Anda di halaman 1dari 12

BUKU MUTABA’AH HAFALAN QUR’AN

NUHA AL-HAFIDZ

NAMA :
Membaca Al-Qur’an setelah waktu sholat Maghrib dan Subuh itu
dapat meningkatkan kecerdasan otak sampai 80 %.Hal ini
karena ada pergantian dari siang ke malam dan dari malam ke
siang hari. Disamping itu, ada tiga aktivitas sekaligus, yakni
membaca, melihat dan mendengar.
BUKU MUTABA’AH HAFALAN QUR’AN
NUHA AL-HAFIDZ

NAMA :
Membaca Al-Qur’an setelah waktu sholat Maghrib dan Subuh itu
dapat meningkatkan kecerdasan otak sampai 80 %.Hal ini
karena ada pergantian dari siang ke malam dan dari malam ke
siang hari. Disamping itu, ada tiga aktivitas sekaligus, yakni
membaca, melihat dan mendengar.
JADWAL MURAJA’AH BA’DA MAGRIB

SENIN SELASA KAMIS

JADWAL HAFALAN BARU BA’DA SUBUH

KAMIS JUM,AT SABTU

Baca 20x Baca 20X Baca 20X

AHAD SENIN SELASA

Menghafal Menghafal Menghafal

JADWAL SETOR HAFALAN

HARI RABU

MENGHAFAL TERASA NI'MAT, CARANYA....?

Berikut ini adalah delapan hal yang insyaaAllah membuat kita


merasa nikmat menghafal Al-Qur’an. Tips ini kami dapatkan dari ust.
Deden Makhyaruddin yang menghafal 30 juz dalam 19 hari (setoran)
dan 56 hari untuk melancarkan. Tapi uniknya, beliau mengajak kita
untuk berlama-lama dalam menghafal.
Pernah beliau menerima telepon dari seseorang yang ingin
memondokkan anaknya di pesantren beliau…
“Ustadz, menghafal di tempat antum tu berapa lama untuk bisa
khatam?”
“SEUMUR HIDUP”, jawab ust. Dede santai.
Meski bingung, Ibu itu tanya lagi, “Targetnya, Ustadz?”
“Targetnya HUSNUL KHOTIMAH, MATI DALAM KEADAAN PUNYA
HAFALAN.”
“Mmm…kalo pencapaiannya, Ustadz?”, Ibu itu terus bertanya.
“Pencapaiannya adalah DEKAT DENGAN ALLAH”, kata ust. Deden
tegas.
Menggelitik, tapi sarat makna. Prinsip beliau : CEPAT HAFAL itu
datangnya dari ALLAH, INGIN CEPAT HAFAL (bisa jadi) datangnya
dari SYETAN.
Sebelum membaca lebih jauh, saya harap anda punya komitmen
terlebih dahulu untuk meluangkan waktu satu jam per hari khusus
untuk qur’an. Kapanpun itu, yang penting durasi satu jam.
Mau tahu lebih lanjut, yuk kita pelajari delapan prinsip dari beliau
beserta sedikit penjelasan dari saya.
1. MENGHAFAL TIDAK HARUS HAFAL
Allah memberi kemampuan menghafal dan mengingat yang
berbeda-beda pada tiap orang. Bahkan imam besar dalam ilmu
qiroat, guru dari Hafs -yang mana bacaan kita merujuk pada
riwayatnya- yaitu Imam Asim menghafal Al-Quran dalam kurun
waktu 20 tahun. Target menghafal kita bukanlah ‘ujung ayat’ tapi
bagaimana kita menghabiskan waktu (durasi) yang sudah kita
agendakan HANYA untuk menghafal.
2. BUKAN UNTUK DIBURU-BURU, BUKAN UNTUK DITUNDA-TUNDA
Kalau kita sudah menetapkan durasi, bahwa dari jam 6 sampe jam 7
adalah WAKTU KHUSUS untuk menghafal misalnya, maka berapapun
ayat yang dapat kita hafal tidak jadi masalah. Jangan buru-buru
pindah ke ayat ke-2 jika ayat pertama belum benar-benar kita hafal.
Nikmati saja saat-saat ini. Saat dimana kita bercengkrama dengan
Allah. satu jam lho. Masak untuk urusan duniawi delapan jam
betah :) . Inget, satu huruf melahirkan sepuluh pahala bukan?
So, jangan buru-buru. Tapi ingat, juga bukan untuk ditunda-tunda.
Habiskan saja durasi menghafal secara ‘PAS’.

3. MENGHAFAL BUKAN UNTUK KHATAM, TAPI UNTUK SETIA


BERSAMA QUR’AN.
Kondisi HATI yang tepat dalam menghafal adalah BERSYUKUR bukan
BERSABAR. Tapi kita sering mendengar kalimat “Menghafal emang
kudu sabar”, ya kan? Sebenarnya gak salah, hanya kurang pas saja.
Kesannya ayat-ayat itu adalah sekarung batu di punggung kita, yang
cepat-cepat kita pindahkan agar segera terbebas dari beban
(khatam). Bukankah di awal surat Thoha Allah berfirman bahwa Al-
Qur’an diturunkan BUKAN SEBAGAI BEBAN. Untuk apa khatam jika
tidak pernah diulang? Setialah bersama Al-Qur’an.
4. SENANG DIRINDUKAN AYAT
Ayat-ayat yang sudah kita baca berulang-ulang namun belum juga
nyantol di memory, sebenarnya ayat itu lagi kangen sama kita. Maka
katakanlah pada ayat tersebut “I miss you too…” hehe. Coba dibaca
arti dan tafsirnya. Bisa jadi ayat itu adalah ‘jawaban’ dari
‘pertanyaan’ kita. Jangan buru-buru suntuk dan sumpek ketika gak
hafal-hafal. Senanglah jadi orang yang dirindukan ayat.
5. MENGHAFAL SESUAP-SESUAP
Nikmatnya suatu makanan itu terasa ketika kita sedang
memakannya, bukan sebelum makan bukan pula setelahnya.
Nikmatnya menghafal adalah ketika membaca berulang-ulang. Dan
besarnya suapan juga harus pas di volume mulut kita agar makan
terasa nikmat. Makan pake sendok teh gak nikmat karena terlalu
sedikit, makan pake centong nasi bikin muntah karena terlalu
banyak. Menghafal-pun demikian. Jika “’amma yatasa alun” terlalu
panjang, maka cukuplah “’amma” diulang-ulang. Jika terlalu pendek
maka lanjutkanlah sampai “’anin nabail ‘adzhim” kemudian diulang-
ulang. Sesuaikan dengan kemampuan ‘mengunyah’ masing-masing
anda.
6. FOKUS PADA PERBEDAAN, ABAIKAN PERSAMAAN
“Fabi ayyi alaa’i rabbikuma tukadz dziban” jika kita hafal 1 ayat ini, 1
saja! maka sebenarnya kita sudah hafal 31 ayat dari 78 ayat yg ada
di surat Ar-Rahman. Sudah hampir separuh surat kita hafal. Maka
ayat ini dihafal satu kali saja, fokuslah pada ayat sesudahnya dan
sebelumnya yang merangkai ayat tersebut.
7. MENGUTAMAKAN DURASI
Seperti yang dijelaskan di atas, komitmenlah pada DURASI bukan
pada jumlah ayat yang akan dihafal. Ibarat argo taxi, keadaan macet
ataupun di tol dia berjalan dengan tempo yang tetap. Serahkan satu
jam kita pada Allah.. syukur-syukur bisa lebih dari satu jam. Satu jam
itu gak sampe 5 persen dari total waktu kita dalam sehari loh! Lima
persen untuk Al-Quran, harus bisa dong ah…
8. PASTIKAN AYATNYA BERTAJWID
Cari guru yang bisa mengoreksi bacaan kita. Bacaan tidak bertajwid
yang ‘terlanjur’ kita hafal akan sulit dirubah/diperbaiki di kemudian
hari (setelah kita tahu hukum bacaan yang sebenarnya). Jangan
dibiasakan otodidak dalam hal apapun yang berkaitan dengan Al-
Qur’an; membaca, mempelajari, mentadabburi, apalagi mengambil
hukum dari Al-Quran.

METODE MENGHAFAL
1. Sebelum memulai menghafal, bacalah surat yang akan
dihafalkan dari awal sampai akhir.
2. Setelah membaca secara keseluruhan mulai
menghafalkan dengan cara memperbaiki terlebih
dahulu bacaannya baru menghafalkannya.
3. Apabila s telah selesai menghafal maka dua hari
berikutnya s mengulang-ngulang surat tersebut secara
penuh.
4. Kemudian mulai menghafal surat selanjutnya dengan
metode yang sama.
JUZ 1
141 Ayat
Hari/tanggal No. Ayat Tajwid Paraf
1 – 16
17 – 24
25 – 29
30 – 37
38 – 48
49 – 57
58 – 61
MENGULANG BERSAMA-SAMA DARI AYAT 1 SAMPAI AYAT 57

Hari/tanggal No. Ayat Tajwid Paraf


62 – 69
70 – 76
77 – 83
84 – 88
89 – 93
94 – 101
102 – 105
MENGULANG BERSAMA-SAMA DARI AYAT 1 SAMPAI AYAT 57

Hari/tanggal No. Ayat Tajwid Paraf


106 – 112
113 – 119
120 – 126
127 – 134
135 – 141
JUZ 2
141 Ayat
Hari/tanggal No. Ayat Tajwid Paraf

MENGULANG BERSAMA-SAMA DARI AYAT 1 SAMPAI AYAT 57

Hari/tanggal No. Ayat Tajwid Paraf

MENGULANG BERSAMA-SAMA DARI AYAT 1 SAMPAI AYAT 57

Hari/tanggal No. Ayat Tajwid Paraf


JUZ 3
141 Ayat
Hari/tanggal No. Ayat Tajwid Paraf

MENGULANG BERSAMA-SAMA DARI AYAT 1 SAMPAI AYAT 57

Hari/tanggal No. Ayat Tajwid Paraf

MENGULANG BERSAMA-SAMA DARI AYAT 1 SAMPAI AYAT 57

Hari/tanggal No. Ayat Tajwid Paraf


JUZ 4
141 Ayat
Hari/tanggal No. Ayat Tajwid Paraf

MENGULANG BERSAMA-SAMA DARI AYAT 1 SAMPAI AYAT 57

Hari/tanggal No. Ayat Tajwid Paraf

MENGULANG BERSAMA-SAMA DARI AYAT 1 SAMPAI AYAT 57

Hari/tanggal No. Ayat Tajwid Paraf


JUZ 5
141 Ayat
Hari/tanggal No. Ayat Tajwid Paraf

MENGULANG BERSAMA-SAMA DARI AYAT 1 SAMPAI AYAT 57

Hari/tanggal No. Ayat Tajwid Paraf

MENGULANG BERSAMA-SAMA DARI AYAT 1 SAMPAI AYAT 57

Hari/tanggal No. Ayat Tajwid Paraf