Anda di halaman 1dari 28

RANCANGAN AKTUALISASI

PENERTIBAN PERATURAN DAN TATA RUANG BLOK HUNIAN


NARAPIDANA DI LAPAS KELAS IIB SORONG

Di susun oleh:

NAMA : BAHAM IKHSAN SETYAWAN


TIGTIGWERIA
KELAS : C
NOMOR ABSEN : 06
NAMA PEMBIMBING : Drs. ISAK IRWAN LIMBONG,MM

PELATIHAN DASAR PNS GOLONGAN II


KERJA SAMA
KANTOR WILAYAH KEMENTERIAN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA
DENGAN
BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA DAERAH
PROVINSI PAPUA BARAT
MANOKWARI, 2018

1
i
LEMBAR PENGESAHAN

Nama : BAHAM IKHSAN SETYAWAN TIGTIGWERIA

NIP : 19941010 201712 1 003

Unit Kerja : LEMBAGA PEMASYARAKATAN KELAS IIB SORONG

Jabatan : PENJAGA TAHANAN

Disetujui untuk diseminarkan Rancangan Aktualisasi Nilai-Nilai Dasar Pegawai Negeri Sipil
(PNS) pada Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Sorong.

Manokwari, 30 Juli 2018

Coach Mentor

Drs. ISAK IRWAN LIMBONG, MM


HASAN ARONGGEAR, SH
NIP: 19721017 199201 1 001
NIP: 19660427 199203 1 002

ii
KATA PENGANTAR

2
Puji dan Syukur Penulis panjatkan Ke Hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena Atas
Berkat dan RahmatNyalah Rancangan Aktualiasasi ini Dapat Terselesaikan dengan Baik.

Laporan Aktualisasi berjudul “Belum adanya peraturan dan tata ruang blok hunian
narapidana”. Disusun guna memenuhi salah satu syarat untuk Pelatihan Dasar CPNS 2017
.Laporan ini telah Penulis susun dengan maksimal dan mendapatkan bantuan dari berbagai
pihak.Untuk itu Penulis menyampaikan Banyak Terima Kasih kepada Bapak Drs. Isak Irwan
Limbong,M.M selaku Pembimbing dan Bapak Hasan Aronggear, SH Mentor dan semua
pihak yang telah berkontribusi dalam penyusunan Laporan ini.

Namun terlepas dari semua itu,Penulis menyadari sepenuhnya bahwa “Tak ada gading
yang tak retak”.Tak ada Manusia yang sempurna.Masih terdapat banyak kekurangan baik
dari segi susunan kalimat maupun tata bahasanya.Oleh karena itu dengan tangan terbuka
menerima segala saran dan kritik dari pembaca agar Penulis dapat memperbaiki laporan ini.

Akhir kata Penulis berharap semoga laporan tentang Penertiban peraturan dan tata ruang blok
hunian narapidana, dapat memberikan manfaat maupun inspirasi terhadap pembaca

iii

3
DAFTAR ISI

COVER…………………………………………………………………………………......i

LEMBAR PENGESAHAN …………………………………………………….............. ii

LEMBAR PERSETUJUAN................................................................................................iii

KATA PENGANTAR……………………………………………………………..…….. iv

DAFTAR ISI……………………………………………………………………………… v

BAB I PENDAHULUAN……………………………………………………...…. …….. vi

A. Latar Belakang……………………………………………………………….. …….. 1


B. Tujuan………………………………………………………………………… …….. 2
C. Ruang Lingkup………………………………………………………………………. 2
1. Tempat…………………………………………………………………. …….. 2
2. Waktu………………………………………………………………….. …….. 2
3. Permasalahan / Isu…………………………………………………………….. 3
D. Visi dan Misi Organisasi…………………………………………………………….. 3
E. Tugas, Fungsi dan Struktur Organisasi………………………………………..…….. 4
BAB II RANCANGAN AKTUALISASI………………………………………... …….. 8
A. Kriteria Pemilihan Isu…………………………………………..…………….. …….. 8
B. Memilih dan Menetapkan Is……………………………………..……............. …….. 9
C. Rumusan Isu…………………………………………………………………... …….. 10
D. Rancangan Kegiatan Aktualisasi……………………………………………… …….. 11
E. Jadwal kegiatan…………………………………………….............................. …….. 18

DAFTAR PUSTAKA……………………………………………………………… …….. 20

LAMPIRAN……………………………………………………………………..…

iv

BAB I
PENDAHULUAN

4
A. Latar Belakang
Kota Sorong memiliki letak yang sangatlah strategis karena merupakan pintu masuk
ke Provinsi Papua Barat serta ke Kota persinggahan bagi para pelancong. Kota Sorong
memiliki pertumbuhan perekonomian yang sangat pesat, seiiring dengan bertambahnya
jumlah penduduk dan, jumlah ruko-ruko dan mal yang dibagun, yang diikut pula dengan
meningkatnya aksi-aksi criminal. Oleh karena hal itu Lapas kelas IIB Sorong menjadi tempat
untuk menampung orang-orang yang sudah terbukti maupun belum terbukti melakukan
perbuatan criminal dan Lapas Kelas IIB Sorong juga merupakan penempatan saya bertugas di
dalam Kementerian Hukum dan HAM Kantor Wilayah Papua Barat.
Dalam rangka meningkatkan kualitas kinerja penyelenggaraan baik dalam hal
pelayanan publik sebagaimana diatur dalam Keputusan Menteri Negara PAN Nomor
63/KEP/M.PAN/7/2003 tentang Pedoman Umum Penyelenggaraan Pelayanan Pubik, kinerja
organisasi satuan kerja di Lingkungan Kementerian Hukum dan HAM diharapkan dapat
memberikan pelayanan yang sebaik-baiknya dengan berorientasi pada kebutuhan dan
kepuasan penerima pelayanan sehingga dapat meningkatkan daya saing dalam memberikan
pelayanan publik. Penyelenggaraan pelayanan publik merupakan upaya negara untuk
memenuhi tujuan, pelaksanaaan mandat publik secara efektif dan ekonomis, serta
melaksanakan kebijakan pemerintah yang secara umum dapat meningkatkan kualitas hidup
semua orang dalam memenuhi kebutuhan dasar dan hak asasi setiap warga negara dan
pelayanan administrasi. Salah satu indikator efektivitas suatu sistem pemerintahan ditentukan
oleh baik buruknya penyelenggaraan pelayanan publik oleh instansi pemerintah itu sendiri.
Kementerian Hukum dan HAM sebagai salah satu instansi pemerintah dalam
penyelenggaraan pelayanan publik, memiliki karakteristik tugas pelayanan yang beragam
dengan tuntutan kompleksitas tersendiri. Terlebih lagi dalam merespon isu strategis terkait
tuntutan masyarakat terhadap reformasi penyelenggaraan pelayanan publik. Berkenaan
dengan hal tersebut, untuk merespon tuntutan percepatan kinerja pelayanan publik di
lingkungan Lembaga Pemasyarakatan kelas IIB Sorong, diperlukan peningkatan pelayanan
melalui cara membersihkan dan memperindah ruang besukan sebagai bentuk pelayanan
kenyamanan kepada masyarakat.
Untuk menciptakan pemerintahan yang bersih ditandai dengan tiga pilar utama yang
merupakan elemen dasar yang saling berkaitan. Ketiga elemen dasar tersebut adalah
partisipasi, transparansi dan akuntabilitas. Suatu pemerintahan yang baik harus membuka

5
pintu seluas-luasnya kepada semua pihak yang terkait dalam pemerintahan tersebut sehingga
dapat berperan serta atau berpartisipasi secara aktif, jalannya pemerintahan harus
diselenggarakan secara akuntabel dan transparan. Hal ini merupakan suatu keharusan yang
tidak dapat ditawar dalam memenuhi tuntutan reformasi hukum.
Budayakan hidup dengan aturan-aturan yang telah disepakati agar membuat pola
hidup warga binaan menjadi lebih baik sebelum dikembalikan ke masyarakat. Berdasarkan
Isu diatas tentang “Penertiban Peraturan dan Tata ruang Blok Hunian Narapidana anak
Lapas Kelas IIB Sorong” perlu diselesai

B. Tujuan

6
Kegiatan aktualisasi ini bertujuan untuk menghasilkan Penjaga Tahanan yang
profesional dengan menginternalisasikan nilai-nilai ANEKA (Akuntabilitas,, Nasionalisme,
Etika Publik, Komitmen Mutu, dan Anti Korupsi) kedalam seluruh kegiatan.

C. Ruang lingkup
1. Tempat
Lokus pelaksanaan kegiatan aktualisasi di lapangan dilakukan pada lingkup Kementerian
Hukum dan HAM yang dalam hal ini penulis melaksanakan aktualisasi di Lembaga
Pemasyarakatan Kelas IIB Sorong.
2. Waktu
Pelaksanaan Kegiatan aktualisasi lapangan dilaksanakan berdasarkan kalender latihan dasar
golongan II oleh Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Papua Barat bekerjasama
dengan BPSDMD Provinsi Papua Barat, dilaksanakan pada tanggal 01 Agustus 2018 s/d
tanggal 28 November 2017.

3. Permasalahan/isu
Pada urusan penyelenggara Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Sorong terdapat
permasalahan yang diangkat oleh penulis dalam pelaksanaan kegiatan aktualisasi yang dikaji
adalah “menertibkan peraturan dan tata ruang blok hunian narapidana di Lembaga
Pemasyarakatan Kelas IIB Sorong”.

D. VISI, MISI, DAN NILAI-NILAI ORGANISASI


Adapun Visi dan Misi Lapas Kelas IIB Sorong adalah:
1. Visi
“Pulihnya kesatuan hubungan hidup, kehidupan dan penghidupan warga
binaan pemasyarakatan sebagai individu, anggota masyarakat dan mahluk
Tuhan YME.”
2. Misi
1. Mewujudkan sistem perlakuan humanis yang memberikan rasa aman, nyaman, dan
berkeadilan

7
2. Melaksanakan pembinaan, perawatan, dan pembimbingan untuk mengembalikan
narapidana menjadi warga negara yang aktif dan produktif ditengah-tengah
masyarakat

3. Membangun karakter dan mengembangkan sikap ketaqwaan sopan santun, dan


kejujuran pada diri narapidana

4. Memberikan pelayanan, perlindungan, dan pemenuhan terhadap hak-hak warga


binaan pemasyarakatan dan keluarga atau warga masyarakat yang berkunjung
3. Nilai-nilai organisasi
Dalam kementerian HUKUM dan HAM Republi Indonesia, mempunyai nilai-nilai
organisasi. Adapun nilai-nilai tersebut adalah:
a. PASTI
Profesional:
Aparat kementerian HUKUM dan HAM adalah apparat yang bekerja keras untuk
Mencapai tujuan organisasi melalui penguasan bidang tugasnya, menjunjung
Tinggi etika dan integritas profesional
Akuntabel:
Setiap kegiatan dalam rangka penyelenggaraan pemerintah dapat
Dipertanggungjawabkan kepada masyarakat sesuai dengan ketentuan atau peraturan yang
berlaku
Sinergis:
Komitmen untuk membangun dan memastikan hubungan kerja sama yang produktif serta
kemitraan yang harmonis dengan para pemangku kepentingan untuk menemukan dan
melaksanakan solusi terbaik, bermanfaat dan berkualitas.
Transparan:
Kementerian HUKUM dan HAM menjamin akses tau kebebasan bagi setiap
orang untuk memperoleh informasi tentang penyelenggaraan pemerintahan, yakni
informasi tentang kebijakan, proses pembuatandan pelaksanaannya, serta hasil-hasil yang
dicapai.
Inovatif:
Kementerian HUKUM dan HAM mendukung kreatifitas dan mengembangkan
inisiatif yntuk selalu melakukan pembaharuan dalam penyelenggaraan tugas dan fungsinya

8
b. SMART
Serius : Petugas selalu serius dalam bekerja
Minded : Petugas harus memiliki pemikiran yang luas
Active :Petugas harus bekerja secara bersungguh-sungguh
Responsif :Petugas harus peka dalam dalam berbagai permasalahan dan harus
tanggap
Talk :Petugas harus bisa menjalin komunikasi yang baik

E. Tugas dan Fungsi


1. Tugas dan Fungsi Lembaga Pemasyarakatan
Fungsi Lembaga Pemasyarakatan mengacu pada KepMen nomor M.01.PR.07.03 tahun
1985 tentang organisasi dan tata kerja lembaga pemasyarakatan meliputi:
a. Melakukan pembinaan narapidana/anak didik.
b. Memberikan bimbingan, mempersiapkan sarana dan mengelola hasil kerja.
c. Melakukan bimbingan social/kerohanian narapidana/anak didik.
d. Melakukan pemeliharaan keamanan dan tata tertib LAPAS.
e. Melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga.
F. Tugas dan fungsi penjaga tahanan
Penjaga tahanan merupakan salah satu penentu keberhasilan pencapaian tujuan nasional
bangsa Indonesia yaitu memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri,
kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya,
masyarakat, bangsa, dan Negara. Berdasarkan keputusan Menteri Kehakiman RI
Nomor:M.01-KP.09.05 Tahun 1991 Tentang Penetapan Uraian Jabatan Di Lingkungan
Departemen Kehakiman, Keputusan Direktur Jenderal Pemasyarakatan Nomor :
E.22PR.08.03 Tahun 2001 Tentang Prosedur Tetap Pelaksanaan Tugas Pemasyarakatan.
a .Tugas Penjaga Tahanan
Memeriksa dan meneliti keluar masuknya tahanan/napi dari dan ke dalam lingkungan
blok/kamar hunian
1. Menjaga terlaksananya penggunaan ruangan dalam LAPAS dengan sebaik-baiknya
2. Ikut mengawasi pelepasan napi/tahanan tepat pada waktunya
3. Menjaga agar tetap terpisahnya antara napi/tahanan pria,wanita,anak-anak dan yang
dianggap perlu diasingkan/ diamankan

9
4. Melaksanakan tertib penutupan ruangan/blok/kamar hunian (cara membuka pintu,cara
mengeluarkan dan sebagainya)
5. Melaksanakan tertib penutupan (cara memasukkan orang, cara mengunci
pintu/ruangan, pemeriksaan gembok-gembok, terali besi, plafon dan sebagainya)
6. Melaksanakan apel jumlah napi/tahanan (isi LAPAS) pada jam-jam yang telah
ditentukan dan apel-apel sehubungan dengan adanya kegiatan penyuluhan, bimbingan
kegiatan dan sebagainya
7. Mengatur pengantaran napi/tahanan kebagian-bagian yang memerlukan
8. Melakukan pemeriksaan/penggeledahan kamar/ruangan napi/tahanan dan juga
tempat-tempat lain di dalam LAPAS yang dipandang perlu
9. Memeriksa dan meneliti keluar/masuknya barang-barang dari/ke lingkungan
blok/kamar hunian
10. Membuat laporan pelaksanaan tugas jaga
11. Pengawasan dan penataan kebersihan dan keindahan areal blok hunian
12. Melaksanakan pengawalan terhadap napi yang memperoleh ijin resmi keluar
LAPAS,pemindahan, dirawat di rumah sakit luar LAPAS,dll
13. Dalam hal terjadi kericuhan / gangguan keamanan dan ketertiban, segera mengambil
langkah-langkah pertama dan segera melaporkan kepada Ka.Rupam/Komandan jaga
b. Fungsi Penjaga Tahanan
Penjaga tahanan adalah pendidik profesional yang mempunyai fungsi untuk:
a. Melakukan penjagaan dan pengawasan terhadap narapidana / anak didik;
b. Melakukan pemeliharaan dan tata tertib;
c. Melakukan pengawalan pemerimaan, penempatan dan pengeluaran
narapidana / anak didik;
d. Melakukan pemeriksaan terhadap pelanggaran keamanan;
e. Membuat laporan harian dan berita acara pelaksanaan pengamanan;

10
BAB II
RANCANGAN AKTUALISASI
A. Identifikasi Isu
Dari berbagai masalah yang ada di lembaga pemasyarakatan kelas IIB Sorong saya
mengidentifikasi ada 10 isu yang bisa disampaikan, antara lain:
1. Kurang disiplinnya petugas
2. Kurang telitinya petugas saat menggeleda besukan
3. Penggeledaan blok napi atau tahanan yang masih sering diberi kebijakan
4. Kurangnya patroli saat jaga malam
5. Kreatifitas WBP yang tidak di bimbing oleh petugas
6. Pengeluaran WBP yang tidak diketahui Kalapas
7. Belum adanya peraturan dan tata ruang blok hunian narapidana
8. Kurangnya sarana prasarana
9. Waktu besukan yang tak terbatas dan ketertiban besukan
10. Pos monyet yang tidak aktif

B. Kriteria pemilihan Isu


Tabel 2.1
Kriteria pemilihan Isu APKL
Total Rangk
Kriteria Isu
Isu Nilai ing
No
A P K L
1 Kurang disiplinnya petugas 3 2 3 2 10
2 Kurang telitinya petugas saat menggeleda
besukan 2 3 3 3 11
3 Penggeledaan blok napi atau
tahanan yang masih sering di beri
kebijakan 2 2 4 3
4 kurangnya patroli saat jaga malam 4 5 4 5 18 II
5 Kreatifitas WBP yang tidak di
bimbing oleh petugas 3 3 2 3
6 Pengeluaran WBP yang tidak
diketahui Kalapas 3 4 2 3
7
Belum tertibnya peraturan tata I
ruang blok hunuian narapidana
4 5 5 5 19
8 Kurangnya sarana prasarana 3 2 3 3 11

11
9 Waktu besukan yang tak terbatas
dan ketertiban besukan 3 4 2 3 12
10 Pos monyet yang tidak aktif 5 4 4 4 17 III

Dari isu yang telah di identifikasi diatas, maka dalam kriteria pemilihan isu dilakukan
dengan menggunakan tabel APKL sebagai berikut:

Keterangan :
A : aktual
P : problematik
K : kekhalayakan
L : Layak
Rentang nilai : 5 – 1

C. Memilih Dan Menetapkan Isu


Dari hasil kriteria pemilihan isu melalui analisis tabel APKL terdapat 3 isu yang utama
yaitu:
1. Belum adanya peraturan dan tata ruang blok hunian narapidna
2. Kurangnya patroli saat jaga malam
3. Pos monyet yang tidak aktif

Tabel 2.2

Penetapan Isu berdasarkan USG sebagai berikut:

12
Kriteria
No Isu Nilai
U S G
1 Menertibkan peraturan dan tata ruang blok
5 5 5 15
hunian narapidana
2 Kurangnya patroli saat jaga malam 4 5 4 13
3 Pos monyet yang tidak aktif 4 4 4 12

Keterangan :
U : urgensi
S : serious
G : Grouth
Rentang nilai 5-1
D. Rumusan Isu
Dari hasil analisis USG maka didapatkan isu yang sangat penting untuk di selesaikan
yaitu:” menertibkan peraturan dan tata ruang blok hunian narapidana”

13
E. Rancangan Aktualisasi
Adapun rencana kegiatan serta tahapan kegiatan dan ouput/hasil yang diharapkan dalam
aktualisasi adalah sebagai berikut:

Unit kerja : Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Sorong

Identifikasi Isu : 1. Belum adanya peraturan dan tata ruang blok hunian narapidana

2. Kurangnya patroli saat jaga malam

3. Pos monyet yang tidak aktif

Isu yang diangkat : Belum adanya peraturan dan tata ruang blok hunian narapidana

Gagasan Isu : 1. Mengkoordinasikan dengan atasan

2. Persiapan awal

3. Membuat peraturan dalam blok hunian

E. Tabel Rancangan Isu


Adapun rencana kegiatan serta tahapan kegiatan dan ouput/hasil yang diharapkan dalam
aktualisasi adalah sebagai berikut:
No. Kegiata Tahapan Output / Keterkaitan
Kontribus Penguatan
n Kegiatan Hasil Substansi
i terhadap Nilai
Kegiatan Mata
Visi dan Organisasi
Pelatihan
Misi
Persiapa 1. Koord 1. Menda 1 setelah 1. Sinergi
n inasi patka .Akuntabilitas: pelaksanaa melakukan
1. kegiatan denga persetuj Tanggung n ini
menertib n uan jawab(dibut selesai koordinasi
kan kepala dari uhkan maka akan merupakan
aturan lemba Kalapas tanggung terwujud
contoh
dalam ga 2. konsep jawab untuk pelayanan
blok dan pemas pelaksa mempersiap yang sinergitas
mengecat yaraka naan, kan kegiatan maksimal dalam
ruang tan surat menertibkan kepada
didalam 2. Menya pernyat peraturan WBP. menjalankan
blok mpaik aan dan tata MISI: organisasi
hunian an kepala ruang blok secara
4.Mem
konse lembag hunian
p a narapidana ) berikan bersama
pelaks pemasy Kejelasan 2. Profesi
anaan arakata target pelayan
onal
peratu n, ( kejelasan an, Kegiatan ini
ran slogan- target termasuk
dan slogan mengenai perlind nilai
penga tentang tujuan dan ungan, profesionalit

14
wasan peratur sasaran dari dan as, dimana
menge an dan kegiatan) kegiatan
cat dokume 2. Nasionalis pemenu menertibkan
ruang ntasi me: han peraturan
didala ,dokum Kerjasama dan tata
m entasi ( adanya terhada ruang blok
blok dan kerjasama p hak- hunian
hunian jadwal dengan narapidana
narapi sosialis kepala hak dilakukan
dana asi, lembaga warga dengan baik
3. Memb sarana pemasyarak dan benar.
uat prasara atan) binaan
tabel na dan Amanah( a
pemasy
tata dokume manah
tertib ntasi, dengan arakata
dalam hasi persetujuan
blok dari kepala n dan
dan lembaga keluarg
cat pemasyarak
ruang atan ) a atau
dalam Musyawara warga
blok h( kesepakat
hunian an dengan masyar
4. Memp kepala
akat
ersiap lembaga
kan pemasyarak yang
perlen atan dalam
gkapa kegiatan berkunj
n menertibkan ung
kegiat peraturan
an dan tata
5. Melak ruang blok
sanaka hunian
n narapidana)
kegiat Cinta
an tanah
serta air(kesa
penga daran
wasan dalam
sesuai menertib
jadwal kan
yang peratura
telah n dalam
dibuat. blok
hunian )
3. Etika
publik:
Hormat,
sopan( dala
m bertemu

15
dengan
kepala
lembaga
pemasyarak
atan, dan
peraturan
yang sudah
di buat)
4. Komitmen
mutu:
Efektif
(kegiatan
menertibkan
peraturan dan
tata ruang
blok hunian
narapidana
yang
diharapkan
sesuai target
tujuan)
Efisien(kegi
atan
persiapan
sosialisasi
yang tepat
guna).
5. Anti
korupsi :
Peduli
( peduli
tentang
tugas dan
fungsi
penjaga
tahanan)
Mandiri(me
mpersiapkan
sarana
prasarana
penertiban
dan tata
ruang blok
narapidana )

2.  Pelaks 1. Berd  Dokum  Kerkaitan 7. Dengan 1. Inovasi


anaan oa entasi dengan adanya
Adanya
menert bersa penamp mata ketertiban
ibkan ma ilan pelatihan: peraturan Perubahan

16
peratur 2. Menj awal Terkait dan tata Pelayanan
an dan elask peratur dengan mata ruang blok
WBP
tata an an pelatihan hunian
ruang jadw dalam dengan narapidana dengan baik
blok al blok kegiatan lembaga
dan Benar
hunian yang dan tata sosialisasi pemasyara
narapid akan ruang ke katan 2. Active
ana dilak blok Kalapas kelas IIB
sana hunian ,diperlukan Sorong, Memberika
kan narapid nilai-nilai terkandun n pelayanan
3. Men ana dan ASN : g dalam
enent petugas Age Misi: pengecekan
ukan ,bukti nda 3 “Memban dapat
wbp dokume gun
yang ntasi 1. WOG( mu karakter menerapkan
akan penamp syawarah dan sikap
mem ilan dengan mengemb
bant akhir Kepala angkan sunguh-
u ruang seksi sikap sungguh
pelak blok (eselon IV) ketaqwaa
sana dan dan Kepala n sopan sehingga
an dokume Lembaga santun, keluhan
kegia ntasi Pemasyara dan
tan pelaksa katan kelas kejujuran Warga
4. Mela naan IIB pada diri Binaan
kuka menerti Sorong) narapidan
n bkan Pelayanan a” Pemasyarak
kegia peratur publik(dip atan (WBP)
tan an dan erlukan
mene tata prinsip dapat
rtibk ruang pelayanan terpenuhi
an blok publik
perat hunian untuk
uran narapid menghasil
dan ana kan
tata Hasil ketertiban
ruan yang WBP
g dihara dalam blok
blok pkan: hunian).
huni adanya Ag
an kepuasa enda 2
nara n dari 2. Akuntabil
pida pada itas :
na masyar Tanggung
sesua akat jawab( bert
i karena anggung
jadw pelayan jawab
al an dalam
yang ketertib melakukan
diten an dan kegiatan

17
tuka lingkun menertibka
n gan n peraturan
5. Men serta dan tata
gawa mengur ruang blok
si angnya hunian
dan tingkat narapidana
menj stres )
aga WBP. Kejelasan
serta target,
mem ( kejelasan
buat dalam
jadw penentuan
al WBP yang
piket bertugas
WBP dan waktu
pelaksanaa
n)
Kepemimp
inan
( sebagai
pengatur
dan
pengawas
pelaksanaa
n kegiatan
ketertiban)
3. Nasionalis
me:
Religius,
( sebelum
kegiatan
dilaksanak
an ada doa
pembuka)
Musyawara
h,(adanya
kesepakatan
bersama
dalam
kegiatan
menertibkan
peraturan
dan tata
ruang blok
hunian
narapidana)
Menghorma
ti keputusan
(menghorma
ti keputusan

18
tentang
pelaksanaan
kegiatan)
4. Etika
publik:
Hormat,
( sikap
hormat
antara
kepala seksi
(eselon IV)
maupun ke
kepala
lembaga
pemasyarak
atan kelas
IIB Sorong)
Sopan,
( bersikap
sopan dalam
kegiatan
musyawarah
)
Disiplin,
(ketepatan
waktu
pelaksanaan
kegiatan)
5. Komitmen
mutu:
Efektif
( adanya
peningkatan
ketertiban
peraturan
tata ruang
blok hunian
yang efektif
sesuai target
tujuan)
Efisien( pen
ggunaan
waktu, dan
bahan serta
perlengkapa
n dalam
kegiatan
menertibkan
peraturan
dan tata

19
ruang blok
hunian
narapidana
yang
efisien)
6. Anti
korupsi:
Peduli,
( peduli
akan
kebutuhan
WBP
tentang
ketertiban
dan tata
ruang yang
sesuai).

3. Membuat 1. Memp 1. rancang Hasil yang Kegiata 1. Inovasi


slogan ersiap an dan diharapkan
n Adanya
tentang kan desain :
peraturan kata- tentang dengan Merenc Perubahan
dan tata kata menerti penataan
anakan Peraturan
ruang tentan bkan slogan tentang
blok g peratur menertibkan konsep dan tata
hunian peratu an peraturan dan
peratura ruang blok
narapida ran dokume tata ruang blok
na 2. Memp ntasi hunian n dan WBP
ersiap slogan narapidana
dengan
kan pada maka tata
perlen tata diharapkan baik dan
ruang
gkapa ruang agar WBP
Benar
n yang blok lebih blok
diperl hunian menyadari akan 2. Profesiona
ukan narapid peraturan dan ,hal ini
l
3. Meran ana. tata ruang yang terkait
cang sesuai Adanya
dan Kerkaitan dengan Profesional
mende dengan Misi: dalam
sain mata penyelengg
keterti pelatihan: “Mewu araan
ban Terkait program
judkan
peratu dengan menertibka
ran kegiatan sistem n peraturan
yang dalam dan tata
diguna pelaksanaan perlaku ruang blok
kan penataan an hunian

20
4. Penata slogan humani narapidana
an tentang 3. Serius
slogan menertibkan s yang
Adanya
tentan peraturan membe
g dan tata rancangan
keterti ruang blok rikan
program
ban hunian rasa
dan narapidana yang dibuat
tata perlu adanya aman,
oleh
ruang nilai-nilai nyama
blok ASN: petugas
hunian n, dan
merupakan
narapi Age
berkea
dana nda 3 wujud dari
1.WOG( kerjas dilan
keseriusan
ama dengan
para wbp ”. sebagai
untuk
pelayan
merancang ,
mendesain , publik yang
dan menata
ingin
slogan
tentang meningkatk
menertibkan
an
peraturan dan
tata ruang pelayanan
pada blok
terhadap
hunian
narapidana). Warga
Pelayanan
Binaan
publik
( prinsip Pemasyarak
pelayanan
atan (WBP)
yang
digunakan
ketertiban
peraturan dan
tata ruang
wbp).
Age
nda 2
2. Akuntabilit
as:
Partisipatif(
keikutsertaa
n wbp untuk
melaksanak
an
kegiatan).
3. Nasionalis

21
me :
Kerjasama,
( adanya
kerjasama
antara
pegawai
dengan
warga
binaan pada
saat
melaksanak
an
kegiatan).
Menghargai
karya orang
lain( mengh
argai hasil
rancangan
dan desain
slogan yang
telah
dibuat).
Sederhana(p
enggunaan
prosedur
yang
mudah).
4. Etika
publik:
Cermat(dala
m
pelaksanaan
kegiatan
pegawai dan
wbp
memperhati
kan dengan
cermat
proses
kegiatan).
5. Komitmen
mutu :
Efektif(adan
ya
ketercapaian
target tujuan
pelaksanaan
kegiatan)
Efisien( pen
ggunaan

22
waktu sertan
bahan yang
efisien)
6. Anti
korupsi:
Tanggung
jawab,
( tanggung
jawab dalam
pelaksanaan
kegiatan)

4. Mengaw 1. Koord Dokument  Kerkaitan Kegiata 1. Transpara


asi hasil inasi asi, dan dengan
n nsi
dari denga jadwal mata
kegiatan n pelaksanaa pelatihan: pengaw Adanya
agar kepala n agar Kaitan transparan
tetap lemba tercapai antara asan ke dalam
terjaga ga tujuan kegiatan masing- pelaksanaan
peraturan pemas  Hasil penertiban dan
dan tata yaraka yang peraturan masing penyampaian
ruang tan diharap dan tata wbp program
2. Menen kan: ruang blok peraturan dan
tukan hunian dalam tata ruang blok
jadwal Dengan narapidana hunian
adanya mengel
piket ke masing- narapidana
harian pengawa masing blok ola 2. Sinergi
bagi san perlu adanya
menerti Adanya
para diharapk nilai-nilai
tampin an ASN: bkan hubungan
g peraturan
Warga Binaan
3. Melak dan tata Age peratura
sanaka ruang nda 3 n dan Pemasyarakat
n wbp
1. WOG(koor tata an (WBP)
kegiat Lapas
an kelas IIB dinasi dengan
dengan ruang
sesuai Sorong
wbp). Pegawai, dan
jadwal menjadi blok
4. Menga lebih Pelayanan Masyarakat
wasi baik dan publik hunian
kegiat teratur (prinsip narapid
an pelayanan
berlan yang ana
gsung digunakan
terkait
denga keramahan
n dalam dengan
tertib berinteraksi
dan pada saat Misi: ”

23
terken Membe
dali menertibkan
5. peraturan rikan
dan tata pelaya
ruang blok
hunian nan,
narapidana). perlind
Age ungan,
nda 2
2. Akuntabilit dan
as : pemen
tanggung
jawab, uhan
(tanggung
terhad
jawab dalam
pengawasan ap hak-
)
kepemimpin hak
an( memberi warga
contoh)
netral(dalam binaan
pengawasan pemasy
bersikap
netral) arakat
3. Nasionalis
an dan
me :
Musyawara keluarg
h( pengambi
lan jadwal a atau
dengan warga
kesepakatan
bersama masyar
pegawai dan akat
wbp)
menghargai yang
karya orang
berkun
lain( mengh
argai karya jung
yang telah
dibuat wbp) ”
4. Etika
publik:
Hormat(teta
p bersikap
hormat ke
pegawai dan
wbp)
Sopan( sopa
n dalam segi

24
komunikasi
dan sikap)
5. Komitmen
mutu:
Efisien
(ketepatan
dalam
realisasi)
Efektif(kete
patan hasil
kerja dari
wbp dan
pegawai)
6. Anti
korupsi:
peduli,
( kepedulian
dalam
membimbin
g wbp
selama
pengawasan
)
kerja
keras( kema
uan dan
daya kerja
dalam
pengawasan
)

5 Mengeva 1. Koord 1. dok Kaitan Dengan 1. Profesio


luasi inasi umenta antara mengevalu
nal
kegiatan denga si, kegiatan asi
menertib n rancang evaluasi kegiatan Kegiatan
kan kepala an dengan mata menertibk
evaluasi ini
peraturan seksi format, pelatihan, an
dan tata dan format diperlukan peraturan dinilai
ruang kepala penilaia nilai-nilai dan tata
profesional
blok lemba n, ASN: ruang blok
hunian ga dokume hunian karena
narapida pemas ntasi Age narapidana
dilakukan
na Lapas yaraka dan nda 3: yang lebih
Kelas tan hasil tertib dan dengan baik
IIB 2. Meran penilaia 1. WOG(koor teratur
2. Akuntab
Sorong cang n, dinasi antara terkait
format laporan kepala seksi dengan el
penilai kegiata dan kepala Misi:
Hasil dari
an n dan lembaga “Mewuju
3. Menge dokume pemasyarak dkan laporan

25
tik ntasi atan) sistem kegiatan ini
format Hasil Pelayanan perlakuan
merupakan
penilai yang publik humanis
an dihara (prinsip yang bentuk
4. Penilai pkan: pelayanan memberik
Pertanggungj
an dengan yang akurasi an rasa
oleh adanya dalam aman, awaban
kepala evaluas penilaian nyaman,
Penulis
seksi , i, maka oleh kepala dan
kepala tersedia seksi , berkeadil 3. 3.
lemba nya kepala an.
Transparan
ga penilaia lembaga
pemas n akan pemasyarak Dalam
yaraka ketertib atan. 3. Mem
evaluasi
tan, an wbp bang
dan , juga Age kegiatan
masya ruang nda 2: un
diperlukan
rakat blok 2. Akuntabilit kara
5. Lapor hunian as: Transparansi
an dapat Tanggung kter
dalam
kegiat tertata jawab dan
an dengan (tanggung menyampaik
6. Melap baik jawab dalam men
an hasil
orkan kegiatan
gem
hasil evaluasi) laporan
kegiat Jujur bang kepada
an (kejujuran
dalam kan pimpinan
penilaian sikap 4. Konsekuen
dan
pelaporan) keta Adanya hasil
Transparan( qwaa evaluasi dari
penilaian
yang n rangkaian
transparan)
sopa awal hingga
Adil( keadil
an dalam n akhir
pemberian
sant kegiatan
nilai)
3. Nasionalis un, merupakan
me :
dan bentuk
Menghorma
ti keputusan, kejuj konsekuensi
(menghargai
yang pantas
keputusan uran
dari penilai) diterima
pada
Musyawara
penulis
h( musyawa diri
rah dalam sebagai
pemberian nara
masukan/
26
nilai) pida saran
4. Etika
publik : na
cermat,
(cermat
dalam
pemberian
nilai dan
pelaporan)
5. Komitmen
mutu:
orientasi
mutu,(dari
hasil
evaluasi
ada
pencapaian
standar
mutu)
efektif
(efektif
dalam
penilaian
dan
pelaporan)
efisien( pros
edur
pelaporanda
n penilaian
yang
efisien)
6. Anti
korupsi :
Peduli
(kepedulian
ke pegawai
dalam
pemberian
saran setelah
eveluasi).

27
E. JADWAL KEGIATAN
Kegitan-kegiatan pemecahan Isu dilakukan selama tahap aktualisasi
(habituasi) dari tanggal 1Agustus hingga 27 November 2018, jadwal
kegiatan tersebut dapat dilihat pada tabel ini.
NO Kegiatan Jadwal aktualisasi Targ

Agust Sept Okt Nov

1 Melakukan kordinasi kepada atasan


2 Penetapan jadwal pelaksanaan kegiatan
3 penetapan rangkaian pelaksanaan penertiban
peraturan dan tata ruang blok hunian
narapidana
4 Pelaksanaan kegiatan
5 evaluasi

28

Anda mungkin juga menyukai