Anda di halaman 1dari 113

LAPORAN HASIL PRAKTIK PELAYANAN ASUHAN KEPERAWATAN

KOMUNITAS FOKUS PADA MASALAH KESIAPAN MENINGKATKAN


MANAJEMEN KESEHATAN DI DESA BEJIRUYUNG KECAMATAN
SEMPOR KABUPATEN KEBUMEN

Disusun Oleh :

1. Arif Bagas S. 11. Ali Mufti Hisbulloh 22. Adwitya Galuh


2. M. Khabib Rozul 12. Aminatun chasanah 23. Amelia Onesti
3. Anggie Nur S. 13. Eva Restiana 24. Dian Nisa P
4. Dela Gustia Rahma 14. Dewi Mustika S. 25. Elverda Avisa N.
5. Wahyu Rizki A. 15. Novita Purnama P. 26. Hanifah
6. Evi Suwarsih 16. Novita Putri U. 27. Khoirul Umam
7. Tuhfah Faridatunisa 17. Rahmat Risma D. 28. Kurnia Yeni A.
8. Nur Iffany C. 18. Rahmawati 29. Salma Putri R.
9. Re Aulia 19. Tri Wahyuni 30. Siti Nur Jana
10. Riski Nur Khasanah 20. Verren Dita 31. Wahyu Adi S.
21. Zain Zamron Z.

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN PROFESI NERS


STIKES MUHAMMADIYAH GOMBONG
TAHUN AJARAN 2020

i
HALAMAN PENGESAHAN

LAPORAN HASIL PRAKTIK PELAYANAN ASUHAN KEPERAWATAN


KOMUNITAS FOKUS PADA MASALAH KESIAPAN MENINGKATKAN
MANAJEMEN KESEHATAN DI RW 01 DAN 02 DI DESA BEJIRUYUNG
KECAMATAN SEMPOR KABUPATEN KEBUMEN

Disusun Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Stase Komunitas Dalam


Menyelesaikan Program Studi Pendidikan Profesi Ners

Pada tanggal : Sabtu, 17 Oktober 2020

Mengesahkan,

1. Pembimbing Lapangan I
Eny Retno, P,S Kep., MM. ( )

2. Pembimbing Lapangan II
Hartono, S. Kep., Ners. ( )

3. Pembimbing Klinik I
Marsito, M. Kep., Sp. Kom. ( )

4. Pembimbing Klinik II
Rina Saraswati, M. Kep. ( )

5. Pembimbing Klinik III


Ernawati, M. Kep. ( )

ii
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kita panjatkan kehadiran Allah SWT berkat rahmat dan
karunia-NYA penulis dapat menyelesaikan laporan ini dengan judul “Laporan
Hasil Praktik Pelayanan Asuhan Keperawatan Komunitas Fokus Pada Masalah
Kesiapan Meningkatkan Manajemen Kesehatan Di Rw 01 Dan 02 Di Desa
Bejiruyung Kecamatan Sempor Kabupaten Kebumen”. Shalawat serta salam tetap
curahkan kepada junjungan Nabi Besar Muhammad SAW sehingga penulis
mendapatkan kemudahan dalam menyelesaikan laporan ini. Sehubungan dengan
itu, penulis menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada :

1. Pembimbing Lapangan I (Eni Retno, S.Kep., MPH).


2. Pembimbing Lapangan II (Hartono, S. Kep., Ners).
3. Pembimbing Klinik I (Marsito, M. Kep., Sp. Kom).
4. Pembimbing Klinik II (Rina Saraswati, M. Kep)
5. Pembimbing Klinik III (Ernawati, M. Kep )
6. Teman-teman gelombang 4 yang sudah bekerja sama dalam
penyusunan laporan Stase Komunitas ini.

Selesainya laporan tidak terlepas dari peran dan bantuan dari banyak
pihak. Oleh karena itu penulis berkenaan untuk menyampaikan ucapan
terimakasih kepada pihak yang telah membantu kami dalam memberikan data
maupun yang telah membimbing dan mengarahkan penulis dalam menyusun
laporan ini.

Bejiruyung, 17 Oktober 2020

(Tim Penulis)

iii
iv
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas wilayah yang
berwenang yang berwenang untuk mengatur dan mengurus urusan
pemerintahan, kepentingan masyarakat, hak asal usul, dan/atau hak
tradisional yang diakui dan dihormati dalam sistem pemerintahan Negara
Republik Indonesia merupakan defisini dari desa (Amin, 2015). Desa
Bejiruyung merupakan desa yang berada di Kecamatan Sempor Kabupaten
Kebumen Provinsi Jawa Tengah, yang terdiri dari 4 RW (Rumah Warga) dan
16 RT (Rumah Tangga). Di wilayah kecamatan Sempor terdapat tempat
wisata yang bernama Waduk Sempor yang merupakan tempat yang dapat
digunakan untuk menampung air saat terjadi kelebihan air atau musim
penghujan, sehingga air itu dapat dimanfaatkan pada musim kemarau dan
juga digunakan untuk pembangkit listrik.
Kesehatan masyarakat adalah ilmu dan seni untuk mencegah penyakit,
memperpanjang hidup dan meningkatkan kesehatan. Usaha-usaha
pengorganisasian masyarakat untuk meningkatkan sanitasi lingkungan,
mengendalikan infeksi menular, pendidikan secara individu dalam hal
hygiene peroranga, pelayanan medis, dan perawatan untuk tercapainya
diagnosis dan terapi pencegahan penyakit (Notoatmodjo, 2011). Kesehatan
masyarakat memiliki 2 aspek teoritis (ilmu atau akademik) dan praktis
(aplikatif). Dari aspek teoritis kesehatan masyarakat harus didasarkan pada
temuan-temuan (Evident Based) hasil kajian ilmiah (penelitian). Sebaliknya
kesehatan masyarakat juga harus terapan (applied) artinya hasil-hasil studi
kesehatan masyarakat harus mempunyai manfaat bagi pengembangan
program (Ryadi, 2016).
Keperawatan adalah salah satu bagian integral dari pelayanan kesehatan
di Indonesia, memiliki kontribusi yang nyata dalam pembangunan kesehatan
terutama dalam mendukung kebijakan pemerintah (Asmadi, 2016). Dalam
rangka mewujudkan derajat kesehatan masyarakat, berbagai upaya kesehatan

1
telah dilakukan. Salah satu upaya kesehatan tersebut adalah pelayanan
kesehatan melalui Puskesmas sebagai tempat rujukan. Dalam rangka turut
serta mendukung kegiatan yang ada di masyarakat tentang kesehatan tersebut
maka Program Pendidikan Profesi Ners Stikes Muhammadiyah Gombong
melaksanakan Praktik Keperawatan Komunitas (Jaji, 2012). Praktik
keperawatan komunitas juga merupakan suatu bentuk pengembangan dari
praktik klinik keperawatan bagi mahasiswaa. Dipilihnya desa Bejiruyung
kecamatan Sempor sebagai tempat keperawatan komunitas karena untuk
membantu menyelesaikan masalah-masalah yang berada didesa bejiruyung.
B. Tujuan
a. Tujuan umum
Mahasiswa mampu memberikan asuhan keperawatan komunitas dan
keluarga sesuai konsep dan teori keperawatan komunitas
1) Mahasiswa mengidentifikasi data yang diperlukan
2) Mahasiswa mengumpulkan data dengan menggunakan metode
yang sesuai
3) Mahasiswa mampu menentukan masalah kesehatan dan masalah
keperawatan
4) Mahasiswa menetapkan prioritas kebutuhan kesehatan dan masalah
kesehatan
C. Manfaat Praktik
1) Dapat menerapkan ilmu pengetahuan keperawatan, khususnya
keperawatan komunitas
2) Dapat bekerja sama dengan masyarakat menemukan masalah
kesehatan serta pemecahan masalah
3) Dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat tentang arti pentingnya
kesehatan secara individu, keluarga, kelompok dan masyarakat.
D. Waktu pelaksanaan praktik
Pelaksanaan praktik keperawatan komunitas dimulai tanggal 27 September
sampai 14 November 2020

2
E. Tempat pelaksanaan praktik
Praktik keperawatan komunitas ditempatkan di Desa Bejiruyung,
Kecamatan Sempor, Kabupaten Kebumen.

3
BAB II

TINJAUAN TEORI

A. Konsep Komunitas dan Kesehatan Masyarakat


1. Konsep Komunitas
Komunitas atau masyarakat adalah kumpulan orang yang hidup
bersama di suatu daerah atau lokasi, membentuk budaya dan selain
beri nteraksi satu dengan yang lainnya, bersifat continue serta terikat
oleh identitas Bersama (Stanphoe & Lanchaster, 2016). Komunitas
sebagai suatu kelompok sosial yang ditentukan oleh batas-batas
wilayah, nilai-nilai keyakinan dan minat yang sama, sertaada rasa
saling mengenal dan interaksi antara anggota masyarakat yang satu
dan yang lainnya. Menurut Sumijatun (2006) komunitas (community)
adalah sekelompok masyarakat yang mempunyai persamaan nilai
(values), perhatian (interest) yang merupakan kelompok khusus den
ganbatas-batasgeografi yang jelas, dengan norma dan nilai yang telah
melembaga.
Berdasarkan definisi di atas dapat disimpulkan bahwa suatu
komunitas merupakan suatu kelompok sosial yang dapat dinyatakan
sebagai masyaarakat setempat, suatu kelompok yang bertempat tinggal
dalam suatu wilayah tertentu dengan batas-batas tertentu pula dimana
kelompok itu dapat memenuhi kebutuhan hidup dan di lingkup oleh
perasaan kelompok serta interaksi yang lebih besar diantara
anggotanya.
2. Kesehatan Masyarakat
Kesehatan masyarakat adalah suatu bidang ilmu kesehatan
yang mempelajari tentang cara bagaimana memberdayakan masyarakat
agar mereka mampu memelihara dan meningkat kan derajat kesehatan
di lingkungan tempat tinggal mereka (Medika, 2013). Kesehatan
masyarakat adalah keadaan seimbang yang dinamis, yang dipengaruhi
oleh factor genetik, lingkungan dan pola hidup sehari-hari seperti

4
makan, minum, seks, kerja, istirahat hingga pengelolaan kehidupan
emosional. Status kesehatan tersebut menjadi rusak apabila keadaan
keseimbangan terganggu, tetapi kebanyakan kerusakan pada periode -
periode awal bukannlah kerusakan yang serius jika orang mau
menyadarinya ( santoso,2012).
B. Konsep Keperawatan komunitas
Konsep keperawatan komunitas adalah area pelayanan keperawatan
profesional yang diberikan secara holistik(Biu-psiko-sosio-spiritual) dan
difokuskan pada kelompok resiko tinggi yang bertua meningkatkan
derajad kesehatan melalui upaya promotif, prefentif,tanpa mengabaikna
kuratif dan rehabilitatif dengan melibatkan komunitas sebagai mitra dalam
menyelesaikan masalah(Riasmini dkk,2017).
Praktik keperawatan komunitas adalah sintesis praktik keperawatan dan
praktik kesehatan masyarakat, diaplikasikan dalam peningkatan dan
pemeliharaan kesehatan (populasi), menggunakan ilmu yang berasal dari
keperawatan, sosial, dan kesehatan masyarakat(stanhope&
Lancaster,2016). Lungkup praktik keperawatan komunitas adalah
generalis dan spesialis. Praktik keperawatan bertujuan memberikan asuhan
keperawatn komunitas dasar (basic comunity) dengan sasaran individu,
keluarga,kelompok untuk beberapa aspek keterampilan dasar (Beginning
Skil). Sedangkan praktik keperawatan spesialis bertujuan memberikan
asuhan keperawatan komunitas lanjut(Advensut Nurshing comunity)
dengan sasaran kelompok (Agregrat) dan masyarakat serta masalah
individu dan keluarga yang kompleks.
C. Peran Perawat Komunitas
Menurut (widianto,2014), ada beberapa elemen perawat komunitas antara
lain :
1. Care Provider
Pemberian asuhan keperawatan peran perawat sebagai care provider
ditunjukan kepada individu, keluarga,kelompok, dan masyarakat
berupa asuhan keperawatn masyarakat yang utuh (holistic) serta

5
berkesinambungan (komprehensif). Asuhan keperawatan dapat
diberikan secara langsung maupun secara tidak langsung pada berbagai
tatananan kesehatan meliputi pukesmas, ruang rawat inap pukesmas,
pukesmas pembantu, pukesmas keliling, sekolah, panti,posyandu dan
keluarga.
2. Conselor
Peran sebagai konselor melakukan konseling keperawatan sebagai
usaha memecahkan masalah secara efektif. Pemberian konseling dapat
dilakukan dengan individu, keluarga, kelompok dan masyarakat.
3. Educator
Mengajar adalah merujuk kepada aktifitas dimana seorang guru
membantu murid untuk belajar.
a. Dilakukan kepada klien atau keluarga, tim kesehatan lain baik
secara sepotan pada saat interaksi maupun formal.
b. Membantu klien mempertinggi pengetahuan dalam
meliningkatkan kesehatan.
c. Dasar pelaksanaan adalah intervensi dalam proses keperawatan.
4. Colaborator
Peran sebagai kolaborator pearwat disini dilakukan karena perawat
bekrja melalui tim kesehatan yang terdiri dari dokter, fisioterapis, ahli
gizi, dan lain-lain dengan berupaya mengidentifikasi pelayanan
keperawtan yang diperlukan termasuk diskusi atau tuker pendapat
dalam penentuan bentuk pelayanan selanjutnya untuk mempercepat
penyembuhan klien.
5. Coordinator
Memenui asuhan keperawtan secara efektif, efisien dan
menguntungkan klien. Pengaturan waktu dan seluruh aktifitas atau
penanganan pada klien menggunakan keterampilan perawat.
6. Change Agent(Pembawa Perubahan )
Pembawa perubahan adalah seseorang yang berinisiatif mebantu orang
lain membuat perubahan pada dirinya atau pada sistem.

6
Menidentifiaksi masalah, mengkaji motifasi pasien dan membantu
klien berubah, menunjukkan aternated, menggali kemungkinan hasil
dan aternatif, mengkaji sumber daya dan menunjukkan peran
pembantu, membina, dan mempertahankan hubungan.
D. Asuhan Keperawatan Komunitas
Asuhan keperawatan komunitas merupakan suatu bentuk pelayanan
keperawatan profesional yang merupakan bagian integral dari proses
keperawatan yang berdasarkan pada ilmu keperawatan, yang ditunjukan
langsung kepada masyarakat dengan menekankan pada kelompok resiko
tinggi dalam upaya pencapaian derajat kesehatan yang optimal melalui
upaya peningkatan kesehatan, pencegahan penyakit, serta pengobatan dan
rehabilitasi. Proses asuhan keperawatan komunitas adalah metode asuhan
yang bersifat alamiah, sistematis, dinamis, kontinue dan berkeinambungan
dalam rangka pencegahan masalah kesehatan dari klien individu, keluarga,
serta kelompok melalui tahapan pengkajian, menentukan diagnosis,
perencanaan, pelaksanaan intervensi dan evaluasi keperawatan
(Standhopel & Landchaster, 2016).
1) Pengkajian keperawatan komunitas
Pengkajian komunitas dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor
yang mempengaruhi status kesehatan masyarakat (Andersonn & Mc.
Farlane, 2011). Pengkajian komunitas dilakukan dengan
mengaplikasikan beberapa teori dan konsep model keperawatan yang
relevan. Informasi atau data ini dapat diperoleh secara langsung atau
tidak langsung di komunitas.
2) Jenis Data Komunitas
Dalam pengkajian komunitas ada beberapa data yang perlu
dikumpulkan yang meliputi data:
a. Data inti komunitas
Terdiri dari: sejarah atau riwayat, demografi, tipe keluarga, status
perkawinan, statistik vital, nilai-nilai dan keyakinan, dan agama.
b. Data subsistem komunitas

7
Meliputi: lingkungan fisik, pelayanan kesehatan dan sosial,
ekonomi, transportasi dan keamanan, politik dan pemerintahan,
komunikasi, pendidikan dan rekreasi.

c. Data persepsi
Meliputi: persepsi masyarakat, persepsi perawat, absensi sekolah,
industri dan perusahaan, secara internasional. Data yang
dikumpulkan dalam pengkajian keperawatan komunitas dapat
diperoleh dengan metode wawancara, angket, observasi dan
pemeriksaan setelah data terkumpul, analisis data komunitas dapat
dilakukan dengan beberapa tahap yaitu, katagorisasi, ringkasan,
perbandingan, dan kesimpulan.
3) Analisa data
Analisa data merupakan kemampuan kognitif dalam pengembangan
daya berfikir dan penalaran yang dipengaruhi oleh latar belakang ilmu
dan pengetahuan, pengalaman, dan pengertian keperawatan dalam
melakukan analisa data diperlukan kemampuan mengkaitkan data dan
menghubungkan data tersebut dengan konsep teori dan prinsip yang
relevan untuk membuat kesimpulan dalam menentukan masalah
kesehatan dalam keperawatan.
4) Diagnosis keperawatan
Diagnosis keperawatan adalah penilaian klinis mengenai pengalaman
atau respon individu, keluarga, atau komunitas terhadap masalah
kesehatan yang aktual atau potensial. Dignosis keperawatan
memberikan dasar pemilihan intervensi keperawatan memberi dasar
pemilihan intervensi keperawatan untuk mencapai hasil akhir sehingga
perawat menjadi akuntabel NANDA (Nort American Nursing
Diagnosis Association), 2012).
5) Perencanaan keperawatan komunitas
Perencanaan yang disusun dalam keperawatan kesehatan komunitas
orientasi pada promosi kesehatan, pencegahan penyakit, pemeliharaan

8
kesehatan dan manajemen krisis dalam menyusun perencanaan
keperawatan kesehatan komunitas melalui langkah-langkah sebagai
berikut:
a) Menetapkan prioritas
b) Menetapkan sasaran (Goal)
c) Menetapkan tujuan (objektive)
d) Menetapkan rencana intervensi
6) Implementasi keperawatan komunitas
Implementasi merupakan tahap kegiatan selanjutnya setelah
perencanaan kegiatan keperawatan komunitas dalam proses
keperawatan komunitas. Fokus pada tahap implementasi adalah
bagaimana mencapai sasaran dan tujuan yang telah ditetapkan
sebelumnya. Hal yang sangat penting dalam implementasi
keperawatan kesehatan komunitas adalah melakukan berbagai tindakan
yang berupa promosi kesehatan, memelihara kesehatan/mengatasi
kondisi tidak sehat, mencegah penyakit, dan dampak pemulihan. Pada
tahap implementasi ini perawat tetap fokus pada program kesehatan
masyarakat yang telah ditetapkan pada tahap perencanaan. Tahap
implementasi keperawatan diantaranya proses kelompok, promosi
kesehatan, dan kemitraan (patnership).
7) Evaluasi keperawatan komunitas
Evaluasi adalah suatu proses untuk membuat penilaian secara
sistematis mengenai suatu kebijakan, program dan kegiatan
berdasarkan informasi dan hasil analisis dibandingkan terhadap
relevansi, keefektifan biaya, dan keberhasilanya untuk keperluan
pemangku kepentingan

9
BAB III

TINJAUAN KASUS

A. Data Inti Komunitas


1. Profile Kecamatan Sempor
Sempor adalah sebuah kecamatan di kabupaten kebumen
provinsi Jawa Tengah Indonesia Raya, kecamatan sempor terletak di
sebelah barat laut dari kota kebumen. Jarak kecamatan sempor dari
kota kebumen 29 KM, luas wilayah 138,4 KM dan jumlah
penduduknya 58.681 jiwa (laki-laki 29.069 jiwa, perempuan 29.612
jiwa). Kecamatan sempor terdiri dari 16 desa 74 Rw dan 368 Rt. Pusat
pemerintahan kecamatan sempor berada didesa bejiruyung. Kecamatan
sempor terdiri dari 16 desa diantaranya Bejiruyung, Bonosari,
Donorejo, Jati Negara, Kalibeji, Kedungjati, Kedungwringin, Kenteng,
Pekuncen, Sampang, Selokerto, Semali, Sempor, Sidoharum,
Somagede, Tunjungseto.
Kecamatan sempor memiliki kondisi geogravis berupa lembah
dan perbukitan yang termasuk bagian dari pegunungan Serayu selatan.
Ketinggian rata-rata kecamatan Sempor adalah 140 MDPL. Puncak
tertingginya adalah gunung wadas putih yang memiliki ketinggian 654
MDPL yang berada diperbatasan desa Sampang dengan kecamatan
Rowokele. Sebagian penduduk kecamatan Sempor berprofesi sebagai
buruh, petani, ibu rumah tangga, wiraswasta dan PNS. Umumnya
penduduk usia produktif pergi merantau ke kota-kota besar. Mayoritas
masyarakatnya beragama Islam.
2. Profil Desa Bejiruyung
Desa Bejiruyung merupakan desa yang berada di Kecamatan
Sempor Kabupaten Kebumen Jawa Tengah. Kode Desa/Kelurahan
3305182005. Desa ini memiliki luas wilayah226 hektar, koordinat

10
bujur 109.511842, koordinat lintang -7,576697, ketinggian diatas
permukaan laut 49 meter.Jumlah penduduk Desa Bejiruyung bulan
Januari 2020 dengan total 3.442 jiwa dimana terdiri dari laki-laki
dengan total 1.748 jiwa, perempuan dengan total 1694 jiwa, usia 0-6
tahun 357 jiwa, usia 7-12 tahun 298 jiwa, usia 13-15 tahun 152 jiwa,
16-18 tahun 155 jiwa.
a. Struktur Organisasi Desa Bejiruyung
1. Kepala Desa : Sofingi S.Pd.I
2. Sekretaris Desa : Muchtarudin
3. Kepala Urusan Tata Usaha dan Umum : Muchlasin
4. Kepala Urusan Keuangan : Suharso
5. Kepala Urusan Perencanaan : Heppi Awaludin
6. Kepala Seksi Pemerintahan : Siti Khamimatus
7. Kepala Seksi Kesejahteraan : Rachmat
8. Kepala Seksi Pelayanan : Salaman
9. Kepala Wilayah Dusun I : Maryanto
10. Kepala Wilayah Dusun II : Sairan
11. Kepala Wilayah Dusun III : Rokhim
12. Kepala Dusun IV : Misrun
b. Pelayanan Posyandu
1. Kesehatan Anak
2. Pemberian PMT
3. Penimbangan Bayi
4. Pemberian Imunisasi
5. Pemeriksaan Ibu Hamil
6. Pemeriksaan Lansia
7. Pemberian Vitamin A
8. Cegah Tangkal Stunting
c. Pelatihan Ideologi
1) Pelatihan dan Simulasi
a. Pemandam Kebakaran

11
b. Pencurian dan Kerusuhan
c. Pengamanan Pemilu
d. Bencana Alam
2) Penyuluhan Ideologi
a. Stimulisi PKBN Pokja 1 TP PKK
b. Forum Kemitraan Posisi dan Masyarakat
c. FORUM Tiga Pilar
3) Penyuluhan Hukum
a. Penyuluhan Kadarkum tentang KDRT
b. Penyuluhan Bahaya NAPZA
4) Keagamaan
a. Majelis Pengajian
b. TPQ
c. Idul Qurban
d. Kataman AL-Quran
e. Madrasah
f. Gebyar Romadhon
d. Seni Budaya
a) Jamjeneng
b) Rebana
c) Karawitan
e. BUMDES
a) Kerja sama pelayanan BNI Laku Pandai:
1. Penyaluran BPNT
2. Transaksi Online Perbankan
b) Kerja sama kemitraan dengan UKM di desa dalam pemberian
modal usaha
f. UKM
a) Kripik Singkong
b) Bedug Kulit
c) Kripik Singkong

12
d) Kue Serabi
e) Molen Pisang
f) Penjahit Flanel
g) Golak Gaplek
g. Paguyuban Kelembagaan Desa ‘’RUKUN SANTOSA’’
Rt, Rw, LKMD,BPD, Limnas, Pemdes, Karang Taruna, Tomas dan
Toga, GBB (Gerakan bejiruyung Bersedekah), Ambulance Desa,
Santunan Warga.
h. Transportasi yang dimiliki Desa Bejiruyung
1. Dua Mobil ambulance Desa
2. Satu Mobil Transportasi Desa
3. Batas Wilayah Desa Bejiruyung

Blok 1 : Sawah Diewak dan Kluwihan, jln kluwihan, Masjid AL


Hanif, Petritisan
Blok 2 : Masjid Al Mubarokhah dan Tegal Kotak
Blok 3 : Masjid Al ikhlas
Blok 4 : Makam, Karang Malang, Masjid Al ikhlas, Masjid Al
Huda, Gumeng dan Kantor desa kantor Dikpora

Blok 5 : Sawah Karang Sambeng dan sawah KUD


Blok 6 : Pelumbon, Sawah Pelumbon, Gn. Pertepan dan Gn
Mahameru dan makan desa Sidayu
Blok 7 : Sawah Grembel, Makam, Karang sambeng, masjid
Baitul Hidayah, Masjid baitul Mutaqin, sawah lor desa
dan lapangan tembak.

Blok 8 : Blimbing, Sawah Sipucung dan SDN 2 Bejiruyung

Blok 9 : Blimbing, sawah Sigayam, sawah Siwedi dan sawah


Isumur

Blok 10 : Masjid Baiturahim, kemujan, jalan karang turi dan


sawah silaban

Blok 11 : Sawah Prumpung


Blok 12 : Sawah Sigumuk, sawah Ampel, sawah Si bule, SDN 1
Bejiruyung dan jalan Kaligandu

Blok 14 : Masjid Baiturahman dan Gumeng dan sawah ampel.

13
4. Demografi Desa Bejiruyung
Desa Bejiruyung Terbagi Menjadi 4 Dusun
Dusun 1 : Gumeng dan Karang Malang
Dusun 2 : Karang Malang, Tegal Kotak Dan Kluwihan
Dusun 3 : Karangsambeng Blimbing Dan Karang Turi
Dusun 4 : Blimbing

B. HASIL TABULASI DESA BEJIRUYUNG


Diagram 1.1 Jenis Kelamin warga desa Bejiruyung (N=240)

Berdasarkan diagram 1.1 dari hasil penkajian di desa bejiruyung


didapatkan hasil tabulasi pengkajian jenis kelamin di desa Bejiruyung
didapatkan data angka 240 KK, yang terbagi menjadi jenis kelamin
perempuan 50 KK (20,8%) dan laki-laki 190 KK (79,2%).
Diagram 1.2 Usia KK (N=240)

14
Berdasarkan hasil diagram 1.2 diatas dapat dijelaskan dengan hasil
tabulasi pengkajian usia di desa Bejiruyung digolongkan berdasarkan usia
17-25 tahun ada 1 (0,4%) KK, usia 26-35 tahun ada 24 (10%) KK, usia 36-
45 tahun ada 52 (21,7%) KK, usia lebih dari 46 tahun ada 164 (68,3%) KK.
Masalah kependudukan yang mungkin muncul di desa Bejiruyung adalah
adanya masalah kesehatan pada lansia.

Diagram 1.3 Agama penduduk desa Bejiruyung (N=240)

Berdasarkan diagram 1.3 dari hasil penkajian di desa bejiruyung


hasil tabulasi pengkajian Agama di desa Bejiruyung mayoritas beragama
muslim dengan jumlah 238 (99,2%) KK, dan untuk non-muslim 2 (0,8%)
KK.
Diagram 1.4 Suku penduduk desa Bejiruyung (N=240)

15
Berdasarkan Diagram 1.4 hasil tabulasi dari pengkajian latar belakan
suku masyarakat di Desa Bejiruyung terdapat 232 (98,7%) KK suku jawa, 5
(2,1%) KK suku sunda, 2 (0,8%) suku Betawi, 2 (0,8%) suku lainnya.

Diagram 1.5 Pendidikan terakhir KK desa Bejuruyung (N=240)

Berdasarkan Diagram 1.5 dari hasil penkajian di desa bejiruyung


didapatkan hasil tabulasi pengkajian jenis kelamin di desa Bejiruyung, hasil
tabulasi pengkajian Pendidikan terakhir didapatkan 13 (5,4%) KK tidak
sekolah, 99 (41,3%) KK dengan Pendidikan terakhir SD, 53 (22,1%) KK
dengan Pendidikan terakhir SMP/sederajat, 45 (27,1%) KK dengan

16
Pendidikan terakhir SMA/sederajat, dan 11 (4,6%) KK dengan Pendidikan
terakhir perguruan tinggi.
Diagram 1.6 Pekerjaan warga desa Bejiruyung (N=240)

Berdasarkan Diagram 1.6 dari hasil penkajian di desa bejiruyung


didapatkan hasil tabulasi pengkajian jenis kelamin di desa Bejiruyung, hasil
tabulasi pengakajian untuk pekerjaan di Desa Bejuruyung sebanyak 136
(56,7%) KK bekerja Buruh, 57 (23,8%) lain-lain, 31 (12,9%) wiraswasta,
dan 17 (7,1%) pegawai. Dapat disimpulkan sebagai besar KK di desa
Bejiruyung bekerja Buruh.

Diagram 1.7 Kebiasaan berobat warga desa Bejiruyung (N=240)

Berdasarkan Diagram 1.7 dari hasil penkajian di desa bejiruyung


didapatkan hasil tabulasi pengkajian jenis kelamin di desa Bejiruyung hasil
tabulasi pengkajian kebiasaan berobat masyarakat di desa bejiruyung terdapat
1 (0,4%) KK berobat di Dukun, 7 (2,9%) KK berobat di PKD, 186 (77,5%)

17
KK berobat di Puskesmas/RS, 56 (23,3%) berobat di Dokter/Bidan/Perawat
Praktek.
Diagram 1.8 Perilaku yang mempengaruhi Kesehatan warga desa
Bejiruyung (N=240)

Perilaku yang mempengaruhi Kesehatan warga desa

tidak ada

lainnya

minum alkohol

pergaulan bebas

0 50 100 150 200 250 300

Berdasarkan Diagram 1.8 dari hasil penkajian di desa bejiruyung


didapatkan hasil tabulasi pengkajian jenis kelamin di desa Bejiruyung hasil
tabulasi pengkajian perilaku yang mempengaruhi Kesehatan pada masyarakat
di Desa bejiruyung terdapat 240 KK (100%) tidak ada perilaku yang dapat
mempengaruhi kesehatan masyarakat desa

Tabel 1.9 Penyakit 3 bulan terakhir (N=240)


No Penyakit Jumlah
1 Asma 6
2 Hipertensi 69
3 Diabetes 19
4 Hepatitis 4

Berdasarkan tabel 1.9 hasil penkajian di desa Bejiruyung dari


pengakuan masyarakat bahwa penyakit 3 bulan terakhir ini menderita Asma 6
orang, Hipertensi 69 orang, Diabetes 19 orang, Hepatitis 4 orang.

Diagram 1.10 Jenis sumber air (N=239)

18
Berdasarkan Diagram 1.10 dari hasil pengkajian di desa Bejiruyung
hasil tabulasi pengkajian jenis sumber air yang di gunakan masyarakat di
Desa Bejiruyung terdapat 11 (4,6%) KK menggunakan PDAM, 32 (13,4%)
KK menggunakan Sumur pompa, 144 (60,3%) KK mengguakan sumur gali,
56 (23,4%) KK menggunakan suur bor, 1 (0,4%) KK menggunakan mata air
Diagram 1.11 Jenis pembuangan air limbah (N=239)

Berdasarkan Diagram 1.11 dari hasil pengkajian di desa Bejiruyung


hasil tabulasi pengkajian untuk jenis pembuangan air limbah di got
sebanyak 68 (28,5%) KK, di sungai 22 (9,2%) KK, di selokan 93 (38,9%)
KK, di buang sembarangan 10 (4,2%) KK, dan di Bak penampungan
sebanyak 49 (20,5%) KK.
Diagram 1.12 Jarak septiteng dengan sumber air. (N=240)

19
Berdasarkan Diagram 1.12 dari hasil pengkajian di desa Bejiruyung
hasil tabulasi pengkajian untuk jarak antara sepiteng dengan sumber air
lebih dari 10 meter ditempat tinggal masyarakat Desa Bejiruyung terdapat
196 (82.7%) KK sudah berjarak lebih dari 10 meter, dan 41 (17.3%) KK
jarak antara sepiteng dan sember air kurang dari 10 meter.

Diagram 1.13 Tempat pembuangan sampah warga desa Bejiruyung


(N=240)

Berdasarkan Diagram 1.13 dari hasil pengkajian di desa Bejiruyung


hasil tabulasi pengkajian membuang sampah pada tempatnya di Desa
Bejiruyung terdapat 68 (28,3%) KK selalu membuang sampah pada
tempatnya, 104 (43,3%) KK sering membuang sampah pada tempatnya, 69
(28,7%) kadang-kadang membuang sampah pada tempatnya.

20
Diagram 1.14 Pengelolaan sampah dikeluara warga desa Bejiruyung
(N=240)

Berdasarkan Diagram 1.14 dari hasil penkajian di desa bejiruyung


didapatkan hasil tabulasi pengkajian jenis kelamin di desa Bejiruyung hasil
tabulasi pengkajian untuk pengelolaan sampah dikeluarga Desa Bejiruyung
sebanyak 172 (71,7%) KK dibakar, 9 (3,8%) KK ditimbun, 28 (11,7%) KK
dibuang dikali, dan 37 (15,4%) KK di tong sampah.
Diagram 1.15 Kendang ternak warga desa Bejiruyung (N=240)

Berdasarkan Diagram 1.15 dari hasil pengkajian di desa Bejiruyung


hasil tabulasi pengkajian keluarga yang mempunyai kandang ternak di Desa
Bejiruyung sebayak 139 (58,9%) KK mempunyai kandang ternak, dan 97
(41,1%) KK tidak mempunyai kendang ternak.
Diagram 1.16 Jarak Kandang ternak dengan sumber air warga desa
Bejiruyung (N=197)

21
Berdasarkan Diagram 1.16 dari hasil pengkajian di desa Bejiruyung
hasil tabulasi pengkajian jarak kandang dengan sumber air di Desa
Bejiruyung sebanyak 76 (38,6%) KK kurang dari 10 meter, dan 121
(61,4%) KK lebih dari 10 meter.
Diagram 1.17 Ventilasi rumah warga desa Bejiruyung (N=239)

Berdasarkan Diagram 1.17 dari hasil pengkajian di desa Bejiruyung


hasil tabulasi pengkajian ventilasi atau jendela dirumah masyarakat Desa
Bejiruyung sebanyak 85 (35,6%) KK selalu dibuka, 97 (40,6%) KK sering
dibuka, 56 (23,4%) KK kadang-kadang dibuka, dan 1 (0,4%) KK tidak
pernah dibuka.

Diagram 1.18 Menjaga kebersihan rumah warga desa Bejiruyung


(N=239)

22
Berdasarkan Diagram 1.18 dari hasil pengkajian di desa Bejiruyung
hasil tabulasi pengkajian menjaga kebersihan rumah di Desa Bejiruyung
sebanyak 96 (40%) KK selalu menjaga kebersihan rumah, 123 ( 51,2%) KK
sering menjaga kebersihan rumah, 22 (9,2%) KK kadang-kadang menjaga
kebersihan rumah.

Diagram 1.19 Kegiatan bersih-bersi desa warga desa Bejiruyung


(N=239)

Berdasarkan Diagram 1.19 dari hasil pengkajian di desa Bejiruyung


hasil tabulasi pengkajian kegiatan bersih-bersih di desa Bejiruyung
sebanyak 60 (25,1%) KK mengatakan selalu dilakukan, 126 (52,7%) KK
sering dilakukan, 54 (22,6%) KK jarang dilakukan, dan 4 (1,7%) KK tidak
pernah dilakukan.
Diagram 1.20 Bantuan dari desa warga desa Bejiruyung (N=240)

23
Berdasarkan Diagram 1.20 dari hasil pengkajian di desa Bejiruyung
hasil tabulasi pengkajian untuk mendapatkan bantuan dari pemerintah di
Desa Bejiruyung sebanyak 92 (38,3%) KK kadang-kadang, 77 (32,1%) KK
sering, 50 (20,8%) KK tidak pernah, dan 22 (9,2%) KKselalu mendapatkan
bantuan dari pemerintah. Dapat disimpulkan warga desa Bejiruyung mampu
sehingga tidak perlu bantuan dari pemerintah.

Diagram 1.21 Kriminalitas di lingkungan desa bejiruyung warga


desa Bejiruyung (N=240)

Berdasarkan Diagram 1.21 dari hasil pengkajian di desa Bejiruyung


hasil tabulasi pengakjian lingkungan terjadi krimialitas di Desa Bejiruyung
didapatkan 230 (95,8%) KK tidak pernah, 7 (2,9%) KK kadang-kadang, 3
(1,3) KKsering, dan 1 (0,4%) selalu. Dapat disimpukan tidak ada masalah
keamanan lingkungan.

24
Diagram 1.22 Kejadian bencana alam tanah longsor warga desa
Bejiruyung (N=240)

Berdasarkan Diagram 1.22 dari hasil pengkajian di desa Bejiruyung


hasil tabulasi pengakajian lingkungan sering terjadi longsor di Desa
Bejiruyung sebanyak 232 (96,7%) KK tidak pernah, 8 (3,3%) KK kadang-
kadang, dan 0 (0%) KK mengatakan tidak pernah terjadi longsong. Dapat
disimpulan tidak ada masalah tanah longsor.

Diagram 1.23 Siskamling desa warga desa Bejiruyung (N=240)

Berdasarkan Diagram 1.23 dari hasil pengkajian di desa Bejiruyung


hasil tabulasi pengakajian pelaksanaan siskamling di Desa Bejiruyung
didapatkan sebanyak 95 (39,6%) KK sering, 73(30,4%) KK selalu, 39
(16,3%) KK kadang-kadang, dan 33 (13,8%) KK mengatakan tidak pernah
melaksanakan siskamling.

25
Diagram 1.24 Transportasi yang digunakan keluarga warga desa
Bejiruyung (N=237)

Berdasarkan Diagram 1.24 dari hasil pengkajian di desa Bejiruyung


hasil tabulasi pengakajian transportasi yang digunakan keluarga di Desa
Bejiruyung sebanyak 216 (91,1%) KK menggunakan motor, 14 (5,9%) KK
menggunakan sepada, 8 (3,4%) KK angkutan umum, dan 4 (1,7%) KK
menggunakan mobil.

Diagram 1.25 Pengaman jalan di desa warga desa Bejiruyung


(N=236)

Berdasarkan Diagram 1.25 dari hasil pengkajian di desa Bejiruyung


hasil tabulasi pengakjian pengaman jalan di Desa Bejiruyung didapatkan 124
(52,5%) KK mengatakan tidak ada pengaman jalan, 106 (44,95) KK
mengatakan terdapat pembatas jalan, dan 7 (3%) KK mengatakan terdapat
rambu lalu lintas.

26
Diagram 1.26 Informasi yang dibutuhkan keluarga warga desa
Bejiruyung (N=240)

Berdasarkan Diagram 1.26 dari hasil penkajian di desa bejiruyung


didapatkan hasil tabulasi pengkajian jenis kelamin di desa Bejiruyung hasil
tabulasi pengakajian informasi yang dibutuhkan masyarakat desa Bejiruyung
memerlukan informasi KIA dengan 60 (25%) KK, penyakit menular 78
(32,5%) KK, Penyakit tidak menular 74 (30,8%) KK, Kesehatan lansia 105
(43,8%) KK. Hasil tersebut menunjukkan bahwa kurangnya informasi
mengenai Kesehatan lansia di Desa Bejiruyung.

Diagram 1.27 Pengetahuan keluarga tentang cara cuci tangan yang


benar warga desa Bejiruyung (N=238)

Berdasarkan Diagram 1.27 Dari hasil tabulasi pengkajian


pengetahuan keluarga tentang cara cuci tangan yang benar didapatkan 40
(16,7%) KK sangat mengetahui, 140 (58,3%) KK cukup mengetahui, 46

27
(19,2%) KK kurang mengetahui dan 14 (5,8%) KK tidak mengetahui
tentang cara cuci tangan yang benar.
Diagram 1.28 Pengetahuan tentang pentingnya cuci tangan

Berdasarkan Diagram 1.28 dari hasil pengkajian di desa Bejiruyung


hasil tabulasi pengakajian pengetahuan tentang pentingnya cuci tangan
sangat mengetahui 49 (20,4%) KK, cukup mengetahui 150 (62,5%) KK,
kurang mengetahui 40 (16,7%) KK dan tidak mengetahui 1 (0,4%) KK.
Diagram 1.29 Cara mengisi waktu luang warga desa Bejiruyung
(N=240)

Berdasarkan Diagram 1.29 dari hasil penkajian di desa bejiruyung


didapatkan hasil tabulasi pengkajian jenis kelamin di desa Bejiruyung hasil
tabulasi pengakajian cara mengisi waktu luang keluarga di desa Bejiruyung
dengan melakukan hobi di dalam rumah 198 (83,2%), melakukan hobi
diluar rumah 27 (11,3%) KK, dan tiduran 16 (6,7%).

28
Diagram 1.30 Anggapan tentang wabah covid 19 warga desa
Bejiruyung (N=240)

Berdasarkan Diagram 1.30 dari hasil penkajian di desa Bejiruyung


hasil tabulasi pengakajian anggapan tentang wabah covis-19 terdapat 140
(58,3%) merasa sangat berbahaya, 93 (38,8%) merasa cukup berbahaya, 3
(1,3%) kurang berbahaya dan 4 (1,7%) menganggap covid-19 tidak
berbahaya.
Diagram 1.31 Penerapan protocol Kesehatan warga desa Bejiruyung
(N=240)

Berdasarkan Diagram 1.31 dari hasil pengkajian di desa Bejiruyung


hasil tabulasi pengakajian untuk penerapan protocol Kesehatan terdapat 84
(35%) KK selalu, 122 (50,8%) KK sering, 34 (14,2%) KK kadang-kadang.
Diagram 1.32 Dampak pandemic covid 19 pada ekonomi keluarga
warga desa Bejiruyung (N=239)

29
Berdasarkan Diagram 1.32 dari hasil pengkajian di desa bejiruyung
didapatkan hasil tabulasi pengkajian jenis kelamin di desa Bejiruyung hasil
tabulasi pengakajian dampak pandemic pada ekonomi dirasakan oleh
Sebagian masyarakat di Desa Bejiruyung dengan jumlah 217 (90,8%), dan
22 (9,2%) lainnya tidak merasakan dampak pada ekonomi karena adanya
pandemic covid-19.

Diagram 1.33 Partisipasi desa dalam pencegahan covid 19 warga


desa Bejiruyung (N=240)

Berdasarkan Diagram 1.33 dari hasil pengkajian di desa Bejiruyung


hasil tabulasi pengakajian partisipasi desa dalam pencegahan covid-19
didapatkan 72 (30%) KK selalu, 131 (54,6%) KK sering, 37 (15,4%)
kadang-kadang, dan 1 (0,4%) tidak pernah.

30
Diagram 1.34 Sikap saling mengingatkan antar anggota keluarga
terkait pematuhan terhadap protocol covid 19 warga
desa Bejiruyung (N=240)

Berdasarkan Diagram 1.34 dari hasil pengkajian di desa Bejiruyung


hasil tabulasi pengakajian sikap saling mengingatkan antar anggota
keluarga terkait pematuhan terhadap protocol covid 19 selalu dilakukan 66
(27,5%) KK, sering 128 (53,3%) KK, kdang-kadang 44 (18,3%) KK, serta
tidak pernah 2 (0,8%) KK.

Diagram 1.35 Mengikuti program KB warga desa Bejiruyung (N=224)

Berdasarkan Diagram 1.35 dari hasil pengkajian di desa Bejiruyung


hasil tabulasi pengakajian keluarga mengikuti program KB dengan hasil
118 (52,7%) KK masih menggunakan, 18 (8%) KK tidak menggunakan,
dan 88 (39,3%) KK sudah tidak menggunakan.

31
Diagram 1.36 Keluarga melakukan persalinan di faskes (N=223)

Berdasarkan Diagram 1.36 dari hasil pengkajian di desa


Bejiruyung hasil tabulasi pengakajian keluarga melakukan persalinan di
faskes dengan hasil 153 (68,6%) KK pernah melakukan, 4 (1,8%) KK
tidak melakukan, dan 66 (29,6%) KK belum lama melakukan.

Diagram 1.37 Keluarga melakukan imunisasi dasar lengkap (N-220)

Berdasarkan Diagram 1.37 dari hasil pengkajian di desa Bejiruyung


hasil tabulasi pengakajian keluarga melakukan imunisasi dasar lengkat
dengan hasil 149 (67,7%) KK pernah melakukan, 3 (1,4%) KK tidak
melakukan, dan 68 (30,9%) KK belum lama melakukan.

32
Diagram 1.38 Riwayat keluarga bayi mendapatkan ASI (N=219)

Berdasarkan Diagram 1.38 dari hasil pengkajian di desa


Bejiruyung hasil tabulasi pengakajian Riwayat keluarga bayi mendapatkan
ASI dengan hasil 142 (64,8%) KK Asi eksklusif 6 bulan, 1 (0,5%) KK
ASI tidak keluar, dan 76 (34,7 %) ASI ekslusif kurang dari 6 bulan.

Diagram 1.39 Riwayat keluarga balita mendapatkan pemantauan


pertumbuhan (N=221)

Berdasarkan Diagram 1.39 dari hasil pengkajian di desa Bejiruyung hasil


tabulasi pengakajian Riwayat keluarga balita mendapatkan pemantauan
pertumbuhan dengan hasil 147 (66,5%) KK selalu melakukan (posyandu), 5
(2,3%) KK jarang melakukan, dan 69 (31,2%) KK sering melakukan.

33
Diagram 1.40 Penderita TB mendapatkan pengobatan sesuai standar
(N=223)

N 223

T 0

y 0

0 50 100 150 200 250

Column1

Berdasarkan Diagram 1.40 dari hasil pengkajian di desa


Bejiruyung hasil tabulasi pengakajian keluarga didapatkan tidak ada
penderita TB sehingga tidak melakukan pengobatan TB.

Diagram 1.41 Penderita Hipertensi dalam keluarga mendapatkan


pengobatan sesuai standar (N= 217)

Berdasarkan Diagram 1.41 dari hasil pengkajian di desa Bejiruyung


hasil tabulasi pengakajian keluarga didapatkan 56 (25,6%) KK menderita
hipertensi dan melakukan pengobatan, 13 (6%) KK menderita hipertensi
tetapi tidak melakukan pengobatan, dan 148 (68,2%) KK tidak menderita
hipertensi.
Diagram 1.42 Keluarga ada yang mempunyai gangguan jiwa (N=224)

34
Berdasarkan Diagram 1.42 dari hasil pengkajian di desa Bejiruyung
hasil tabulasi pengakajian keluarga yang mempunyai gangguan
jiwa/dipasung dengan hasil 7 (3,1%) KK mengalami gangguan jiwa dan
memeriksakan diri, 11 (4,9%) KK ada yang mengalami gangguan jiwa dan
tidak memeriksakan diri, dan 206 (92%) KK tidak mengalami gangguan
jiwa.

Diagram 1.43 Keluarga tidak merokok (N=229)

Berdasarkan Diagram 1.43 dari hasil pengkajian di desa Bejiruyung


hasil tabulasi pengakajian dengan hasil 105 (45,9%) KK ada dan
mengetahui resiko, 40 (17,5%) KK ada dan tidak mengetahui resiko, 65
(37,1%) KK tidak merokok.

Diagram 1.44 Keluarga menjadi anggota JKN (N=236)

35
Berdasarkan Diagram 1.44 dari hasil pengkajian di desa Bejiruyung
hasil tabulasi pengakajian dengan hasil 195 (82,6%) KK memiliki dan
digunakan, 22 (9,3%) KK memiliki tetapi tidak digunakan, 20 (8,5%) KK
tidak memiliki.

Diagram 1.45 Keluarga mempunyai akses sarana air bersih (N=234)

Berdasarkan Diagram 1.45 dari hasil pengkajian di desa Bejiruyung


hasil tabulasi pengakajian dengan hasil 224 (95,7%) KK ada dan digunakan,
2 (0,9%) KK ada tetapi tidak fungsi, dan 8 (3,4%) tidak memiliki akses
sarana air bersih.

36
Diagram 1.46 Keluarga mempunyai akses atau menggunakan jamban sehat
(N=230)

Berdasarkan Diagram 1.46 dari hasil pengkajian di desa Bejiruyung


hasil tabulasi pengakajian dengan hasil 218 (94,8%) KK ada dan digunakan,
3 (1,3%) KK ada tetapi tidak digunakan, dan 9 (3,9%) KK tidak memiliki
jamban.

C. ANALISA DATA

No Hari/Tgl Data Fokus Kode Masalah


1 Sabtu, 17 Ds: D.0113 Kesiapan
Oktober - Masyarakat mengatakan peningkatan
2020 membutuhkan informasi pengetahuan
Pukul, mengenai kesehatan
10.30 WIB masyarakat
- Masyarakat mengatakan
menginginkan pengobatan
yang alami
Do:
1. Terdapat penyakit 3 bulan
terakhir didesa Bejiruyung,
diantaranya yang menderita
Asma 6 orang, Hipertensi 69
orang, Diabetes 19 orang,
Hepatitis 4 orang dari 240
KK
2. Pengakajian informasi yang

37
dibutuhkan masyarakat desa
Bejiruyung memerlukan
informasi Kesehatan lansia
105 (43,8%) KK. Hasil
tersebut menunjukkan bahwa
kurangnya informasi
mengenai Kesehatan lansia di
Desa Bejiruyung.
3. Usia terbanyak di desa
bejiruyung adalah usia lansia
yaitu terdapat 164 (68,3%)
KK.
4. Pendidikan terakhir SD, 53
(22,1%) KK
5. protocol covid 19, kdang-
kadang 44 (18,3%) KK, serta
tidak pernah 2 (0,8%) KK.
6. penerapan protocol
Kesehatan terdapat 34
(14,2%) KK kadang-kadang.

2 Sabtu, 17 Ds: D.0117 Pemeliharaan


Oktober - Masyarakat yang mengalami kesehatan tidak
2020 penyakit DM/HT mengatakan efektif
Pukul, tidak rutin memeriksakan diri
10.30 WIB - Masyarakat yang mengalami
penyakit DM/HT mengatakan
tidak menghindari makanan
pantangan sesuai penyakitnya
- Masyarakat mengatakan kurang
mengetahui bagaimana cara cuci
tangan yang baik dan benar
Do:
- penyakit 3 bulan terakhir ini
menderita Asma 6 orang,
Hipertensi 69 orang, Diabetes 19
orang
- keluarga didapatkan 56 (25,6%)
KK menderita hipertensi dan
melakukan pengobatan, 13 (6%)
KK menderita hipertensi tetapi
tidak melakukan pengobatan,
- 46 (19,2%) KK kurang
mengetahui dan 14 (5,8%) KK
tidak mengetahui tentang cara

38
cuci tangan yang benar.
Ds: D. 0110 Defisit
- Masyarakat mengatakan kesehatan
pengelolaan sampah komunitas
dikeluarga Desa Bejiruyung
dibakar sebanyak 172
(71,7%) KK,
- Masyarakat mengatakan
terdapat pengambilan sampah
didesa dan berbayar
Sabtu, 17
Do:
Oktober
3 2020
1. Jenis pembuangan air limbah
Pukul,
di got sebanyak 68 (28,5%)
10.30 WIB
KK, di sungai 22 (9,2%) KK,
di selokan 93 (38,9%) KK, di
buang sembarangan 10
(4,2%) KK, dan di Bak
penampungan sebanyak 49
(20,5%) KK.
2. Pengelolaan sampah 28
(11,7%) KK dibuang dikali
3. Tidak terdapat tempat
pembuangan sampah desa
4 Sabtu, 17 Ds: D.0118 Gangguan
Oktober interaksi sosial
- Masyarakat mengatakan ada
2020
Pukul, beberapa orang dengan
10.30 WIB
gangguan jiwa yang
mengurung diri
- Masyarakat mengatakan
sebagian yang mengalami
gangguan jiwa tidak
melakukan pengobatan
Do:
1. Keluarga yang mempunyai
gangguan jiwa/dipasung dengan
hasil 7 (3,1%) KK mengalami
gangguan jiwa dan memeriksakan

39
diri, 11 (4,9%) KK ada yang
mengalami gangguan jiwa dan
tidak memeriksakan diri, dan 206
(92%) KK tidak mengalami
gangguan jiwa.

Ds: D.0111 Perilaku


- Masyarakat mengatakan kurang kesehatan
mengetahui resiko berbahaya cenderung
dari merokok beresiko

Sabtu, 17 - Masyarakat mengatakan


Oktober kesulitan untuk berhenti
2020 merokok
5
Pukul,
10.30 WIB Do:
Hasil 105 (45,9%) KK ada yang
merokok dan mengetahui resiko, 40
(17,5%) KK ada yang merokok dan
tidak mengetahui resiko,

D. PRIORITAS DIAGNOSA KEPERAWATAN

Problem : Kesiapan peningkatan pengetahuan

No Kriteria Skor Bobot Nilai Pembenaran

1 Sifat Masalah 1 3/3x1 1


Tidak/kurang sehat 3
Ancaman kesehatan 2
Keadaan sejahtera 1

2 Kemungkinan masalah 2 2/2x2 2


dapat dubah
Mudah 2
Sebagian 1
Tidak dapat dibubah 0

40
3 Potensi masalah dapat 1 3/3x1 1
diubah
Tinggi 3
Cukup 2
Rendah 1

4 Menonjolnya masalah 1 1/2x1 1/2


Masalah berat, harus 2
ditangani
Ada masalah tapi tidak 1
perlu ditangani
Masalah tidak 0
dirasakan

Jumlah 4 1/2

Problem : Pemeliharaan kesehatan tidak efektif

No Kriteria Skor Bobot Nilai Pembenaran

1 Sifat Masalah 1 3/3x1 1


Tidak/kurang sehat 3
Ancaman kesehatan 2
Keadaan sejahtera 1

2 Kemungkinan masalah 2 1/2x2 1


dapat dubah
Mudah 2
Sebagian 1
Tidak dapat dibubah 0

3 Potensi masalah dapat 1 2/3x1 2/3


diubah
Tinggi 3

41
Cukup 2
Rendah 1

4 Menonjolnya masalah 1 1/2x1 1/2


Masalah berat, harus 2
ditangani
Ada masalah tapi tidak 1
perlu ditangani
Masalah tidak 0
dirasakan

Jumlah 3 1/6

Problem : Defisit kesehatan komunitas

No Kriteria Skor Bobot Nilai Pembenaran

1 Sifat Masalah 1 2/3x1 2/3


Tidak/kurang sehat 3
Ancaman kesehatan 2
Keadaan sejahtera 1

2 Kemungkinan masalah 2 1/2x2 1


dapat dubah
Mudah 2
Sebagian 1
Tidak dapat dibubah 0

3 Potensi masalah dapat 1 2/3x1 2/3


diubah
Tinggi 3
Cukup 2
Rendah 1

4 Menonjolnya masalah 1 1/2x1 1/2


Masalah berat, harus 2

42
ditangani
Ada masalah tapi tidak 1
perlu ditangani
Masalah tidak 0
dirasakan

Jumlah 2 5/6

Problem : Gangguan interaksi sosial

No Kriteria Skor Bobot Nilai Pembenaran

1 Sifat Masalah 1 3/3x1 1


Tidak/kurang sehat 3
Ancaman kesehatan 2
Keadaan sejahtera 1

2 Kemungkinan masalah 2 1/2x2 1


dapat dubah
Mudah 2
Sebagian 1
Tidak dapat dibubah 0

3 Potensi masalah dapat 1 1/3x1 2/3


diubah
Tinggi 3
Cukup 2
Rendah 1

4 Menonjolnya masalah 1 1/2x1 1/2


Masalah berat, harus 2
ditangani
Ada masalah tapi tidak 1
perlu ditangani
Masalah tidak 0

43
dirasakan

Jumlah 3 1/6

Problem : Defisit pengetahuan

No Kriteria Skor Bobot Nilai Pembenaran

1 Sifat Masalah 1 2/3x1 2/3


Tidak/kurang sehat 3
Ancaman kesehatan 2
Keadaan sejahtera 1

2 Kemungkinan masalah 2 0/2x2 0


dapat dubah
Mudah 2
Sebagian 1
Tidak dapat dibubah 0

3 Potensi masalah dapat 1 1/3x1 1/3


diubah
Tinggi 3
Cukup 2
Rendah 1

4 Menonjolnya masalah 1 1/2x1 1/2


Masalah berat, harus 2
ditangani
Ada masalah tapi tidak 1
perlu ditangani
Masalah tidak 0
dirasakan

Jumlah 1 1/3

44
E. INTERVENSI KEPERAWATAN

DATA DIAGNOSIS SLKI SIKI


KEPERAWATAN TTD
KODE DIAGNOSIS KODE HASIL KODE HASIL
Data pendukung masalah kesehatan komunitas….

D.0113 Kesiapan L.1211 Keluarga mampu mengenal I.12383 Keluarga mampu


peningkatan masalah tingkat pengetahuan mengenal masalah
pengetahuan - Perilaku sesuai edukasi kesehatan :
(informasi dengan pengetahuan - Jelaskan faktor
yang mrningkat risiko yang
dibutuhkan - Menjalani dapat
lansia) pemeriksaan yang mempengaruhi
tidak tepat meningkat kesehatan.
- Ajarkan perilaku
hidup bersih dan
sehat.
- Ajarkan strategi
yang dapat
digunakan untuk
meningkatkan
perilaku hidup
bersih dan sehat.

L.12110 Keluarga mampu


memutuskan masalah tingkat
kepatuhan

45
- perawatan atau
pengobatan meningkat
- risiko komplikasi
penyakit/masalah
kesehatan meningkat

L.09079 Keluarga mampu merawat I.14525 Keluarga mampu


anggota keluarga yang sakit merawat anggota
Memori keluarga keluarga yang
- verbalisasi sakit mengajarkan
kemampuan menginat penggunaan obat secara
informasi faktual aman dan efektif
- verbalisasi (pelibatan keluarga) :
kemampuanmengingat - anjurkan
peristiwa keluarga
bersikap aseptif
dalam perawatan
- anjurkan
keluarga terlibat
dalam perawatan
L.09086 Keluarga mampu I.06220 Keluarga mampu
memodifikasi lingkungan 8 memodifikasi
status kognitif lingkungan status
- komunikasi jelas kognitif (Stimulasi
sesuai usia meningkat kognitif) :
- memori jangka - anjurkan sering
panjang meningkat berinteraksi
dengan orang
lain
- anjurkan

46
melakukan
kegiatan untuk
meningkatkan
kemampuan dan
pembelajaran
L.10100 Keluarga mampu I.12441 Keluarga mampu
memanfaatkan fasililitas memanfaatkan fasilitas
kesehatan proses informasi kesehatan proses
- menyampaikan pesan informasi :
yang koheren - jelaskan manfaat
- menjelaskan dan efek
kesamaan antara dua samping
item pengobatan
- informasikan
fasilitas
kesehatan yang
dapat digunakan
selama
pengobatan
- anjurkan
mengkonsumsi
obat sesuai
indikasi
- ajarkan
kekmpuan
melakukan
pengobatan
mandiri (self-
medication)
D.0117 Pemeliharaan L.12106 Keluarga mampu mengenal I.12463 Keluarga mampu

47
kesehatan masalah pemeliharaan mengenal masalah
tidak efektif kesehatan edukasi kesehatan:
(HT) - menunjukan (Managemen Perilaku)
pemahaman perilaku - identifikasi
sehat meningkat harapan untuk
- kemampuan menendalikan
menjalankan perilaku perilaku
sehatmeningkat - tingkatkan
aktivitas sesuai
kemampuan
- cegah perilaku
pasif dan agresif
- hindari sikap
mengancam dan
berdebat

L.12104 Keluarga mampu I.12435 (Edukasi perilaku upaya


memutuskan masalah kesehatan)
manajemen kesehatan Obervasi
- melakukan tindakan - identifiksi
untuk mengurangi kesiapan dan
faktor resiko kemampuan
meningkat menerima
- menerapkan program informasi
perawatan meningkat Terapeutik
- sediakan materi
dan media
pendidikan
kesehatan
- Gunakan

48
pendekatan
promosi
kesehatan
dengan
memperhatikan
pengaruh dan
hambatan dari
lingkungan,
sosial serta
budaya
Edukasi
- Jelaskan
penanganan
masalah
kesehatan
- Informasikan
sumer yang
tepat yang
tersedia
dimasyarakat
- Anjurkan
menggunakan
fasilitas
kesehatan
- Ajarkan
program
kesehatan dalam
kehidupan
sehari-hari
L.12107 Keluarga mampu merawat I.14525 Keluarga mampu

49
anggota keluarga yang sakit merawat dngan
perilaku kesehatan memperlibatan keluarga
- kemampuan :
melakukantindakan - anjurkan
pencegahan keluarga
masalahkesehatan bersikap aseptif
meningkat dalam perawatan
- kemampuan - anjurkan
peningkatan kesehatan keluarga terlibat
meningkat dalam perawatan
L.12111 Keluarga mampu I.06220 Keluarga mampu
memodifikasi lingkungan 8 memodifikasi
Tingkat pengetahuan lingkungan status
- perilaku sesuai dengan kognitif (Stimulasi
pengetahuan kognitif) :
meningkat - anjurkan sering
- pertanyaan tentang berinteraksi
masalah yang - dengan orang
dihadapi meningkat lain
- anjurkan
melakukan
kegiatan untuk
meningkatkan
kemampuan dan
pembelajaran
L.12110 Keluarga mampu I.12444 Keluarga mampu
memanfaatkan fasilitas memanfaatkan fasilitas
kesehatan kesehatan proses
Tingkat kepatuhan informasi :
- risiko komplikasi - jelaskan manfaat

50
penyakit/masalah dan efek
kesehatan samping
- perilaku menjalankan pengobatan
anjuran - informasikan
fasilitas
kesehatan yang
dapat digunakan
selama
pengobatan
- anjurkan
mengkonsumsi
obat sesuai
indikasi
- ajarkan
kekmpuan
melakukan
pengobatan
mandiri (self-
medication)
Pemeliharaan L.12106 Keluarga mampu mengenal I.12463 Keluarga mampu
kesehatan masalah pemeliharaan mengenal masalah
tidak efektif kesehatan edukasi kesehatan:
(DM) - menunjukan (Managemen Perilaku)
pemahaman perilaku - identifikasi
sehat meningkat harapan untuk
- kemampuan menendalikan
menjalankan perilaku perilaku
sehatmeningkat - tingkatkan
aktivitas sesuai
kemampuan

51
- cegah perilaku
pasif dan agresif
- hindari sikap
mengancam dan
berdebat
L.12104 Keluarga mampu (Edukasi perilaku upaya
memutuskan masalah kesehatan)
manajemen kesehatan Obervasi
- melakukan tindakan - identifiksi
untuk mengurangi kesiapan dan
faktor resiko kemampuan
meningkat menerima
- menerapkan program informasi
perawatan meningkat
L.12107 Keluarga mampu merawat I.14525 Keluarga mampu
anggota keluarga yang sakit merawat anggota
perilaku kesehatan keluarga keluarga yang
- kemampuan sakit mengajarkan
melakukantindakan penggunaan obat secara
pencegahan aman dan efektif
masalahkesehatan (pelibatan keluarga) :
meningkat - anjurkan
- kemampuan keluarga
peningkatan kesehatan bersikap aseptif
meningkat dalam perawatan
- anjurkan
keluarga terlibat
dalam perawatan
L.12111 Keluarga mampu I.12443 Edukasi proses penyakit
memodifikasi lingkungan Observasi

52
Tingkat pengetahuan - Identifikasi
- perilaku sesuai dengan kesiapan dan
pengetahuan kemampuan
meningkat menerima
- pertanyaan tentang informasi
masalah yang Edukasi
dihadapi meningkat - Jelaskan
penyebab dan
faktor penyakit
- Jelaskan
kemungkinan
jadi komplikasi
Ajarkan cara meredakan
atau mengatasi gejala
yang dirasakan
L.12110 Keluarga mampu I.12444 Promosi kebersihan
memanfaatkan fasilitas Observasi :
kesehatan - Identifikasi
Tingkat kepatuhan pengetahuan
- risiko komplikasi tentang
penyakit/masalah pentingnya
kesehatan upaya
- perilaku menjalankan kebersihan
anjuran Terapeutik :
- Fasilitasi dalam
melakukan
upaya bersihan
diri sesuai
kebutuhan
- Motivasi

53
partisipasi
keluarga dan
masyarakat
dalam upaya
promosi upaya
kebersihan

D.0110 Defisit L.12109 Keluarga mampu mengenal I.14515 Manajemen lingkungan


kesehatan masalah status kesehatan komunitas:
komunitas komunitas Observasi:
(pengetahuan - Partisipasi dalam - Melakukan
sampah) program kesehatan screening
komunitas meningkat tindakan
- Kepatuhan terhadap kesehatan
standar kesehatan Terapeutik :
lingkungan meningkat - Libatkan
paertisipasi
masyarakat
dalam
memelihara
keamanan
lingkungan
Edukasi :
- Promosi
kesehatan untuk
kelompok resiko
L.08075 Keluarga mampu I.14558 Pengembakian
memutuskan masalah kesehatan masyarakat :
ketahanan komunitas Observasi :
- Ketersediaan sumber - Identifikasi

54
daya untukmemenuhi masalah atau
kebutuhan dasar isue kesehatan
manusia dan prioritasnya
- Kesiapan komunitas - Identifikasi
untuk tanggap krisis kekuatan dalam
meningkat pengembangan
- Persiapan komunitas kesehatan
untuk menghadapi Terapeutik :
tantangan dimasa - Libatan
depan masyarakat
dalam
musyawarah
untuk
mendefinisikan
kesehatan dan
mengembangka
n rencana kerja
L.05089 Keluarga mampu merawat I.14545 Pencegahan resiko
anggota keluarga yang sakit lingkungan :
status koping komunitas Observas :
- Pemecahan masalah - Identifikasi
komunitas meningkat adanya resiko
- Pereencanaan lingkungan yang
komunitas dapat merusak
- Tingkat kejadian atau
penyakit menurun membahayakan
kesehatan
Teerapeutik :
- Bekerjasama
dengan pihak-

55
pihak terkait
untuk
meningkatkan
keamanan
lingkungan
- Kolaborasi
dengan petugas
kesehatan
terkait, jika
perlu
Keluarga mampu I.12472 Promosi upaya perilaku
memodifikasi lingkungan kesehatan :
ketahanan komunitas Observasi :
- Akses sumber daya - Identifikasi
eksternal perilaku upaya
- Ketersediaan sumber kesehatan yang
daya untuk memenuhi dapat
kebutuhan dasar ditingkatkan
Terapeutik :
- Berikan
lingkungan yang
mendukung
kesehatan
Edukasi :
- Anjurkan
menggunakan
air bersih
- Anjurkan
menggunakan
jamban sehat

56
Keluarga mampu I.11358 Promosi kebersihan
memanfaatkan fasilitas Observasi :
lingkungan Ketahanan - Identifikasi
Komunitas pengetahuan
- Ketersediaan program tentang
promosi kesehatan pentingnya
- Partisipasi dalam upaya
program keehatan kebersihan
komunitas. Terapeutik :
- Fasilitasi dalam
melakukan
upaya bersihan
diri sesuai
kebutuhan
- Motivasi
partisipasi
keluarga dan
masyarakat
dalam upaya
promosi upaya
kebersihan
D.0118 Gangguan L.13115 Keluarga mampu mengenal I.13498 Promosi sosialisasi
interaksi sosial masalah Observasi :
(OGDJ) Interaksi sosial - Identifikasi
- Perasaan mudah kemampuan
menerima atau melakukan
mengkomunikasikan interaksi dengan
perasaan meningkat orang lain
- Minat melakukan Terapeutik :
kontak fisik - Diskusikan

57
meningkat kekuatan dan
keterbatasan
dalam
berkomunikasi
dengan orang
lain
- Motivasi
meningkatkan
berkomunikasi
dengan orang
lain
- Motivasi
meningkatkan
keterlibatan
dalam suatu
hubungan
Edukasi :
- Anjurkan
kegiatan sosial
dan
kemasyarakatan
L.08075 Keluarga mampu I.13491 Promosi komunikasi
memutuskan masalah efektif
keterlibatan sosial Observasi :
- Minat terhadap - Identifikasi
aktivitas meningkat prioritas metode
- Perilaku sesuai komunikasi
dengan harapan orang yang sesuai
lain meningkat dengan
kemampuan

58
Terapeutik :
- Fasilitasi isi
pesan dengan
jelas

L.09074 Keluarga mampu merawat I.13484 Modifikasi perilaku


anggota keluarga yang sakit ketrampilan sosial :
ketahanan keluarga Observasi :
- Verbalisasi perasaan - Identifikasi
antar anggota keluarga penyebab
meningkat kurangnya
- Memenafaatkan ketrampilan
tenaga kesehatan sosial
untuk mendapatkan Terapeutik :
informasi meningkat - Motivasi unuk
berlatih
ketrampilan
sosial
- Libatkan
keluarga selama
latihan
ketrampilan
sosial, jika perlu
L.09073 Keluarga mampu I.12441 Keluarga mampu
memanfaatkan fasilitas memanfaatkan fasilitas
kesehatan kesehatan proses
Ketahanan personal informasi :
- Menunjukan harga - jelaskan manfaat
diri positif meningkat dan efek

59
- Menggunakan strategi samping
untuk mrnghindari pengobatan
bahaya meningkat - informasikan
fasilitas
kesehatan yang
dapat digunakan
selama
pengobatan
- anjurkan
mengkonsumsi
obat sesuai
indikasi
- ajarkan
kemampuan
melakukan
pengobatan
mandiri (self-
medication)
D.0111 Perilaku L.12106 Keluarga mampu mengenal I.12366 Edukasi berhenti
kesehatan masalah pemeliharaan meroko
cenderung kesehatan Observasi :
berisiko - Menunjukan - Memberikan
(merokok) pemahaman perilaku kesiapan
sehat meningkat informasi terkait
- Kemampuan dampak
menjalankan perilaku merokok dan
sehatmeningkat upaya berhenti
merokok
Edukasi :
- Jelaskan gejala

60
berhenti
merokok
- Jelaskan aspek
resiko sosial
yang
mempengaruhi
periaku merokok
L.12106 Keluarga mampu I.09265 Keluarga mampu
memutuskan masalah mendukung dalam
pemeliharaan kesehatan pengambilan keputusan
- Kemampuan - Identifikasi
menjalanka perilaku perepsi
sehat mengenai
- Menunjukan masalah dan
pemahaman perilaku informasi
sehat - Fasilitasi
- Menunjukan minat pengambilan
meningkatkan keputusan
perilaku sehat. - Informsikan
alternative
- Diskusikan
kelebihan dan
kekurangan
etiap solusi
L.12104 Keluarga mampu merawat I.12435 Keluarga mampu
masalah manajemen memantu perubahan
kesehatan perilaku upaya
- Melakukan tindakan kesehatan
untuk mengurangi - Ajarkan
faktor risiko. meentukan

61
- Menerapkan program perilaku spesifik
perawatann yang akan
dirubah.
- Ajaran program
kesehatan dalam
kehidupan
sehari-hari
L.12106 Keluarga mampu I.12443 Edukasi prosespenyakit
memodifikasi keluarga yang Observasi
berisiko dalam pemeliharaan - Identifikasi
kesehatan kesiapan dan
- Memiliki sistem kemampuan
pendukung menerima
- Kemampuan informasi
menjalankan peilaku Edukasi
sehat - Jelaskan
- Perilaku mecari penyebab dan
bantuan faktor penyakit
- Jelaskan
kemungkinan
jadi komplikasi
- Ajarkan cara
meredakan atau
mengatasi gejala
yang dirasakan
L.09073 Keluarga mampu I.12444 Edukasi proses penyakit
memanfaatkan fasilitas Observasi:
kesehatan - Identifikasi
Ketahanan personal kesiapan dan
- Menunjukan harga kemampuan

62
diri positif meningkat menerima
- Menggunakan strategi informasi
untuk mrnghindari Edukasi
bahaya meningkat - menjelaskan
penyebab dan
faktor risiko
penyakit
- ajarkan cara
meredakan atau
mengatasi gejala
yang dirasakan

F. EVALUASI

No Diagnosa Evaluasi Sumatif Paraf

1. Kesiapan peningkatan S:
pengetahuan
- Masyarakat mengatakan telah mengetahui informasi
mengenai kesehatan

O:

- Masyarakat mulai membiasakan cuci tangan sebelum

63
melakukan kegiatan
- Masyarakat membiasakan memakai masker ketika berpergian
- Sebagian masyarakat ikut kegiatan desa untuk mengikuti cek
kesehatan

A : Masalah keperawatan pada kesiapan peningkatan pengetahuan


sudah teratasi

P : Lanjutkan intervensi

- Pantau untuk terus rajin mencuci tangan dan menaati protocol


kesehatan
- Pantau pasien yang memiliki riwayat penyakit seperti,
Hipertenis, Dm untuk rutin cek kesehatan

2. Pemeliharaan kesehatan S:
tidak efektif
- Masyarakat mengatakan mulai rutin memeriksakan diri terkait
kesehatannya
- Masyarakat mengatakan mulai menjaga pola makan

O:

- Masyarakat mengikuti acara kegiatan prolanis untuk cek


kesehatan tekanan darah

A : Masalah keperawatan pada pemeliharaan kesehatan tidak efektif

64
sudah teratasi

P : Lanjutkan intervensi

- Pantau terkait tekanan darah pasien Hipertensi

- Pantau terkait gula darah pasien Diabetus Melitus

3. Defisit kesehatan S:
komunitas
- Masyarakat mengatakan telah melakukan pengeloaan sampah
- Masyarakat mulai

O:

- Masyarakat dapat memilah sampah


- Masyarakat membuat pot dari aqua bekas
- Masyarakat membuat apotek hidup

A : Masalah keperawatan pada defisit kesehatan komunitas dapat


teratasi

P : Lanjutkan intervensi

- Pantau pembuangan sampah


- Lanjutkan perawatan apotek hidup

4. Gangguan interaksi S:
sosial
- Masyarakat mengatakan keluarga yang memiliki anggota

65
keluarga gangguan jiwa mulai terbuka pada tenaga kesehatan

O:

- Dilakukan TAK pada pasien gangguan jiwa


- Peserta tampak kooperatif

A : Masalah keperawatan pada gangguan interaksi social dapat


teratasi

P : Lanjutkan intervensi

- Pantau masalah psikis pada pasien ODGJ


- Lanjutkan untuk melakukan terapi aktifitas (TAK)

5. Perilaku kesehatan S:
cenderung beresiko
- Masyarakat mengatakan sudah mengetahui bahaya dari
merokok tetapi masih mengosumsi
- Masyarakat masih kesulitan untuk berhenti merokok

O:

- Masyarakat terlihat masih merokok

A : Masalah keperawatan pada perilaku kesehatan cenderung


beresiko belum teratasi

P : Lanjutkan intervensi

66
- Pantau tekanan darah yang memiliki riwayat hipertensi

- Lakukan penyuluhan tentang bahaya merokok

PEMAPARAN HASIL MMD 2


NO Hari/Tanggal Rencana Tujuan Hari/Tanggal Tempat Media Tindak Lanjut PJ Kegiatan
Kegiatan
Pelaksanaan Kegiatan

1 Sabtu, 17 Program Untuk memberikan Minggu, 18 Penyuluhan Balai Desa Power Menyiapkan Media Riski Nur
Oktober Penyuluhan edukasi tentang Oktober tentang Bejiruyung Point seperti Leaflet Khasanah
2020 Penyakit Tidak bahaya merokok 2020 Bahaya dan tentang Bahaya dan Tri
Menular (PTM) kepada remaja Merokok Materi Merokok Wahyuni

2 Senin, 19 Penyuluhan Untuk memberikan 9 &15 Penyuluhan Balai Desa Power Menganjurkan untuk Tuhfah
Oktober tentang edukasi tentang Oktober tentang Bejiruyung Point membiasakan untuk Faridatunnisa
2020 Perilaku Hidup pentingnya 2020 Perilaku rajin cuci tangan
Bersih dan Perilaku Hidup Hidup yang baik dan benar
Sehat (PHBS) Bersih dan Sehat Bersih dan
dan Sehat
pencegahan (PHBS)
korona

3 Rabu, 21 Program Sebagai acuan Kamis, 22 Penyuluhan Rumah Leafleat Menyiapkan Terapi Dewi Mustika
Oktober Sosialisasi untuk pemberian Oktober kese Tn.B dan Aktivitas Kelompok dan Ali Mufti
2020 ODGJ minum obat pada 2020 Lembar (TAK) untuk pasien H
pasien gangguan hatan jiwa (40thn)

67
jiwa Pukul 14.00 tentang 5 Balik ODGJ
benar
minum
obat

4 Rabu, 28 Penanaman Untuk Sabtu, 31 Penanama Taman RW Tanaman Penanaman Seluruh


Oktober Tanaman Obat membudidayakan Oktober n Tanaman 02 rimpang, dilanjutkan sampai Mahasiswa
2020 tanaman obat 2020 Obat Bejiruyung buah- Tegal Kotak KKN dan
buahan Perangkat
(jambu, Desa
blimbing,
jeruk),
tanaman
bunga.

5 Rabu, 3 Pemantauan Untuk memberikan Rabu, 4 Penyuluhan Balaidesa Lembar Pemantauan Tri Wahyuni
November Hipertensi edukasi tentang November PTM kecamatan Balik Hipertensi (Cek tensi
2020 hipertensi 2020 (Hipertensi) sempor pada acara prolanis)

6 Rabu, 3 Pemantauan Untuk memberikan Rabu, 4 Penyuluhan Balidesa Lembar Pemantauan Ali Mufti
November Diabetes edukasi tentang November Diabetes kecamatan Balik Diabetes Melitus Hisbulloh
2020 Melitus Diabetes Melitus 2020 Melitus sempor
(Cek gula)

7 Jumat, 30 Program Untuk memberikan Sabtu, 31 Penyuluhan Taman RW Lembar Pembuatan Mahasiswa
Oktober Sampah edukasi tentang Oktober tentang 02 Balik Kerajinan Pot dari KKN
2020 cara pengolahan 2020 cara Bejiruyung aqua bekas
sampah yang baik pengolahan
sampah

68
yang baik

69
BAB IV
PENUTUP

A. KESIMPULAN
Berdasarkan hasil dari praktek keperawatan komunitas yang dilakukan di Desa
Bejiruyung Kecamatan Sempor, maka dapat disimpulkan hasil kegiatannya sebagai
berikut:
1. Kegiatan Program Penyuluhan Penyakit Tidak Menular (PTM)
2. Penyuluhan tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan pencegahan
korona
3. Program Sosialisasi ODGJ
4. Penanaman Tanaman Obat
5. Pemantauan Hipertensi
6. Pemantauan Diabetes Melitus
7. Program Sampah
8. Senam hipertensi lansia
B. SARAN
Kegiatan-kegiatan yang sudah dilakukan di Desa Bejiruyung, diharapkan dapat
diteruskan dan ditinjak lanjuti oleh kader-kader dan tenaga Kesehatan setempat, agar
keberhasilan program dapat tercapai.
Evaluasi dari masing-masing program juga diperlukan agar program semakin baik
dan terlaksana dengan tepat sesuai masalah yang ada.
SATUAN ACARA PENYULUHAN

(SAP)

Pokok Bahasan : Minum Obat

Sub Pokok Bahasan : Prinsip 5 benar minum obat

Sasaran : keluarga klien gangguan jiwa

Tempat : Desa Bejiruyung

Waktu : 10 menit

I. LATAR BELAKANG
Kesehatan jiwa adalah bagian yang sangat penting dalam kehidupan
individu manusia, karena dengan sehat jiwa, seseorang mampu berkembang
secara fisik, mental dan mempunyai hubungan yang optimal, mampu
berinteraksi dengan lingkungan sekitar, dan memenuhi segala kebutuhan
dirinya dan kehidupan keluarga.
Sedangkan gangguan jiwa merupakan gangguan secara psikologis atau
perilaku yang terjadi pada seseorang umumnya terkait dengan gangguan
afektif, perilaku, kognitif, perseptual
II. TUJUAN
a. Tujuan umum
Setelah diberikan penyuluhan tentang penyuluhan kesehatan jiwa
tentang 6 benar minum obat selama 10 menit diharapkan klien dan
keluarga mampu memahami tentang prinsip 5 benar minum obat
b. Tujuan Khusus
Setelah diberikan penyuluhan tentang penyuluhan kesehatan jiwa tentang
prinsip 5 benar minum obat selama 10 menit diharapkan keluarga klien
mampu :
1) Menyebutkan obat- obat yang sering digunakan untuk pasien
gangguan jiwa
2) Menyebutkan manfaat obat
3) Menyebutkan reaksi yang efektif setelah minum obat
4) Menyebutkan 5 benar minum obat
III. Waktu dan Tempat
a. Hari / Tanggal : Kamis, 22 Oktober 2020
b. Pukul : 09.00 s/d selesai
c. Tempat : Desa Bejiruyung
IV. Materi : Terlampir
V. Media dan Alat :
a. Leflet
b. Lembar balik
c. Buku catatan dan pulpen
VI. Metode :
Metode yang digunakan dalam penyuluhan ini yaitu ceramah, diskusi dan
tanya jawab
VII. Setting Tempat
Klien dan keluarga duduk berhadap-hadapan
VIII. Rencana Penyuluhan

N Kegiatan Penyuluhan Waktu Kegiatan audien


o
1 Pembukaan
a. Salam 1 menit Menjawab salam
b. Memperkenalkan diri 1 menit Mendengarkan
c. Menjelaskan Tujuan 1 menit Memperhatikan
2 Apersepsi 2 menit Menjawab pertanyaan
3 Penyajian materi :
a. Menjelaskan materi
tentang :
1) Obat-obat yang 2 menit Mendengarkan dan
sering digunakan memperhatikan
untuk pasien jiwa
2) 4 manfaat obat 3 menit
3) Reaksi obat yang 3 menit
efektif
4) 5 benar pemberian 5 menit
obat
5) Efek berhenti jika 3 menit
tidak minum obat
6) Apa yang 3 menit
dilakukan jika
pasien kambuh 10 menit Menanyakan hal-hal yang
b. Memberikan belum dimengeerti
kesempatan kepada
keluarga untuk 10 menit Memperhatikan dan
bertanya. mendengarkan
c. Menjawab pertanyaan
yang terkait dengan
pertanyaan keluarga
klien
4 Penutup
a. Memberikan umpan 4 menit Merespon
balik
b. Salam 1 menit Menjawab salam

IX. Rencana Evaluasi


Evaluasi penyuluhan akan dilakukan dengan memberkan 4 pertanyaan
tentang :
Materi yang telah disampaikan ke keluarga.
X. Penilaian Keberhasilan
Penilaian keberhasilan dari penyuluhan adalah dengan memberikan 4
pertanyaan dengan kriteria penyuluhan berhasil apabila keluarga mapu untuk
menjawab 3 atau 4 pertanyaan yang diajukan dengan kriteria penyuluhan
berhasil apabila keluarga mapu menjawab 3 atau 4 pertanyaan dari pertanyaan
yang diberikan dengan benar, penyuluhan dikatakan kurang berhasil apabila
keluarga hanya mampu menjawab pertanyaan 2 pertanyaan dengan benar,
sedangkan penyuluhan tidak berhasil apabila keluarga hanya mampu
menjawab 1 pertanyaan dengan benar.
Bentuk soal : Esai soal-soal pertanyaan esai
a. Sebutkan obat-obat yang sering digunakan untuk pasien gangguan jiwa?
b. Sebutkan manfaat obat?
c. Sebutkan reaksi efektif dalam penggunaan obat?
d. 5 benar cara pemberian obat?
e. Efek jika tidak minum obat?
f. Apa yang dilakukan jika pasien kambuh?

Lampiran : Materi
5 CARA MINUM OBAT YANG BENAR

A. Obat-obatan yang sering digunakan untuk pasien gangguan jiwa


1. Anti psikotik
Fungsi obat sebagai penenang menurunkan aktivitas motoric, mengurangi
insomnia, sangat efektif untuk mengatasi : delusi, halusinasi, ilusi, dan
gangguan proses berpikir.
2. Anti depresi
Fungsi obat :
- Mengurangi gejala depresi
- Penenang
Efek samping : yaitu meliputi mulut kering, penglihatan kabur, susah
buang air besar.
3. Anti maniak
Fungsi obat :
- Mengurangi hiperaktivitas
- Tidak menimbulkan efek sulit tidur
- Mengontrol pola tidur, dan perasaan mudah tersinggung
4. Anti cemas
5. Anti insomnia
6. Anti panik
B. 4 masalah obat
1. Membantu istirahat
2. Membantu mengendalikan emosi
3. Membantu mengendalikan perilaku
4. Membantu proses piker (konsentrasi)
C. Reaksi obat efektif jika
1. Emosional stabil
2. Kemampuan berhubungan interpersonal meningkat
3. Halusinasi, agresi, delusi, menarik diri menurun
4. Perilaku mudah diarahkan
5. Proses berpikir kearah logika
6. Efek samping obat
7. Tanda-tanda vital : tekanan darah, denyut nadi dalam batas normal
D. Prinsip lima benar minum obat
1. Benar pasien
Sebelum obat diberikan, identitas pasien harus diperiksa ( papan identitas
ditempat tidur, gelang indentitas ) atau ditanyakan langsung kepada pasien
atau keluarganya. Jika pasien tidak sanggup berespon secara verbal, respon
non verbal dipakai misalnya mengangguk. Jika pasien tidak sanggup
mengindetifikasi diri akibat gangguan mental atau kesadaran, harus dicari
cara indentifikasi yang lain seperti menanyakan langsung kepada
keluarganya.
2. Benar Obat
Sebelum memberi obat kepada pasien keluarga membantu mengingatkan
untuk apa obat itu diberikan. Menjelaskan apa saja jenis obat apa saja yang
diminum untuk mempermudah mengingat bisa menjelaskan dengan warna
obat sepertinya missal warna putih gunanya agar otot-otot tidak kaku, warna
pink gunanya untuk mengurangi pikiran-pikiran negative, sedangkan warna
orange digunakan untuk pasien lebih rileks dan membantu agar istirahat
dengan tenang.
3. Benar Dosis
Sebelum memberi obat keluarga harus memeriksakan dosisnya dan
memastikan diminum sesuai dosis obatnya diminum 3x sehari sesudah
makan.
4. Benar Cara/Rute
Obat yang diberikan termasuk melalui cara oral atau diminum melalui mulut
karena pemberian paling banyak dipakai nyaman dan aman.

5. Benar Waktu
Keluarga harus bisa memperhatikan waktu pemberian obat karena ini sangat
penting,
Khususnya bagi obat yang ektevitasnya. Dan saat memberikan obat tidak
boleh bersamaan dengan susu karena susu dapat mengikat sebagian besar
obat itu sebelum dapat diserap oleh tubuh.
E. Efek jika tidak minum obat
Jika obat tidak diminum secara rutin bisa mengakibatkan kekambuhan karena
obat-obatan yang dikonsumsi pasien fungsi utamanya untuk mengurangi gejala
yang dialam pasien dan aturan pakai obat dapat sangat membantu perbaikan dan
perubahan positif dalam jangka panjang.
F. Apa yang dilakukan keluarga jika pasien kambuh
Salah satu penyebab kekambuhan pasien adalah salah satunya dari keluarga,
karena keluarga berperan penting bagi pasien. Sikap keluarga jika pasien
kambuh, keluarga menasehati pasien dengan sabar tenang, supaya pasien juga
ikut tenang setelah sudah tenang bisa mengajak pasien untuk membantu
melakukan kegiatan sehari-hari agar pasien focus dengan kegiatan keluarga.
Karena kesembuhan utama untuk mendapatkan kepercayaan, dukungan dan
support dari keluarga yang harus selalu memberi perhatian lebih dan memantau
pengobatan pasien.
KETERATURAN APAKAH SEHAT BAGAIMANA CIRI
MINUM OBAT
JIWA ITU? SEHAT JIWA?

Sehat jiwa adalah kondisi - Emosi tenang,


yang memungkinkan cukup bahagia,
perkembangan fisik, dapat bergaul,
intelektual, dan bebas dari
emosional yang optimal khawatir, benci,
dari seseorang dan dan cemas.
selaras dengan orang lain. - Dapat
memelihara
keseimbangan
jiwa secara
mantap (tabah,
Oleh : Kelompok 3 memiliki
tanggung jawab,
1. Ali Mufti H 7. Rahmat Risma D
mampu
2. Aminatun C 8. Rahmawati
mengambil
3. Eva Restiana 9. Tri Wahyuni
keputusan).
4. Dewi Mustika 10. Verren Dita Ps
- Memiliki masa
5. Novita Purnama 11. Zain Zyamron Z
kanak-kanak yang
6. Novita Putri U
bahagia.

222 APA SAJA CIRI


SAKIT JIWA?

1. Gangguan fungsi
tubuh

Pendidikan Profesi Ners - Sukar tidur


- Tidak nafsu
STIKES Muhammdiyah makan dan
mkanny hanya
Gombong 2020
sedikit
- Buang air kecil - Menunjukan
lebih sering, sedih atau
mengompol, sulit gembira
buang air besar berlebihan
Prinsip 5 benar Obat
(tinja keras). - Mungkin
2. Gangguan fungsi mendengar suara
Singkat dengan Don
mental atau melihat
- Perilaku aneh sesuatu yang
WC
membuat tidak dapat
APA
keluarga, orang dirasakan oleh
lain bigung, orang lain Itu
membahayakan - Meluapkan hal-
diri dan orang hal yang peting DON
lain, aktif sekali, - Tidak mampu
gelisa, mengambil
WC ??
mengancam keputusan
Benar Dosisnya
tanpa tujuan, - Perubahan
hilang minat tingkat Benar Orangnya
terhadap kesadaran.
kegiatan sehari- 3. Perubahan pribadi Benar Nama
hari dan dan social Obatnya
lingkungan, - Mengabaikan
duduk atau kebutuhan tubuh Benar Waktunya
berbaring berjam- dan kebersihan
jam dan menolak diri (tidk mau Benar Caranya
untuk bergerak. mencuci, menyisir
- Banyak bicara rambut, menolak
atau diam, mandi atau
pembicaraan sulit berganti pakaian).
dimengerti dan
tidak
berhubungan.
PENTINGNYA mengurangi keefektifan masih batas
dari obat tersebut normal
MINUM OBAT ?

Pentingnya minum obat


bagi pasien sangatlah MANFAAT OBAT
penting karena fungsi
1. Menmbantu
obat jika diminum sesuai
istirahat
aturan sangat membantu
2. Membantu
perbaikan dan
mengendalikan
perubahan positif emosi
dalam jangka 3. Membantu
mengendalikan
panjang.
perilaku
4. Membantu
proses
konsentrasi

REAKSI OBAT
EFEKTIF JIKA :

1. Emosional stabil
2. Kemampuan
berhubungan
interpersonal
3. Perilaku mudah
diarahkan
4. Proses berfikir
DANGER !!!
kearah logika

Pada saat memberikan 5. Tanda-tanda vital

obat tidak boleh bersama seperti tekanan

dengan susu, karena akan darah denyut,

mengakibatkan denyut jantung


SATUAN ACARA PENYULUHAN

(SAP)

Pokok Bahasan : Hipertensi

Sub Pokok Bahasan : Hipertensi

Sasaran : Prolanis

Tempat : Kecamatan Sempor

Waktu : 10 menit

I. LATAR BELAKANG
Hipertensi adalah suatu peningkatan tekanan darah yang memiliki
tekanan darah lebih dari 140/90 mmHg. Hipertensi juga disebut dengan
The Silent Killer dimana pada penyakit ini pasien tidak merasakan gejala
apapun namun dirasakan ketika mengalami penyakit penyerta atau
komplikasi.
Hipertensi menyerang pada semua jenis usia tidak hanya pada usia
dewasa saja akan tetapi usia mudapun bisa terkena hipertensi. Hipertensi
bisa dikatakan sebagai jenis penyakit keturunan. Hipertensi menyerang
pada system kardiovaskuler dimana terjadi penyumbatan pada pembuluh
darah sehingga membentuk plak yang mengakibatkan arteri menjadi kaku
sehingga membuat system kerja jantung menjadi berat dan membuat
tekanan darah meningkat.
II. TUJUAN
b. Tujuan umum
Setelah diberikan penyuluhan tentang penyuluhan hipertensi
diharapkan klien mampu memahami tentang hipertensi.
c. Tujuan Khusus
Setelah diberikan penyuluhan tentang penyuluhan kesehatan jiwa
tentang prinsip 5 benar minum obat selama 10 menit diharapkan
keluarga klien mampu :
1) Pengertian Hipertensi?
2) Penyebab dari Hipertensi ?
3) Penggolongan Hipertensi ?
4) Tanda dan Gejala dari Hipertensi ?
5) Cara Menangani Penyakit Hipertensi ?
III. Waktu dan Tempat
a. Hari / Tanggal : Rabu, 4 November 2020
b. Pukul : 09.00 s/d selesai
c. Tempat : Balai Desa Kec. Sempor
IV. Materi : Terlampir
V. Media dan Alat :
b. Lembar balik
c. Buku catatan dan pulpen
VI. Metode :
Metode yang digunakan dalam penyuluhan ini yaitu ceramah, diskusi dan
tanya jawab
VII. Setting Tempat
Klien duduk depan belakang dengan diberikan jaga jarak
VIII. Rencaa Penyuluhan

N Kegiatan Penyuluhan Waktu Kegiatan audien


o
1 Pembukaan
a. Salam 1 menit Menjawab salam
b. Memperkenalkan 1 menit Mendengarkan
diri 1 menit Memperhatikan
c. Menjelaskan Tujuan
2 Apersepsi 2 menit Menjawab pertanyaan
3 Penyajian materi :
Menjelaskan materi
tentang :
a. Pengertian apa itu 2 menit Mendengarkan dan
Hipertensi memperhatikan
b. Penyebab dari
Hipertensi 3 menit
c. Penggolongan 3 menit
Hipertensi
d. Tanda dan gejala 5 menit
dari hipertensi
e. Cara menangani 3 menit
penyakit hipertensi
3 menit

10 Menanyakan hal-hal
menit yang belum dimengerti

10 Memperhatikan dan
menit mendengarkan
4 Penutup
a. Memberikan umpan 4 menit Merespon
balik
b. Salam 1 menit Menjawab salam

IX. Rencana Evaluasi


Evaluasi penyuluhan akan dilakukan dengan memberkan 5 pertanyaan
tentang : Materi yang telah disampaikan.

X. Penilaian Keberhasilan
Penilaian keberhasilan dari penyuluhan adalah dengan memberikan 5
pertanyaan dengan kriteria penyuluhan berhasil apabila keluarga mampu
untuk menjawab 3 atau 4 pertanyaan yang diajukan dengan kriteria
penyuluhan berhasil apabila keluarga mapu menjawab 3 atau 4
pertanyaan dari pertanyaan yang diberikan dengan benar, penyuluhan
dikatakan kurang berhasil apabila keluarga hanya mampu menjawab
pertanyaan 2 pertanyaan dengan benar, sedangkan penyuluhan tidak
berhasil apabila keluarga hanya mampu menjawab 1 pertanyaan dengan
benar.
Bentuk soal : Esai soal-soal pertanyaan esai
1) Pengertian Hipertensi?
2) Penyebab dari Hipertensi ?
3) Penggolongan Hipertensi ?
4) Tanda dan Gejala dari Hipertensi ?
5) Cara Menangani Penyakit Hipertensi ?
Lampiran : Materi

HIPERTENSI

A. Pengertian Hipertensi
Hipertensi adalah suatu peningkatan tekanan darah yang memiliki
tekanan darah lebih dari 140/90 mmHg. Hipertensi juga disebut dengan The
Silent Killer dimana pada penyakit ini pasien tidak merasakan gejala apapun
namun dirasakan ketika mengalami penyakit penyerta atau komplikasi.
Hipertensi menyerang pada semua jenis usia tidak hanya pada usia
dewasa saja akan tetapi usia mudapun bisa terkena hipertensi. Hipertensi bisa
dikatakan sebagai jenis penyakit keturunan. Hipertensi menyerang pada
system kardiovaskuler dimana terjadi penyumbatan pada pembuluh darah
sehingga membentuk plak yang mengakibatkan arteri menjadi kaku sehingga
membuat system kerja jantung menjadi berat dan membuat tekanan darah
meningkat.
B. Penyebab Hipertensi
1) Keturunan
2) Umur
3) Kegemukan
4) Diet tinggi garam, lemak, kolesterol
5) Kurang olah raga
6) Merokok, minum kopi, alcohol
7) Stres
8) Penyakit ginjal dan pembuluh darah.
C. Penggolongan Klasifikasi Hipertensi
1) Hipertensi Ringan:
TD = 140/90 – 159/99 mmHg
2) Hipertensi Sedang:
TD = 160/100 – 179/109 mmHg
3) Hipertensi Berat:
TD = 180/110 – 209/119 mmHg
4) Hipertensi Sangat Berat:
TD = 210/120 mmHg.
D. Tanda dan Gejala Hipertensi
1) Sakit kepala dan Pusing
2) Tengkuk terasa berat
3) Gelisah
4) Lemas, mudah lelah
5) Berkeringat banyak
6) Susah tidur
7) Sesak nafas
8) Penglihatan kabur
9) Dada berdebar-debar
10) Kesemutan
E. Penangan Hipertensi
1) Olahraga dengan teratur
2) Mengatur kebiasaan makan :

- rendah garam

- rendah lemak

- rendah kolesterol

- tinggi serat (sayur dan buah)

- rendah kalori jika gemuk.


3) Menghentikan kebiasaan merokok, minum kopi dan alkohol/bersoda
4) Hindari stress/beban pikiran berlebihan
5) Menurunkan berat badan jika kegemukan
6) Kontrol Tekanan Darah secara teratur tiap bulan
7) Minum obat secara teratur jika ada
8) Lebih dianjurkan mengkonsumsi makanan yang alami, belum
mengalami proses pengolahan
9) Jenis diet atau makanan untuk penderita hipertensi adalah:
- Makanan Rendah Garam
- Makanan Rendah Lemak dan Kolesterol
- Makanan Yang Mengandung Lemak tidak Jenuh
- Makanan Tinggi Serat
- Makanan Rendah Kalori, jika berat badan berlebih (Kegemukan)
SATUAN ACARA PENYULUHAN

(SAP)

1. Topik : Bahaya Merokok


2. Sub topik : Bahaya merokok terhadap kesehatan
3. Tujuan :
a. Tujuan umum
Remaja mampu mengetahui bahaya merokok terhadap kesehatan.
b. Tujuan khusus
Klien dapat menjelaskan kembali tentang bahaya merokok meliputi
1) Remaja mampu mengenal bahaya merokok
4. Waktu : 19 Mei 2019
5. Tempat : Rumah keluarga Tn. T
6. Sasaran : Remaja Desa Bejiruyung
7. Metode
a. Seminar
b. Tanya jawab
8. Media :
a. Leafleat
b. Lembar balik
9. Pelaksana : Riski Nur Khasanah
10. Materi : Terlampir
11. Strategi Pelaksanaan

No Waktu Kegiatan Kegiatan Peserta


Penyuluhan

1. 5 menit Orientasi : - Menjawab


Memberi Salam salam
Menjelaskan tujuan - Mendengarkan
kunjungan dan
Menyebutkan Memperhatikan
materi/pokok
bahasan yang akan
disampaikan

2. 20 menit Kerja : Menyimak dan


Menjelaskan materi memperhatikan
penyuluhan secara
berurutan dan
teratur Materi :
1. Pengertian
merokok
2. Zat-zat yang
terkandung
dalam rokok
3. Bahaya yang
ditimbulkan
akibat rokok
4. Cara mencegah
merokok
5. Cara Berhenti
Merokok
3. 10 menit Terminasi : Bertanya dan
- Tanya jawab. menjawab
pertanyaan

12. Daftar pustaka Dinkes Kesehatan Bantul. 2008. Hidup Sehat Dengan
Tidak Merokok. Galang Printika: Yogyakarta.
Lampiran Materi

A. Pengertian merokok
Rokok adalah silinder dari kertas berukuran panjang antara 70
hingga 120 mm (bervariasi tergantung negara) dengan diameter sekitar 10
mm yang berisi daun-daun tembakau yang telah dicacah. Rokok dibakar
pada salah satu ujungnya dan dibiarkan membara agar asapnya dapat
dihirup lewat mulut pada ujung lainnya. Merokok adalah menghisap zat-
zat beracun yang dapat menimbulkan gangguan dan merusak jaringan-
jaringan tubuh.
Menurut WHO, merokok akan menciptakan beban ganda, karena
merokok akan menganggu kesehatan sehingga lebih banyak biaya harus
dikeluarkan untuk mengobati penyakitnya. Disamping itu meropok juga
menghabiskan uang yang seharusnya digunakan untuk membeli makanan
yang bergizi. (WHO, 2015)
B. Zat-zat yang terkandung dalam rokok
Kandungan zat kimia yang terdapat didalam sebatang rokok itu
berjumlah tiga ribu macam menurut Terry dan Horn (2014). Tetapi hanya
tujuh ratus macam zat saja yang dikenal. Sedikit info tentang rokok yang
berkenaan dengan bahan pokoknya, tembakau : Tembakau berasal dari
kata Indian ‘tobago’ mengandung sekitar 2.000 unsur kimiawi! Yang
sepuluh (10) diantaranya berbahaya bagi kesehatan, yakni : Tar
[belangkin], karbon monoksida, nikotin, hidrogen sianida, benzopyrene,
dimethyl nitrosamine, N-Nitrosonor nikotin, catechol, phenol dan acrolein.
Di beberapa negara telah dikenakan ketentuanketentuan pembatasan kadar
tar, nikotin dalam pembuatan rokok. Bahkan di Norwegia, Swedia dan
Finlandia, pembatasan merokok telah tegas diatur dengan undang-undang.
Tahun 1971 pemerintah Norwegia mensahkan pendirian ” National
Council on Smoking and Health ” atau Dewan Nasional untuk Merokok
dan Kesehatan Disini ada 15 macam zat berbahaya yang bisa anda ketahui
yaitu :
1. Acrolein ; zat berbentuk cair tidak berwarna diperoleh dengan
mengambil cairan dari glyceril atau dengan mengeringkannya. Pada
dasarnya zat ini mengandung alkohol yang pasti sangat mengganggu
kesehatan.
2. Karbon monoxida ; gas yang tidak berbau. Karbon monoksida adalah
bahan kimia beracun ditemukan dalam asap buangan mobil. Hal inilah
yang kemudian bisa menurunkan jumlah oksigen dalam darah dan
menghalangi semua kinerja organ pensuply oksigen di dalam tubuh.
Karena tubuh kurang oksigen membuat jantung mengalami penebalan
dan bekerja lebih keras memompa darah. Inilah penyebab utama
seorang perokok bisa mengalami serangan jantung secara mendadak.
Zat ini dihasilkan dari pembakaran yang tidak sempurna dari unsur zat
karbon. Jika karbon monoxida ini masuk ke dalam tubuh dan dibawa
oleh hemoglobin ke dalam otototot tubuh. Satu molekul hemoglobin
dapat membawa empat molekul oksigen. Apabila didalam hemoglobin
itu terdapat karbon monoxida, berakibat seseorang akan kekurangan
oksigen.
3. Nikotin ; cairan berminyak tidak berwarna. Zat ini bisa menghambat
rasa lapar. Jadi menyebabkan seseorang merasa tidak lapar karena
mengisap rokok.
4. Ammonia ; gas yang tidak berwarna, terdiri dari nitrogen dan
hidrogen. Memiliki bau yang sangat tajam dan merangsang. Zat ini
sangat cepat memasuki sel-sel tubuh dan kalau disuntikkan sedikit saja
pada aliran darah akan membuat pingsan atau koma.
5. Formic acid ; cairan tidak berwarna, tajam baunya, bisa bergerak bebas
dan dapat membuat lepuh.
6. Hydrogen cyanide ; gas tidak berwarna, tidak berbau dan tidak ada
rasa. Zat ini paling ringan dan mudah terbakar. Cyanide mengandung
racun berbahaya dan jika dimasukkan langsung ke dalam tubuh akan
berakibat kematian.
7. Nitrous oxide ; gas tidak berwarna dan jika diisap dapat menyebabkan
hilangnya pertimbangan dan membuat rasa sakit. Zat ini awalnya
adalah untuk zat pembius pada saat operasi.
8. Formaldehyde ; gas tidak berwarna dan berbau tajam. Gas ini bersifat
pengawet dan pembasmi hama.
9. Phenol ; zat ini terdiri dari campuran kristal yang dihasilkan dari
distilasi zat-zat organik misalnya kayu dan arang. Phenol bisa terikat
didalam protein dan menghalangi kerja enzyme.
10. Acetol ; zat ini adalah hasil dari pemanasan aldehyde dan menguap
dengan alkohol.
11. Hydrogen sulfide ; gas yang mudah terbakar dan berbau keras. Zat ini
menghalangi oxidase enxym (zat besi berisi pigmen).
12. Pyridine ; cairan tidak berwarna dan berbau tajam. Zat ini mampu
mengubah alkohol sebagai pelarut dan pembunuh hama.
13. Methyl chloride : merupakan campuran zat-zat bervalensa satu atas
mana hidrogen dan karbon sebagai unsur utama. Zat ini merupakan
compound organis yang sangat beracun dan uapnya bersifat sama
dengan pembius.
14. Methanol ; cairan ringan yang mudah menguap dan terbakar. Jika
diminum dan diisap dapat berakibat pada kebutaan dan kematian.
15. Tar ; cairan kental berwarna coklat tua atau hitam didapatkan dengan
cara distilasi kayu dan arang juga dari getah tembakau. Tar itu sendiri
mengandung banyak bahan beracun ke dalam tubuh. Ini adalah
substansi, tebal lengket, dan ketika menghirup itu melekat pada
rambut-rambut kecil di paru-paru. Organ ini melindungi paruparu dari
kotoran dan infeksi, tapi ketika tertutup tar organ ini tidak dapat
melakukan fungsinya. Tar juga melapisi dinding sistem respirasi
secara keseluruhan, mempersempit tabung yang transportasi udara
(yang bronchioles) dan mengurangi elastisitas paru-paru. Yang pada
akhirnya menyebabkan kanker paru-paru dan penyakit pernafasan
kronis.

C. Bahaya yang ditimbulkan akibat rokok


Dalam satu batang rokok mengandung sekitar 7.000 zat kimia, 200
jenis diantaranya bersifat karsinogenik, yaitu zat yang merusak gen dalam
tubuh sehingga memicu terjadinya kanker, seperti kanker paru, emfisema,
dan bronkitis kronik. Atau juga kanker lain, seperti kanker nasofarings,
mulut, esofagus, pankreas, ginjal, kandung kemih, dan rahim.
Aterosklerosis atau pangerasan pembuluh darah bisa menyebabkan
penyakit jantung, hipertensi, risiko stroke, menopause dini, osteoporosis,
kemandulan, dan impotensi.
Racun rokok terbesar dihasilkan oleh asap yang mengepul dari
ujung rokok yang sedang tak dihisap. Sebab asap yang dihasilkan berasal
dari pembakaran tembakau yang tidak sempurna. Asap rokok
mengandung sejumlah zat yang berbahaya seperti benzen, nikotin,
nitrosamin, senyawa amin, aromatik, naftalen, ammonia, oksidan sianida,
karbon monoksida benzapirin, dan lain-lain. Partikel ini akan mengendap
di saluran napas dan sangat berbahaya bagi tubuh. Endapan asap rokok
juga mudah melekat di benda- benda di ruangan dan bisa bertahan sampai
lebih dari 3 tahun, dengan tetap berbahaya. ( Abidin, 2016)
D. Cara mencegah merokok
1. Buat peta merokok selama 20 jam
2. Setiap kali merokok ditulis berapa yang habis, setelah itu dalam satu
hari dihitung berapa batang habisnya
3. Peta merokok tadi dipelajari, berapa batang konsumsi rokok kita
sehingga dapat dibuat rencana pengurangan
E. Cara Berhenti Merokok
1. Terapkan niat untuk berhenti merokok
2. Mulai berhenti merokok
3. Yakinkan diri rokok bukan symbol kejantanan, juga bukan berarti gaul
4. Ingat selalu bahaya merokok
5. Minum air putih yang banyak
6. Banyak makan buah dan sayur
7. Olahraga teratur
8. Sibukkan diri dengan kegiatan yang bermanfaat
9. Ingat masa depan yang akan jadi lebih naik tanpa merokok
10. Mintalah keluarga untuk selalu mengingatkan ketika merokok
DOKUMENTASI KEGIATAN

PHBS (Perilaku Hidup Bersih Sehat)

Penyuluhan PHBS dilakukan pada acara Selapanan


Di Desa Bejiruyung.
Penanaman Apotek Hidup

Ketua RT dan Salah Satu Mahasiswa Sedang Menanam Pohon Belimbing


Salah Satu Mahasiswa Sedang Melakukan Pembentukan Pot
Salah Satu Mahasiswi Sedang Melakukan Penyolderan Untuk
Lubang Pada Pot
Penyuluhan Tentang Bahaya Merokok
Acara Sarasehan Pelantikan IPNU IPPNU
dan Memperingati Hari Santri
Mahasiswi Sedang Melakukan Pengecetan Pada Pot
Mahasiswi Sedang Membersihkan Bekas Minyak Untuk Pembuatan
Polibag
Penyuluhan Hipertensi dan Diabetes Melitus di Acara Prolanis
Balai Desa Kec.Sempor
Kegiatan Senam Hipertensi Lansia Di RT 01 RW 02

Desa Bejiruyung
Kegiatan Jaga Tonggo Covid-19 Di Desa Bejiruyung
Dukuh Karangmalang
Kegiatan Senam Ibu Hamil Di Desa Kalibeji
Acara Pembagian Sembako Di Balai Desa Bejiruyung
Kegiatan GBB (Gerakan Bejiruyung Bersedekah)