Anda di halaman 1dari 3

Jelaskan secara komprehensif pandangan modern, pasca modern, pendekatan sistem dan T-

Form, dan perbedaannya dengan teori klasik dan neo-klasik yang dibahas pada modul BMP 2
dan 4! Bagaimana contohnya secara praktis di dalam organisasi?

Jawaban :
Teori moderen organisasi dan manajemen berkembang sejak tahun lima puluhan. Teori
modern menekankan pentingnya suatu sintesis antara teori klasik dan teori Neoklasik dan
mendesain suatu gambaran yang menyeluruh tentang organisasi yang di butuhkan dalam
zaman modern ini. Jadi di dalam organisasi yang dipentingkan baik faktor intern organisasi
seperti struktur yang formal maupun faktor ekstern organisasi seperti lingkungan organisasi.
Di samping itu, organisasi dipandang sebagai suatu kebulatan atau keseluruhan yang terdiri
dari komponen-komponen organisasi yang saling berhubungan satu sama lain. Jadi organisasi
sebagai suatu sistem yang terdiri dari lima bagian dasar yaitu, input, proses, output, umpan
balik, dan lingkungan. Yang penting dalam teori modern adalah pengawasan, struktur, tujuan,
proses operasional sistem, sibernatik, dan bidang – bidang yang berhubungan .
 Lingkungan Organisasi
Teori modern memandang bahwa setiap organisasi berbeda satu sama lain. Perbedaan
tersebut terlihat dalam cara menyusun organisasi, mengambil keputusan, melaksanakan
keputusan, dan pengawasannya. Jadi suatu organisasi perlu menyelesaikan menguasai
lingkungan . lingkungan dapat membekali organisasi dengan sumber-sumber yang diperlukan
organisasi dalam rangka pemenuhan kebutuhan hidupnya seperti tenaga manusia, term, dana,
angin, udara, bahan mentah, tanah, dan sebagainya. Tetapi lingkungan juga dapat membatasi
organisasi dalam melakukan geraknya seperti banjir, erosi, dan sebagainya. Jadi lingkungan
dapat mendorong organisasi menjadi maju dan berkembang tetapi dapat membuat organisai
kacau balau, hancur dan berantakan. Oleh sebab itu faktor lingkunagn sangat menentukan
kehidupan organisasi, seperti halnya PTS walau bagaimanapun baiknya PTS tersebut namun
tidak akan dapat mempertahankan hidupnya bila calon mahasiswa tidak ada yang mau
mendaftarkan dirinya. Dalam hal inilah organisasi perlu menyesuaikan diri dengan
lingkngannya yang selalu berubah-ubah. Kegagalan organisasi untuk menyesuaikan diri
dengan lingkungan dapat berakibat fatal bagi organisasi tersebut.
 Tingkah Laku Individu dan Motivasinya
Tingkah laku adalah kebiasaan bertindak yang menunjukan tabiat seseorang . pola – pola
tingkah laku adalah bentuk bentuk dari tabiat yang di gunakan oleh individu dalam
melakukan kegiatannya. Keinginan seseorang untuk bertingkah laku pada peringkat tertentu
tidak terpenuhi kalau kemampuan anatomi dan fisik tidak mengizinkan . tingkah laku
individu timbul akibat ddri interaksi lingkungan dengan sikap keperibadian. Terjadinya
perbedaan tingkah laku individu disebabkan perbedaan faktor pisikologis yaitu perbedaan
reaksi yang ditimbulkan susunan internal individu dalam menghadapi stimuli yang datang
dari luar. Reaksi yang berbeda beda ini melakukan tingkah laku yang berbeda-beda pula.
 Pendekatan Sistem Kontingensi, dan T. Form
Pendekatan sistem menganjurkan kita untuk memandang organisasi secara makro dan bersifat
generalisasi dalam arti dapat diperlakukan untuk semua organisasi secara umum. Tetapi
pendekatan kontingensi bersifat mikro dan cenderung memandang organisasi secara lebih
konkrit, menekankan pada karakteristik yang spesifik serta hubungan hubungan yang terjadi
antara subsistemnya. Dengan demikian pandangan kontingensi berpendapat bahwa tidak ada
satu pendekatan pun yang paling baik untuk melihat organisasi kecuali semua tergantung
pada kecocokan antara pola organisasi, tugas, orang dan situasi. Karena organisasi tidak
mungkin sama dengan organisasi yang lain cara pendekatannya karena tugas, individu
maupun situasi masing-masing organisasi berbeda-beda. Setiap organisasi harus dicocokkan
tugasnya dengan motivasi individu yang mengerjakan tugas dan situasi. pendekatan sistem
maupun pendekatan kontingensi, keduanya bersifat terbuka terhadap lingkungannya.

 Perbedaan dari teori klasik dan neoklasik adalah


Teori klasik yang dikemukakan oleh Adam Smith yaitu pertumbuhan ekonomi sebenarnya
bertumpu pada pertambahan penduduk.Teori klasik yang dikemukakan oleh David Ricardo
yaitu bahwa faktor pertumbuhan penduduk yang semakin besar akan menyebabkan jumlah
tenaga kerja yang berlimpah.
Teori neoklasik yang dikemukakan oleh Harrod Domar yaitu modal harus dipakai secara
efektif karena pertumbuhan ekonomi dipengaruhi oleh peranan pembentukan modal tersebut.
Teori neoklasik yang dikemukakn oleh Robert Solow yaitu bahwa pertumbuhan ekonomi
merupakan rangkaian kegiatan yang bersumber dari manusia, akumulasi modal, pemakaian
teknologi, dan hasil.
Contoh dalam organisasi yang peraktis :
Dengan adanya organisasi dan bergabungnya dengan organisasi yang maju dan berkembang
akan mempermudah lingkungan masyarakat dalam kesuliatan dengan cara bergeraknya
organisasi kepada suatu intansi contohnya : warga yg ingin di bantu pembuatan BPJS
kesehatan dengan adanya organisasi akan mempermudah dan tidak di persulit namun di
indonesia saat ini hal yang mudah menjadi sulit sehingga menjadi keluh kesal semua warga
indonesia.

Terimakasih !!!
Sumber : ADPU4217/Modul 5 organisasi dan manajemen

Anda mungkin juga menyukai