Anda di halaman 1dari 3

TUGAS DASAR-DASAR ILMU TANAH

OLEH

NAMA : WAHDINI NUR AMINI


NIM : G01191081

KELAS : DASAR-DASAR ILMU TANAH G

PROGRAM STUDI AGROTEKNOLOGI


FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS HASANUDDIN
MAKASSAR
2019
Ordo Tanah

1. Entisol, tanah entisol merupakan tanah yang masih sangat muda, yaitu baru dalam proses
tingkat permulaan dalam perkembangannya, (Kata Ent berarti recent atau baru). Entisol
dicirikan oleh bahan mineral tanah yang belum membentuk horison pedogenik yang
nyata. Entisol terjadi di bagian lapisan atmosfer di daerah dengan bahan induk dari
pengendapan matrial baru atau di daerah-daerah tempat laju erosi atau pengendapan
lebih cepat daripada laju perkembangan tanah.
2. Inceptisol, tanah inceptisol ini merupakan suatu jenis tanah muda yang juga termasuk ke
dalam jenis tanah mineral. Sedangkan yang dimaksud tanah mineral merupakan tanah
yang memiliki kandungan bahan organik kurang dari 20% atau memiliki lapisan bahan
organik yang ketebalannya kurang dari 30 cm sehingga membuat tekstur tanahnya
menjadi ringan.
3. Alfisol, tanah alfisol yaitu tanah-tanah yang menyebar di daerah-daerah semiarid (beriklim
kering sedang) sampai daerah tropis (lembap).Tanah ini terbentuk dari proses-proses pelapukan,
serta telah mengalami pencucian mineral liat dan unsur-unsur lainnya dari bagian lapisan
permukaan ke bagian subsoilnya (lapisan tanah bagian bawah), yang merupakan bagian yang
menyuplai air dan unsur hara untuk tanaman. Tanah ini cukup produktif untuk pengembangan
berbagai komoditas tanaman pertanian mulai tanaman pangan, hortikultura, dan perkebunan.
Tingkat kesuburannya (secara kimiawi) tergolong baik.
4. Ultisol, Tanah Ultisol yaitu tanah yang memiliki kemasaman kurang dari 5,5 sesuai
dengan sifat kimia, komponen kimia tanahnya yang berperan terbesar dalam menentukan
sifat dan ciri tanah umumnya pada kesuburan tanah. Nilai pH yang mendekati minimum
dapat ditemui sampai pada kedalaman beberapa cm dari batuan yang utuh (belum
melapuk). Tanah Ultisol umumnya mempunyai nilai kejenuhan basa < 35%, karena
batas ini merupakan salah satu syarat untuk klasifikasi Tanah Ultisol menurut Soil
Taxonomy.
5. Oxisol, tanah oxisol merupakan tanah tua yang telah mengalami pelapukan tingkat
lanjut sehingga mineral mudah lapuknya tinggal sedikit. Tanah ini memiliki kandungan
liat yang tinggi tetapi tidak aktif sehingga kapasitas tukar kation (KTK) nya rendah.
Tanah oxisol ini didominasi oleh mineral-mineral dengan aktivitas yang rendah, seperti
kwarsa, kaolin, unsur hara rendah, mengandung oksida-oksida besi dan oksida Al yang
tinggi .Tanah ini tidak cukup jelas menunjukkan batas-batas horison. g. Tanah oxisol
mengalami perkembangan di daerah tropis dan sub tropis dengan lingkungan yang
memiliki suhu dan surah hujan tinggi.
6. Spodosol, tanah spodosol merupakan tanah mineral yang mempunyai horizon spodik,
suatu horizon dalam dengan akumulasi bahan organic, dan oksidasi aluminium (Al)
dengan atau tanpa oksidasi besi (Fe). Horizon iluvial ini dijumpai dibawah horizon
eluviasi, biasanya suatu horizon albik (berwarna merah muda, dengan demikian
memadai bila disebut abu kayu). Umumnya terbentuk diwilayah iklim humid, dibawah
vegetasi hutan basah dan berkembang dari bahan endapan dan batuan sediment kaya
kuarsa yang dipercepat oleh adanya vegetasi yang menghasilkan serasah asam.
7. Mollisol, tanah yang termasuk ordo Mollisol merupakan tanah dengan tebal epipedon
lebih dari 18 cm yang berwarna hitam (gelap), kandungan bahan organik lebih dari 1%,
kejenuhan basa lebih dari 50%. Agregasi tanah baik, sehingga tanah tidak keras bila
kering. Kata Mollisol berasal dari kata Mollis yang berarti lunak. Padanan dengan sistem
kalsifikasi lama adalah termasuk tanah Chernozem, Brunize4m, Rendzina, dll.
8. Aridisol, tanah Aridisol terbentuk dalam iklim kering atau semi-kering. Tanah aridisol
mendominasi padang pasir dan semak belukar, yang menempati sekitar sepertiga dari
permukaan bumi. Aridisol memiliki konsentrasi bahan organik yang sangat rendah, yang
mencerminkan kurangnya produksi vegetatif pada tanah kering ini. Kekurangan air
adalah karakteristik utama Aridisols.
9. Vertisol, tanah vertisol merupakan salah satu order tanah yang memiliki beberapa
kondisi sifat fisik yang tidak dikehendaki baik dari segi pertanian maupun teknik. Salah
satu kondisi sifat fisik tersebut adalah kemampuannya untuk mengembang dan mengerut
secara intensif yang menyebabkan tanah tersebut tidak stabil. Pengembangan tanah
menyebabkan tanah mudah terdispersi dan pori-pori tanah tersumbat, sehingga
permeabilitas tanahnya menjadi rendah. Tanah Vertisol memiliki kapasitas tukar kation
dan kejenuhan basa yang tinggi.
10. Histosol, tanah histosol merupakan tanah yang mengandung bahan organik tinggi dan
tidak mengalami permafrost. Kebanyakan selalu dalam keadaan tergenang sepanjang
tahun, atau telah didrainase oleh manusia. Histosol biasa disebut sebagai gambut.
Terbentuk dari sisa-sisa tumbuhan, sampah hutan, atau lumut yang cepat membusuk
yang terdekomposisi dan terendapkan dalam air. Penggunaan Histosol paling ekstensif
adalah sebagai lahan pertanian, terutama untuk tanaman sayur-sayuran seperti buncis,
kacang panjang, bayam, dan lain-lain
11. Andisol, Tanah Andisol adalah tanah yang berwarna hitam kelam, sangat sarang (very
porous) mengandung bahan organik dan lempung (Silt) tipe amorf, terutama alofan. Ciri
morfologinya, horizon Al yang tebal berwarna kelam, coklat sampai hitam, sangat
porous, sangat gembur, tak liat, tak lekat, struktur remah atau granular, terasa berminyak
karena mengandung bahan organik 8-30% dengan pH 4,5-6.
12. Gelisol, Gelisol adalah tanah yang terbentuk dalam lingkungan permafrost (lingkungan
yang sangat dingin). Tanah jenis ini dinamakan gelisol karena terbentuk dari material
gelic. Gelic adalah campuran dari bahan mineral dan organik tanah yang tersegresi es
pada lapisan yang aktif. Tanah jenis ini membeku pada ketebalan 100-200 cm dari
permukaan tanah. 

Anda mungkin juga menyukai