Anda di halaman 1dari 14

LAPORAN KEGIATAN PRAKTIKUM

PENGARUH DETERJEN TERHADAP PERKECAMBAHAN

NAMA : ABDUL KODIR


NIM : 856996379

UPBJJ BANDAR LAMPUNG


FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS TERBUKA
TAHUN 2020
LEMBAR KERJA PRAKTIKUM IPA DI SD
PDGK4107 MODUL 2
MAKHLUK HIDUP DAN LINGKUNGANNYA

Nama : Abdul Kodir


NIM : 856996379
UPBJJ : Bandar Lampung

KEGIATAN PRAKTIKUM 2 : PENCEMARAN LINGKUNGAN

A. Judul Percobaan
Pengaruh Deterjen Terhadap Perkecambahan

B. Tujuan Percobaan
Mengamati pengaruh deterjen terhadap perkecambahan kacang hijau.

C. Alat dan Bahan


1. Neraca analitik/ sendok teh 1 buah.
2. Gelas kimia 600 ml 10 buah.
3. Kertas saring/tissue secukupnya.
4. Kertas timah secukupnya.
5. Mistar dengan skala mm 1 buah.
6. Kertas untuk label secukupnya.
7. Gelas kimia 1000 ml 1 buah.
8. Air ledeng secukupnya.
9. Deterjen serbuk 1gram.

D. Landasan Teori
1. Perkecambahan Benih
Perkecambahan benih dapat diartikan sebagai dimulainya proses
pertumbuhan embrio dari benih yang sudah matang. Benih dapat
berkecambah bila tersedia faktor-faktor pendukung selama terjadinya
proses perkecambahan. Perkecambahan merupakan proses
metobolisme biji hingga dapat menghasilkan pertumbuhan dari
komponen kecambah (Plumula dan Radikula). Definisi
perkecambahan adalah jika sudah dapat dilihat atribut
perkecambahannya, yaitu plumula dan radikula dan keduanya tumbuh
normal dalam jangka waktu tertentu (Taiz and Zeiger, 2002).

2. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pertumbuhan Tanaman


Pertumbuhan tanaman dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain:
a. Faktor eksternal/lingkungan (ekstraseluler), merupakan faktor
luar yang erat sekali hubungannya dengan proses pertumbuhan
dan perkembangan. Beberapa factor eksternal yang
mempengaruhi pertumbuhan tumbuhan adalah air dan mineral,
kelembaban, suhu, dan cahaya.
b. Faktor internal (interseluler) faktor yang melibatkan hormon dan
gen yang akan mengontrol pertumbuhan dan perkembangan
tumbuhan. Dimana dalam hal ini ada beberapa hormon yang
dapat mengontrol proses pertumbuhan dan perkembangan
tumbuhan tersebut yaitu hormon Auksin, Giberelin, Sitokinin
dan afserat.
c. Faktor Intraseluler (gen) Pertumbuhan pada tumbuhan terjadi
didaerah meristematik (titik tumbuh) yaitu ujung akar dan batang.
Daerah pertumbuhan ada 3 yaitu zona meristematik,
pemanjangan, dan diferensiasi (Anshori, 2017).

3. Deterjen
Deterjen adalah campuran berbagai bahan, yang digunakan untuk
membantu pembersihan dan terbuat dari bahan-bahan turunan minyak
bumi. Pada umumnya deterjen mengandung surfaktan, builder, filler
dan aditif. Bahan kimia yang digunakan pada deterjen dapat
menimbulkan dampak negatif baik terhadap kesehatan maupun
lingkungan. Dua bahan terpenting dari pembentuk deterjen yakni
surfaktan dan builders, diidentifikasi mempunyai pengaruh langsung
dan tidak langsung terhadap manusia dan lingkungannya (Anshori,
2017).

E. Prosedur Percobaan
1. Menyediakan larutan deterjen 100%, 50%, 25%, 12,50%, 6,25%,
3,10%, serta kontrol berupa air ledeng. Lalu simpan cairan dengan
gelas kimia yang telah diberi label sebagai berikut.
a. Label 1 = 100%
b. Label II = 50%
c. Label III = 25%
d. Label IV = 12,5%
e. Label V = 6,25%
f. Label VI = 3,1%
g. Label Kontrol = air ledeng/PDAM
2. Cara menyediakan larutan :
a. Melarutkan 1 gr deterjen serbuk ke dalam air sumur hingga 100
ml dengan menggunakan botol air mineral 1500ml. Kemudian
mengambil 500ml dan memasukkan ke dalam botol air mineral
600ml berlabel 100%
b. Menambahkan air 500ml kedalam botol air mineral 1500ml
kemudian mengambil 500ml dan memasukkan kedalam botol air
mineral 600ml yang berlabel 50%
c. Menambahkan air 500ml kedalam botol air mineral 1500ml
kemudian mengambil 500ml dan memasukkan kedalam botol air
mineral 600ml yang berlabel 25%
d. Menambahkan air 500ml kedalam botol air mineral 1500ml
kemudian mengambil 500ml dan memasukkan kedalam botol air
mineral 600ml yang berlabel 12,5%
e. Menambahkan air 500ml kedalam botol air mineral 1500ml
kemudian mengambil 500ml dan memasukkan kedalam botol air
mineral 600ml yang berlabel 6,25%
f. Menambahkan air 500ml kedalam botol air mineral 1500ml
kemudian mengambil 500ml dan memasukkan kedalam botol air
mineral 600ml yang berlabel 3,1%
3. Menyediakan tujuh gelas lain, kemudian memberi label kontrol, I, II,
III, IV, V, dan VI. Masing-masing diberi lingkaran kertas
saring/kertas tissu.
4. Memasukkan kacang hijau ke dalam air pada gelas kimia. Buanglah
kacang yang mengapung, sementara kacang hijau yang tenggelam
yang digunakan dalam penelitian ini.
5. Dari kacang hijau yang terpilih, ambil 10 butir lalu rendam dalam
larutan I, 10 butir dalam larutan II, 10 butir dalam larutan III, 10 butir
dalam larutan IV, 10 butir dalam larutan V, 10 butir dalam larutan VI,
dan 10 butir dalam larutan kontrol (air ledeng/PDAM). Biarkan
rendaman selama 5 menit.
6. Mengatur kacang hijau dalam gelas kimia dengan label yang sesuai.
Atur yang baik agar hilium mengarah kebawah.
7. Mengisi gelas kimia yang telah diisi kacang hijau tersebut dengan
larutan yang berlabel sama, kira-kira 100 mL.
8. Menutup ke tujuh gelas kimia dengan kertas timah sehingga tidak ada
cahaya yang dapat masuk.
9. Melakukan pengamatan setelah 24 jam dan 48 jam. Pada setiap
pengamatan, diukur panjang akar dengan mistar dari luar gelas piala.
Kacang hijau yang tidak tumbuh akarnya dianggap memiliki panjang
akar = 0 mm. Jika pada pengamatan dua hari (48 jam) tidak tumbuh
akarnya (0 mm), dianggap kacang hijau mati. Kemudian mencatat
hasil pengamatan pada lembar kerja Tabel 1.1.
10. Membuat grafik rata-rat pertumbuhan kecambah per konsentrasi
setelah 24 jam dan 48 jam (Grafik 1.1.) dengan menggunakan warna
yang berbeda. Misal 24 jam dengan warna merah, 48 jam dengan
warna hitam.
F. Hasil Pengamatan

Tabel 1.1.
Pengaruh Deterjen Terhadap Tumbuhan

Konsentrasi Larutan Deterjen


Hari ke-1 (24 jam)
No
6,25
100% 50% 25% 12,5% 3,1% Kontrol
%
1. 0,1 0,6 1,5 1,2 2,3 4,1 5
2. 0,3 0,2 1 1,1 3 4 4,9
3. 0 0,4 1,5 1,4 3,2 4,3 4,5
4. 0,1 0,2 1,2 1,8 3,1 4,1 5,1
5. 0 0,5 1 1,5 3 3,8 5,1
6. 0 0,4 1,4 1,8 2,6 3,6 4,9
7. 0,2 0,3 1,1 1,7 3,2 3,1 5,1
8. 0 0,4 1,3 2,1 3 3,2 4,6
9. 0 0,2 1 2 3,2 3,5 4,4
10. 0 0,5 1,2 1,8 3 3,1 5,2
Jumlah 0,7 3,7 12,2 16,4 29,6 36,8 48,8
Rata-rata 0,07 0,37 1,22 1,64 2,96 3,68 4,88

Konsentrasi Larutan Deterjen


Hari ke-2 (48 jam)
No
6,25
100% 50% 25% 12,5% 3,1% Kontrol
%
1. 0,2 0,8 1,8 1,5 3,7 4,6 5,5
2. 0,5 0,4 1,3 1,5 3,1 4,4 5,3
3. 0,3 0,6 1,7 1,9 3,5 4,1 5
4. 0,4 0,6 1,5 2,1 3,3 4,4 5,5
5. 0 0,7 1,3 1,9 3,2 4,3 5,7
6. 0 0,7 1,8 2 2,7 4 5,7
7. 0,4 0,8 1,5 2,1 3,5 4 5,3
8. 0 0,7 1,7 2,5 3,1 3,4 4,8
9. 0,2 0,4 1,2 2,2 3,6 3,9 5,1
10. 0 0,8 1,6 2,1 3,2 3,5 5,7
Jumlah 2 6,5 15,4 19,8 32,9 40,6 53,6
Rata-rata 0,2 0,65 1,54 1,98 3,29 4,06 5,36
6

Panjang Kecambah Kacang Hijau


5

0
100% 50% 25% 12,50% 6,25% 3,10% Kontrol

Konsentrasi

Hari ke - 1 Hari ke - 2

Grafik 1.1.
Grafik Rata-Rata Pertumbuhan Kecambah Per Konsentrasi Pada Hari ke - 1
(24 Jam) dan Hari ke – 2 (48 Jam)

G. Pertanyaan-Pertanyaan
1. Apa fungsi larutan 0 (Kontrol)?
2. Apa kesimpulan apabila pada latutan 0 (kontrol) ada kacang hijau
yang mati?
3. Mengapa pertumbuhan kacang hijau di dalam gelas piala harus ditutup
dengan kertas timah ?
Jawab :
1. Fungsi larutan kontrol adalah sebagai pembanding dengan konsentrasi
larutan deterjen dan sebagai bukti bahwa larutan kontrol merupakan
larutan yang paling baik untuk pertumbuhan karena tidak mengandung
deterjen.
2. Jika pada larutan kontrol ada kacang hijau yang mati, menandakan
bahawa biji kacang hijau tersebut bukan merupakan bibit yang unggul
(mandul).
3. Pertumbuhan kacang hijau di dalam gelas piala harus ditutup dengan
kertas timah adalah untuk mengurangi intensitas cahaya. Karena
intensitas cahaya sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan kacang
hijau. Kacang hijau yang mendapatkan cahaya yang cukup, ukurannya
lebih kecil, jaringan mesofilnya juga lebih kecil, dan pertumbuhannya
akan lebih lambat dari kacang hijau yang tidak mendapat cahaya.

H. Pembahasan
Berdasarkan percobaan yang telah dilakukan, pada hari pertama (24 jam) di
larutan deterjen dengan konsentrasi 100% rata-rata panjang akar kecambah
adalah 0,07 cm dan terdapat 6 biji kacang hijau yang tidak mengalami
perkecambahan. Pada larutan 50% rata-rata panjangnya adalah 0,37 cm,
larutan 25% rata-rata panjangnya adalah 1,22 cm, larutan 12,5% rata-rata
panjangnya adalah 1,64 cm, larutan 6,25% rata-rata panjangnya adalah 2,96
cm, dan larutan 3,1% rata-rata panjangnya adalah 3,68 cm. Sementara pada
larutan kontrol, dengan menggunakan air sumur sebagai pembanding,
panjang akar mencapai 4,88 cm.

Pada hari kedua, setelah 48 jam terdapat 4 kacang hijau yang tidak
mengalami perkecambahan di larutan 100%. Tetapi semua kacang hijau
mengalami pertambahan panjang pada akarnya di semua jenis larutan.
Dimulai dari larutan 100% yang pada hari pertama 0,07 cm menjadi 0,2 cm,
larutan 50% dari 0,37 cm menjadi 0,65 cm, dan larutan 25% dari 1,22 cm
menjadi 1,54 cm. Larutan 12,5% yang semula 1,64 cm menjadi 1,98 cm dan
larutan 6,25% semula 2,96 cm menjadi 3,29 cm. Sedangkan larutan 3,1%
panjang hari kedua menjadi 4,06 cm dari 3,68 cm. Kemudian untuk larutan
kontrol mengalami pertambahan sebanyak 0,48 cm menjadi 5,36 cm.

I. Kesimpulan
Berdasarkan percobaan yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa
semakin rendah persentase deterjen dalam air, maka perkecambahan kacang
hijau akan tumbuh dengan baik. Namun sebaliknya, apabila persentase
deterjen semakin tinggi maka perkecambahan kacang hijau akan terhambat.

J. Daftar Pustaka
Anshori, Muhammad. 2017. Pengaruh Deterjen Terhadap Pertumbuhan
bawang Merah. Temanggung.

Rumanta, Maman dkk. 2019. Praktikum IPA di SD. Tanggerang Selatan :


Universitas Terbuka.

Taiz, L., E. Zeiger. 2002. Plant Physiology. Third Edition. Massachusetts :


Sinauer Associate.

K. Kesulitan yang Dialami : Saran dan Masukan


1. Kesulitan yang Dialami
a. Mendapatkan alat dan bahan praktikum seperti kertas saring,
kertas timah, dan gelas kimia.
b. Melakukan pengukuran akar kecambah karena bentuk akar yang
melingkar atau tidak lurus.

2. Saran dan Masukan


a. Kertas saring dapat diganti dengan menggunakan kertas tissu.
b. Untuk menghambat cahaya matahari, apabila tidak ada kertas
timah dapat ditutup dengan menggunakan kardus.
c. Pengukuran harus dilakukan dengan hati-hati agar kesalahan
(error) pengukuran dapat diminimalisir

L. Foto Praktikum

N
Foto Praktikum Deskripsi Foto
O
1. Menyiapkan alat dan bahan
praktikum

2. Membuat larutan deterjen dan


menyediakan tujuh gelas yang
masing-masing diberi lingkaran
kertas tissu. Kacang hijau
direndam air terlebih dahulu

3. Mengisi gelas kimia yang telah


diisi kacang hijau dengan larutan
yang berlabel sama kira-kira 100
mL.

4. Menutup ke tujuh gelas kimia


dengan kardus sehingga tidak ada
cahaya yang dapat masuk.

5. Kacang hijau pada larutan 100%


setelah 24 jam.
8. Kacang hijau pada larutan 50%
setelah 24 jam.

9. Kacang hijau pada larutan 25%


setelah 24 jam.

10. Kacang hijau pada larutan 12,5%


setelah 24 jam.

11. Kacang hijau pada larutan 6,25%


setelah 24 jam.
12. Kacang hijau pada larutan 3,1%
setelah 24 jam.

13. Kacang hijau pada larutan kontrol


setelah 24 jam.

14. Kacang hijau pada larutan 100%


setelah 48 jam.

15. Kacang hijau pada larutan 50%


setelah 48 jam.
16. Kacang hijau pada larutan 25%
setelah 48 jam.

17. Kacang hijau pada larutan 12,5%


setelah 48 jam.

18. Kacang hijau pada larutan 6,25%


setelah 48 jam.

19. Kacang hijau pada larutan 3,1%


setelah 48 jam.
20. Kacang hijau pada larutan kontrol
setelah 48 jam.

21. Melakukan pengukuran akar


kacang hijau setelah 24 jam.

22. Melakukan pengukuran akar


kacang hijau setelah 48 jam.

Anda mungkin juga menyukai