Anda di halaman 1dari 11

PROPOSAL BISNIS

Kerajinan Makrame “3 in 1 craft bag”


Pemanfaatan tali kur, sisa kancing, dan benang sulam sebagai
bahan dasar pembuatan set kerajinan produk makrame.
(Sebagai upaya melestarikan kerajinan makrame yang sudah mulai kurang
diminati oleh para remaja di Jakarta saat ini)

Disusun oleh :
JAK (Jefri, Anandhiya, Khoula)

SMA NEGERI 1 JAKARTA


2020
(Proposal dan konten dilindungi hak cipta, dilarang mengkopi isi baik sebagian
maupun keseluruhan karya tulis ilmiah tanpa seijin tim atas nama SMA Negeri 1
Jakarta)
BAB 1
PENDAHULUAN
Nama Perusahaan : JAK-マクラメ (Makurame)
Bidang Usaha : Kerajinan tangan
Jenis Produk : 3 in 1 craft bag (2 tas, 1 dompet + jam tangan)
Alamat Perusahaan : Jl. Kepu Timur Gang Mantri II No.9
Nomor Telepon : 089637525129

A. Identifikasi Peluang Bisnis


Kerajinan makrame merupakan salah satu kerajinan yang belum banyak dikenal
masyarakat sehingga bisnis yang meliputi bidang ini masih sedikit oleh karena itu faktor ini
akan memberikan kami peluang untuk menggapai pelanggan seluas mungkin baik secara
offline maupun online. Kami berencana untuk membuat set 3 in 1 craft bag yang terdiri atas
2 buah tas, 1 dompet dan bonus jam tangan yang dalam proses pembuatannya
mengaplikasikan teknik makrame.
Dari sepengamatan kami produk kerajinan makrame yang beredar di masyarakat saat ini
bersifat monoton dan kurang menarik sehingga kurang dapat menarik minat masyarakat.
Produk makrame memiliki fungsi yang berbeda dari produk yang telah beredar di pasaran
saat ini, tidak hanya memiliki nilai hias sedangkan produk kami juga menawarkan nilai guna
dan hias sekaligus.

B. Penjelasan Produk
Dalam membuat kerajinan makrame dibutuhkan keterampilan, ketelatenan juga yang
paling utama kesabaran. Faktor-faktor itulah yang membuat masyarakat luas menjadi tidak
tertarik menjadikan kerajinan makrame sebagai produk wirausaha, nyatanya apabila sudah
dikerjakan hal itu tidak terlalu memberatkan.
Berikut langkah-langkah cara membuat makrame :
1. Ambil dua string tali kur dengan panjang ±2 m. Kemudian, lipat bagian tengah
tali menjadi dua bagian seperti pada gambar. Beri nomor untuk panduan,
misalnya, nomor 1,2,3, dan 4 pada tali kur dari sebelah kiri ke bagian kanan.
2. Ambil tali bernomor 4 dan tarik ke bagian belakang
3. Letakkan tali nomor 1 di bagian belakang tali nomor 4
4. Ambil tali nomor 1 dan kunci dengan memasukkan ke dalam lubang depan
(lubang hasil dari tali nomor 3 dan nomor 4)
5. Tarik tali nomor 1 ke kiri, kemudian gunakan tali nomor 4 untuk menguncinya
dengan melipatnya ke kanan dan memasukkannya ke lubang bagian belakang.
6. Tarik dan ikat dengan kuat sampai menjadi pangkal 'kepala'. Semakin besar tas
yang ingin dibuat, maka akan semakin banyak pangkal kepala yang dibutuhkan.
7. Kemudian, untuk menyambungkan pangkal 'kepala' tersebut menjadi anyaman
tas, lakukan sama persis seperti langkah-langkah di atas. Pastikan tali telah diikat
dengan kencang.
8. Selanjutnya, pada tahap ini hanya perlu membuat rajutan yang berulang sebanyak
mungkin untuk kemudian digabungkan menjadi tas.

C. Latar Belakang Bisnis


Dalam seiringnya waktu kerajinan makrame sudah mulai dilupakan oleh masyarakat,
diikuti juga dengan banyaknya limbah plastik yang menjadi penyumbang terbesar sampah di
dunia. Tanpa kita sadari sampah kancing pun juga merupakan sampah plastik. Dengan
faktor-faktor ini kami pun mendapatkan ide untuk mengolah kembali sampah kancing
dengan menggunakannya di produk kerajinan makrame kami.
Kurangnya jumlah wirausahawan dalam bidang ini juga memicu kami, hal ini sangat
berdampak positif bagi kami karena ini berarti kami bisa menjadi pelopor dan jangkauan
pelanggan kami akan sangat luas.

D. Visi dan Misi


 Visi :
Melestarikan kerajinan makrame dengan mengembangkan variasi-variasi baru dalam
kerajinan makrame kepada masyarakat luas khususnya generasi muda.
 Misi :
1. Membuat kerajinan makrame bisa dikenal oleh masyarakat
2. Memperkenalkan kegenerasi muda bahwa kerajinan makrame dapat digunakan
sebagai pelengkap pakaian
3. Membuat kerajinan makrame yang memiliki beraneka ragam motif dan variasi
sehingga dapat menumbuhkan minat para generasi muda
4. Memasarkan produk ini secara offline dan online

E. Tujuan
Memperkenalkan kerajinan makrame kepada masyarakat Indonesia juga sebagai bentuk
usaha menjaga kelestariannya. Kami juga menargetkan agar produk kami bisa menjadi salah
satu bagian dari ekonomi kreatif Indonesia. Kami sangat berharap dengan adanya inovasi-
inovasi yang kami buat akan mendukung ekonomi kreatif Indonesia agar semakin maju.

F. Potensi Bisnis
Produk ini memiliki peluang bisnis yang cukup menjanjikan apalagi bila diingat masih
sedikitnya jumlah wirausahawan yang menggeluti bidang ini memberikan kami peluang
untuk menggapai pelanggan seluas, sejauh dan sebanyak mungkin.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Analisis SWOT
1. Faktor Internal
1) Strength (Kekuatan)
a. Peluang pasar sudah diperkirakan karena kurangnya wirausaha dalam bidang ini
bisa dikatakan kami akan menggapai pelanggan yang cukup luas
b. Bahan baku melimpah karena sangat mudah menemukan tempat yang menjual tali
kur dengan harga terjangkau
c. Kancing yang kami gunakan merupakan kancing daur ulang dari baju-baju lama
yang sudah tidak dikenakan sehingga secara tidak langsung kami sudah
mengurangi limbah plastik
d. Merupakan produk lokal yang kami adaptasi dari luar, dikarenakan produk kami
yang masih kurang dikenal masyarakat dengan ini kami cukup yakin bahwa ini
akan menarik perhatian masyakarat

2) Weakness (Kelemahan)
a. Karena belum banyak orang yang tau tentang kerajinan ini, kebanyakan dari
masyarakat lebih memilih untuk membeli tas-tas atau kerajinan yang sudah
mereka kenali
b. Proses pembuatan kerajinan ini memakan waktu yang cukup lama,sehingga hasil
produksinya cukup terbatas dalam skala waktu tertentu

2. Faktor Eksternal
1) Opportunities (Peluang)
a. Jumlah wirausahawan yang masih sedikit dalam bidang ini memberikan kami
kesempatan untuk menjangkau pelanggan seluas mungkin
b. Munculnya variasi-variasi baru yang kami buat akan menarik perhatian
masyarakat

2) Threats (Ancaman)
Kurangnya pengetahuan masyarakat tentang kerajianan ini akan menyebabkan
konsep ‘pandang sebelah mata’ di dalam masyarakat namun memperkenalkan
kerajinan ini kepada masyarakat Indonesia merupakan bagian dari visi misi kami.
B. Perencanaan Bisnis
1. Sasaran dan Target Pasar
No. Target pemasaran Harga Jual Persentase penjualan

1. Turis 20%

2. Remaja 40%

3. Masyarakat umum 40%

Target pasar berdasarkan segmentasi pasar yang telah kami tentukan maka yang menjadi
target pasar utama produk kami ialah masyarakat dan remaja. Melalui peluang ini kami akan
memperdagangkan produk kami secara maksimal baik online maupun offline sehingga
diharapkan akan memperoleh laba maksimum.

2. Pembiayaan
1. Biaya tetap (Fixed cost)
Nama Harga Jumlah Harga Total
barang satuan
Jam tangan Rp. 15.000 1 Rp. 15.000 Rp. 15.000

Benang Rp. 3.500 17 m Rp. 200 Rp. 7.000


sulam
Tali kur Rp. 48.000 40 m Rp. 1.200 Rp. 144.000

Rantai Rp. 2.000 1 set Rp. 2.000 RP. 4.000

Besi pengait Rp. 2.000 6 pcs Rp. 300 Rp. 2.000

Kardus Rp. 2.000 1 pcs Rp. 2.000 Rp. 2.000

Kertas kado Rp. 8.000 4 lmbr Rp. 2.000 Rp. 8.000

Total Rp. 182.000

2. Biaya dan harga per unit


 Biaya tetap yang dibutuhkan untuk 1 kali produksi adalah Rp. 182.000
 Total biaya produksi yang dikeluarkan per produksi adalah Rp. 182.000
 Harga jual per set : Rp. 200.000
 Harga jual tas besar : Rp. 100.000
 Harga jual tas kecil : Rp. 75.000
 Harga jual dompet : Rp. 35.000

3. Modal Awal
 Modal awal = Rp. 182.000

4. Analisis Keuntungan
 Pendapatan
 Total biaya produksi dalam 1 kali produksi : Rp. 182.000
 Keuntungan = Pendapatan – total biaya produksi
= Rp. 200.000 – Rp. 182.000
= Rp. 18.000
Jadi, keuntungan yang diperoleh dengan menjual 1 set 3 in 1 craft bag adalah Rp.
18.000

5. Pengembalian modal
Total biaya produksi : keuntungan = Rp. 182.000 : Rp 18.000
= 11 kali produksi (minimal)
Jadi modal akan kembali dalam jangka waktu 11 kali produksi.

C. Bentuk produk
1. Tas besar
2. Tas kecil

3. Dompet

4. Jam tangan (bonus setiap pembelian per set)

D. Studi Kelayakan
1. Lokasi
Pembuatan kerajinan makrame ini dilakukan di Jalan Kepu timur Gang Mantri II
No. 9B.
2. Sarana dan Prasarana
Kami memanfaatkan media sosial seperti instagram, twitter, tiktok dan sebagai
lainnya dalam mempromosikan produk kerajinan makrame kami.

3. Sumber Daya Manusia


Untuk usaha awal, sumber daya manusia yang tersedia terdiri dari 3 orang yang
bertanggung jawab sebagai manager, penanggung jawab, produksi dan bagian pemasaran.
Setiap sumber daya manusia yang kami memiliki keahlian di bidangnya masing-masing.
Sehingga diharapkan dapat menjaga kualitas produk, memberikan pelayanan yang baik
kepada konsumen, dan mampu bersaing di pasaran.

E. Real Business Plan


1. Rencana Manajemen
1. Strategi Pemasaran
Kurangnya jumlah wirausahawan yang menggeluti bidang ini sangat
menguntungkan kami yang akan memudahkan kami menggapai pelanggan. Kami akan
membuka toko secara offline dan online oleh karena itu diharapkan kami akan mendapat
keuntungan maksimum. Dalam menggapai hal ini kami perlu masyarakat mengetahui
tentang keberadaan toko dan produk kami. Untuk itu, kami telah menyusun strategi
pemasaran.
a. Pengembangan produk
Tidak hanya kerajinan makrame biasa yang biasanya hanya memiliki fungsi hias
produk kami memiliki fungsi nilai guna karena produk kami berupa tas, dompet dan jam
tangan yang memiliki nilai guna.
b. Pengembangan wilayah pemasaran
Area pemasaran utama adalah warga SMA Negeri 1 Jakarta juga di sekitar daerah
tempat tinggal kami. Produk makrame kami akan menambah mode fesyen baru di dunia
mode. Dengan adanya inovasi produk kami, diharapkan akan terus berkembangnya
produk lokal buatan masyarakat Indonesia.
c. Kegiatan promosi
Dikarenakan adanya pandemi dan kewajiban berdiam diri di dalam rumah kami
akan memaksimalkan platform media sosial untuk mempromosikan toko dan produk
kami.

2. Strategi Produksi
Kami memproduksi kerajinan makrame yang cukup berbeda dari di pasaran.
Kami juga memberikaan varian warna yang akan menarik perhatian pelanggan. Kami
berusaha menciptakan suatu pembaharuan di dunia mode.
3. Strategi Penetapan Harga
Harga merupakan suatu variabel yang mempunyai peranan penting dalam dunia
bisnis. Harga menunjukkan level dari suatu produk juga menjadi acuan tentang
bagaimana produk itu seharusnya bila dilihat dari harganya. Harga yang kami tawarkan,
kami sesuaikan dengan sasaran kami dan sebisa mungkin membuat produk berkualitas
tinggi dengan harga yang terjangkau.

4. Rencana Pengembangan Produksi


a. Memperluas wawasan dibidang seni kerajinan tangan
b. Menemukan dan menciptakan inovasi-inovasi baru dalam seni kerajinan tangan
terutama makrame
c. Meningkatkan produksi
d. Analisis resiko usaha dan antisipasinya.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Makrame adalah bentuk suatu kerajinan simpul-menyimpul dengan menggarap
rangkaian benang pada awal atau akhir suatu hasil tenunan, dengan membuat berbagai
simpul pada rantai benang tersebut sehingga terbentuk aneka rumbai dan jumbai. Produk
kami ini bertujuan untuk melestarikan kerajinan makrame dengan mengembangkan
variasi-variasi baru dalam kerajinan makrame kepada masyarakat luas khususnya
generasi muda.
B. Saran
Produk kami mengutamakan aspek-aspek keindahan dan kenyaman dalam
pengunaanya.hal itu membedakan produk kerajinan makrame kami dengan produk
kerajinan makrame lain yang lebih berfokus kepada fungsi hias. Oleh karena itu
keterampilan dan keahlian dalam mengolah kerajinan makrame cukup mengambil peran
yang besar dalam proses produksi.

Anda mungkin juga menyukai