Anda di halaman 1dari 3

A.

Kompartemen dan Komposisi Cairan Tubuh

Air merupakan komponen terbesar dari tubuh manusia. Persentase cairan tubuh tergantung
pada usia, jenis kelamin, dan derajat status gizi seseorang. Seiring dengan pertumbuhan
seseorang, persentase jumlah cairan terhadap berat badan menurun.

Tabel 1. Distribusi Cairan Tubuh


Distribusi cairan Laki-laki Dewasa Perempuan Dewasa Bayi
Total air tubuh (%) 60 50 75
Intraseluler 40 30 40
Ekstraseluler 20 20 35
- Plasma 5 5 5
- Intersisial 15 15 30

Seluruh cairan tubuh tersebut secara garis besar terbagi ke dalam 2 kompartemen,
yaitu intraselular dan ekstraselular.
a. Cairan intraselular
Pada orang dewasa, sekitar 2/3 dari cairan dalam tubuhnya terdapat di intraselular.
Sebaliknya pada bayi hanya setengah dari berat badannya merupakan cairan intraselular.
b. Cairan ekstraselular
Jumlah relatif cairan ekstraselular menurun seiring dengan bertambahnya usia, yaitu
sampai sekitar sepertiga dari volume total pada dewasa. Cairan ekstraselular terbagi
menjadi cairan interstitial dan cairan intravaskular.
Cairan interstitial adalah cairan yang mengelilingi sel dan termasuk cairan yang
terkandung diantara rongga tubuh (transseluler) seperti serebrospinal, perikardial, pleura,
sendi sinovial, intraokular dan sekresi saluran pencernaan.
Sementara, cairan intravaskular merupakan cairan yang terkandung dalam pembuluh
darah, dalam hal ini plasma darah.

Terdapat dua jenis bahan yang terkandung di dalam cairan tubuh, yaitu elektrolit dan non-
elektrolit.
a. Elektrolit
Elektrolit adalah mineral bermuatan listrik yang ditemukan didalam dan diluar sel tubuh.
Mineral tersebut dimasukkan dalam cairan dan makanan dan dikeluarkan utamanya
melalui ginjal. Elektrolit juga dikeluarkan melalui hati, kulit, dan paru-paru dalam jumlah
lebih sedikit.

Table 2.1 Elektrolit-elektrolit Utama

Elektrolit-elektrolit Fungsi Lokasi


utama Intraseluler Ekstraseluler
(mEq/L) (mEq/L)
Sodium ( Na+) Fungsi neuromuscular dan 12 145
manjemen cairan (elektrolit
ekstraseluler paling banyak)
Potassium (K+) Fungsi neuromuscular dan 150 4
jantung (elektrolit intraseluler
paling banyak)
Kalsium ( Ca++) Struktur tulang, fungsi 5 <1
neuromuscular dan
penggumpalan darah.
Magnesium ( Mg++) Transportasi aktif Na+ dan 40 2
K+, fungsi neuromuscular.
Klorida (Cl-) Osmolalitas, keseimbangan 103 4
asam basa.
- Pembentukan ATP, 4 75
Fosfat (HPO4 ) keseimbangan asam basa.

Kadar elektrolit dalam tubuh diatur melalui penyerapan dan pengeluaran untuk
menjaga level yang diharapkan untuk fungsi tubuh optimal. Dalam hal kalsium, hormone
paratiroid dan kasitonin disekresikan untuk menstimulasi penyimpanan atau pengeluaran
kalsium dari tulang untuk mengatur level dalam darah. Elektrolit lain diserap dari
makanan dalam jumlah sedikit atau banyak atau disimpan atau disekresikan oleh ginjal
atau lambung dalam jumlah sedikit atau banyak yang diperlukan untuk mengurangi atau
menaikkan level elektrolit ke level yang diperlukan untuk fungsi tubuh optimal. Agar
mekanisme umpan balik menjadi efektif, organ atau system yang bertanggung jawab
untuk penyerapan dan ekskresi (gastrointestinal) atau penyerapan kembali dan ekresi
(renal) harus berfungsi dengan baik.

b. Non elektrolit

Zat-zat yang termasuk ke dalam nonelektrolit adalah glukosa, urea, kreatinin, dan
bilirubin yang tidak terdisosiasi dalam cairan.

Referensi :

Horne, Mima M. (2001). Keseimbangan Cairan Elektrolit dan Asam Basa.


https://books.google.co.id/books?
id=AQsm1lRShhwC&printsec=frontcover&dq=cairan+dan+elektrolit&hl=id&sa=X&ved=2ahU
KEwitusT7uYnsAhXHZCsKHYDVANAQuwUwAXoECAMQBQ#v=onepage&q=cairan
%20dan%20elektrolit&f=false

Khrisna, I Nyoman. (2017). Keseimbangan Cairan dan Elektrolit.


https://simdos.unud.ac.id/uploads/file_penelitian_1_dir/4631b9b8c3f8152608a46238e4a719dc.p
df