Anda di halaman 1dari 9

KATA PENGANTAR

Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah swt, berkat rahmat dan
karunia Nya lah kami dapat menyelesaikan makalah Kebutuhan Dasar
Manusia ini tepat pada waktunya.

Harapan kami sebagai penyusun yaitu agar para pembaca memahami


tentang Konsep Manusia dan Konsep Kebutuhan Dasar Manusia. Kami pun
mengucapkan terima kasih kepada pihak yang telah membantu kami
dalam menyusun makalah ini menjadi lebih baik lagi.

Kami juga mengharapkan saran yang membangun demi tersusunnya


makalah ini menjadi lebih baik lagi.

Makassar, 20 Februari 2020


ii

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL...................................................................................................................i

KATA PENGANTAR................................................................................................................ii

DAFTAR ISI.............................................................................................................................iii

BAB 1 PENDAHULUAN..........................................................................................................1

A. Latar Belakang..........................................................................................................1

B. Rumusan Masalah.....................................................................................................2

C. Tujuan........................................................................................................................2

BAB 2 PEMBAHASAN.............................................................................................................3

A. Pengertian Manajemen Patient Safety (MPS)...........................................................3

B.Tujuan Manajemen Patient Safety (MPS)..................................................................3

C. Langkah-langkah menuju keselamatan pasien ........................................................4-5

BAB 3 PENUTUP.......................................................................................................................6

A. Kesimpulan................................................................................................................6

DAFTAR PUSTAKA..................................................................................................................7
iii

BAB 1
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Keselamatan pasien di Rumah Sakit adalah sistem pelayanan dalam suatu Rumah
Sakit yang memberikan asuhan pasien menjadi lebih aman, termasuk di dalamnya
mengukur risiko,identifikasi dan pengelolaan risiko terhadap pasien, analisa
insiden, kemampuan untuk belajar &menindaklanjuti insiden serta menerapkan
solusi untuk mengurangi risiko. "Safety is afundamental principle of patient care
and a critical component of hospital qualitymanagement."(World Alliance for
Patient Safety, Forward Programme WHO 2004).

Keamanan dan keselamatan pasien merupakan hal mendasar yang perlu


diperhatikan oleh tenaga medis saat memberikan pelayanan kesehatan kepada
pasien. Keselamatan pasien adalah suatu sistem dimana rumah sakit memberikan
asuhan kepada pasien secara aman serta mencegah terjadinya cidera akibat
kesalahan karena melaksanakan suatu tindakan atau tidak melaksanakan suatu
tindakan yang seharusnya diambil. Sistem tersebut meliputi pengenalan resiko,
identifikasi dan pengelolaan hal yang berhubungan dengan resiko pasien, pelaporan
dan analisis insiden, kemampuan belajar dari insiden, tindak lanjut dan
implementasi solusi untuk meminimalkan resiko (Depkes 2008).

Setiap tindakan pelayanan kesehatan yang diberikan kepada pasien


sudah sepatutnya memberi dampak positif dan tidak memberikan kerugian bagi
pasien. Oleh karena itu, rumah sakit harus memiliki standar tertentu dalam
memberikan pelayanan kepada pasien. Standar tersebut bertujuan untuk
melindungi hak pasien dalam menerima pelayanan kesehatan yang baik serta
sebagai pedoman bagi tenaga kesehatan dalam memberikan asuhan kepada pasien.
Selain itu, keselamatan pasien juga tertuang dalam undang-undang kesehatan.
Terdapat beberapa pasal dalam undang-undang kesehatan yang membahas secara
rinci mengenai hak dan keselamatan pasien.

Keselamatan pasien adalah hal terpenting yang perlu diperhatikan oleh setiap
petugas medis yang terlibat dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada
pasien. Tindakan pelayanan, peralatan kesehatan, dan lingkungan sekitar pasien
sudah seharusnya menunjang keselamatan serta kesembuhan dari pasien
tersebut. Oleh karena itu, tenaga medis harus memiliki pengetahuan
mengenai hak pasien serta mengetahui secara luas dan teliti tindakan pelayanan
yang dapat menjaga keselamatan diri pasien.

B. RUMUSAN MASALAH
1. Apa pengertian Manajemen Patient Safety (MPS)
2. Apa tujuan manajemen Patient Safety (MPS)
3. Apa langkah langkah menuju keselamatan pasien RS

C. TUJUAN
1. Mengetahui pengertian Manajemen Patient Safety (MPS)
2. Mengetahui tujuan Manajemen Patient Safety (MPS)
3. Mengetahui langkah langkah menuju keselamatan pasien
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Manajemen Patient Safety (MPS)
Manajemen berarti seni menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain
yang bertugas untuk mencapai suatu tujuan. Patient Safety atau keselamatan
pasien adalah suatu system yang membuat asuhan pasien dirumah sakit
menjadi lebih aman.
Manajemen Patient Safety atau MPs adalah suatu tindakan oleh
petugas kesehatan atau perawat yang harus bisa menjaga keamanan dan
keselamatan untuk pasien.

B. Tujuan Manajemen Patient Safety


Tujuan Patient Safety adalah
1. Terciptanya budaya keselamatan pasien di RS
Tujuan utama diadakannya system pasien safety adalah untuk
menciptakan adanya kebudayaan keselamatan yang terdapat pada rumah
sakit. Dengan adanya kebudayaan keselamatan inilah seseorang yang
berada di lingkungan rumah sakit akan lebih sadar terhadap para pasien
yang membutuhkan.
2. Meningkatkan akuntabilitas rumah sakit terhadap pasien dan masyarakat
KTD atau kejadian tidak diinginkan akan semakin menurun
dilingkungan rumah sakit karena seseorang di lingkungan rumah sakit
akan lebih sadar terhadap keselamatan. Oleh Karena itu, risiko kejadian
tidak diinginkan akibat dari kesalahan pengobatan ataupun kesalahan
jenis obat yang dikonsumsi akan lebih berkurang.
3. Menurunnya KTD di RS
Tidak hanya adanya penurunan kejadian tidak diinginkan di rumah
sakit, dengan adanya kesadaran keselamatan di rumah sakit juga akan
meningkatkan akuntabilitas rumah sakit pada pasien maupun masyarakat
sehingga seseorang akan lebih percaya terhadap Rumah Sakit tersebut.
4. Terlaksananya program-program pencegahan sehingga tidak terjadi
pengulangan KTD
Mencegah hal hal yang tidak diinginkan memang cukup penting untuk
dilakukan di lingkungan rumah sakit dan dengan adanya pasien safety di
rumah sakit juga akan melaksanakan program-program tersebut sebagai
upaya untuk mencegah kejadian yang tidak diinginkan lagi.

C. Langkah-langkah Menuju Keselamatan Pasien


Adapun langkah-langkah menuju keselamatan pasien yaitu :
1. Membangun kesadaran akan nilai Keselamatan Pasien
Maksudnya yaitu menciptakan kepemimpinan dan budaya yang
terbuka dan adil. Kesadaran juga dimaksudkan bahwa perawat harus
mengetahui/menyadari diriny sendiri terlebih dahulu sebelum
memberikan tindakan kepada pasien.
 Bagi rumah sakit :
 Kebijakan: tindakan staf segera setelah insiden, langkah
kumpul fakta, dukungan kepada staf, pasien, keluarga
 Kebijakan: peran dan akuntabilitas individual pada insiden
 Tumbuhkan budaya pelaporan dan belajar dari insiden
 Lakukan asesmen dengan menggunakan survei penilaian
keselamatan pasien.
 Bagi Tim:
 Anggota mampu berbicara, peduli dan berani lapor bila ada
insiden
 Laporan terbuka dan terjadi proses pembelajaran serta
pelaksanaan tindakan solusi yang tepat.

2. Memimpin dan membangun staf


Yaitu dengan membangun komitmen dan focus yang kuat serta jelas
tentang keselamatan pasien di Rumah Sakit.
 Bagi Rumah Sakit
 Ada anggota Direksi yang bertanggung jawab atas KP
 Dibagian 2 ada orang yang dapat menjadi ‘penggerak’
(champion) KP
 Prioritaskan KP dalam agenda rapat Direks Manajemen
 Masukkan KP dalam semua program latihan staf.
 Bagi Tim
 Ada ‘Penggerak’ dalam tim untuk memimpin Gerakan KP
 Jelaskan relevansi dan pentingnya serta manfaat gerakan KP
 Tumbuhkan sikap ksatria yang menghargai pelaporan
insiden.

3. Mengintegrasikan aktivitas pengelolaan risiko


Yaitu dengan mengembangkan system dan proses pengelolaan risiko,
serta lakukan identifikasi dan asesmen hal yang potensial bermasalah.
 Bagi Rumah Sakit
 Struktur dan proses menjamin risiko klinis dan non klinis,
mencakup KP
 Kembangkan indicator kinaerja bagi system pengelolaan
risiko
 Gunakan informai dari system pelaporan insiden dan
asesmen risiko dan tingkatkan kepedulian terhadap pasien.
 Bagi Tim
 Diskusi isu KP dalam forum-forum, untuk umpan balik
kepada manajemen terkait
 Penilaian risiko pada individu pasien
 Proses asesmen risiko teratur, tentukan akseptabilitas tiap
risiko, dan langkah memperkecil resiko tersebut.

4. Kembangkan system pelaporan


Yaitu pastikan stafnya, agar dengan mudah dapat melaporkan
kejadian/insiden serta RS mengatur pelaporan kepada KKP-RS.

5. Melibatkan dan berkomunikasi dengan pasien


Yaitu dengan mengembangkan cara-cara komunikasi yang terbuka
dengan pasien dan menerapkan komunikasi terapeutik pada pasien.

6. Belajar dan berbagi pengalaman tentang keselamatan pasien


Yaitu dengan mendorong staf untuk melakukan analisis akar masalah
untuk belajar bagaimana dan mengapa kejadian itu timbul.

7. Cegah cedera melalui implementasi system KP


Yaitu dengan menggunakan informasi yang ada tentang
kejadian/masalah untuk melakukan perubahan pada system pelayanan.

BAB III
PENUTUP
KESIMPULAN
Manajemen berarti seni menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain
yang bertugas untuk mencapai suatu tujuan. Patient Safety atau keselamatan
pasien adalah suatu system yang membuat asuhan pasien dirumah sakit
menjadi lebih aman.
Manajemen Patient Safety atau MPs adalah suatu tindakan oleh
petugas kesehatan atau perawat yang harus bisa menjaga keamanan dan
keselamatan untuk pasien.
Keselamatan pasien di Rumah Sakit adalah sistem pelayanan dalam
suatu Rumah Sakit yang memberikan asuhan pasien menjadi lebih aman,
termasuk di dalamnya mengukur risiko,identifikasi dan pengelolaan risiko
terhadap pasien, analisa insiden, kemampuan untuk belajar
&menindaklanjuti insiden serta menerapkan solusi untuk mengurangi risiko.
DAFTAR PUSTAKA

https://www.academia.edu/38532777/Modul_Manajemen_Patient_Safety
https://www.academia.edu/9720549/TUGAS_MANAJEMEN_-KONSEP_PASIEN_SAFETY
https://marsenorhudy.wordpress.com/2011/01/07/patient-safetiy-keselamatan-pasien-rumah-
sakit/