Anda di halaman 1dari 13

LAPORAN PRAKTIKUM III

PRAKTIKUM SPESIALITE & TERMINOLOGI KESEHATAN

“OBAT HORMONAL”

DI SUSUN OLEH :

NAMA : REVINA DWINANDA PRATIWI

NIM : 18.71.019328

KELAS : FARMASI B

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PALANGKARAYA

PRODI DIII FARMASI

FAKULTAS ILMU KESEHATAN

2020
I. JUDUL PRAKTIKUM
Obat Hormonal

II. WAKTU DAN TEMPAT


Senin, 09 November 2020

III. TUJUAN PRAKTIKUM


Untuk mengetahui dan memahami klasifikasi dan jenis obat hormonal sehinggan dapat
menjelaskan atau menginformasikannya kepada stakeholder.

IV. KONSEP TEORI


Hormon merupakan zat kimia yang dihasilkan oleh kelenjar endokrin atau kelenjar
buntu. Kelenjar ini merupakan kelenjar yang tidak mempunyai saluran sehingga
sekresinya akan masuk aliran darah dan mengikuti peredaran darah ke seluruh tubuh.
Apabila sampai pada suatu organ target, maka hormon akan merangsang terjadinya
perubahan. Pada umumnya pengaruh hormon berbeda dengan saraf. Perubahan yang
dikontrol oleh hormon biasanya merupakan perubahan yang memerlukan waktu
panjang. Contohnya pertumbuhan dan pemasakan seksual
Hormon dapat bertindak setempat di sekitar mana mereka dilepaskan tanpa melalui
sirkulasi dalam plasma di sebut sebagai fungsi Parakrin, digambarkan oleh kerja
Steroid seks dalam ovarium, Angiotensin II dalam ginjal, Insulin pada sel α pulau
Langerhans.Hormon juga dapat bekerja pada sel dimana dia disintesa disebut sebagai
fungsi Autokrin. Secara khusus kerja autokrin pada sel kanker yang mensintesis
berbagai produk onkogen yang bertindak dalam sel yang sama untuk merangsang
pembelahan sel dan meningkatkan pertumbuhan kanker secara keseluruhan.
Golongan obat hormonal sangat luas. Penggunaan obat hormon ditujukan untuk
menggantikan (substitusi) kekurangan hormon yang terjadi akibat hipofungsi kelenjar
endokrin (seperti kekurangan insulin pada hipofungsi pankreas dan kekurangan
estrogen setelah masa menopause), kotikosteroid untuk mengatasi peradangan, dan
hormon kelamin wanita untuk pil kontrasepsi. Dalam kegiatan belajar praktikum ini
akan mempelajari nama obat (merk) dan industri yang memproduksi obat hormon
kortikosteroid, hormon pertumbuhan, hormon kelamin wanita dan pria, obat
kontrasepsi (keluarga berencana), serta obat antidiabetik oral.
Hormon kortikosteroid (kortisol) sebagian besar dikeluarkan oleh kelenjar adrenal
bagian korteks. Hormon ini berperan pada banyak sistem fisiologis pada tubuh
misalnya tanggapan terhadap stres, tanggapan sistem kekebalan tubuh dan pengaturan
inflamasi, metabolisme karbohidrat, pemecahan protein, kadar elektrolit darah, serta
tingkah laku.
Obat kortikosteroid (sintetik) oral penggunaannya cukup luas yaitu digunakan pada
pengobatan nyeri sendi, arteritis temporal, dermatitis, reaksi alergi, asma, hepatitis,
systemic lupus erythematosus, inflammatory bowel disease, serta sarcoidosis. Dibawah
ini tabel potensi relatif dan dosis ekuivalen beberapa sediaan kortikosteroid
dibandingkan dengan kortisol.
Hormon pertumbuhan (growth hormone, GH) adalah hormon yang dikeluarkan
oleh kelenjar hipofisis anterior, hormon ini diperlukan pada masa pertumbuhan,
membantu pertumbuhan tulang, dan memelihara fungsi organ. Hormon pertumbuhan
yang digunakan dalam klinik saat ini adalah hasil rekayasa genetik, terdapat 2 GH
rekombinan (rhGH) yang saat ini digunakan yaitu somatropin yang identik dengan GH
manusia yang alamiah dan somatrem (protropin) yang memiliki tambahan residu
metionin. Keduanya memiliki potensi yang sama.
Prolaktin adalah hormon yang berperan dalam inisiasi kelenjar mamae,
menstimulasi produksi air susu ibu (ASI) dan mempertahannya. Walaupun peranan
prolaktin telah lama diketahui, baru belakang terbuktinya terdapat prolaktin pada
manusia kini telah diakui prolaktin pada manusia berperan dalam fungsi fisiologik dan
keadan patologik tertentu. Rumus kimia prolaktin sangat mirip hormon pertumbuhan,
sebagian rantai polipeptidanya identik dengan hormon tersebut, begitu pula mirip
laktogen plasenta.
Estrogen dan progestin merupakan hormon steroid kelamin endogen yang
diproduksi oleh ovarium, kortek adrenal, testis dan plasenta pada masa kehamilan.
Kedua jenis hormon ini dan derivat sintetiknya mempunyai peranan penting pada
wanita dalam perkembangan tubuh, proses ovulasi, fertilisasi, implantasi, dan dapat
mempengaruhi metabolisme lipid, karbohidrat, protein dan mineral juga berperan
penting dalam pertumbuhan tulang, spermatogenesis dan behavior.
V. TABEL PENGAMATAN

Pengamatan Praktikum Obat Hormon Kortikosteroid

BSO*) dan Nama produk Produsen


Kekuatan (merk)
Betametason 0,5 mg/tab Celestone Schering
Plomcgh
Deksametason 0,5 mg/tab Adrekon Saka Farma
Metilprednisolo 4 mg/tab Carmeson Sampharindo
n 8 mg/tab Perdana
16 mg/tab
Triamsinolon 4 mg/tab Kenacord Bristol-Myers
Squibb
Prednison 5 mg/tab Ifison Imfarmind
Prednisolon 5mg/tab Etacortin Errita
Hidrokortison 5 mg/supp Anusol HC Pfizer
*)BSO: Bentuk sediaan obat

Pengamatan Praktikum Obat GnRH Analog, FSH/LH

Zat BSO*) dan Nama produk Produsen


aktif Kekuatan (merk)
Danazol 200 mg/kapsul Azol Merck
Gonadotropin 75 UI/Vial Humegon Organon
150 UI/Vial
Human Choriogenic 1500 UI/Ampl Pregnyl Organon
Gonadotropin 5000 UI/Ampl
Mesterolon 25 mg/tab Androlon Meprofarm/Pr
atapa
Nandrolon 25 mg/mL injeksi Durabolin Organon
Siproteron 50 mg/tab Androcur Bayer
Somatropin 0,5 – 0,7 IU/Vial Genotropin Pfizer/Pharma
cia
Testosteron 40 mg/kapsul Andriol Organon
*)BSO: Bentuk sediaan obat
Pengamatan Praktikum Obat Hormon Estrogen

Zat BSO*) dan Nama produk Produsen


aktif Kekuatan (merk)
Alisterenol 5 mg/tab Gravynon Kimia Farma
Epimestrol 5 mg/tab Stimovul Organon
Estradiol 1mg/tab Progynova Schering
2mg/tab
Estriol 1 mg/tab Ovestin Organon
2 mg/tab
1mg/gram krim
Estron 0,625 mg/tab Esthero Sunthi Sepuri
Etinilestradiol 0,03 mg/tab Cyclogynon Tunggal
Idaman Abadi
Etinilestradiol dan 0,035 mg/tab dan 2 Diane 35 Bayer
siproteron mg/tab
Metilestrenolon 5 mg/tab Gynaecosid Phapros
Rajawali
Nomegestrol 5 mg/kaplet Lutenyl Merck Serono
Noretisteron 1 mg/tab Cliane Schering
*)BSO: Bentuk sediaan obat

Pengamatan Praktikum Obat Hormon Progestogen

Zat BSO*) dan Nama produk Produsen


aktif Kekuatan (merk)
Progesteron 200mg/tab Cygest Actavis
400mg/tab
Medroksiproges-teron 50 mg/tablet Cyclogeston Triyasa
asetat
Linestrenol 5 mg/tab Endometril Organon
Noretisteron 1 mg/tab Cliane Schering
*)BSO: Bentuk sediaan obat
Pengamatan Praktikum Obat Kontrasepsi Hormon

Zat BSO*) dan Nama produk Produsen


aktif Kekuatan (merk)
Desogestrel 75 mcg/tab Cerazette Organon
Desogestrel 25 mcg, 125 Gracial Organon
dan mcg/tab dan 40
Etinilestradi
ol mcg, 30 mcg/tab
Drospirenon dan 3 mg/tab dan 0,03 Yasmin Schering Indonesia
etinilestradiol mg,tab
Etinilestradiol 0,03 mg/tab dan Cyclogynon Tunggal Idaman
dan 0,15 mg/tab Abadi
levonorgestrel
Etonogestrel 68 mg/ susuk KB Implanon Organon
Gestoden 0,075 mg/tab Gynera Schering
Levonorgestrel 0,15 mg Cyclogynon Tunggal Idaman
Abadi
Linestrenol 5 mg/tab Endometril Organon
Linestrenol dan 1 mg/tab dan 0,05 Ovostat Organon
etinilestradiol mg/tab
Medroksiprogeste 25 mg (50mg)/tab Cyclofem Tunggal Idaman
ron Abadi
Asetat
Medroksiprogester MPA 50mg Cyclofem Tunggal Idaman
on asetat (MPA) dan ES Abadi
dan 10mg/mL
estradiol sipionat injeksi
(ES)
*)BSO: Bentuk sediaan obat

Pengamatan Praktikum Obat Induktor Hormon

Zat aktif BSO*) dan Nama produk Produsen


Kekuatan (merk)
Lutropin 75 IU Luveris DKSH/Serono
Klomifen 50 mg/tab Fertin Interbat
Sitrat
Rekombinan 250 mcg/vial Ovidrel DKSH/Serono
HCG
Rekombinan 50 IU/Vial Puregon Organon
FSH 50 IU/Vial
Somatropin 4 IU/1 ml Vial Saizen DKSH/Serono
10 IU/5 ml Vial
*)BSO: Bentuk sediaan obat
Pengamatan Praktikum Obat Antidiabetika

Zat BSO*) dan Nama produk Produsen


aktif Kekuatan (merk)
Insulin 100 UI/ml Lntus Aventis
Akarbose 50 mg/tab Glucobay Bayer
100 mg/tab

Glibenklamid 5 mg/tab Abenon Heroic


Glikazid 80 mg/tab Diamicron Servier,
Darya Varia
Glikuidon 30 mg/tab Fordiab Dankos
Glimepirid 1mg/tab Amadiab Lapi
2 mg/tab
3 mg/tab
4 mg/tab
Glipizid 5 mg/tab Aldiab Merck
Klorpropamid 100 mg/tab Diabenese Pfizer
250 mg/tab
Metformin 500 mg/tab Adecco Pharos
Metformin dan 1,25/250, 2,5/500, Glucovance Merck
glibenklamid 5/500 mg/mg Indonesia
Metformin dan 250 mg, 500 Amaryl M Aventis
glimepirid mg/tab dan 1 mg,
2mg/tab
Pioglitazon 15 mg /tab Actos Takeda
30mg/tab
Sitaglipin 50 mg/tab Januvia Merck Sharp
100 mg/tab dan Dohme
*)BSO: Bentuk sediaan obat

Pengamatan Praktikum Obat Hormon Tiroid dan Antitiroid

Zat aktif BSO*) dan Nama produk Produsen


Kekuatan (merk)
Karbimazol 5 mg/tab Neo-Mercazole Nicholas
Tiamazol 5 mg/tab Thyrozol MerckSerono
10 mg/tab
20 mg/tab
Levotiroksin 50 mcg/tab Euthyrox Merck
100 mcg/tab
Iodium 75 mg/ml Panugon Harsen
Tiroksin-Na 50 mcg/kaps Levothyroxine Actavis
100 mcg/kaps
*)BSO: Bentuk sediaan obat
Pengamatan Praktikum Obat Hormon Lain

Zat aktif BSO*) dan Nama produk Produsen


Kekuatan (merk)
Oksitosin 10 UI/ml Decatocin Harsen
Prostaglandin 10 mcg/ml Caverject Pharmacia
E1
20 mcg/ml
Tibolon 2,5 mg/tab Livial Organon
Bromkriptin 2,5 mg/tab Cripsa Caprifarmindo
Alprostadil 10 mcg/ml Caverject Pharmacia
20 mcg/ml
*)BSO: Bentuk sediaan obat
VI. PEMBAHASAN
Hormon ialah zat aktif yang dihasilkan oleh kelenjar endokrin, yang masuk ke
dalam persedaran darah untuk mempengaruhi jaringan target secara
spesifik.Jaringan yang dipengaruhi umumnya terletak jauh dari tempat hormon
tersebut dihasilkan, misalnya hormon pemacu folikel (FSH, follicle stimulating
hormone) yang dihasilkanoleh kelenjar hipofisis anterior hanya merangsang
jaringan tertentu di ovarium. Dalam hal hormon pertumbuhan lebih dari satu
organ menjadi target sebab hormon pertumbuhan memperngaruhi berbagai jenis
jaringan dalam badan. Jaringan target suatu hormon sangat spesifik karena sel-
selnya mempunyai reseptor untuk hormon tersebut.
Estrogen dan progesteron merupakan hormon steroid kelamin endogen yang
diproduksi oleh ovarium, korteks adrenal, testis dan plasenta pada masa
kehamilan. Kedua jenis ini dan derivate sintetiknya mempunyai peranan penting
pada wanita antara lain dalam perkembangan tubuh, proses ovulasi, fertilisasi,
implantasi, dan dapat mempengaruhi metabolism lipid, karbohidrat, protein dan
mineral; juga berperan penting dalam pertumbuhan tulang, spermatogenesis
dan behavior.
Mekanisme Kerja Hormon Steroid
Hormone steroid melewati membrane sel masuk ke dalam sitoplasma setiap
sel, baik sel target hormone steroid maupun sel lainnya. Tetapi reseptor hormone
steroid hanya terdapat di dalam sel target yaitu dalam sitoplasmanya. Bila
hormone steroid berikatan dengan reseptor sitoplasma maka kompleks hormone-
reseptor tersebut setelah mengalami modifikasi akan ditranslokasi ke tempat
kerjanya (site of action) di dalam inti sel yaitu pada kromatin. Selanjutnya
terjadilah beberapa hal yang berhubungan dengan peningkatan sintetis protein
sesuai dengan fungsi masing-masing sel target.
Mekanisme Kerja Lain
Hormone pertumbuhan mempunyai mekanisme kerja yang agak kompleks
karena juga berikatan dengan beberapa zat lain.
Mekanisme Kerja Estrogen
Estrogen mempunyai 2 jenis reseptor, ERα dan ERβ yang berasal dari gen
berbeda. Dan berada di inti sel. ERα terdapat banyak di saluran reproduksi wanita
antara lain uterus, vagina, ovarium dan juga di kelenjar mammae, hipotalamus,
sel-sel endotel. Dan otot-otot polos vaskular, ERβ letaknya menyebar, terbanyak
di prostat dan ovarium dan dalam jumlah lebih sedikit di paru, otak, dan pembuluh
darah. Sekitar 40% sekuens asam amino kedua jenis reseptor ini identik serta
mempunyai struktur domain yang umum dimiliki oleh jenis reseptor steroid lain.
Fungsi biologik reseptor ini nampaknya berlainan dan dapat memberikan respon
berlainan terhadap berbagai senyawa estrogenic, misalnya ERα dan ERβ mengikat
17-β estradiol dengan kekuatan yang sama sekitar 0,3 nM, sedangkan fitoestrogen
genistein terikat ERβ dengan afinitas 5 kali lebih tinggi dari ikatannya pada ERα.
Kedua ER merupakan ligand-activated transcription factors yang dapat
meningkatkan atau menurunkan sintetis mRNA dari gen target. Setelah masuk sel
melalui difusi pasif membrane plasma, hormon akan terikat ER di inti sel. ER
yang semula merupakan monomer akan mengalami perubahan konformasi, terjadi
dimerisasi sehingga afinitas dan kecepatan pengikatannya pada DNA meningkat.
ER akan terikatestrogen response elements (EREs) di gen target. Senyawa yang
bersifat antagonis juga akan menyebabkan dimerisasi dan terikat DNA, tetapi
konformasi ER yang terjadi di sini berlainan dari reseptor yang di duduki oleh
agonis.
Mekanisme Kerja Progesteron
Di dalam gen progesteron hanya mempunyai reseptor tunggal (PR) yang
memproduksi dua isoform, PR-A dan PR-B. Kedua isoform PR ini
mempunyai ligand-binding domain yang identik, tidak berbeda seperti yang
dimiliki isoform ER. Pada keadaan tanpa ligand, PR berada di inti dalam bentuk
monomerik terikat inaktif dengan heat-shock proteins (HSP-90, HSP-70 dan p59),
apabila telah terikat progesteron HSP terlepas (berdisosiasi) dan reseptor
mengalami fosforilase dan kemudian membentuk dimer (homo- dan heterodimer)
yang terikat dengan selektivitas tinggi pada progesteron response elements (PREs)
pada gen target. Proses transkripsi oleh PR terjadi melalui recruitment beberapa
ko-aktivator ini selanjutnya berinteraksi dengan beberapa protein spesifik yang
mempunyai aktivitas asetilasi histon. Asetilase histon menyebabkan remodeling
kromatin dan menambah protein transkripsi antara lain RNA polymerase ke
promotor target antagonis progesteron juga akan menyebabkan dimerisasi reseptor
dan pengikatan dengan DNA tetapi konformasi antagonis-bound PR lain
dengan antagonis-bound PR. Konformasi ini tidak akan menyebabkan transkripsi.
• Berbagai jenis estrogen dapat di berikan oral, parenteral, transdermal maupun
topical. Karena sifat lipofiliknya absorbs peroral baik. Ester estradiol dapat
diberikan IM, bervariasi mulai dari beberapa hari sekali sampai satu bulan sehari.
Pemberian transdermal yang diganti 1-2 kali seminggu umumnya berisi estradiol
yang absorpsinya terjadi secara kontinu melalui kulit.Pada organ non endokrin
(tulang, endothelium vascular, hepar, SSP, jantung) terdapat reseptor estrogen
(ER), karenanya banyak efek metaboliknya terjadi secara langsung pada reseptor
yang bersangkutan. Efek estrogen pada masa tulang menguntungkan karena
mengurangi proses resorpsi kalsium tulang.
Efek utama estrogen antara lain menurunkan jumlah dan aktivitas osteoklas,
menyebabkan pertumbuhan tulang dan penutupan epifisis pada wanita dan pria.
• Progesterone oral akan cepat mengalami metabolisme lintas pertama di hepar,
karenanya bioavailabilitas oralnya rendah dan lebih banyak digunakan IM (dalam
larutan minyak) atau suppositoria vagina atau diberikan bersama alat kontrasepsi
dalam rahim atau intra uterin devices(AKDR/IUD). Kecuali itu dibuat analog 17
α-hidroksi progesterone seperti misal medroksi progesterone asetat (MPA) dan
19-norsteroid untuk digunakan oral. Progesterone micronized mengandung
partikel kecil (<10 µm) dalam larutan minyak dikemas dalam kapsul gelatin.
Meski bioavailabilitas absolute preparat ini rendah, kadar plasma yang efektif
dapat dicapai. Progesteron dapat meningkatkan insulin basal atau setelah makan
karbohidrat, tetapi tidak menyebabkan perubahan toleransi glukosa, kecuali
penggunaan jangka panjang progestin yang poten (norgestrel). Hormon ini dapat
merangsang aktivitas enzim lipoprotein lipase dan nampaknya menambah deposit
lemak.
• Progesteron dan analognya (MPA) dapat menyebabkan peningkatan LDL dan
menurunan HDL (sedang) atau tidak ada perubahan. Progesteron juga mungkin
dapat mengurangi efek aldosteron pada reabsorpsi Na ditubuli renalis dan
menyebabkan peningkatan sekresi mineralokortikoid korteks adrenal.
• Zat – zat estrogen.
• Estrogen bekerja terhadap mukosa uterus (endometrium) untuk mempersiapkan
proses lebih lanjut dari sel telur yang telah dibuahi. Bersama – sama progesteron,
estrogen berperan penting pada masaknya folikel, ovulasi, pembuahan, transpor
sel telur yang telah dibuahi ke dinding uterus dan penyarangannya disitu.
• Zat – zat estrogen digunakan untuk terapi substitusi pada keluhan klimakterium,
menekan laktasi, menekan ovulasi dan pengobatan osteoporosis sesudah
menopause. Preparat kombinasi estrogen dan progesteron dugunakan untuk
diagnosa kehamilan dan pengobatan amenorea sekunder (haid terlambat).
• Zat – zat tersendiri :
Estradiol
Merupakan estrogen alamiah terkuat, digunakan pada terapi substitusi pada
klimakterium, menopause dan kanker prostat. Pemberian per-oral
bioavailabilitasnya rendah, sehingga diberikan per injeksi sebagai esternya dalam
pelarut lemak.
Etinilestradiol
Turunan semi sintetik yang berdaya larut amat kuat; dapat diberikan per oral.
Merupakan komponen dari banyak pil anti hamil.
Mestranol
Hormon ini baru aktif setelah di dalam hati diubah menjadi etinilestradiol.
Juga digunakan dalam pil anti hamil.
Allopurinol (Generik)
Bagi penderita rheumatik kronik akibat kelebihan asam urat dalam tubuh,
allopurinol mungkin bukan lagi obat yang asing. Karena allopurinol memang obat
pilihan dalam pengobatan penyakit ini. Allopurinol bekerja menurunkan produksi
asam urat dengan cara penghambatan kerja enzim yang memproduksinya, yaitu
enzim xantin oksidase. Selain bermanfaat menekan produksi asam urat,
allopurinol juga memiliki efek positif dalam melawan kolesterol “jahat” dalam
tubuh. Dengan demikian, obat ini merupakan pilihan yang lebih baik bagi pasien
penderita kelebihan asam urat yang juga menderita penyumbatan arteri koroner.
Hormon tiroid bekerja melalui reseptornya diinti sel. Efek hormon tiroid
timbul melalui regulasi transkripsi DNA yang merangsang sintesis protein, dan
selanjutnya mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan yang normal.
Karenanya hormon ini penting untuk proses pertumbuhan normal. Efek hormon
ini pada sintesis protein dan aktivitas enzim tidak terbatas hanya pada otak saja
tetapi, sebagian besar jaringan tubuh juga dapat dipengaruhi , ini terlihat dari
gejala yang timbul pada hipertiroidisme ataupun hipotiroidisme. Sedangkan anti
tiroid, berefek dalam menghambat sintesis hormon tiroid baik secara langsung
ataupun memblok mekanisme transfor yodida sedangkan yang lain dapat
mengurangi sintesis dan pengeluaran hormon dari kelenjarnya, dan ada pula yang
merusak kelenjar dengan radiasi ionisasi. Juga ada beberapa obat yang tidak
berefek pada hormon dikelenjar, tapi diganakan sebagai terapi ajuvan, bermanfaat
untuk megatasi gejala tirotoksikosis.

VII. KESIMPULAN
Hormon ialah zat aktif yang dihasilkan oleh kelenjar endokrin, yang masuk ke
dalam peredaran darah untuk mempengaruhi jaringan target secara spesifik. Dari
praktikum ini kita dapat memahami dan mengetahui jenis dan klasifikasi obat
hormonal mulaidari produsen merk dagang sampai kekuatan sediian dan juga
kegunaan obat tersebut

Anda mungkin juga menyukai