Anda di halaman 1dari 4

I.

PENDAHULUAN

A. Judul
Viskositas atau Kekentalan Zat Cair
B. Tujuan
1. Memahami prinsip kerja viskosimeter Ostwald.
2. Mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi viskositas zat cair.
3. Mengetahui angka kental dinamis dari suatu zat cair.
II. TNJAUAN PUSTAKA

Zat alir atau fluida merupakan zat yang dapat mengalir dalam bentuk yang
dapat selalu berubah mengikuti perubahan volumenya dan memiliki kerapatan
yang bergantung pada suhu dan tekanan tertentu (Siregar dkk., 2013). Kekentalan
atau viskositas merupakan gerakan pada bagian dalam atau internal suatu fluida
(Sears dan Zemansky, 2003). Viskositas fluida dinotasikan dengan η (“eta”)
sebagai rasio tegangan geser. Untuk dapat mengukur besaran pada viskositas,
maka diperlukan satuan ukuran. Dalam sistem standar internasional (SI), satuan
viskositas ditetapkan sebagai viskositas kinematik dalam satuan ukuran antara lain
mm2/s atau cm2/s, sehingga 1 cm2/s = 100 mm2/s dan 1 cm2/s = 1 St (Stokes)
(Young, 2002).
Viskometer Ostwald adalah jenis viskometer yang paling umum atau cukup
sederhana sehingga mudah dipergunakan untuk mengukur viskositas atau
kekentalan suatu fluida (Kutz, 2015). Viskometer Ostwald bekerja berdasarkan
prinsip selang waktu yang dibutuhkan oleh beberapa larutan tertentu untuk dapat
mengalir melalui pipa kapiler oleh gaya yang disebabkan oleh berat larutan itu
sendiri (Jati dan Rizkiana, 2015). Kelebihan viskometer dengan menggunakan
metode pipa kapiler atau mikro Ostwald hanya membutuhkan sampel yang lebih
sedikit bila dibandingkan dengan dua metode viskometer yang lain, yaitu
sebanyak 2 ml (Wilke, 1953). Kekurangan Viskometer Ostwald Kesalahan
pengukuran dengan menggunakan Viskometer Ostwald dapat terjadi sebab
Viskometer Ostwald yang tidak berdiri dengan tegak, serta volume dan
temperatur larutan yang menjadi titik acuan dan larutan yang digunakan untuk
mengukur berbeda.
Viskometer Ostwald terdiri dari beberapa tabung vertikal berbentuk U
(Kironoto, 2016). Viskometer memiliki garis yang merupakan jalur tempat
mengalir cairan sampel yang disebut garis start dan finish. Viskometer
mempunyai wadah yang berguna untuk menampung cairan yang ada dalam botol
supaya tidak keluar dari mulut botol, supaya cairan pada dalam botol tidak
tumpah maka mulut tutup botol tidak boleh dibuka dengan cara ditarik aupun
dibuka secara cepat (Rani dan Maulida, 2012).
Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi viskositas atau kekentalan dari
fluida cair adalah tekanan, kekuatan antar molekul, ukuran dan berat molekul,
serta temperatur atau suhu. Tekanan pada viskositas fluida akan memberikan
pengaruh pada ikatan partikel-partilkel pada zat cair sehingga naiknya tekanan
berbanding lurus dengan naiknya viskositas cairan. Kekuatan ikatan antar molekul
suatu zat cair yang semakin besar maka nilai viskositas yang dimilikinya juga
akan semakin tinggi begitu juga sebaliknya. Berat molekul berbanding lurus
dengan naik atau turunnya viskositas (Juhantoro dkk., 2012). Temperatur atau
suhu berhubungan erat dengan viskositas dimana semakin tinggi suhu maka
semakin kecil nilai viskositas (Lumbantoruan dan Yulianti, 2016).
Salah satu contoh pengaplikasian viskositas dalam ilmu biologi yaitu
dipergunakan untuk mengukur dan mengetahui viskositas atau kekentalan darah
ayam. Hasil pengunaan pipa kapiler dan metode Viskometer Ostwald dalam
pengukuran viskositas darah ayam tidak mendapat hasil terlalu berbeda.
Viskositas darah ayam dapat ditentukan dengan menggunakan metode pipa
kapiler dengan variasi panjang pipa kapiler maupun Viskometer Ostwald (Jati dan
Rizkiana, 2015).
DAFTAR PUSTAKA

Jati, B. M. E. dan Rizkiana, A. P. 2015. Studi penentuan viskositas darah ayam


dengan metode aliran fluida di dalam pipa kapiler berbasis hukum poisson.
Jurnal Fisika Indonesia 19 (57): 43-47.

Juhantoro, N., Ariana, I. M. dan Sanuri, S. 2012. Penentuan properties bahan


bakar batubara cair untuk bahan bakar marine diesel engine. Jurnal Teknik
ITS 1 (1): 271-275.

Kironoto, B. A. 2016. Statika Fluida. Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.

Kutz, M. 2015. Mechanical Engineers Handbook: Materials and Engineering


Mechanics edisi ke-4. John Wiley & Sons, Hoboken.

Lumbantoruan, P. dan E. Yulianti. 2016. Pengaruh suhu terhadap viskositas


minyak pelumas (oli). Sainmatika. 13 (2): 26-34.

Maulida, R. H. dan Rani, E. 2012. Analisis karakteristik pengaruh suhu dan


kontaminan terhadap viskositas oli menggunakan rotary viscometer.
Neutrino 3 (1): 18-30.

Siregar, K. T. T., Tamba, T. dan Perangin-angin, B. 2013. Viskometer digital


menggunakan water flow sensor G1/2 berbasis mikrokontroller 8535.
Jurnal Saintia Fisika 4 (1): 1-6.

Viswanath, D. S., Ghosh, T. K., Prasad, D. H. L., Dutt, N. V. K. dan Rani, K. Y.


2007. Viscosity of Liquids Theory, Estimation, Experiment, and Data.
Springer, Dordrecht.

Wilke, Jurgen, Holger, K., Hartmann, J. dan Wagner, D. 1953. Theory and Praxis
of Capillary Viscometry. National Bureau of Standards, Colorado.

Young, H. D. 2002. Fisika untuk Universitas Jilid 1. Erlangga, Jakarta.

Zemansky dan Sears. 2003. Fisika Universitas Jilid 2 edisi ke-10. Erlangga,
Jakarta.