Anda di halaman 1dari 12

TEKNIK AUDIT

INVESTIGASI
Kelompok 3
Nur Aulia A. Dalil A031181009
Andi Maulina A031181329
Rismayani . S A031181335
Dhiza Aprilianty A031181504
Chaerun Nisa Yusuf A031181518
Indah Handayani A031181521
PENGA NTA R
Istilah audit investigatif menjelaskan bahwa yang dilaksanakan adalah suatu audit. Audit
umum atau audit keuangan (general audit atau independent audit ), bertujuan memberi
pendapat auditor independen mengenai kewajaran laporan keuangan. Oleh karena itu, audit
ini juga disebut opinion audit. Meskipun tujuan opinion audit berbeda dari audit investigatif,
teknik auditnya sama. Hal yang berbeda hanyalah penerapan yang lebih intens dalam audit
investigatif. Penerapan teknik yang lebih mendalam, kadang - kadang melebar dengan fokus
pada pengumpulan bukti hukum untuk menetukan apakah seseorang melakukan atau tidak
melakukan fraud. Teknik audit adalah cara-cara yang dipakai dalam mengaudit kewajaran
penyajian laporan keuangan. Hasil dari penerapan teknik audit adalah bukti audit. Oleh karena
itu, ada penulis yang menggunakan istilah teknik audit dan jenis bukti audit (types of audit
evidence ) dalam makna yang sama.
KUNCI KEBERHASILAN

Kunci keberhasilan dari semua teknik audit investigatif


adalah sebagai berikut:

1.Mengerti dengan baik persoalan yang akan


dipecahkan, apa yang akan diaudit investigatif.
2. Kuasai dengan baik teknik - teknik audit investigatif.
3.Cermat dalam menerapkan teknik yang dipilih. Biarpun
tekniknya tepat, apabila pelaksanaan tidak cermat,
hasilnya tidak seperti diharapkan.
4.Cermat dalam menarik kesimpulan dari hasil
penerapan teknik yang
investigator pilih.
TEKNIK-TEKNIK AUDIT

Cakupan dari berbagai teknik audit dalam berbagai audit


investigatif, seperti teknik-teknik yang diterapkan dalam kejahatan
perpajakan dan kejahatan terorganisasi (organized crime), Follow
the Money dalam fraud dan tindak pidana pencucian uang, teknik
pembuktian hukum, computer forensics, dan lain sebagainya.
Beberapa teknik audit yang lazim dikenal dalam audit atas laporan
keuangan, yang kemudian dikembangkan lebih lanjut untuk tujuan
audit investigatif dengan aplikasi dan contoh-contoh audit
investigatif.
Memeriksa Fisik Dan Mengamati
Memeriksa fisik atau physical examination lazimnya diartikan sebagai perhitungan
uang tunai ( baik dalam mata uang rupiah atau mata uang asing ) , kertas berharga,
persediaan barang, aset tetap, dan barang b e rwu j u d ( tangible assets ) lainnya.
Mengamati sering diartikan sebagai pemanfaatan indra kita untuk mengetahui
sesuatu. Kalau kita melakukan kunjungan pabrik, kita melihat luasnya pabrik,
peralatan, banyaknya dan beragam tenaga kerja dan kegiatan yang dilakukan.
Kita mencium dan mencicipi, misalnya di pabrik yang menghasilkan makanan. Kita
juga bisa merasakan suhu panas atau d in g in di tempat kerja. Singkatnya,
mengamati adalah m e n g u m p u l k a n indra, bisa salah satu atau beberapa indra
sekaligus. Untuk audit investigatif, penulis tidak membedakan pemeriksaan fisik
atau pengamatan. dalam kedua teknik ini investigator menggunakan indranya,
untuk mengetahui atau memahami sesuatu.
Meminta Informasi Dan Konfirmasi
Dalam audit investigasi, perintaan informasi harus dibarengi, diperkuat, atau
dikolaborasi dengan informasi dari sumber lain atau diperkuat (substantiated)
dengan cara lain. Permintaan informasi sangat penting, dan juga merupakan
prosedur yang normal dalam audit investigative. Meminta konfirmasi adalah
meminta pihak lain (dari yang diaudit investigatif) untuk menegaskan kebenaran
atau ketidakbenaran suatu informasi. Dalam audit, teknik ini umumnya diterapkan
untuk mendapat kepastian mengenai saldo utang-piutang. Akan tetapi
sebenarnya itu dapat diterapkan untuk berbagi informasi, keuangan
maupun non-keuangan. Dalam audit investigasi kita harus memperhatikan apakah
pihak ketiga mempunyai kepentingan dalam audit investigasif.
MEMERIKSA DOKUMEN
Tidak ada audit investigatif tanpa pemeriksaan dokumen.
Hanya saja dengan kemajuan teknologi, definisi dokumen
menjadi lebih luas, termasuk informasi yang diolah, disimpan
dan dipindahkan secara elektronis (digital).
REVIEW A N A L I T I K A L
Review analitikal adalah suatu bentuk penalaran yang membawa auditor pada gambaran mengenai wajar atau
pantasnya suatu data individual disimpulkan dari gambaran yang diperoleh secara global. Di bawah ini,
beberapa teknik review analitikal disajikan dengan label tertentu untuk memudahkan pemahaman.

Betriebs M embanding Analisis Hubungan


Vergleich kan vertical dan antara satu
dan Zeit anggaran horizontal data
Vergleich dengan keuangan
dan data
realisasi keuangan
lain
REVIEW A N A L I T I K A L
Di bawah ini, beberapa teknik review analitikal disajikan dengan label tertentu untuk
memudahkan pemahaman.

5 6 7

M enggunakan
M enggunakan Regresi indikator
data atau analis ekonomi
nonkeuangan trend makro
Menghitung Kembali (Reperfom)
Menghitung kembali atau reperfom tidak lain dari mengecek
kebenaran perhitungan (kali, tambah, kurang, dal lain-lain). I ni
prosedur yang sangat lazim dalam audit. Biasanya tugas ini diberikan
kepada seseorang yang baru mulai bekerja sebagai auditor, seorang
auditor junior di kantor akuntan. Reperform dalam audit investigatif
harus disupervisi oleh auditor yang berpengalaman karena
perhitungan yang dihadapi dalam audit investigatif umumnya sangat
kompleks, didasarkan atas kontrak yang sangat rumit, dan
kemungkinan terjadi perubahan dan renegosiasi berkali-kali..
Terima Kasih

Anda mungkin juga menyukai