Anda di halaman 1dari 4

B.

Perilaku Gelombang suatu zarah


1. Presentasi gelombang
Fisika adalah ilmu yang terstruktur dan bersifat sistematis. Dalam fisika sering dijumpai
simetri atau kesetangkupan dan kesejajaran, seperti :
• Zat dan anti zat (matter dan anti matter )
• Pandangan bahwa ruang dan waktu terdapat pada sutu sistem (koordinat x, y, z )
• Bahan yang aktif secara optic, ada yanga memutar arah polarisasi ke-kanan dan ada yang
memutar ke-kiri.
• Arah spin elektron , “ke-kanan” atau”kebawah”.
Dan banyak contoh yang lain kesetangkupan sering dicari dan dalam banyak hal memang
dikemukakan. Dalam Bab sebelumnya telah dibahas dengan dualism cahaya, yaitu bahwa cahaya
dalam beberapa proses fisika berprilaku sebagai gelombang dan beberapa proses yang lain
berprilaku sebagai zarah.
2. Gelombang materi de Broglie
Pada tahun 1924 dengan mempertimbangkan sifat simetri dari alam, Louis de Broglie
mengajukan hipotesis bahwa partikel (seharusnya) mempunyai gelombang.47 Sehingga ia
mengemukakan bahwa sifat dualisme yang dimiliki cahaya juga dimiliki oleh partikel yang
bermassa.48 Ciri perkembangan fisika biasanya ditandai dengan periode panjang pekerjaan
eksperimen dan teori tidak memuaskan yang kadang-kadang diselingi oleh cetusan berbagai
gagasan mendalam yang menyebabkan perubahan mencolok dalam cara kita memandang alam
semesta.49 Contohnya seperti hipotesis-hipotesis diatas yang berurutan dari munculnya hipotesis
Max Planck, efek fotolistrik dari Arbert Einstein, Efek Compton hingga munculnya hipotesis
dari Louis de Broglie yang membahas mengenai gelombang dan partikel. Louis de Broglie
berpendapat bahwa partikel yang bermassa seharusnya juga mempunyai gelombang.50 Dalam
artian partikel yang bermassa juga memiliki sifat sebagaimana yang ditunjukkan oleh foton yaitu
dapat bersifat sebagai gelombang dan juga sebagai partikel. Dualisme yang dikemukakan oleh de
Broglie ini merupakan titik pangkal dari perkembangan mekanika kuantum.
Hipotesis de Broglie mengatakan, gelombang materi semestinya berbentuk gelombang
monokromatis dengan panjang gelombang λ = h/p dan frekuensi v = E/h.51 Dapat disimpulkan
bahwa gelombang materi tidak mungkin berupa gelombang monokromatis karena gelombang
monokromatis menyebar ke seluruh ruangan sedangkan gelombang materi harus dapat
mendeskripsikan partikel.
Dualisme gelombang zarah yang berlaku untuk cahaya, juga berlaku untuk zarah. Setiap zarah
yang bergerak didampingi oleh suatu gelombang zat (matter waves) yang mempresentasikan
prilaku gelombang zarah itu. Suatu zarah yang bergerak dengan momentum linear p, didampingi
oleh gelombang zat yang memiliki panjang gelombang :

¿ h
χ p

Dengan h tetapan planck.


Sebelum meningkatkan lebih jauh kita kembali sejenak pada kuatisasi cahaya. Menurut teori
kuantum Einsten energi proton :
ε = hv
Sedangkan menurut teori kestabilan khusus, energi total dan momentum foton mengikuti
hubungan berikut :
ε = pc
Jadi postulat de Broglie juga memberikan hubungan yang sama untuk suatu zarah.
Sesungguhnya ilham untuk postulatnya ini ditarik dari seperangkat postulat bohr (teori atom
menurut Bohr) yang dapat menerangkan pancaran spectrum Hidrogen.
3. Difraksi Zarah
Gelombang zat yang senantiasa menyertai gerak suatu zarah melengkapkkan pandangan
tentang dualisme zarah gelombang. Dengan demikian perbedaan antara cahaya dan zarah, atau
lebih tegasnya antara gelombang dan zarah menjadi hilang. Gelombang cahaya dapat berperilaku
sebagai zarah, sebaliknya zarah dapat berperilaku sebagai gelombang.
4. Gelombang de Broglie sebagai Rapat Kebolehjadian
Seorang fisikawan "Louis de Broglie" mengajukkan sebuah logika yang mengejutkan dalam
tesis doktoralnya bahwa " alam bersifat simetris". De Broglie mengetahui bahwa cahaya dapat
diperlakukan sebagai gelombang dan juga partikel sebagaimana yang dibahas pada efek foto
listrik dan efek compton. Sebagaimana cahaya bisa diperlakukan sebagai gelombang dan juga
partikel, de Broglie mengajukan sebuah hipotesis bahwa partikel juga dapat diperlakukan sebagai
partikel dan juga gelombang. Dengan menggunakan konsep teoi dari radiasi benda hitam, de
Broglie menunjukkan sebuah hubungan yang menyatakan momentum dengan panjang
gelombang. Persamaan tersebut diturunkan dari persamaan energi untuk foton dalam radiasi
benda hitam. Energi suatu foton merupakan fungsi dari panjang gelombang dari foton tersebut.

Disaat yang sama momentum foton merupakan pembagian energi oleh kelajuan cahaya.
Dengan demikian panjang gelombang partikel atau de Broglie dinyatakan sebagai berikut:

Massa benda ditunjukkan m dalam satuan SI kg, v menunjukkan kelajuan benda (m/s),
lambda merupakan panjang gelombang (m), dan h menunjukkan konstanta Planck yang
diperoleh dari hasil percobaan.
Secara umum, fungsi gelombang suatu sistem dapat dinyatakan dalam berbagai peubah,
seperti dalam momentum, posisi, energi, dan sebagainya. Fungsi gelombang dapat pula berupa
fungsi waktu, dan dapat pula dinyatakan sebagai fungsi tak-gayut waktu. Menurut prinsip
superposisi mekanika kuantum, fungsi gelombang dapat dijumlahkan dan dikali dengan bilangan
kompleks untuk menghasilkan fungsi gelombang baru dan suatu ruang Hilbert. Hasil kali antara
dua fungsi gelombang merupakan ukuran tumpang-tindih antara keadaan fisika terkait, dan
digunakan sebagai dasar interpretasi kebolehjadian pada mekanika kuantum, hukum Born, yang
mengaitkan kebolehjadian transisi pada hasil kali tersebut. Persamaan Schrödinger menentukan
bagaimana fungsi gelombang berubah terhadap waktu, dan fungsi gelombang berperilaku secara
kualitatif sebagaimana gelombang lainnya, seperti gelombang air atau gelombang pada sebuah
dawai, karena persamaan Schrödinger secara matematis merupakan jenis persamaan gelombang.
Namun, fungsi gelombang dalam mekanika kuantum menjelaskan suatu jenis fenomena fisika,
yang secara fundamental berbeda dengan gelombang mekanika klasik.
Dalam interpretasi statistik Born mengenai mekanika kuantum non-relativistik,
modulus kuadrat dari fungsi gelombang, |ψ|2, adalah suatu bilangan riil yang ditafsirkan
sebagai rapat kebolehjadian untuk menemukan partikel di titik tersebut. Persyaratan umum yang
harus dimiliki oleh suatu fungsi gelombang disebut sebagai kondisi normalisasi. Karena fungsi
gelombang bernilai kompleks, hanya fase dan magnitudo relatifnya saja yang dapat diukur—
nilainya tidak dapat diukur; dengan menerapkan operator kuantum, dengan nilai eigen yang
menyatakan kebolehjadian dari pengukuran tersebut, pada fungsi gelombang ψ dan menghitung
distribusi statistik dari kuantitas yang terukur.
5. Aplikasi pada partikel dalam kotak 1 dimensi
Dalam mekanika kuantum , partikel dalam model kotak (juga dikenal sebagai sumur potensial
tak hingga atau sumur kuadrat tak terbatas ) mendeskripsikan sebuah partikel yang bebas
bergerak di ruang kecil yang dikelilingi oleh penghalang yang tak bisa ditembus. Model ini
terutama digunakan sebagai contoh hipotetis untuk menggambarkan perbedaan antara
sistem klasik dan kuantum. Dalam sistem klasik, misalnya, sebuah partikel yang terperangkap di
dalam kotak besar dapat bergerak dengan kecepatan berapa pun di dalam kotak dan tidak
mungkin ditemukan pada satu posisi daripada yang lain. Namun, ketika sumur menjadi sangat
sempit (dalam skala beberapa nanometer), efek kuantum menjadi penting. Partikel tersebut
mungkin hanya menempati tingkat energi positif tertentu. Demikian pula, ia tidak pernah
memiliki energi nol, yang berarti bahwa partikel tersebut tidak pernah dapat "diam". Selain itu,
lebih mungkin ditemukan di posisi tertentu daripada di tempat lain, tergantung pada tingkat
energinya. Partikel tersebut mungkin tidak pernah terdeteksi pada posisi tertentu, yang dikenal
sebagai node spasial.
Partikel dalam model kotak adalah salah satu dari sedikit masalah dalam mekanika kuantum
yang dapat diselesaikan secara analitis, tanpa pendekatan. Karena kesederhanaannya, model ini
memungkinkan wawasan tentang efek kuantum tanpa perlu matematika yang rumit. Ini berfungsi
sebagai ilustrasi sederhana tentang bagaimana kuantisasi energi (tingkat energi), yang ditemukan
dalam sistem kuantum yang lebih rumit seperti atom dan molekul, terjadi. Ini adalah salah satu
masalah mekanika kuantum pertama yang diajarkan dalam mata kuliah fisika sarjana, dan
biasanya digunakan sebagai perkiraan untuk sistem kuantum yang lebih rumit.
Beberapa lintasan partikel dalam kotak menurut hukum Newton tentang mekanika klasik (A), dan menurut persamaan
Schrödinger mekanika kuantum (B – F). Dalam (B – F), sumbu horizontal adalah posisi, dan sumbu vertikal adalah bagian nyata
(biru) dan bagian imajiner (merah) dari fungsi gelombang . Status (B, C, D) adalah status eigen energi , tetapi (E, F) bukan.

Bentuk paling sederhana dari partikel dalam model kotak adalah sistem satu dimensi. Di sini,
partikel hanya dapat bergerak maju mundur sepanjang garis lurus dengan penghalang yang tidak
dapat ditembus di kedua ujungnya. Dinding kotak satu dimensi dapat divisualisasikan sebagai
wilayah ruang dengan energi potensial yang sangat besar. Sebaliknya, bagian dalam kotak
memiliki energi potensial nol yang konstan. Ini berarti bahwa tidak ada gaya yang bekerja pada
partikel di dalam kotak dan dapat bergerak bebas di wilayah tersebut. Namun, kekuatan besar
yang tak terhingga akan mengusir partikel jika menyentuh dinding kotak, mencegahnya
lolos. Energi potensial dalam model ini diberikan sebagai
 {\ displaystyle V (x) = {\ begin {kasus} 0, & x_ {c} - {\ tfrac {L} {2}} <x <x_ {c} + {\ tfrac
{L} {2}}, \\\ infty, & {\ text {jika tidak,}} \ end {case}},} 

di mana L adalah panjang kotak, x  c adalah lokasi dari pusat kotak dan x adalah posisi partikel
di dalam kotak. Kasus sederhana termasuk kotak di tengah (x  c=0) dan kotak bergeser (x  c=L/2).