Anda di halaman 1dari 10

10 jenis ikan konsumsi :

1. Ikan Mujair

Bentuk ikan mujair terlihat sederhana, pipih, hitam keabu-abuan, dengan panjang maksimum
40 cm. Namun, daging ikan mujair sangat gurih untuk dimasak. Durinya juga tidak terlalu
banyak.

Ikan air tawar ini terkenal dengan gizinya, terutama karena kaya fosfor. Cara mengolah ikan
mujair cukup mudah bisa hanya digoreng kering dimakan bersama sambal terasi, atau
dipesmol bumbu kuning yang akan menambah selera makan anda.

2. Ikan Lele

Bertubuh licin dan panjang yang semakin mengecil ke arah ekor, lele memiliki ciri khas
tersendiri yakni kumis yang panjang. Meski ukurannya termasuk kecil, lele disukai banyak
orang karena rasanya yang gurih dan dagingnya yang lembut. Harganya juga relatif murah
dibanding ikan air tawar lainnya.

Selain digoreng dan disajikan bersama sambel menjadi pecel lele, ikan ini juga dapat dimasak
menjadi mangut lele atau dibakar dengan bumbu kecap.

3. Ikan Gurame
Salah satu ikan paling populer di Indonesia adalah gurame. Harga ikan gurame cenderung
lebih mahal dan ikan air tawar jenis ini biasanya banyak disajikan di restoran. Namun harga
yang dipatok sesuai dengan ukurannya yang besar dan dapat dinikmati beramai-ramai hingga
4-6 orang.

Ciri fisik ikan gurame adalah bentuknya yang pipih melebar, sisik yang besar dan rapat, serta
berwarna cokelat muda. Ikan gurame memiliki daging sangat padat. Durinya berukuran besar
dan hanya terdapat di tengah badannya, sehingga mudah untuk memilahnya.

Salah satu resep paling populer untuk ikan ini adalah gurame asam manis, yang lengkap
dengan potongan nanas dan saus tomatnya yang berlimpah. Nikmatnya tiada dua, apalagi
dinikmati bersama-sama keluarga ataupun kerabat.

4. Ikan Mas

Ikan mas ini ada yang dikategorikan sebagai ikan hias dan ada pula yang dikonsumsi.
Bentuknya tegak pipih, bersisik normal, dan sirip memanjang. Tekstur ikan mas yang lembut
membuat ikan air tawar yang satu ini cocok diolah menjadi pepes ikan mas atau gulai kepala
ikan mas.

Tapi hati-hati ketika mengkonsumsi ikan ini. Meskipun gurih dan lezat, namun harus teliti
dalam memisahkan duri-durinya yang sangat halus, dan berjumlah banyak hingga ke dalam
lapisan dagingnya.

5. Ikan Patin
Patin merupakan sekelompok ikan berkumis dan masih satu keluarga dengan ikan lele.
Tekstur luar badannya juga hampir mirip yakni basah dan berlendir, daginya juga lembut
seperti lele.

Lemak tak jenuh yang terdapat pada patin mencapai 50% dari total keseluruhan nilai gizi
yang terkandung di dalam ikan patin. Selain itu, ikan patin juga mengandung DHA dan
Omega 3 yang tinggi. Jadi, sangat cocok dikonsumsi oleh anak-anak, ibu hamil, dan orang
tua.

Ikan patin biasanya diolah menjadi sup ikan yang lezat dan sangat bermanfaat bagi anak-anak
balita atau jika anda ingin sensasi yang lebih, dapat mengolahnya menjadi gulai ikan patin.

6. Ikan Bawal

Ikan Bawal memiliki warna campuran antara hitam dan oranye, yang membuat ikan
berbentuk pipih dan lebar ini nampak berbeda dari ikan lainnya. Harganya juga cukup
terjangkau.

Ikan bawal memiliki daging yang cukup tebal,  dengan banyak duri halus di tubuhnya, jadi
hati-hati saat mengonsumsinya, ya.  Ikan bawal sangat nikmat jika dibakar bumbu kecap atau
tumis bumbu tauco dengan irisan cabai.

7. Ikan Nila
Ikan nila hampir mirip dengan ikan mujair, memiliki tubuh berukuran sedang dengan panjang
maksimal 30 cm, dan berwarna hitam keabuan. Ikan ini paling mudah dibudidayakan sebab
pertumbuhannya sangat cepat.

Fakta unik dari ikan nila setelah kawin adalah ia (induk betina) memiliki kebiasaan
mengulum telur-telur yang telah dibuahi di dalam rongga mulutnya. Perilaku ini disebut
mouth breeder (pengeram telur dalam mulut).

Ingin menikmati olahan ikan nila yang berbeda? Coba ditumis tauco saja, dengan
ditambahkan irisan cabai yang banyak, dijamin pedas asam manis ikan nila akan memberikan
sensasi berbeda di lidah Anda.

8. Ikan Belut

Kecil-kecil cabai rawit, sebutan ini cocok bagi ikan belut yang bentuknya kecil-kecil tapi
sangat licin dan lincah dengan sirip ekor memanjang dan tidak memiliki tulang rusuk. Daging
belut terkenal dengan tekturnya yang lembut dan gurih yang khas.

Ingin menyantap belut yang kaya akan gizi? Goreng kering saja menggunakan tepung krispi
juga enak, lho. Dijamin renyah dan gurih ditambah sepiring nasi hangat.

9. Ikan Gabus
Ikan gabus biasa hidup di sungai, rawa dan danau dengan bentuk tubuh yang lumayan besar
dan memiliki kepala hampir mirip seperti ular, serta warna tubuh hitam keabuan dipenuhi
dengan bercak putih.

Berbeda dengan ikan lainnya, ikan gabus mampu bernafas langsung di udara, makanya
jangan heran jika menemukan ia di daratan dan masih bertahan hidup.

Ikan gabus biasanya akan diawetkan dengan cara diasinkan dan dikeringkan. Ikan asin  gabus
ini sangat nikmat karena berdaging tebal, oleh sebab itu harganya pun cukup mahal.

10. Ikan Sidat

Dilihat dari bentuknya, sepintas ikan ini hampir mirip dengan belut namun memiliki
perbedaan pada bentuk ekor dan kepala yang cenderung pipih dan melebar, dibandingkan
ikan belut yang meruncing.
10 jemis ikan konsumsi :

1. Ikan Tongkol

Ikan tongkol mudah diperoleh karena ikan tersebut menyebar di seluruh pantai Indonesia.
Ikan tongkol berasal dari jenis ikan scombried (ikan pelagis) yang hidup membentuk
gerombolan.

Ikan tongkol berwarna agak gelap dan langsing, panjang ikan tongkol rata-rata sekitar 60 cm.
Bagian punggung tongkol berwarna biru gelap metalik dengan pola garis-garis. Tongkol lebih
banyak dikonsumsi masyarakat Jawa dan Sumatera.

Selain digoreng, ikan tongkol mudah ditemui dengan olahan gulai, cabe hijau, rica hingga
pindang asem.

2. Ikan Cakalang

Cakalang memiliki warna lebih terang dibanding tongkol, sehingga sering disebut “tongkol
putih”. Perbedaan utamanya terletak pada bentukan badannya yang lebih gemuk dibanding
tongkol.

Warnanya biru keunguan hingga gelap. Cakalang merupakan santapan favorit Sulawesi dan
Maluku. Cakalang rica-rica suwir sering ditemukan di wilayah ini, mulai dari bubur manado
sampai dengan nasi kuning Ambon.

3. Ikan Tuna
Indonesia merupakan salah satu penghasil ikan tuna  terbesar di dunia. Tuna dikenal memiliki
nilai komersial tinggi karena berukuran besar. Tuna dewasa beratnya mulai 35 hingga 350
kilogram. Daging tuna biasanya berwarna merah muda ke merah.

Tuna segar selain untuk sushi dan sashimi, juga sering diolah dengan bumbu balado, kuah
kuning, saus teriyaki, saus tiram, sup, hingga tongseng. Tuna juga termasuk paling mudah
dicari olahannya seperti baso, abon, ikan kering, atau dikalengkan dengan mayonnaise.

4. Ikan Teri

Walau biasanya berukuran kecil, ikan teri memiliki banyak manfaat. Ikan teri disebut-sebut
bagus untuk kesehatan jantung, tulang dan mengatur gula darah karena tinggi kandungan
kalsium, asam lemak omega 3 dan rendah kandungan lemak jenuh serta karbohidratnya.

Teri bisa ditemui dalam kondisi kering, basah maupun diasinkan. Baca selengkapnya disini
mengenai alasan kamu harus banyak mengonsumsi ikan teri basah. Tetapi kandungan
kalsium dan fosfornya lebih banyak terdapat pada ikan teri kering tawar.

Ikan teri sangat terkenal dengan olahan sambal atau kacang. Ikan teri juga sering ditemukan
dalam pepes, botok atau sayur daun singkong.

5. Ikan Kakap
Terdapat dua jenis ikan kakap, kakap merah (Red Snapper) dan kakap putih (White Seabass).
Sekalipun sama-sama bernama kakap, kedua ikan ini berasal dari suku ikan yang berbeda.

Kakap merah disebut-sebut sebagai favorit dari chef profesional karena mudah
dipadupadankan dengan aneka bumbu dan dagingnya yang tebal serta duri yang mengumpul
di tengah. Cita rasanya juga lebih kuat dibanding kakap putih. Selain dikenal dengan olahan
gulai kepala kakap, kakap juga sering disajikan untuk sup atau ikan bakar.

6. Ikan Kembung

Berasal dari keluarga yang sama dengan ikan tongkol, tuna, dan cakalang, ikan kembung ini
berukuran lebih kecil dibandingkan yang lainnya. Namun secara harga, ikan kembung ini
jauh lebih murah. Selain digoreng, ikan kembung sering diolah tim sambal matah, pepes dan
pesmol.

7. Ikan Makarel
Ikan yang sering ditemui di supermarket dalam bentuk kalengan ini juga berasal dari keluarga
yang sama dengan kembung. Ikan yang lebih banyak tinggal di laut dalam ini, dikenal dengan
kandungan asam lemak omega 3 dan omega 6 yang tinggi.

Ikan makarel memiliki tubuh langsing dengan bentuk menyerupai silinder dan berwarna
keperakan seperti tuna, walau dengan ukuran jauh lebih kecil. Sebagian literatur menyebut, di
beberapa negara makarel tidak spesifik pada satu jenis ikan tetapi bisa juga mencakup
tenggiri dan kembung.

Selain diolah dengan bumbu saos tomat, cabe dan bawang seperti sarden, makarel bisa diolah
menjadi rica-rica, sambal balado, atau pepes.

8. Ikan Baronang

Ikan ini merupakan ikan laut dangkal pemakan tumbuh-tumbuhan. Dikenal sebagai ikan
Samadar di Maluku dan Biawas di Jawa Tengah, panjang baronang dewasa mencapai 20-45
cm. Bentuk tubuhnya melebar dan memipih dengan sisik-sisik kecil sesuai jenisnya.
Beberapa jenis baronang di antaranya baronang tompel, angin, susu, batik, kea-kea dan lada.

Yang perlu menjadi perhatian yaitu punggung ikan baronang dilengkapi duri tajam beracun
yang tertanam di bawah kulit. Racun dari duri ini tidak mematikan tetapi bisa menimbulkan
keracunan cukup parah. Sekalipun berduri, daging ikan baronang cukup aman dikonsumsi.

Daging Baronang yang dibakar bahkan disebut para pemancing lebih sedap dibanding kakap
merah. Selain dibakar, ikan baronang bisa dimasak dengan bumbu pepes, rica, saus asam
manis, bumbu kuning, atau diolah menjadi nugget atau schotel.

9. Ikan Tenggiri
Lagi-lagi dari keluarga yang sama dengan tuna dan kembung, olahan ikan tenggiri ini
mungkin yang paling terkenal di Indonesia bahkan sudah menjadi komoditas ekspor. Tenggiri
dewasa umumnya berukuran memanjang walau kurang dari 1 meter. Ada pula juga tenggiri
Melayu yang panjangnya bisa lebih dari 2 meter.

Ada banyak sekali makanan khas Indonesia yang menggunakan ikan tenggiri sebagai bahan
dasarnya. Seperti pempek, tekwan, tahu bakso ikan, kerupuk, kemplang, siomay, dan otak-
otak. Tenggiri juga sedap dimasak dengan bumbu lempah khas Bangka Belitung (baca
selengkapnya disini mengenai lezatnya cita rasa lempah khas Babel), gulai, tauco, pindang
atau saos tomat.

Berikut ini beberapa resep pempek dan siomay yang paling populer :

 Pempek kapal selam, hidangan favorit sepanjang masa


 Pempek kulit, hidangan favorit kedua dengan sensasi gurih nan krispi
 Siomay seafood jamur, siomay kukus klasik nan nikmat
 Siomay bandung, nikmat dengan siraman saus kacang

10. Ikan Belanak

Ikan ini merupakan ikan yang hidup di laut tropis dan sub-tropis. Dengan bentuk memanjang
dan pipih, fisik ikan belanak sekilas mirip dengan bandeng. Ikan ini juga dikenal sebagai
salah satu ikan laut yang ekonomis dengan harga yang sangat terjangkau. Tekstur daging ikan
belanak ini sedikit keras jika digoreng.

Ikan belanak goreng sedap dimakan dengan sambal dabu-dabu. Ikan ini juga dikenal dengan
olahan tim, pepes kemangi, bumbu acar dan bumbu bali.