Anda di halaman 1dari 9

Nama : Williamson

Nim : 041246846

Tugas 2 Ekonomi Manajerial

1. Deskripsikan fungsi produksi dan biaya produksi dan terangkan cara untuk menghitung berbagai jenis
biaya produksi! Dengan memperhatikan jenis dari varisasi biaya

Jawab :

Fungsi produksi menunjukkan hubungan teknis antara kombinasi- kombinasi penggunaan input dengan
tingkat output-nya. Dalam bahasan fungsi produksi terdapat sejumlah konsep dasar terkait produksi,
yaitu produk total (Q), produk marjinal (MP), dan produk rata-rata (AP). Sesuai dengan the law of
diminishing returns, jika jumlah penggunaan suatu input variabel meningkat sementara jumlah
penggunaan input lainnya tidak berubah maka pada mulanya kenaikan penggunaan input tersebut akan
menyebabkan kenaikan output, tetapi kemudian tambahan output tersebut semakin menurun, bahkan
negatif setelah melewati titik tertentu. Adapun output yang maksimum akan tercapai ketika MP =0.
Selama MP belum sama dengan 0, masih rasional bagi perusahaan untuk melakukan penambahan input
karena tambahan input masih tetap memberikan tambahan output.

Biaya produksi terdiri dari biaya pribadi dan biaya eksternal. Biaya oribadi adalah biaya yang ditanggung
oleh individu (entitas) yang memproduksi atau mengkonsumsi suatu barang. Biaya pribadi sendiri,
menurut sifatnya, dapat dibagi menjadi 2, yaitu biaya eksplisit dan biaya implisit. Sementara itu, biaya
eksternal (third party cost) adalah biaya yang ditanggung oleh orang (masyarakat) yang tidak terlibat
secara langsung dalam kegiatan produksi dan konsumsi suatu barang. Biaya eksplisit adalah nilai dari
seluruh sumber daya yang dibeli untuk kegiatan produksi. Biaya implisit merupakan nilai dari sumber
daya yang dimiliki dan digunakan sendiri (self-owned and self-employed resources) serta biaya yang
timbul sebagai dampak dari suatu keputusan yang diambil. Di luar klasifikasi tersebut, masih banyak
klasifikasi biaya lainnya, di antaranya biaya tetap dan biaya variabel serta biaya yang relevan dan tidak
relevan.
Cara menghitung berbagai jenis biaya produksi :

1- Biaya total.

Biaya total merupakan jumlah keseluruhan biaya produksi yang dikeluarkan perusahaan yang terdiri
daribiaya tetap dan biaya variabel.Biaya total dapat dihitung dengan menggunakan rumus sebagai
berikut:

TC = FC + VC

Keterangan:

TC= biaya total (total cost)

FC= biaya tetap (fixed cost)

VC= biaya variabel (variable cost)

2- Biaya tetap total.

Biaya Tetap (FC) adalah jenis biaya yang selama satu periode kerja jumlahnya tetap dan tidak
mengalamiperubahan. Biaya tetap tidak dipengaruhi oleh setiap perubahan kuantitas output.

3- Biaya berubah total.

Biaya variabel merupakan biaya yang berubah secara linier sesuai dengan volume output
operasiperusahaan. Sebagai contoh adalah biaya pulsa telepon bulanan, biaya pengeluaran untuk upah
danbahan baku.Biaya variabel dapat dihitung dari penurunan rumus menghitung biaya total, yaitu:

TC = FC + VC atau VC = TC - FC

4- Biaya tetap rata-rata.


Biaya tetap rata-rata adalah biaya tetap yang dibebankan pada tiap produk atau produk per unit
yangdihasilkan. AFC dapat dihitung dengan cara membagi TFC dengan Q, jika dirumuskan sebagai
berikut:

AFC = TFC/Q

Keterangan:

AFC = biaya tetap rata-rata

TFC = Biaya tetap total

Q = Jumlah produk

Karena TFC dalam periode waktu tertentu tetap, maka semakin besar Q, AFC nya semakin kecil.

5- Biaya berubah rata-rata.

Biaya variabel rata-rata merupakan biaya yang apabila biaya variabel (VC) untuk memproduksi
sejumlahbaran (Q) dibagi dengan jumlah produksi tertentu. Biaya variabel rata-rata dapat dihitung
denganmenggunakan rumus sebagai berikut, yaitu:

AVC = ATC - AFC

6- Biaya total rata-rata.

Biaya Total Rata-Rata(AC) adalah biaya total dibagi jumlah unit yang diproduksi. AC = TC/Q.

7- Biaya marjinal.

Biaya Marginal (MC) adalah biaya tambahan apabila terjadi penambahan produksi dalam satuan unit
tertentu
2. Penggunaan alat analisis dengan menggunakan metode regresi dapat membatu prediksi output
perisahaan. Apa manfaat regresi dalam pengambilan keputusan? Dan jelaskan keunggulan metode
anlisis regresi dibandingkan dengan korelasi!

Jawab :

Analisis regresi adalah sebuah teknik statistik yang digunakan untuk menemukan derajat
ketergantungan satu variabel (variabel dependen) terhadap satu variabel lainnya atau lebih (variabel
independen). Teknik ini dapat diterapkan untuk mencari nilai dari koefisien-koefisien suatu fungsi yang
sedang dianalisis. Untuk analisis regresi, kita membutuhkan sejumlah observasi, baik untuk variabel
dependen (Y) maupun variabel-variabel independen (X) dalam fungsi yang dikaji. Selanjutnya, analisis
regresi ini memungkinkan kita untuk menarik kesimpulan dari pola hubungan yang ditunjukkan dari
sejumlah observasi tersebut. Ada 2 jenis analisis regresi- didasarkan pada jenis data yang digunakan
dalam analisis regresi-yaitu analisis regresi runtut-waktu (time-series) dan analisis regresi seksi-silang
(cross-section).

Analisis regresi di antaranya dilakukan dalam rangka melakukan penaksiran dan/atau peramalan
(prediksi) nilai dari elemen model regresi. Penaksiran merupakan proses untuk menemukan nilai dari
koefisien-koefisien suatu fungsi pada saat sekarang (current values). Sedangkan peramalan merupakan
proses untuk menemukan nilai-nilai dari variabel dependen dalam fungsi pada periode waktu yang akan
datang (future values). Nilai-nilai saat sekarang (current values) dibutuhkan untuk, antara lain,
mengevaluasi tingkat optimalitas penentuan harga sekarang serta kebijaksanaan promosi dan membuat
keputusan sehari-hari. Nilai-nilai untuk waktu yang akan datang (future values) diperlukan untuk
perencanaan produksi, pengembangan produk baru, investasi, dan masalah-masalah lain di mana
keputusan yang dibuat mempunyai dampak dalam jangka panjang.

Analisis regresi penting dalam perusahaan karena manajer perlu mengetahui pengaruh perubahan
variabel tertentu terhadap berbagai elemen kinerja (seperti penjualan, inovasi, pencapaian keuangan,
dan sebagainya) dan ingin mengetahui apakah perubahan dari nilai setiap variabel tersebut akan
mempunyai dampak menguntungkan atau tidak terhadap laba atau kekayaan bersih (net worth) suatu
perusahaan. Dalam hal ini, analisis regresi dapat menyediakan sarana yang menghasilkan basis informasi
untuk pengambilan keputusan manajerial.
regresi dimengerti dengan kata kunci pengaruh, dan korelasi dimengerti dengan kata kunci hubungan.
Pengertian sederhana itu tidaklah salah, akan tetapi, tidak ada salahnya juga kita memahami secara
lebih lanjut tentang regresi dan korelasi.

Keunggulan regresi adalah sebagai berikut :

Regresi mempelajari bentuk hubungan antar variabel melalui suatu persamaan. Persamaan yang
digunakan untuk melihat hubungan antar variabel adalah Regresi Linear Sederhana (RLS), Regresi Linear
Berganda (RLB), dan Regresi non Linear.

Regresi bisa berupa hubungan sebab akibat.

Sedangkan korelasi tidak bisa menyatakan hubungan sebab akibat meskipun angka korelasinya
tinggi. Misal ada dua pernyataan:

- tanaman mati kekeringan di musim kemarau

- pupuk kompos diberikan saat musim kemarau

Dari kedua pernyataan di atas, kita tidak dapat mengatakan bahwa pupuk kompos menyebabkan
tanaman mati meskipun korelasinya tinggi.

3. Apa yang membedakan pasar persaingan tidak sempurna dengan pasar lainnya dan Jelaskan
bagaimana keadaan pasar persaingan tidak sempurna? Apakah perusahaan monopoli bisa saja
mempertahankan keuntungan di atas normal, jelaskan!
Jawab :

Pasar persaingan tidak sempurna sangat berbeda dengan pasar lainnya dikarenakan pasar persaingan
tidak sempurna hanya ada beberapa penjual atau bahkan penjual tunggal, namun memiliki pembeli
yang masif. Pasar persaingan tidak sempurna biasanya memiliki produk tunggal atau tidak ada produk
penggantinya.

Ciri-ciri dari pasar tidak sempurna antara lain: 

1. Ketidakseimbangan Antara Penjual dan Pembeli

Penjual dan pembeli mempengaruhi kondisi pasar. Dalam kondisi pasar yang tidak sempurna, pasar
hanya terdiri dari satu atau beberapa penjual yang lebih sedikit dari pembeli. Ketidakseimbangan ini
menyebabkan penjual lebih berkuasa di pasar. 

2. Penjual Menentukan Harga

Karena penjual lebih berkuasa dibandingkan pembeli dan hanya sedikit pihak yang mempengaruhi
pasar, penjual bebas dan mendominasi dalam penentuan harga. Kebebasan dan dominasi
memungkinkan perusahaan memperoleh profit yang jauh lebih besar. Hal ini disebabkan oleh
persaingan yang minim dalam penjualan barang di pasar.

3. Sulit untuk Masuk ke Dalam Pasar

Industri dalam pasar tidak sempurna hanya mampu dijalankan pihak tertentu. Karena hanya mampu
dijalankan oleh pihak tertentu, maka sulit bagi penjual lain untuk masuk dan memulai bisnis dalam
pasar. Ini berbanding terbalik dengan pasar persaingan sempurna dimana penjual bebas keluar masuk
pasar. 
4. Tidak ada barang pengganti

Tidak adanya kebebasan untuk memasuki pasar menjadikan ketersediaan atas pengganti produk dengan
fungsi dan manfaat yang sama menjadi lebih sedikit atau bahkan sulit dicari.  Jadi, untuk mendapatkan
produk atau barang yang bersangkutan, penjual harus membeli dari penjual yang hanya menjual produk
tersebut.

Ada berbagai jenis pasar di dalam struktur Pasar Persaingan Tidak Sempurna, yaitu :

- Monopoli: Penjual tunggal mendominasi seluruh pasar, keputusan harga dilakukan oleh satu penjual,
biasanya hanya menjual satu jenis produk, calon pesaing sulit masuk karena perundang-undangan.
contoh perusahaan monopoli: Perusahaan Listrik Negara

- Oligopoli: Terdapat beberapa penjual yang umumnya lebih dari dua dan kurang dari sepuluh eksis dan
bertindak dalam kolusi atau persaingan. Memiliki standar produk yang sama. Perusahaan dapat saling
memengaruhi harga bahkan dapat melakukan kartel. Contoh: Perusahaan pada industri gula dan garam

- Monopsoni: Banyak penjual dan satu pembeli. dalam hal ini pembeli dapat memengaruhi harga
penjual. salah satu contoh pasar monopsoni adalah: Perusahaan penyedia gerbong kereta api.

- Oligopsoni: Banyak penjual dan beberapa pembeli. contohnya: Perusahaan sparepart mobil.

- Persaingan Monopolistik: Banyak penjual menawarkan produk-produk yang berbeda dan mempunyai
karakteristik tersendiri. contoh pasar monopsonik: perusahaan retail, perusahaan produk kemasan
Pasar monopoli adalah suatu bentuk pasar di mana hanya terdapat satu penjual yang menguasai pasar.
Penentu harga pada pasar ini adalah seorang penjual atau sering disebut sebagai "monopolis".

Sebagai penentu harga (price-maker), seorang monopolis dapat menaikan atau mengurangi harga
dengan cara menentukan jumlah barang yang akan diproduksi; semakin sedikit barang yang diproduksi,
semakin mahal harga barang tersebut, begitu pula sebaliknya. Walaupun demikian, penjual juga
memiliki suatu keterbatasan dalam penetapan harga. Apabila penetapan harga terlalu mahal, maka
orang akan menunda pembelian atau berusaha mencari atau membuat barang subtitusi (pengganti)
produk tersebut atau —lebih buruk lagi— mencarinya di pasar gelap (black market).

Sama seperti produsen dalam konsep pasar persaingan sempurna, nmonopolis akan menggunakan
kaidah maksimisasi laba, yakni berproduksi pada tingkat output di mana MR-MC. Meskipun demikian,
kurva permintaan monopolis tidak berbentuk horizontal (tidak bersifat elastis sempurna). Pada setiap
tingkat output, MR monopolis selalu lebih kecil dari P untuk tingkat output lebih besar dari 1.

Informasi terkait keputusan produksi monopolis tersebut diilustrasikan melalui Gambar 5.7. Pada
gambar tersebut dapat dilihat bahwa perusahaan tersebut menghasilkan output sebesar Q unit pada
tingkat biaya C biaya per unit dan ia menjual output-nya tersebut pada tingkat harga P. Laba maksimum
monopolis adalah (P C) Q, ditunjukkan oleh bidang PP'C'C. Walaupun Q merupakan tingkat output
optimal jangka pendek, perusahaan tersebut akan berproduksi hanya jika AR atau P lebih besar daripada
AVC. Seperti pasar persaingan sempurna, jika P berada di bawah AVC, akan diminimumkan dengan
berhenti berproduksi.

Anda mungkin juga menyukai