Anda di halaman 1dari 33

PEMERIKSAAN KARGO DAN POS

DASAR HUKUM
PM 53 TAHUN 2017 PENGGANTI
Pengendalian Keamanan (Security Control) adalah penerapan suatu
teknik atau tindakan untuk mencegah disusupkannya/terbawanya
Barang Dilarang (Prohibited Items) yang dapat digunakan untuk
melakukan tindakan melawan hukum.

Pemeriksaan Keamanan (Security Screening) adalah penerapan suatu


teknik atau cara lain untuk mengenali atau mendeteksi barang dilarang
(prohibited items) yang dapat digunakan untuk melakukan tindakan
melawan hukum.

Kargo adalah Setiap barang yang diangkut oleh pesawat udara selain
benda pos, barang kebutuhan pesawat yang habis pakai, dan bagasi yang
tidak ada pemiliknya, atau bagasi yang salah Penanganan.

Barang Pos selanjutnya disebut Pos adalah kantong atau wadah lain
yang berisi himpunan surat pos dan atau paket pos yang dikirim
menggunakan jasa Pos.
Surat muatan udara (airway bill) adalah dokumen berbentuk cetak melalui
proses elektronik atau bentuk lainnya, yang merupakan salah satu bukti adanya
perjanjian pengangkutan udara antara pengirim kargo dan pengangkut dan hak
penerima kargo untuk mengambil kargo.

Pengirim Pabrikan (Known Consignor) adalah Badan Hukum Indonesia yang


disertifikasi Menteri Perhubungan untuk melakukan pengendalian keamanan
terhadap barang produksinya secara regular dan sejenis untuk dikirim melalui
badan usaha angkutan udara atau perusahaan angkutan udara asing.

Regulated Agent adalah badan hukum Indonesia berupa agen kargo, freight
forwarder atau bidang lainnya yang disertifikasi Menteri Perhubungan yang
melakukan kegiatan bisnis dengan Badan Usaha Angkutan Udara atau
Perusahaan Angkutan Udara Asing untuk melakukan pemeriksaan keamanan
terhadap kargo dan pos yang ditangani atau diterima dari pengirim.

Daerah Aman (Secure Area) Regulated Agent adalah daerah-daerah tertentu di


dalam area fasilitas Regulated Agent yang diidentifikasi sebagai daerah berisiko
untuk kepentingan penanganan kargo dan pos.
Daerah Aman (Secure Area) Known Consignor adalah daerah-daerah
tertentu di dalam area fasilitas Known Consignor yang diidentifikasi
sebagai daerah berisiko untuk kepentingan keamanan barang
pabrikan sebagai kargo dimana daerah tersebut dilakukan
pengendalian dan pengawasan keamanan.

Langkah-Langkah Keamanan Kargo dan Pos:

 Pengendalian Keamanan (Security Control),


 Pemeriksaan Keamanan (Security Screening),
 Pengamanan dan Pengendalian Transportasi Darat.

Langkah-Langkah Keamanan Didelegasikan kepada:

 Regulated Agent dan atau


 Known Consignor (Pengirim Pabrikan).
Apabila di bandara belum ada pelayanan Regulated Agent atau
Known Consignor, maka BUAU dan Perusahaan Angkutan Udara Asing
dapat mendelegasikan kepada Unit Penyelenggara Bandara atau
Badan Usaha Bandara, yang harus ditetapkaan dalam kontrak kerja
sama yang memuat:

 Hak dan Kewajiban Para Pihak, dan


 Ketentuan Barang yang Dilarang diangkut oleh BUAU atau
Perusahaan Angkutan Udara Asing.

Regulated Agent bertanggungjawab terhadap keamanan Kargo dan


Pos sejak diterima dari pengirim (shipper/consignor) sampai dengan
diserahkan kepada BUAU atau Perusahaan Angkutan Udara Asing.

Known Consignor bertanggungjawab terhadap keamanan barang


pabrikan sebagai kargo sejak bahan baku diterima, proses produksi
dan pengemasan sampai dengan kargo diserahkan kepada BUAU atau
Perusahaan Angkutan Udara Asing.
Dokumen Lain yang Diperlukan:

 Pernyataan Pengiriman (Shipper Declaration) untuk


Barang Berbahaya,
 Surat Izin Kepemilikan/Penggunaan Bahan Peledak dari
Instansi Berwenang,
 Surat Izin Kepemilikan/Penggunaan/Keterangan Senjata
Api dari Instansi Berwenang,
 Surat Izin Karantina untuk Hewan dan Tumbuhan dari
Instansi Berwenang,
 Surat Izin Kepemilikan/Penggunaan Barang dan Benda
Purbakala dari Instansi Berwenang,
 Surat Izin Kepemilikan/Penggunaan Nuklir, Biologi, Kimia
dan Radioaktif dari Instansi Berwenang.
PEMERIKSAAN KEAMANAN KARGO DAN POS

 Pemeriksaan Utama (Primer) dilakukan dengan Mesin X-Ray:


• Jenis Single View, atau
• Jenis Multi View.

 Pemeriksaan Lanjutan (Sekunder) dilakukan dengan Peralatan


Pendeteksi Bahan Peledak (Explosive Detector):
• Hasil pemeriksaan utama (primer) mencurigakan,
• Terindikasi mengandung bahan peledak,
• Pengirim yang dicurigai,
• Kargo berisiko tinggi (high risk cargo)
Pemeriksaan dilakukan dengan metode swap (usap) atau uap
(vapour)

Operator Mesin X-Ray yang menemukan kargo dan pos dalam


kategori berbahaya, wajib menghentikan conveyor belt serta
melaporkan kepada pengawas (supervisor) untuk dikoordinasikan
dengan pihak berwenang.
PEMERIKSAAN KHUSUS KARGO DAN POS

 Jenazah Dalam Peti,


 Vaksin,
 Plasma Darah dan Organ Tubuh Manusia,
 Barang-Barang Medis yang Mudah Rusak,
 Hewan Hidup (Live Animal),
 Barang-Barang yang Mudah Rusak (Perishable Goods),
 Barang-Barang ukuran Besar (kategori Out of Gauge/
OOG) dan Berat (kategori Heavy/HEA) yang tidak
dimungkinkan diperiksa melalui Mesin X-Ray,
 Kargo Lain yang Ditentukan oleh Dirjen Hubud.
Perishable Goods (Barang-Barang Mudah Rusak):
 Ikan dan hasil laut lainnya,
 Sayur-sayuran,
 Buah-buahan,
 Benih, dan
 Bibit.

Kargo dan Pos yang telah diperiksa harus dipasang label


pemeriksaan keamanan (security check label) dengan ketentuan:
 Kuat dan melekat erat serta mudah rusak jika dibuka,
 Ditempatkan pada ruas sambungan pembuka kemasan.

Pemeriksaan Ulang Terhadap Kargo dan Pos di Daerah Keamanan


Terbatas Dalam Hal:
 Adanya peningkatan ancaman keamanan penerbangan,
 Penerimaan transfer kargo,
 Kargo berisiko tinggi (high risk cargo),
 Berdasarkan hasil penilaian risiko keamanan.
SERTIFIKASI
 Badan Hukum Indonesia berupa agen kargo, freight
forwarder atau bidang lainnya dapat diberikan sertifikat
Regulated Agent, terdiri dari 2 kategori:
• Regulated Agent Kategori A, melayani lebih dari 35
ton kargo per hari,
• Regulated Agent Kategori B, melayani kurang dari 35
ton kargo per hari.

 Pabrikan dapat diberikan sertifikat pengirim pabrikan


(Known Consignor) dengan persyaratan memenuhi
ketentuan:
• Persyaratan Administrasi,
• Persyaratan Teknis .
PERSYARATAN TEKNIS REGULATED AGENT KATEGORI A

 Memiliki Personel,
 Memiliki Fasilitas dan Peralatan,
 Memiliki Prasarana untuk Penanganan Kargo dan Pos,
 Memiliki Dokumen atau Manual.

Personil, sekurang-kurangnya terdiri dari:


 1 (satu) orang berlisensi Senior Avsec per shift,
 3 (tiga) orang berlisensi Junior Avsec per shift untuk satu
Mesin X-Ray,
 1 (satu) orang berlisensi Basic Avsec per shift,
 1 (satu) orang personel fasilitas keamanan penerbangan
berlisensi,
 1 (satu) orang penanggung jawab di bidang quality control
keamanan penerbangan,
 1 (satu) orang pengemudi per alat angkut.
Fasilitas dan Peralatan, sekurang-kurangnya terdiri dari:
 2 (dua) unit Mesin X-Ray, (Jenis multi view dan single view)
untuk melayani kargo dan pos internasional/domestik, dan
Mesin X-Ray jenis single view untuk melayani kargo dan pos
domestik,
 1 (satu) unit pendeteksi bahan peledak (explosive
detector),
 1 (satu) unit Detektor logam genggam (HHMD),
 1 (satu) unit Gawang detektor logam (WTMD),
 1 (satu) set peralatan Combine Test Piece (CTP) untuk
pengujian Mesin X-Ray,
 1 (satu) set Peralatan Object Test Piece (OTP) untuk
pengujian WTMD,
 1 (satu) unit Kaca detektor (Mirror Detector),
 Pembatas fisik daerah aman (secure area) Regulated Agent
dengan tinggi minimal 2,44 meter dan tidak dapat disusupi
barang dilarang serta dilengkapi dengan tanda peringatan,
Fasilitas dan Peralatan ……..

 Sekurang-kurangnya 6 (enam) titik kamera pemantau


keamanan (CCTV) yang ditempatkan di area penerimaan,
pemeriksaan, penanganan, penyimpanan, pemuatan dan
access control,

 Sekurang-kurangnya 2 (dua) unit sarana transportasi darat


yang dilengkapi dengan logo atau identitas Regulated
Agent, GPS atau CCTV yang dapat dimonitor dari kantor
Regulated Agent, BUAU dan atau Perusahaan Angkutan
Udara Asing,

 Fasilitas Penanganan Barang Berbahaya.


Prasarana untuk penanganan kargo dan pos, sekurang-kurangnya
terdiri dari:
 Lahan sekurang-kurangnya 500M2 yang dimiliki atau dikuasai
sekurang-kurangnya selama 2 (dua) tahun ke depan, yang
didalamnya terdapat gedung Fasilitas Regulated Agent.
Terletak paling jauh 5 km dari pintu masuk utama terminal
kargo bandara,
 Area yang ditetapkan sebagai daerah aman (secure area) yang
digambarkan dalam bentuk peta,
 Pemisahan jalur masuk dan jalur keluar kendaraan.

Manual/Dokumen:
 Program keamanan Kargo dan Pos,
 Standar Operasi Prosedur (SOP),
 Petunjuk Teknis Penanganan Barang Berbahaya (IATA DGR
Original dengan Edisi terbaru.
PERSYARATAN TEKNIS REGULATED AGENT KATEGORI B
Fasilitas dan Peralatan, sekurang-kurangnya terdiri dari:
 1 (satu) unit Mesin X-Ray, (Jenis multi view) untuk melayani
kargo dan pos internasional/domestik, dan Mesin X-Ray
jenis single view untuk melayani kargo domestik,
 1 (satu) unit pendeteksi bahan peledak (explosive
detector),
 1 (satu) unit Detektor logam genggam (HHMD),
 1 (satu) unit Gawang detektor logam (WTMD),
 1 (satu) set peralatan Combine Test Piece (CTP) untuk
pengujian Mesin X-Ray,
 1 (satu) set Peralatan Object Test Piece (OTP) untuk
pengujian WTMD,
 1 (satu) unit Kaca detektor (Mirror Detector),
 Pembatas fisik daerah aman (secure area) Regulated Agent
dengan tinggi minimal 2,44 meter dan tidak dapat disusupi
barang dilarang serta dilengkapi dengan tanda peringatan,
Fasilitas dan Peralatan ……..

 Sekurang-kurangnya 6 (enam) titik kamera pemantau


keamanan (CCTV) yang ditempatkan di area penerimaan,
pemeriksaan, penanganan, penyimpanan, pemuatan dan
access control,

 Sekurang-kurangnya 2 (dua) unit sarana transportasi darat


yang dilengkapi dengan logo atau identitas Regulated
Agent, GPS atau CCTV yang dapat dimonitor dari kantor
Regulated Agent, BUAU dan atau Perusahaan Angkutan
Udara Asing,

 Fasilitas Penanganan Barang Berbahaya.


Prasarana untuk penanganan kargo dan pos, sekurang-kurangnya
terdiri dari:
 Lahan sekurang-kurangnya 300M2 yang dimiliki atau dikuasai
sekurang-kurangnya selama 2 (dua) tahun ke depan, yang
didalamnya terdapat gedung Fasilitas Regulated Agent.
Terletak paling jauh 5 km dari pintu masuk utama terminal
kargo bandara,
 Area yang ditetapkan sebagai daerah aman (secure area) yang
digambarkan dalam bentuk peta,
 Pemisahan jalur masuk dan jalur keluar kendaraan.

Manual/Dokumen:
 Program keamanan Kargo dan Pos,
 Standar Operasi Prosedur (SOP),
 Petunjuk Teknis Penanganan Barang Berbahaya (IATA DGR
Original dengan Edisi terbaru.
Sertifikat Regulated Agent dan Known Consignor
Diterbitkan Setelah Memenuhi Persyaratan Oleh

DIREKTUR JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA

Sertifikat Berlaku Sepanjang Masih Melakukan


Kegiatan dan Dievaluasi Setiap 5 Tahun Sekali
Kargo dan pos yang akan memasuki daerah keamanan terbatas bandara
dan daerah keamanan terbatas regulated agent harus memiliki surat
muatan udara (airway bill).

Orang/kendaraan yang memasuki daerah keamanan terbatas terkait kargo


dan pos wajib memiliki izin masuk:
 Pas bandara untuk daerah keamanan terbatas bandara,
 Pas regulated agent yang dikeluarkan oleh regulated agent untuk
daerah keamanan terbatas regulated agent,
 Pas pengirim pabrikan (Known Consignor) yang dikeluarkan oleh
pengirim pabrikan untuk daerah keamanan terbatas pengirim pabrikan

Badan Usaha Angkutan Udara dan Perusahaan Angkutan Udara Asing dapat
menunjuk atau mendelegasikan kegiatan pemeriksaan keamanan dan
administrasi kargo dan pos kepada badan hukum yang telah memiliki:
 Sertifikat Regulated Agent untuk badan hukum agen kargo, freight
forwarder atau bidang lainnya,
 Sertifikat sebagai pengirim pabrikan (known shipper/known consignor)
untuk badan hukum yang bergerak di bidang produksi barang yang
bersifat regular.
Pendelegasian kegiatan pemeriksaan keamanan kargo dan pos
kepada unit penyelenggara bandara, badan usaha bandara, agen
kargo dan operator warehouse dengan syarat:

 Di bandara belum ada Regulated Agent dan atau pengirim


pabrikan (known shipper/known consignor),
 Membuat kontrak kerja sama atau surat pendelegasian,
 Dimasukkan dalam program keamanan angkutan udara,
 Sesuai ketentuan yang berlaku.

Regulated Agent, Pengirim Pabrikan, Unit Penyelenggara Bandara,


Badan Usaha Bandara, Agen Kargo dan Operator warehouse harus
menerbitkan surat penetapan status keamanan kiriman
(consignment security declaration) terhadap kargo dan pos yang
telah dilakukan pemeriksaan keamanan.
Perlindungan keamanan kargo dan pos dapat didelegasikan dengan
kontrak kerja sama atau surat pendelegasian kepada:
 Regulated Agent,
 Pengirim pabrikan (known shipper/known consignor),
 Unit Penyelenggara Bandara dan Badan Usaha Bandara,
 Agen kargo,
 Operator trucking.

Badan Usaha Angkutan Udara dan Perusahaan Angkutan Udara Asing


bertanggung jawab terhadap keamanan pengangkutan kargo dan pos.
Kargo dan pos yang beresiko tinggi (high risk cargo) adalah kargo dan
pos yang diterima dari pengirim yang tidak dikenal (unknown shipper)
dengan mempertimbangkan:
 Adanya informasi intelijen yang menyatakan bahwa kiriman kargo
berpotensi mengancam keamanan penerbangan,
 Menunjukkan kejanggalan atau mencurigakan,
 Merupakan jenis barang yang dapat membahayakan pesawat
udara.
Langkah-langkah mitigasi (tambahan) dalam menangani high risk cargo antara
lain:
 Pemeriksaan dilakukan dengan pendeteksi bahan Peledak (explosive
detector),
 Pemeriksaan dengan anjing (Canine/K-9),
 Pemeriksaan lain yang diperlukan.

Pemeriksaan Kargo dan Pos Secara Manual Dilakukan Dalam Kondisi:


 Barang yang dicurigai,
 Peralatan pemeriksaan keamanan rusak atau tidak berfungsi,
 Tidak tersedianya peralatan pemeriksaan.

Pemeriksaan Keamanan Dengan Cara Perlakuan Khusus Terhadap Kargo dan


Pos Yang Berisi:
 Jenazah dalam peti,
 Vaksin,
 Plasma darah dan organ tubuh manusia,
 Barang-barang medis yang mudah rusak,
 Hewan,
 Barang-barang yang mudah rusak,
 Kargo lain yang ditentukan oleh Dirjen Hubud.
Tata Cara Pemeriksaan Kargo dan Pos Yang Diangkut Dengan
Pesawat Udara
 Dengan Mesin X-Ray,
 Dengan Peralatan Pendeteksi Bahan Peledak.
Dengan Mesin X-Ray:
• Kargo dan pos diletakkan pada conveyor belt mesin x-ray
pada posisi yang tepat untuk pemeriksaan dan memastikan
jarak untuk efektifitas pemeriksaan,
• Penempatan barang pada conveyor belt mesin x-ray tidak
dalam posisi bertumpuk ke atas,
• Operator mesin x-ray melakukan penilaian keamanan dan
kesesuaian antara isi barang dengan dokumentasi
pengiriman kargo dan pos, sebagai berikut:
 Kategori aman, bila dalam pemeriksaan, operator mesin
x-ray tidak menemukan peralatan peledak atau bahan
peledak atau tidak terdapat barang berbahaya yang
tidak dicantumkan dalam dokumen pengiriman,
 Kategori mencurigakan, apabila dalam pemeriksaan,
operator mesin x-ray tidak dapat mengidentifikasi secara
jelas jenis kargo atau pos yang diperiksa atau terdapat
bahan peledak atau terdapat barang berbahaya yang
tidak dicantumkan dalam dokumen pengiriman,
 Kategori berbahaya, apabila dalam pemeriksaan, operator
mesin x-ray secara jelas menemukan peralatan peledak.
 Kargo dan pos yang tergolong dalam kategori mencurigakan
wajib dilakukan pemeriksaan fisik secara manual,
 Operator mesin x-ray yang menemukan kargo dan pos dalam
kategori berbahaya, maka wajib menghentikan conveyor belt
serta melaporkan kepada Pengawas untuk dikoordinasikan
dengan polisi,
 Operator mesin x-ray wajib menolak kargo dan pos yang tidak
sesuai dengan uraian dalam dokumen pengiriman.
Dengan Peralatan Pendeteksi Bahan Peledak:
 Personil keamanan penerbangan menyiapkan peralatan
pendeteksi bahan Peledak,
 Pemeriksaan dilakukan pada:
• Dua sisi/permukaan luar kargo dan pos,
• Bagian kargo dan pos yang digunakan untuk memegang atau
mengangkat secara manual,
• Bagian kargo dan pos yang terlihat mengalami kerusakan.
 Kargo dan pos yang berdasarkan hasil pemeriksaan mengandung
bahan peledak, wajib dilakukan pemeriksaan fisik secara manual
untuk memastikan tidak mengancam penerbangan.

Unit Penyelenggara Bandara dan Badan Usaha Bandara dalam


pelaksanaan penerimaan kargo dan pos harus:
 Menyediakan pintu masuk ke area kargo,
 Melakukan pemeriksaan keamanan terhadap:
•Deklarasi keamanan kiriman (Consignment Security Declaration),
•Segel keamanan kendaraan pengangkut,
•Izin masuk orang dan kendaraan,
•Barang bawaan,
 Menyediakan Tempat Penerimaan Kargo dan Pos.

Dalam hal terjadi insiden keamanan, Badan Usaha Angkutan Udara


dan Perusahaan Angkutan Udara Asing melaporkan antara lain:
 Ancaman bom,
 Penemuan barang dilarang yang tidak sesuai dengan ketentuan,
 Manipulasi dokumen pemberitahuan tentang isi (PTI),
 Sabotase terhadap pengiriman kargo dan pos.

Program Keamanan Kargo dan Pos Memuat:


 Personil,
 Fasilitas dan peralatan untuk Penanganan kargo dan pos,
 Langkah-langkah keamanan kargo dan pos,
 Peta daerah keamanan terbatas dan daerah terbatas.
Fasilitas dan Peralatan Untuk Penanganan Kargo dan Pos Terdiri Dari:

 Prasarana untuk kegiatan penerimaan, pemeriksaan, dan


penumpukan kargo dan pos,
 Peralatan pengendalian dan atau pemeriksaan serta pengawasan
keamanan kargo dan pos,
 Label dan segel pemeriksaan keamanan.

 Label dan segel pemeriksaan keamanan harus memenuhi syarat:


 Kuat dan melekat erat serta mudah rusak jika dibuka,
 Ditempatkan pada ruas sambungan pembuka kemasan luar.

Anda mungkin juga menyukai