Anda di halaman 1dari 10

INTERVIEW DAN OBSERVASI

CHAPTER 7: INTERVIEW

METODE PENGUMPULAN DATA PRIMER


Data primer mengacu pada informasi yang diperoleh langsung dari tangan
pertama oleh interviewer yang berkaitan dengan variabel ketertarikan untuk
tujuan tertentu dari suatu intervieweran. Individu memberikan informasi ketika
melakukan wawancara, memberikan kuesioner, atau observasi. Interview
mendalam terhadap kelompok, atau diskusi kelompok yang terarah adalah
sumber lain yang kaya akan data primer.

INTERVIEW
Interview atau wawancara adalah metode pengumpulan data yang berguna,
terutama selama tahap-tahap eksplorasi intervieweran. Di mana sejumlah besar
interview dilakukan dengan sejumlah interviewer atau pewawancara yang
berbeda, penting untuk melatih interviewer dengan hati-hati untuk meminimalkan
kerancuan interviewer diwujudkan dalam cara seperti nada bicara suara,
perbedaan dalam kata-kata, dan interpretasi. Interview mungkin tidak terstruktur
atau terstruktur, dan bisa dilakukan dengan tatap muka, melalui telepon, atau
online.

Interview Tidak Terstruktur dan Terstruktur


Interview tidak terstruktur merupakan interview yang bebas dimana
interviewer tidak menggunakan pedoman interview yang sudah tersusun
secara sistematis dan lengkap untuk pegumpulan datanya. Tujuan dari
interview tidak terstruktur adalah untuk membawa beberapa masalah awal ke
permukaan sehingga interviewer dapat menentukan faktor-faktor apa yang
perlu penyelidikan mendalam lebih lanjut.
Sedangkan, interview terstruktur dilakukan secara langsung dengan
menggunakan pedoman interview yang telah disiapkan. Tujuan utama dari
interview terstruktur adalah untuk mengeksplorasi dan menyelidiki beberapa
faktor dalam situasi yang mungkin menjadi pusat ruang lingkup masalah.

Melatih Interviewer
Ketika interview panjang akan dilakukan, maka tidak memungkinkan untuk
dilakukan oleh satu interviewer. Interviewer harus diberi pengarahan secara
menyeluruh tentang intervieweran dan dilatih tentang bagaimana memulai
interview, bagaimana melanjutkan pertanyaan, bagaimana memotivasi

ANDI MAULINA (A031181329)


INTERVIEW DAN OBSERVASI

responden untuk menjawab, apa yang dicari dalam jawaban, dan bagaimana
menutup interview. Perencanaan yang baik, pelatihan yang tepat,
menghasilkan pedoman yang jelas kepada interviewer, dan mengawasi
pekerjaan mereka semuanya membantu dalam memanfaatkan teknik
interview secara menguntungkan sebagai mekanisme pengumpulan data
yang layak.

Beberapa Tips Saat Interview


Informasi yang diperoleh selama interview harus bebas dari bias. Bias
mengacu pada kesalahan atau ketidakakuratan dalam data yang
dikumpulkan. Interviewer bisa membiaskan data jika tidak terbangun
kepercayaan dan hubungan yang tepat dengan responden, atau ketika
tanggapan disalahartikan atau diubah, atau ketika interviewer secara tidak
sengaja mendorong atau mengecilkan jenis tanggapan tertentu melalui gerak
tubuh dan ekspresi wajah. Bias juga terjadi saat interviewer yang berbeda
membangun tingkat kepercayaan dan hubungan yang berbeda dengan
responden, sehingga memunculkan jawaban dari berbagai tingkat
keterbukaan. Interviewer juga dapat mengurangi bias dengan konsisten dalam
bertanya pada responden, dengan tidak mengubah atau memalsukan
informasi yang diterima, dan dengan tidak mempengaruhi tanggapan subjek
dengan cara apapun. Bias di atas dapat diminimalkan dengan beberapa cara,
seperti beberapa strategi berikut:
 Membangun kredibilitas dan hubungan baik, dan memotivasi
individu untuk merespons
Proyeksi profesionalisme, antusiasme, dan kepercayaan diri penting
bagi interviewer. Interviewer harus membangun hubungan,
mendapatkan kepercayaan, dan persetujuan dari klien perekrutan
bahkan sebelum mereka dapat memulai pekerjaan mereka di
organisasi. Pengetahuan, keterampilan, kemampuan, kepercayaan
diri, artikulatif, dan antusiasme adalah kualitas yang harus ditunjukkan
oleh seorang interviewer untuk membangun kredibilitas dengan
organisasi perekrutan dan anggotanya. Untuk mendapatkan informasi
yang jujur dari responden, interviewer harus bisa menjalin hubungan
dan kepercayaan dengan mereka. Interviewer dapat memotivasi
responden untuk memberikan jawaban yang jujur dengan menjelaskan
kepada mereka bahwa kontribusi mereka benar-benar akan

ANDI MAULINA (A031181329)


INTERVIEW DAN OBSERVASI

membantu, dan bahwa mereka sendiri dapat memperoleh manfaat dari


survei tersebut, dalam arti bahwa kualitas hidup di tempat kerja bagi
sebagian besar dari mereka dapat meningkat. secara signifikan.
 Teknik Bertanya
Teknik bertanya terdiri dari funnel, pertanyaan yang terhindar dari bias,
mengklarifikasikan masalah, membantu responden untuk memikirkan
masalah, dan melakukan pencatatan.

Interview Tatap Muka dan Telepon


Interview dapat dilakukan baik tatap muka atau melalui telepon juga mungkin
dengan bantuan komputer. Meskipun sebagian besar interview terstruktur
dalam intervieweran bisnis dilakukan dengan tatap muka, interview terstruktur
bisa dengan tatap muka atau melalui media telepon, tergantung pada tingkat
kompleksitas isu yang terlibat, durasi kemungkinan interview, kenyamanan
kedua belah pihak, dan wilayah geografis yang dicakup oleh survei.
Interview telepon yang paling cocok ketika informasi dari sejumlah besar
responden yang tersebar di wilayah geografis yang luas yang akan diperoleh
dengan cepat, dan durasi kemungkinan setiap interview.
Keuntungan utama dari interview tatap muka atau langsung adalah bahwa
interviewer dapat beradaptasi dengan pertanyaan yang diperlukan penjelasan
atas keraguan terhadapnya, dan memastikan bahwa tanggapan dipahami
dengan baik, dengan mengulang pertanyaan. Interviewer juga dapat
mengambil isyarat nonverbal dari responden.
Kelemahan utama interview tatap muka adalah keterbatasan geografis
mereka mungkin memaksakan pada survey dan memerlukan sumber daya
yang luas jika survey tersebut perlu dilakukan secara nasional maupun
internasional. Biaya pelatihan interviewer untuk meminimalkan interviewer
bias yang tinggi. Kelemahan lain adalah bahwa responden mungkin merasa
gelisah tentang tanggapan mereka ketika mereka berinteraksi tatap muka
dengan interviewer.
Keuntungan utama melalui telepon dari pandangan para interviewer adalah
sejumlah orang yang berbeda dapat dijangkau dalam waktu yang relatif
singkat. Dari sudut pandang responden, yaitu menghilangkan
ketidaknyamanan yang mungkin dirasakan dalam menghadapi interviewer.
Hal ini juga mungkin bahwa sebagian besar dari mereka mungkin merasa

ANDI MAULINA (A031181329)


INTERVIEW DAN OBSERVASI

kurang nyaman mengungkapkan informasi pribadi melalui telepon dari pada


tatap muka.
Kelemahan utama interview telepon adalah responden secara sepihak bisa
mengakhiri wawancara tanpa peringatan atau penjelasan dengan
menggantung telepon.

Sumber Bias dalam Interview


Sumber bias diperhatikan agar wawancara berjalan efisien dan efektif.
 Interviewer
 Tidak terjadi saling percaya antara responden dengan interviewer.
 Kekeliruan penafsiran pertanyaan, hal ini terutama terjadi jika
wawancara dilakukan oleh beberapa orang dalam suatu
tim/kelompok interviewer.
 Secara tidak sengaja atau disadari interviewer mendorong atau
mencegah responden menjawab ke suatu arah jawaban tertentu.
 Responden
 Responden tidak jujur menjawab.
 Responden sebenarnya tidak memahami isi pertanyaan tetapi
enggan bertanya atau melakukan klarifikasi.
 Situasi Saat Interview
 Waktu interview tidak tepat, misalnya ketika responden sedang
bekerja atau sedang lelah sehingga enggan menjawab
pertanyaan.

Interview dengan Bantuan Komputer


Pertanyaan yang ditampilkan ke layar komputer dan interviewer bisa
memasukkan jawaban dari responden secara langsung ke dalam komputer.
Akurasi pengumpulan data sangat ditingkatkan karena perangkat lunak dapat
deprogram untuk menandai tanggapan yang "melantur" atau "out-of-range".
Software CAI juga mencegah interviewer menanyakan pertanyaan yang salah
atau dalam urutan yang salah dari urutan pertanyaan yang secara otomatis
menyala untuk ditanyakan ke responden. Ada dua jenis program interview
dengan bantuan komputer, yaitu CATI (computer‐assisted telephone
interviewing) atau interview telepon yang dibantu komputer dan CAPI
(computer‐assisted personal interviewing) atau interview pribadi dengan
bantuan komputer.

ANDI MAULINA (A031181329)


INTERVIEW DAN OBSERVASI

Interview Kelompok
Interview dapat dilakukan secara individu, tetapi juga dalam kelompok, di
mana interviewer mengajukan pertanyaan terbuka kepada sekelompok
peserta. Istilah "kelompok fokus" digunakan untuk jenis interview kelompok
tertentu, di mana topiknya didefinisikan dengan jelas dan ada fokus untuk
memfasilitasi diskusi antar peserta.
Kelompok fokus biasanya terdiri dari delapan hingga sepuluh anggota dengan
moderator memimpin diskusi tentang topik, konsep, atau produk tertentu.
Anggota umumnya dipilih atas dasar pengetahuan mereka tentang topik
informasi yang dicari.

KEUNTUNGAN DAN KERUGIAN DARI INTERVIEW


Interview adalah salah satu metode untuk memperoleh data, dapat berupa tidak
terstruktur atau terstruktur, dan dapat dilakukan secara tatap muka, melalui
telepon, atau melalui komputer. Interview dapat dilakukan secara individu, tetapi
juga dalam kelompok. Interview tidak terstruktur biasanya dilakukan untuk
mendapatkan gagasan pasti tentang apa yang penting dan tidak penting dan
relevan dengan situasi masalah tertentu. Interview terstruktur memberikan
informasi yang lebih mendalam tentang variabel minat tertentu. Untuk
meminimalkan bias dalam tanggapan, interviewer harus membangun hubungan
baik dengan responden dan mengajukan pertanyaan yang tidak bias. Interview
tatap muka dan yang dilakukan melalui telepon memiliki kelebihan dan
kekurangan, dan keduanya memiliki kegunaan dalam keadaan yang berbeda.
Interview dengan bantuan komputer, yang memerlukan investasi awal yang
besar, merupakan aset untuk interview dan untuk analisis respons kualitatif dan
spontan. Interview interaktif komputer telah menjadi cara pengumpulan data yang
semakin penting dalam beberapa tahun terakhir.

ANDI MAULINA (A031181329)


INTERVIEW DAN OBSERVASI

CHAPTER 8: OBSERVASI

DEFENISI DAN TUJUAN OBSERVASI


Observasi menyangkut rencana untuk melihat, merekaman, menganalisis, dan
interpretasi perilaku, tindakan, dan peristiwa. Berbagai pendekatan observasi
telah digunakan dalam penelitian bisnis. Ini dapat dibedakan dalam empat
dimensi utama yang mencirikan cara observasi dilakukan:
1. Kontrol
Observasi yang dilakukan buatan atau dalam pengaturan alami.
2. Peserta Observasi atau Nonpartisipan
Apakah pengamat adalah anggota dari kelompok yang diamati atau tidak.
3. Struktur
Sejauh mana observasi difokuskan, telah ditentukan, sistematis, dan
bersifat kuantitatif.
4. Penyembunyian Observasi
Anggota dari kelompok sosial yang diteliti diberitahu bahwa mereka
sedang diteliti atau tidak.

EMPAT DIMENSI KUNCI YANG MENJADI CIRI OBSERVASI


Studi Observasi Terkontrol versus Tidak Terkontrol
Observasi sering dilakukan di alam. Namun, observasi juga merupakan
metode potensi pengumpulan data dalam suatu tradisi penelitian
eksperimental yang dikontrol. Dalam penelitian eksperimental, kondisi relevan
dimanipulasi atau dibuat-buat dengan cara yang sistematis. Pengaruh variabel
independen terhadap variabel dependen kemudian diukur. Hal ini
memungkinkan peneliti untuk menentukan hubungan sebab-akibat. Sebuah
studi observasional dikatakan tinggi dalam hal kontrolnya ketika situasi atau
pengaturan dimanipulasi atau dibuat oleh peneliti. Observasi yang tidak
terkontrol adalah teknik observasi yang membuat tidak ada upaya untuk
mengontrol, memanipulasi, atau mempengaruhi situasi. Peristiwa dijalankan
saja secara alami dan peneliti mengamati peristiwa ini tanpa campur tangan
dalam pengaturan kehidupan nyata. Sebuah keuntungan dari observasi yang
tidak terkontrol adalah bahwa orang dapat diamati dalam sifatnya ketika
berbelanja atau lingkungan kerja. Kelemahan utama dari observasi yang tidak
terkendali adalah bagaimanapun, bahwa biasanya sulit untuk menghindari
situasi kompleks karena kita tidak mengontrol faktor apapun dalam hal ini.

ANDI MAULINA (A031181329)


INTERVIEW DAN OBSERVASI

Dengan demikian, sangat sulit untuk membedakan penyebab kejadian,


tindakan, dan perilaku.

Observasi Partisipan versus Non Partisipan


Peneliti dapat memerankan salah satu dari dua peran ketika mengumpulkan
data observasi baik dari peserta yang diamati atau bukan peserta. Dalam
kasus tidak dari peserta observasi, peneliti tidak pernah terlibat langsung
dalam tindakan pelaku, tetapi mengamati mereka dari luar, misalnya melalui
cermin satu-arah atau kamera. Dalam observasi partisipan peneliti
mengumpulkan data dengan berpartisipasi dalam kehidupan sehari-hari dari
kelompok atau organisasi yang diteliti. Observasi partisipan adalah suatu
pendekatan yang sudah sering digunakan dalam studi kasus, studi etnografi,
dan studi grounded theory.

Studi observasi terstruktur versus tidak terstruktur


Studi observasi terstruktur dimana pengamat memiliki seperangkat kategori
kegiatan yang telah ditentukan atau rencana fenomena untuk dipelajari,
format perekaman observasi dapat dirancang khusus dan disesuaikan dengan
masing-masing studi yang sesuai dengan tujuan penelitian. observasi
terstruktur umumnya bersifat kuantitatif. Biasanya, hal-hal yang berkaitan
dengan fitur menarik, seperti duras dan frekuensi dari suatu peristiwa serta
kegiatan-kegiatan tertentu yang mendahului dan mengikutinya, dicatat.
Kondisi lingkungan dan setiap perubahan dalam pengaturan juga
diperhatikan, jika dianggap relevan. Tugas perilaku yang relevan dari para
pelaku, emosi mereka dirasakan, komunikasi verbal dan nonverbal, dan
sejenisnya juga dapat disimpan. Observasi yang tercatat dalam lembar kerja
atau catatan lapangan kemudian dianalisis secara sistematis.

Observasi Terselubung versus Tidak Terselubung


Penyembunyian observasi berkaitan dengan apakah anggota kelompok sosial
yang diteliti diberitahu bahwa mereka sedang diteliti. Keuntungan utama dari
observasi tersembunyi adalah bahwa subjek penelitian tidak dipengaruhi oleh
kesadaran bahwa mereka sedang diamati. Memang, reaktivitas atau sejauh
mana pengamat mempengaruhi situasi di bawah observasi bisa menjadi
ancaman besar bagi keabsahan hasil penelitian observasional yang
dilakukan. Observasi yang tidak tersembunyi, mungkin mengacaukan keaslian
perilaku yang diteliti.

ANDI MAULINA (A031181329)


INTERVIEW DAN OBSERVASI

DUA PENDEKATAN PENTING UNTUK OBSERVASI


Observasi Peserta
Karakteristik utama dari observasi partisipan adalah bahwa peneliti
mengumpulkan data dengan berpartisipasi dalam kehidupan sehari-hari dari
kelompok atau organisasi yang diteliti. Hal ini memungkinkan peneliti untuk
belajar tentang kegiatan kelompok yang diteliti secara alami dari sudut
pandang orang yang diamati melalui observasi dan berpartisipasi dalam
kegiatan ini. Observasi partisipan menggabungkan proses partisipasi dan
observasi. Meskipun demikian, observasi partisipan harus dibedakan dari
kedua observasi murni dan partisipasi murni. Observasi murni berusaha untuk
menghilangkan peneliti dari tindakan dan perilaku yang diamati, peneliti tidak
pernah terlibat langsung dalam tindakan dan perilaku kelompok yang diteliti.
Partisipasi murni digambarkan sebagai “Going Native”, yaitu peneliti menjadi
begitu terlibat dengan kelompok yang diteliti yang akhirnya setiap objektivitas
dan penelitian yang menarikakan hilang. Penggabungan kedua hal tersebut,
yaitu observasi partisipan telah berhasil digunakan oleh banyak peneliti yang
terlibat dalam penelitian bisnis. Peneliti dapat melakukannya pada kadar yang
berbeda.

Aspek Partisipatif dari Observasi Partisipan


Sementara berpartisipasi, peneliti harus mengamati dan mencatat, serta pada
tahap berikutnya menganalisis perilaku, tindakan, interaksi, peristiwa, dan
sejenisnya. Memulai observasi partisipan dan menjadi bagian dari kelompok
sosial bukanlah tanpa kesulitan. Ada beberapa isu yang harus diatasi. Ini
termasuk memilih “situs” (departemen tertentu, unit bisnis, pabrik, super
market, dan lainnya), mendapatkan izin, pemilihan informan kunci, dan
mengakrabkan diri dengan pengaturan penelitian (Bernard, 1994).

Apa yang Harus Diamati


Data yang dikumpulkan selama observasi deskriptif memberikan cerita atau
narasi awal laporan yang dapat berfungsi sebagai dasar untuk
pengembangan serangkaian konsep, teori, atau bahkan kerangka kerja
konseptual. Pengembangan konsep, teori, dan kerangka kerja konseptual
difasilitasi oleh fokus yang lebih besar melalui observasi terfokus dan selektif.
Observasi terfokus menekankan observasi sering didukung oleh wawancara
di mana peneliti akan berkonsentrasi pada jenis perasaan, emosi, tindakan,

ANDI MAULINA (A031181329)


INTERVIEW DAN OBSERVASI

kegiatan, dan/atau peristiwa tertentu dan mencari tema yang muncul.


Akhirnya, dalam observasi selektif peneliti berfokus pada berbagai jenis
tindakan, kegiatan, atau acara dan mencari keteraturan di dalamnya,
sementara terbuka untuk variasi atau pengecualian dari pola yang muncul
(Emerson, Fretz&Shaw, 1995).

Observasi Terstruktur
Observasi terstruktur bersifat fokus, seperti yang terlihat pada fenomena
selektif yang telah ditentukan. Fokus observasi terstruktur terpecah menjadi
potongan-potongan kecil dari informasi dikelola, seperti informasi tentang
perilaku, tindakan, interaksi, atau peristiwa. Ada berbagai tingkat struktur
dalam observasi terstruktur. Misalnya, peneliti mungkin telah memutuskan
kategori observasi dengan cara yang agak tepat dan berdiri sendiri dari awal
(observasi sangat terstruktur) atau mulai dengan rencana rinci apa dan
bagaimana yang akan diamati, tapi mengumpulkan data dalam waktu yang
kurang sistematis atau cara yang telah ditentukan (observasisemi-terstruktur).

Penggunaan Skema Pengkodean dalam Observasi Terstruktur


Skema pengkodean berisi kategori yang dimaksudkan untuk merekam apa
yang diamati. Skema tersebut dibuat dalam berbagai format dan bentuk.
Beberapa dari kode tersebut adalah sangat sederhana karena kode tersebut
hanya memungkinkan peneliti untuk mencatat apakah peristiwa tertentu telah
terjadi atau tidak. Skema lain yang lebih kompleks, di mana mereka termasuk
beberapa kategori, rentang waktu, dan sejenisnya. Jenis skema pengkodean
yang akan digunakan tergantung pada informasi yang ingin digunakan
kumpulkan. Pertanyaan penelitian studi berfungsi sebagai titik awal untuk
pengembangan skema pengkodean. Pertimbangan berikut harus
diperhitungkan berkaitan dengan pembangunan skema pengkodean.

KEUNTUNGAN DAN KERUGIAN OBSERVASI


Salah satu keuntungan utama dari observasi adalah keterusterangannya.
Sedangkan wawancara dan kuesioner memperoleh respon lisan tentang
tindakan dan perilaku dari subyek yang hanya memungkinkan perilaku untuk
disimpulkan dari respon verbal, observasi memungkinkan peneliti untuk
mengumpulkan data perilaku tanpa mengajukan pertanyaan. Orang dapat
diamati di lingkungan kerja alami atau dalam laboratorium buatan, dan kegiatan,
perilaku atau barang lain mereka yang menarik dapat dicatat, direkam, dianalisis,

ANDI MAULINA (A031181329)


INTERVIEW DAN OBSERVASI

dan ditafsirkan. Studi observasional juga relatif mudah untuk membedakan faktor
situasional seperti cuaca, hari weekend, dan faktor-faktor lain yang mungkin
memiliki hubungan pada, misalnya produktivitas, penjualan produk, pola lalu
lintas, absensi, dan sejenisnya. Faktor-faktor ini dapat direkam dan pola
bermakna mungkin muncul dari jenis datanya. Namun, perlu diketahui bahwa
sangat sulit untuk membangun efek spesifik faktor situasional terhadap perilaku
dan tindakan dari subyek yang diteliti. Dengan demikian, kadang-kadang sangat
sulit untuk membangun hubungan sebab-akibat antara faktor situasional dengan
peristiwa, tindakan, dan perilaku.
Kelemahan dari studi observasional harus dicatat. Reaktivitas bisa menjadi
ancaman besar bagi keabsahan hasil studi observasional karena mereka yang
diamati mungkin berperilaku berbeda selama periode penelitian. Penelitian
observasional mungkin sangat rentan terhadap reaktivitas jika observasi yang
terbatas pada waktu singkat. Dalam studi ini, durasi yang lebih lama, subyek
yang diteliti akan menjadi lebih rileks selama studi berlangsung dan cenderung
bersikap normal. Data yang diamati dari sudut pandang peneliti cenderung
rentan terhadap observasi bias.

ANDI MAULINA (A031181329)

Anda mungkin juga menyukai