlation between postpartum mother’s attitude with the provision of
colostrum in newborns. Suggestion: A maternity hospital can increase promotive efforts in providing
ongoing health education about the importance of giving colostrum to newborns that can be done by
midwives from the antenatal care period.
Keywords : Knowledge, postpartum mother’s attitude, giving of colostrum

Jurnal ‘Aisyiyah Medika | 276


Volume 5, Nomor 2, Agustus 2020 Risa Devita1, Desi Ulandari2, Iin Karlina3

PENDAHULUAN diberikan semua, sebesar 6,9% kolostrum


Kolostrum dikonsumsi bayi sebelum di buang sebagian dan sebesar 3,7%
Air Susu Ibu (ASI) sebenarnya. Kolostrum kolostrum di buang semua (Balitbangkes,
mengandung sel darah putih dan antibodi 2019).
yang lebih tinggi dibandingkan ASI Kendala pemberian kolostrum adalah
sebenarnya, khususnya tinggi dalam level kekurangtahuan atau karena kepercayaan
immunoglobulin A (IgA), yang membantu yang salah, banyak ibu yang baru
melapisi usus bayi yang masih rentan dan melahirkan tidak memberikan kolostrum
mencegah kuman memasuki bayi. IgA ini kepada bayinya. Di berbagai daerah, air
juga mencegah alergi makanan. (Maritalia, susu pertama (kolostrum) sengaja diperah
2012). ASI dan kolostrum merupakan dengan tangan dan dibuang (Proverawati
makanan yang terbaik untuk bayi. 2010). Kandungan kolostrum inilah yang
Kandungan dan komposisi ASI sangat tidak diketahui ibu sehingga banyak ibu
sesuai dengan kebutuhan bayi pada dimasa setelah persalinan tidak
keadaan masing-masing (Maritalia, 2012). memberikan kolostrum kepada bayi baru
World Health Organization (WHO) dan lahir karena pengetahuan tentang
United Nations Internasional Children’s kandungan kolostrum itu tidak ada
Emergency Fund (UNICEF) (Purwanti, 2011).
merekomendasikan metode tiga langkah Faktor pengetahuan, pendidikan dan
sukses mencapai ASI ekslusif, langkah sumber informasi menyebabkan ibu tidak
pertama adalah segera mungkin menyusui memberikan kolustrum kepada bayi baru
setelah bayi dilahirkan, kedua tidak lahir, namun banyak di sertai dengan faktor
memberikan makanan tambahan apapun persepsi, sikap, sosial budaya, dukungan
pada bayinya, langkah ketiga adalah sosial serta faktor ketidakmampuan tenaga
menyusui sesering mungkin dan sebanyak kesehatan dalam memberi penambahan
yang diinginkan bayi (Marliandiani & ilmu bagi ibu-ibu yang menyusui (Nazara,
Ningrum, 2015). 2007). Disamping itu faktor-faktor yang
Hasil data Riskesdas 2018 menyatakan mempengaruhi seorang ibu memberikan
bahwa proporsi proses mulai mendapat kolostrum pada bayi baru lahir di
ASI kurang dari satu jam (inisiasi menyusu pengaruhi juga oleh pengetahuan,
dini) dan lama IMD pada anak umur 0-23 umur/karakteristik (Notoatmodjo, 2012).
bulan di Indonesia pada tahun 2018 sebesar Penelitian membuktikan bahwa bayi yang
58,2%. Proporsi perilaku ibu terhadap disusui segera setelah lahir lebih jarang
kolostrum sebesar 85,4% kolostrum menderita penyakit infeksi dan gizi bayi

Jurnal ‘Aisyiyah Medika | 277


Volume 5, Nomor 2, Agustus 2020 Risa Devita1, Desi Ulandari2, Iin Karlina3

pada tahun pertama lebih baik dibanding Universitas Assuit tentang pengetahuan
dengan bayi yang terlambat diberi ASI. dan praktik pada ibu post partum mengenai
(Marimbi, 2010). pemberian kolostrum segera didapatkan
Hasil penelitian yang dilakukan oleh bahwa masih rendahnya pengetahuan ibu
Sulaimah S (2017), tentang analisis faktor tentang pentingnya kolostrum untuk
yang berhubungan dengan pemberian kesehatan bayi sehingga menyebabkan
kolostrum pada bayi di wilayah kerja inisiasi menyusu dini tertunda, hal ini
Puskesmas Kedaton Bandar Lampung disebabkan masih rendahnya kunjungan
didapatkan hasil bahwa ada hubungan antenatal ibu saat kehamilan dan juga
antara pengetahuan dan sikap ibu dengan masih rendahnya tingkat pendidikan ibu.
pemberian kolostrum pada bayi, hal ini Rumah Bersalin Mitra Ananda
disebabkan perbuatan yang didasarkan oleh Palembang merupakan salah satu rumah
pengetahuan akan lebih permanen dari bersalin di Palembang yang memiliki
pada perbuatan yang tidak didasari oleh jumlah kunjungan yang cukup banyak,
pengetahuan dan juga seseorang yang berdasarkan studi pendahuluan tahun 2017
mempunyai sikap positif memiliki peluang didapatkan ibu nifas yang bersalin dan
lebih besar untuk memberikan kolostrum melakukan kunjungan nifas ulang sebanyak
jika dibandingkan dengan seseorang 545 orang, pada tahun 2018 ibu nifas yang
dengan sikap negatif. Begitu juga dengan bersalin dan melakukan kunjungan nifas
hasil penelitian Khosidah A (2016), ulang yaitu sebanyak 670 orang.
didapatkan hasil bahwa ada pengaruh Berdasarkan data catatan persalinan di RB
pengetahuan ibu dengan pemberian Mitra Ananda pada tahun 2017-2018 hanya
kolostrum pada bayi baru lahir di sebesar 50 % ibu bersalin yang melakukan
Puskesmas Baturaden Kabupaten Inisiasi Menyusu Dini (IMD) minimal
Banyumas Tahun 2016 dimana selama 1 jam pada bayinya.
pengetahuan ibu tentang manfaat
kolostrum sangat berhubungan dengan METODE PENELITIAN
pemberian kolostrum pada bayi baru lahir Penelitian ini menggunakan survey
dan adanya peran petugas kesehatan dalam analitik, desain penelitian yang akan
memberikan penjelasan tentang manfaat dilakukan dalam penelitian ini adalah
kolostrum sejak awal kehamilan serta dengan desain cross sectional. Sampel
program inisiasi menyusu dini pada bayi dalam penelitian ini adalah ibu nifas yang
laru lahir. Penelitian Abdelmenan, at all mempunyai bayi usia ≤ 1 minggu baik
(2018) di Rumah Sakit Kesehatan Wanita yang sedang dirawat atau melakukan

Jurnal ‘Aisyiyah Medika | 278


Volume 5, Nomor 2, Agustus 2020 Risa Devita1, Desi Ulandari2, Iin Karlina3

kunjungan ulang di Rumah Bersalin Mitra komputerisasi meliputi analisis univariat


Ananda Palembang. Tehnik pengambilan yaitu analisis yang dilakukan untuk melihat
sampel secara Accidental Sampling dimana distribusi frekuensi baik dari variabel
dari hasil penelitian di dapatkan sebanyak independen (pemberian kolostrum pada
30 responden. Penelitian ini dilaksanakan bayi baru lahir) maupun variabel dependen
pada bulan September-Desember 2019 (pengetahuan dan sikap ibu).
dimana proses pembuatan proposal dan Selanjutnya analisis bivariat adalah
izin penelitian dari bulan September 2019, analisis yang dilakukan untuk mengetahui
proses pengambilan data di lakukan pada apakah ada hubungan antara variabel
bulan Oktober 2019 selama 3 minggu (07- independen (pemberian kolostrum pada
26 Oktober 2019). bayi baru lahir) dengan variabel dependen
Teknik pengumpulan data dengan (pengetahuan dan sikap ibu) dengan
data primer, yaitu dengan melakukan menggunakan uji statistik Chi Square
wawancara langsung dengan menggunakan dengan menggunakan batas kemaknaan α >
kuesioner yang sebelumnya telah di 0.05 (Significant Level atau 5 %) dan
lakukan uji validitas dan reabilitas. Proses tingkat kepercayaannya (Confident Level
etik penelitian dimulai dari peneliti atau 95%).
meminta persetujuan kesediaan kepada
responden terlebih dahulu, dan peneliti HASIL PENELITIAN
menjelaskan kepada responden bahwa Hasil Analisa Univariat
informasi yang diberikan responden Berdasarkan hasil penelitian pada
dipergunakan hanya untuk kepentingan univariat yaitu analisis yang dilakukan
penelitian dan peneliti menjaga kerahasiaan untuk melihat distribusi frekuensi baik dari
responden. Etika penelitian meliputi variabel independen maupun variabel
Informed consent, Anonimity, dependen. Analisa univariat terhadap
Confidentially. variabel paritas, umur ibu, pekerjaan,
Pengolahan data yang digunakan pendidikan, pengetahuan, sikap ibu dan
dengan data primer melalui langkah- pemberian kolostrum pada bayi baru lahir
langkah yaitu pengeditan data, pengolahan, di Rumah Bersalin Mitra Ananda
tabulasi, entri data, pembersihan data. Serta Palembang Tahun 2019. dapat dilihat pada
Analisis data dengan menggunakan teknik tabel berikut.
analisis kuantitatif melalui proses

Jurnal ‘Aisyiyah Medika | 279


Volume 5, Nomor 2, Agustus 2020 Risa Devita1, Desi Ulandari2, Iin Karlina3

Tabel 1.
Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Paritas, Umur Ibu,
Pekerjaan, Pendidikan, Pengetahuan, Sikap Ibu, dan
Pemberian Kolostrum pada Bayi Baru Lahir
No Variabel Frekuensi (f) Presentase (%)
1. Paritas
 1-2 20 66,7
 3-4 10 33,3
2. Umur Ibu
 15-19 6 20,0
 20-35 20 66,7
 36-40 4 13,3
3. Pekerjaan
 IRT 15 50,0
 Wiraswasta 8 26,7
 Buruh 2 6,7
 PNS 5 16,7
4. Pendidikan
 SD 5 16,7
 SMP 5 16,7
 SMA 8 26,7
 PT 12 40,0
5. Pemberian Kolostrum
 Ya 23 76,7
 Tidak 7 23,3
6. Pengetahuan
 Baik 20 66,7
 Tidak Baik 10 33,3
7. Sikap Ibu
 Setuju 23 76,7
 Tidak Setuju 7 23,3
Jumlah 30 100

Berdasarkan tabel 1 diatas diperoleh responden, dapat diketahui frekuensi


hasil distribusi frekuensi berdasarkan tertinggi yaitu ibu yang mempunyai umur
paritas dari 30 responden, dapat diketahui ibu 20-35 sebanyak 20 responden (66,7%).
frekuensi tertinggi yaitu ibu yang Distribusi frekuensi responden berdasarkan
mempunyai anak 1-2 sebanyak 20 pekerjaan dapat diketahui frekuensi
responden (66,7%). Distribusi frekuensi tertinggi yaitu ibu yang mempunyai
responden berdasarkan umur ibu dari 30 pekerjaan IRT sebanyak 15 responden

Jurnal ‘Aisyiyah Medika | 280


Volume 5, Nomor 2, Agustus 2020 Risa Devita1, Desi Ulandari2, Iin Karlina3

(50,0%). Distribusi frekuensi responden kolostrum sebanyak 20 orang (66,7%).


berdasarkan pendidikan dari 30 responden, Distribusi frekuensi responden berdasarkan
dapat diketahui frekuensi tertinggi yaitu Sikap Ibu dari 30 responden, dapat
ibu yang pendidikannya PT (Perguruan diketahui frekuensi tertinggi yaitu ibu yang
Tinggi) sebanyak 12 responden (40,0%). memiliki sikap yang baik dalam pemberian
Distribusi frekuensi responden berdasarkan kolostrum sebanyak 20 orang (66,7%).
pemberian kolostrum pada bayi baru lahir Hubungan Pengetahuan dan Sikap
dengan Pemberian Kolostrum pada Bayi
dari 30 responden, dapat diketahui
Baru Lahir
frekuensi tertinggi ibu yang memberikan Berdasarkan hasil penelitian pada
kolostrum yaitu sebanyak 23 responden analisa bivariat terdapat variabel
(76,7%). Distribusi frekuensi responden indevenden (pengetahuan, sikap Ibu) dan
berdasarkan pengetahuan dari 30 variabel dependen (Pemberian Kolostrum
responden, dapat diketahui frekuensi pada Bayi Baru Lahir) dapat dilihat pada
tertinggi yaitu ibu yang memiliki tabel berikut :
pengetahuan yang baik dalam pemberian
Tabel 2.
Hubungan Antara Pengetahuan dan Sikap dengan
Pemberian Kolostrum pada Bayi Baru Lahir
Pemberian Kolostrum pada
Bayi Baru Lahir Jumlah
No Variabel P-Value
Ya Tidak
n % n % n %
1. Pengetahuan
 Baik 17 85 3 15 20 100 0,181
 Tidak Baik 6 60 4 40 10 100
2. Sikap
 Setuju 20 87 3 13 23 100 0,033
 Tidak Setuju 3 42,9 4 57,1 7 100
Jumlah 23 76,7 7 23,3 30 100

Berdasarkan tabel 2 diatas (15,0%) sedangkan dari 10 responden


didapatkan bahwa untuk variabel dengan pengetahuan tidak baik yang
pengetahuan dari 20 responden dengan memberikan kolostrum pada bayi baru
pengetahuan baik yang memberikan lahir sebesar 6 responden (60,0%), dari
kolostrum pada bayi baru lahir sebesar 17 hasil uji statistik chi-square tidak
responden (85,0%), dan pengetahuan baik memenuhi syarat untuk uji chi-square,
yang tidak memberikan kolostrum pada sebagai nilai fisher’s exact didapatkan nilai
bayi baru lahir sebesar 3 responden p value (0,181) > α (0,05), yang berarti

Jurnal ‘Aisyiyah Medika | 281


Volume 5, Nomor 2, Agustus 2020 Risa Devita1, Desi Ulandari2, Iin Karlina3

bahwa tidak ada hubungan antara sedangkan dari 10 responden dengan


pengetahuan ibu dengan pemberian pengetahuan tidak baik yang memberikan
kolostrum pada bayi baru lahir. kolostrum pada bayi baru lahir sebesar 6
Untuk variabel sikap ibu didapatkan responden (60,0%). Dari hasil uji statistik
bahwa dari 23 responden dengan sikap ibu chi-square tidak memenuhi syarat untuk uji
setuju yang memberikan kolostrum pada chi-square, sebagai nilai fisher’s exact
bayi baru lahir sebesar 20 responden didapatkan nilai p value (0,181) > α (0,05),
(87,0%), dan sikap ibu setuju yang tidak yang berarti bahwa tidak ada hubungan
memberikan kolostrum pada bayi baru antara pengetahuan ibu dengan pemberian
lahir sebesar 3 responden (13,0%) kolostrum pada bayi baru lahir.
sedangkan dari 7 responden dengan sikap Meskipun secara uji bivariat hasil
ibu tidak setuju yang memberikan penelitian ini tidak bermakna tetapi hasil
kolostrum pada bayi baru lahir sebesar 3 dari proporsinya cukup menarik yaitu
responden (42,9,0%), sikap ibu yang tidak memperlihatkan bahwa sebanyak 15%
setuju yang tidak memberikan kolostrum responden yang memiliki pengetahuan baik
pada bayi baru lahir sebesar 4 responden tetapi memiliki perilaku negatif, hal ini
(57,1%). Dari hasil uji statistik chi-square disebabkan karena pengetahuan msyarakat
tidak memenuhi syarat untuk uji chi-square, tentang pemberian kolostrum pada bayi
sebagai nilai fisher’s exact didapatkan nilai baru lahir belum semua masyarakat
nilai p value (0,033) < α (0,05), yang mengetahuinya, sehingga walaupun
berarti bahwa ada hubungan antara sikap pengetahuannya baik tetapi belum tentu
ibu dengan pemberian kolostrum pada bayi dapat memiliki perilaku yang positif juga.
baru lahir. Pada dasarnya pengetahuan datang
dari pengalaman dan penelitian. Perilaku
PEMBAHASAN yang didasari oleh pengetahuan akan lebih
Hubungan antara Pengetahuan Ibu tertanam dari pada perilaku yang tidak
Nifas dengan Pemberian Kolostrum
didasari pengetahuan. Pengetahuan pada
pada Bayi Baru Lahir
Hasil analisis hubungan antara hakekatnya merupakan segenap apa yang

pengetahuan dengan pemberian kolostrum kita ketahui tentang suatu objek.

pada bayi baru lahir di peroleh bahwa dari Pengetahuan atau kognitif merupakan

20 responden dengan pengetahuan baik domain yang sangat penting untuk

yang memberikan kolostrum pada bayi terbentuknya tindakan seseorang

baru lahir sebesar 17 responden (85,0%) (Notoatmojo, 2012). Pada hakekatnya ada
2 cara yang mendasar bagi manusia dalam

Jurnal ‘Aisyiyah Medika | 282


Volume 5, Nomor 2, Agustus 2020 Risa Devita1, Desi Ulandari2, Iin Karlina3

mendapatkan pengetahuan yang benar. kesehatan bayi sehingga menyebabkan


Pertama, dengan mendasarkan diri kepada inisiasi menyusu dini tertunda, hal ini
rasio. Kedua, dengan mendasarkan diri disebabkan masih rendahnya kunjungan
kepada pengalaman/empiris. antenatal ibu saat kehamilan dan juga
Hasil penelitian ini sejalan dengan masih rendahnya tingkat pendidikan ibu.
penelitian Nasution, Revie Fitria & Peneliti berasumsi bahwa pengetahuan
Prihartini Fitria (2015) didapatkan tidak seseorang dapat dipengaruhi oleh beberapa
ada hubungan yang signifikan antara hal antara lain banyaknya informasi yang
pengetahuan dengan perilaku pemberian diperoleh orang tersebut dimana informasi
kolostrum pada bayi baru lahir di saat ini sangat mudah di dapatkan terlebih
Puskesmas Kecamatan Duren Sawit Jakarta dari sosial media/internet. Informasi yang
Timur. Meskipun secara uji bivariat hasil didapatkan seseorang akan dapat
penelitian ini tidak bermakna tetapi hasil meningkatkan pengetahuan orang tersebut
dari proporsinya cukup menarik yaitu sehingga dapat mempengaruhi perilaku
memperlihatkan bahwa sebanyak 24,1% seseorang. Selain itu pengetahuan yang
ibu yang memiliki pengetahuan baik tetapi dimiliki oleh responden didapatkan melalui
memiliki perilaku negatif, hal ini pemikiran secara rasio dan mendasarkan
disebabkan karena pengetahuan diri kepada pengalaman. Pengalaman atau
masyarakat tentang pemberian kolostrum pemikiran rasio yang dimiliki responden
pada bayi baru lahir belum semua menjadi bagian kognitif yang sangat
msyarakat mengetahuinya, sehingga penting untuk membentuk perilaku atau
walaupun pengetahuannya baik tetapi tindakan responden, hal inilah yang
belum tentu dapat memiliki perilaku yang mendukung sehingga responden dapat
positif. memiliki pengetahuan. Dalam hasil
Begitu juga penelitian Abdelmenan, at penelitian ini didapatkan secara statistik
all (2018) mendapatkan hasil bahwa tidak ada hubungan antara pengetahuan ibu
sebagian besar ibu post partum tidak dengan pemberian kolostrum pada bayi
memiliki pengetahuan tentang pentingnya baru lahir walaupun dari hasil penelitian
pemberian kolostrum pada bayi baru lahir sebanyak 66,7% dengan tingkat
dimana sebanyak 82,6% dengan tingkat pengetahuan baik. Hal ini dapat terjadi
pengetahuan yang tidak memuaskan karena selain pengetahuan banyak faktor
terhadap pemberian kolostrum. Didapatkan lain yang dapat mempengaruhi perilaku
juga bahwa masih rendahnya pengetahuan seseorang antara lain pengalaman masa
ibu tentang pentingnya kolostrum untuk lalu dan kondisi seseorang tersebut pada

Jurnal ‘Aisyiyah Medika | 283


Volume 5, Nomor 2, Agustus 2020 Risa Devita1, Desi Ulandari2, Iin Karlina3

saat itu, dimana dalam hal pemberian Penelitian ini sejalan dengan penelitian
kolostrum pada bayi baru lahir kondisi Wulandari, Dwi Rahayu, dkk (2017)
pasca persalinan dapat memberikan menyatakan bahwa ada hubungan yang
pengaruh pada perilaku pemberian signifikan antara sikap ibu dengan
kolostrum misalnya ibu merasakan rasa pemberian kolostrum pada bayi baru lahir
lelah dan rasa nyeri pasca persalinan di RSIA Siti Khadijah I Muhammadiyah
sehingga ibu mengabaikan pemberian Cabang Makasar, dimana dari hasil
kolostrum pada bayi baru lahir. penelitian sebanyak 86,4% kelompok ibu
Hubungan antara Sikap Ibu dengan yang yang memiliki sikap positif
Pemberian Kolostrum pada Bayi Baru diantaranya 50,0% ibu nifas memberikan
Lahir
kolostrum pada bayinya. Pemberian
Hasil analisis hubungan antara sikap
kolostrum oleh ibu untuk bayinya juga
ibu dengan pemberian kolostrum pada bayi
tergantung sikap ibu jika ibu meyakini
baru lahir di peroleh bahwa dari 38
bahwa kolostrum baik untuk bayinya maka
responden dengan sikap setuju yang
ibu akan memberikan pada bayinya dan
memberikan kolostrum pada bayi baru
begitu pula sebaliknya.
lahir sebesar 20 responden (87,0%)
Sejalan dengan hasil penelitian yang
sedangkan dari 6 responden dengan sikap
dilakukan oleh Sulaimah S (2017), bahwa
tidak setuju yang memberikan kolostrum
ada hubungan antara sikap ibu dengan
pada bayi baru lahir sebesar 3 responden
pemberian kolostrum pada bayi di wilayah
(42,9%). Dari hasil uji statistik chi-square
kerja Puskesmas Kedaton Bandar
tidak memenuhi syarat untuk uji chi-
Lampung. Hal ini disebabkan seseorang
square, sebagai nilai fisher’s exact
yang mempunyai sikap positif memiliki
didapatkan nilai nilai p value (0,033) < α
peluang lebih besar untuk memberikan
(0,05), yang berarti bahwa ada hubungan
kolostrum jika dibandingkan dengan
antara sikap ibu dengan pemberian
kolostrum pada bayi baru lahir. seseorang dengan sikap negatif.
Peneliti berasumsi bahwa sikap
Menurut Lestari (2015), sikap adalah
seseorang yang merupakan suatu pikiran,
suatu proses penilaian yang dilakukan
kecenderungan dan perasaan seseorang
seseorang terhadap suatu objek atau situasi
untuk mengenal aspek-aspek tertentu
yang disertai adanya perasaan tertentu dan
dalam lingkungan akan berpengaruh pada
memberikan dasar kepada orang tersebut
perilaku atau tingkah laku seseorang
untuk membuat respons atau berperilaku
tersebut. Dalam hal pemberian kolostrum
dalam cara yang tertentu yang dipilihnya.
pada bayi baru lahir jika seseorang

Jurnal ‘Aisyiyah Medika | 284


Volume 5, Nomor 2, Agustus 2020 Risa Devita1, Desi Ulandari2, Iin Karlina3

memiliki sikap yang positif maka perilaku berkesinambungan tentang pentingnya


orang tersebut akan positif juga dimana pemberian kolostrum pada bayi baru
semakin baik sikap ibu maka akan lahir dimulai dari ibu hamil sampai ibu
mendorong ibu untuk memberikan tersebut memberikan ASI (Air Susu
kolostrum pada bayi baru lahir. Ibu). Diharapkan juga agar disediakan
lebih banyak leaflet, brosur, poster atau
KESIMPULAN DAN SARAN media informasi lainnya tentang
Kesimpulan pemberian kolostrum pada bayi baru
1. Distribusi frekuensi univariat pada lahir serta tersebar secara merata
penelitian ini terdapat 23 (76,7%) diwilayah kerja praktek.
responden yang memberikan kolostrum 2. Untuk STIKES ‘Aisyiyah Palembang
pada bayi baru lahir, 20 (66,7%) Diharapkan hasil penelitian yang

responden yang mempunyai telah di publikasikan dalam bentuk

pengetahuan dengan kategori baik, 23 jurnal dapat dijadikan sebagai bahan

(76,7%) responden yang mempunyai tambahan dalam materi pembelajaran

sikap dengan kategori setuju. mata kuliah Asuhan Kebidanan

2. Tidak ada hubungan yang bermakna Kehamilan, Persalinan, Nifas dan Bayi

antara pengetahuan dengan pemberian Baru Lahir.

kolostrum pada bayi baru lahir dengan p 3. Untuk Peneliti Selanjutnya

value = 0,181 Perlu dilakukan penelitian

3. Ada hubungan yang bermakna antara lanjutan dengan memperbanyak variabel

sikap ibu dengan pemberian kolostrum penelitian (seperti : peran keluarga,

pada bayi baru dengan p value = 0.033 tenaga kesehatan, media informasi) serta

Saran memperluas ruang lingkup tempat

1. Untuk Rumah Bersalin Mitra penelitian (seperti Rumah


Ananda Palembang Sakit/Puskesmas atau Praktik Bidan
Diharapkan lebih meningkatkan Mandiri Se Kota Palembang) sehingga
usaha promotif dalam memberikan di dapatkan hasil yang lebih
pendidikan kesehatan yang komprehensif.

Jurnal ‘Aisyiyah Medika | 285


Volume 5, Nomor 2, Agustus 2020 Risa Devita1, Desi Ulandari2, Iin Karlina3

DAFTAR PUSTAKA

Abdelmenam, N. A., Youness, E. M., & Amal F. Arief. (2018). Knowledge and Practices
Among Immediate Post Partum Women About Colostrum at Women’s Health
Hospital. Assiut Scientific Nursing Journal, 6(13), 92–100.
https://doi.org/https://dx.doi.org/10.21608/asnj.2018.58968
Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. 2019. Laporan Nasional Riskesdas 2018/
Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. Jakarta
: Lembaga Penerbit Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan.
Khosidah, A. (2018). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pemberian Kolostrum Pada Bayi
Baru Lahir di Puskesmas Batu Raden Kabupaten Banyumas Tahun 2016. Jurnal Ilmu
Keperawatan Dan Kebidanan, 9(1), 75–81.
https://doi.org/http://dx.doi.org/10.26751/jikk.v9i1.406
Lestari, Titik. 2015. Kumpulan Teori untuk Kajian Pustaka Penelitian Kesehatan.
Yogyakarta: Nuha Medika.
Maritalia, Dewi. 2012. Asuhan Kebidanan Nifas dan Menyusui. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Marliandiani & Ningrum. 2015. Buku Ajar Asuhan Kebidanan pada Masa Nifas dan
Menyusui. Jakarta: Salemba Medika.
Marimbi, Hanum. 2010. Tubuh Kembang, Status Gizi, dan Imunisasi Dasar pada Balita.
Yogyakarta : Nuha Medika
Nasution, R., & Prihatini, F. (2015). Related Knowledge, Attitude Mothers with Post Partum
0-3 Days Colostrum Feeding in Newborn at Puskesmas. Jurnal Persada Husada
Indonesia, 2(4), 34-44. Retrieved from
http://jurnal.stikesphi.ac.id/index.php/Kesehatan/article/view/199
Nazara,P. 2007. Faktor-faktor yang Menyebabkan Ibu Tidak Memberikan Kolustrum Kepada
Bayi Baru Lahir di Desa Sifalaeta Ulu Kecamatan Gunungsitoli Kabupaten Nias.
Jurnal Kebidanan Universitas Sumatera Utara. 23-42.
http://repository.usu.ac.id/handle/123456789/23781
Notoatmodjo, Soekidjo 2012. Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku. Jakarta: Rineka Cipta.
Proverawati & Rahmawati. 2010. ASI & Menyusui. Yogyakarta: Nuha Medika.
Purwanti, Sri H. 2011. Konsep Penerapan ASI Eksklusif: Buku saku untuk bidan, Jakarta:
EGC
Sulaimah, S. (2019). Analisis Faktor Yang Berhubungan Dengan Pemberian Kolostrum Pada
Bayi Baru Lahir. Jurnal Kebidanan, 5(2), 97–105.
http://ejurnalmalahayati.ac.id/index.php/kebidanan/article/viewFile/1259/pdf
Wulandari, Dwi Rahayu; Suhartatik; Muhtar, A. (2018). Hubungan Pendidikan, Pengetahuan
dan Sikap Ibu Nifas dengan Pemberian Kolostrum Pada Bayi Baru Lahir Di RSIA Siti
Khadijah I Cabang Makasar. Jurnal Ilmiah Kesehatan Diagnosis, 12(1), 28–34.
http://www.ejournal.stikesnh.ac.id/index.php/jikd/article/view/815

Jurnal ‘Aisyiyah Medika | 286