Anda di halaman 1dari 5

NAMA : I GUSTI PUTU WAHYU JUNIANTARA

NO. ABSEN : 07

KELAS : XII MIA 4

MAPEL : BAHASA INDONESIA

1. Tujuan penulis dari teks tersebut adalah menjelaskan pandangannya mengenai persoalan yang
diangkatnya, untuk memengaruhi pembaca agar menyetujui pendapatnya.

2. Termasuk teks editorial karena didalam teks tersebut terdapat kalimat fakta yaitu : Organisasi
pangan dan peetanian dunia ( FAO) menyebutkan Indonesia pada tahun 2018 naik ke urutan
ketiga produksi kopi sedunia.

3. Ada 7 yaitu :

✔ Kopi Indonesia memiliki keunggulan dibandingkan dengan kopi-kopi dari negara


produsen kopi lainnya. Cita rasa yang tinggi, terutama untyk jenis kopi arabika, dan telah
diklaim sebagai kopi spesial. Hal ini menjadi poin plus yang baik bagi citra kopi
Indonesia di pasar internasional yang perlu dijaga dan promosikan yang lebih intensif.

✔ Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan area kopi nasional mencapai 1,24 juta
hektare (HA) dengan produksi mencapai 722,5 ribu ton. Jika dirata-ratakan, produktivitas
kopi nasional sekitar 0,78 ton per Ha. Dari luas lahan kopi tersebut, sekitar 96 persen area
diusahakan oleh perkebunan kopi yang dikerjakan swasta dan perkebunan negara.

✔ Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) menyebutkan, Indonesia pada tahun 2018
naik ke urutan ketiga produksi kopi dunia. Total produksi sebesar 722,5 ribu ton atqu
berkontribusi sebesar 6,94 persen terhadap produksi kopi dunia. Meskipun mengalahkan
Kolombia yang turun ke urutan ke-4, secara produktivitas kopi masih di bawah Vietnam
dan Brazil.

✔ Produksi kopi Indonesia tak beranjak alias stagnan ada banyak penyebabnya, antara lain
tanaman kopi sebagian besar sudah tua dan produktivitasnya menurun. Ini menjadi
pekerjaan rumah pemerintah untuk meningkatkan produksi kopi dalam negeri.

✔ Sebaiknya ada upaya mengembangkan kopi dalam skala perkebunan seperti Vietnam.
Hal itu tak mungkin dilakukan petani yang kemampuannya terbatas. Perusahaan swasta
mesti didorong berani membuka perkebunan kopi.

✔ Memang tak mudah membuka perkebunan kopi dalam skala luas. Sebab untuk berhasil,
perlu ada tanaman lain sebagai naungan. Sudah saatnya Kementan menawarkan konsep
perkebunan kopi ke investor asing dan lokal.

✔ Kopi harus diurus dari hulu ke hilir. Pasar kopi sudah sangat menarik dan terus
berkembang. Permintaan dunia terus meningkat, seiring makin populernya minuman
tersebut di kalangan muda.

4.

N Argumentasi Penulis S TS Alas


o an
1. Kopi Indonesia memiliki ✔ Karena, kopi khas Indonesia
keunggulan dibandingkan dibuat dengan cita rasa
dengan kopi-kopi dari negara aroma yang sangat khas
produsen kopi lainnya. sehingga penikmat kopi
menikmati kopi olahan
Indonesia.
2. Sebaiknya ada upaya ✔ Karena, tidak boleh
mengembangkan kopi dalam sembarangan dalam mengolah
skala perkebunan seperti kopi yang memiliki cita rasa
Vietnam. Hal itu tak mungkin dan hasil yang baik dan
dilakukan petani yang sempurna.
kemampuannya terbatas.
3. Produksi kopi Indonesia ✔ Karena, di setiap penjuru dunia
tak beranjak alias mempunyai pohon kopi yang
stagnan. melimpah termasuk Indonesia.
Jadi tidak mungkin di negara
yang
mereka tempati tidak ada
peminat
untuk minum kopi.

4 Memang tak mudah membuka ✔ Karena, mempunyai lahan


.
perkebunan kopi dalam skala kopi dalam skala luas
luas. memerlukan tenaga kerja
yang sangat banyak dan perlu
banyak biaya untuk merawat
kopi.
5. Maksud judul tersebut adalah sipenulis akan mengundang investor untuk membuka
perkebunan kopi untuk merayakan hari kopi nasional.

6.

Paragraf Letak Kalimat Utama Bunyi Kalimat Utama


ke
-
1 Hari kopi perayaan tahunan yang Hari kopi merupakan perayaan
tanggalnya berbedabeda disetiap negara. tahunan yang tanggalnya berbedabeda
disetiap negara.

2 Kopi Indonesia memiliki Kopi Indonesia memiliki


keunggulan dibandingkan kopi keunggulan dibandingkan kopi-
lainnya. kopi dari negara produsen kopi
lainnya.
3 Data Badan Pusat Statistik Data Badan Pusat Statistik (BPS)
menunjukkan area kopi nasional. menunjukkan area kopi nasional
mencapai 1,24 juta hektare (HA)
dengan produksi mencapai 722,5
ribu ton.

4 Organisasi pangan dan pertanian dunia Organisasi pangan dan pertanian


menyebutkan Indonesia naik ke urutan dunia (FAO) menyebutkan, Indonesia
ke tiga pada tahun 2018 naik keurutan ketiga
produksi kopi dunia.

5 Produksi kopi Indonesia tak beranjak. Produksi kopi Indonesia tak beranjak
alias stagnan.

6 Upaya mengembangkan kopi Sebaiknya ada upaya


dalam skala perkebunan. mengembangkan kopi dalam skala
perkebunan seperti Vietnam.

7 Tak mudah membuka perkebunan Memang tak mudah membuka


kopi dalam skala luas. perkebunan kopi dalam skala
luas.
8 Kopi diurus dari hulu ke hilir. Kopi harus diurus dari hulu ke hilir.

9 Optimis kopi Indonesia merajai Kita optimis kopi Indonesia


pasar Internasional. bakal merajai pasar
Internasional.
7

N Kalim Adverbia Frekuentatif


o. at
1. Tanaman kopi sebagian besar Sebagian besar.
dan produktivitasnya menurun.

8.

N Kalim Konjungsi Fungsi Konjungsi


o. at
1. Memang tak mudah membuka Sebab. Menghubungkan antara
perkebunan kopi dalam skala luas kalimat dengan kalimat.
sebab untuk berhasil perlu ada
tanaman lain sebagai naungan.

2. Pasar kopi sudah sangat menarik Dan. Sebagai kata penghubung.


dan terus berkembang.

3. Kita optimistis kopi Indonesia bakal Sebab. Menghubungkan antara


merajai pasar Internasional itu kalimat dengan kalimat.
sebabnya program dihulunya harus
menjadi perhatian.
9.

N Kalim Ver
o. at ba
1. Empat persen sisanya merupakan Dikerjakan. Material.
perkebunan kopi yang dikerjakan
swasta dan perlabuhan negara.

10.

N Kosaka Arti
o. ta Kosakata
1. Pengukuhan Proses, cara, perbuatan mengukuhkan (kedudukan,
pangkat, jabatan).

2. Cita rasa Rasa seperti rasa lezat, derajat penerimaan


ternak terhadap bahan makanan atau ransum.

3. Poin Angka.

4. Citra Gamabaran.

5. Intensif Secara sungguh-sungguh dan terus menerus


dalam mengerjakan sesuatu hingga memperoleh
hasil yang optimal.

6. Produktivitas Kemempuan untuk menghasilkan sesuatu.

7. Stagnan Dalam keadaan tidak tumbuh atau berkembang.

8. Investor Penanam uang atau modal.

Anda mungkin juga menyukai