Anda di halaman 1dari 12

Media dan Sumber Belajar Online

Definisi Sumber Belajar

Association Educational Comunication and Technology – lembaga pengembangan teknologi dan


komunikasi pendidikan yang berbasis di Amerika Serikat (AECT, 1977) mengartikan sumber belajar
sebagai semua sumber (data, manusia, dan barang) yang dapat dipakai oleh pelajar sebagai suatu
sumber tersendiri atau dalam kombinasi untuk memperlancar belajar.

Pengertian ini oleh AECT dikembangkan pada tahun 2007 yaitu sumber belajar yaitu berbagai atau
semua sumber baik berupa data, orang dan wujud tertentu yang dapat digunakan siswa dalam belajar,
baik secara terpisah maupun terkombinasi sehingga mempermudah siswa dalam mencapai tujuan
belajar.

Dari berbagai definisi yang ada di atas, dapat dipahami bahwa sumber belajar sebagai sesuatu yang
dapat dimanfaatkan untuk mempelajari atau mendapat pengalaman belajar tertentu
Pengertian media pembelajaran

Menurut Aect, 1997 media adalah segala bentuk yang digunakan untuk menyalurkan informasi
sedangkan menurut Anderson, 1987 media adalah perlengkapan yang digunakan untuk memperjelas
pesan dan memungkinkan terjadinya interaksi antara siswa dengan pesan. Gagne mengartikan media
sebagai jenis komponen dalam lingkungan siswa yang dapat merangsang mereka untuk belajar. Senada
dengan itu, Briggs mengartikan media sebagai alat untuk memberikan perangsang bagi siswa agar
terjadi proses belajar. Dari definisi ini dapat dilihat bahwa media pembelajaran merupakan alat untuk
membantu guru dalam kegiatan mengajar (teaching aids). Teaching aid dapat berupa hardware
ataupun software. Presentasi bahan ajar (powerpoint atau modul dalam bentuk pdf), program kaset
audio dan program video atau CD interaktif adalah media belajar berbentuk software sebagai sumber
belajar. Bahan belajar tersebut hanya bisa disajikan jika ada alat, misalnya berupa perangkat komputer
yang terhubung ke Proyektor, Radio kaset, Audio Player dan Video player. Jadi salah satu atau kombinasi
perangkat lunak (bahan) dan perangkat keras (alat) bersama-sama digunakan dalam pembelajaran
dinamakan media pembelajaran.
Jenis Media

Menurut Anderson, klasifikasi media pembelajaran terbagi dalam 2 fungsi, yaitu sebagai alat bantu
pembelajaran berupa benda sebenarnya, model, foto, film, Bingkai, OHT, Grafis, dll dan sebagai media
dalam pembelajaran yang berbentuk modul, program audio, program video, CAI, multi media, paket-
paket program dll.

Menurut Gerlach, Ely, klasifikasi media terbagi berdasarkan kegunaan (by utilization) meliputi benda
sebenarnya, lingkungan, nara sumber, fenomena Alam, dll dan berdasarkan desain (by design) meliputi
modul, program audio, program video, CAI, multi media, paket terprogram, OHT, foto, slide, grafis dan
model.

Heinich dan kawan-kawan (2005) mengemukakan beberapa jenis media pembelajaran yang dapat
digunakan oleh guru, instruktur, dan perancang program pembelajaran yaitu: (1) media cetak/teks;
(2) media pameran/display; (3) media audio; (4) gambar bergerak/motion pictures; (5) multimedia;
(6) media berbasis web atau internet.

Sumber belajar online

Sumber belajar yang sangat berlimpah dan populer saat ini adalah Internet. Pemanfaatan internet
sebagai sumber belajar online, dalam arti kata peranan internet sebagai gudangnya informasi
dimanfaatkan untuk mendapatkan informasi dan data yang berkaitan dengan materi pengajaran yang
disampaikan, dalam hal ini informasi yang berkaitan dengan alamat situs yang akan dikunjungi sebagai
sumber materi ajar.

Media belajar online

Pada mulanya media pembelajaran hanyalah dianggap sebagai alat untuk membantu guru dalam
kegiatan mengajar (teaching aids). Alat bantu mengajar yang mula-mula digunakan adalah alat bantu
visual seperti gambar, model, grafis atau benda nyata lain. Alat-alat bantu itu dimaksudkan untuk
memberikan pengalaman lebih konkrit, memotivasi serta mempertinggi daya serap dan daya ingat siswa
dalam belajar.

Seiring dengan perkembangan teknologi informasi media pembelajaran tidak hanya jenis media cetak,
media pameran, media audio, media gambar bergerak dan multimedia. Dengan adanya teknologi
internet media pembelajaran saat ini sudah bergeser ke dalam jenis media berbasis web atau online
Internet sebagai media

Fasilitas internet yang dapat digunakan sebagai media pembelajaran berbasis web adalah sebegai
berikut :

Discovey (penemuan). Internet dapat digunakan sebagai media pembelajaran untuk mencari informasi
atau sumber belajar melalui browsing dan search engine. Dengan browsing guru dapat membuka
alamat-alamat sumber belajar yang akan digunakan sebagai media pembelajaran. Begitu pun melalui
search engine, guru dapat mencari sumber-sumber balajar yang dibutuhkan dalam proses belajar
mengajar serta dapat dijadikan media pembelajaran.

Komunikasi. Internet menyediakan komunikasi yang mudah dan murah melalui pesan-pesan teks
(chating), surat elektronik (email), bahkan komunikasi visual menggunakan web conference seperti
skype.

Kolaborasi. Internet menyediakan pertukaran informasi dan sumber-sumber belajar antar guru dan
siswa dalam sebuah kolaborasi pembelajaran menggunakan fasilitas web 2.0. Web 2.0 didefinisikan
sebagai fitur aplikasi web yang memfasilitasi pertukaran informasi partisipatif, user-centered design,
kolaborasi di World Wide Web. Situs Web 2.0 memungkinkan pengguna untuk berinteraksi dan
berkolaborasi satu sama lain. Contoh dari web 2.0 adalah media sosial.
Internet dalam Pembelajaran IPA

Pembelajaran online identik dengan internet. Internet adalah salah satu sumber informasi yang dapat
digunakan dalam mengembangkan media pembelajaran, banyak sumber-sumber informasi yang dapat
digunakan dalam melakukan kegiatan proses pendidikan.

Internet merupakan singkatan dari Interconnection Network, the Network of the Networks, yang
diartikan sebagai a global Network of computer Networks atau sebuah jaringan komputer dalam skala
global/mendunia. Dikembangkan dan diuji coba pertama kali pada tahun 1969 oleh US Departement of
Defense dalam proyek arpanet. Secara sederhana, internet adalah kumpulan dari jutaan komputer di
seluruh dunia yang terhubung antara yang satu dengan yang lainnya.

Jumlah pengguna internet yang besar dan semakin berkembang telah mewujudkan budaya internet.
Undang-Undang ITE merupakan peraturan yang diberikan bagi para pengguna internet di Indonesia.

Internet telah menjadi kebutuhan utama pada saat ini dan masa yang akan datang, khususnya bagi guru
dan tenaga kependidikan, karena mengingat internet dikenal sebagai perpustakaan raksasa yang
mempunyai seluruh data dan informasi yang bisa diakses oleh dunia, tak terkendala ruang dan waktu.
Akses data dan informasi yang dapat diperoleh dengan sangat cepat, tersedia sesuai kebutuhan.

Manfaat Internet dalam pendidikan

Beberapa manfaat internet dalam dunia pendidikan, khususnya bagi guru IPA dan tenaga kependidikan
adalah sebagai berikut.

1. Mencari bahan pembelajaran

Guru biasanya membutuhkan data dan informasi yang dapat digunakan sebagai sumber bahan
pembelajaran/materi pelajaran yang nantinya akan disampaikan kepada peserta didik di sekolah

2. Mencari informasi yang terbaru/penelitian/pengembangan

Guru dapat memperoleh informasi yang terbaru dan terkini sesuai dengan perkembangan jaman.
Informasi tersebut dapat berupa penelitian terbaru, teknologi terbaru, penemuan terbaru, isu-isu
terbaru yang berkaitan dengan bahan materi pelajaran, dan sebagainya

3. Mencari metode pembelajaran yang menyenangkan

Internet juga menyediakan informasi mengenai berbagai metode pembelajaran dari dalam negeri
maupun luar negeri bahkan metode pembelajaran yang sedang diteliti. Seorang guru dapat mencari
informasi tersebut dan mempelajarinya sehingga akhirnya dapat menentukan metode pembelajaran
yang memang sesuai dengan karakteristik peserta didik di sekolahnya
4. Menemukan jejaring sosial sebagai komunitas pembelajar

Hal yang belum disadari dalam penggunaan internet adalah terbentuknya jejaring sosial, seperti twitter
dan facebook. Seorang guru akan memperoleh teman diskusi baik peserta didik, sesama guru atau
kepala sekolah, bahkan dengan para pakar. Pada jejaring sosial tersebut akan membahas suatu topik
mengenai isu-isu atau permasalahan yang dihadapi termasuk dalam pembelajaran sehingga diperoleh
suatu solusi atau saran. Hal ini akan membuka wawasan guru dan menambah pengalaman yang sangat
bermakna.

Sumber Belajar Online dalam Pembelajaran IPA

Guru sebagai manajer pembelajaran yang baik dalam proses pembelajaran tentu harus memiliki
kreatifitas yang tinggi dalam mengelola kelasnya, salah satunya adalah dalam hal pemilihan dan
penggunaan media dan sumber belajar untuk kepentingan proses pembelajaran. Sumber belajar online
untuk pembelajaran IPA sangatlah banyak, oleh karena itu guru perlu mengetahui beberapa alamat web
yang sangat membantu dalam pembelajaran IPA. Berikut adalah beberapa alamat yang dapat digunakan
dalam pembelajaran IPA.

Rumah Belajar : https://belajar.kemdikbud.go.id/

Phet : https://phet.colorado.edu

Genetics Alive : http://www.geneticsalive.com/index.html

Science Buddies : https://www.sciencebuddies.org

PBS Learning Media : https://www.pbslearningmedia.org

Media Interaktif MGMP : http://mgmp.p4tkipa.net/

Video pembelajaran IPA, : https://www.youtube.com/user/PPPPTKIPA

Froguts : http://www.froguts.com/

Cells Alive : https://www.cellsalive.com/

learning science : http://new.learningscience.org/wp/xplora.org

: http://www.xplora.org/ww/en/pub/xplora/homepage.html

The National Science Digital Library : https://nsdl.oercommons.org/

Chem Collective : http://www.chemcollective.org/

Edutopia : https://www.edutopia.org/

virtual microscope, : virtual.itg.uiuc.edu


Media Pembelajaran Online

Seiring dengan perkembangan teknologi informasi media pembelajaran tidak hanya jenis media cetak,
media pameran, media audio, media gambar bergerak dan multimedia. Dengan adanya teknologi
internet media pembelajaran saat ini sudah bergeser ke dalam jenis media berbasis web atau online.

Fasilitas internet yang dapat digunakan sebagai media pembelajaran berbasis web adalah sebegai
berikut :

Discovey (penemuan). Internet dapat digunakan sebagai media pembelajaran untuk mencari informasi
atau sumber belajar melalui browsing dan search engine.

Komunikasi. Internet menyediakan komunikasi yang mudah dan murah melalui pesan-pesan teks
(chating), surat elektronik (email), bahkan komunikasi visual menggunakan web conference seperti
skype.

Kolaborasi. Internet menyediakan pertukaran informasi dan sumber-sumber belajar antar guru dan
siswa dalam sebuah kolaborasi pembelajaran menggunakan fasilitas web 2.0. Web 2.0 didefinisikan
sebagai fitur aplikasi web yang memfasilitasi pertukaran informasi partisipatif, user-centered design,
kolaborasi di World Wide Web. Situs Web 2.0 memungkinkan pengguna untuk berinteraksi dan
berkolaborasi satu sama lain. Contoh dari web 2.0 adalah media sosial.

Fasilitas internet yang dapat digunakan sebagai media pembelajaran berbasis web adalah sebegai
berikut :

4. Berbentuk Podcast. Bentuk kumpulan file audio dan file video yang tersedia dengan berlangganan,
melalui layanan seperti Apple iTunes.

5. Berbentuk Forum. Bentuk untuk diskusi online, sering sekitar topik dan kepentingan tertentu. Forum
muncul sebelum istilah "social media" dan merupakan elemen kuat dan populer komunitas online. (6)
Berbentuk Komunitas Konten. Komunitas yang mengatur dan berbagi jenis konten tertentu. Komunitas
konten yang paling populer cenderung membentuk forum/link sekitar foto (Flickr), link bookmarked
(del.icio.us) dan video (YouTube). Dan

6. Berbentuk Microblogging. Bentuk Jejaring sosial yang dikombinasikan dengan blogging, dimana
update konten didistribusikan secara online dan melalui jaringan telepon selular. Twitter adalah
pemimpin yang jelas di bidang ini.
JAWABAN peranan (2) dan (5) termasuk sumber belajar online
Jawaban Peranan (2), (3), (4) d an (5)  termasuk ke dalam media pembelajaran

Jawaban Peranan (5) termasuk ke dalam media pembelajaran online


Contoh Studi kasus :

Bu ani  akan mengajarkan sebuah kompetensi dasar, dengan judul ”Ekosistem” pada
pelajaran IPA, maka guru tersebut mencoba untuk menyiapkan alat bahan sebagai
berikut., Laptop dengan akses internet, LCD Proyektor, Timbangan, 10 ekor ikan
kecil, Sendok, Deterjen; 1 bungkus, Stop watch, Air, Gelas Kimia, Gelas ukur, Lembar
kerja. 

Bu Ani   menyampaikan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai serta aktivitas yang
harus dilakukan siswa. Kemudian Bu Ani menjelaskan informasi yang penting tentang
Ekosistem kepada siswa. Pada saat pembelajaran Bu Ani membuka video
pembelajaran ekosistem dari chanel youtube pppptkipa tentang ekosistem dengan
alamat https://www.youtube.com/watch?v=-Vv-dlEU0iU . Siswapun memperhatikannya
dan dibagi ke dalam 4 kelompok untuk melakukan praktikum ekosistem dengan lembar
kerja dan rujukan video youtube ekosistem yang telah didownload dari
alamat https://www.youtube.com/watch?v=-Vv-dlEU0iU.
Dari ilustrasi kasus pembelajaran Ekosistem bu Ani, Terdapat lima peranan yaitu: (1)
Bu Ani sebagai guru memberikan penjelasan dan bimbingan kepada siswa; (2) video
pembelajaran  di youtube dengan alamat https://www.youtube.com/watch?v=-Vv-
dlEU0iU menjelaskan materi pembelajaran ekosistem; (3) alat bahan praktik ekosistem
dan Lembar tugas dan pertanyaan untuk mengetahui pengaruh keberadaan detergen
dalam air terhadap gerak operkulum ikan. (4) Laptop dengan akses internet dan LCD
sebagai alat bantu pembelajaran dan (5) Grup Facebook Maka sesuai dengan situasi
dan kondisi serta proses pembelajaran yang berlangsung seperti diatas, dapat
ditemukan bahwa peranan (1), (2)  dan (5) termasuk ke dalam sumber belajar . peranan
(2) dan (5) termasuk sumber belajar online. Peranan (2), (3), (4) dan (5)  termasuk ke
dalam media pembelajaran , karena informasi pembelajaran yang diberikan kepada
siswa disampaikan melalui Presentasi video pembelajaran dari youtube yang
dihubungkan ke LCD dan alat bahan praktik beserta LKS untuk mengetahui pengaruh
keberadaan detergen dalam air terhadap gerak operkulum ikan. Selain itu Grup
Facebook digunakan untuk mengirimkan tugas dan saling berdiskusi . Peranan (5)
termasuk ke dalam media pembelajaran online , karena bukti pengaruh keberadaan
detergen dalam air terhadap gerak operkulum ikan dipresentasikan di grup facebook
dan menjadi bahan diskusi dengan kelompok lain.