Anda di halaman 1dari 1

    Penulisan makalah ini bertujuan untuk memaparkan pemanfaatan ragi (yeast)

sebagai alternatif alat kontrasepsi untuk menekan pertumbuhan penduduk di Indonesia.


Adapun yang menjadi latar belakang penulisan ini karena Indonesia merupakan salah
satu negara yang memiliki jumlah penduduk terbesar di dunia. Ini terjadi dikarenakan
jumlah kelahiran di Indonesia yang tidak dapat terkendali. Meskipun pemerintah telah
mencanangkan sebuah Program Keluarga Berencana (KB) yang diaplikasikan dengan
penggunaan alat kontrasepsi ternyata belum mampu mengatasi masalah yang terjadi.
Jumlah kelahiran yang tidak dapat terkendali ini disebabkan karena banyaknya
keluarga yang mengeluh tentang penggunaan alat kontrasepsi. Harga mahal, susah
didapat dan tidak nyaman saat penggunaannya menjadi alasan bagi mereka yang tidak
ingin menggunakan alat kontrasepsi sehingga jumlah kelahiran pun tidak dapat
terkendali.
Ragi (Yeast) memiliki potensi yang baik untuk dikembangkan menjadi alternatif alat
kontrasepsi guna menekan pertumbuhan penduduk di Indonesia. Potensi ragi sebagai
alternatif alat kontrasepsi ditinjau dari kadar alkohol yang diperoleh dari hasil fermentasi
ragi yang dapat mempengaruhi kesuburan seseorang. Hal ini membantu untuk
mencegah suatu kehamilan sehingga dapat membantu mengendalikan angka
kelahiran. Ragi dapat menghambat proses produksi hormon estrogen sehingga tidak
terjadi perkembangan ovum (telur). Ragi dapat mengurangi produksi hormon steroid,
menghambat ovulasi, dan mengganggu perjalanan sperma melalui tuba fallopian
sehingga tidak terjadi perkembangan ovum/sel telur. Penggunaan ragi sebagai alternatif
alat kontrasepsi dapat dilakukan dengan mengolah ragi menjadi berbagai olahan
makanan dan minuman sehari-hari.
Kata-kata kunci : ragi, alat kontrasepsi, pertumbuhan penduduk